<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tangga &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tangga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 10:59:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tangga &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kelompok Warga di Kencong Jember Berhasil Olah Sampah Plastik Rumah Tangga Jadi Solar Dex</title>
		<link>https://memontum.com/kelompok-warga-di-kencong-jember-berhasil-olah-sampah-plastik-rumah-tangga-jadi-solar-dex</link>
					<comments>https://memontum.com/kelompok-warga-di-kencong-jember-berhasil-olah-sampah-plastik-rumah-tangga-jadi-solar-dex#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>
		<category><![CDATA[Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tangga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232706</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, berhasil membuat terobosan ramah lingkungan dengan merancang sistem pengelolaan limbah domestik secara mandiri. Mereka memanfaatkan teknologi penyulingan khusus, untuk mengolah tumpukan sampah plastik rumah tangga menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif jenis Solar. Aktivitas pemrosesan limbah harian yang berpusat di Dusun Krajan tersebut, ditinjau langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, berhasil membuat terobosan ramah lingkungan dengan merancang sistem pengelolaan limbah domestik secara mandiri. Mereka memanfaatkan teknologi penyulingan khusus, untuk mengolah tumpukan sampah plastik rumah tangga menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif jenis Solar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas pemrosesan limbah harian yang berpusat di Dusun Krajan tersebut, ditinjau langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Kencong, Thomas Heru Indra, Selasa (26/05/2026) tadi. Peninjauan lapangan ini, difokuskan untuk mengamati proses teknis operasional alat, volume sampah yang berhasil direduksi, serta kuantitas bahan bakar cair yang dihasilkan melalui sistem pemanasan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prosedur pengubahan limbah plastik menjadi sumber energi alternatif ini, mengandalkan pasokan sampah kering yang dikumpulkan secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Jenis sampah yang masuk ke dalam mesin reaktor, mencakup tiga komponen utama, yaitu kantong kresek, botol plastik bekas kemasan murni, serta bungkus saset makanan ringan. Seluruh bahan baku tersebut, dibersihkan terlebih dahulu untuk meminimalkan kadar air dan kontaminan tanah sebelum masuk tahap pembakaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk alat utama yang digunakan, berupa tabung reaktor pembakar khusus yang dirancang dengan sistem kedap udara. Metode yang diaplikasikan adalah pirolisis, yakni sebuah sistem dekomposisi bahan organik melalui proses pemanasan suhu tinggi tanpa melibatkan unsur oksigen. Absennya gas oksigen di dalam ruang bakar memastikan bahwa material plastik tidak berubah menjadi abu atau menghasilkan asap polusi hitam, melainkan melumer dan pecah menjadi fase gas hidrokarbon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Uap gas yang dihasilkan dari proses pemanasan tersebut, kemudian dialirkan secara konstan menuju pipa kondensator yang dilengkapi sistem pendingin air bersirkulasi. Proses penurunan suhu yang terjadi secara mendadak, memaksa gas kembali mengembun dan berubah wujud menjadi cairan minyak mentah. Pada tahapan final, cairan minyak mentah ini masuk ke dalam tabung penyulingan khusus untuk memisahkan zat murni. Hasil akhir dari proses distilasi bertingkat ini adalah bahan bakar cair jernih yang secara fisik, warna dan daya bakar menyerupai Solar kualitas komersial jenis Dex.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Salah satu warga yang menjadi inisiator utama pembuatan alat pirolisis di Dusun Krajan, Anton, membeberkan bahwa proyek mandiri ini dirancang untuk menjawab keresahan warga terkait biaya operasional desa. Karakteristik plastik yang merupakan produk turunan minyak bumi, dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai guna tinggi bagi masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian di sektor agraris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selain mengurangi volume sampah plastik, hasil solar dari pengolahan ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan mesin pertanian dan peralatan warga,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data uji coba internal yang dilakukan oleh kelompok warga, solar hasil pirolisis ini terbukti mampu menggerakkan mesin diesel stasioner dengan aman. Penggunaan Solar Dex alternatif ini direncanakan mengalir untuk kebutuhan bahan bakar pompa air irigasi sawah, mesin traktor pembajak tanah, hingga mesin perontok padi milik warga desa. Langkah ini, sekaligus memotong pengeluaran modal harian para petani lokal secara signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Desa Kencong memberikan perhatian penuh, terhadap volume limbah yang berhasil ditekan melalui operasional alat ini. Pj Kades Kencong, Thomas Heru Indra, menyampaikan bahwa tanggapan masyarakat sangat positif karena mereka bisa melihat langsung solusi nyata atas masalah sampah kemasan yang selama ini sulit diurai oleh alam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Thomas, keberadaan fasilitas pirolisis mandiri di tingkat dusun ini sangat klop dengan pokok arahan Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang mendorong program penanganan sampah berbasis kekuatan masyarakat. Melalui sistem tata kelola lingkungan yang mandiri di tingkat tapak, beban pengangkutan sampah menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) utama milik kabupaten dapat berkurang secara berkala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Thomas mengharapkan, skema kerja teknis ini tidak berhenti di wilayah Dusun Krajan saja, melainkan diadopsi secara luas oleh desa-desa tetangga di wilayah Jember. &#8220;Kami berharap cara ini bisa ditiru desa lain di Kecamatan Kencong. Selain menekan persoalan limbah, juga bisa jadi sumber energi alternatif,&#8221; ujar Thomas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara nasional, penerapan metode pirolisis memang sudah mulai marak diaplikasikan di berbagai daerah perkotaan dan sentra industri sebagai bagian dari strategi nasional pengurangan sampah plastik. Penerapan teknologi tepat guna ini terbukti efektif dalam memusnahkan bentuk fisik sampah plastik secara permanen sekaligus menghasilkan output energi bersih yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat luas. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/kelompok-warga-di-kencong-jember-berhasil-olah-sampah-plastik-rumah-tangga-jadi-solar-dex/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Daya Beli dan Dorong Konsumsi Domestik, Pemerintah Beri Diskon 50 Persen untuk Rumah Tangga</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-daya-beli-dan-dorong-konsumsi-domestik-pemerintah-beri-diskon-50-persen-untuk-rumah-tangga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2025 13:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Diskon]]></category>
		<category><![CDATA[domestik]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[tangga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220596</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Pemerintah memberikan insentif berupa diskon tarif listrik sebesar 50 persen kepada pelanggan rumah tangga dengan daya listrik hingga 2.200 VA, sepanjang Januari hingga Februari 2025. Kebijakan ini, merupakan bagian dari langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi domestik. Selama periode tersebut, jumlah pelanggan yang menerima manfaat diskon listrik tercatat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Pemerintah memberikan insentif berupa diskon tarif listrik sebesar 50 persen kepada pelanggan rumah tangga dengan daya listrik hingga 2.200 VA, sepanjang Januari hingga Februari 2025. Kebijakan ini, merupakan bagian dari langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama periode tersebut, jumlah pelanggan yang menerima manfaat diskon listrik tercatat mencapai 71,1 juta pelanggan pada Januari dan 64,8 juta pelanggan pada Februari. Realisasi sementara anggaran untuk kebijakan ini, mencapai Rp13,6 triliun. Bantuan ini, menyasar langsung rumah tangga yang rentan terhadap tekanan ekonomi, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian global.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menjelaskan bahwa kebijakan ini turut berkontribusi pada stabilitas harga, khususnya dalam kelompok barang dan jasa yang diatur pemerintah. “Kebijakan ini berkontribusi terhadap turunnya inflasi administered price (inflasi terhadap barang-barang yang harganya diatur oleh pemerintah), sehingga secara keseluruhan inflasi Indonesia terkendali di angka yang rendah,” kata Menkeu, Senin (24/03/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inflasi yang rendah dan stabil, ujarnya, menjadi fondasi penting bagi kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan terjaganya harga barang kebutuhan pokok dan energi, masyarakat memiliki ruang lebih untuk melakukan konsumsi, yang pada gilirannya memperkuat aktivitas perekonomian di berbagai sektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat. Semoga dengan konsumsi masyarakat terjaga, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia juga bisa terus berjalan,” tambah Menkeu. <strong>(kom/kue/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220596</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Keluhan Pengunjung, Direktur Selecta Sampaikan Barang yang Hilang Ditaruh di Tangga Pintu</title>
		<link>https://memontum.com/respon-keluhan-pengunjung-direktur-selecta-sampaikan-barang-yang-hilang-ditaruh-di-tangga-pintu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 14:15:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[direktur]]></category>
		<category><![CDATA[ditaruh]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[pintu]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Selecta]]></category>
		<category><![CDATA[Selecta Batu]]></category>
		<category><![CDATA[tangga]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Selecta]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190831</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Keluhan wisatawan gegara barang hilang saat tertinggal di kawasan wisata Taman Rekreasi Selecta Kota Batu, menuai respon. Disampaikan, bahwa berdasarkan pantauan dari CCTV, jika hilangnya barang tersebut lantaran ditinggal pergi oleh pemiliknya ke wahana permainan lain. Direktur Taman Rekreasi Selecta, Sujud Hariadi, menyampaikan jika hilangnya barang bawaan wisatawan itu bukan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Keluhan wisatawan gegara barang hilang saat tertinggal di kawasan wisata Taman Rekreasi Selecta Kota Batu, menuai respon. Disampaikan, bahwa berdasarkan pantauan dari CCTV, jika hilangnya barang tersebut lantaran ditinggal pergi oleh pemiliknya ke wahana permainan lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Taman Rekreasi Selecta, Sujud Hariadi, menyampaikan jika hilangnya barang bawaan wisatawan itu bukan di dalam restoran Cantik. &#8220;Jadi, barang bawaan wisatawan itu hilang saat ditaruh di area tangga pintu masuk restoran. Dan, bukan di dalam restoran,&#8221; terangnya kepada Memontum.com, Selasa (13/06/2023) malam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dari pantauan CCTV, imbuh Sujud, saat itu wisatawan ini bercampur dengan rombongan lain. Ketika barang ditinggal pergi menuju wahana permainan lain yaitu Ferrish Wheel atau Bianglala, yang jaraknya cukup jauh, setelah selesai dan kembali ke tempat semula ternyata barang miliknya sudah raib.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Memang tidak ada CCTV yang mengarah ke tangga tempat menaruh tas itu. Dan, saat di cek ulang dari CCTV kedai seberang restoran melalui pantulan kaca, terpantau bahwa barang milik wisatawan itu terbawa rombongan lain. Dan, saat kami tanya ke wisatawan itu, diketahui juga tidak ada barang berharga. Dari dua buah tas yang hilang, isinya hanya pakaian basah,&#8221; tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana diberitakan, wisatawan asal Sumenep mengeluhkan pelayanan wisata Selecta, karena barangnya hilang saat sempat tertinggal. Barang itu, hilang saat ditaruh di sekitar restoran cantik dan kedai damai area Selecta. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190831</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
