<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tembok &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tembok/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 09:20:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tembok &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tembok Pasar Besar Malang Retak, Pemkot Malang Pasang Banner dan Siapkan Langkah Perbaikan</title>
		<link>https://memontum.com/tembok-pasar-besar-malang-retak-pemkot-malang-pasang-banner-dan-siapkan-langkah-perbaikan</link>
					<comments>https://memontum.com/tembok-pasar-besar-malang-retak-pemkot-malang-pasang-banner-dan-siapkan-langkah-perbaikan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banner]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[retak,]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231642</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) mengambil langkah antisipasi, menyusul temuan tembok retak di Pasar Besar Malang sisi timur. Langkah itu, yakni dengan memasang banner peringatan serta mensterilkan area taman parkir di bawah tembok dari berbagai aktivitas, baik berjualan maupun parkir kendaraan. Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) mengambil langkah antisipasi, menyusul temuan tembok retak di Pasar Besar Malang sisi timur. Langkah itu, yakni dengan memasang banner peringatan serta mensterilkan area taman parkir di bawah tembok dari berbagai aktivitas, baik berjualan maupun parkir kendaraan.</p>



<p>Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa retakan ditemukan pada tembok pembatas lantai tiga yang dinilai berpotensi membahayakan pengunjung maupun pedagang di area bawah. Menurutnya, kondisi tembok yang terpapar hujan dan angin dikhawatirkan dapat memicu keruntuhan apabila tidak segera ditangani.</p>



<p>“Waktu kami cek di lokasi, tembok pembatas pinggir lantai tiga itu retak dan ada potensi jatuh. Karena itu langsung kami laporkan kepada Pak Wali,” ujar Eko, Senin (13/04/2026) tadi.</p>



<p>Pemasangan banner sendiri dilakukan, sebagai langkah pencegahan dini untuk menghindari kemungkinan jatuhnya korban, apabila terjadi kerusakan lanjutan. “Kalau sudah diberi pengumuman, artinya area itu berbahaya. Harapannya masyarakat sadar dan tidak beraktivitas di sana supaya tidak ada korban,” katanya.</p>



<p>Terkait desakan agar tembok segera dirobohkan, Eko menjelaskan pembongkaran tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena tembok tersebut juga berfungsi sebagai pembatas pengaman di bagian atas bangunan. Menurutnya, pembongkaran harus disertai pengganti atau sistem pengamanan baru agar tidak menimbulkan risiko lain.</p>



<p>“Kalau dirobohkan tanpa pengganti, atapnya tidak punya pembatas. Itu juga berbahaya, sehingga harus ada pengamanan terlebih dahulu,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membenarkan bahwa dirinya telah menerima laporan terkait kondisi tembok retak di Pasar Besar. Menurutnya, Pemkot Malang memilih mengambil langkah pencegahan lebih dahulu guna menghindari potensi risiko keselamatan.</p>



<p>“Ada laporan dari Kadis Kopindag terkait beberapa titik yang retak. Kita ini prinsipnya menjaga dan mencegah kerawanan supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ucap Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Wali kota juga menyebut, bahwa pemasangan peringatan dilakukan sebagai langkah sementara sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut. Menurutnya, perbaikan tembok akan menggunakan anggaran perawatan yang tersedia di Diskopindag dengan melibatkan penilaian teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP).</p>



<p>“Nanti kita minta Diskopindag menggunakan anggaran perawatan, kemudian dibantu PU untuk penilaian konstruksi dan melihat kelayakannya,” katanya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga menegaskan, langkah cepat perlu dilakukan agar kejadian serupa yang berpotensi membahayakan masyarakat tidak kembali terjadi. Dirinya berharap, penyelesaian revitalisasi Pasar Besar Malang juga dapat segera dituntaskan demi kepentingan umum dan keamanan bersama.</p>



<p>&#8220;Doakan untuk Pasar Besar ini agar cepat selesai ya, konflik kepentingan ini harusnya kepentingan umumlah yang harus diutamakan, jangan kepentingan pribadi,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/tembok-pasar-besar-malang-retak-pemkot-malang-pasang-banner-dan-siapkan-langkah-perbaikan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231642</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Jenguk Korban Tembok Ambrol Pasar Besar Guna Pastikan Kondisi dan Pengobatan</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-jenguk-korban-tembok-ambrol-pasar-besar-guna-pastikan-kondisi-dan-pengobatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2025 14:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[jenguk]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223634</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengunjungi seorang pedagang pisang yang menjadi korban insiden ambrolnya tembok pembatas Lantai III Pasar Besar Malang, Kamis (03/07/2025) tadi. Kunjungan yang dilakukan ke rumah korban itu, dimaksudkan untuk memastikan kondisi korban dan kelanjutan proses pengobatan terhadap luka yang dialami. Mengingat, sesaat usai kejadian, korban harus dilarikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengunjungi seorang pedagang pisang yang menjadi korban insiden ambrolnya tembok pembatas Lantai III Pasar Besar Malang, Kamis (03/07/2025) tadi.</p>



<p>Kunjungan yang dilakukan ke rumah korban itu, dimaksudkan untuk memastikan kondisi korban dan kelanjutan proses pengobatan terhadap luka yang dialami. Mengingat, sesaat usai kejadian, korban harus dilarikan ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Korban saat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit. Setelah sempat dioperasi, korban baru Kamis ini tadi sudah diperbolehkan pulang. Kemudian, untuk kontrolnya juga sudah dijadwalkan tanggal 10 Juli mendatang,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dalam hal ini, ujarnya, Pemkot Malang juga akan mendampingi proses pengobatan korban melalui koordinasi bersama RSUD Kota Malang. Diharapkan, nantinya Direktur RSUD Kota Malang juga turut memantau perkembangan kondisi korban, termasuk kemungkinan dukungan layanan medis lanjutan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ini kejadiannya di luar dugaan. Korban adalah pedagang dan tertimpa material tembok yang jatuh (ambrol, red). Jarinya ada empat yang dipasang pen. Untuk pengobatan selanjutnya, tetap dilakukan di RS, tapi akan dikawal oleh RSUD agar penanganannya optimal,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Direktur RSUD Kota Malang, Rina Istarowati, mengatakan bahwa pihaknya siap membantu pendampingan dan berkoordinasi dengan pihak RS. Termasuk kemungkinan kontrol lanjutan dilakukan di RSUD Kota Malang.</p>



<p>“Kami sudah mengumpulkan data administrasi korban seperti KTP dan KK. Untuk pembiayaan akan kami lihat lebih lanjut, termasuk kemungkinan menggunakan BPJS,” kata Rina.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya juga akan dikoordinasikan bersama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) serta pihak rumah sakit untuk memastikan korban mendapatkan layanan kesehatan secara maksimal. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223634</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Dorong Percepatan Revitalisasi Pasar Besar Paska Terjadinya Tembok Ambrol</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-dorong-percepatan-revitalisasi-pasar-besar-paska-terjadinya-tembok-ambrol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[percepatan]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<category><![CDATA[terjadinya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223626</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengupayakan percepatan penanganan Pasar Besar Malang, seusai insiden ambrolnya tembok pembatas Lantai III, pada Selasa (01/07/2025) lalu. Dalam hal ini, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, akan berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat terkait kelanjutan revitalisasi pasar. Apalagi, rencana revitalisasi itu sudah pernah dikawal oleh Pj Wali Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengupayakan percepatan penanganan Pasar Besar Malang, seusai insiden ambrolnya tembok pembatas Lantai III, pada Selasa (01/07/2025) lalu. Dalam hal ini, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, akan berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat terkait kelanjutan revitalisasi pasar. Apalagi, rencana revitalisasi itu sudah pernah dikawal oleh Pj Wali Kota Malang sebelumnya dan kini insiden kerusakan semakin menegaskan pentingnya percepatan penanganan.</p>



<p>“Saya baru mendapatkan laporan. Kebetulan besok saya ke Jakarta dan saya akan coba berkoordinasi terkait dengan perkembangan Pasar Besar,” ujar Wali Kota Wahyu, Kamis (03/07/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, kondisi bangunan Pasar Besar saat ini sudah mendesak untuk diperbaiki, terutama karena dinding bagian atas mengalami keretakan. Karena itu, Wali Kota Wahyu mengimbau masyarakat, khususnya pedagang dan pengunjung, untuk lebih berhati-hati.</p>



<p>“Kita sudah tahu kondisinya sekarang ini bagaimana, butuh segera untuk memperbaiki. Maka saya imbau masyarakat untuk hati-hati karena tembok atas itu sudah retak,” katanya.</p>



<p>Sebagai bentuk antisipasi, Pemkot Malang juga telah meminta penanganan pada beberapa titik bangunan yang dinilai membahayakan. Wahyu berharap akan ada kejelasan dari pemerintah pusat, termasuk peluang bantuan dari Bank Dunia dalam bentuk dukungan infrastruktur perkotaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Mudah-mudahan sudah mulai ada kepastian dari pusat untuk pembangunan Pasar Besar. Kami kemungkinan jadi salah satu nominasi penerima bantuan dari Bank Dunia,” tambahnya.</p>



<p>Terkait upaya relokasi dan penolakan sebagian pedagang, Wali Kota Wahyu menegaskan bahwa pendekatan dan sosialisasi akan terus dilakukan. Bahkan, anggaran untuk proses relokasi pedagang juga telah disiapkan melalui APBD.</p>



<p>“Insyaallah tidak ada lagi masalah di lapangan. Kami lakukan pendekatan, sosialisasi. Contohnya kejadian tembok pembatas ambruk kemarin mudah-mudahan bisa menyadarkan mereka untuk memperhatikan Pasar Besar,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi titik-titik rawan di lantai dua dan tiga Pasar Besar Malang. Sebagai langkah awal, area-area yang dianggap membahayakan telah dipasangi papan imbauan agar tidak ditempati.</p>



<p>“Kami sudah pasang papan pengumuman di area yang cukup berbahaya, terutama bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). Kami imbau jangan berjualan di bawah area rawan,” kata Eko.</p>



<p>Selain itu, Diskopindag juga akan melakukan pembersihan terhadap area yang kumuh, terutama di lantai atas yang dinilai sangat kotor dan membahayakan. “Kami akan bersihkan semuanya, terutama dinding dan kotoran di lantai dua dan tiga. Karena ini sangat rawan. Tapi kami belum menyediakan tempat lain untuk sementara,” imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223626</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Tembok Ambrol Pasar Besar, Komisi B DPRD Kota Malang Desak Pembongkaran Menyeluruh</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-tembok-ambrol-pasar-besar-komisi-b-dprd-kota-malang-desak-pembongkaran-menyeluruh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[besar]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menyeluruh]]></category>
		<category><![CDATA[pembongkaran]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223559</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang bersama Komisi B DPRD Kota Malang, meninjau langsung lokasi ambrolnya pagar tembok, di Pasar Besar Kota Malang, Rabu (02/07/2025) tadi. Sebagaimana diberitakan, insiden tersebut menimpa salah satu pedagang dan memicu desakan agar dilakukan pembongkaran menyeluruh terhadap pagar tembok yang dinilai sudah rapuh dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang bersama Komisi B DPRD Kota Malang, meninjau langsung lokasi ambrolnya pagar tembok, di Pasar Besar Kota Malang, Rabu (02/07/2025) tadi. Sebagaimana diberitakan, insiden tersebut menimpa salah satu pedagang dan memicu desakan agar dilakukan pembongkaran menyeluruh terhadap pagar tembok yang dinilai sudah rapuh dan membahayakan keselamatan.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari, menyampaikan bahwa tembok yang ambrol itu merupakan bangunan lama dan terakhir mengalami perbaikan struktural pada tahun 1991. &#8220;Kondisinya memang rawan. Kami sedang menunggu arahan dari Pak Kepala Diskopindag untuk langkah lanjutan, termasuk kemungkinan evakuasi sementara pedagang di sekitar titik rawan,” kata Kabid Eka.</p>



<p>Kejadian tersebut, ujarnya, juga telah dilaporkan secara resmi dan pihak Diskopindag Kota Malang dan telah memasang imbauan kewaspadaan di lokasi kejadian. Hal ini dilakukan, agar para pedagang bisa berhati-hati dan tidak menempati lokasi tersebut untuk berjualan.</p>



<p>Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menegaskan pentingnya pembongkaran total pagar pembatas, khususnya di sisi Utara hingga ujung Selatan pasar. Sebab, pagar tembok tersebut rentan roboh.</p>



<p>&#8220;Ada dua blok yang terdampak, satu ambruk dan satu lagi sudah goyah, jadi kami minta langsung dibongkar saja,” kata Bayu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Saat disinggung soal rencana revitalisasi Pasar Besar, menurutnya masih terganjal persoalan pendanaan dari pemerintah pusat. Upaya pengajuan anggaran telah dilakukan dua kali, namun terkendala, salah satunya karena adanya surat penolakan dari sebagian pedagang kepada pusat. Meski begitu, proses komunikasi dengan Kementerian PU masih terus berjalan.</p>



<p>“Revitalisasi sudah pernah dikawal oleh Pj Wali Kota sebelumnya. Tapi dengan adanya Inpres 1/2025 dan restrukturisasi di Kementerian PU, prosesnya ikut terdampak. Saat ini, Pak Wali melalui Pak Wawali sedang intens menjalin komunikasi dan kami harapkan pada Juni sampai Juli ini ada kepastian dari APBN,” jelasnya.</p>



<p>Menanggapi klaim sebagian pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Besar (Hippama) mengenai adanya janji politik dari Wali Kota yang menolak revitalisasi, Bayu membantah hal itu. “Saya sudah konfirmasi ke Pak Wali, tidak ada janji seperti itu. Ini soal kepentingan semua warga Kota Malang. Pasar Besar adalah ikon kota yang harus diperbaiki,” tegasnya.</p>



<p>Bayu juga memastikan, jika revitalisasi jadi dilakukan dengan anggaran APBN, maka pedagang akan kembali menempati pasar tanpa biaya tambahan. Hal ini menurutnya perlu dilakukan pendekatan ke pedagang, namun keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah daerah.</p>



<p>“Ini aset milik daerah dan sebagai pemilik sah, pemerintah berhak memperbaikinya demi keselamatan bersama. Tidak perlu kekhawatiran soal penambahan pedagang atau pembelian bedak ulang. Kami di Komisi B akan pasang badan untuk menjamin itu,” imbuh Bayu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223559</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petugas Lapas Kelas 1 Malang Gagalkan Pelemparan Ganja dari Luar Tembok</title>
		<link>https://memontum.com/petugas-lapas-kelas-1-malang-gagalkan-pelemparan-ganja-dari-luar-tembok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Sep 2023 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[gagalkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelemparan]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198420</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Upaya penyelundupan ganja ke dalam Lapas Kelas 1 Malang, kembali berhasil digagalkan. Kali ini, pelaku melemparkan bungkusan ganja dari balik tembok luar ke area lengkong atau lahan pertanian di sisi Utara Lapas, pada Minggu (17/09/2023) pagi. Beruntungnya, petugas Lapas Kelas 1 Malang, Kanwil Kemenkumham Jatim, sangat jeli dalam bertugas. Sehingga, berhasil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Upaya penyelundupan ganja ke dalam Lapas Kelas 1 Malang, kembali berhasil digagalkan. Kali ini, pelaku melemparkan bungkusan ganja dari balik tembok luar ke area lengkong atau lahan pertanian di sisi Utara Lapas, pada Minggu (17/09/2023) pagi.</p>



<p>Beruntungnya, petugas Lapas Kelas 1 Malang, Kanwil Kemenkumham Jatim, sangat jeli dalam bertugas. Sehingga, berhasil menemukan ganja kering tersebut dan langsung berkoordinasi dengan petugas Satresbarkoba Polresta Malang Kota.</p>



<p>Informasi Memontum.com, penemuan ini bermula saat petugas menggelar patroli keliling sekitar pukul 06.30. Saat melakukan penyisiran di lengkong area utara, berhasil menemukan benda berwarna coklat yang mencurigakan dan diduga Narkoba.</p>



<p>Temuan itupun kemudian dilaporkan untuk selanjutnya dilakukan pengecekan. Saat bungkusan dibuka, diketahui isinya dua buah baterai ukuran AAA dan ganja. Saat ditimbang, memiliki berat kotor 151 gram.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Malang, Heri Azhari, membenarkan adanya peristiwa tersebut. &#8220;Kami sudah menyerahkan barang bukti ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Penggagalan upaya penyelundupan Narkoba ini, tidak lepas dari ketelitian dan kecermatan petugas. Saya juga meminta kepada seluruh petugas, untuk tetap selalu waspada serta meningkatkan integritas dalam menjaga keamanan dan ketertiban Lapas Kelas I Malang ini,&#8221; terangnya.</p>



<p>Heri Azhari juga menambahkan, bahwa pihak Lapas Kelas I Malang telah melakukan langkah antisipasi untuk menghalau modus pelemparan barang terlarang dari luar tembok lapas. Mengingat, lokasi Lapas yang dekat dengan jalan umum sangat rawan akan pelemparan-pelemparan benda terlarang.</p>



<p>&#8220;Salah satu upaya yang kami lakukan adalah, pemasangan jaring pengaman. Sehingga, barang terlarang yang dilempar akan tersangkut dan tidak sampai masuk ke area blok Lapas,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Perlu diketahui upaya penyelundupan seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Namun, selalu berhasil diketahui oleh petugas. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198420</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tembok Komplek Dikeluhkan Petani, Primaland Sebut Sudah Sesuai Prosedur Siteplan dan Keamanan</title>
		<link>https://memontum.com/tembok-komplek-dikeluhkan-petani-primaland-sebut-sudah-sesuai-prosedur-siteplan-dan-keamanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2023 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dikeluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[komplek]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[primaland]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur]]></category>
		<category><![CDATA[sesuai]]></category>
		<category><![CDATA[siteplan]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195505</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beberapa petani mengeluhkan salah satu sisi tembok pembatas Komplek Rumah Kos Salvia Primaland di kawasan RT07 RW04, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tembok yang dibangun untuk keamanan komplek kos sepanjang sekitar 10 meter tersebut, dinilai telah menghalangi akses jalan petani untuk ke sawah. Bahkan, persoalan ini telah dimediasi pihak kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Beberapa petani mengeluhkan salah satu sisi tembok pembatas Komplek Rumah Kos Salvia Primaland di kawasan RT07 RW04, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tembok yang dibangun untuk keamanan komplek kos sepanjang sekitar 10 meter tersebut, dinilai telah menghalangi akses jalan petani untuk ke sawah.</p>



<p>Bahkan, persoalan ini telah dimediasi pihak kelurahan dengan menghadirkan pihak Primaland dan petani yang mengeluhkan keberadaan tembok tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada titik temu.</p>



<p>Saat Memontum.com mendatangi lokasi, sempat bertemu dengan Edi Purnomo (50), salah satu petani. Dirinya mengaku keberatan dengan keberadaan tembok itu. Dikarenakan, akses tersebut memang biasanya digunakan petani menuju sawah.</p>



<p>&#8220;Sudah ada mediasi, namun pihak pengembang belum menyampaikan solusinya. Kami masih menunggu,&#8221; jelasnya, Kamis (10/08/2023) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa tembok tersebut telah dikeluhkan sejak Mei 2023 lalu. Untuk itu, bersama para petani lain, mempertanyakan agar segera ada solusi. Seperti dibukanya akses jalan atau jalan alternatif bisa diperbaiki untuk mempermudah akses petani.</p>



<p>&#8220;Kami ingin jalan aternatif diperbaiki dan dilebarkan. Sebab sejak ditutup tembok, jalannya hanya bisa dari sisi utara yang sempit dan susah dilalui. Tapi sebenarnya, kami ingin tembok tersebut tetap dibuka kembali dan dipasang pagar besi yang bisa buka tutup. Dibuka saat petani ke sawah dan ditutup saat petani pulang,&#8221; ujar Edi.</p>



<p>Sementara itu, pihak Primaland melalui Head Legal Primaland, Yanuar Risyahwan, saat dikonfirmasi mengaku bahwa pembangunan yang dilakukan di Komplek Rumah Kos Salvia itu telah sesuai dengan siteplan. Dan pembangunannya, juga telah disertai kelengkapan berkas dokumen yang dibutuhkan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Secara legalitas sudah dipenuhi. Ada SHGB, sertifikat SHM dan lainnya. Siteplan dan IMBnya sudah keluar. Termasuk perizinan juga sudah lengkap semua. Dan pembangunan itu juga sudah sesuai siteplan. Di dokumen yang kami kantongi, batas tanah yang kami bangun juga batasnya sesuai,&#8221; ujar Yanuar.</p>



<p>Selain itu pembangunan yang dilakukan tersebut menurutnya juga telah mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan penghuni rumah kos. Salah satu pertimbangan adalah faktor keamanan dan kenyamanan penguni kos.</p>



<p>&#8220;Sudah beberapa kali mediasi. Termasuk dengan petani yang bilangnya mengeluh. Melibatkan kelurahan, RT, RW, Babinsa, Babinkamtibmas tapi memang belum ada sepakat,&#8221; ujar Yanuar.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa petani masih bisa ke sawahnya karena lokasi yang kini dibangun tembok bukan satu-satunya jalan alternatif. Masih ada jalan alternatif lainnya, yang bisa dilalui oleh petani. &#8220;Sampai saat ini petani masih bisa berkativitas dengan normal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pihaknya juga sebenarnya berkeinginan, agar ada pengujian pada dokumen yang dimiliki. Terutama dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas terkait. &#8220;Ayo kita uji bersama tentang siteplan dan SHGB. Karena, kita tidak ingin berpolemik dengan masyarakat. Supaya kita semua dapat pencerahan, aturan jelas dan regulasi yang tepat.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan solusi. Yakni dengan melakukan perbaikan jalan alternatif yang berada di sisi lain. Hal tersebut menurut Yanuar akan ditawarkan sebagai solusi dalam mediasi selanjutnya.</p>



<p>&#8220;Mediasi selanjutnya setelah 17 Agustus 2023. Solusi itu akan kami sampaikan. Kami siap memperbaiki jalan alternatif tersebut jika berkenan,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195505</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Semalaman, Tembok Rumah Warga Trenggalek Jebol dan JLS Tertimbun Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-semalaman-tembok-rumah-warga-trenggalek-jebol-dan-jls-tertimbun-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[jebol]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[semalaman,]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<category><![CDATA[tertimbun]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192764</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek akhir-akhir ini, menyebabkan tanah longsor di sejumlah tempat. Bahkan, sedikitnya satu rumah dan ruas jalan di Jalur Lintas Selatan (JLS) Trenggalek terdampak longsor. Kasihumas Polres Trenggalek, Iptu Suswanto, mengatakan tembok rumah warga tepatnya di Desa Masaran Kecamatan Munjungan jebol tertimpa meterial tanah akibat tebing setinggi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek akhir-akhir ini, menyebabkan tanah longsor di sejumlah tempat. Bahkan, sedikitnya satu rumah dan ruas jalan di Jalur Lintas Selatan (JLS) Trenggalek terdampak longsor.</p>



<p>Kasihumas Polres Trenggalek, Iptu Suswanto, mengatakan tembok rumah warga tepatnya di Desa Masaran Kecamatan Munjungan jebol tertimpa meterial tanah akibat tebing setinggi 7 meter dan lebar 5 meter runtuh akibat hujan deras. &#8220;Iya betul, sejak sore wilayah Munjungan (kecamatan, red) memang diguyur hujan cukup deras. Kemudian sekira pukul 05.30 WIB, tebing yang berada di samping rumah warga longsor dan mengenai tembok dapur. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa,&#8221; ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (07/07/2023) siang.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, di wilayah Kecamatan Watulimo dilaporkan tebing di JLS Tulungagung-Trenggalek masuk Desa Tasikmadu pagi ini sekira pukul 07.00 WIB mengalami longsor dan material tanah memenuhi hampir separo badan jalan. Kondisi ini, tentu sangat riskan menyebabkan kecelakaan bagi para pengguna jalan dimana JLS saat ini masih dibuka hingga tanggal 16 Juli 2023.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Suswanto menegaskan, saat ini petugas Polri, TNI dan stakeholder lainnya sudah ada di lokasi untuk melakukan penjagaan dan evakuasi serta membantu membersihkan material longsor. &#8220;Saat ini, petugas gabungan tengah melakukan penjagaan dan evakuasi material longsor di lokasi. Petugas juga memasang rambu peringatan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Mengingat, saat ini hujan masih kerap turun, pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan hati-hati. Terutama, bagi warga yang berdomisili di wilayah perbukitan atau pegunungan. Demikian pula, bagi para pengguna jalan khususnya yang melintas di jalan yang memang rawan terjadi tanah longsor.</p>



<p>“Jika mengetahui bencana alam sekecil apapun, mohon segera melaporkan ke kantor polisi terdekat agar bisa dilakukan penanganan secepatnya,&#8221; pesan Suswanto. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192764</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
