<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tempat Khusus &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tempat-khusus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Jan 2021 03:11:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tempat Khusus &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>3 Ribu Vaksin Sinovac Tiba, Situbondo Rabu Langsung Vaksinasi</title>
		<link>https://memontum.com/3-ribu-vaksin-sinovac-tiba-rabu-langsung-vaksinasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2021 18:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Brimob]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133101</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; 3 ribu vial vaksin Sinovac, tiba Senin (25/01) malam, sekitar pukul 23.00. Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dari Brimob Polda Jatim, vaksin langsung ditempatkan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, H. Imam Hidayat S. Kep., M. Kes. Ners, mengatakan ini adalah tahap pertama pendistribusian vaksin dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://memontum.com/133087-pemkab-situbondo-distribusikan-2-842-kartu-kis-pbid" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/133087-pemkab-situbondo-distribusikan-2-842-kartu-kis-pbid" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Situbondo </a></strong>&#8211; 3 ribu vial vaksin Sinovac, tiba Senin (25/01) malam, sekitar pukul 23.00. Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dari Brimob Polda Jatim, vaksin langsung ditempatkan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo.<br></p>



<p>Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, H. Imam Hidayat S. Kep., M. Kes. Ners, mengatakan ini adalah tahap pertama pendistribusian vaksin dari Pemerintah Provinsi Jatim.<br>Imam Hidayat menambahkan, vaksin Covid-19 akan disimpan di tempat khusus sesuai juknis SOP atau Standar Operasional Prosedur. Selain itu, vaksin harus disimpan pada suhu antara 2 sampai 8 derajat selsius.</p>



<p>Berkaitan dengan vaksinator yang akan bertugas memvaksin, imam menjelaskan, akan ada penambahan. Tiap puskesmas ada 2 nakes yang sudah mengikuti pelatihan. Hari ini sampai 5 hari ke depan masing-masing puskesmas ada tambahan 3 vaksinator yang menjalani pelatihan,” tambahnya.<br>Tidak hanya itu, Rumah Sakit Umum Daerah Abdur Rahem (RSAR) sudah melatih 10 Nakes untuk menjadi vaksinator. “Berikutnya, kami akan melakukan on job training untuk Nakes yang belum ikut pelatihan,” ujarnya.</p>



<p>Masih menurut Imam, sesuai pengajuan semula, pencanangan vaksin akan dilakukan Rabu (27/01) ini. Selanjutnya, vaksin akan dilanjutkan kepada petugas kesehatan (Nakes) Vaksin akan dilakukan di setiap fasilitas pelayan kesehatan (Fasyankes) seperti rumah sakit dan Puskesmas.<br>“Untuk pencanangan akan dilakukan untuk 10 orang termasuk Plt Bupati, Kapolres dan Dandim pada hari Rabu, (27/01),” ujarnya.</p>



<p>Jumlah sasaran tahap pertama vaksinasi Covid-19 yaitu tenaga kesehatan sebanyak 2.799 orang dan pelayan publik tercatat 19.603 orang, Selain itu jumlah keseluruhan yang diusulkan mendapatkan vaksin Covid-19 sebanyak 403.346 orang. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133101</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puskesmas Janti Siapkan Tempat Khusus Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/puskesmas-janti-siapkan-tempat-khusus-untuk-pelaksanaan-vaksinasi-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2021 08:22:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Hadapi Akreditasi Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Khusus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132094</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meski vaksinasi simbolis Kota Malang diundur hingga bulan Februari 2021, beberapa Faskes (Fasilitas Kesehatan) tetap lakukan persiapan vaksinasi. Seperti yang tampak pada Puskesmas Janti, Kecamatan Sukun, telah menyiapkan tempat khusus untuk kegiatan vaksinasi. Kepala Puskesmas Janti, Endang Listyowati SKepNs MMKes, menuturkan bahwa ada lokasi sendiri untuk vaksinasi terpisah dengan pelayanan umum. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meski vaksinasi simbolis Kota Malang diundur hingga bulan Februari 2021, beberapa Faskes (Fasilitas Kesehatan) tetap lakukan persiapan vaksinasi. Seperti yang tampak pada Puskesmas Janti, Kecamatan Sukun, telah menyiapkan tempat khusus untuk kegiatan vaksinasi.</p>



<p>Kepala Puskesmas Janti, Endang Listyowati SKepNs MMKes, menuturkan bahwa ada lokasi sendiri untuk vaksinasi terpisah dengan pelayanan umum.</p>



<p>&#8220;Ini extra ordinary ya, karena pelayanan vaksinasi tidak jadi satu dengan pelayanan umum. Jadi, kita siapkan tempatnya. Rencananya, untuk tempatnya di ruangan dekat rumah Dinas Puskesmas Janti, belakang sini,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sebelum lakukan vaksinasi, Endang mengatakan, bahwa akan dilaksanakan juga simulasi. Sebelum itu, pihaknya sudah mengirimkan dua tenaga kesehatan (nakes) untuk menjalani pelatihan berkaitan dengan vaksinasi sinovac.</p>



<p>&#8220;Sudah ada pelatihannya kemarin, saya kirim dua orang. Yakni, Penanggung Jawab Imunisasi dan Dokter Umum. Lalu setelah pelatihan, mereka mensosialisasikan secara internal ke teman-teman di sini. Kemudian, nanti ketika sudah didistribusikan ke masing-masing puskesmas akan kita lakukan simulasi dulu,&#8221; paparnya.</p>



<p>Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah Puskesmas Janti, sudah menyiapkan segala keperluan sesuai dengan SOP (Standart Operasional Prosedur) yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Jumlah pegawai di Puskesmas Janti sendiri ada 50 orang, dengan rincian 10 orang Nakes non ASN (Aparatur Sipil Negara), 37 orang Nakes ASN, dan 3 penunjang layanan kesehatan (CS, administrasi). Dari semua pegawai di Puskesmas Janti, diakui Endang, sudah mendapat sms dari Peduli Lindungi berkaitan dengan penerimaan vaksin tahap pertama.</p>



<p>&#8220;Sudah, setelah kami mendaftar, kami dapat sms,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Ke depan, tambahnya, akan ada pelatihan kembali di akhir Januari. Pihaknya pun, sudah mengirim tiga nama yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan yang berbeda dari pelatihan pertama.</p>



<p>Menambahkan hal tersebut, Ketua Tim Pelaksana Vaksinasi Sinovac, Kartika Ekapaksi AMD, yang menjadi peserta pelatihan tahap pertama angkat bicara.</p>



<p>&#8220;Kemarin akhir November 2020, saya ikut pelatihan secara daring selama 4 hari, tapi belum dijelaskan secara rinci karena Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) belum keluar. Kemudian, di bulan Desember baru terbit Permenkes no 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),&#8221; jelasnya. Pelatihan yang diterima, urainya, mencangkup teknis pelaksanaan mulai dari perencanaan, pendataan, evaluasi setelah vaksinasi. Usai keluar Permenkes 84 Tahun 2020, disusul dengan Petunjuk Teknis Pelaksanaan dari Kemenkes (Kementrian Kesehatan).</p>



<p>&#8220;Barulah awal Januari kami susun persiapan pelaksanaan. Nanti kita akan pakai beberapa aplikasi, karena ini top-down, semua dari pusat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Data penerima vaksin akan masuk satu pintu melalui KPCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional). &#8220;Jadi yang tahu pusat, bukan kami. Pusat yang mendata nanti di break-down ke kota dan kabupaten bekerjasama dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Jadi siapa saja yang kita vaksinasi tergantung dari BPJS,&#8221; terangnya. Sehingga, menurut keterangan Kartika, pihak puskesmas baru tahu siapa saja yang akan divaksinasi saat H-1 melalui aplikasi dari BPJS.<strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132094</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
