<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Mar 2025 14:57:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Percepat Tranformasi Digital, Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Terapkan Tanda Tangan Elektronik</title>
		<link>https://memontum.com/percepat-tranformasi-digital-bupati-dan-wakil-bupati-lumajang-terapkan-tanda-tangan-elektronik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2025 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[percepat]]></category>
		<category><![CDATA[tangan]]></category>
		<category><![CDATA[terapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tranformasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219915</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati, Yudha Adji Kusuma, secara resmi melakukan perekaman Tanda Tangan Elektronik (TTE) di Kantor Bupati Lumajang, Selasa (04/03/2024) tadi. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk komitmen Pemkab Lumajang dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan birokrasi. Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan bahwa penerapan TTE bukan sekadar inovasi. Namun, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati, Yudha Adji Kusuma, secara resmi melakukan perekaman Tanda Tangan Elektronik (TTE) di Kantor Bupati Lumajang, Selasa (04/03/2024) tadi. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk komitmen Pemkab Lumajang dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan birokrasi.</p>



<p>Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan bahwa penerapan TTE bukan sekadar inovasi. Namun, ini menjadi kebutuhan mendesak dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik.</p>



<p>&#8220;Ini namanya era digitalisasi pada birokrasi kita. TTE ini adalah salah satu produk dari digitalisasi birokrasi dan menjadi salah satu upaya kita untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat,&#8221; kata Bunda Indah.</p>



<p>Melalui penerapan TTE ini, lanjutnya, maka memungkinkan proses penandatanganan dokumen dilakukan secara digital. Sehingga, mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik serta mempercepat distribusi dokumen di lingkungan pemerintahan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tidak ada lagi surat-surat yang menumpuk. Dokumen bisa segera terdistribusikan kapan pun dan di mana pun tanpa harus ada berkas fisik,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Selain itu, penggunaan TTE juga meningkatkan keamanan dokumen, meminimalisir risiko pemalsuan tanda tangan serta memastikan keabsahan dokumen tanpa perlu bertemu secara fisik. Dengan penerapan TTE, berbagai layanan pemerintahan di Lumajang diprediksi akan berjalan lebih cepat dan efisien. Bahkan, proses administrasi yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit.</p>



<p>Transformasi digital ini, tegas Bunda Indah, sejalan dengan visi &#8216;Birokrasi yang Efektif, Efisien dan Akuntabel&#8217;, serta mendukung Program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diusung pemerintah pusat. Karenanya, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap penerapan TTE akan mempercepat berbagai layanan, mulai dari administrasi internal pemerintahan hingga pelayanan langsung kepada masyarakat, sehingga menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan responsif. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219915</post-id>	</item>
		<item>
		<title>2 Tahun Idap Tumor, Mahasiswi PAI IAIN Madura Harapkan Uluran Tangan untuk Pengobatan</title>
		<link>https://memontum.com/2-tahun-idap-tumor-mahasiswi-pai-iain-madura-harapkan-uluran-tangan-untuk-pengobatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[tangan]]></category>
		<category><![CDATA[tumor]]></category>
		<category><![CDATA[uluran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211507</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Siti Qomariyah, mahasiswi semester 8, Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Madura, warga Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan-Madura, sejak 2 tahun ini mengidap tumor di bagian lututnya. Nasib yang dialami Qomariyah, pun sempat viral seusai Camat Tlanakan-Pamekasan mengunggah fotonya di akun sosial media WhatsApp (WA). Ayah Siti Qomariyah, Muhtar, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Siti Qomariyah, mahasiswi semester 8, Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Madura, warga Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan-Madura, sejak 2 tahun ini mengidap tumor di bagian lututnya. Nasib yang dialami Qomariyah, pun sempat viral seusai Camat Tlanakan-Pamekasan mengunggah fotonya di akun sosial media WhatsApp (WA).</p>



<p>Ayah Siti Qomariyah, Muhtar, mengatakan bahwa semula putrinya terjatuh hingga membuatnya patah tulang. Dari situ, kemudian dibawa ke sangkal putung dan sembuh.</p>



<p>Hanya saja, berselang beberapa waktu, anaknya kembali jatuh dan patah tulang di bagian lutut yang sama. &#8220;Selang beberapa hari dari sangkal putung kedua, lututnya kemudian bengkak dan mengeluh kesakitan. Akhirnya, dari situ kemudian saya bawa ke rumah sakit,&#8221; katanya, Sabtu (06/07/2024) tadi.</p>



<p>Awalnya, sambung Muhtar, dirinya mengobatkan putrinya dengan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan, dengan dibantu Kepala Desa setempat. &#8220;Saya dibantu Pak Kades, untuk mengobati anak saya. Bahkan, sampai pengobatan ke Surabaya dan terakhir kali, pihak dokter di Surabaya mengatakan kaki anak saya harus diamputasi. Namun saya berharap, ada jalan lain agar anak saya tidak sampai diamputasi,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Desa Ambat, Moh Sugianto, mengaku sangat prihatin dengan nasib yang dialami salah satu warganya itu. Apalagi, pihaknya sudah membantu dengan semaksimal mungkin selama proses pengobatan dari RSUD Smart hingga ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya.</p>



<p>&#8220;Sudah kami fasilitasi dan bolak balik ke Surabaya hingga sembilan kali. Kami antar dengan mobil Sigap Desa, namun terakhir orang tua dari adik Qomariyah ini tidak sanggup jika anaknya harus diamputasi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Akhirnya, dirinyapun mencoba mencari informasi dari berbagai pihak agar Qomariyah tidak sampai diamputasi. Alhasil, dirinya mencoba ke Rumah Sakit Ortopedi di Solo Jawa Tengah. &#8220;Namun, kami kesusahan masalah biaya. Kalau kami dari pemerintah desa, itu tidak sanggup untuk membantu dari segi finansial. Sebab, biayanya sangat mahal. Sedangkan beliau (orang tua Qomariyah), sehari-harinya hanya sebagai petani dan mengajar anak-anak ngaji di sekitar sini,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk membantu kebutuhan finansial nasib warganya itu, lanjut Sugianto, pihaknya sudah mencoba meminta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Camat Tlanakan. &#8220;Kalau menggunakan BPJS, ini tidak bisa. Karena bukan atas rujukan dari rumah sakit. Saya berharap, nasib adik Qomariyah ini ada yang membantu agar bisa berobat tanpa harus di amputasi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Camat Tlanakan, Nurhidayati Rasuli, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah membantu untuk berkoordinasi dengan Pemkab dan juga dengan pihak Kampus IAIN Madura. &#8220;Kemarin kami sudah bantu menguruskan penyelesaian KKNnya. Bahkan, pihak kampus sudah membolehkan Qomariyah ikut KKN di desanya. Karena kebetulan saat ini, di Tlanakan kebagian untuk ditempatkan KKN,&#8221; jelasnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211507</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lumajang Mulai Marak Begal, Pelaku Bacok Tangan Korban hingga Hampir Putus</title>
		<link>https://memontum.com/lumajang-mulai-marak-begal-pelaku-bacok-tangan-korban-hingga-hampir-putus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Mar 2024 02:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Begal]]></category>
		<category><![CDATA[hampir]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[tangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206863</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Aksi kawanan begal di wilayah hukum Kabupaten Lumajang, mulai semakin nekad. Bahkan, pelaku tidak segan-segan melukai korbannya. Seperti salah satunya, yang menimpa Vian (21), karyawan Koperasi Simpan Pinjam Mandiri Jatim, warga Dusun Jatikoong, RT01/ RW01, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Kamis (07/03/2024) malam sekitar pukul 20.30. Korban menjadi sasaran aksi kawanan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Aksi kawanan begal di wilayah hukum Kabupaten Lumajang, mulai semakin nekad. Bahkan, pelaku tidak segan-segan melukai korbannya. Seperti salah satunya, yang menimpa Vian (21), karyawan Koperasi Simpan Pinjam Mandiri Jatim, warga Dusun Jatikoong, RT01/ RW01, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Kamis (07/03/2024) malam sekitar pukul 20.30.</p>



<p>Korban menjadi sasaran aksi kawanan begal di Jalan Nasional Desa Tegalbangsri, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Akibat dari kejadian itu, tangan kanannya nyaris putus karena terkena bacok.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa kejadian itu terjadi saat korban sedang dalam perjalanan dari Probolinggo menuju Jember. Saat itu, korban mengendarai motor Honda Beat warna putih N 6032 QY dan diikuti oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor jenis matic. Korban, merasa diikuti sejak dari SPBU wilayah Malasan, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Sesampainya di Jalan Tegalbangsri, pelaku kemudian dengan motornya memepet korban dari sisi kanan. Saat jaraknya berdekatan, pelaku langsung membacokan senjata tajamnya ke arah tangan kanan korban. Akibat bacokan secara tiba-tiba itu, tangan kanan korban hampir putus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara korban yang kehilangan kendali, langsung terjatuh dengan kondisi motor masuk ke selokan. &#8220;Setelah membacok korban, setelah itu pelaku langsung kabur. Beruntungnya sepeda motor tidak dibawa, karena kemungkinan akibat motor masuk di selokan. Korban sendiri, langsung dilarikan ke rumah sakit dengan lengan tangan hampir putus dan jari jempolnya putus,&#8221; terang warga Ranuyoso, Mamat.</p>



<p>Kapolsek Ranuyoso, Iptu Imam Soepardi, ketika dikonfirmasi Jumat (08/03/2024) tadi, dalam pesan singkatnya hanya menyampaikan terima kasih dengan informasi kejadian. &#8220;Siap terima kasih atas informasinya, semoga lekas sembuh,&#8221; terangnya singkat.</p>



<p>Ditanya terkait apa benar informasi kejadian begal itu, kapolsek hanya menjawab sangat singkat. &#8220;Siap,&#8221; imbuh Kapolsek.</p>



<p>Sementara itu, sebelumnya Kades Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Sugianto, juga menginformasikan pada memontum.com bahwa telah terjadi begal diwilayahnya dua kali dan ditempat lain. &#8220;Kejadian begal ditimurnya Tugu Pisang, korban anak Jabon Pasrujambe. Kemudian malamnya di Suco, upaya pembegalan lagi tapi gagal karena yang dibegal melawan. Habis itu di Jambekumbu terus Jokarto. Pokoke seminggu ngoyok mas,&#8221; terang Kades Sugianto. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206863</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rapat Kenaikan UMK 2024 Kota Batu di Angka Rp 147 Ribu, Serikat Pekerjaan Pilih Tak Tanda Tangan</title>
		<link>https://memontum.com/rapat-kenaikan-umk-2024-kota-batu-di-angka-rp-147-ribu-serikat-pekerjaan-pilih-tak-tanda-tangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2023 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[serikat]]></category>
		<category><![CDATA[tangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201766</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dewan Pengupahan Kota Batu menggelar rapat untuk menghitung penetapan upah minimun kota/kabupaten (UMK) 2024, Jumat (17/11/2023) tadi. Pelaksanaan yang berlangsung di Lantai II MPP Balai Kota Among Tani Batu, melibatkan Apindo, PHRI, Serikat Pekerja, akademisi dan Disnaker Kota Batu. Dalam rapat perhitungan itu, kenaikan UMK di Kota Batu, terhitung sebesar 4,86 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Dewan Pengupahan Kota Batu menggelar rapat untuk menghitung penetapan upah minimun kota/kabupaten (UMK) 2024, Jumat (17/11/2023) tadi. Pelaksanaan yang berlangsung di Lantai II MPP Balai Kota Among Tani Batu, melibatkan Apindo, PHRI, Serikat Pekerja, akademisi dan Disnaker Kota Batu.</p>



<p>Dalam rapat perhitungan itu, kenaikan UMK di Kota Batu, terhitung sebesar 4,86 persen atau Rp 147.397. Hanya saja, merespon kenaikan itu tidak sepenuhnya disetujui peserta. Bahkan, pihak Serikat Pekerja yang tidak setuju, tidak menandatangani hasil rapat.</p>



<p>Bagian Hukum SPSI Kota Batu, Heru Subagyo, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya tidak menyetujui jika kenaikan UMK di Kota Batu, hanya sebesar 4,86 persen. &#8220;Memang kita nggak menginginkan, kalau kenaikan UMK di Kota Batu hanya 4,86 persen,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mengapa tidak setuju, ujar Heru, karena jika dilihat dari kondisi saat ini di Kota Batu, itu pengangguran sudah turun drastis. Selain itu, kemiskinan juga turun. Berarti, geliat perekonomian mulai membaik.</p>



<p>&#8220;Tahun 2023 lalu, kenaikannya hanya 7,7 persen. Kami menginginkan, kenaikan untuk tahun 2024 sama dengan tahun lalu. Paling tidak, di bawahnya sedikit,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk itu, jelasnya, pekan depan atau Senin (20/11/2023) lusa, Ketua SPSI akan berkirim surat ke Disnaker Kota Batu, yang kemudian dilanjutkan ke Provinsi Jawa Timur. &#8220;Yang jelas, kami tidak setuju kenaikan UMK Kota Batu di angka 4,86 persen,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Batu, Erwan Puja Fiatno, mengatakan bahwa hasil rapat Dewan Pengupahan adalah berdasarkan data yang diberikan oleh provinsi termasuk BPS mengenai tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi dan indeks lainnya di Kota Batu. Sehingga, diperoleh angka bahwa kenaikannya Rp 147.397.</p>



<p>&#8220;Hasil rapat yang digelar itu, artinya UMK Kota Batu tahun 2024 naik menjadi Rp 3.177.764 atau mengalami kenaikan dari 4,86 persen,&#8221; terangnya.</p>



<p>Inflasi di Kota Batu, tambahnya, mencapai 3,01 persen. Kemudian, pertumbuhan ekonomi Kota Batu 6,18 persen dan indeks tertentu 0,3. Maka diperoleh kenaikan 147.397 dari UMK tahun lalu.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Karena perwakilan SPSI tidak menandatangani hasil rapat dewan pengupahan, artinya di sini tidak menyetujui hasil rapat. Sehingga, SPSI akan mengusulkan formula perhitungan UMK mereka sendiri, untuk disampaikan ke Gubernur Jatim,&#8221; tambahnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201766</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Kota Malang Ringan Tangan, Jumlah Pengemis dan Anjal Meningkat</title>
		<link>https://memontum.com/warga-kota-malang-ringan-tangan-jumlah-pengemis-dan-anjal-meningkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2023 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[pengemis]]></category>
		<category><![CDATA[ringan]]></category>
		<category><![CDATA[tangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200751</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, mencatat bahwa jumlah pengamen, pengemis, gelandangan serta Anak Jalanan (Anjal) di Kota Malang, pada Oktober 2023 mengalami peningkatan. Yakni, ada sebanyak 25 orang yang berhasil diamankan dari beberapa titik yang ada di Kota Malang. Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, mencatat bahwa jumlah pengamen, pengemis, gelandangan serta Anak Jalanan (Anjal) di Kota Malang, pada Oktober 2023 mengalami peningkatan. Yakni, ada sebanyak 25 orang yang berhasil diamankan dari beberapa titik yang ada di Kota Malang.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat, menyampaikan jika peningkatan itu terjadi karena Kota Malang dianggap sebagai lokasi favorit bagi pengamen, pengemis, gelandangan bahkan anjal. &#8220;Tidak tahu apa pastinya, yang membuat mereka banyak beroperasi di Kota Malang. Kalau dari pemeriksaan yang dilakukan pada sejumlah orang yang diamankan, katanya warga Kota Malang itu loman (ringan tangan, red). Makanya, itu yang dimanfaatkan. Kan ada beberapa yang memanfaatkan anaknya dengan tujuannya agar warga bisa iba dan memberikan uang,&#8221; ujar Rahmat, Selasa (31/10/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Rahmat, bahwa pada Oktober ini juga telah banyak aduan dari masyarakat terkait dengan tingginya pengamen, pengemis, gelandangan bahkan Anjal yang ada di Kota Malang. &#8220;Di Oktober ini, memang banyak pengaduan. Baik melalui media sosial (Medsos) atau menghubungi petugas secara langsung. Baik lewat telepon atau WhatsApp,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Padahal, sebagian dari pengemis hingga anjal tersebut adalah warga dari luar Kota Malang. Seperti, Singosari, Pagelaran Kabupaten Malang, Kota Batu, Jombang, Pasuruan, Lumajang hingga Kabupaten Sumenep. Hal itu yang membuat angka pengemis di Kota Malang semakin tinggi.</p>



<p>&#8220;Di Kota Malang ini termasuk tinggi. Jika dibandingkan dengan kota besar lain, seperti Surabaya, Madiun atau Kediri itu jumlah (pengemis) nya hampir sama,” katanya.</p>



<p>Tentu dengan keberadaan tingginya pengamen, pengemis, gelandangan dan Anjal di Kota Malang, ini sangat disayangkan. Apabila mereka diketahui berasal dari warga Malang, maka Satpol PP meminta pada perangkat wilayah untuk menjemput. Sementara, yang berasal luar Malang, langsung dipulangkan dengan biaya dari Dinas Sosial Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200751</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belasan Pelajar SD di Situbondo Kedapatan Sayat Tangan dengan Dalih Ikuti Tren Medsos</title>
		<link>https://memontum.com/belasan-pelajar-sd-di-situbondo-kedapatan-sayat-tangan-dengan-dalih-ikuti-tren-medsos</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[belasan]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kedapatan]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[tangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199032</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Berdalih mengikuti trend kekinian yang viral di media sosial (Medsos), belasan pelajar di salah satu SD di Situbondo, nekat menyayat atau menggores lengannya dengan menggunakan alat kesehatan (jenis alat untuk cek GDA stick). Peristiwa ini terungkap, berawal dari ditemukannya lengan salah seorang siswi Kelas V SD, yang dipenuhi luka goresan yang tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Berdalih mengikuti trend kekinian yang viral di media sosial (Medsos), belasan pelajar di salah satu SD di Situbondo, nekat menyayat atau menggores lengannya dengan menggunakan alat kesehatan (jenis alat untuk cek GDA stick). Peristiwa ini terungkap, berawal dari ditemukannya lengan salah seorang siswi Kelas V SD, yang dipenuhi luka goresan yang tidak wajar. Sehingga, salah seorang guru melaporkan kepada kepala sekolah.</p>



<p>Mengetahui salah seorang pelajar mengikuti trend kekinian yang viral dan tidak bagus, pihak sekolah langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah kelas. Hasilnya, sebanyak 11 siswi SD di Situbondo, diketahui melukai tangannya sendiri menggunakan alat cek GDA stick.</p>



<p>“Begitu mendapati 11 siswi melukai tangannya sendiri, saya langsung  memberikan pembinaan. Bahkan, kami memanggil para orang tua siswi tersebut, agar bersinergi dengan sekolah dalam menangani fenomena mengerikan para siswi. Selain itu, kami juga mengamankan alat yang digunakan untuk menggores tangannya,” ujar AR,  Kepala Sekolah (Kasek) salah satu SD di Situbondo, Jumat (29/9/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Selain melakukan koordinasi dengan para orang tua siswi yang melukai tangannya, ujarnya, sekolah juga melaporkan fenomena tersebut ke kepala Dispendikbud Situbondo. Dengan harapan, fenomena salah kaprah tersebut tidak ditiru para siswa yang lain di sekolah.</p>



<p>“Untuk sementara, kami menutup akses&nbsp; para pedagang keliling yang berjualan di sekolah. Sebab, berdasarkan pengakuan para siswi, mereka mengaku membeli alat dari salah seorang pedagang di sekolah,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dispendikbud Kabupaten Situbondo, Supiyono, mengatakan untuk mengantisipasi fenomena para siswa melukai tangannya sendiri tidak menyebar ke sekolah lain. Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Korwil SD dan MKKS ditingkat SMP di Situbondo, agar pihak sekolah lebih meningkatkan pengawasan kepada para siswanya.</p>



<p>“Fenomena ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh sekolah. Oleh karena itu,&nbsp; kami juga meminta kepada para orang tua untuk bersinergi dengan sekolah. Bahkan, kami juga merencanakan untuk membuat surat edaran (SE), agar kasus ini tidak menyebar ke sejumlah sekolah di Situbondo,” ujar Supiyono.</p>



<p>Ditambahkannya, dirinya juga mendorong sejumlah sekolah, baik sekolah tingkat SD maupun SMP di Kabupaten Situbondo, untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian. Mengingat, sebelumnya pihak sekolah sudah melakukan kerja sama dengan Polres Situbondo, untuk mengantisipasi terjadinya bullying dan kekerasan seksual terhadap anak di sekolah.</p>



<p>“Karena alat untuk melukai tangannya itu dibeli dari salah seorang pedagang, kami juga meminta kepada guru dan Kasek di sejumlah sekolah, untuk lebih selektif terhadap para pedagang yang berjualan di sekolah,&#8221; paparnya. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199032</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Ledakan Mercon di Home Industri Keramik Batu Meninggal, Dikenal sebagai Sosok Ringan Tangan</title>
		<link>https://memontum.com/korban-ledakan-mercon-di-home-industri-keramik-batu-meninggal-dikenal-sebagai-sosok-ringan-tangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 10:05:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[dikenal]]></category>
		<category><![CDATA[home]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[keramik]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[ledakan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Mercon]]></category>
		<category><![CDATA[ringan]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[sosok]]></category>
		<category><![CDATA[tangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191654</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Korban ledakan produksi mercon di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yaitu Waluyo Tirto Nugroho (25), meninggal dalam perawatan, Jumat (23/06/2023) pagi sekitar pukul 06.30. Pria yang teridentifikasi warga Desa Mulyo Agung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, meninggal dalam perawatan di RSSA Malang, setelah mengalami luka bakar cukup parah hingga sekitar 80 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Batu </strong>&#8211; Korban ledakan produksi mercon di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yaitu Waluyo Tirto Nugroho (25), meninggal dalam perawatan, Jumat (23/06/2023) pagi sekitar pukul 06.30.</p>



<p>Pria yang teridentifikasi warga Desa Mulyo Agung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, meninggal dalam perawatan di RSSA Malang, setelah mengalami luka bakar cukup parah hingga sekitar 80 persen.</p>



<p>Ketua RT03 Desa Mulyo Agung, Adi Rahmadi, mengatakan bahwa korban meninggal akibat ledakan ini di lingkungan desa dikenal ringan tangan. Bahkan, dia (Waluyo, red) juga pandai bergaul. Karenanya, di desa juga memiliki banyak teman.</p>



<p>&#8220;Waluyo ini suka membantu orang dan ringan tangan. Orangnya juga aktif di lingkungan. Karenanya, di sini juga banyak temannya,&#8221; terangnya di area pemakaman umum Desa Mulyo Agung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jumat (23/06/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Di lingkungan keluarga, menurut Adi, korban mempunyai peran penting karena kedua kakaknya sudah tidak serumah lagi. Bahkan, atas kejadian tersebut, pihaknya bersama warga lain sangat terkejut karena peristiwa ledakan itu di luar dugaan.</p>



<p>&#8220;Waluyo ini memang sejak kecil tinggal di daerah ini. Dia anak paling kecil dari tiga bersaudara. Terus terang, kami kaget atas kejadian yang menimpa Waluyo,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kasatreskrim Polres Batu, AKP Yusi Purwanto, membenarkan jika korban ledakan petasan di wilayah hukumnya meninggal dunia di rumah sakit. Itu disebabkan, karena korban mengalami luka bakar yang serius.</p>



<p>&#8220;Iya, memang benar korban meninggal dunia akibat luka bakar yang serius. Selanjutnya, korban ledakan tersebut hari ini dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Mulyo Agung,&#8221; paparnya.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191654</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
