<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tempati &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tempati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Apr 2026 11:42:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tempati &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pariwisata Lumajang Tempati Peringkat Pertama sebagai Tujuan Wisman</title>
		<link>https://memontum.com/pariwisata-lumajang-tempati-peringkat-pertama-sebagai-tujuan-wisman</link>
					<comments>https://memontum.com/pariwisata-lumajang-tempati-peringkat-pertama-sebagai-tujuan-wisman#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[peringkat]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[tempati]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>
		<category><![CDATA[wisman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231785</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pariwisata Kabupaten Lumajang memasuki fase akseleratif. Dalam unggahan media sosial, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengumumkan bahwa Lumajang menempati peringkat pertama sebagai tujuan wisatawan mancanegara (Wisman) di Jawa Timur, mengungguli Surabaya, Malang, Banyuwangi dan Bondowoso. “Capaian ini kami maknai sebagai indikator, bahwa arah pengembangan pariwisata Lumajang mulai menunjukkan hasil yang terukur,” kata Bunda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pariwisata Kabupaten Lumajang memasuki fase akseleratif. Dalam unggahan media sosial, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengumumkan bahwa Lumajang menempati peringkat pertama sebagai tujuan wisatawan mancanegara (Wisman) di Jawa Timur, mengungguli Surabaya, Malang, Banyuwangi dan Bondowoso.</p>



<p>“Capaian ini kami maknai sebagai indikator, bahwa arah pengembangan pariwisata Lumajang mulai menunjukkan hasil yang terukur,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, Sabtu (18/04/2026) tadi.</p>



<p>Capaian ini, lanjutnya, bukan sekadar prestasi peringkat. Melainkan, indikator perubahan struktur ekonomi daerah. Pariwisata mulai bergerak dari sektor pelengkap menjadi penggerak utama pertumbuhan berbasis potensi lokal.</p>



<p>“Pariwisata tidak berdiri sendiri. Ia terhubung langsung dengan ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha kecil dan layanan lokal,” tambah Bunda Indah.</p>



<p>Penguatan posisi tersebut, paparnya, terlihat dari performa destinasi unggulan. Air Terjun Tumpak Sewu di kawasan Gunung Semeru, menjadi destinasi nomor satu kunjungan wisman di Jawa Timur. Sementara Teras Semeru, turut mengokohkan citra Lumajang sebagai episentrum wisata alam berkelas dunia.</p>



<p>“Daya tarik utama kita ada pada kekuatan lanskap alam. Tugas kita adalah menjaga kualitas pengalaman agar tetap konsisten,” jelasnya.</p>



<p>Substansi capaian ini, lanjutnya, diperkuat oleh data riil kunjungan Triwulan I 2026 Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang. Total kunjungan wisatawan mencapai 476.062 orang, melampaui target 450.000. Dari jumlah tersebut, wisatawan nusantara (Wisnus) masih mendominasi dengan 460.036 kunjungan, sementara wisman tercatat 16.026 kunjungan.</p>



<p>Dominasi Wisnus ini, menunjukkan bahwa fondasi pasar domestik Lumajang sangat kuat. Namun, kehadiran lebih dari 16 ribu wisman menjadi sinyal penting bahwa destinasi Lumajang mulai menembus pasar global secara konsisten.</p>



<p>“Kita melihat adanya tren positif pada kunjungan wisman, meskipun skalanya masih perlu diperkuat secara bertahap,” ujarnya.</p>



<p>Distribusi kunjungan, juga menunjukkan pola akselerasi. Januari tercatat 132.244 kunjungan, Februari 60.992, dan meningkat signifikan pada Maret menjadi 282.826 kunjungan.</p>



<p>“Lonjakan ini menunjukkan bahwa promosi dan momentum kunjungan mulai selaras, meski tetap perlu dijaga kesinambungannya,” kata Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari sisi destinasi, pergerakan wisatawan tersebar pada sejumlah titik strategis. Pantai Watu Pecak mencatat kunjungan tertinggi dengan 103.075 wisatawan, disusul Tumpak Selo sebanyak 95.305 kunjungan. Sementara Pemandian Alam Selokambang dan Pemandian Alam Tirtosari masing-masing mencatat 45.871 dan 38.484 kunjungan.</p>



<p>Meski secara total kunjungan Air Terjun Tumpak Sewu berada di angka 25.821, destinasi ini menjadi kontributor utama wisman dengan 15.908 kunjungan internasional. “Kontribusi wisman masih terkonsentrasi pada destinasi tertentu. Ini menjadi ruang evaluasi untuk memperluas sebaran kunjungan,” ungkapnya.</p>



<p>Dampak di lapangan, pun mulai terasa. Salah satu pemandu wisata lokal, Dedi, merasakan perubahan ritme kerja yang kini lebih hidup seiring meningkatnya kunjungan. “Dulu tamu asing belum tentu ada setiap hari. Sekarang mulai rutin datang, terutama ke Tumpak Sewu. Kami pelan-pelan belajar, dari bahasa sampai cara melayani. Ada rasa bangga juga, karena kami bisa ikut memperkenalkan Lumajang ke orang dari berbagai negara,” kata Dedi.</p>



<p>Fenomena serupa juga terlihat pada Air Terjun Kapas Biru, yang mulai menarik wisman. Hal ini, menunjukkan bahwa wisatawan mancanegara cenderung memilih destinasi dengan kualitas visual dan pengalaman yang kuat.</p>



<p>Namun demikian, masih terdapat ruang penguatan. Destinasi seperti Ranu Pani dan Ranu Regulo belum beroperasi optimal.</p>



<p>“Kami melihat pentingnya pemerataan pengembangan destinasi agar manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas,” jelasnya.</p>



<p>Secara substantif, data ini menunjukkan bahwa pariwisata Lumajang tidak hanya tumbuh, tetapi mulai membentuk struktur yang lebih kuat. Wisnus menjaga volume kunjungan, sementara wisman memberikan nilai tambah ekonomi dan eksposur global.</p>



<p>Dampak ekonomi juga dirasakan pelaku usaha kecil. Irma, salah satu pelaku UMKM lokal, menyebut peningkatan kunjungan turut menggerakkan usahanya, meski secara bertahap.</p>



<p>“Kalau wisatawan ramai, dagangan ikut bergerak. Tidak selalu besar, tapi terasa. Ada yang beli oleh-oleh, ada yang sekadar mampir. Bagi kami, yang penting usaha tetap jalan dan bisa membantu ekonomi keluarga,” ujar Irma.</p>



<p>Pergerakan ini memperlihatkan bagaimana pariwisata mulai terhubung langsung dengan ekonomi masyarakat. UMKM, transportasi, pemandu wisata, hingga homestay mengalami peningkatan aktivitas.</p>



<p>“Pergerakan ekonomi lokal mulai terlihat, meskipun masih perlu diperkuat dari sisi kualitas layanan dan kapasitas pelaku usaha,” ujar Bunda Indah.</p>



<p>Dalam konteks pembangunan, capaian ini mempertegas arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Lumajang yang mendorong pariwisata sebagai sektor unggulan berbasis kolaborasi. “Kami membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik dengan pelaku usaha maupun masyarakat, agar pertumbuhan ini bisa dijaga bersama,” tegasnya.</p>



<p>Ke depan, tantangan yang dihadapi adalah menjaga kualitas destinasi, memperluas distribusi wisatawan, serta memastikan keberlanjutan lingkungan.</p>



<p>“Keberlanjutan menjadi kunci. Pertumbuhan harus berjalan seimbang dengan pelestarian,” papar Bunda Indah.</p>



<p>Dengan fondasi data yang kuat dan capaian yang terukur, Lumajang tidak hanya mencatat kemajuan, tetapi mulai membangun model pengembangan pariwisata yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pariwisata-lumajang-tempati-peringkat-pertama-sebagai-tujuan-wisman/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231785</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Tempati Peringkat 2 Klasemen Sementara Porprov, Wali Kota Wahyu Optimis Raih Juara Umum</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-tempati-peringkat-2-klasemen-sementara-porprov-wali-kota-wahyu-optimis-raih-juara-umum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 04:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[klasemen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[peringkat]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<category><![CDATA[sementara]]></category>
		<category><![CDATA[tempati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223225</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kontingen Kota Malang sementara ini menempati peringkat 2 dalam klasemen sementara perolehan medali Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur Tahun 2025. Peringkat itu, tercatat hingga Minggu (22/06/2025) pukul 18.00 WIB, di mana kontingen Kota Malang telah mengkoleksi 18 medali emas, 9 perak dan 5 perunggu, dengan total poin sebanyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kontingen Kota Malang sementara ini menempati peringkat 2 dalam klasemen sementara perolehan medali Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur Tahun 2025. Peringkat itu, tercatat hingga Minggu (22/06/2025) pukul 18.00 WIB, di mana kontingen Kota Malang telah mengkoleksi 18 medali emas, 9 perak dan 5 perunggu, dengan total poin sebanyak 95.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut positif capaian tersebut dengan penuh optimisme. Pihaknya menyebut, bahwa perolehan medali sebagai hasil dari kerja keras dan semangat juang para atlet dan official.</p>



<p>“Ini bagian dari upaya, usaha dan perjuangan. Saya berharap, masyarakat Kota Malang sama-sama berdoa, karena ini juga membawa nama baik Kota Malang, terutama di bidang olah raga. Inikan pekan olah raga terbesar di Jawa Timur. Karenanya, kami tetap optimis bisa juara umum,” ujar Wali Kota Wahyu, Senin (23/06/2025) tadi.</p>



<p>Menanggapi masih minimnya gaung Porprov di kalangan masyarakat, Wali Kota Wahyu menjelaskan bahwa hal ini telah disosialisasikan secara masif melalui berbagai kanal media sosial. Informasi terkait jadwal dan venue pertandingan, telah dibagikan melalui akun resmi Pemkot Malang, Disporapar, KONI Kota Malang, hingga KONI Jawa Timur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Gaungnya memang lebih kami maksimalkan di media sosial, karena lebih cepat di-update. Daripada pasang di jalan, tapi ternyata jadwalnya berubah, kan harus bongkar lagi,” tambahnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga menyampaikan, bahwa belum maksimalnya pemasangan jadwal di titik-titik strategis Kota Malang, disebabkan karena adanya perubahan teknis dari KONI Jawa Timur sebagai penyelenggara utama. Salah satunya, adalah perpindahan venue mendadak, seperti yang terjadi di UIN Maliki Malang.</p>



<p>“Venue itu sempat berubah, tadinya di UIN tapi mendadak dipakai untuk yang lain, jadi kami harus pindah. Itu semua butuh persetujuan KONI Jatim. Karena Porprov ini agenda provinsi, kami di daerah hanya menyesuaikan sebagai tuan rumah,” lanjutnya.</p>



<p>Meski begitu, Wali Kota Wahyu memastikan bahwa pemasangan informasi fisik di venue-venue tetap dilakukan secara bertahap, sembari terus memantau penyesuaian dari KONI Jatim. “Pasti akan kami pasang, tapi penyesuaian tetap harus dilakukan,” imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223225</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mantan Pj Wali Kota Malang Masih Tempati Rumdin, Ini Kata Sekda dan Ketua DPRD</title>
		<link>https://memontum.com/mantan-pj-wali-kota-malang-masih-tempati-rumdin-ini-kata-sekda-dan-ketua-dprd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Aug 2024 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mantan]]></category>
		<category><![CDATA[rumdin]]></category>
		<category><![CDATA[tempati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212987</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Malang di Jalan Ijen 2, diketahui masih ditempati oleh mantan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Padahal sejak Sabtu (10/08/2024 lalu, posisi Pj Wali Kota Malang telah resmi berganti dan dilakukan pelantikan oleh Pj Gubernur Adhy Karyono. Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Malang di Jalan Ijen 2, diketahui masih ditempati oleh mantan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Padahal sejak Sabtu (10/08/2024 lalu, posisi Pj Wali Kota Malang telah resmi berganti dan dilakukan pelantikan oleh Pj Gubernur Adhy Karyono.</p>



<p>Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, membenarkan mengenai hal tersebut. Disampaikan, bahwa pertimbangan mantan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, masih menempati Rumdin karena pemberitahuan pelantikan serah terima jabatan sangat mendadak. Sehingga, tidak ada persiapan untuk melakukan perpindahan.</p>



<p>“Iya, saat ini masih di Rumdin. Itu karena, pada saat itu diperkirakan untuk serah terima jabatan dan pelantikan setelah upacara 17 Agustus mendatang. Ternyata, malah sebelum itu, atau 10 Agustus 2024 lalu,” kata Sekda Erik, Kamis (15/08/2024) tadi.</p>



<p>Karena rumah pribadi milik mantan Pj Wali Kota Malang, masih dalam tahap renovasi, maka sementara menempati Rumdin. Namun, ini sifatnya sementara dan dipastikan kurang lebih satu sampai dua hari ini, renovasi tersebut dapat terselesaikan.</p>



<p>“Rumah tinggal (pribadi) beliau masih diperbaiki. Tetapi kemungkinannya, satu sampai dua hari ini selesai. Sehingga, karena barang milik beliau juga banyak dan dibutuhkan waktu untuk perpindahan tersebut,” ujar Sekda Erik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, mantan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan jika beberapa barang sebenarnya sudah dipindahkan. Hanya saja, karena rumah pribadinya masih tahap renovasi, maka butuh waktu pemindahan.</p>



<p>“Ini juga masih packing beberapa barang. Tetapi, beberapa sudah ada yang saya kirim ke rumah pribadi. Mengenai ini, saya juga sudah berkoordinasi dengan Pj Wali Kota Malang yang baru dan katanya tidak apa-apa,” kata Wahyu Hidayat.</p>



<p>Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa hal ini tidak sesuai dengan aturan birokrasi dan dapat menyebabkan kebingungan di kalangan masyarakat. Terlebih, saat ini Kota Malang sudah memiliki Pj Wali Kota Malang yang baru, yakni Iwan Kurniawan.</p>



<p>“Pj itu melekat berikut fasilitasnya. Termasuk Rumah Dinas (Rumdin), mobil dinas, ruang kerja kantor dan protokoler, itu melekat. Karena jabatan Pj itu hampir sama dengan definitif. Sama wewenang, hak dan kewajibannya. Bedanya cuma butuh persetujuan Kemendagri untuk mengambil keputusan seperti mutasi dan sebagainya,” kata Made.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa dalam hal ini etika birokrasi harus dijaga. Setelah adanya Pj Wali Kota yang baru, semua fasilitas yang melekat pada jabatan tersebut harus segera diserahkan.</p>



<p>“Kita harus menghargai etika birokrasi dan aturan yang ada. Yang bertanggung jawab, itu bagian aset di sekretariat dan bagian umum untuk pelaksananya. Sehingga, ini harus memastikan penyerahan fasilitas tersebut dapat berjalan dengan lancar,” imbuh Made. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212987</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambangi Kakek yang Tempati Rumah Tidak Layak Huni, Mantan Wabup Lumajang Rencanakan Perbaikan</title>
		<link>https://memontum.com/sambangi-kakek-yang-tempati-rumah-tidak-layak-huni-mantan-wabup-lumajang-rencanakan-perbaikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2024 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[mantan]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<category><![CDATA[sambangi]]></category>
		<category><![CDATA[tempati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208219</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Masih ingat dengan kakek Jumadi alias Bagong, (71) warga Dusun Krajan Desa Jugosari Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, yang diberitakan Memontum.com tinggal bersama seorang anaknya usia 7 tahun dan menempati rumah tidak layak huni, Sabtu (30/03/2024) lalu. Hidupnya yang butuh perhatian, akhirnya mendapat tamu istimewah dan mendapat kepastian. Ya, mantan Wakil Bupati Lumajang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Masih ingat dengan kakek Jumadi alias Bagong, (71) warga Dusun Krajan Desa Jugosari Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, yang diberitakan Memontum.com tinggal bersama seorang anaknya usia 7 tahun dan menempati rumah tidak layak huni, Sabtu (30/03/2024) lalu. Hidupnya yang butuh perhatian, akhirnya mendapat tamu istimewah dan mendapat kepastian.</p>



<p>Ya, mantan Wakil Bupati Lumajang yang juga merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lumajang, Indah Amperawati, menyambangi Kakek Jumadi di rumahnya. Tidak hanya itu, selain ada beberapa rencana yang akan dilakukan di rumah sang kakek, dalam kesempatan itu Bunda Indah-sapaan mantan Wabup, juga berbagi kebahagiaan yang nampak dalam sesi kunjungan atau terlihat di foto.</p>



<p>&#8220;Saya tadi berkesempatan nyambang (silaturahmi, red) pak jumadi di desa jugosari. Bahagia dengan kondisinya, itu kesimpulan saya. Tidak semua orang yg tidak beruntung secara ekonomi, tidak bisa tertawa dan bahagia lhoo,&#8221; terang Bunda Indah, dalam akun Medsos pribadinya yang diunggah, pada Jumat (05/04/2024) tadi .</p>



<p>Bahkan di tulisan Medsosnya, Bunda Indah bersama kader Partai Gerindra Kabupaten Lumajang, pun merencanakan memperbaiki rumah yang tidak layak huni yang kini ditempati Kakek Jumadi bersama anaknya yang masih berusia 7 tahun itu. &#8220;InsyaAllah saya bersama kader partai gerindra nti koord dg pemdes jugosari, akan memoles rumah nya p jumadi menjadi jauh lbh layak,&#8221; tulisnya.</p>



<p>Orang nomor satu di Partai Gerindra Kabupaten Lumajang yang dikenal sangat dekat masyarakatnya itu, pun juga berpesan kepada Sang Kakek, agar tetap bisa tertawa meski dalam kondisi yang dialaminya. Termasuk, terus mendekatkan diri kepada sang pencipta.</p>



<p>&#8220;Tertawa lah pak&#8230;selama kita msh bisa tertawa… Jangan tinggalkan sholat pak, karena Allah selalu dekat,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Unggahan Medsos Bunda Indah ketika mengunjungi rumah Kakek Jumadi, sontak dibanjiri komentar netizen. Salah satunya, seperti ditulis oleh akun @Titus Sulastri, yang menuliskan &#8220;Alhamdulillah&#8230; saya terharu bunda, mudah2 an bunda selalu di beri kesehatan dan kelancaran dalam segala hal agar semakin banyak orang2 yg terbantu seperti pak jumadi ini&#8221;. Kemudian, juga ada komentar dari @Titik Widya Wati, &#8220;Alhamdulillah&#8230; subhanallah ibu&#8230;semoga kedepannya pemimpin kita juga berhati mulia seperti jenengan, rupanya tak hanya namanya yg indah akan tetapi juga hati juga indah, semoga Allah membalas semua kebaikan jenengan&#8221;.</p>



<p>Beberapa komentar atau tulisan positif lain, juga datang dari @Wahyudi. Yakni, &#8220;Seorang ibu merasa sedih apabila melihat keadaan anak nya menderita. Apalagi seorang ibu Bupati tidak lain hanya ingin melihat rakyatnya bahagia dg pengabdian yg diembannya. Semoga Allah metakdirkan Bunda jadi Bupati Lumajang 2024-2029.agar masyarakat bisa tersenyum bahagia dan tdk ada lagi rakyat yg dimarahi&#8221;. Lalu, @MLathif, juga memberikan komentar &#8220;Merangkul wong cilik&#8230;. sosok calon bupati idaman..&#8221;.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan memontum.com, kakek Jumadi alias Bagong tinggal bersama seorang anak yang masih kecil di rumah tidak layak huni. Hidupnya sendiri, pun dilalui dengan penuh butuh perhatian. Itu karena, tidak hanya karena faktor usia. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208219</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hidupi Anak Berusia 7 Tahun, Kakek Asal Lumajang Tempati Rumah Tidak Layak Huni</title>
		<link>https://memontum.com/hidupi-anak-berusia-7-tahun-kakek-asal-lumajang-tempati-rumah-tidak-layak-huni</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berusia]]></category>
		<category><![CDATA[hidupi]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[tempati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207923</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Perhatian lebih sepertinya perlu diberikan kepada Jumadi alias Bagong, seorang Kakek (71) warga Dusun Krajan Desa Jugosari Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Di tengah banyaknya program pemerintah untuk membantu masyarakat, hidup memprihatinkan justru dilakoni kakek ini. Yaitu, dirinya menempati sebuah rumah atau persisnya gubuk reok, bersama seorang anak laki-lakinya yang masih berusia 7 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Perhatian lebih sepertinya perlu diberikan kepada Jumadi alias Bagong, seorang Kakek (71) warga Dusun Krajan Desa Jugosari Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Di tengah banyaknya program pemerintah untuk membantu masyarakat, hidup memprihatinkan justru dilakoni kakek ini. Yaitu, dirinya menempati sebuah rumah atau persisnya gubuk reok, bersama seorang anak laki-lakinya yang masih berusia 7 tahun.</p>



<p>Diceritakannya, bahwa kesehariannya itu sudah dijalani sejak lama. Yakni, ketika anaknya masih berusia sekitar 2 bulan. &#8220;Saya tinggal di sini sejak anak saya usia 2 bulan. Sekarang, anak saya ini sudah berusia 7 tahun. Sementara istri saya, sudah lama meninggalkan kami berdua,&#8221; kata Bagong kepada memontum.com, Sabtu (30/3/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sulitnya mencari pekerjaan dan nafkah, ujar Bagong, membuatnya memilih untuk tinggal dalam kondisi seadanya (tidak layak, red). Selain tanpa ada penerangan listrik, rumah yang ditempatinya pun juga tak sepenuhnya berdinding. Sementara lantai rumah, pun beralas tanah dengan tempat memasak yang menjadi satu dengan seluruh ruangan. Meskipun, Bagong sendiri mengaku mendapat bantuan pemerintah setempat berupa bantuan PKH.</p>



<p>&#8220;Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya cuma mengandalkan pemberian dari warga sekitar. Karena jangankan untuk bekerja, berjalan dengan normal saja saya juga sudah tak sanggup,&#8221; paparnya.</p>



<p>Karena kondisinya yang sudah tua, keseharian Kakek Bagong hanya dihabiskan untuk merawat sang buah hati. Meskipun, dirinya juga mengaku khawatir akan masa depan anaknya dan kondisi dirinya yang sudah renta. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207923</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasar Ngadiluwih Dibongkar, Pemkab Minta Pedagang Tempati TPPS Maksimal 17 Maret</title>
		<link>https://memontum.com/pasar-ngadiluwih-dibongkar-pemkab-minta-pedagang-tempati-tpps-maksimal-17-maret</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibongkar]]></category>
		<category><![CDATA[maksimal,]]></category>
		<category><![CDATA[ngadiluwih]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[tempati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205008</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan menargetkan para pedagang supaya menempati Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) Pasar Ngadiluwih maksimal 17 Maret 2024. Ini disampaikan, menyusul pembongkaran Pasar Ngadiluwih Lama dan dinas telah melakukan himbauan melalui pemasangan spanduk yang berisikan tiga hal berikut di TPPS Pasar Ngadiluwih. Pertama, pedagang sudah harus menempati TPPS [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan menargetkan para pedagang supaya menempati Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) Pasar Ngadiluwih maksimal 17 Maret 2024. Ini disampaikan, menyusul pembongkaran Pasar Ngadiluwih Lama dan dinas telah melakukan himbauan melalui pemasangan spanduk yang berisikan tiga hal berikut di TPPS Pasar Ngadiluwih.</p>



<p>Pertama, pedagang sudah harus menempati TPPS Pasar Ngadiluwih maksimal 17 Maret 2024. Kedua, bagi pedagang yang merasa memiliki aset pribadi di Pasar Ngadiluwih yang lama supaya segera diambil maksimal 15 Maret 2024. Ketiga, Pasar Ngadiluwih yang lama terhitung 18 Maret 2024 sudah tidak boleh ada aktivitas jual beli atau kosong.</p>



<p>Menyikapi hal tersebut, pedagang sayur Pasar Ngadiluwih, Isdayatin, mengaku jika pihaknya menyadari adanya pemindahan pedagang ke tempat penampungan sementara. Menurutnya, alokasi pedagang itu menjadi hal yang lumrah ketika terdapat rencana pengembangan pasar dengan wajah yang lebih modern.</p>



<p>“Nggih seneng mawon (Iya suka saja, red), alasane nantinya kan dibangun. Untuk sementara pindah, ya kita harus mengikuti anjuran dari pemerintah supaya nantinya bisa memiliki pasar baru yang lebih modern,” ujar Isdayatin, Selasa (12/03/2024) tadi.</p>



<p>Meski pada penampungan pedagang tersebut disediakan luas lapak yang terbatas, Isdayatin sementara ini hanya bisa legowo. Pihaknya harus menyesuaikan persiapan sesuai ruang lapak yang disediakan, seperti biaya pemasangan lapak, pengurangan jumlah dagangan yang disediakan kepada penjual.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita pasrah saja. Insyaallah rezeki nggak akan lari kemana. Mudah-mudahan di pasar sementara ini diberi kelancaran, dimudahkan rezekinya. Kita optimis saja, kalau kita berpikiran lancar Insyaallah akan lancar,” tambah pedagang asal Kecamatan Ngadiluwih.</p>



<p>Hal senada juga diungkapkan pedagang perancangan kebutuhan pokok, Arif. Dirinya mengaku, dengan adanya pasar penampungan sementara itu juga mengurangi jumlah barang dagangan. Mengingat lapak yang disediakan hanya berukuran sekitar 2&#215;2 meter.</p>



<p>Keterbatasan tersebut, tidak mengurangi semangat bagi penjual asal Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, itu untuk terus berjualan di TPPS. Terlebih, pemerintah daerah menyediakan pasar penampungan itu secara gratis atau tak menarget biaya sewa sepeserpun.</p>



<p>Arif mengatakan keterbatasan itu masih dapat disiasati dengan menyimpan stok barang dagangan di rumah. Namun bagi Arif, yang tak kalah penting adalah bagaimana berupaya memberi tahu pelanggan lama terkait lokasi lapak yang baru di TPPS.</p>



<p>“Kalau lokasi (TPPS), alhamdulillah sudah bagus. Ya semoga untuk Pasar Ngadiluwih yang baru segera diselesaikan,” ungkapnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, TPPS Pasar Ngadiluwih tidak berjarak jauh dari lokasi Pasar Ngadiluwih, keduanya terpaut sekitar 700 meter yang terletak di Jalan Tamtama 519, Purwoharjo, Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205008</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Usia Kota Batu Ke-22 Tahun, Kontingen Porprov Bawa Pulang 22 Medali Emas dan Tempati Posisi 14</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-usia-kota-batu-ke-22-tahun-kontingen-porprov-bawa-pulang-22-medali-emas-dan-tempati-posisi-14</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Sep 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[kontingen]]></category>
		<category><![CDATA[Medali]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<category><![CDATA[posisi]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[tempati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198334</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Perolehan 22 Medali Emas oleh Kontingen Atlet Pemkot Batu di Porprov VIII Jatim 2023, bakal menjadi kado ulang tahun Kota Batu. Ini dikarenakan, dalam waktu dekat Kota Batu akan menginjak ke 22 tahun. Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menyampaikan perkembangan olah raga di Kota Batu sangat baik. Sehingga, dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Perolehan 22 Medali Emas oleh Kontingen Atlet Pemkot Batu di Porprov VIII Jatim 2023, bakal menjadi kado ulang tahun Kota Batu. Ini dikarenakan, dalam waktu dekat Kota Batu akan menginjak ke 22 tahun.</p>



<p>Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menyampaikan perkembangan olah raga di Kota Batu sangat baik. Sehingga, dalam Porprov VIII Jatim 2023, kontingen Kota Batu mencetak 22 Medali Emas yang menjadi angka sakral di menjelang HUT Kota Batu. Karena, angka itu sesuai dengan usia Kota Batu, saat ini.</p>



<p>&#8220;Perolehan 22 Medali Emas di Porprov VIII Jatim 2023, ini menjadi angka sakral. Karena, jumlah perolehan medali itu sesuai dengan usia Kota Batu saat ini. Yaitu, 22 tahun,&#8221; terangnya, Minggu (17/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kalau dirinci, lanjutnya, perolehan medali pada Porprov VIII Jatim 2023, yaitu 22 Medali Emas, 13 Medali Perak dan 12 Medali Perunggu. Sedangkan, kalau Porprov tahun sebelumnya, perolehannya 11 Medali Emas, 20 Medali Perak dan 11 Medali Perunggu. &#8220;Bersyukur, Porprov tahun ini berada di peringkat 14. Kalau di tahun sebelumny di peringkat 17,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Perolehan 22 Medali Emas tersebut, lanjutnya, dinilai menjadi kado ulang tahun Kota Batu, yang menginjak 22 tahun usianya. Untuk itu, dirinya berjanji akan memberikan apresiasi kepada atlet yang berhasil memperoleh medali.</p>



<p>Jika peraih Medali Emas Rp 30 juta perorang, untuk Medali Perak sebesar Rp 15 juta dan Medali Perunggu sebanyak Rp 7,5 juta. Untuk beregu peraih Medali Emas Rp 35 juta dan Medali Perak Rp 15 juta serta medali perunggu Rp 7,5 hingga Rp 10 juta.</p>



<p>“Tentu prestasi ini harus kita apresiasi bagi semua atlet, khususnya atlet yang berprestasi meraih Medali Emas, Perak dan Perunggu. Dan, tentunya juga ini adalah kado istimewa di usia Kota Batu Ke 22 dengan perolehan 22 Medali Emas. Dan, ini segera akan kita berikan bonus dan semoga proses pencairan dan persetujuan bonus segera turun,” paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198334</post-id>	</item>
		<item>
		<title>70 Pedagang Emas di Zona 4 Siap Tempati Kios Baru di Pasar Induk Among Tani Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/70-pedagang-emas-di-zona-4-siap-tempati-kios-baru-di-pasar-induk-among-tani-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Aug 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[tempati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197057</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 70 pedagang emas yang kini masih berada di lahan relokasi pasar di Stadion Brantas Kota Batu, sudah bersiap menempati kios permanen di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu. Rencana itu, seiring telah rampungnya proses pengundian tempat untuk pedagang. Koordinator Pedagang Emas Zona 4, Gatot Irwandi, mengatakan bahwa dari keseluruhan pedagang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 70 pedagang emas yang kini masih berada di lahan relokasi pasar di Stadion Brantas Kota Batu, sudah bersiap menempati kios permanen di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu. Rencana itu, seiring telah rampungnya proses pengundian tempat untuk pedagang.</p>



<p>Koordinator Pedagang Emas Zona 4, Gatot Irwandi, mengatakan bahwa dari keseluruhan pedagang emas yang berada di Zona 4, itu sekarang tengah bersiap menempati tempat barunya. &#8220;Kemarin, itu kita sudah mengundi dan ada sebanyak 70 pedagang yang sudah siap di Zona 4. Karenanya, bakal segera dipindahkan,&#8221; terangnya saat dihubungi via telpon, Rabu (30/08/2023) tadi.</p>



<p>Dilihat dari jumlah kios, ujarnya, tempat yang ada sudah sesuai dengan jumlah pedagang. &#8220;Pedagang sudah legowo dengan kios baru yang nantinya akan ditempati. Karena, proses pengundiannya juga diambil sendiri. Artinya, pedagang itu yang memilih sendiri tempatnya,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dari hasil pengundian itu, jelas Gatot, seluruh pedagang sudah pasrah dengan kondisi kedepannya. Baik itu posisi ataupun ramai dan tidaknya konsumen.</p>



<p>&#8220;Ramai tidaknya nanti di pasar yang baru, itu bukan masalah yang signifikan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Untuk kedepannya, papar Gatot, dirinya berharap Pemkot Batu bisa memberikan penyuluhan tentang hukum. Tentunya, yang terkait jual beli emas, agar tidak terjerat masalah hukum. Karena, beberapa pedagang pernah ada yang terjerat permasalahan hukum, saat melakukan transaksi dengan penjual emas. Bahkan, ada yang hingga pernah langsung didatangi oleh pihak kepolisian, karena ada dugaan menerima barang curian.</p>



<p>&#8220;Pedagang ingin diberikan pemahaman soal hukum. Supaya, tidak terjerat hukum karena barang yang diterima, seperti tidak tahu asal-usulnya,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197057</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Agustus Ini 2.209 Pedagang Pemilik SK Bakal Mulai Tempati Pasar Besar Among Tani Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/agustus-ini-2-209-pedagang-pemilik-sk-bakal-mulai-tempati-pasar-besar-among-tani-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2023 09:50:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[agustus]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik]]></category>
		<category><![CDATA[tempati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195447</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Agustus 2023 ini sejumlah pedagang yang ada di lahan relokasi di area Stadion Brantas Kota Batu, ditargetkan akan segera dipindah ke Pasar Besar Among Tani. Itu karena, tahapan verifikasi untuk 2.209 pedagang yang sudah memiliki SK di tahap awal pemindahan, sudah selesai. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Agustus 2023 ini sejumlah pedagang yang ada di lahan relokasi di area Stadion Brantas Kota Batu, ditargetkan akan segera dipindah ke Pasar Besar Among Tani. Itu karena, tahapan verifikasi untuk 2.209 pedagang yang sudah memiliki SK di tahap awal pemindahan, sudah selesai.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu, Eko Suhartono, mengatakan bahwa selain verifikasi, juga karena Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang pemindahan pedagang dari lahan relokasi ke pasar yang baru sudah keluar. &#8220;Bulan Agustus 2023 ini, targetnya (pemindahan, red) semua tuntas. Pedagang yang ada di lahan relokasi, akan mulai dipindahkan ke lokasi permanen di Pasar Besar Among Tani,&#8221; terangnya, Kamis (10/08/2023) tadi.</p>



<p>Untuk teknis pemindahan, paparnya, secara keseluruhan pedagang yang memiliki SK sebanyak 2.209 orang, akan didahulukan. Baru kemudian, pedagang untuk di Lantai II dan Lantai I.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mengenai pedagang Pasar Pagi yang berjumlah 1.097 pedagang, tambahnya, untuk masih belum ditangani. Itu karena, prosesnya dilakukan secara bertahap.</p>



<p>&#8220;Untuk pedagang di Pasar Pagi, memang belum ditangani secara langsung. Karena, mendahulukan pedagang yang memiliki SK. Tapi, kami targetkan September 2023, Pedagang Pasar Pagi juga sudah masuk di Pasar Besar Among Tani,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk jumlah pedagang, tegas Eko, secara keseluruhan tidak ada penambahan. Di mana, sudah ditetapkan 3.306 pedagang yang terbagi dari pedagang yang sudah memiliki SK sebanyak 2.209 orang dan jumlah pedagang pasar pagi (yang tidak memiliki SK) sebanyak 1.097 orang.</p>



<p>&#8220;Kami tidak ada penambahan pedagang,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195447</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
