<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tanjakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tanjakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jun 2025 11:37:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tanjakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Masuki Hari Terakhir, Atlet Balap Sepeda Kejurnas 2025 Banyuwangi Hadapi Salah Satu Tanjakan Tersulit Asia</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-hari-terakhir-atlet-balap-sepeda-kejurnas-2025-banyuwangi-hadapi-salah-satu-tanjakan-tersulit-asia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[Kejurnas]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[tanjakan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[tersulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223495</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melepas keberangkatan para atlet balap sepeda yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2025, yang digelar di Banyuwangi, Senin (30/06/2025) tadi. Gelaran yang memasuki hari terakhir itu, memperlombakan men elite dan women elite nomor Individual Road Race (IRR). Dalam perlombaan terakhir ini, para pembalap adu cepat di track salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melepas keberangkatan para atlet balap sepeda yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2025, yang digelar di Banyuwangi, Senin (30/06/2025) tadi. Gelaran yang memasuki hari terakhir itu, memperlombakan men elite dan women elite nomor Individual Road Race (IRR).</p>



<p>Dalam perlombaan terakhir ini, para pembalap adu cepat di track salah satu tersulit di Asia yakni Pegunungan Ijen.</p>



<p>Di laga pamungkas ini, para pembalap start di depan Kantor Bupati Banyuwangi dengan garis akhir di Paltuding, atau kaki Gunung Ijen, yang menempuh jarak 175 kilometer. Lintasan kali ini, disebut sebagai salah satu yang paling berat.</p>



<p>Bahkan, tidak hanya karena panjangnya rute. Namun, para cyclist juga harus menghadapi medan ekstrem menuju Paltuding yang dijuluki jalur neraka King of Mountain (KOM).</p>



<p>Tanjakan menuju Paltuding sendiri, beberapa titiknya memiliki gradien kemiringan hingga 23 persen. Para rider memerlukan kekuatan ekstra untuk menaklukkan tanjakan yang dikenal salah satu tersulit di Asia tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wakil Ketua Harian PB ISSI, Jadi Rajagukguk, mengatakan Banyuwangi dipilih karena sudah berpengalaman menggelar kejuaraan. Lebih lagi, pemerintah dan masyarakatnya sangat mendukung.</p>



<p>Ajang ini, tambahnya, merupakan rangkaian seleksi para atlet balap sepeda potensial Indonesia untuk disiapkan menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olympic. “Banyuwangi kami pilih karena infrastrukturnya lengkap, jalurnya berkualitas dan masyarakatnya sudah terbiasa dengan event olahraga skala besar,” ungkapnya saat hadir di Banyuwangi.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PB ISSI karena memilih Banyuwangi sebagai tuan rumah. Menurutnya, event ini membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Banyuwangi.</p>



<p>“Event ini meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Banyuwangi. Hotel dan penginapan kami penuh, UMKM hidup dan masyarakat ikut merasakan dampaknya,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Selain itu, dirinya juga menyebut bahwa Ijen sudah menjadi ikon nasional. Dirinya juga berharap, event kejuaraan semacam ini bisa terus berkelanjutan dan melengkapi serangkaian agenda balap sepeda yang digelar tahun ini di Banyuwangi.</p>



<p>“Mudah-mudahan event ini terus berkelanjutan dan melengkapi yang sudah ada. Seperti Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) yang masuk dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI) Asia,” ujarnya.</p>



<p>Kejurnas 2025 di Banyuwangi sendiri, digelar selama empat hari, atau sejak Jumat hingga Senin (30/06/2025) tadi. Ajang ini, merupakan agenda rutin PB ISSI tiap tahun dan masuk agenda UCI. Kejurnas tahun ini diikuti sekitar 251 pembalap dari 23 provinsi. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223495</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanjakan SMPN 1 Klakah Kembali Makan Korban Pembegalan, Bapak-Anak Harus Relakan Motor</title>
		<link>https://memontum.com/tanjakan-smpn-1-klakah-kembali-makan-korban-pembegalan-bapak-anak-harus-relakan-motor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[bapak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Klakah]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[pembegalan]]></category>
		<category><![CDATA[relakan]]></category>
		<category><![CDATA[tanjakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214836</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Untuk ketiga kalinya, kawanan pelaku begal melakukan aksinya di tanjakan SMPN 1 Klakah (sebutan, red), Kabupaten Lumajang. Kali ini korbannya adalah seorang laki-laki bersama anaknya. Kejadian sendiri, berlangsung Senin (30/09/2024) sekitar pukul 05.00. Menurut Mbok Seh, warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP), mengatakan bahwa dirinya mengetahui dugaan aksi itu saat bertemu dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Untuk ketiga kalinya, kawanan pelaku begal melakukan aksinya di tanjakan SMPN 1 Klakah (sebutan, red), Kabupaten Lumajang. Kali ini korbannya adalah seorang laki-laki bersama anaknya. Kejadian sendiri, berlangsung Senin (30/09/2024) sekitar pukul 05.00.</p>



<p>Menurut Mbok Seh, warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP), mengatakan bahwa dirinya mengetahui dugaan aksi itu saat bertemu dengan korban. Kalau itu, dirinya yang hendak ke pasar, bertemu dengan korban bersama anaknya, dengan kondisi menenteng helm dan berjalan kaki. Sementara kaki korban, itu juga mengalami luka.</p>



<p>&#8220;Saat saya mau ke pasar untuk jualan, saya bertemu dengan mereka (korban, red). Korban seorang bapak bersama anak laki-lakinya. Pagi itu, mereka berjalan dengan menenteng helm dengan luka di kakinya. Saat ditanya, mereka mengaku habis dibegal di tanjakan SMPN 1 Klakah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Karena korban juga mengalami luka (kaki, red), ujar Mbok Seh, dirinya enggan memperpanjang pembicaraan. Sebaliknya, hanya melemparkan pertanyaan kepada korban, mengenai identitas dan tujuan perjalanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saat saya tanya, katanya dari Surabaya mau pulang ke Tanggul-Jember. Cuma saya tidak sempat tanya, seperti bagaimana kejadian atau motor apa yang berhasil dibawa kabur pelaku begal,&#8221; ungkap Mbok Seh kepada Memontum.com.</p>



<p>Kanitreskrim Polsek Klakah Polres Lumajang, Aipda Lukas, ketika dikonfirmasi terkait aksi pembegalan ini, apakah korban sudah melapor ke Polsek Klakah atau belum? Pihaknya meminta agar Memontum.com menghubungi petugas jaga.</p>



<p>&#8220;Monggo konfirmasi kepada petugas jaga. Siapa tau sudah melaporkan ke Polsek,&#8221; terang Kanit Reskrim via telepon WhatsApp.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa sebelumnya di lokasi sama juga terjadi aksi serupa. Adapun korbannya, warga Maron Probolinggo, yang dibegal di tanjakan SMPN 1 Klakah. Bahkan beberapa hari kemudian, seorang anggota Polres Probolinggo, warga Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, juga menjadi korban pembegalan di tanjakan SMPN 1 Klakah. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214836</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Taklukan &#8216;Tanjakan Neraka&#8217;, Merhawi Kudus Raih Juara Umum Tour de Banyuwangi Ijen 2024</title>
		<link>https://memontum.com/taklukan-tanjakan-neraka-merhawi-kudus-raih-juara-umum-tour-de-banyuwangi-ijen-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2024 11:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[merhawi]]></category>
		<category><![CDATA[neraka’]]></category>
		<category><![CDATA[taklukan]]></category>
		<category><![CDATA[tanjakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212296</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pembalap dunia yang tampil di Grand Tour, Merhawi Kudus, keluar sebagai juara umum Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2024, setelah berhasil menaklukkan &#8216;Tanjakan Neraka&#8217; atau King of Mountain (KoM). Grand Tour merupakan ajang balap sepeda paling bergengsi dan bersejarah di dunia. Terdapat tiga kompetisi balap sepeda yang merupakan Grand Tour, yakni Tour [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pembalap dunia yang tampil di Grand Tour, Merhawi Kudus, keluar sebagai juara umum Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2024, setelah berhasil menaklukkan &#8216;Tanjakan Neraka&#8217; atau King of Mountain (KoM). Grand Tour merupakan ajang balap sepeda paling bergengsi dan bersejarah di dunia. Terdapat tiga kompetisi balap sepeda yang merupakan Grand Tour, yakni Tour de France (Perancis), Giro d&#8217;Italia (Italia) dan Vuelta a Españam (Spanyol).</p>



<p>Merhawi Kudus yang kini bergabung dengan Tim Trengganu Malaysia, pernah tampil di Giro d&#8217;Italia 2022, La Vuelta a Espana 2020 dan 2022. Pembalap berkebangsaan Eritrea tersebut, berhasil menjadi juara umum TdBI usai menaklukkan Etape 4 atau etape terakhir, dengan start di Boom Marina dan finish di Paltuding Gunung Ijen, Kamis (25/07/2024) tadi.</p>



<p>Hasil ini, membuat Kudus berhak atas Ijen Sulfur Jersey (Yellow Jersey) atau pemimpin balapan. Tidak hanya itu, Kudus juga meraih Rebound Jersey (Polkadot Jersey) atau Raja Tanjakan. Untuk G land Jersey (Green Jersey) atau best sprinter, diraih oleh Laas Martin dari Fereiquick Panda Podium Mongolia Team.</p>



<p>Lass Martin juga merupakan pembalap yang tampil di Grand Tour, La Vuelta Ciclista a España 2021. Sementara Gandrung Jersey (Red and White Jersey) atau pembalap Indonesia terbaik, diraih oleh Muh Imam Arifin dari Tim Nusantara.</p>



<p>Jalannya balapan di Etape 4 sendiri, berlangsung sengit. Tipisnya poin dan catatan waktu, membuat para pembalap berusaha untuk memimpin. Akhirnya, Kudus berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4 jam 34 menit 56 detik.</p>



<p>Di peringkat II, ada rekan setimnya yang juga dari Trengganu, Mikel Eyob dengan waktu 4 jam 36 menit 9 detik. Sementara Prades Reverte Benjami dari VC Fukuoka (Jepang), berada di posisi III dengan 4 jam 37 menit 9 detik.</p>



<p>Kudus mengatakan, bahwa dirinya memiliki ekspektasi tinggi terhadap tanjakan Gunung Ijen dan telah mempelajari kondisi serta kesulitan jalur tanjakan yang masuk kategori Hors Categorie tersebut. &#8220;Saya punya ekspektasi tinggi dengan track Ijen. Ini pertama kalinya saya ke Banyuwangi. Saya juga belajar banyak dari para cyclist yang lebih dahulu pernah merasakan Ijen, untuk mengetahui kesulitannya. Jika diukur skala 1 sampai 10, Ijen memiliki nilai 9,&#8221; kata Kudus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengatakan, bahwa hasil ini sesuai dengan strategi timnya. Timnya berusaha untuk selalu berada di peloton hingga di King of Mountain (KoM) terakhir yakni di km 162 Gunung Rante, Ijen. Di 6 kilometer akhir menuju finish, dirinya melakukan break away dan berhasil menyusul Adne Van Engelen asal Rojai Insurance Thailand yang sebelumnya memimpin.</p>



<p>&#8220;Ketinggian 2000-an mdpl merupakan posisi ternyaman saya untuk menyusul. Saya melihat Adne akselerasi di awal, tetapi menuju 6 kilometer menjelang finish, saya coba menyusul dan berhasil,&#8221; ujar Kudus.</p>



<p>Kudus mengakui, 4 etape di Ijen adalah race yang berat. Namun dukungan masyarakat Banyuwangi, membuatnya terus bersemangat untuk memberikan yang terbaik.</p>



<p>&#8220;Spektakuler. Bahkan sedari Etape 1, saya dapat dukungan yang luar biasa,&#8221; terangnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>



<p>Result Etape 4 Tour de Banyuwangi Ijen (TDBI) 2024</p>



<p>Individual General Classification By Time (Ijen Sulfur Jersey).</p>



<p>1. 5 Kudus Merhawi Terengganu Cycling Team 14:31:06</p>



<p>2. 4 Eyob Metkel Terengganu Cycling Team 14:31:15</p>



<p>3. 772 Prades Reverte Benjamin VC Fukuoka 14:33:25</p>



<p>Best Indonesia Rider (Gandrung Jersey).</p>



<p>1. 115 Arifin Muh. Imam Tim Nusantara 14:39:54</p>



<p>2. 172 Soleh Abdul BRCC 14:40:03</p>



<p>3. 111 Maulana Astnan Nusantara 14:41:17</p>



<p>Best Sprinter Classification (G land Jersey).</p>



<p>1. 83 Laas Martin Fereiquick Panda Podium Mongolia Team 32;poin</p>



<p>2. 23 Cavanagh Ryan Kinan Racing Team 27 poin</p>



<p>3. 42 Campbell Max Ccache xPark Up 26 poin</p>



<p>Best Climbers Classification &#8211; KoM (Rebound Jersey/Polkadot).</p>



<p>1. 5 Kudus Merhawi Terengganu Cycling Team 31 poin</p>



<p>2. 4 Eyob Metkel Terengganu Cycling Team 21 poin</p>



<p>3. 772 Prades Reverte Benjamin VC Fukuoka 18 poin</p>



<p>Team General Classification.</p>



<p>1. Trengganu Cycling Team</p>



<p>2. Banyuwangi Road Cycling Team</p>



<p>3. Pontianak Wijaya Racing Team</p>



<p>Best Indonesian Team.</p>



<p>1. Nusantara</p>



<p>2. Banyuwangi Road Cycling Team</p>



<p>3. DR.J Cycling Team</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212296</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Etape Terakhir Tour de Banyuwangi Ijen, Pembalap Dihadapkan Track Tersulit Seasia &#8216;Tanjakan Neraka&#8217;</title>
		<link>https://memontum.com/etape-terakhir-tour-de-banyuwangi-ijen-pembalap-dihadapkan-track-tersulit-seasia-tanjakan-neraka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dihadapkan]]></category>
		<category><![CDATA[neraka’]]></category>
		<category><![CDATA[Pembalap]]></category>
		<category><![CDATA[seasia]]></category>
		<category><![CDATA[tanjakan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[tersulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212242</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen memasuki etape terakhir, Kamis (25/07/2024) tadi. Kali ini, pembalap harus bisa menaklukan jalur neraka King of Mountain (KoM) yang merupakan tersulit di Asia, yakni Gunung Ijen. &#8220;Track ke Gunung Ijen menjadi salah satu yang paling menantang dan paling sulit di Asia. Bahkan, banyak pembalap dari berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen memasuki etape terakhir, Kamis (25/07/2024) tadi. Kali ini, pembalap harus bisa menaklukan jalur neraka King of Mountain (KoM) yang merupakan tersulit di Asia, yakni Gunung Ijen.</p>



<p>&#8220;Track ke Gunung Ijen menjadi salah satu yang paling menantang dan paling sulit di Asia. Bahkan, banyak pembalap dari berbagai negara datang untuk menaklukkan Ijen,&#8221; kata Race Director ITdBI, Jamaludin Mahmud.</p>



<p>Berdasarkan pengalaman dari delapan gelaran Tour de Banyuwangi Ijen, banyak pembalap yang rontok saat melalui lintasan Gunung Ijen. Karena itu, pembalap yang berhasil menjadi yang tercepat di etape ini, hampir pasti keluar sebagai juara Tour de Banyuwangi Ijen.</p>



<p>Etape 4 ini memiliki jarak lintasan 167,8 kilometer (km) dengan mengambil titik start di Pantai Marina Boom dan finish di Paltuding Gunung Ijen. Rute ini didominasi dengan tanjakan naik-turun. Jalur flat relatif minim jika dibandingkan tiga etape sebelumnya.</p>



<p>Usai lepas dari titik start, para rider bakal melewati jalur mendatar di kilometer awal. Setelahnya, mereka bakal diuji dengan tanjakan awal di KoM 13 Pesucen di Kecamatan Giri.</p>



<p>Berikutnya, pembalap kembali melintasi jalur datar dengan tiga titik sprint, yakni di KM 61,4 RTH Maron Genteng, KM 87,5 Jajag, dan KM 128,1 Pakis. Para pembalap sprinter harus memanfaatkan momentum di rute-rute ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelahnya, para rider harus mulai menyiapkan diri di jalur tanjakan. Sebab masih ada dua titik KoM yang ekstrem di sisa jalur menuju finish. KoM kedua berada di KM 144,9 Kalibendo. Sementara KOM terakhir di KM 162 Gunung Rante, Ijen.</p>



<p>KoM terakhir ini merupakan &#8216;Tanjakan neraka&#8217; bagi para pembalap. Tanjakan ini memiliki tipe hors cateforie (HC). Ini merupakan tanjakan terberat se-Asia dalam ajang balap sepeda dunia dengan kondisi jalur curam dan menantang.</p>



<p>&#8220;Etape ini merupakan pembuktian raja tanjakan karena rutenya didominasi tanjakan yang cukup berat, sehingga membutuhkan tanjakan ekstra untuk menaklukkan etape ini,&#8221; kata Chairman TdBI, Guntur Priambodo.</p>



<p>Rute ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi para climber yang ikut serta dalam Tour de Banyuwangi Ijen seperti Mehrawi Kudus (Terengganu Cycling Team Malaysia), Thomas Lebas (Kinan Cycling Team), dan Adne van Engelen (Roojai Insurance Cycling Thailand).</p>



<p>Tidak kalah juga, climber Indonesia seperti Muh Imam Arifin (Nusantara), Abdul Sholeh (BRCC) dan Jamalidin Novardianto (Dr J).</p>



<p>Bagi Imam Arifin, etape ini sekaligus kesempatan untuk mempertahankan posisi di klasemen tertinggi. Tapi, pembalap-pembalap lain punya kans besar untuk mendaki rute di kaki Gunung Ijen dengan lebih cepat.</p>



<p>Pemenang etape tiga Tour de Banyuwangi Ijen Oskar Ferei Nisu dari Quick Panda Podium Mongolia Team bahkan menganggap tanjakan di etape terakhir sebagai sesuatu yang bakal sulit ditaklukan. &#8220;Sepertinya akan berat. Saya sudah mendapat informasi dari beberapa pembalap, bahwa etape ini merupakan yang terberat dengan tanjakan-tanjakan ekstrem,&#8221; katanya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212242</post-id>	</item>
		<item>
		<title>520 Pesepeda Kediri Dholo KOM 2024 Siap Taklukan Kelok 9 dan Tanjakan Gigi 1</title>
		<link>https://memontum.com/520-pesepeda-kediri-dholo-kom-2024-siap-taklukan-kelok-9-dan-tanjakan-gigi-1</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[pesepeda]]></category>
		<category><![CDATA[taklukan]]></category>
		<category><![CDATA[tanjakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211923</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Sebanyak 520 peserta Kediri Dholo KOM 2024 sudah hadir dan siap mengikuti event olah raga bersepeda terbesar di Kediri. Event ini, akan mengambil start di Monumen Simpang Lima Gumul dan finish di Parkir Area Wisata Air Terjun Dholo, Kecamatan Mojo, Minggu (14/07/2024) pagi. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, Nur Miftahul Fuad, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Sebanyak 520 peserta Kediri Dholo KOM 2024 sudah hadir dan siap mengikuti event olah raga bersepeda terbesar di Kediri. Event ini, akan mengambil start di Monumen Simpang Lima Gumul dan finish di Parkir Area Wisata Air Terjun Dholo, Kecamatan Mojo, Minggu (14/07/2024) pagi.</p>



<p>Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, Nur Miftahul Fuad, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sport tourism yang memadukan olah raga dan wisata. Sehingga, wisata Kabupaten Kediri tidak hanya level nasional namun juga Internasional.</p>



<p>&#8220;Terbukti dari 520 cyclist, ada dari delapan negara mancanegara ikut berpartisipasi. Mereka sangat penasaran dan siap menaklukan Kediri Dholo KOM, dimana terkenal dengan Kelok 9 dan tanjakan gigi 1 yang hanya ada dua lokasi di dunia. Yakni, di San Fransisco dan Kediri Indonesia,&#8221; terangnya dalam Konferensi Pers, Sabtu (13/07/2024) tadi.</p>



<p>Sementara itu, salah satu peserta dari komunitas cyclist Kopi Durian, Pulung Agustanto, mengungkapkan acara ini memiliki multi efek luar biasa. Tidak hanya ekonomi, namun juga menggairahkan bagi anak muda yang berpotensi menjadi atlit.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Faktanya beberapa atlit berasal dari Kediri. Sehingga dengan gelaran ini bisa menjadi wahana kompetisi dan capaian prestasi atlit muda,&#8221; ungkap Pulung, yang juga anggota DPR terpilih.</p>



<p>Pulung menambahkan, bahwa dirinya bersama 10 cyclist dari Jakarta, secara spesial hadir untuk mengikuti acara ini. Dirinya mengaku salut dengan kesiapan acara yang digelar dengan sangat profesional dan merasa seperti mengikuti event sepeda di luar negeri</p>



<p>&#8220;Kita wajib bangga, walaupun eventnya di Kediri, namun pelaksanannya sangat profesional sekali. Sudah mencapai mendekati level penyelenggaraan Internasional,&#8221; tambah Pulung.</p>



<p>Panitia Kediri Dholo KOM, Donny Rahardian, menjelaskan ini adalah event keempat yang merupakan bagian dari trilogi east java. Antusias peserta dari tahun ke tahun terus bertumbuh.</p>



<p>&#8220;Tahun lalu 400 cyclist dan tahun ini menjadi 520 cyclist. Bahkan,.tahun ini menjadi spesial karena Menseskab, Pramono Anung, mengkonfirmasi ikut menjadi Road Captain bersama Azrul Ananda,&#8221; terang Donny. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211923</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sering Makan Korban, Tanjakan Jurang Susuh Kota Batu Akan Dipasang Guard Rail dan Warning LED</title>
		<link>https://memontum.com/sering-makan-korban-tanjakan-jurang-susuh-kota-batu-akan-dipasang-guard-rail-dan-warning-led</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[akan]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[dipasang]]></category>
		<category><![CDATA[guard]]></category>
		<category><![CDATA[jurang]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[rail]]></category>
		<category><![CDATA[sering]]></category>
		<category><![CDATA[susuh]]></category>
		<category><![CDATA[tanjakan]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192742</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Tanjakan Jurang Susuh di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, akan dipasang guard rail atau pagar pengaman jalan. Ini dikarenakan, jalur penghubung antara Kota Batu dan Kabupaten Malang, itu sering menyebabkan terjadinya kecelakaan dan yang terakhir adalah seperti truk yang terperosok ke jurang. Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Chilman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Tanjakan Jurang Susuh di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, akan dipasang guard rail atau pagar pengaman jalan. Ini dikarenakan, jalur penghubung antara Kota Batu dan Kabupaten Malang, itu sering menyebabkan terjadinya kecelakaan dan yang terakhir adalah seperti truk yang terperosok ke jurang.</p>



<p>Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Chilman Suaidi, mengatakan bahwa selama ini di lokasi sering terjadi kecelakaan. Sebagai langkah antisipasi musibah nyawa, maka akan diberikan pengaman.</p>



<p>&#8220;Untuk melindungi kendaraan besar supaya tidak terperosok di jurang saat terjadinya kecelakaan di Jurang Susuh, maka akan kami pasang guard rail. Tentunya, bertujuan untuk meminimalisir kecelakaan atau korban nyawa,&#8221; terangnya, Jumat (07/07/2023) sore.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk pemasangan guard rail tersebut, ujarnya, Dishub Kota Batu juga harus bekerjasama dengan Kabupaten Malang. Mengingat, Jurang Susuh adalah wilayah perbatasan antara Kota Batu dan Kabupaten Malang, yang selama ini menjadi jalan alternatif pengendara luar kota bila terjadi kemacetan di Jalur Pendem menuju Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Kalau di lihat, di sisi timur adalah wilayah Kabupaten Malang. Jadi, untuk pemasangan sarana prasarana di Jurang Susuh, harus bekerjasama dengan Kabupaten Malang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, nantinya juga akan dipasang tambahan rambu-rambu yang sifatnya peringatan seperti warning LED dan bila diperlukan juga dipasang dua sampai tiga titik CCTV. &#8220;Memang sampai saat ini, itu masih belum ada komunikasi dengan pihak Kabupaten Malang, secara intens. Tetapi, kami berupaya melengkapi sarana prasarana untuk meminimalisir kecelakaan di jalur tanjakan itu. Untuk anggaran, di sini masih tahap usulan. Tentunya juga belum bisa dipastikan kapan pelaksanaannya. Tapi, yang jelas kami upayakan secepatnya,&#8221; ujarnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192742</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
