<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Teatrikal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/teatrikal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Oct 2023 13:51:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Teatrikal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringatan Sumpah Pemuda di Kota Probolinggo juga Suguhkan Teatrikal Perjuangan Pemuda</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-sumpah-pemuda-di-kota-probolinggo-juga-suguhkan-teatrikal-perjuangan-pemuda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Oct 2023 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[sumpah]]></category>
		<category><![CDATA[Teatrikal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200616</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pemerintah Kota Probolinggo menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-95, dengan tema &#8216;Bersama Majukan Indonesia&#8217;. Upacara yang diukuti oleh perwakilan pegawai di lingkungan Pemkot serta pelajar dari tingkat SMP dan SMA, dilaksanakan di Halaman Kantor Wali Kota Probolinggo, Sabtu (28/10/2023) tadi. Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup), Asisten Administrasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Pemerintah Kota Probolinggo menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-95, dengan tema &#8216;Bersama Majukan Indonesia&#8217;. Upacara yang diukuti oleh perwakilan pegawai di lingkungan Pemkot serta pelajar dari tingkat SMP dan SMA, dilaksanakan di Halaman Kantor Wali Kota Probolinggo, Sabtu (28/10/2023) tadi.</p>



<p>Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup), Asisten Administrasi Umum, Retno Fadjar Winarti, hadir mewakili Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin. Dalam kesempatan itu, dirinya menyampaikan dalam amanatnya bahwa sejarah Sumpah Pemuda merupakan tonggak awal persatuan pemuda Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan. &#8220;Ikrar sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa dimotori oleh para pemuda dari berbagai suku, budaya, agama dan daerah, yang 17 tahun kemudian melahirkan kemerdekaan bangsa Indonesia,&#8221; katanya.</p>



<p>Masih menurut Retno, adanya sumpah pemuda juga telah menjadi bukti bahwa perbedaan latar belakang suku, agama dan ras yang ada di Indonesia bisa disatukan sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.</p>



<p>&#8220;Peristiwa sejarah sumpah pemuda ini telah mengajarkan nilai-nilai persatuan bangsa. Sumpah pemuda membuktikan bahwa perbedaan Bangsa Indonesia sebenarnya dapat disatukan menjadi penjelmaan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diketahui upacara peringatan HSP ini juga sekaligus memperingati Hari Jadi ke-78 Provinsi Jawa Timur. Menyambung hal tersebut, Asisten Retno berpesan kepada peserta upacara agar selalu bekerja dan berusaha dalam mewujudkan mimpi. Seperti motto Provinsi Jawa Timur Jer Basuki Mawa Beya.</p>



<p>&#8220;Jer Basuki Mawa Beya, sebuah pepatah Jawa Timur yang bermakna sudah seharusnya setiap keberhasilan, kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup berawal dari pengorbanan, kerja keras dan upaya yang kita perjuangkan bersama untuk meraihnya,&#8221; jelas Retno yang dulu pernah berdinas di Inspektorat Kota Probolinggo itu.</p>



<p>Dalam peringatan yang digelar tersebut, ada pemandangan menarik. Yaitu, sebuah penampilan teatrikal persembahan dari Sanggar Gembok Kota Probolinggo. Mengambil latar waktu 1947, diceritakan ulang sebuah peristiwa perjuangan pemuda-pemudi Kota Probolinggo kala itu. Mereka mengusir kedatangan kembali penjajah Belanda, yang tidak terima dengan kemerdekaan Negara Indonesia. Hal tersebut, diceritakan oleh Ketua Sanggar Teater Gembok, Muhamad Suharis.</p>



<p>&#8220;Soal penembakan di Gotong Royong, waktu itu Belanda balik tahun 1947 setelah proklamasi. Lewat Situbondo langsung ke Probolinggo, di Bentar sudah didatangi oleh tentara Indonesia di Dringu ada pertumpahan darah lagi, tidak ada yang selamat, baru itu ke Gotong Royong terjadi, mengusir kembali Belanda, yang tidak terima Indonesia sudah merdeka,&#8221; terang Haris.</p>



<p>Dalam upacara ini, juga diserahkan piagam penghargaan kepada pegawai Pemkot Probolinggo yang purna tugas di bulan November oleh Asisten Administrasi Umum. Selanjutnya, upacara ditutup dengan lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan oleh tim paduan suara dari SMA Negeri 3 Kota Probolinggo. Di antaranya, lagu Satu Nusa Satu Bangsa, Bangun Pemudi Pemuda serta Bagimu Negeri. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200616</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Teatrikal Pocong dan Virus Corona, Polres Situbondo Berharap Masyarakat Tidak Abai Prokes</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-teatrikal-pocong-dan-virus-corona-polres-situbondo-berharap-masyarakat-tidak-abai-prokes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 May 2021 10:59:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Pocong dan Virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[polres situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Teatrikal]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Abai Prokes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=143097</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Upaya sosialisasi dan edukasi untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengikuti anjuran Pemerintah dengan selalu menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 terus digencarkan Polres Situbondo dan Polsek Jajaran. Salah satu upaya Kepolisian Resort (Polres) Situbondo melalui Satlantas membuat teatrikal atau ilustrasi dengan menghadirkan pocong lengkap dengan keranda dan virus corona dalam rangka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Upaya sosialisasi dan edukasi untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengikuti anjuran Pemerintah dengan selalu menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 terus digencarkan Polres Situbondo dan Polsek Jajaran.</p>



<p>Salah satu upaya Kepolisian Resort (Polres) Situbondo melalui Satlantas membuat teatrikal atau ilustrasi dengan menghadirkan pocong lengkap dengan keranda dan virus corona dalam rangka mengingatkan masyarakat dampak terpapar dari Covid-19 bisa menyebabkan kematian.</p>



<p>Kegiatan teatrikal dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Anindita Harcahyaningdyah SIK, di simpang empat Pos 90 Alun-alun kota Situbondo, Sabtu (22/05).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-situbondo-ikuti-gelaran-bimtek-penguatan-perda-dan-reformasi-birokrasi-di-surabaya">DPRD Situbondo Ikuti Gelaran Bimtek Penguatan Perda dan Reformasi Birokrasi di Surabaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-situbondo-rapat-paripurna-penandatanganan-berita-acara-persetujuan-empat-raperda">DPRD Situbondo Rapat Paripurna Penandatanganan Berita Acara Persetujuan Empat Raperda</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
</ul>


<p>Kapolres Situbondo. AKBP Ach Imam Rifai SH SIK M PICT M ISS, menuturkan bahwa pandemi belum berakhir dan mutasi baru Covid-19 telah masuk di tanah air. Salah satu upaya untuk mengingatkan masyarakat dengan membuat teatrikal yang berisi imbauan protokol kesehatan dan juga dampak terpapar Covid-19.</p>



<p>“Langkah unik ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat agar tetap disiplin protokol kesehatan. Covid-19 masih ada hingga saat ini dan virus baru sudah masuk Indonesia jadi diharapkan masyarakat tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, “ jelas Kapolres yang murah senyum itu.</p>



<p>Sementara itu, Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Anindita Harcahyaningdyah SIK menyampaikan, bahwa cara ini dipilih untuk menarik perhatian masyarakat.</p>



<p>Kata dia, tujuannya menyampaikan pesan melalui icon pocong, keranda dan virus corona yaitu dengan maksud. Jika mengabaikan protokol kesehatan dampaknya bisa berakibat kematian yang sia-sia.</p>



<p>&#8220;Icon pocong, keranda dan virus corona itu adalah dengan maksud. Apabila masyarakat mengabaikan protokol kesehatan, maka akan berdampak pada kematian,&#8221;tegas Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Anindita. Selain memperagakan berbagai aksi, petugas juga berkeliling membawa papan himbauan bertuliskan ‘Jangan Lengah, Masih ada virus disekitar Kita tetap patuhi protokol kesehatan’ dan juga imbauan-imbauan lainnya untuk mentaati protokol kesehatan. <strong>(im/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">143097</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seniman Muda Mainkan Atraksi Teatrikal di Jalan Rusak Karangan-Nglongsor</title>
		<link>https://memontum.com/seniman-muda-mainkan-atraksi-teatrikal-di-jalan-rusak-karangan-nglongsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2021 13:14:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Mochammad Nur Arifin]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<category><![CDATA[Teatrikal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135917</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Memanfaatkan kubangan jalan rusak yang ada di jalur Karangan-Nglongsor, sekelompok seniman muda terlihat menghidupkan suasana dengan memainkan atraksi teatrikal. Kreatifitas itu tiba-tiba saja muncul sekaligus sebagai wujud kepedulian masyarakat di Kabupaten Trenggalek yang miris akan kondisi jalan raya yang tak kunjung diperbaiki. Atraksi yang dilakukan antara lain menari, berenang hingga memancing dijalanan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Memanfaatkan kubangan jalan rusak yang ada di jalur <a href="https://memontum.com/tag/kabupaten-trenggalek">Karangan-Nglongsor</a>, sekelompok seniman muda terlihat menghidupkan suasana dengan memainkan atraksi teatrikal. </p>



<p>Kreatifitas itu tiba-tiba saja muncul sekaligus sebagai wujud kepedulian masyarakat di Kabupaten Trenggalek yang miris akan kondisi jalan raya yang tak kunjung diperbaiki.</p>



<p>Atraksi yang dilakukan antara lain menari, berenang hingga memancing dijalanan. Tak heran, atraksi tersebut menjadi perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.</p>



<p>Jika biasanya atraksi tari ditampilkan diatas panggung, berbeda dengan sekelompok seniman muda yang tergabung dalam Kabul Culture Space (KCS) ini.</p>



<p><strong>BACA JUGA:<a href="https://memontum.com/135768-usai-terjatuh-dan-alami-pusing-pelaku-pembacokan-ayah-kandung-di-trenggalek-tewas"> Usai Terjatuh dan Alami Pusing, Pelaku Pembacokan Ayah Kandung di Trenggalek Tewas</a></strong></p>



<p>Seperti yang terlihat di lokasi, di sepanjang jalan ada beberapa titik yang kondisinya dipenuhi lubang yang cukup dalam. Tak sedikit pengguna jalan yang melintas mengalami kecelakaan.</p>



<p>Salah satu seniman, Resa Jaya mengatakan aksi ini dilakukan agar para pengguna jalan yang melintas bisa terhibur dan tidak tegang.</p>



<p>&#8220;Kebanyakan orang yang melintas dijalan ini pasti merasa spaneng karena kondisi jalan yang rusak parah. Makanya, kita semua berinisiatif untuk menghibur mereka,&#8221; ucap Resa saat dikonfirmasi, Rabu (04/03/2021) sore.</p>



<p>Bahkan dalam video yang beredar, terlihat beberapa anak muda yang mempertontonkan tari celeng ya g biasanya dibawakan dalam pertunjukan kuda lumping. Mereka tampak antusias memberikan pertunjukan yang tak biasa itu.</p>



<p>Selain tari celeng, ada pula yang seolah-olah memancing ikan dan berenang menggunakan perlengkapan renang.</p>



<p>&#8220;Karena kemarin sempat diposting di media sosial, akhirnya video kota viral. Tapi justru muncul isu yang berkembang. Ada yang bilang aksi kita mewakilinya kegeraman warga akibat jalan yang tak kunjung diperbaiki. Ada juga yang bilang ada celeng yang turun ke kubangan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Bahka juga ada yang menyebut jika seorang seniman itu butuh panggung untuk menampilkan sebuah pertunjukan. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19, semua kegiatan masyarakat tidak diperbolehkan.</p>



<p>&#8220;Ya masyarakat bebas saja untuk berpendapat. Kita juga menerima dan menghargai apresiasi itu dan menjadikannya sebagai motivasi,&#8221; tegas Resa.</p>



<p><strong>Kabar</strong> <strong>Selebihnya Kabupaten Trenggalek, <a href="https://trenggalek.memontum.com/"><em>KLIK DISINI…</em></a></strong></p>



<p>Sementara itu, melalui unggahan akun Instagramnya, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengapresiasi aksi yang merupakan kritik dari seniman tersebut.</p>



<p>&#8220;Saya berbahagia dengan kreativitas dan partisipasi publik dalam menyuarakan urgensi fasilitas layanan publik. Lanjutkan luuuur,&#8221; tulisnya.</p>



<p>Bupati menjelaskan ruas jalan Karangan-Nglongsor yang kondisinya rusak parah menjadi perhatian serius dari pemerintah kabupaten. Saat ini pihaknya telah melelang paket proyek pembangunan jalan itu dan telah mendapatkan pemenangnya.</p>



<p>Pihaknya menyebut dengan desain yang tepat, pembangunan ruas jalan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan dapat bertahan lama.</p>



<p>&#8220;Tapi yang jelas sekarang anggaran sudah ada, pemenang lelang sudah ditetapkan,&#8221; pungkasnya. <strong>(mil/syn)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135917</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Malang Performance Art Kritik Pembangunan Kayutangan Heritage Lewat Teatrikal</title>
		<link>https://memontum.com/malang-performance-art-kritik-pembangunan-kayutangan-heritage-lewat-teatrikal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2021 10:44:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan Heritage]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Teatrikal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135150</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Malang Performance Art (Mapac) sampaikan kritik untuk Wali Kota Malang, Sutiaji, Senin (22/02) tadi. Aksi kritik melalui seni teatrikal itu, dilakukan di seputaran kawasan Kayutangan Heritage atau perempatan BCA Kayutangan di Jalan Basuki Rahmad, Kota Malang. Usut punya usut, seniman berikan kritik pada Sutiaji, terkait dengan pembangunan Kayutangan Heritage. &#8220;Ini selebrasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum </a>Kota Malang</strong> &#8211; Malang Performance Art (Mapac) sampaikan kritik untuk Wali Kota Malang, Sutiaji, Senin (22/02) tadi. Aksi kritik melalui seni teatrikal itu, dilakukan di seputaran kawasan Kayutangan Heritage atau perempatan BCA Kayutangan di Jalan Basuki Rahmad, Kota Malang.</p>



<p>Usut punya usut, seniman berikan kritik pada Sutiaji, terkait dengan pembangunan Kayutangan Heritage.</p>



<p>&#8220;Ini selebrasi karena tanggal 22 Februari pembangunan di Kayutangan Heritage sudah selesai kontraknya. Harusnya semua sudah bagus sesuai dengan rencana tapi ternyata menimbulkan masalah yang lain,&#8221; ungkap salah satu seniman yang melakukan teatrikal, Braga Ariya.</p>



<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/130602-sikapi-ketidakpuasan-netizen-terhadap-kayutangan-heritage-wali-kota-angkat-bicara">Sikapi Ketidakpuasan Netizen Terhadap Kayutangan Heritage, Wali Kota Angkat Bicara</a></strong></p>



<p>Permasalahan yang dimaksud, seperti banjir yang pernah terjadi di kawasan ini, dan adanya kemacetan. Padahal, menurut pihaknya, tujuan membangun kawasan ini adalah untuk membangun ekonomi dan memunculkan kembali budaya yang ada di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Tapi ternyata menimbulkan masalah dan ekspektasi tidak sesuai dengan realita,&#8221; singkatnya.</p>



<p>Baginya, jika mengusung heritage harus ramah pedestrian dan tidak ada lagi parkir di sembarang tempat. Namun pada kenyataannya apa yang tersaji tak memiliki perbedaan signifikan.</p>



<p>Berkaitan dengan arti dari properti yang dibawa saat teatrikal, Braga mengatakan memiliki makna tersendiri.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/127354-dewan-anggap-pembangunan-koridor-heritage-kayutangan-salah-manajemen">Dewan Anggap Pembangunan Koridor Heritage Kayutangan Salah Manajemen</a></strong></p>



<p>&#8220;Rekan saya, Soge Ahmad, lebih mengarah pada bagaimana dia merespon apa yang sebenarnya terjadi, dimana pernah dipublish oleh pak Sutiaji pakek surat cinta. Bahwa siapapun boleh merespon apapun hasil kinerja Pemkot, boleh dikritik dengan cara apapun tanpa SARA,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lanjutnya, bunga yang dibawa mengarah pada surat cinta Sutiaji. Sedangkan tanah dan masker adalah bentuk kritikan untuk Hutan Kota Malabar yang berasa tidak memiliki fungsi apapun.</p>



<p>&#8220;Pada intinya kita mengkritik kinerja Pemkot dengan seni,&#8221; tambahnya. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135150</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
