<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tanah Retak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tanah-retak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Mar 2020 07:35:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tanah Retak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tanah Retak Rusak 6 Rumah di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/tanah-retak-rusak-6-rumah-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2020 07:35:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Retak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107831-tanah-retak-rusak-6-rumah-di-trenggalek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bencana alam tanah retak (bergerak) kembali terjadi di Dusun Krajan RT 02 RW 01 Desa Pringapus Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek. Sedikitnya ada 6 rumah yang rusak akibat bencana ini. Seperti yang terlihat di lokasi, kondisi retakan tanah hampir mencapai 60 cm. Hal tersebut tentu membuat beberapa dinding rumah dan dapur milik salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bencana alam tanah retak (bergerak) kembali terjadi di Dusun Krajan RT 02 RW 01 Desa Pringapus Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek. Sedikitnya ada 6 rumah yang rusak akibat bencana ini.</p>
<p>Seperti yang terlihat di lokasi, kondisi retakan tanah hampir mencapai 60 cm. Hal tersebut tentu membuat beberapa dinding rumah dan dapur milik salah satu warga terdampak pecah dan ambrol.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-107832" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200305-WA0057-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200305-WA0057-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200305-WA0057-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200305-WA0057-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200305-WA0057-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kepala Desa Pringapus, Tamsi mengungkapkan terkait penanganan sejumlah warga terdampak tanah retak ini adalah dengan relokasi. Akan tetapi masyarakat masih enggan meninggalkan rumahnya.</p>
<p>&#8220;Upaya relokasi sudah diberikan, tetapi warga tidak mau meninggalkan rumahnya yang ada disini,&#8221; ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (05/03/2020) siang.</p>
<p>Tamsi mengatakan pemicu dari tanah retak ini adalah curah hujan yang tinggi. Hingga bulan April mendatang, sesuai data dari BMKG diprediksi masih akan turun hujan di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Di tahun 2019, pihak Pemerintah Desa juga sudah melakukan peninjauan di lokasi yang sama. Namun, di tahun 2020 tanah retak yang terjadi semakin besar dan parah.</p>
<p>&#8220;Pasca terjadi tanah retak yang pertama di tahun 2019, kami juga sudah mengajukan soal sarana prasarana. Seperti pengadaan Bronjong dan batu yang nantinya bisa sedikit mengantisipasi retakan tanah yang semakin besar,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Jika dilihat, masih terang Tamsi, dari retakan tanah yang ada segaris dengan aliran sungai. Aliran sungai ini juga berasal dari saluran irigasi yang merongrong bagian bawah salah satu rumah warga yang terdampak.</p>
<p>&#8220;Dari data yang ada, jumlah warga terdampak ada 15 orang dengan 6 KK. Diantaranya Sugiyo, Rasyid, Yanto, Puji dan 2 lainnya,&#8221; jelas Tamsi.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek melalui Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Trenggalek, Agung Widodo menuturkan terkait langkah yang diambil dalam menanggulangi tanah retak ini adalah dengan menutup retakan yang ada.</p>
<p>&#8220;Kami menghimbau kepada masyarakat yang terdampak tanah retak untuk waspada, mengingat musim hujan diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa bulan kedepan. Selain itu, kami berupaya untuk menutup retakan tanah agar tidak ada air yang masuk,&#8221; kata Agung.</p>
<p>Selain itu, pihak BPBD juga akan menempatkan petugas yang akan mengamati jika sewaktu-waktu terjadi pergerakan tanah.</p>
<p>Agung menambahkan dari data yang dihimpun BPBD Kabupaten Trenggalek, bencana tanah gerak bukan hanya terjadi di Desa Pringapus saja, melainkan di Desa Melis Kecamatan Gandusari.</p>
<p>&#8220;Untuk yang paling parah memang terjadi di desa Pringapus ini,&#8221; pungkasnya.<strong> (mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107831</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Jember Minta Pemerintah Atasi Kerusakan Jalan Sultan Agung dan Jembatan Kali Jompo</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-jember-minta-pemerintah-atasi-kerusakan-jalan-sultan-agung-dan-jembatan-kali-jompo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2019 10:37:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Jompo]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Retak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98904-dprd-jember-minta-pemerintah-atasi-kerusakan-jalan-sultan-agung-dan-jembatan-kali-jompo</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember meminta pemerintah kabupaten daerah, provinsi hingga pusat untuk segera mengatasi kerusakan jalan Sultan Agung (depan Rien Collection) dan kerusakan Jembatan Kali Jompo. &#8220;Kami berharap penanganan segera dilakukan pemerintah daerah hingga pusat, agar warga masyarakat yang tinggal dan hendak melintas di kawasan Sultan Agung tidak lagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember meminta pemerintah kabupaten daerah, provinsi hingga pusat untuk segera mengatasi kerusakan jalan Sultan Agung (depan Rien Collection) dan kerusakan Jembatan Kali Jompo.</p>
<p>&#8220;Kami berharap penanganan segera dilakukan pemerintah daerah hingga pusat, agar warga masyarakat yang tinggal dan hendak melintas di kawasan Sultan Agung tidak lagi merasa was-was. Khususnya saat memasuki musim hujan,&#8221; kata Ketua Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto.</p>
<div id="attachment_98905" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-98905" decoding="async" class="size-full wp-image-98905" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191031-WA0109-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Komisi A DPRD Jember saat melakukan inspeksi mendadak kerusakan jalan Sultan Agung dan Jembatan Kali Jompo. (Kj1)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191031-WA0109-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191031-WA0109-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191031-WA0109-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191031-WA0109-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-98905" class="wp-caption-text">Komisi A DPRD Jember saat melakukan inspeksi mendadak kerusakan jalan Sultan Agung dan Jembatan Kali Jompo. (Kj1)</p></div>
<p>Menurutnya, kerusakan infrastruktur jalan Sultan Agung dan Jembatan Kali Jompo sudah sangat memprihatikan, sehingga jika tidak segera dilakukan penanganan serius, maka dikhawatirkan bakal terjadi insiden yang membahayakan keselamatan penghuni ruko maupun pengguna jalan.</p>
<p>&#8220;Perlu diperhatikan, bahwa ini membahayakan dan sangat merugikan. Karena disebelahnya bangunan-bangunan ruko berdekatan. Sehingga kalau tidak segera dilakukan antisipasi bisa-bisa mengakibatkan ruko roboh. Kalau informasinya balai pelaksana teknis jalan, ketika tidak diambil langkah-langkah antisipatif maka akan semakin parah. Tidak menutup kemungkinan juga akan ambruk ke sungai,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dia menambahkan, jika insiden ruko-ruko roboh akan menimbulkan korban jiwa. Untuk itu, sebelum peristiwa yang tidak diinginkan bersama terjadi, pihaknya meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif meminimalisir sumber bahaya atau ancaman bencana.</p>
<p>&#8220;Kami akan agendakan untuk berkoordinasi dengan rekanan Pemkab Jember disertai rumusan-rumusan hasil rapat provinsi. Terlebih sebelum ini, provinsi sudah berkirim surat kepada kepala daerah, yang harapannya Pemkab Jember melakukan rapat lintas sektor bersama OPD dalam menangani persoalan ini. Kami juga meminta penghuni sadar diri memindahkan segala asetnya dan mengosongkan gedung ruko,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara salah satu warga asli yang tinggal di lingkungan setempat, Susiono mengaku, sejauh ini belum pernah terjadi apa-apa akibat kerusakan jalan dan jembatan di tempat tersebut.</p>
<p>Terkait kondisi ambrol sudah terjadi sejak lama, sempat pemerintah turun memasang bronjong di pinggiran sungai. Namun, setelah itu rusak lagi akibat curah hujan yang sangat tinggi dan terjangan banjir.</p>
<p>&#8220;Kalau sekarang nggak apa-apa ya, kami tau sendiri kan masih belum hujan lagi. Kalau ambrolnya itu sudah lama, sama Bu Faida dikasi Bronjong, ketika hujan lagi, banjir lagi ya habis lagi, mungkin karena kekuatannya sudah nggak ada,&#8221; ungkap Susiono.</p>
<p>&#8220;Toko mulai dari pojok ke arah tengah itu sudah nggak kuat, sudah menggantung semua, itu bergeser kira-kira sekian sentimeter gitu, pergeseran bangunan,&#8221; pungkasnya.<strong> (Kj1/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98904</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Soal Ruko Jompo di Atas Sungai Berbahaya</title>
		<link>https://memontum.com/soal-ruko-jompo-di-atas-sungai-berbahaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Oct 2019 06:35:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Jompo]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Retak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98783-soal-ruko-jompo-di-atas-sungai-berbahaya</guid>

					<description><![CDATA[* Bupati Faida : Tunggu Langkah Provinsi Jember, Memontum &#8211; Beberapa ruko yang berdiri di atas Sungai jompo di selatan jalan Sultan Agung Kabupaten Jember saat ini membahayakan pemilik toko dan warga sekitar. Pasalnya, tanahnya retak. Meski begitu, Bupati Jember menyatakan masih menunggu tindakan Pemerintah Provinsi Jatim. Kedatangan Balai Besar Jalan Nasioal (BBJN) bersama anggota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>* Bupati Faida : Tunggu Langkah Provinsi</h2>
<p><strong>Jember, Memontum </strong>&#8211; Beberapa ruko yang berdiri di atas Sungai jompo di selatan jalan Sultan Agung Kabupaten Jember saat ini membahayakan pemilik toko dan warga sekitar. Pasalnya, tanahnya retak. Meski begitu, Bupati Jember menyatakan masih menunggu tindakan Pemerintah Provinsi Jatim.</p>
<p>Kedatangan Balai Besar Jalan Nasioal (BBJN) bersama anggota DPRD Jatim turun langsung ke lokasi, Selasa (29/10/2019) siang, langsung mendapat tanggapan dan memang ditunggu-tunggu oleh Bupati Jember dr Hj Faida MMr</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-98784" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191030-WA0026-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191030-WA0026-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191030-WA0026-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191030-WA0026-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191030-WA0026-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Kita sangat menunggu, kemarin kita juga kirim utusan, juga kirim surat ke pusat, untuk menindak lanjuti itu,” katanya, saat ditanya wartawan usai memberikan pembekalan Satgas di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (29/10/2019) siang.</p>
<p>Bupati menyampaikan, bahwa jalan yang terletak di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates itu berada di kewenangan pemerintah provinsi dan sampai hari ini pemerintah Kabupaten Jember menunggu langkahnya.</p>
<p>“Akhirnya rekomendasinya sudah jelas, itu yang kita tunggu-tunggu, supaya segera ditindak lanjuti, karena adanya di wilayah jember, tapi jalannya kewenangan pusat, kalau sudah ada rekomendasi dan tindak lanjut, kita akan jadi menindak lanjuti dengan tepat,” ujar Bupati perempuan pertama di Jember.</p>
<p>Pantauan di lokasi, jalan tersebut retak dan dimungkinkan area pertokoan yang berada di atas sungai itu dipastikan akan amblas ke sungai dan terlihat ada pekerjaan pengecoran di depan area pertokoan.</p>
<p>Sedangkan Bupati Faida, menunggu langkah apa yang akan dilakukan oleh pemerintah provinsi. Pemerintah Kabupaten Jember sendiri apapun rekomendasinya tetap akan mensupport. “Apapun rekomendasinya, demi perbaikan,” terang kepada beberapa wartawan.</p>
<p>Bupati Faida juga mengatakan, sangat setuju apabila sungai yang terletak di kawasan kota bila dijadikan sungai wisata.</p>
<p>“Saya ingin, sungai yang ada ditengah kota sana bisa terurus dengan baik. Malah kalau perlu dijadikan wisata sungai di tengah kota,” ungkapnya. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98783</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanah Retak, 4 Rumah di Trenggalek Nyaris Roboh</title>
		<link>https://memontum.com/tanah-retak-4-rumah-di-trenggalek-nyaris-roboh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jan 2018 13:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Retak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=18743</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek&#8212;Cuaca ekstrim yang terjadi selama beberapa terakhir mengakibatkan sejumlah bencana di Kota Tempe Kripik. Letak geografis Kabupaten Trenggalek yang notabenenya di kelilingi pegunungan, membuat bencana yang tak ada habisnya. Seperti banjir, tanah longsor dan tanah retak. Salah satu bencana yang kembali terjadi yakni tanah retak yang ada di Dusun Soko Desa Depok Kecamatan Bendungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek&#8212;</strong>Cuaca ekstrim yang terjadi selama beberapa terakhir mengakibatkan sejumlah bencana di Kota Tempe Kripik. Letak geografis Kabupaten Trenggalek yang notabenenya di kelilingi pegunungan, membuat bencana yang tak ada habisnya. Seperti banjir, tanah longsor dan tanah retak.</p>
<p>Salah satu bencana yang kembali terjadi yakni tanah retak yang ada di Dusun Soko Desa Depok Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Akibatnya, 4 rumah warga mengalami kerusakan hingga membuat penghuninya harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.</p>
<p><a href="https://memontum.com/18743-tanah-retak-4-rumah-di-trenggalek-nyaris-roboh/whatsapp-image-2018-01-10-at-18-54-44-copy" rel="attachment wp-att-18746"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-18746" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-10-at-18.54.44-copy.jpg?resize=500%2C281&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="281" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-10-at-18.54.44-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-10-at-18.54.44-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-10-at-18.54.44-copy.jpg?resize=200%2C112&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><br />
Pasca hujan lebat yang mengguyur kawasan ini sejak beberapa hari terakhir, menjadikan pergerakan tanah di Desa Depok Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek kembali terjadi.</p>
<p>Menurut pengakuan salah satu korban terdampak, sebelum terjadi tanah retak di daerah tersebut memang turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. &#8220;Memang sebelum terjadi tanah gerak, sempat turun hujan yang cukup tinggi. Bahkan kejadian tanah retak ini terjadi pada pukul 02.00 WIB dini hari, &#8221; ucap Mariyah saat dikonfirmasi, Rabu (10/1/2017).</p>
<p>Mariyah mengungkapkan rata &#8211;  rata kerusakan yang diakibatkan tanah retak ini terjadi pada bagian lantai atau udin,  serta tembok rumah yang ambil dan nyaris roboh.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa sebelum rumahnya terdampak bencana tanah retak, sejak 3 hari terakhir tanda &#8211; tanda akan terjadi pergerakan tanah sudah dirasakan.</p>
<p>&#8220;Tanda &#8211; tanda terjadinya pergerakan tanah itu sudah terlihat sejak 3 hari terakhir, seperti suara retak dari dalam rumah. Hingga akhirnya tanah retak yang cukup besar terjadi dan merusak beberapa rumah warga, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Terpisah, Kepala Desa Depok, Suroto menuturkan bahwa warga yang saat ini menjadi korban tanah bergerak memang sudah menjadi korban bencana yang sama di tahun sebelumnya. Hanya saja kondisinya lebih parah pada bencana tahun ini.</p>
<p>&#8220;Sejumlah warga yang saat ini terdampak tanah gerak memang sebelumnya juga sudah pernah menjadi korban. Bahkan bencana tanah retak tahun ini lebih parah daripada tahun lalu,&#8221; katanya.</p>
<p>Berdasarkan data yang diterima, 4 rumah yang menjadi korban bencana tanah retak terjadi di Dusun Soko Rt 05 Desa Depok Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Ke 4 rumah tersebut yakni milik Mariyah, Supeno, Sukar dan Kenuk.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, seluruh penghuni dari rumah yang terdampak tanah retak sudah mengungsi ke tempat sanak saudara lantaran sudah tidak berani untuk tinggal dirumahnya sendiri. (mil/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18743</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
