<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tangguh &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tangguh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Nov 2025 08:11:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tangguh &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ketua TP PKK Kota Probolinggo Beri Penguatan Program Bangun Keluarga Tangguh dan Sejahtera</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-tp-pkk-kota-probolinggo-beri-penguatan-program-bangun-keluarga-tangguh-dan-sejahtera</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228056</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Probolinggo, dr Evariani, resmi membuka kegiatan Penguatan 10 Program Pokok PKK untuk Membangun Keluarga Tangguh dan Sejahtera yang dilaksanakan di Pendapa Kecamatan Kedopok, Senin (24/11/2025) tadi. Pelaksanaan kegiatan ini, dihadiri jajaran pengurus TP PKK Kecamatan, lurah serta perangkat kelurahan se-Kecamatan Kedopok. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Probolinggo, dr Evariani, resmi membuka kegiatan Penguatan 10 Program Pokok PKK untuk Membangun Keluarga Tangguh dan Sejahtera yang dilaksanakan di Pendapa Kecamatan Kedopok, Senin (24/11/2025) tadi. Pelaksanaan kegiatan ini, dihadiri jajaran pengurus TP PKK Kecamatan, lurah serta perangkat kelurahan se-Kecamatan Kedopok.</p>



<p>Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Probolinggo menekankan pentingnya penguatan struktur dan pemahaman program PKK, agar setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar berdampak pada masyarakat. Karena PKK adalah gerakan pemberdayaan berbasis keluarga yang harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman.</p>



<p>“Intinya PKK adalah pemberdayaan keluarga. Kita harus memastikan bahwa keluarga menjadi pusat dari seluruh gerakan PKK, keluarga sehat, keluarga berdaya dan keluarga harmonis serta tangguh,” katanya.</p>



<p>Dirinya menambahkan bahwa meski PKK telah lama berdiri, masih banyak proses yang perlu ditingkatkan terutama dalam hal analisis dampak program. “Apakah kehadiran PKK sudah berdampak? Kalau iya, mari kita pastikan output-nya terukur dengan baik,” tambahnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Evariani menegaskan bahwa mulai tahun 2025, PKK Kota Probolinggo akan menerapkan PKK Go Digital. Seluruh laporan, dokumentasi dan penginputan data diwajibkan dilakukan secara digital menggunakan laptop atau perangkat komputer.</p>



<p>Dirinya juga menugaskan lurah untuk memastikan seluruh kader PKK mampu mengoperasikan laptop dan mengunggah dokumen ke platform digital yang telah disiapkan. “Kalau ada ibu-ibu yang belum bisa laptop, saya titip ke Pak Lurah. Jangan sampai ada yang tertinggal. PKK harus beradaptasi, kalau tidak akan tertinggal,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Aplikasi digital PKK tersebut, nantinya berfungsi untuk menyimpan dokumentasi kegiatan mulai dari undangan, materi sosialisasi, daftar hadir, notulensi, hingga foto kegiatan. Selanjutnya, Evariani juga menguraikan tiga pilar utama yang menjadi fondasi gerakan PKK.</p>



<p>Diantaranya keluarga sehat yang mencakup edukasi gizi, pencegahan stunting, sanitasi, PHBS, tumbuh kembang anak dan Posyandu. Keluarga Berdaya yang fokus pada ekonomi keluarga, UMKM, literasi digital, keterampilan dan pemberdayaan perempuan. Serta keluarga harmonis dan tangguh yang meliputi penguatan karakter, budaya, toleransi, serta pengamalan nilai Pancasila.</p>



<p>Tidak hanya itu, Evariani juga mengajak peserta mempraktikkan cuci tangan 6 langkah, bagian dari pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang turut menjadi indikator kesehatan keluarga. Dirinya juga menyampaikan, pentingnya satu data antara PKK dan kelurahan. Data terkait stunting, keluarga miskin, Lansia, hingga kegiatan masyarakat harus selaras dengan data milik kelurahan.</p>



<p>“PKK tidak perlu sibuk memungut data sendiri. Semua sudah ada di kelurahan. PKK cukup sinkronisasi agar laporan tidak berbeda,” pesannya.</p>



<p>Sementara itu, Camat Kedopok, Dwi Hermanto, menyampaikan apresiasi atas pembinaan yang diberikan oleh Ketua TP PKK Kota Probolinggo. “Apa yang disampaikan Ibu Ketua TP PKK sangat menarik dan menjadi kebutuhan kami untuk bersinergi. Kecamatan butuh pendamping yang selalu siap beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman, termasuk digitalisasi,” ujarnya.</p>



<p>Dwi Hermanto juga menegaskan komitmen Kecamatan Kedopok untuk mendukung seluruh program PKK, terutama penyelarasan data di tingkat kelurahan agar valid dan mutakhir. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228056</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati HUT Ke-80 Jawa Timur, Wali Kota Malang Ajak Masyarakat Terus Tangguh dan Bertumbuh</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hut-ke-80-jawa-timur-wali-kota-malang-ajak-masyarakat-terus-tangguh-dan-bertumbuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bertumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226690</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Timur, di Halaman Balai Kota Malang, Senin (13/10/2025) tadi. Upacara peringatan itu, dipimpin langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Dalam kesempatan tersebut, pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Timur, di Halaman Balai Kota Malang, Senin (13/10/2025) tadi. Upacara peringatan itu, dipimpin langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Tema peringatan upacara tersebut, yakni &#8216;Jawa Timur Tangguh, Terus Bertumbuh&#8217;, yang sejalan dengan semangat Kota Malang untuk terus bangkit dan berkembang.</p>



<p>“Ini salah satu keinginan, bukan hanya Jawa Timur, tetapi juga Kota Malang, untuk terus tangguh dan bertumbuh. Hal itu bisa terlihat dari berbagai capaian kita, baik di bidang perekonomian maupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang turut mengikuti perkembangan Jawa Timur,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya berharap, dalam peringatan HUT Jawa Timur ini dapat menjadi semangat bagi masyarakat Kota Malang, untuk terus mendukung visi provinsi sebagai Gerbang Baru Nusantara. “Alhamdulillah, dari data dan dukungan masyarakat Kota Malang, kita mendapatkan kepercayaan bahwa pertumbuhan di Kota Malang sejalan dengan pertumbuhan Jawa Timur,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai rangkaian kegiatan, Wali Kota Malang juga menyerahkan piagam penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2025 kepada sejumlah perangkat daerah, antara lain BKPSDM, Dispendukcapil, Bapenda, Disdikbud dan Bappeda Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226690</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lamongan Tegaskan Gerakan Pramuka Solusi Menciptakan Generasi Tangguh</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lamongan-tegaskan-gerakan-pramuka-solusi-menciptakan-generasi-tangguh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[menciptakan]]></category>
		<category><![CDATA[pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224985</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar apel besar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Pramuka, di Alun-Alun Kabupaten Lamongan, Kamis (14/08/2025) tadi. Dalam pelaksanaan itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bertindak sebagai pemimpin apel dan membacakan sambutan dari Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso. Dalam sambutannya, Bupati Yuhronur mengatakan bahwa Pramuka adalah solusi strategis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar apel besar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Pramuka, di Alun-Alun Kabupaten Lamongan, Kamis (14/08/2025) tadi. Dalam pelaksanaan itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bertindak sebagai pemimpin apel dan membacakan sambutan dari Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Yuhronur mengatakan bahwa Pramuka adalah solusi strategis dalam mencetak generasi tangguh, berintegritas, siap beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Karena organisasi non akademik ini, memberikan pendidikan life skill, soft skill, hard skill, serta dilengkapi dengan kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik (Sesosif).</p>



<p>Kecerdasan yang menjadi postur ideal seorang Pramuka, tambahnya, sebagai generasi pembawa perubahan untuk bangsa Indonesia. &#8220;Dirgahayu Pramuka ke 64, momen ini harus kita jadikan sebagai refleksi nyata gerakan Pramuka yang terus mengakar dalam kehidupan lintas generasi,&#8221; ungkap Bupati Yuhronur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Lamongan ini menjelaskan bahwa Gerakan Pramuka mendukung arah kebijakan nasional. Begitupun di Lamongan, Pramuka selaras dengan 15 program prioritas. Terutama, dalam memerangi tantangan yang semakin kompleks. Diantaranya arus digitalisasi global, disrupsi teknologi informasi, hingga berbagai ancaman sosial.</p>



<p>Seperti maraknya judi online, bullying, penyalahgunaan Narkoba, tawuran pelajar, pornografi, hingga masuknya budaya asing yang perlahan telah mengikis semangat gotong royong dan nasionalisme generasi muda. &#8220;Gerakan Pramuka harus dapat hadir sebagai salah satu solusi strategis untuk membentuk karakter generasi muda tangguh, berintegritas dan berwawasan kebangsaan yang siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Pada kesempatan tersebut, apel besar Hari Ulang Tahun ke-64 Pramuka dipimpin oleh Maftukah. Dirinya adalah siswa dari SDN 6 Babat. Momen peringatan HUT ke 64 Pramuka pagi ini juga dimeriahkan oleh gelar terampil kepramukaan. Persembahan dari Tim Semaphore Dance SMPN se Kabupaten Lamongan yang berkolaborasi dengan anggota Paskibraka Lamongan. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224985</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekda Lumajang Tegaskan ASN harus Tangguh dan Adaptif dalam Ikuti Perubahan</title>
		<link>https://memontum.com/sekda-lumajang-tegaskan-asn-harus-tangguh-dan-adaptif-dalam-ikuti-perubahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adaptif]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224599</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang, Agus Triyono, menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) kepada dua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang resmi bergabung sebagai bagian dari sistem pemerintahan daerah. Penyerahan SK ini, dilaksanakan dalam upacara bendera yang digelar, Senin (04/08/2025) tadi. Dalam momen itu, Sekda Agus mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong penguatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang, Agus Triyono, menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) kepada dua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang resmi bergabung sebagai bagian dari sistem pemerintahan daerah. Penyerahan SK ini, dilaksanakan dalam upacara bendera yang digelar, Senin (04/08/2025) tadi.</p>



<p>Dalam momen itu, Sekda Agus mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong penguatan kapasitas birokrasi melalui regenerasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang adaptif dan visioner. Lebih dari sekadar pengangkatan administratif, penyerahan SK ini menjadi langkah strategis dalam mendorong keberlanjutan reformasi birokrasi dan pencapaian visi pembangunan daerah.</p>



<p>Dirinya berharap, ASN muda menjadi energi baru dalam menjawab tantangan birokrasi abad ke-21, yakni kolaboratif, digital dan berorientasi pada hasil. “Hari ini kita tidak hanya menyambut dua orang pegawai baru, tapi menyambut lahirnya semangat baru dalam tubuh birokrasi Lumajang. Kita butuh SDM yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter tangguh, loyal dan adaptif terhadap perubahan,” kata Sekda Agus.</p>



<p>Dirinya juga menekankan, bahwa formasi baru di instansi pemerintah bukanlah sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi merupakan bagian dari proses regenerasi kelembagaan. ASN baru harus mampu menyelaraskan diri dengan delapan misi strategis Bupati dan Wakil Bupati Lumajang periode 2025-2030, yang terangkum dalam visi Asta Cita Nararya Kirana. Yakni, arah pembangunan jangka menengah yang menyasar transformasi struktural, peningkatan kualitas pelayanan, hingga pemajuan kesejahteraan masyarakat.</p>



<p>Masoh menurut Sekda Agus, birokrasi saat ini dituntut tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas, inovatif dan berbasis data. Untuk itu, penempatan CPNS nantinya tidak kaku, melainkan fleksibel sesuai kebutuhan organisasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Penugasan lintas unit mungkin terjadi. ASN harus siap ditempatkan di mana saja, berkontribusi secara lintas fungsi dan terus meningkatkan kompetensi di tengah perubahan teknologi dan kebijakan publik yang begitu dinamis,” tambahnya.</p>



<p>Sekda Agus juga menegaskan, bahwa setiap ASN baru harus memiliki semangat pelayanan, bukan sekadar menunggu instruksi. Di era saat ini, ASN harus menjadi pelayan masyarakat yang solutif, bukan administratif semata.</p>



<p>“ASN bukan hanya orang dalam sistem, tapi motor utama dalam memastikan sistem itu bergerak maju,” ujarnya.</p>



<p>Dengan masuknya ASN generasi baru, tambahnya, Pemkab Lumajang ingin memastikan bahwa ekosistem pemerintahan tumbuh sehat dan siap menyambut tantangan pembangunan ke depan. Tidak hanya dari sisi infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga dari kapasitas dan kultur kerja yang humanis, cepat tanggap dan berdaya saing.</p>



<p>Ke depan, Pemkab Lumajang juga akan memperkuat ekosistem pembinaan karier dan pengembangan kompetensi ASN berbasis meritokrasi. Langkah ini sejalan dengan komitmen membangun sistem pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya.</p>



<p>“Ini bukan akhir, tapi titik awal. ASN muda harus menjadi wajah baru birokrasi Lumajang yang melayani dengan sepenuh hati, bekerja dengan integritas dan hadir sebagai solusi,” tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224599</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Perkuat Desa Tangguh Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-tingkatkan-kesiapsiagaan-masyarakat-untuk-perkuat-desa-tangguh-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2025 07:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapsiagaan,]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218972</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana dengan memperkuat Program Desa Tangguh Bencana. Hingga tahun 2024, tercatat sudah ada 48 desa tangguh yang tersebar di berbagai wilayah, yang kesemuanya terdiri dari 33 desa kategori Pratama, 14 desa kategori Madya dan 1 desa kategori Utama. Kepala Pelaksana Badan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana dengan memperkuat Program Desa Tangguh Bencana. Hingga tahun 2024, tercatat sudah ada 48 desa tangguh yang tersebar di berbagai wilayah, yang kesemuanya terdiri dari 33 desa kategori Pratama, 14 desa kategori Madya dan 1 desa kategori Utama.</p>



<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas desa dalam menghadapi bencana terus dilakukan melalui berbagai langkah strategis. “Kami secara aktif memberikan pelatihan, simulasi bencana, serta membangun sistem komunikasi yang lebih responsif. Dengan adanya Desa Tangguh Bencana, kami berharap masyarakat semakin siap dan sigap menghadapi potensi ancaman bencana yang ada,” kata Patria, Selasa (04/02/2025) tadi.</p>



<p>Pemerintah desa juga telah mengembangkan sistem komunikasi berbasis digital, untuk mempercepat penyebaran informasi saat terjadi bencana. Dengan memanfaatkan media sosial, pesan berantai WhatsApp, serta berbagai kanal komunikasi lainnya, koordinasi penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Lumajang, Suhanto, mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam membangun ketahanan desa terhadap bencana. “Kami selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan desa dalam menghadapi bencana. Dengan jaringan komunikasi yang baik dan keterlibatan aktif masyarakat, kita bisa mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian materi,” ungkapnya.</p>



<p>Program Desa Tangguh Bencana sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa depan.</p>



<p>&#8220;Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat semakin mandiri dan tangguh dalam menghadapi setiap potensi bencana yang mungkin terjadi,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218972</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Edukasi Generasi Muda, LPBI NU Jombang Gelar Jambore Santri Tangguh Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/edukasi-generasi-muda-lpbi-nu-jombang-gelar-jambore-santri-tangguh-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 05:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jambore]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218862</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Jombang menggelar Jambore Santri Tangguh Bencana (Jamsena) dalam rangka Peringatan Harlah Nahdatul Ulama yang ke-102, Sabtu (01/02/2025) tadi. Kegiatan yang berlangsung di Pusduklatpur Brimob Polda Jatim, itu dibuka Ketua LPBI NU Kabupaten Jombang, Khoirul Hasyim dan dihadiri Plt Kepala Pelaksana BPBD [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Jombang menggelar Jambore Santri Tangguh Bencana (Jamsena) dalam rangka Peringatan Harlah Nahdatul Ulama yang ke-102, Sabtu (01/02/2025) tadi. Kegiatan yang berlangsung di Pusduklatpur Brimob Polda Jatim, itu dibuka Ketua LPBI NU Kabupaten Jombang, Khoirul Hasyim dan dihadiri Plt Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Filepe Dias Quintas, Wakil Ketua PC NU, Kyai Muhyidin, Ketua PC Ansor, Taufiqi Fakkarudin Assilahi, Ketua MWC NU Bareng Kyai Khoirul Anam serta seluruh siswa SMA/SMK/MA se Kabupaten Jombang.</p>



<p>Ketua LPBI NU Kabupaten Jombang, Khoirul Hasyim, menyampaikan bahwa pelaksanaan Jamsena berlangsung selama dua hari yaitu pada 31 Januari hingga 1 Februari 2025. Tujuan pelaksanaan ini, untuk memperkenalkan hal-hal yang berkaitan dengan kebencanaan dan keselamatan diri pada saat bencana serta pemertahanan lingkungan atas perubahan iklim yang terjadi kepada generasi muda di usia SMA/SMK/MA.</p>



<p>“Rangkaian acara yang dilaksanakan dalam Jamsena ini, yakni kesehatan lapangan, tinjauan medis dalam situasi darurat kebencanaan, pengetahuan dapur umum, praktikum asesment air, serta pemanfaatan air hujan,” katanya.</p>



<p>Hasyim menambahkan, jika pelaksanaan Jamsena juga menggandeng BPBD dalam rangka mengenalkan tentang bencana kebakaran dan mitigasi bencana alam. Selain itu, Jamsena juga melibatkan praktisi tenaga ahli di bidang kesehatan untuk memberikan materi tentang penanganan tindak kesehatan dan juga pasca bencana kepada korban bencana.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara dalam pelaksanaan, juga diberikan praktek tentang pengelolaan residu atau mengelola sampah. “Pada akhir kegiatan, para peserta Jamsena melakukan deklarasi santri tangguh, di mana nantinya seluruh peserta akan tergabung dalam sebuah komunitas peduli lingkungan dan peduli bencana. Manakala ada kedaruratan kebencanaan, para santri-santri ini mampu untuk menjadi penyelamat bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.</p>



<p>Hasyim juga berpesan kepada para peserta, agar selalu peduli dengan keadaan lingkungan dan peduli dengan alam. Sehingga upaya pelestarian alam, upaya pelestarian sumber daya air dan upaya untuk mengurangi pencemaran akibat residu atau sampah, bisa diminimalisir.&nbsp;</p>



<p>“Jamsena ini merupakan kegiatan awal, karena setelahnya kami akan memfollow up (menindaklanjuti) ke madrasah dengan membentuk Madrasah Tangguh Bencana. Sehingga, ketika ada bencana mereka sudah siap dan mampu untuk menanggulanginya,” ungkapnya.</p>



<p>Hasyim juga menyebutkan, dengan adanya Madrasah Tangguh Bencana, maka jika terjadi bencana alam atau tantangan-tantangan perubahan iklim, para santri-santri mampu menjadi pelopor utama yang akan menggerakkan bagaimana untuk menjaga iklim, mengelola sampah dan mengelola sumber daya air. Selain itu, peduli terhadap sesama dalam rangka membantu jika ada kejadian bencana alam. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Pasuruan Apresiasi Kesigapan Desa Tangguh Bencana dalam Merespon Dampak Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-pasuruan-apresiasi-kesigapan-desa-tangguh-bencana-dalam-merespon-dampak-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2025 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[kesigapan]]></category>
		<category><![CDATA[merespon]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218434</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengapresiasi desa-desa di Kabupaten Pasuruan,.yang tangguh saat bencana terjadi. Seperti banjir di wilayah Kecamatan Beji dan Gempol, yang terjadi sejak Rabu (15/01/2025) malam. Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, mengacungi jempol Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Pasuruan, yang siap melakukan langkah penting saat terjadinya bencana, salah satunya banjir. Dirinya pun membuktikan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengapresiasi desa-desa di Kabupaten Pasuruan,.yang tangguh saat bencana terjadi. Seperti banjir di wilayah Kecamatan Beji dan Gempol, yang terjadi sejak Rabu (15/01/2025) malam.</p>



<p>Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, mengacungi jempol Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Pasuruan, yang siap melakukan langkah penting saat terjadinya bencana, salah satunya banjir. Dirinya pun membuktikan, dengan salah satunya mengunjungi dapur umum di kedua balai desa tersebut.</p>



<p>Pantauan di lapangan, Pj Bupati Nurkholis tidak hanya meninjau, melainkan ikut nimbrung membantu membuat nasi bungkus bersama para ibu di Cangkring Malang dan Kedungringin. &#8220;Hormat saya untuk kekompakan warga dengan pemerintah desa dalam hal kebencanaan. Terima kasih sudah membantu pemerintah daerah dalam mendampingi warga saat bencana terjadi,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Pemerintah Desa Cangkringmalang dan Kedungringin, Kecamatan Beji, sigap membangun dapur umum untuk memasok kebutuhan pangan warga. Sejumlah warga, utamanya ibu rumah tangga di kedua desa tersebut, dikerahkan untuk membuat nasi bungkus dengan lauk tempe, tahu dan mie goreng. Jumlahnya pun lumayan banyak, sampai 2.000 bungkus persatu hari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Desa Cangkringmalang, Gufron, mengaku bahwa dapur umum dibangun di halaman Balai Desa setempat, sejak Kamis (16/01/2025) pagi. Menurutnya, dibangunnya dapur umum di Balai Desa untuk memudahkan distribusi nasi bungkus ke seluruh warga terdampak di 13 dusun.</p>



<p>&#8220;Ada sekitar 7500 KK terdampak di Desa Cangkringmalang yang membutuhkan bantuan kedaruratan. Makanya kami bangun dapur umum tadi pagi untuk kebutuhan warga juga,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Hal yang sama juga dilakukan Pemdes Kedungringin, para warga kompak membuat dapur umum, tepat di depan kediaman Kades Kedungringin, Rizky Wahyuni. Menurut Rizky, banjir mengepung Dusun Gersikan dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 60 centimeter.</p>



<p>Untuk membantu warga, dapur umum telah didirikan sejak pagi, dan ribuan nasi bungkus sudah disalurkan ke warga terdampak. &#8220;Kami buat dapur umum untuk kebutuhan warga. Ya nasi bungkus yang terpenting karena urusan perut. Yang lain menyusul seperti bantuan dari Pemkab Pasuruan, hari ini,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218434</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jebeng Thulik Banyuwangi 2024, Lahirkan Generasi Muda Banyuwangi Tangguh dan Berkualitas</title>
		<link>https://memontum.com/jebeng-thulik-banyuwangi-2024-lahirkan-generasi-muda-banyuwangi-tangguh-dan-berkualitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[jebeng]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[thulik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217362</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Maia Anggita Lintang dari Kecamatan Banyuwangi dan Ken Affila Syach Maulana dari Kecamatan Giri, terpilih menjadi pemenang pada gelaran Jebeng Thulik Banyuwangi 2024 yang digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu), Jumat (06/12/2024) malam. Keduanya, akan bertugas sebagai duta pembangunan Kabupaten Banyuwangi. Jebeng Maia merupakan siswi SMAN 1 Glagah dan Thulik Ken, mahasiswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Maia Anggita Lintang dari Kecamatan Banyuwangi dan Ken Affila Syach Maulana dari Kecamatan Giri, terpilih menjadi pemenang pada gelaran Jebeng Thulik Banyuwangi 2024 yang digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu), Jumat (06/12/2024) malam. Keduanya, akan bertugas sebagai duta pembangunan Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>Jebeng Maia merupakan siswi SMAN 1 Glagah dan Thulik Ken, mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi, sukses mengalahkan ratusan pendaftar lainnya. Keduanya dikukuhkan sebagai juara usai mengalahkan 10 pasang peserta lain yang juga lolos ke babak final setelah menjalani masa karantina.</p>



<p>&#8220;Selamat kepada pemenang Jebeng Thulik 2024. Semoga kalian bisa mengemban amanah dan mampu menjadi representasi anak-anak muda Banyuwangi yang tangguh dan berkualitas. Selamat juga untuk para finalis yang lain, karena kalian juga anak-anak hebat,&#8221; kata Bupati Banyuwangi,&nbsp; Ipuk Fiestiandani, yang hadir secara virtual tadi malam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Ipuk menyampaikan, gelaran kali ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi dalam mengajak generasi muda mempromosikan potensi yang ada di Banyuwangi. &#8220;Ini bagian dari upaya kami mengajak pemuda-pemudi untuk ikut berkontribusi memperkenalkan kekayaan, tidak hanya seni budaya dan pariwisata di Banyuwangi, namun juga berbagai capaian dan potensi ekonomi yang bisa dikembangkan,&#8221; katanya.</p>



<p>Turut hadir pada gelaran ini Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah, perwakilan Forpimda, serta jajaran OPD Kabupaten Banyuwangi. Acara pemilihan Duta Banyuwangi ini berlangsung meriah. Dihadiri ribuan penonton sekaligus suporter dari masing-masing kecamatan untuk memberikan semangat kepada perwakilannya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217362</post-id>	</item>
		<item>
		<title>24 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Ditetapkan sebagai Kecamatan Tangguh Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/24-kecamatan-di-kabupaten-pasuruan-ditetapkan-sebagai-kecamatan-tangguh-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2024 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[ditetapkan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213857</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) di Kabupaten Pasuruan, terus bertambah. Selain Kecamatan Winongan dan Rejoso, 22 kecamatan lain di Kabupaten Pasuruan, kini sudah ditetapkan sebagai Kecamatan Tangguh Bencana. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, melalui Kabid Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Sarinah Rostief, menjelaskan bahwa Kecamatan Winongan dan Rejoso [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) di Kabupaten Pasuruan, terus bertambah. Selain Kecamatan Winongan dan Rejoso, 22 kecamatan lain di Kabupaten Pasuruan, kini sudah ditetapkan sebagai Kecamatan Tangguh Bencana.</p>



<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, melalui Kabid Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Sarinah Rostief, menjelaskan bahwa Kecamatan Winongan dan Rejoso sudah lebih dulu menjadi Pilot Project Kencana. Bahkan, pertama kalinya di Indonesia, Kecamatan Winongan dan Rejoso mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus Lencana Pratama dari Kementerian Dalam Negeri.</p>



<p>&#8220;Sekarang Kecamatan Winongan dan Rejoso menjadi kecamatan yang pertama kalinya mendapatkan tanda kecakapan khusus Lencana Pratama dari Kemendagri, karena dianggap telah berhasil dalam mengoptimalkan penerapan standart pelayanan minimal (SPM) managemen kebencanaan,&#8221; kata Sarinah, Jumat (06/09/2024) tadi.</p>



<p>Nina-sapaan akrab Sarinan Rostief, menjelaskan bahwa Kencana didesain guna penguatan upaya penanggulangan bencana yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, melalui optimalisasi peran pemerintah di tingkat kecamatan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Konteks di lapangan, seorang camat sebagai perangkat daerah yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, memiliki peran yang sangat penting. Utamanya untuk memfasilitasi kecepatan SPM di wilayah yang dipimpinnya.</p>



<p>&#8220;Camat juga satu aktor kolaboratif yang memiliki peran strategis untuk memfasilitasi kecepatan SPM (Standar Pelayanan Minimal) di wilayahnya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Lebih lanjut Nina menegaskan, seorang camat punya mandat sesuai PP No.17 tentang Kecamatan. Yakni agar SPM di wilayahnya dapat berjalan optimal. Mulai dari sosialisasi, pelatihan dan kegiatan lain yang menjadikan warga di semua desa menjadi tangguh bencana.</p>



<p>&#8220;Dalam konteks ini, maka gerakan tangguh bencana harus didesain dan menjadi kerangka seluruh camat dalam beraktivitas membantu upaya penanggulangan bencana di tingkat kecamatan,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213857</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
