<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tempong &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tempong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 13:41:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tempong &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dari Live TikTok, Sego Tempong Pasar Klojen Kota Malang Diserbu Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/dari-live-tiktok-sego-tempong-pasar-klojen-kota-malang-diserbu-wisatawan</link>
					<comments>https://memontum.com/dari-live-tiktok-sego-tempong-pasar-klojen-kota-malang-diserbu-wisatawan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diserbu]]></category>
		<category><![CDATA[Klojen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tempong]]></category>
		<category><![CDATA[tiktok]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232781</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Siaran langsung melalui TikTok membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kuliner di Kota Malang. Salah satunya, seperti dirasakan Utami, pemilik Sego Tempong Mbak Uut di Pasar Klojen, yang kini makin kebanjiran pembeli dari berbagai daerah. Utami mengaku, rutin melakukan live TikTok sejak tiga bulan terakhir ini. Tidak tanggung-tanggung, pembeli datang dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Siaran langsung melalui TikTok membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kuliner di Kota Malang. Salah satunya, seperti dirasakan Utami, pemilik Sego Tempong Mbak Uut di Pasar Klojen, yang kini makin kebanjiran pembeli dari berbagai daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Utami mengaku, rutin melakukan live TikTok sejak tiga bulan terakhir ini. Tidak tanggung-tanggung, pembeli datang dari Surabaya, Tulungagung, hingga Blitar. Bahkan, kata dia, ada yang sengaja berangkat menggunakan kereta api dan menjadikan warung Sego Tempong Mbak Uut sebagai tujuan kuliner saat berada di Pasar Klojen, Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dari luar kota kemarin ada dari Surabaya, Tulungagung, Blitar. Mereka datang rombongan naik HiAce ke sini cari Sego Tempong. Pas ditanya tahunya dari mana, mereka bilang dari TikTok,” ujar Utami, saat ditemui Sabtu (30/05/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, bahwa live TikTok saat ini menjadi strategi promosi yang sangat efektif. Meskipun tidak bisa dilakukan setiap hari, karena keterbatasan pegawai dan tingginya antrean pembeli, dampaknya terasa signifikan terhadap peningkatan jumlah pelanggan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sangat pengaruh banget. Yang datang dari luar kota itu banyak yang bilang tahu dari TikTok. Ada ibu-ibu rombongan, ada yang naik kereta, memang tujuannya cari Sego Tempong di sini,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Utami mengaku baru membuka usahanya di Pasar Klojen sekitar satu tahun lalu. Namun, sejak awal berjualan warung miliknya sudah mendapat respons positif dari pelanggan. Kehadiran TikTok semakin mendongkrak popularitas usahanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Awal buka sebenarnya sudah ramai, tapi setelah ada TikTok makin ramai lagi,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dampak peningkatan pengunjung terlihat dari jumlah bahan baku yang harus disiapkan setiap hari. Jika sebelumnya memasak sekitar 10 kilogram beras, kini kebutuhan bisa meningkat hingga 15 sampai 20 kilogram. Dalam sehari, warung Sego Tempong Mbak Uut mampu menjual sekitar 400 porsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau Sabtu, Minggu dan tanggal merah pasti lebih ramai, penjualan bisa menembus 500 porsi,&#8221; ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, untuk menu andalan yang paling banyak diburu pelanggan adalah Sego Tempong Ayam dengan harga Rp 18 ribu per porsi. Menu tersebut menjadi favorit karena dinilai lengkap dengan harga yang terjangkau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang paling laris Sego Tempong Ayam. Harganya Rp 18 ribu sudah komplit semuanya,” lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski menyediakan berbagai menu lain seperti ayam panggang, mangut, hingga cumi asap, Sego Tempong tetap menjadi primadona. Cita rasa khas sambal dan bahan baku yang didatangkan langsung dari Banyuwangi menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. “Tomat dan sambalnya memang dari Banyuwangi. Semua bahan utamanya dikirim dari sana,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, Warung Sego Tempong Mbak Uut buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB dengan rentang harga menu Rp 18 ribu hingga Rp 30 ribu per porsi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dari-live-tiktok-sego-tempong-pasar-klojen-kota-malang-diserbu-wisatawan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232781</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
