<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tebu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tebu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Jul 2023 10:04:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tebu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>KPK Geledah Kantor di Surabaya dan Situbondo, Dalami Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Tebu PTPN XI</title>
		<link>https://memontum.com/kpk-geledah-kantor-di-surabaya-dan-situbondo-dalami-dugaan-korupsi-pengadaan-lahan-tebu-ptpn-xi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2023 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[dalami]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[geledah]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadaan]]></category>
		<category><![CDATA[PTPN]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tebu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193460</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus mengembangkan kasus dugaan korupsi di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, terkait pengadaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan tebu. Terkait pengembangan penyelidikan ini, KPK langsung turun ke sejumlah wilayah Jawa Timur, guna melakukan penggedahan di sejumlah kantor. Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, dalam rilisnya mengatakan bahwa pihaknya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus mengembangkan kasus dugaan korupsi di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, terkait pengadaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan tebu. Terkait pengembangan penyelidikan ini, KPK langsung turun ke sejumlah wilayah Jawa Timur, guna melakukan penggedahan di sejumlah kantor.</p>



<p>Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, dalam rilisnya mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penggeledahan terkait dengan pengadaan lahan HGU untuk perkebunan di PTPN XI. &#8220;Tim Penyidik KPK telah selesai menggeledah beberapa lokasi di wilayah Jawa Timur, pada Jumat (14/07/2023) lalu. Diantaranya, Kantor PT Perkebunan Nusantara XI di Surabaya, Perusahaan Gula Assembagoes di Situbondo dan beberapa kantor pihak swasta dan rumah kediaman pihak terkait lainnya yang ada di Kota Surabaya dan Malang,&#8221; ujar Ali Fikri, Senin (17/07/2023) tadi.</p>



<p>Dari penggeledahan beberapa lokasi tersebut, tambahnya, ditemukan dan diamankan antara lain berbagai dokumen transaksi jual beli lahan, alat elektronik yang memiliki sangkut paut dengan perkara. &#8220;Proses analisis dan penyitaan segera dilakukan untuk menjadi kelengkapan berkas perkara,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ali Fikri juga mengatakan, dugaan korupsi di PTPN XI itu terkait pengadaan lahan HGU perkebunan tebu. Namun, Ali belum merincikan detail perkara tersebut.</p>



<p>&#8220;Ini belum kami sampaikan sebelumnya ya, ini proses penyidikan baru dugaan korupsi di PTPN XI terkait dengan dugaan pengadaan lahan hak guna usaha (HGU) untuk perkebunan tebu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Belum dijelaskan, siapa-siapa yang nantinya akan dijadikan tersangka, pastinya KPK masih terus melakukan pengembangan. KPK masih terus mengumpulkan dan melengkapi alat bukti. Adapun saksi-saksi dalam dugaan korupsi tersebut, juga akan diperiksa.</p>



<p>Pada Senin (17/07/2023) ini, KPK memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan TPK pengadaan Lahan HGU pada PTPN XI. Pemeriksaan dilakukan di BPKP Perwakilan Prov Jatim Jalan Raya Bandara Juanda, No 38 Kabupaten Sidoarjo.</p>



<p>Diantaranya, Kadiv Budidaya Tanaman PTPN XI (2016 &#8211; 2017), Agoes Nurwidodo, Kepala Bidang Penanaman Modal dan Perijinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Pasuruan, Alfan Nurul Huda, Tim Pembelian Tanah untuk Lahan HGU PTPN XI (Divisi Umum dan Aset) Tahun 2016, Arief Radinata, Direktur Operasional PTPN Tahun 2014-2017, Aris Toharisman, Manager Tanaman Pabrik Gula (PG) Kedawoeng, Aris Cahyono Pakiding dan Staf Aset (Divisi Hukum Aset) PT. Perkebunan Nusantara XI, Agustinus Banu&nbsp;Wiryawan.&nbsp;<strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193460</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tuntut Kenaikan Harga Tebu Rp 70 Ribu Perkuintal, Petani Situbondo Unjuk Rasa di PG Asembagus</title>
		<link>https://memontum.com/tuntut-kenaikan-harga-tebu-rp-70-ribu-perkuintal-petani-situbondo-unjuk-rasa-di-pg-asembagus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2022 11:41:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Asembagus]]></category>
		<category><![CDATA[Asembagus Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan harga]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Tebu]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntutan]]></category>
		<category><![CDATA[unjuk rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=173133</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Puluhan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PG Assembagoes Kabupaten Situbondo, menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Pertemuan (BP) PG Asembagus, Rabu (03/08/2022) tadi. Kedatangan massa petani ini, untuk menuntut kenaikan harga tebu dari Rp 64 ribu menjadi Rp70 ribu perkuintal. Koordinator aksi, Samsul Arifin, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Puluhan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PG Assembagoes Kabupaten Situbondo, menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Pertemuan (BP) PG Asembagus, Rabu (03/08/2022) tadi. Kedatangan massa petani ini, untuk menuntut kenaikan harga tebu dari Rp 64 ribu menjadi Rp70 ribu perkuintal.</p>



<p>Koordinator aksi, Samsul Arifin, mengatakan bahwa harga tebu PG Asembagus saat ini masih bertahan di harga Rp 64 ribu perkuintal. &#8220;Semestinya, PG Asembagus sudah direvitalisasi, rendemen atau potensi tebu lebih bagus dibandingkan PG Panji. Tapi ternyata, harganya masih berlaku sama,&#8221; katanya dalam aksi.</p>



<p>Dalam unjuk rasa yang dijaga petugas kepolisian itu, juga sempat dilakukan audiensi antara perwakilan petani yang ditemui langsung GM PG Asembagus Situbondo, Sugondo, beserta jajaran. Salah satu bahasan yang juga sempat disampaikan oleh petani tebu dari Kecamatan Asembagus, Jangkar dan Kecamatan Banyuputih, juga meminta kelancaran pembayaran sistem pembelian tebu (SPT) dan tidak menunggak seperti yang terjadi saat ini.</p>



<p>&#8220;Satu lagi yang perlu menjadi perhatian, yakni mengenai pembayaran sistem pembelian tebu (SPT). Karena sampai sekarang, tebu kami belum dibayar lunas oleh PG,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, General Manajer PG Asembagus, menyatakan belum bisa memaksimalkan kapasitas giling hingga 6 ribu ton per hari. Sebagaimana, sesuai dengan yang direncanakan dan pihak PG menawarkan kenaikan harga Rp 65 ribu. Namun, APTR menolak sehingga disepakati belum ada kenaikan harga.</p>



<p>&#8220;Pabrik Gula Asembagus masih dalam proses penyelesaian proyek. Jadi, belum bisa maksimal atau masih sampai 4 ribu ton tebu perhari,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Menurut GM PG Asembagus, pihaknya masih belum bisa memenuhi aspirasi petani, yang menuntut kenaikan harga tebu menjadi Rp 70 ribu perkuintal. &#8220;Kami hanya mampu menaikkan Rp 1 ribu perkuintal. Itu karena, terjadi penurunan rendemen dan kondisi pasar cukup berat. Kami mohon maaf, jika naik hingga Rp 70 ribu per kilogram. Pertimbangan kami, dengan melihat potensi tebu yang ada, kami hanya bisa menaikkan Rp 500 hingga Rp 1.000 perkuintal. Jadi, kami menawarkan harganya Rp 65 ribu,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sugondo berjanji, sistem pembayaran tebu juga akan lancar dan tidak terlambat seperti sekarang ini. Bahkan, dirinya mengaku sudah bersurat kepada Direktur PTPN XI agar PG Asembagus, untuk mendapatkan perhatian khusus terkait SPT.</p>



<p>&#8220;Kami langsung membuat surat khusus ke direksi, agar PG Asembagus mendapatkan perhatian khusus terkait kelancaran pembayaran tebu,&#8221; terangnya. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">173133</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pringgondani Bantur, Dulu Tertinggal, Kini Jadi Desa Maju Penghasil Tebu</title>
		<link>https://memontum.com/pringgondani-bantur-dulu-tertinggal-kini-jadi-desa-maju-penghasil-tebu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 10:55:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Pringgondani]]></category>
		<category><![CDATA[Tebu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=108906</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Desa Pringgondani Kecamatan Bantur Kabupaten Malang yang dulu indentik sebagai desa tertinggal, kini desa berpenduduk 8000 jiwa ini menjadi desa maju dengan hasil utama tebu. Kini, citra desa ini semakin berubah seiring dengan program Pemerintah Kabupaten Malang terkait pembangunan infrastruktur secara merata. Kepala Desa Pringgondani H.Abdul Malek mengakui, diawal jabatannya tahun 2006 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Desa Pringgondani Kecamatan Bantur Kabupaten Malang yang dulu indentik sebagai desa tertinggal, kini desa berpenduduk 8000 jiwa ini menjadi desa maju dengan hasil utama tebu.</p>
<p>Kini, citra desa ini semakin berubah seiring dengan program Pemerintah Kabupaten Malang terkait pembangunan infrastruktur secara merata.</p>
<p><div id="attachment_108908" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-108908" decoding="async" class="size-full wp-image-108908" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200318-WA0129-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Joget bareng. (sur) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200318-WA0129-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200318-WA0129-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200318-WA0129-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200318-WA0129-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-108908" class="wp-caption-text">Joget bareng. (sur)</p></div></p>
<p>Kepala Desa Pringgondani H.Abdul Malek mengakui, diawal jabatannya tahun 2006 silam, desa Pringgondani masih dalam kondisi tertinggal.</p>
<p>&#8220;Di awal kami menjabat, semua jalan di Pringgondani ini masih becek, termasuk kantor desa di sini juga masih jauh dibawah layak. Alhamdulilah, kini semuanya sudah berubah total.Hampir semua jalan juga sudah beraspal, bahkan kantor desa kami sudah sangat layak untuk sarana pelayanan masyarakat, &#8221; urai Kades yang jabatannya masuk 3 periode ini Rabu (18/3/2020) siang.</p>
<p>Tambah Malek, saat ini masih ada 2 titik infrastruktur yang perlu menjadi perhatian Pemkab Malang yaitu di Dusun Sengon dan Dusun Sumber Waluh.</p>
<p>&#8220;Akses jalan sepanjang 600 m di Dusun Sengon saat ini dalam kondisi rusak Karena ini akses jalan menuju pendidikan, kami berharap segera ada perhatian dari pemerintah. Selanjutnya untuk di Dusun Sumber Waluh, kami anggarkan dari ADD tahun 2020 ini,&#8221; ulas Malek berharap.</p>
<p>Disinggung mengenai produk unggulan Desa Pringgondani, ulas Malek, untuk produk unggulan Desa Pringgondani yaitu tebu yang telah berkontribusi mendongkrak perekonomian warga.</p>
<p>Disisi lain, Malek juga menjelaskan,untuk kegiatan keagamaan di Desa Pringgondani hampir berlangsung setiap hari.Itu dengan adanya beberapa lembaga pendidikan islam. Salah satunya, Ponpes Miftahus Syibyan,dibawah asuhan KH Mattasik.Dengan keberadaan Ponpes tersebut sangat berpengaruh besar untuk perkembangan desa.</p>
<p>Sekilas tentang Desa Pringgondani, mendengar nama Pringgondani, kita akan teringat sebuah kerajaan dalam kisah perwayangan jawa dalam serial Mahabharata.</p>
<p>Dalam kisah tersebut, Pringgodani adalah sebuah negeri tempat kelahiran Gatot Kaca Otot Kawat Balung Wesi.Kini tempat itu diabadikan serta dianggap keramat oleh sebagian warga. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108906</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PT KTM Lamongan Tak Hanya Serap Tebu Petani Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/pt-ktm-lamongan-tak-hanya-serap-tebu-petani-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Sep 2018 16:21:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik gula]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Tebu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=54804</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Sejak beroperasi pada tahun 2017 di Lamongan, pabrik gula PT Kebun Tebu Mas (KTM) sudah banyak menyerap tebu petani. Bahkan, serapan tebu tersebut tidak hanya dilakukan oleh petani tebu di Lamongan saja, tapi juga beberapa kawasan lainnya di luar Lamongan. &#8220;Beberapa daerah itu mulai dari daerah Tuban hingga Bojonegoro, Kediri, Jombang dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Sejak beroperasi pada tahun 2017 di Lamongan, pabrik gula PT Kebun Tebu Mas (KTM) sudah banyak menyerap tebu petani. Bahkan, serapan tebu tersebut tidak hanya dilakukan oleh petani tebu di Lamongan  saja, tapi juga beberapa kawasan lainnya di luar Lamongan.</p>
<p>&#8220;Beberapa daerah itu mulai dari daerah Tuban hingga Bojonegoro, Kediri, Jombang dan kawasan lainnya, meskipun tetap mengutamakan petani tebu lokal yang berasal dari Lamongan,&#8221; kata salah satu direksi PT Kebun Tebu Mas, Adi Prasongko kepada sejumlah awak media, Kamis (6/8/2018).</p>
<p>Meski demikian, hingga saat ini PT. KTM masih belum dapat memenuhi kapasitas produksinya. Dari total kapasitas 12 ribu ton, pihaknya baru bisa memproduksi sebanyak 6 ribu ton. </p>
<p>&#8220;Hal itu disebabkan tebu dari petani tebu masih belum seluruhnya masuk ke KTM,&#8221; ucapnya. </p>
<p>Sekedar diketahui, berdasarkan data yang dirilis Pemkab Lamongan, pada tahun 2016 panen tebu di Kabupaten Lamongan mencapai 4.952 hektar, dengan total produksi mencapai 308.145 ton dengan rendemen masih di angka 6,5 persen. Sementara jumlah petani tebu yang ada di Lamongan, tercatat sebanyak 7.428 orang. </p>
<p>Selain itu, sambung Adi hasil produksi gula dari KTM sendiri juga sudah dipasarkan ke sejumlah tempat di Indonesia. </p>
<p>&#8220;Produksi gula tergantung hasil tebu petani, dan Alhamdulillah hasil gula kami juga bagus,&#8221; ungkapnya. </p>
<p>Sementara untuk harga, Adi mengatakan, pihaknya selama ini menetapkan harga berdasarkan batas rendemen tebu. Kalau tebu petani memiliki rendemen diatas 7 maka harganya tentu lebih mahal. Akan tetapi pihaknya juga menerima rendemen dibawah 7 yang dimasukkan dalam karet berendemen 7 sebagai proteksi kepada petani. </p>
<p>&#8220;Untuk transaksi keuangan, kami juga menggunakan transaksi elektronik sehingga lebih memudahkan petani,&#8221; terangnya.<strong> (ifa/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">54804</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
