<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tanaman &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tanaman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jan 2026 14:13:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tanaman &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hari Menanam Sejuta Pohon, Pemkab Lumajang Bagikan Bibit Tanaman</title>
		<link>https://memontum.com/hari-menanam-sejuta-pohon-pemkab-lumajang-bagikan-bibit-tanaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[menanam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[sejuta]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229375</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang memaknai momentum Peringatan Hari Menanam Sejuta Pohon sebagai penguat komitmen pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Peringatan ini, digelar di Lobi Kantor Bupati Lumajang, Jumat (09/01/2026) tadi. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang turut menyerahkan bibit tanaman kepada Sekolah Adiwiyata, Eco Pesantren, Desa atau Kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang memaknai momentum Peringatan Hari Menanam Sejuta Pohon sebagai penguat komitmen pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Peringatan ini, digelar di Lobi Kantor Bupati Lumajang, Jumat (09/01/2026) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang turut menyerahkan bibit tanaman kepada Sekolah Adiwiyata, Eco Pesantren, Desa atau Kelurahan Berseri, Desa atau Kelurahan Proklim, serta para pegiat pelestarian lingkungan.</p>



<p>Peringatan Hari Menanam Sejuta Pohon itu, juga menjadi penguat komitmen bersama untuk mewujudkan Lumajang yang lestari, sehat dan berdaya saing, sejalan dengan semangat Asta Cita Nararya. Lingkungan hidup sendiri, diposisikan sebagai fondasi penting pembangunan daerah yang berorientasi pada masa depan.</p>



<p>Langkah ini, menegaskan bahwa gerakan menjaga lingkungan harus dimulai sejak dini, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan tumbuh menjadi budaya bersama demi keberlanjutan Lumajang. Dalam kegiatan ini, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Bank Jatim melalui Program CSR Bank Jatim Peduli yang mendukung rehabilitasi sarana dan prasarana Alun-Alun Lumajang.</p>



<p>Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha merupakan kunci penting dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi dengan Bank Jatim, dinilai sebagai contoh kemitraan strategis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan ruang publik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat. Kontribusi CSR Bank Jatim melalui penyediaan sarana dan prasarana Alun-Alun Lumajang menjadi wujud tanggung jawab bersama dalam merawat ruang publik sebagai ruang sosial, ekologis dan kultural masyarakat,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, keberadaan fasilitas pendukung di kawasan Alun-Alun Lumajang, tidak semata meningkatkan kenyamanan dan estetika. Namun, juga memperkuat fungsi Alun-alun sebagai ruang interaksi sosial, rekreasi keluarga, serta simbol wajah kota yang ramah lingkungan. Upaya tersebut, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menata ruang publik yang inklusif, aman dan berkelanjutan.</p>



<p>Ke depan, Bunda Indah berharap sinergi dengan Bank Jatim terus diperluas ke berbagai sektor strategis lain. Seperti pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan ketahanan lingkungan. Dengan kolaborasi yang konsisten dan terarah, pembangunan daerah diharapkan semakin berkualitas dan berkelanjutan.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Menengah Korporasi dan Jaringan Bank Jatim, Arif Suhirman, menegaskan komitmen Bank Jatim untuk terus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat Jawa Timur melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. “Bantuan CSR Bank Jatim Peduli yang diserahkan meliputi 40 unit lampu taman, 30 unit kursi taman, 6 unit pergola, 1 unit kendaraan triseda, 35 unit pot bunga teraso, serta 2 unit depo kran air siap minum. Kami berharap fasilitas ini dapat mendukung kenyamanan, keindahan, sekaligus keberlanjutan fungsi lingkungan di kawasan Alun-Alun Lumajang,” jelasnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229375</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Kota Malang Salurkan 3.192 Bibit Tanaman Ke 57 Kelurahan dan Tekankan Pentingnya Perawatan</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-salurkan-3-192-bibit-tanaman-ke-57-kelurahan-dan-tekankan-pentingnya-perawatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227794</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, menyalurkan ribuan bibit tanaman untuk 57 kelurahan di Kota Malang, saat apel Halaman Balai Kota Malang, Senin (17/11/2025) tadi. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyampaikan bahwa penyaluran bibit itu dilakukan sebagai bagian dari program Ngalam Seger dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, menyalurkan ribuan bibit tanaman untuk 57 kelurahan di Kota Malang, saat apel Halaman Balai Kota Malang, Senin (17/11/2025) tadi.</p>



<p>Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyampaikan bahwa penyaluran bibit itu dilakukan sebagai bagian dari program Ngalam Seger dan sesuai arahan Wali Kota Malang. Kegiatan itu, juga untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>



<p>“Bersamaan dengan apel Senin, DLH Kota Malang menyalurkan bantuan bibit untuk 57 kelurahan. Masing-masing mendapatkan 56 bibit berbagai jenis tanaman,” ujar Raymond.</p>



<p>Untuk jenis bibit yang dibagikan cukup beragam, mulai dari tanaman buah hingga tanaman hias dan pelindung, antara lain, buni, juwed, kelengkeng, mangga, belimbing, menteng, genitri, matoa, sukun, durian, tanjung, jacaranda dan bungur. Dengan total, ada 3.192 bibit yang disalurkan ke kelurahan.</p>



<p>&#8220;Ada beberapa OPD juga yang minta, nanti kita usulkan untuk bibit tersebut,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa jenis pohon tersebut disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing. “Jika lurah membutuhkan pohon pelindung, DLH siap menyediakan. Persediaan bibit di DLH masih ribuan dan siap tanam,” katanya.</p>



<p>Raymond berharap, para lurah menyalurkan bibit tersebut kepada warga yang telah ditunjuk, sekaligus memastikan bibit tersebut tidak hanya ditanam, tetapi juga dirawat. “Apalagi kalau tanaman produksi, hasilnya tidak instan. Buahnya bisa muncul setelah 4–5 tahun. Kami harap lurah menyampaikan hal ini kepada masyarakat,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso, mengingatkan bahwa keberhasilan program penanaman pohon tidak hanya ditentukan oleh banyaknya bibit yang ditanam, tetapi juga komitmen dalam merawatnya. “Yang paling penting adalah sustainability. Kita sering melakukan gerakan tanam pohon, tetapi yang harus diperjuangkan adalah perawatannya,” tegas Sekda Erik.</p>



<p>Dirinya juga menyebut, bahwa manfaat nyata dari perawatan pohon baru akan tampak setelah empat hingga lima tahun ke depan. “Kalau benar-benar dirawat, pohon akan memberi manfaat besar bagi Kota Malang. Mulai dari kualitas udara, manfaat hasil buah, hingga menjadi bagian strategi pengurangan genangan,” imbuh Sekda Erik. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227794</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati HCPSN, Pemkab Lamongan Lakukan Penanaman Tanaman Endemik dan Pelepasan Burung</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hcpsn-pemkab-lamongan-lakukan-penanaman-tanaman-endemik-dan-pelepasan-burung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[burung,]]></category>
		<category><![CDATA[endemik]]></category>
		<category><![CDATA[hcpsn,]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pelepasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227759</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2025, di kawasan Gadjah Mada, Jumat (14/11/2025) tadi. Momentum ini, dijadikan untuk melestarikan keanekaragaman hayati, baik dari flora maupun fauna. Pelaksanaan kegiatan ini, ditandai dengan penanaman beberapa tanaman endemik dan pelepasan burung dara. Dalam penanaman itu, terdapat tanaman endemik asli [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2025, di kawasan Gadjah Mada, Jumat (14/11/2025) tadi. Momentum ini, dijadikan untuk melestarikan keanekaragaman hayati, baik dari flora maupun fauna. Pelaksanaan kegiatan ini, ditandai dengan penanaman beberapa tanaman endemik dan pelepasan burung dara.</p>



<p>Dalam penanaman itu, terdapat tanaman endemik asli Kabupaten Lamongan, yang diantaranya tanaman Keben (Barringtonia asiatica), Kecaci (Celosia argentea) dan Kedondong (Spondias dulcis). Adapun fauna endemik asli Kabupaten Lamongan, yakni Burung Puter Pelung (Streptopelia risoria).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, hadir dan bahkan melakukan penanaman tanaman Keben. &#8220;Peringatan HCPSN kita jadikan momentum untuk melestarikan keanekaragaman hayati, baik dari flora maupun fauna. Lamongan memiliki flora endemik dan fauna endemik, mari terus dilestarikan,&#8221; kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>Ditambahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, Andhy Kurniawan, pada implementasi rutin dan berkelanjutan dalam melestarikan keanekaragaman hayati, baik dari flora maupun fauna, Pemerintah Kabupaten Lamongan memiliki program prioritas &#8216;Lamongan Hijau&#8217;. &#8220;Progam ini digagas untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Lamongan. Dengan tujuan, untuk mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat Lamongan,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227759</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Lumajang Temukan Banyak Dugaan Pelanggaran dalam Praktek Alih Fungsi Tanaman Keras</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-lumajang-temukan-banyak-dugaan-pelanggaran-dalam-praktek-alih-fungsi-tanaman-keras</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2025 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi,]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggaran]]></category>
		<category><![CDATA[praktek]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222381</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; DPRD Kabupaten Lumajang, menggelar rapat monitoring dan evaluasi (Monev) terkait hasil pengaduan masyarakat mengenai alih fungsi tanaman keras yang melibatkan Perkebunan Swasta PT Kalijeruk Baru di Dusun Kalibanter, Desa Kalipenggung, Kabupaten Lumajang, Jumat (23/05/2025) tadi. Dalam Monev yang melibatkan tiga komisi di DPRD Kabupaten Lumajang, yaitu Komisi A, B dan Komisi C [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; DPRD Kabupaten Lumajang, menggelar rapat monitoring dan evaluasi (Monev) terkait hasil pengaduan masyarakat mengenai alih fungsi tanaman keras yang melibatkan Perkebunan Swasta PT Kalijeruk Baru di Dusun Kalibanter, Desa Kalipenggung, Kabupaten Lumajang, Jumat (23/05/2025) tadi. Dalam Monev yang melibatkan tiga komisi di DPRD Kabupaten Lumajang, yaitu Komisi A, B dan Komisi C itu, juga melibatkan stakeholder terkait serta warga Desa Kalipenggung.</p>



<p>Monev sendiri, awalnya dijadwalkan akan digelar secara tertutup. Namun, rencana itu akhirnya bisa diakses oleh seluruh media.</p>



<p>Ketua DPRD Lumajang, Hj Oktaviani, menjelaskan bahwa ada sejumlah temuan yang mengarah sebagai pelanggaran. &#8220;Banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan dan kerugian masyarakat yang sangat besar di sana,&#8221; kata Ketua DPRD Lumajang.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa dalam Monev ini, sebenarnya pihak dari PT Kalijeruk Baru, juga turut diundang. Namun, pihak PT mengklarifikasi tidak bisa hadir. Bahkan, ketidakhadirannya tersebut sudah mengkonfirmasi lewat surat dan akan datang pada awal Juni mendatang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Masih menurut Oktaviani, dalam hal ini, rekomendasi yang dikeluarkan oleh DLH (Dinas Lingkungan Hidup) agar memberhentikan penebangan, mendasari kerentanan terhadap terjadinya bencana. Namun, menurutnya, PT Kalijeruk Baru tidak mengindakan.</p>



<p>&#8220;Banyak pelanggaran. Bahkan dari BPN tadi, untuk HGU (Hak Guna Usaha) itu masih tercatat peruntukannya kosong,&#8221; tambahnya.&nbsp;</p>



<p>Ketua DPRD Lumajang juga menegaskan, bahwa pihaknya dalam waktu dekat juga akan pergi ke kementerian, selaku pihak yang mengeluarkan rekomendasi izin HGU. Tujuannya, guna memastikan jika kegiatan yang dilaksanakan PT Kalijeruk Baru, sudah sesuai atau sebaliknya.</p>



<p>&#8220;Ini lho, ada masalah sebesar ini. Apakah kementrian itu dalam memberikan rekom HGU apakah sudah diuji? Apakah mereka (PT Kalijeruk Baru, red) sudah melakukan peruntukannya sesuai dengan HGU,&#8221; terang Oktaviani. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222381</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komisi C DPRD Kabupaten Lumajang Audiensi dan Turun Lapangan Lihat Alih Fungsi Tanaman Keras</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-c-dprd-kabupaten-lumajang-audiensi-dan-turun-lapangan-lihat-alih-fungsi-tanaman-keras</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[audiensi]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi,]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222290</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Komisi C DPRD Kabupaten Lumajang telah melakukan audiensi bersama warga Desa Kali Penggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, terkait persoalan di PT Kalijeruk Baru sebagai pemilik Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan di Desa Kalipanggung, yang telah mengalihkan fungsi tanaman keras menjadi lahan tebu. Dari audiensi itu, warga berharap DPRD bisa membantu menyelesaikan persoalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Komisi C DPRD Kabupaten Lumajang telah melakukan audiensi bersama warga Desa Kali Penggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, terkait persoalan di PT Kalijeruk Baru sebagai pemilik Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan di Desa Kalipanggung, yang telah mengalihkan fungsi tanaman keras menjadi lahan tebu. Dari audiensi itu, warga berharap DPRD bisa membantu menyelesaikan persoalan yang muncul, sebab dengan beralihnya perkebunan dari tanaman keras jenis karet, coklat dan kopi menjadi lahan tebu, warna menilai akan membahayakan masyarakat sekitar.</p>



<p>Salah seorang perwakilan masyarakat Desa Kalipenggung, Faisol, mengatakan bahwa warga khawatir dampak ekologi yang ditimbulkan dari perombakan jenis tanaman keras ke tanaman tebu, akan mematikan sumber mata air juga bisa berakibat banjir. &#8220;Permintaan masyarakat, itu mengembalikan fungsi yang sebenarnya biar tidak berdampak negatif kepada warga. Seperti, kekhawatiran terjadinya banjir. Karena kalau hujan dan terjadi banjir sangat menakutkan, serta matinya sumber mata air,&#8221; ungkapnya kepada Memontum.com, Rabu (21/05/2025) tadi.</p>



<p>Ketua Komisi C DPRD Lumajang, Zainal, menyampaikan bahwa telah melakukan Sidak ke lokasi lahan PT Kalijeruk Baru. Dari hasil pertemuan itu, dirinya menjelaskan bahwa pemotongan sejumlah kayu keras di perkebunan dimaksudkan untuk melakukan penghijauan kawasan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sesuai dengan aturan, penghijauan itu bisa dilakukan dengan cara menanam lebih dahulu, baru tanaman barunya disiapkan. Yang sekarang dilakukan ini, jauh dari ketentuan itu,&#8221; ujar Zainal, Rabu (21/05/2025) tadi.</p>



<p>Lebih lanjut politisi Partai Persatuan Pembangunan itu menegaskan, bahwa berdasar laporan warga, sebagian lahan di area perkebunan itu sekarang ini telah menjadi lahan tebu yang disewakan kepada pihak ketiga. &#8220;Kalau ditanami tebu, itu artinya pemegang HGU telah menggunakan lahan tersebut tidak sesuai ketentuan. Belum lagi dari sisi dampaknya kepada warga sekitar, mulai dari bahaya banjir longsor sampai kurangnya serapan air,&#8221; kata Zainal.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan, bahwa pemegang HGU berkewajiban untuk menjaga kelestarian alam sesuai dengan tanaman yang memang harus ditanam ketika perpanjangan HGU diajukan. &#8220;Kalau menurut warga, tanaman wajibnya adalah kakao, kopi dan karet. Kok sekarang jadi tanaman tebu. Makanya, ini harus segera dievaluasi,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Komisi C DPRD Lumajang juga telah melakukan Sidak di kawasan perkebunan PT Kalijeruk Baru pada 15 Mei 2025 lalu. Faktanya, sebagian kawasan perkebunan tampak gundul akibat penebangan besar-besaran yang dilakukan oleh PT Kalijeruk Baru. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222290</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ucapan Selamat Pelantikan Bupati dan Wakil Melalui Bibit Tanaman Produktif juga Banjiri Pendopo Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/ucapan-selamat-pelantikan-bupati-dan-wakil-melalui-bibit-tanaman-produktif-juga-banjiri-pendopo-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2025 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[banjiri]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[pelantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219516</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pasca dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma oleh Presiden Prabowo Subianto, ucapan selamat atas pelaksanaan pelantikan berdatangan dari berbagai lapisan masyarakat. Ucapan selamat tersebut, disampaikan dengan berbagai cara, mulai dari flyer media sosial, promosi media massa hingga papan ucapan yang memenuhi setiap sudut Pendopo Arya Wiraraja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pasca dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma oleh Presiden Prabowo Subianto, ucapan selamat atas pelaksanaan pelantikan berdatangan dari berbagai lapisan masyarakat. Ucapan selamat tersebut, disampaikan dengan berbagai cara, mulai dari flyer media sosial, promosi media massa hingga papan ucapan yang memenuhi setiap sudut Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.</p>



<p>Bahkan, ucapan selamat melalui bibit tanaman produktif seperti tanaman buah dan bunga, pun tidak ketinggalan juga dikirim ke Pendopo. Hal ini, kontan mendapat perhatian Pemkab Lumajang.</p>



<p>&#8220;Disampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengirimkan papan ucapan selamat atas pelantikan Bupati &amp; Wakil Bupati Lumajang. Bagi yang masih akan mengirimkan, disampaikan himbauan atau harapan agar ucapan tersebut diwujudkan dalam bentuk tanaman produktif atau bunga hias atau buah yang bisa bermanfaat untuk masyarakat,&#8221; kata Sekretaris Daerah (Sekda), Agus Triyono, Sabtu (22/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Himbauan yang disampaikan Sekda, bukan tanpa alasan. Itu karena, selain akan lebih bermanfaatkan untuk masyarakat, tanaman produktif tentunya mengurangi potensi sampah.</p>



<p>&#8220;Apalagi kemarin 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Jadi selain mengurangi sampah, kita turut menjaga lingkungan. Mari bersama-sama mewujudkan Lumajang yang lebih asri,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Himbauan yang disampaikan Pemkab Lumajang tersebut, pun mengundang respon positif dari masyarakat. Salah satunya, seperti disampaikan akun media sosial resita11 di kolom komentar media sosial resmi Kabupaten Lumajang, dirinya menyebutkan hal ini sebagai langkah positif dan berbiaya lebih murah.</p>



<p>&#8220;Malah bisa lebih murah daripada papan bunga lo, minim sampah, bermanfaat kalau buah, estetik kalau tanaman hias, what a good start,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219516</post-id>	</item>
		<item>
		<title>10 Ribu Tanaman Ganja dan 10 Kg Ganja Kering Siap Jual Kembali Disita Polres Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/10-ribu-tanaman-ganja-dan-10-kg-ganja-kering-siap-jual-kembali-disita-polres-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2024 12:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[disita]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214460</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Petugas Polres Lumajang terus melakukan pengembangan hasil pengungkapan ladang ganja yang berada di Lereng Gunung Semeru atau tepatnya di Dusun Pusung Duwur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Alhasil, setelah petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi, akhirnya kembali menemukan sekitar 10 ribu tanaman ganja yang tersebar di sedikitnya 16 titik di Lereng [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Petugas Polres Lumajang terus melakukan pengembangan hasil pengungkapan ladang ganja yang berada di Lereng Gunung Semeru atau tepatnya di Dusun Pusung Duwur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Alhasil, setelah petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi, akhirnya kembali menemukan sekitar 10 ribu tanaman ganja yang tersebar di sedikitnya 16 titik di Lereng Gunung Semeru.</p>



<p>Kapolres Lumajang, AKBP M Zainur Rofik, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan 10 ribu pohon ganja tersebut. &#8220;Hasil dari penyisiran petugas, hari ini kami menemukan tanaman ganja itu tersebar di 16 titik. Kalau dihitung, kurang lebih sekitar 10 ribu batang pohon ganja,&#8221; ujar AKBP Rofiq, Jumat (20/09/2024) tadi.</p>



<p>Selain itu, dalam penyisiran di Lereng Gunung Semeru tersebut, petugas juga menemukan 10 kg ganja kering. &#8220;Kami juga menemukan ganja yang kering kurang lebih 10 kilogram. Kami tetap melanjutkan penyisiran untuk menemukan tanaman ganja karena melihat luas kawasan kemungkinan masih ada,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya pula, bahwa pelaku mencoba mengelabui petugas dengan cara penanaman pohon ganja tersebut di petak-petak yang lokasinya berjauhan agar tidak terpantau. Selain itu lokasinya&nbsp; di sekitaran jalan yang tidak dilalui oleh masyarakat pada umumnya.</p>



<p>&#8220;Pelaku menggunakan pola tanam yang tidak biasa karena menanam ganja di tengah pepohonan dan semak belukar, sehingga tidak mudah diketahui oleh petugas,&#8221; katanya.</p>



<p>Saat ditanya terkait apakah ada tersangka lain, pihaknya masih melakukan pengembangan. &#8220;Sementara akan kami kembangkan dan kalau melihat dari tempat kejadian perkara (TKP), kemungkinan masih ada yang lain yang menanam di kawasan tersebut,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Petugas Polres Lumajang berhasil mengamankan ladang ganja yang berada di lereng Gunung Semeru atau tepatnya di Dusun Pusung Duwur, Rabu (18/09/2024) kemarin. Ladang ganja tersebut, berisi ratusan pohon ganja siap panen. Dalam pengungkapan itu, petugas juga sudah mengamankan 2 orang dengan inisial B dan NG yang diduga terlibat dalam penanaman ganja tersebut. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214460</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan HUT Kota Malang, DLH Bagikan 13 Ton Pupuk Kompos dan 110 Bibit Tanaman Secara Gratis</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-hut-kota-malang-dlh-bagikan-13-ton-pupuk-kompos-dan-110-bibit-tanaman-secara-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208672</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 110, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang membagikan 13 ton pupuk kompos kepada 57 kelurahan, 5 kecamatan dan 110 bibit tanaman untuk 13 sekolah adiwiyata serta kampung proklim di lingkungan Kota Malang, Kamis (25/04/2024) tadi. Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 110, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang membagikan 13 ton pupuk kompos kepada 57 kelurahan, 5 kecamatan dan 110 bibit tanaman untuk 13 sekolah adiwiyata serta kampung proklim di lingkungan Kota Malang, Kamis (25/04/2024) tadi.</p>



<p>Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK se Kota Malang. Itu dilakukan karena juga berkaitan dengan program pokok dari PKK Kota Malang, yakni urban farming.</p>



<p>“Urban farming ini kan merupakan pertanian perkotaan. Nah, salah satu bahan baku untuk kegiatan tersebut itu menggunakan pupuk kompos ini. Sehingga kita melakukan koordinasi dengan tim PKK Kota Malang secara langsung bersama ibu Pj Wali Kota Malang untuk melaksanakan program ini,” jelas Rahman, seusai membuka kegiatan tersebut.</p>



<p>Disebutkannya, jika masing-masing kelurahan tersebut menerima pupuk kompos sebesar 200 kg dan per kecamatan menerima sebesar 300 kg, secara gratis. Selain itu, dalam rangkaian tersebut juga dilakukan uji laboratorium secara gratis kepada 10 pelaku usaha dan pelaku kegiatan.</p>



<p>“Jadi memang hampir sejumlah 13 ton yang kita bagikan secara gratis, dalam rangka mensukseskan dan memeriahkan HUT Kota Malang ke 110 ini,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya jika pupuk kompos yang dibagikan tersebut merupakan hasil dari pengelolaan sampah yang ada di TPA Supit Urang Kota Malang dan dari TPS PKD, khususnya kompos daur ulang. &#8220;Jadi untuk pupuk kompos yang kita bagikan ini, pengelolaannya hasil produksi dari Pemkot Malang. Yang membedekan ini hanya packagingnya saja, kalau dari TPS PKD itu paketnya 3 kg kalau hasil dari TPA Supit Urang ini 4 kg,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sebagai informasi, mulai dari bulan Januari hingga April 2024 ini, DLH Kota Malang telah mampu memproduksi pupuk kompos sebanyak 19 ton dan sebanyak 13 ton diantaranya itu dibagikan dulu secara gratis kepada semua TP PKK Kota Malang. Padahal itu seharusnya bisa menyumbang potensi restribusi DLH Kota Malang.</p>



<p>“Sudah hampir 19 ton yang sudah kita produksi sampai dengan April 2024 ini. Ini kita bagikan dulu secara gratis, sesuai dengan tema hari ini memperingati HUT jadi kita berikan free kepada semua penggerakan PKK se 5 kecamatan Kota Malang dan 57 kelurahan. Harusnya kan bisa kita jual sebagai potensi retribusi tetapi ini kita berikan free,” ujar Rahman.</p>



<p>Sementara itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi, memberikan apresiasi positif pada gelaran kegiatan tersebut. Karena itu menjadi penguat komitmen dan selaras dengan tema HUT Kota Malang Ke-110.</p>



<p>“Semua itu bisa kerjasama selaras menjadikan Kota Malang berkelas. Melalui kegiatan ini juga berupaya untuk menciptakan lingkungan berkelanjutan dan kesejahteraan,” imbuh Diah. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208672</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Biaya Tanaman Apel Tinggi, Petani Kota Batu Mulai Beralih ke Tanaman Jeruk</title>
		<link>https://memontum.com/biaya-tanaman-apel-tinggi-petani-kota-batu-mulai-beralih-ke-tanaman-jeruk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Sep 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[beralih]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197885</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dikenal sebagai Kota Apel, ternyata saat ini banyak petani di Kota Batu, yang mulai beralih sebagai pertanian jeruk. Ini disebabkan, biaya perawatan apel setelah panen, yang terlalu tinggi dibandingkan jeruk. Salah seorang petani jeruk warga Dusun Gempol, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Mahar Krisdianto, mengatakan jika selama enam tahun ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Dikenal sebagai Kota Apel, ternyata saat ini banyak petani di Kota Batu, yang mulai beralih sebagai pertanian jeruk. Ini disebabkan, biaya perawatan apel setelah panen, yang terlalu tinggi dibandingkan jeruk.</p>



<p>Salah seorang petani jeruk warga Dusun Gempol, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Mahar Krisdianto, mengatakan jika selama enam tahun ini tanaman apel di Kota Batu, belum pernah panen. Untuk itu, dalam kondisi tersebut banyak petani apel yang pindah ke pertanian jeruk.</p>



<p>&#8220;Sekarang banyak petani apel yang beralih ke pertanian jeruk. Seperti saya sekarang, itu yang saya tanam adalah Jeruk Keprok Punten,&#8221; terangnya, saat berada di areal pertanian, Minggu (10/09/2023) tadi.</p>



<p>Mengapa banyak petani apel yang beralih ke pertanian jeruk, paparnya, karena biaya operasional yang tidak terlalu tinggi. Dari pengalamannya, menanam apel dengan luasan 3 ribu meter persegi, yang bisa ditanami sebanyak 300 bibit. Hingga saat ini, justru rugi karena proses panennya dan perawatannya yang sulit.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya menanam apel, itu sebenarnya sudah sejak tahun 1980. Dari 300 bibit yang saya tanam, itu operasional semusim dari habis panen ke panen berikutnya, masih harus mengeluarkan biaya Rp 25 juta sampai Rp 30 juta. Berbeda dengan jeruk, biaya operasional jeruk dalam kondisi dari habis panen berjalan selama delapan bulan panen berikutnya sebesar Rp 20 juta. Perbandingan tinggi ini yang salah satunya menjadi pengaruh petani apel beralih ke jeruk,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih dari itu, jelas Mahar, selain biaya perawatan yang membuat petani apel pindah ke jeruk, siklus panen apel sekali panen bisa langsung habis. Setelah itu, proses perawatan perontokan daun hingga pengobatan tanaman sampai panen berikutnya. Inilah yang memakan biaya besar.</p>



<p>Namun, ujarnya, ini berbeda untuk jeruk bisa dilakukan panen secara berkala hingga empat kali dalam satu tahun. Dan, perawatan hanya potong cabang pohon setelah panen. Sehingga, tidak butuh banyak tenaga manusia dibanding apel.</p>



<p>&#8220;Apel yang sudah saya tanam dan umurnya sudah tua, ya saya biarkan saja. Penting saya rawat. Karena itu tanaman keluarga. Tetapi, memang yang hasil produksi tinggi adalah jeruk. Yang jelas, teman-teman petani jeruk di Kota Batu ini bekas petani apel. Mereka beralih, karena biayanya operasional apel sangat tinggi,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197885</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
