<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tematik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tematik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Nov 2025 17:19:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tematik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jelang Nataru, Disporapar Kota Malang Siapkan Kampung Tematik Jadi Jujugan Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-nataru-disporapar-kota-malang-siapkan-kampung-tematik-jadi-jujugan-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[jujugan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228221</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pemkot Malang, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, menyiapkan sejumlah destinasi wisata jujugan. Salah satunya, yakni kampung-kampung tematik yang masih menjadi primadona wisatawan. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa sebagian besar destinasi wisata di Kota Malang dikelola [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pemkot Malang, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, menyiapkan sejumlah destinasi wisata jujugan. Salah satunya, yakni kampung-kampung tematik yang masih menjadi primadona wisatawan.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa sebagian besar destinasi wisata di Kota Malang dikelola masyarakat dan swasta. Meski begitu, kampung tematik tetap menjadi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.</p>



<p>&#8220;Destinasi unggulan yang selalu jadi tujuan wisatawan antara lain koridor Kayutangan, kampung-kampung tematik seperti Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi. Sementara yang dikelola swasta, ada Hawaii Waterpark, Transmart dan lainnya,” ujar Baihaqi, Sabtu (29/11/2025) tadi.</p>



<p>Untuk memastikan layanan wisata tetap optimal, Disporapar Kota Malang terus melakukan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata. Termasuk, pembinaan rutin kepada para Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di masing-masing kampung tematik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sementara untuk infrastruktur dilakukan kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain sesuai tupoksinya. Infrastruktur jalan yang semakin baik, lingkungan yang tertata oleh DLH hingga pengaturan lalu lintas oleh Dishub, semuanya mendukung kenyamanan wisatawan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Hingga akhir November, capaian kunjungan wisata Kota Malang telah mencapai 80 persen dari target. Baihaqi menyebut, peningkatan kunjungan biasanya mulai terlihat pertengahan Desember seiring libur akhir tahun.</p>



<p>&#8220;Kenaikan kunjungan ditandai dari hunian hotel. Selain wisatawan umum, banyak kegiatan MICE dari provinsi maupun kementerian yang digelar di Kota Malang. Mereka juga sekaligus menikmati destinasi di sini,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Baihaqi juga menegaskan, bahwa Disporapar Kota Malang rutin menggelar pertemuan bulanan dengan PHRI. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan di sektor pariwisata.</p>



<p>&#8220;Pokdarwis selalu kami libatkan untuk pembinaan. Fokusnya pada peningkatan layanan, keselamatan dan kenyamanan sehingga wisatawan membawa kenangan indah saat berkunjung ke Kota Malang,&#8221; imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228221</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Kampung Tematik di Kota Malang Masih Lestarikan Tradisi di Momen Maulid Nabi</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-kampung-tematik-di-kota-malang-masih-lestarikan-tradisi-di-momen-maulid-nabi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[maulid]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225763</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah kampung tematik di Kota Malang masih menjaga tradisi dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau Bulan Mulud, Jumat (05/09/2025) malam. Diantaranya, seperti di Kampung Grabah Penanggungan, Kampung Gribig Religi dan Kampung Budaya Polowijen. Di Kampung Grabah Penanggungan misalkan, menonjolkan tradisi pecah ajang. Yakni, warga mengisi piring gerabah dengan makanan, lalu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah kampung tematik di Kota Malang masih menjaga tradisi dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau Bulan Mulud, Jumat (05/09/2025) malam. Diantaranya, seperti di Kampung Grabah Penanggungan, Kampung Gribig Religi dan Kampung Budaya Polowijen. Di Kampung Grabah Penanggungan misalkan, menonjolkan tradisi pecah ajang. Yakni, warga mengisi piring gerabah dengan makanan, lalu disantap bersama. Setelah itu, piring gerabah dipecah serentak.</p>



<p>“Ajang layah yang dipecah itu simbol membuang bala dan membuka jalan hidup baru. Pecahnya wadah justru mempererat warga,” kata Ketua Kampung Grabah Penanggungan, Hariyono, Sabtu (06/09/2025) tadi.</p>



<p>Berbeda dengan itu, di Kampung Gribig Religi, Muludan dikaitkan dengan ziarah. Usai doa bersama di makam keramat, warga membagikan bubur sumsum dan tumpeng sego gurih kepada para peziarah.</p>



<p>“Ini bukan hanya sedekah makanan, tetapi sedekah doa. Berkah semakin besar ketika dibagi,” jelas Ketua Pokdarwis Kampung Gribig Religi, Devi Nurhadyanto.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, di Kampung Budaya Polowijen, warga menggelar selamatan Muludan dengan menyajikan beragam makanan tradisional. Mulai dari ajang layah, bubur sumsum, tumpeng buceng, tumpeng buah, hingga sego gurih dengan ingkung ayam.</p>



<p>Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Ki Demang, mengatakan bahwa sajian tersebut bukan sekadar makanan. Namun, memiliki makna simbolik yang mengajarkan syukur, kebersamaan, hingga kepasrahan kepada Tuhan.</p>



<p>“Lewat tradisi Muludan ini kita belajar makna syukur, kebersamaan dan kepasrahan. Sajian itu simbol, bukan sekadar dimakan,” ujar Ki Demang.</p>



<p>Ditambahkannya, dengan adanya tradisi di tiga kampung tersebut menunjukkan bahwa peringatan Muludan tidak hanya menjadi ritual keagamaan. Namun, juga ruang kebudayaan yang mempererat solidaritas sosial dan menjaga identitas lokal masyarakat Malang Raya.</p>



<p>&#8220;Tradisi Muludan di Malang Raya tidak hanya hidup sebagai ritual, tetapi juga dijaga dengan kesadaran penuh oleh para tokoh dan komunitas. Mereka bukan sekadar pelaksana, tetapi juga penafsir dan penjaga makna, sehingga Muludan tetap relevan di tengah perubahan zaman,&#8221; imbuh Ki Demang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225763</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tahun Ini Disporapar Kota Malang Prioritaskan Pengembangan Dua Kampung Tematik</title>
		<link>https://memontum.com/tahun-ini-disporapar-kota-malang-prioritaskan-pengembangan-dua-kampung-tematik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[prioritaskan]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225423</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, tahun ini akan memprioritaskan pengembangan dua kampung tematik. Dari sekitar 23 kampung tematik yang ada, dua yang menjadi fokus utama, yakni Kampung Tempe di Kelurahan Polowijen dan Kawasan Sungai Rolak, Kelurahan Wonokoyo. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa hal itu dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, tahun ini akan memprioritaskan pengembangan dua kampung tematik. Dari sekitar 23 kampung tematik yang ada, dua yang menjadi fokus utama, yakni Kampung Tempe di Kelurahan Polowijen dan Kawasan Sungai Rolak, Kelurahan Wonokoyo.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa hal itu dilakukan untuk mendorong sebaran wisatawan agar tidak hanya terpusat di pusat kota seperti pada Kayutangan Heritage. &#8220;Memang untuk tahun ini ada prioritas yang kami optimalkan, supaya benar-benar ada kemajuan signifikan. Kami akan berikan pembinaan kepada Pokdarwis, harapannya destinasi wisata di Kota Malang semakin menggeliat,&#8221; ujar Baihaqi, Selasa (26/08/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, kunci pengembangan kampung tematik terletak pada komitmen masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Pemerintah hanya berperan mendampingi, membina dan memperkuat promosi.</p>



<p>&#8220;Semua destinasi wisata kampung tematik ini miliknya masyarakat. Jadi, komitmen masyarakat dan Pokdarwis sangat penting. Kami dari Pemkot akan terus melakukan pembinaan agar masyarakat sadar wisata dan lebih ramah pada wisatawan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk mendukung pengembangan, Disporapar juga menggencarkan promosi baik secara online maupun offline. Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah dan memanfaatkan website resmi Pemkot Malang sebagai sarana publikasi.</p>



<p>&#8220;Itu terus kami promosikan dan di website Pemkot ini kami kuatkan, sebagai tempat promosi destinasi wisata Indonesia,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain itu, menurutnya juga perlu dilakukan inovasi agar kampung tematik tidak mengalami kejenuhan, khususnya bagi wisatawan domestik yang sudah sering berkunjung.</p>



<p>&#8220;Wisata itu harus ada pembaruan. Kalau tidak, wisatawan bisa bosan. Karena itu, kami mendorong Pokdarwis membuat inovasi, misalnya melalui event atau kerja sama dengan paket wisata. Harapannya, wisatawan selalu menemukan hal baru saat berkunjung,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225423</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Pasar Bareng untuk Tampilkan Sentra Kuliner Tematik dan Kekinian</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-pasar-bareng-untuk-tampilkan-sentra-kuliner-tematik-dan-kekinian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[kekinian]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tampilkan]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang terus mendorong perekonomian kerakyatan, yang salah satunya dengan memajukan pasar-pasar di Kota Malang, menjadi pasar tradisional modern. Bahkan dalam waktu dekat, Pemkot Malang akan menyasar Pasar Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, untuk merombaknya agar pedagang dan pengunjungnya semakin ramai. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa rencananya akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang terus mendorong perekonomian kerakyatan, yang salah satunya dengan memajukan pasar-pasar di Kota Malang, menjadi pasar tradisional modern. Bahkan dalam waktu dekat, Pemkot Malang akan menyasar Pasar Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, untuk merombaknya agar pedagang dan pengunjungnya semakin ramai.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa rencananya akan mengembangkan dan merombak Pasar Bareng agar menjadi pasar tujuan seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo. &#8220;Rencananya seperti Pasar Bareng, itu akan menjadi salah satu pasar tujuan karena lokasinya sangat strategis,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, saat bersama Forkopimda Plus di Pasar Oro-Oro Dowo, Jumat (30/05/2025) tadi.</p>



<p>Selain Pasar Bareng, Wali Kota Wahyu juga ingin pasar-pasar tradisional lainnya bakal ditingkatkan seperti Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo. &#8220;Saya sudah meminta Pak Kadis (Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan) Kota Malang, untuk melihat pasar lainnya guna ditingkatkan seperti ini. Pergerakan ekonomi masyarakatnya berputar, pedagang dan pembelinya merasa senang,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menata Pasar Bareng agar bisa mengikuti kesuksesan Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo. &#8220;Nanti konsepnya akan kita sesuaikan. Karena lantai bawahnya sepi dan pedagangnya sedikit. Padahal Pasar Bareng memiliki lokasi yang strategis,&#8221; urainya.</p>



<p>Eko akan membuat konsep-konsep yang terbaik agar Pasar Bareng menjadi destinasi belanja yang ramai dikunjungi masyarakat. Salah satunya dengan membuat sentra kuliner tematik. &#8220;Saya ingin Pasar Bareng menjadi destinasi belanja yang menyenangkan dan ramai dikunjungi masyarakat. Nantinya kulinernya akan kita buat tematik. Apakah makanan nusantara, atau kolaborasi Adia dan Timur Tengah. Nanti akan kita coba bermacam-macam kuliner,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Karena juga menyasar anak-anak muda untuk datang ke pasar, nantinya Pasar Bareng akan dikonsep kekinian. &#8220;Selain kulinernya yang tematik, konsep pasarnya harus kekinian. Harus bisa menarik para pelaku usaha dan pengunjungnya ramai. Seperti yang bisa kita lihat di Pasar Oro-Oro Dowo ini, UKMnya dan pertumbuhan ekonominya jalan, pengunjungnya meningkat,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Minim Inovasi dan Dukungan, Kunjungan Kampung Tematik di Kota Malang Alami Penurunan</title>
		<link>https://memontum.com/minim-inovasi-dan-dukungan-kunjungan-kampung-tematik-di-kota-malang-alami-penurunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2025 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah kampung tematik di Kota Malang mengalami penurunan angka jumlah kunjungan. Beberapa kampung tersebut, diantaranya Kampung Keramat Kasin, Kampung Lampion, Kampung Wisata Aeng, Kampung Edukasi Karangbesuki dan Kampung Rolak. Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan kondisi penurunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah kampung tematik di Kota Malang mengalami penurunan angka jumlah kunjungan. Beberapa kampung tersebut, diantaranya Kampung Keramat Kasin, Kampung Lampion, Kampung Wisata Aeng, Kampung Edukasi Karangbesuki dan Kampung Rolak.</p>



<p>Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan kondisi penurunan tersebut dikarenakan minimnya penyelenggaraan event akibat keterbatasan pendanaan. Selain itu, perbaikan sarana prasarana juga dilakukan secara mandiri, sementara campur tangan dari dinas terkait semakin berkurang.</p>



<p>&#8220;Sarana-prasarana kami sudah banyak yang rusak dan sejak awal dibangun secara swadaya masyarakat. Jika dilihat secara kasat mata, kondisinya memang sudah kurang menarik,&#8221; kata Isa Wahyudi, Sabtu (22/02/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kejenuhan dalam pengelolaan kampung tematik turut menjadi faktor penurunan daya tarik wisata. Selain itu, rencana pengecatan ulang Kampung Tridi dan Kampung Warna Warni pada 2025, hanya akan terlaksana melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR), sementara pemerintah hanya sebagai perantara.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Beberapa kampung tematik, seperti Kampung Terapi Hijau, Kampung Wisata Panawijen, Kampung Topeng, serta Kampung Satrio Turunggo Jati masih terawat, namun tetap mengalami penurunan kunjungan dan hanya mengandalkan event sebagai daya tarik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Di tengah situasi seperti ini, beberapa kampung tetap berupaya bertahan secara mandiri, salah satunya Kampung Bambu Mewek. Kampung tersebut menggelar pagelaran jaranan bantengan setiap Sabtu dan Minggu dengan tarif masuk Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu untuk kebersihan. Inisiatif tersebut berhasil menarik sekitar 500 penonton dalam setiap penyelenggaraan event.</p>



<p>&#8220;Sampai dengan saat ini pun kami belum diajak berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai solusi untuk kampung tematik. Kami hanya diundang dalam pelatihan-pelatihan, misalnya tentang pemandu wisata, tetapi tidak ada pembahasan serius mengenai permasalahan kampung tematik,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Menurutnya, kecenderungan dinas terkait saat ini lebih fokus pada acara promosi pariwisata secara umum, tanpa melibatkan atau mengadakan kegiatan langsung di kampung-kampung tematik. Hal ini pun dinilai semakin mengurangi daya tarik kampung tematik sebagai destinasi wisata unggulan Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musrenbang Tematik RKPD 2026, Pemuda dan Perempuan Dominasi Usulan Pembangunan Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/musrenbang-tematik-rkpd-2026-pemuda-dan-perempuan-dominasi-usulan-pembangunan-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2024 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Musrenbang]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<category><![CDATA[usulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217603</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, Senin (16/12/2024) tadi. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemerintah Kota Malang, Muhammad Sailendra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk mengakomodir usulan program kegiatan mulai dari Lansia, anak, perempuan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, Senin (16/12/2024) tadi.</p>



<p>Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemerintah Kota Malang, Muhammad Sailendra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk mengakomodir usulan program kegiatan mulai dari Lansia, anak, perempuan, pemuda dan disabilitas. Sehingga, dapat menjadi referensi dan masukan untuk pembangunan berkelanjutan kedepan.</p>



<p>&#8220;Tentu harapannya semua unsur masyarakat, seperti Lansia, perempuan, anak dan disabilitas bisa terwadahi. Apakah itu mengenai Sarana Prasarana (Sarprasnya) atau pun peningkatan Sumber Daya Manusianya (SDM),&#8221; kata Sailendra.</p>



<p>Tentunya berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang, menurutnya juga turut andil dalam mendukung pelaksanaan tersebut. Sehingga bukan hanya Bappeda saja, namun juga ada dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).</p>



<p>&#8220;Untuk di Dinsos P3AP2KB Kota Malang bisa sebagai layanan konseling untuk perempuan korban kekerasan dan pembinaan karang taruna. Kemudian DLH mengenai pembangunan taman ramah lansia dan anak, Disdikbud juga sebagai fasilitas konsultasi untuk anak terkait perundungan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut, menurutnya Musrenbang Tematik ini juga sejalan dengan visi Kota Malang yang inklusif, berdaya saing dan berakhlak sebagaimana tertuang dalam RPJMD. &#8220;Kami berharap semua kebutuhan masyarakat dapat terwadahi dan mereka ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu, menyampaikan bahwa Musrenbang Tematik ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak awal Desember. “Pra Musrenbang sudah kami lakukan pada 9 hingga 10 Desember, dilanjutkan verifikasi dan rekapitulasi usulan pada 11 hingga 13 Desember. Hari ini, kami memfinalisasi usulan untuk kemudian diinput ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai dasar perencanaan RKPD 2026,” jelas Dwi.</p>



<p>Dari hasil rekapitulasi, usulan yang diteruskan meliputi, Musrenbang Anak ada 151 dari 157 usulan, Musrenbang Lansia ada 82 dari 123 usulan, Musrenbang Disabilitas ada 183 dari 218 usulan, Musrenbang Perempuan ada 320 dari 336 usulan dan terbanyak usulan Musrenbang Pemuda ada 732 dari 773 usulan. Untuk mayoritas usulan tematik tersebut berfokus pada pemberdayaan, seperti sosialisasi terkait narkoba untuk pemuda dan layanan konsultasi tentang bullying bagi anak.</p>



<p>&#8220;Ini belum diakomodir, karena masih akan dilanjutkan ke SIPD. Nanti kita masukkan ke perangkat daerahnya itu, kemudian kita lihat. Kami terus mendorong agar masyarakat memahami bahwa usulan harus sesuai kebutuhan dan terkait dengan program perangkat daerah,” ucapnya.</p>



<p>Namun, Dwi juga mengakui bahwa pengakomodasian usulan bergantung pada kemampuan anggaran daerah. “Semoga pendapatan daerah meningkat, sehingga lebih banyak usulan yang bisa direalisasikan,” imbuh Dwi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217603</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuatkan Potensi Kampung Tematik, Pemkot Malang Rencanakan Pengecatan Ulang dengan CSR</title>
		<link>https://memontum.com/kuatkan-potensi-kampung-tematik-pemkot-malang-rencanakan-pengecatan-ulang-dengan-csr</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kuatkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pengecatan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211762</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang berencana akan menguatkan dan meningkatkan potensi Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) dan Kampung Tridi. Salah satu cara yang dilakukan, yakni dengan melakukan pengecatan ulang di dua titik lokasi itu. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan jika pengecatan ulang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang berencana akan menguatkan dan meningkatkan potensi Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) dan Kampung Tridi. Salah satu cara yang dilakukan, yakni dengan melakukan pengecatan ulang di dua titik lokasi itu.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan jika pengecatan ulang itu dilakukan karena melihat kondisi cat dari kedua kampung tersebut dinilai sudah mulai memudar. Sementara rencana pengecatan, akan mengandalkan dari bantuan Corporate Responsibility Society (CSR).</p>



<p>&#8220;Selain kedua kampung itu, nantinya Kampung Biru yang ada di seberang juga akan dilakukan pengecatan. Namun, dengan mengandalkan bantuan dari CSR. Jadi selain cat, juga ada biaya pengecatan,&#8221; kata Baihaqi, Sabtu (13/07/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, ujarnya, Disporapar Kota Malang juga sedang melakukan komunikasi bersama dengan pihak terkait. Itu karena, biaya yang dibutuhkan cukup besar.</p>



<p>“Ini yang sedang kita pikirkan dan harus dibahas secara teknis dengan stakeholder terkait. Kalau biaya perawatan, itu ditanggung oleh masyarakat kampung. Jadi dari uang tiket pengunjung itu, nantinya untuk biaya perawatan. Karena inikan juga asetnya masyarakat,” ucapnya.</p>



<p>Diakhir, Baihaqi juga menambahkan bahwa kehadiran Pemkot Malang, tentunya untuk melakukan pembinaan, pemberdayaan masyarakat dan tata kelola. Tidak menutup kemungkinan juga akan menjadi jembatan untuk mencari sumber dana lain dari CSR.</p>



<p>“Karena kalau secara full itu ditanggung oleh pemerintah itu tidak bisa, sehingga kami membutuhkan adanya CSR,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211762</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ekspose Proposal DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu, Pj Wali Kota Kediri Beri Paparan</title>
		<link>https://memontum.com/ekspose-proposal-dak-tematik-pengentasan-permukiman-kumuh-terpadu-pj-wali-kota-kediri-beri-paparan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2024 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ekspose]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[paparan]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan]]></category>
		<category><![CDATA[permukiman]]></category>
		<category><![CDATA[proposal]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<category><![CDATA[terpadu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211851</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, menyampaikan paparan dalam kegiatan Ekspose Proposal Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan itu, digelar melalui media zoom meeting dari ruang Command Center Balai Kota Kediri, Kamis (11/07/2024) tadi. “DAK Tematik PPKT 2025 kawasan kumuh yang kami ajukan, adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, menyampaikan paparan dalam kegiatan Ekspose Proposal Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan itu, digelar melalui media zoom meeting dari ruang Command Center Balai Kota Kediri, Kamis (11/07/2024) tadi.</p>



<p>“DAK Tematik PPKT 2025 kawasan kumuh yang kami ajukan, adalah kawasan Ketami II yang ada di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Ketami II ini berlokasi di bagian timur wilayah kota dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kediri. Luasnya sekitar 9,6 ha dan masuk kategori kumuh ringan dengan skor kekumuhan 21. Dimana, mayoritas penduduknya adalah masyarakat berpenghasilan rendah (mbr). Mayoritas penduduk merupakan buruh tani atau ternak ikan dan sektor informal lain,” terang Pj Wali Kota Kediri.</p>



<p>Lebih lanjut Zanariah menambahkan, analisis SWOT dalam penanganan permukiman kumuh di kawasan Ketami II. Sedangkan intervensi yang dilakukan yakni pembangunan baru atau peningkatan kualitas RTLH total sebanyak 21 unit rumah, pembangunan dan peningkatan kualitas jalan lingkungan, perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan dari jalur perpipaan terdekat sejauh 3,5 km.</p>



<p>Kemudian, lanjutnya, pembangunan drainase lingkungan 1.205,5 meter, peningkatan kualitas Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) dengan tujuan peningkatan ekonomi warga dan pengelolaan sampah pada sumbernya. Lalu, pembangunan 16 unit tempat mandi, cuci dan kakus (MCK) individu serta pengadaan alat pemadam api ringan (APAR) pada setiap RT.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Konsep dasar dalam penanganan permukiman kumuh ini adalah peningkatan kualitas permukiman dan lingkungan. Hal ini, untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Problem kekumuhan dapat teratasi sekaligus merubah wajah kawasan.</p>



<p>Selain itu, Pj Wali Kota Kediri juga mengusulkan inovasi dalam usulan DAK Tematik PPKT di Kelurahan Ketami, dengan mengusung tema Cupang (Cukupe Pangan). Yakni, berupa pengelolaan TPS3R Ketami, wisata edukasi pengelolaan TPS3R dan ikan hias, budidaya ikan lele dan pengembangan RTLH menjadi homestay untuk mendukung wisata budidaya ikan cupang.</p>



<p>Pj Wali Kota Zanariah juga memaparkan rencana keberlanjutan pasca intervensi penanganan kumuh, terkait rencana operasional, pemeliharaan dan perawatan yang akan dilakukan dengan memperkuat kolaborasi antar stakeholder dan masyarakat. “Saya selalu menekankan kepada jajaran saya, untuk menghilangkan sekat-sekat sektoral untuk memastikan program pemerintah bisa memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat. Termasuk, intervensi penanganan kumuh ini,” ujarnya.</p>



<p>Pihaknya juga mengucapkan terima kasih, karena Pemerintah Kota Kediri telah diberi kesempatan mengikuti DAK Tematik ini dalam proses evaluasi. “Semoga yang didiskusikan ini bisa berlanjut. Hal-hal yang tadi disampaikan, bisa menjadi masukan dan catatan kriteria juga melalui DAK ini. Bahwa ada inovasi yang diusulkan oleh Kota Kediri untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tanpa harus selalu minta kepada pemerintah,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Turut hadir mendampingi dalam zoom meeting itu, Kepala Dinas PUPR, Endang Kartika Sari, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Hery Purnomo, Kepala DLHKP, Imam Muttakin, Direktur PDAM Tirta Dhaha Kota Kediri, Yani Setiawan, UPT Pemadam Kebakaran, Fanni dan perwakilan Bappeda. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211851</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Kampung Tematik di Kota Malang Masuk Penilaian 300 Besar ADWI 2024, Ini Kata Pj Wali Kota Wahyu</title>
		<link>https://memontum.com/dua-kampung-tematik-di-kota-malang-masuk-penilaian-300-besar-adwi-2024-ini-kata-pj-wali-kota-wahyu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2024 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Penilaian]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209814</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua desa atau kampung tematik di Kota Malang, masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2024. Dua nama itu, yakni Desa Wisata Water Glintung Street dan Desa Wisata Kampung Budaya Polowijen. Atas raihan tersebut, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi dan optimismenya. Selain itu, juga meminta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua desa atau kampung tematik di Kota Malang, masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2024. Dua nama itu, yakni Desa Wisata Water Glintung Street dan Desa Wisata Kampung Budaya Polowijen.</p>



<p>Atas raihan tersebut, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi dan optimismenya. Selain itu, juga meminta dinas terkait yakni Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, agar dapat terus memberikan dukungan.</p>



<p>“Alhamdulillah, ada dua kampung tematik yang masuk dalam ADWI 2024. Saya juga minta kepada Pak Kadisporapar untuk memberikan dukungan penuh. Karena ada beberapa kriteria dalam ADWI, yang harus dipenuhi,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Sabtu (25/05/2024) tadi.</p>



<p>Apalagi di tahun 2023 lalu, ujarnya, Kampung Kayutangan Heritage juga telah menerima nominasi ADWI. Walaupun, masih belum menjadi juara pertama. Akan tetapi, evaluasi-evaluasi dan persyaratan akan dilengkapi seluruhnya.</p>



<p>“Harapan saya dengan kampung tematik yang sudah masuk ini bisa lebih melengkapi semua persyaratannya dan semua ketentuan sesuai dengan ADWI 2024,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Pj Wali Kota Wahyu juga menyampaikan bahwa dukungan bukan hanya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Melainkan juga, dari pemberdayaan masyarakat, termasuk objek unggulan yang ditampilkan dalam ADWI 2024.</p>



<p>“Insyaaallah kita optimis. Banyak dukungan dari Pemkot Malang. Nanti kita akan melihat kebutuhannya apa saja untuk melengkapi. Karena itu, tidak hanya terkait dengan sarana dan prasarananya, tetapi tapi juga pemberdayaan masyarakat. Untuk bisa lebih tahu dan paham terkait kampung tematik yang akan dinilai oleh Kemenparekraf,” jelasnya.</p>



<p>Tentunya dalam hal ini, Pemkot Malang akan memberikan upaya maksimal untuk memenuhi segala kebutuhan dan persyaratan yang dibutuhkan. Sehingga, harapan untuk masuk dalam ADWI 2024 bisa terwujud.</p>



<p>“Harapan kami dengan masuk dalam ADWI 2024 ini wisata di Kota Malang dapat terus meningkat dan membawa dampak positif bagi perekonomian Kota Malang,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, ADWI 2024 ini telah diikuti oleh 6 ribu desa wisata yang ada di seluruh Indonesia. Sebelumnya, di Kota Malang sendiri, ada 4 kampung yang masuk dalam 500 besar, diantaranya Kampung Tempe Sanan, Kampung Water Glintung Street, Kampung Budaya Polowijen dan Kampung Warna Warni Jodipan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209814</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
