<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tanpa ijin &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tanpa-ijin/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Sep 2018 14:59:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tanpa ijin &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Masuk Rumah dan Pasang Banner Tanpa Ijin, Istri Tua Terancam Diperkarakan</title>
		<link>https://memontum.com/masuk-rumah-dan-pasang-banner-tanpa-ijin-istri-tua-terancam-diperkarakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2018 14:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[sengketa]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa ijin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/57653-masuk-rumah-dan-pasang-banner-tanpa-ijin-istri-tua-terancam-diperkarakan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; H Abdul Qodir (53) warga Jl Kyai Parseh Jaya, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, melalui Taufiqurrahman SH M Hum, kuasa hukumnya bakal melaporkan Hj Noer Abidah (60), istri tuanya. Hal itu seperti yang dikatakan Taufiqurrahman pada, Kamis (27/9/2018) siang. Yakni terkait memasuki rumah tanpa ijin dan memasang Banner &#8221; Rumah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; H Abdul  Qodir  (53) warga Jl Kyai Parseh Jaya, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, melalui Taufiqurrahman SH M Hum, kuasa hukumnya bakal melaporkan Hj Noer Abidah (60), istri tuanya.  Hal itu seperti yang dikatakan Taufiqurrahman pada, Kamis (27/9/2018) siang. </p>
<p>Yakni terkait memasuki rumah tanpa ijin dan memasang Banner &#8221; Rumah ini dalam sengketa Hj Noer Abidah melawan Abd Qodir di Pengadilan Agama&#8221;, pada 13 September 2018. Dalam banner tersebut tertulis nomer perkara namun kondisinya tercoret warna hitam hingga tidak bisa terbaca. Rumah yang dipasang Banner tersebut berada di kawasan Dusun Tambaksari, Desa Tambaksari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. </p>
<p>Diceritakan oleh Taufiqurrahman bahwa H Qodir dan Hj Abidah sebelumnya suami istri. Keduanya pisah ranjang selama 6 tahun namun maaih serumah di Jl Ky Parseh Jaya. Pada 16 April 2018, majelis hakim pengadilan agama telah memutus perceraian keduanya. Namun Hj Abidah banding,&#8221; ujar Taufiqurrahman. Qodir sendiri memiliki tanah di Dusun Tambaksari.  &#8221; Tanah tersebut milik H Qodir, bukan harta gono gini. </p>
<p>Dikarenakan mereka sudah pisah ranjang selama 6 tahun dan mencari nafkah sendiri-sendiri. Dari pernikahan itu mereka juga tidak dikarunia anak. Pada Maret 2018, H Qodir membangun tanahnya di Tambaksari. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan Hj Abidah,&#8221; ujar Taufiqurrahman.</p>
<p>Beberapa bulan lalu, Qodir dilaporkan terkait penganiayaan oleh Abidah ke Polres Malang Kota. Saat ini masih persidangan di PN Malang dan H Qodir di tahan di LP Lowokwaru. </p>
<p>&#8221; Kalau masalah itu bukan saya yang menangani. Saya hanya fokus dalam pengurusan rumah di Tambaksari,&#8221; ujar Taufiqurraman.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">57653</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kaffe Akalpa Digeledah Polisi, Ketahuan Jual Miras Tanpa Ijin</title>
		<link>https://memontum.com/kaffe-akalpa-digeledah-polisi-ketahuan-jual-miras-tanpa-ijin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jan 2018 09:37:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Miras]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa ijin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/19575-kaffe-akalpa-digeledah-polisi-ketahuan-jual-miras-tanpa-ijin</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Kaffe Akalpa di Jl Raya Dieng, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (14/1/2018) sekitar pukul 00.30, digeledah petugas Polsekta Sukun. Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta langsung memimpin pengeledayan tersebut. Sebab sebelumnya ada laporan bahwa Kafe yang dikelola oleh Fazella Mardipa Bramanta (28) warga Jl Taman Borobudur, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Kaffe Akalpa di Jl Raya Dieng, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (14/1/2018) sekitar pukul 00.30, digeledah petugas Polsekta Sukun. Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta langsung memimpin pengeledayan tersebut. Sebab sebelumnya ada laporan bahwa Kafe yang dikelola oleh  Fazella Mardipa Bramanta (28) warga Jl  Taman Borobudur, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, telah menjual miras tanpa ijin.</p>
<p>Dari penggerebekan itu petugas berhasil menyita miras 3 dus anggur merah cap orang tua, 8 botol miras merk Chumrum, 6 botol Vodka iceland,  2 botol geldbey,1 boyol countreau, 1 botol jogger meilter, 1 botol plaga chabernet, 1 botol acchadenia dan 1 botol khalua.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180114-WA0085-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-19576" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180114-WA0085-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180114-WA0085-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180114-WA0085-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180114-WA0085-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Informasi Memontum menyebutkan, bahwa sebelumnya petugas Polsekta Sukun mendapat laporan kalau kafe tersebut jual miras dan kerap terluhat digunakan untuk mabuk-mabukan. Atas laporan itu petugas Polsejta Sukun yang langsung dipimping Kompo Anang Tri Hananta langsunh melakukan pengeledahan.</p>
<p>Perugas melakukan penggeledahan di beberapa ruang hingga menemukan miras yang dijual di Kafe Akalpa. Miras miras itu kemudian siita oleh petugas. Tentunya karena telah menjual miras, pengelola kafe dikenakan Tipiring (Tindak pidana ringan).<br />
Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan razia supaya tidak ada lagi peredaran miras di Kawasan Sukun.</p>
<p>&#8220;Kami melakukan pengeledahan di kafe tersebut. Pemiliknya jami kenakan sanksi Tipiring agar tidak lagi mengulangi perbuatannya,&#8221; ujar Kompol Anang. <strong>(gie/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19575</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
