<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tebing &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tebing/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Feb 2025 14:05:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tebing &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diguyur Hujan Deras, Tebing Bendungan Bagong Trenggalek Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/diguyur-hujan-deras-tebing-bendungan-bagong-trenggalek-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[deras,]]></category>
		<category><![CDATA[diguyur]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[tebing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219632</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong Trenggalek mengalami longsor di bagian aksesoris dinding. Diketahui, luasan longsor mulai 1.500 sampai 2.000 meter persegi. Sesuai rencana awal, PSN Bendungan Bagong Trenggalek ini ditargetkan selesai di tahun 2025. Namun, hal itu molor hingga ditargetkan ulang selesai pada tahun 2026 mendatang. Berdasarkan video yang beredar luas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong Trenggalek mengalami longsor di bagian aksesoris dinding. Diketahui, luasan longsor mulai 1.500 sampai 2.000 meter persegi.</p>



<p>Sesuai rencana awal, PSN Bendungan Bagong Trenggalek ini ditargetkan selesai di tahun 2025. Namun, hal itu molor hingga ditargetkan ulang selesai pada tahun 2026 mendatang. Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial, longsor terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.</p>



<p>Pengawas Utama Paket II Bendungan Bagong, Sri Wahyudi, mengatakan bahwa longsor yang terjadi pada Jumat (21/02/2025) itu, dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan proyek. “Longsor terjadi pada hari Jumat. Curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama penyebabnya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/02/2025) tadi.</p>



<p>Longsor ini, tambahnya, berdampak pada bagian aksesoris bendungan ambrol. Sehingga, kondisi beton Shotcrete yang digunakan untuk menahan tanah rusak.</p>



<p>“Lokasi longsor terjadi diantara bangunan Main Dam dan Spillway, tepatnya di atas bangunan pengelak terowongan,” imbuhnya.</p>



<p>Meski luasan longsor hingga ribuan meter persegi, lanjutnya, namun kejadian itu tidak mengganggu progress pembangunan bendungan yang memakan anggaran hingga Rp 1,6 triliun ini. Karena, area yang longsor bukan termasuk bangunan inti dari Bendungan Bagong.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Meski longsor, tetap tidak memengaruhi bangunan inti bendungan. Dan proyek akan tetap berjalan sesuai rencana,” kata Sri Wahyudi.</p>



<p>Guna antisipasi kerusakan bangunan akibat longsor, imbuhnya, sebelumnya di lokasi tersebut telah dilakukan pemasangan Shotcrete atau pelapisan beton cor pada dinding tebing. Namun, bangunan tersebut tetap rusak akibat bencana longsor pada Jumat kemarin. “Sebenarnya Shotcrete ini sudah diperhitungkan. Namun, intensitas hujan yang tinggi membuatnya tidak mampu menahan tekanan,” tegasnya.</p>



<p>Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya masih akan melakukan kajian lebih lanjut terhadap kondisi tanah di area terdampak. Dengan target penyelesaian pada 2026, semua pihak berharap tidak ada lagi kendala berarti yang menghambat progres pembangunan Bendungan Bagong ini.</p>



<p>“Tim masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan, termasuk seberapa dalam stabilisasi tanah harus dilakukan,” jelas Sri Wahyudi.</p>



<p>Perlu diketahui, Bendungan Bagong merupakan bendungan kedua di Trenggalek terbesar yang hanya berjarak 10 kilometer dari pusat kota Trenggalek. Bendungan ini dipastikan menerima suplai Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 39,95 kilometer persegi. Sementara itu, untuk karakteristik Bendungan Bagong ini sengaja didesain dengan tipe Urugan Zonal. Dimana mempunyai tinggi puncak inti tegak 82 meter serta panjang 678 meter. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219632</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu Korban Longsor Tebing Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Tak Bernyawa</title>
		<link>https://memontum.com/satu-korban-longsor-tebing-sungai-kaliputih-blitar-ditemukan-tak-bernyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Feb 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[kaliputih]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tebing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219368</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Salah satu korban longsor tebing Sungai Kaliputih di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (17/02/2024) sekitar pukul 12.00. Diketahui, bahwa korban adalah Rohman (31), warga Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya mengerahkan satu Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Salah satu korban longsor tebing Sungai Kaliputih di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (17/02/2024) sekitar pukul 12.00. Diketahui, bahwa korban adalah Rohman (31), warga Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.</p>



<p>Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya mengerahkan satu Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang untuk melakukan pencarian atas dua orang tertimbun longsor di Desa Karangrejo. Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian ini, antara lain Unit Siaga SAR Malang, Polsek dan Koramil Gandusari, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Blitar, RAPI, Tagana Kabupaten Blitar, PMI Kabupaten Blitar, Bolone ODGJ Malang, Rescue 020 Kndjh, RSI Kabupaten Blitar, LMI Kabupaten Blitar dan warga sekitar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) dalam Operasi SAR, Nanang Sigit, membenarkan adanya penemuan jenazah korban. &#8220;Hingga sore ini Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban kedua atas nama Nurkholis umur 45 tahun,&#8221; jelas Nanang Sigit.</p>



<p>Pencarian hari pertama ini, ujarnya, kemudian dihentikan sekitar pukul 15.00, karena hujan deras di wilayah pencarian. Operasi SAR baru akan dilanjutkan pada esok, Selasa (18/02/2025).</p>



<p>Sebelumnya, dua korban pencari pasir tertimbun longsor di Sungai Kaliputih, Minggu (16/02/2025), sekitar pukul 12.30. Saat kejadian, kedua korban sedang mencari pasir di aliran sungai sebelah barat di dekat tebing. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219368</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jeep Berpenumpang Empat Orang Terjun Bebas ke Tebing Sedalam 30 Meter, Satu Orang Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/jeep-berpenumpang-empat-orang-terjun-bebas-ke-tebing-sedalam-30-meter-satu-orang-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[berpenumpang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[meter]]></category>
		<category><![CDATA[sedalam]]></category>
		<category><![CDATA[tebing]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197484</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Mobil Jeep Nopol N 1936 QG, yang dikemudikan Sumir (23), warga Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, mengalami kecelakaan saat melintas di Jalan Raya Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin (04/09/2023) sore. Mobil tersebut, terperosok ke tebing dengan kedalaman 30 meter. Akibat peristiwa tersebut, seorang penumpang di mobil itu meninggal dunia. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Mobil Jeep Nopol N 1936 QG, yang dikemudikan Sumir (23), warga Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, mengalami kecelakaan saat melintas di Jalan Raya Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin (04/09/2023) sore.</p>



<p>Mobil tersebut, terperosok ke tebing dengan kedalaman 30 meter. Akibat peristiwa tersebut, seorang penumpang di mobil itu meninggal dunia. Korban atas nama Raton (50), warga Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Sapari, mengatakan bahwa insiden naas tersebut bermula saat Jeep tersebut melaju dari arah Timur ke Barat, dengan kondisi jalan menurun. Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga terjadi srempetan antara Jeep yang dikemudikan Sumir dengan kendaraan yang tidak dikenal dan melaju dari arah berlawanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Akibat kejadian itu, tambahnya, Jeep yang dikendarai Sumir banting setir ke kiri. Sehingga, terperosok ke tebing berkedalaman sekitar 30 meter.</p>



<p>&#8220;Saat kejadian, Jeep tersebut berpenumpang empat orang,&#8221; katanya.</p>



<p>Akibat kejadian itu, satu penumpang bernama Raton, meninggal dunia. Sementara penumpang lainnya, mengalami luka-luka akibat Laka tersebut.</p>



<p>&#8220;Kami sudah melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Sukapura,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197484</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Pria Ditemukan Tewas Terperosok di Tebing Sungai Metro, Diduga Akibat Pengaruh Miras</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-pria-ditemukan-tewas-terperosok-di-tebing-sungai-metro-diduga-akibat-pengaruh-miras</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[metro,]]></category>
		<category><![CDATA[Miras]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tebing]]></category>
		<category><![CDATA[terperosok]]></category>
		<category><![CDATA[tewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191677</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Warga Pisang Candi Barat, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dihebohkan dengan penemuan seorang pria yang tergeletak meninggal di tebing Sungai Metro, Jumat (23/06/2023) sekitar pukul 13.30. Dugaan sementara, pria tersebut tewas setelah terperosok ke tebing Sungai Metro, yang memiliki kedalaman hingga 50 meter. Salah satu pemilik warung di sekitar lokasi, Ningsih, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Malang</strong> &#8211; Warga Pisang Candi Barat, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dihebohkan dengan penemuan seorang pria yang tergeletak meninggal di tebing Sungai Metro, Jumat (23/06/2023) sekitar pukul 13.30. Dugaan sementara, pria tersebut tewas setelah terperosok ke tebing Sungai Metro, yang memiliki kedalaman hingga 50 meter.</p>



<p>Salah satu pemilik warung di sekitar lokasi, Ningsih, mengatakan jika korban tersebut bernama Kholil. Sebelum ditemukan tidak bernyawa, korban diduga dalam kondisi terpengaruh minuman keras (Miras). Karenanya, sampai terperosok ke tebing.</p>



<p>&#8220;Dia (korban, red) itu sudah biasa mabuk. Bahkan sebelum ditemukan meninggal, korban sempat ke warung untuk pesan makan. Lalu, duduk-duduk di pinggiran sungai itu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dari situ, ujarnya, korban kemudian tidur-tiduran di sekitar lokasi. Hanya saja, bagaimana korban bisa terjatuh, dirinya tidak paham.</p>



<p>Masih menurut Ningsih, bahwa dirinya juga telah sering memperingatkan Kholil, untuk tidak duduk-duduk di pinggiran sungai tersebut. Namun, karena korban juga sedang mabuk, maka ya tetap duduk dan diam tidak memperdulikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tadi sudah tak peringatkan, supaya dia (korban, red) tidak duduk di pinggir sungai. Sudah saya suruh pindah juga, malahan. Dia cuma iya dan iya saja,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pisang Candi, Bripka Rizky Andi Septiawan, menyampaikan jika pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat setempat setelah Salat Jumat. Yakni, laporan adanya seseorang pria yang duduk di bawah pohon bambu terperosok ke sungai.</p>



<p>“Orang tersebut terpeleset dan jatuh kebelakang. Kemudian, terperosok ke dalam tebing sungai sekitar 50 meter dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Bripka Rizky.</p>



<p>Saat ditanya mengenai identitas korban, dirinya menyampaikan jika masih belum mengetahui secara jelas. Korban berhasil dievakuasi pukul 15.00 dan sudah dibawa ke RSSA untuk dilakukan otopsi.</p>



<p>“Pihak rescue sudah berhasil mengangkat jenazah dari bawah hingga ke atas dan saat ini sudah diangkut ambulan untuk dilakukan otopsi,” imbuhnya.</p>



<p>Kapolsek Sukun, Kompol Nyoto Gelar, saat dikonfirmasi Memontum.com mengatakan masih melakukan penyelidikan. Pihaknya juga mengaku masih belum memastikan terperosoknya korban hingga sampai ke tebing Sungai Metro, apakah karena pengaruh Miras atau tidak.</p>



<p>&#8220;Informasi sementara, korban bernama Kholil, umur sekitar 40 tahun, warga Gadingkasri, Kota Malang. Mabuk atau tidak, nanti yang menentukan dari dokter forensik. Sementara ini masih dalam proses penyelidikan,&#8221; tegasnya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191677</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
