<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tambah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tambah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 May 2026 10:55:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tambah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Program MBG Tambah Volume Sampah, DLH Kota Malang Rencanakan Gandeng Transporter Swasta</title>
		<link>https://memontum.com/program-mbg-tambah-volume-sampah-dlh-kota-malang-rencanakan-gandeng-transporter-swasta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[swasta]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<category><![CDATA[transporter]]></category>
		<category><![CDATA[volume]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232142</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak terhadap peningkatan sampah di Kota Malang. Karenanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, kini menyiapkan langkah antisipasi agar tambahan sampah tersebut tidak membebani sistem pengelolaan yang sudah berjalan. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menyampaikan bahwa selain sampah rumah tangga, saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak terhadap peningkatan sampah di Kota Malang. Karenanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, kini menyiapkan langkah antisipasi agar tambahan sampah tersebut tidak membebani sistem pengelolaan yang sudah berjalan.</p>



<p>Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menyampaikan bahwa selain sampah rumah tangga, saat ini terdapat pula sampah dari dapur MBG yang terus bertambah. Apalagi, jumlah titik pelaksanaan program tersebut saat ini terus bertambah.</p>



<p>“Dengan bertambahnya program MBG tentu menambah volume sampah. Karena itu kami sedang menyiapkan pola penanganannya supaya tidak menambah beban DLH,” ujar Raymond, Sabtu (02/04/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, dalam pengelolaan sampah MBG ini bisa dengan mendorong keterlibatan transporter atau pengelola sampah swasta. Dengan menangani sampah sejak dari sumbernya. “Ke depan kami arahkan kerja sama dengan transporter swasta. Jadi sampah dari MBG bisa langsung diambil pengelola swasta sehingga tidak semuanya masuk ke sistem sampah kota,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk saat ini DLH Kota Malang masih melakukan pendataan terkait volume sampah yang dihasilkan program MBG. Pasalnya, jumlah lokasi MBG di Kota Malang terus bertambah.</p>



<p>“Secara tonase belum bisa kami hitung karena jumlah MBG masih berkembang. Saat ini kurang lebih ada sekitar 50 lokasi MBG,” tuturnya.</p>



<p>Dalam hal ini, menurutnya DLH Kota Malang berencana menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi khusus bagi pengelola MBG guna memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan lebih tertata.</p>



<p>Terlebih, berbagai inovasi pengelolaan sampah terus disiapkan, termasuk rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), fasilitas pengolahan LSDP, serta inovasi pengurangan sampah lainnya. Langkah tersebut sejalan dengan target nasional menuju konsep zero waste sebagaimana arahan pemerintah pusat.</p>



<p>“Dengan berbagai inovasi ini, harapannya pengelolaan sampah Kota Malang bisa menuju zero waste,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232142</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Armada Minim, DLH Kota Malang Tambah Satu Truk Sampah Arm Roll dari APBD 2026</title>
		<link>https://memontum.com/armada-minim-dlh-kota-malang-tambah-satu-truk-sampah-arm-roll-dari-apbd-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Armada]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minim]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231764</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berencana menambah satu unit kendaraan pengangkut sampah jenis arm roll melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Penambahan itu dilakukan, menyusul keterbatasan armada yang saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan layanan pengangkutan sampah secara ideal. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berencana menambah satu unit kendaraan pengangkut sampah jenis arm roll melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Penambahan itu dilakukan, menyusul keterbatasan armada yang saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan layanan pengangkutan sampah secara ideal.</p>



<p>Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengakui bahwa sebagian besar kendaraan operasional pengangkut sampah telah berusia tua sehingga membutuhkan pergantian. “Kondisi mobil memang sudah tua. Beberapa armada kami memang sudah waktunya diganti,” ujar Raymond, Jumat (17/04/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, ada beberapa armada pengangkut sampah yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut, berdampak pada pola pengangkutan di lapangan yang harus disesuaikan dengan keterbatasan kendaraan. Secara normal satu Tempat Penampungan Sementara (TPS) idealnya dilayani maksimal dua kali pengambilan sampah setiap hari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tetapi karena jumlah armada terbatas, pengangkutan di sejumlah TPS harus dilakukan hingga tiga sampai empat kali,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Saat ini Kota Malang memiliki 78 TPS, sementara jumlah armada pengangkut sampah yang tersedia hanya 49 unit. Idealnya, satu TPS dilayani satu kendaraan agar proses pengangkutan lebih efektif.</p>



<p>Selain penambahan armada, DLH Kota Malang juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya melalui optimalisasi bank sampah. Dari sekitar 520 bank sampah yang pernah terbentuk di Kota Malang, baru sekitar 320 yang masih aktif, sementara lebih dari 200 lainnya tidak lagi beroperasi.</p>



<p>“Kami berharap bank sampah di tingkat RT dan RW bisa aktif kembali sehingga volume sampah yang masuk ke TPA Supit Urang dapat berkurang,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan Program Berantas Plus, Pemkab Situbondo Bakal Tambah Anggaran</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-program-berantas-plus-pemkab-situbondo-bakal-tambah-anggaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[berantas]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231688</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo segera menambah anggaran Program Brantas Plus, sebuah program untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Kabupaten Situbondo. Itu karena, alokasi anggaran sudah menipis dan berpotensi mengganggu operasional pelayanan. Bahkan memasuki caturwulan, anggaran tersisa kurang lebih Rp 7 juta. Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo, H Akhmad Yulianto, mengatakan bahwa Program Berantas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo segera menambah anggaran Program Brantas Plus, sebuah program untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Kabupaten Situbondo. Itu karena, alokasi anggaran sudah menipis dan berpotensi mengganggu operasional pelayanan. Bahkan memasuki caturwulan, anggaran tersisa kurang lebih Rp 7 juta.</p>



<p>Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo, H Akhmad Yulianto, mengatakan bahwa Program Berantas Plus merupakan salah satu program prioritas daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Karenanya, tengah disiapkan penambahan anggaran.</p>



<p>&#8220;Betul, anggaran Berantas Plus saat ini menipis. Tapi kami sudah menyediakan kembali anggaran tersebut dan sudah ada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Situbondo. Untuk nilai penambahan anggaran Berantas Plus, bisa ditanyakan langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Situbondo,&#8221; jelasnya, Selasa (14/04/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Pj Sekda, bahwa pemerintah daerah tengah melakukan evaluasi dan penyesuaian anggaran untuk memastikan program-program penting tetap bisa dilaksanakan dengan baik. Dengan adanya penambahan anggaran, diharapkan semua bisa berjalan baik. Sehingga, Program Berantas Plus tetap berjalan optimal dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Situbondo.</p>



<p>“Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Program Berantas Plus dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Khususnya, dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Akhmad Yulianto. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231688</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tambah Layanan Imigrasi hingga Fasilitas Pendukung, Pemkot Malang Anggarkan Perbaikan MPP</title>
		<link>https://memontum.com/tambah-layanan-imigrasi-hingga-fasilitas-pendukung-pemkot-malang-anggarkan-perbaikan-mpp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anggarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[imigrasi]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pendukung]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231370</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana melakukan perbaikan fasilitas yang ada Mal Pelayanan Publik (MPP) pada tahun 2026. Hal itu dilakukan, sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa perbaikan itu merupakan bentuk perawatan gedung sekaligus penyempurnaan fasilitas pelayanan publik yang telah berjalan. Karena, ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana melakukan perbaikan fasilitas yang ada Mal Pelayanan Publik (MPP) pada tahun 2026. Hal itu dilakukan, sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa perbaikan itu merupakan bentuk perawatan gedung sekaligus penyempurnaan fasilitas pelayanan publik yang telah berjalan. Karena, ada beberapa titik area plafon pelayanan yang mengalami kebocoran, sehingga hal itu telah masuk dalam alokasi anggaran tahun 2026.</p>



<p>“Sebagian sudah teralokasikan di APBD 2026 dan sebagian lagi nanti di Perubahan Anggaran (PAK). Ini bagian dari perawatan gedung, insyaallah tahun ini kita selesaikan,” ujar Wali Kota Wahyu, Senin (30/03/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain perbaikan fisik bangunan, ungkapnya, Pemkot Malang juga akan menambah fasilitas pendingin ruangan (AC) guna meningkatkan kenyamanan masyarakat saat mengakses layanan di MPP. Bahkan, MPP Kota Malang juga direncanakan menghadirkan layanan keimigrasian. Seperti, pelayanan pembuatan paspor sementara, yang akan dipusatkan di MPP menyusul renovasi Kantor Imigrasi di Jalan Suroso.</p>



<p>“Nanti akan ada pelayanan imigrasi di sini untuk pembuatan paspor, karena kantor pusatnya sedang diperbaiki,” katanya.</p>



<p>Sebagai pelengkap layanan, Pemkot Malang juga merencanakan kehadiran toko modern di kawasan MPP. Fasilitas tersebut, diharapkan memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan tanpa harus keluar dari area pelayanan.</p>



<p>“Ini untuk melengkapi pelayanan. Jadi masyarakat yang datang tidak perlu keluar lagi mencari kebutuhan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231370</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</title>
		<link>https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemudik]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230713</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memastikan bahwa mudik gratis di tahun 2026 ini mengalami penambahan kuota. Jika sebelumnya hanya tersedia tiga unit bus, kini bertambah menjadi enam unit bus hasil kolaborasi dengan pihak swasta. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa penambahan armada tersebut merupakan bentuk sinergi di tengah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memastikan bahwa mudik gratis di tahun 2026 ini mengalami penambahan kuota. Jika sebelumnya hanya tersedia tiga unit bus, kini bertambah menjadi enam unit bus hasil kolaborasi dengan pihak swasta.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa penambahan armada tersebut merupakan bentuk sinergi di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah. “Alhamdulillah dengan keterbatasan anggaran, ada kolaborasi dengan pihak swasta. Kita mendapatkan enam unit bus, dari Bagong, Bank Jatim, Polinema, Pelita Mas dan Juragan 99,” ujar Jaya-sapaannya, Rabu (04/03/2026) tadi.</p>



<p>Jaya merinci, lima bus memiliki kapasitas rata-rata 40 penumpang, sehingga totalnya mencapai 200 orang. Sementara, satu bus berkapasitas 24 penumpang. Dengan begitu, total kuota mudik gratis tahun ini mencapai 224 orang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Yang bisa kami rilis sementara ini enam bus terlebih dahulu, mudah-mudahan akan ada tambahan armada lagi,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk rute, Dishub memprioritaskan daerah dengan tingkat kebutuhan tertinggi berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya. Rute utama adalah menuju Madura, kemudian ke Banyuwangi melalui Jember, serta rute alternatif menuju Ponorogo atau Pacitan.</p>



<p>&#8220;Pendaftarannya belum, tetapi kami jadwalkan pemberangkatannya pada 17 Maret 2026, khusus bagi warga ber-KTP Kota Malang,&#8221; imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230713</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Nelayan Merah Putih Tambah Deretan Wisata Kuliner Seafood di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-nelayan-merah-putih-tambah-deretan-wisata-kuliner-seafood-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deretan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[seafood]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229870</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, menambah deretan wisata kuliner seafood di Banyuwangi. Apalagi, keberadaan KNMP yang dibangun oleh pemerintah pusat, ini lokasinya tidak jauh dari pusat kuliner hasil olahan laut Fish Market di Kampung Mandar, yang telah dikembangkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, menambah deretan wisata kuliner seafood di Banyuwangi. Apalagi, keberadaan KNMP yang dibangun oleh pemerintah pusat, ini lokasinya tidak jauh dari pusat kuliner hasil olahan laut Fish Market di Kampung Mandar, yang telah dikembangkan Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>Kehadiran KNMP yang merupakan kawasan kampung nelayan modern dan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto, itu bakal menambah daya tarik sentra kuliner olahan laut yang menjadi salah satu jujukan favorit wisatawan yang berkunjung ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java. Saat ini, progres pembangunan KNMP oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut telah memasuki tahap akhir. Progres fisik KNMP hampir rampung, dengan fokus pekerjaan pada penyempurnaan bangunan serta penataan kawasan pendukung.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini kian menambah daya tarik pusat kuliner seafood di Banyuwangi. &#8220;Terima kasih pada pemerintah pusat yang terus mendukung pariwisata Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Ipuk, Jumat (30/01/2026) tadi.</p>



<p>KNMP Banyuwangi sendiri, mulai dibangun September 2025. Sementara saat ini, progres pembangunannya telah mencapai 97 persen dan pengerjaan hanya menyisakan tahapan finishing.</p>



<p>Bangunan-bangunan KNMP Banyuwangi sendiri, mengangkat arsitektur Osing sebagai gaya utama. Bangunan-bangunan yang berdiri membawa bentuk, karakter dan ornamen khas suku asli Banyuwangi itu.</p>



<p>Sebanyak enam unit bangunan utama, mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing dan diperkaya ornamen batik khas Gajah Oling. Perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal itu memberi identitas kuat, sekaligus menegaskan karakter budaya Banyuwangi di kawasan pesisir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, KNMP Banyuwangi dilengkapi dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar, balai pertemuan, pabrik es, serta unit pengolahan hasil laut. Bahkan juga disiapkan sebagai kawasan kuliner bahari baru.</p>



<p>“Kampung nelayan moderen ini dirancang terintegrasi. Selain menjadi tempat aktivitas kampung nelayan pada umumnya, juga dirancang menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Melalui konsep tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Ditambahkan Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menjelaskan bahwa pembangunan KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Banyuwangi ditetapkan sebagai 1 dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia.</p>



<p>“Program ini tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, Suryono, menyebut, KNMP disiapkan sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi nelayan setempat. “Kawasan ini kami lengkapi dengan fasilitas pengolahan ikan, sentra kuliner, hingga ruang pemberdayaan nelayan agar benar-benar memberi manfaat langsung,” ujarnya.</p>



<p>Dikatakan Suryono, bahwa nanti setelah seluruh pekerjaan fisik tuntas, pengoperasional kawasan ini menunggu proses dari pemerintah pusat ke pengelola. “Setelah BAST, aset akan kami kelola melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah dibentuk,” tuturnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229870</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Kota Malang Tambah Intensitas Perempesan Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-cuaca-ekstrem-dlh-kota-malang-tambah-intensitas-perempesan-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[intensitas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perempesan]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226908</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus melakukan perempesan pohon untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang saat musim hujan tiba. Hal itu dikatakan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. Pria yang akrab disapa Raymond, itu menyampaikan bahwa perempesan itu dilakukan merata di lima kecamatan Kota Malang. Hingga saat ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus melakukan perempesan pohon untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang saat musim hujan tiba. Hal itu dikatakan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Raymond, itu menyampaikan bahwa perempesan itu dilakukan merata di lima kecamatan Kota Malang. Hingga saat ini, pun juga sudah ada antrean permintaan perempesan pohon sekitar 400 titik.</p>



<p>&#8220;Jumlah pohon di Kota Malang, itu ribuan. Antrean perempesan sampai hari ini kurang lebih 400. Kita tidak bisa langsung menyelesaikan semuanya karena hanya punya tiga tim dan tiap tim bertugas di lokasi berbeda,” jelas Raymond, Senin (20/10/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa dalam satu hari setiap tim rata-rata hanya mampu menyelesaikan empat titik perempesan. Bahkan, untuk jenis pohon besar seperti beringin atau trembesi, pengerjaan bisa memakan waktu lebih lama karena ukuran dan tingkat kerumitan yang tinggi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tetapi kegiatan perempesan inu tidak menunggu musim hujan. Pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini, kami menambah jumlah pohon yang dirempesi sesuai permintaan masyarakat dan kondisi lapangan. Contohnya di Jalan Ijen, ada sekitar 50 pohon palem yang batangnya masih berdiri tapi daunnya sudah tidak ada. Itu kita anggap tidak sehat dan dirempesi. Tapi yang kemarin justru tumbang malah palem yang sehat. Jadi memang ada faktor di luar kemampuan kita,” ujarnya.</p>



<p>Raymond juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada menghadapi perubahan cuaca. Selain membuang sampah pada tempatnya, menurutnya masyarakat juga perlu berhati-hati, terutama bagi pengendara motor.</p>



<p>&#8220;Gunakan helm karena bukan hanya pohon tumbang, dahan yang patah juga bisa membahayakan,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, jika DLH Kota Malang melakukan perempesan setiap hari, kecuali Minggu. Namun, apabila ada kejadian darurat seperti pohon patah, petugas menurutnya tetap turun di hari libur.</p>



<p>“Untuk perempesan pohon ini, permintaan yang paling sedikit ada di Kedungkandang. Sedangkan, yang banyak itu di pusat kota, karena banyak pohon besar dan tua. Alat kami hanya bisa menjangkau 12 meter, sementara banyak pohon sudah di atas 15 meter. Jadi kami minta bantuan alat dari pihak lain, terutama untuk perempesan di Jalan Ijen,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226908</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Okupansi Penerbangan Surabaya-Banyuwangi di Atas 80 Persen, Maskapai Wingi Air Tambah Jadwal</title>
		<link>https://memontum.com/okupansi-penerbangan-surabaya-banyuwangi-di-atas-80-persen-maskapai-wingi-air-tambah-jadwal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal]]></category>
		<category><![CDATA[maskapai]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya-banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226457</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, merespon positif penambahan jadwal penerbangan Maskapai Wings Air rute Surabaya-Banyuwangi. Penambahan jadwal ini, setelah melihat okupansi penerbangan rute Surabaya-Banyuwangi, di atas 80 persen, terhitung sejak mulai beroperasi kembali 24 September 2025. Wings Air menambah jadwal penerbangan, menjadi tiga kali dalam seminggu, dari yang tadinya hanya dua kali dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, merespon positif penambahan jadwal penerbangan Maskapai Wings Air rute Surabaya-Banyuwangi. Penambahan jadwal ini, setelah melihat okupansi penerbangan rute Surabaya-Banyuwangi, di atas 80 persen, terhitung sejak mulai beroperasi kembali 24 September 2025.</p>



<p>Wings Air menambah jadwal penerbangan, menjadi tiga kali dalam seminggu, dari yang tadinya hanya dua kali dalam seminggu. Sebelumnya, jadwal penerbangan Surabaya &#8211; Banyuwangi, hanya dua kali seminggu yakni setiap Rabu dan Minggu. Kini, jadwal penerbangan menjadi tiga kali seminggu, dengan tambahan jadwal penerbangan di hari Kamis.</p>



<p>“Alhamdulilah, rute ini disambut positif. Sehingga, ada penambahan frekuensi penerbangan. Ini menunjukkan pasar Banyuwangi sudah terbentuk,” kata Bupati Ipuk, Rabu (01/10/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Ipuk berharap, dengan adanya penambahan jadwal, tentunya akan semakin memperkuat aksesibilitas Banyuwangi. Termasuk, mendukung kelancaran mobilitas bagi pelaku bisnis, akademisi, wisatawan dan masyarakat umum.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Komang Sudira Atmaja, menambahkan bahwa telah mendapatkan surat pemberitahuan resmi tentang penambahan frekuensi penerbangan Surabaya-Banyuwangi dan sebaliknya dari Maskapai Wings Air. Penambahan jadwal penerbangan tersebut, mulai 9 Oktober mendatang.</p>



<p>&#8220;Penerbangan Surabaya Banyuwangi mulai minggu depan menjadi tiga kali dalam seminggu yakni di hari Rabu, Kamis dan Minggu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk jadwal penerbangannya, berangkat dari Surabaya pukul 11.40 dan tiba di Bandara Banyuwangi pukul 12.40. Adapun dari Banyuwangi pukul 13.00 dan tiba di Surabaya pukul 14.00. “Tiket bisa dipesan secara online. Harganya masih sama sekitar Rp 700 ribuan,” kata Komang. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226457</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kenyamanan Masyarakat, DPUPRPKP Kota Malang Tambah 300 PJU di Tahun 2025</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-kenyamanan-masyarakat-dpuprpkp-kota-malang-tambah-300-pju-di-tahun-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226213</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, akan menambah Penerangan Jalan Umum (PJU) di 300 titik pada tahun 2025. Penambahan itu, nantinya tersebar merata di lima kecamatan di Kota Malang, guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat saat malam hari. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, akan menambah Penerangan Jalan Umum (PJU) di 300 titik pada tahun 2025. Penambahan itu, nantinya tersebar merata di lima kecamatan di Kota Malang, guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat saat malam hari.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan bahwa seluruh PJU yang dipasang itu masih berbasis listrik PLN. Belum menggunakan tenaga surya, dengan alasan efisiensi pemeliharaan.</p>



<p>“Kalau dengan tenaga surya memang lebih efektif dan efisien. Tapi, pemeliharaannya lebih rumit dan biayanya mahal. Misalnya, baterai rusak itu kan cukup mahal. Selain itu, panel surya juga harus dibersihkan secara berkala. Karena Kota Malang sudah seluruhnya terjangkau PLN, maka kami masih menggunakan PJU konvensional,” jelas Dandung, Rabu (24/09/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa hingga kini sudah ada sekitar 23 ribu tiang PJU di Kota Malang. Namun, kebutuhan ideal masih mencapai 10 ribu titik tambahan lagi. Penambahan tahun ini sebagian besar didasarkan pada hasil survei dan juga permintaan warga.</p>



<p>“Jadi memang masih butuh banyak. Tahun ini penambahannya sekitar 300 tiang, sudah dianggarkan dalam APBD Murni 2025,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025, DPUPRPKP hanya mendapat tambahan Rp 6,8 miliar. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pekerjaan insidentil.</p>



<p>&#8220;Jadi seperti pemeliharaan jalan dan Rp 1,2 miliar untuk perbaikan sarana umum,&#8221; imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226213</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
