<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tenggelam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tenggelam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Jul 2025 06:04:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tenggelam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pencairan Korban Tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya, SAR Datangkan Perangkat Pencari Bawah Laut</title>
		<link>https://memontum.com/pencairan-korban-tenggelam-kmp-tunu-pratama-jaya-sar-datangkan-perangkat-pencari-bawah-laut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 14:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[datangkan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[pencairan]]></category>
		<category><![CDATA[pencari]]></category>
		<category><![CDATA[perangkat]]></category>
		<category><![CDATA[pratama]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223661</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali terus dimaksimalkan. Bahkan, Tim SAR gabungan segera mendatangkan underwater searching device, yaitu perangkat pencari bawah laut, untuk mendeteksi keberadaan bangkai kapal di dasar laut. Alat tersebut, meliputi teknologi seperti magnetometer, sonar dan sensor bawah laut lainnya. Alat ini, nantinya akan dipasang di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali terus dimaksimalkan. Bahkan, Tim SAR gabungan segera mendatangkan underwater searching device, yaitu perangkat pencari bawah laut, untuk mendeteksi keberadaan bangkai kapal di dasar laut.</p>



<p>Alat tersebut, meliputi teknologi seperti magnetometer, sonar dan sensor bawah laut lainnya. Alat ini, nantinya akan dipasang di salah satu kapal milik unsur laut dan melakukan pelacakan keberadaan KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam.</p>



<p>“Kami request peralatan tersebut untuk hadir di sini. Distrik navigasi telah menyeting alatnya. Alat itu akan digeser ke sini. Setelah tiba, besok kita akan fitting ke salah satu alut laut dan akan melakukan pencarian serta pendalaman dengan tim gabungan yang ada,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, Jumat (04/07/2025) tadi.</p>



<p>Sementara hingga hari kedua operasi SAR atau Jumat (04/07/2025), Ribut melaporkan bahwa SAR gabungan belum menemukan korban baru. Mereka mengandalkan pencarian dari darat, laut dan udara.</p>



<p>“Total hingga hari ini, korban yang berhasil ditemukan sebanyak 36 orang. Dengan rincian 30 orang selamat dan 6 meninggal dunia,” terang Ribut dalam konferensi pers.</p>



<p>Dari 30 korban selamat, sebanyak 21 di antaranya merupakan warga Banyuwangi dan 9 orang lainnya warga Bali. Sementara itu, 29 penumpang lainnya masih dalam pencarian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihak SAR juga telah melakukan klarifikasi ulang terhadap nama korban. Dua nama sebelumnya yang sempat dianggap sama, Wahyudi dan Tri Wahyudi, ternyata adalah dua orang yang berbeda.</p>



<p>Sementara itu terkait kondisi cuaca hari ini, turut mempengaruhi efektivitas pencarian. Jarak pandang menurun dari 10 kilometer menjadi hanya 3 kilometer. Sementara tinggi gelombang yang semula 0,5-1,5 meter meningkat 2 hingga 2,5 meter. Kecepatan arus bawah laut juga mengalami perubahan signifikan.</p>



<p>“Kami telah mempelajari kedalaman laut. Berkisar di antara 40 sampai 50 meter. Maka langkah berikutnya, kami akan menyiapkan operasi subsurface (operasi penyelaman bawah laut),” kata Ribut.</p>



<p>Mengenai rencana SAR gabungan segera mendatangkan alat underwater searching device, ini sesuai arahan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, agar pencarian terus dimaksimalkan. Tim SAR gabungan tetap fokus mencari, menolong dan mengevakuasi korban dalam kondisi apapun.</p>



<p>“Korban dalam pencarian saat ini berjumlah 29 orang. Kami mohon doa kepada seluruh masyarakat supaya korban lainnya bisa segera ditemukan,” ujar Ribut.</p>



<p>Dalam evaluasi operasi SAR pada hari kedua ini, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana, juga turut hadir di Pelabuhan ASDP Ketapang. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223661</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bawa 53 Penumpang, 12 Kru dan 22 Kendaraan, KMP Rute Ketapang &#8211; Gilimanuk Tenggelam di Selat Bali</title>
		<link>https://memontum.com/bawa-53-penumpang-12-kru-dan-22-kendaraan-kmp-rute-ketapang-gilimanuk-tenggelam-di-selat-bali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2025 17:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[gilimanuk]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketapang]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223589</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; KMP Tunu Pratama Jaya rute Ketapang Banyuwangi menuju Gilimanuk, tenggelam di Selat Bali, Rabu (02/07/2025) pukul 22.56. Kapal tersebut tenggelam, setelah 25 menit melakukan lepas jangkar. Kejadian ini, terlihat oleh petugas jaga Syahbandar dan kemudian dilaporkan kepada Basarnas dan instansi terkait lainnya. Atas laporan itu, Basarnas mengirimkan personel dari Pos SAR Banyuwangi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; KMP Tunu Pratama Jaya rute Ketapang Banyuwangi menuju Gilimanuk, tenggelam di Selat Bali, Rabu (02/07/2025) pukul 22.56. Kapal tersebut tenggelam, setelah 25 menit melakukan lepas jangkar.</p>



<p>Kejadian ini, terlihat oleh petugas jaga Syahbandar dan kemudian dilaporkan kepada Basarnas dan instansi terkait lainnya. Atas laporan itu, Basarnas mengirimkan personel dari Pos SAR Banyuwangi yang terletak di Pelabuhan Ketapang langsung melakukan pencarian dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat.</p>



<p>Tim rescue dari Pos SAR Jembrana juga dikerahkan, untuk melakukan upaya pencarian terhadap penumpang kapal yang tenggelam di Selat Bali tersebut. &#8220;Saat ini ada tim dari Kantor SAR Surabaya juga yang merapat ke lokasi dan KN SAR Permadi yang dipersiapkan untuk berangkat mendukung operasi SAR,&#8221; kata Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, yang juga selaku SAR Mission Coordinator dalam operasi SAR ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut data sementara yang berhasil dihimpun, data manifest kapal berjumlah 53 orang penumpang dan 12 orang kru kapal. Kapal yang diperkirakan tenggelam pukul 23.20, ini juga memuat 22 kendaran diantaranya 14 truck tronton. Hingga pemberitaan ini dikeluarkan, Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap seluruh manifest KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali.</p>



<p>Adapun unsur yang berkoordinasi dalam pencarian ini, antara lain Basarnas, Syahbandar Banyuwangi, Polairud Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, TNI AL Gilimanuk, KP3 Banyuwangi, BPBD Banyuwangi, BMKG Banyuwangi, BKK Banyuwangi dan Tagana Banyuwangi. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223589</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satpolairud Polres Situbondo Bantu Evakuasi Nelayan Tenggelam di Perairan Sapudi Madura</title>
		<link>https://memontum.com/satpolairud-polres-situbondo-bantu-evakuasi-nelayan-tenggelam-di-perairan-sapudi-madura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Feb 2025 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[sapudi]]></category>
		<category><![CDATA[Satpolairud]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219161</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Tiga nelayan asal Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, dilaporkan tenggelam saat menangkap ikan di Perairan Sapudi Madura. Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, melalui Kasatpolairud, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengatakan dari informasi tersebut kemudian anggota Satpolairud Polres Situbondo bersama dengan Pos TNI AL Jangkar bergegas mendatangi TKP ke Perairan Dusun Mimbo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Tiga nelayan asal Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, dilaporkan tenggelam saat menangkap ikan di Perairan Sapudi Madura.</p>



<p>Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, melalui Kasatpolairud, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengatakan dari informasi tersebut kemudian anggota Satpolairud Polres Situbondo bersama dengan Pos TNI AL Jangkar bergegas mendatangi TKP ke Perairan Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar. Bersama petugas BPBD serta anggota Polsek Banyuputih dan instansi terkait, selanjutnya bersama-sama membantu untuk proses evakuasi korban serta koordinasi dengan aparat di Pulau Sapudi Madura.</p>



<p>“Senin (10/02/2025) sekitar pukul 03.30, ketiga korban tenggelam yaitu Amsa, Hamim dan Nursalim, akhirnya dapat diselamatkan oleh dua perahu nelayan dan dibawa ke Perairan Dusun Mimbo. Ketiganya, dievakuasi dalam keadaan selamat dan selanjutnya dilakukan perawatan kesehatan di Puskesmas Banyuputih,” terang AKP Gede Sukarmadiyasa, Selasa (11/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>AKP Gede Sukarmadiyasa menjelaskan, bahwa diketahui jika sebelumnya ketiga korban menggunakan perahu jenis Fiber dengan nama &#8216;Daeng&#8217; berangkat dari Mimbo untuk mencari ikan di perairan Sapudi, Minggu (09/02/2025) sekitar pukul 15.00. Harusnya, Senin mereka sudah pulang, namun belum juga pulang hingga kejadian ini dilaporkan ke petugas kepolisian.</p>



<p>Ketiga korban akhirnya dapat diselamatkan oleh dua perahu nelayan, yaitu Perahu Karunia dengan nahkoda Amir Hariyono dan Perahu Selerek Berkat dengan nahkoda Amir Hamzah selanjutnya dievakuasi ke daratan Dusun Mimbo. “Penyebab tenggelamnya ketiga nelayan itu disebabkan oleh hantaman ombak dengan tinggi sekitar 3 meter, yang mana saat itu korban perjalanan pulang ke Perairan Mimbo dengan membawa ikan hasil tangkapan sekitar 8 kwintal,” terang AKP Gede</p>



<p>Pada kesempatan itu, Gede Sukarmadiyasa juga menginformasikan kembali prakiraan BMKG bahwa kondisi cuaca masih ekstreme untuk melaut, karena ketinggian gelombang di Kepulauan Madura, Selat Madura dan Banyuwangi masih tinggi dan dapat mencapai 4 meter. “Kami mengimbau kepada para nelayan untuk tidak melaut sementara waktu dan apabila terpaksa wajib menggunakan atau membawa alat keselamatan sehingga saat terjadi sesuatu dapat tertolong dan selamat,&#8221; tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219161</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mandi di Sungai Brantas, Siswa SD di Kota Malang Ditemukan Tewas Tenggelam</title>
		<link>https://memontum.com/mandi-di-sungai-brantas-siswa-sd-di-kota-malang-ditemukan-tewas-tenggelam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2024 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215642</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang bocah berinisial YS (9) pelajar Kelas 2 SD, warga Kecamatan Klojen, Kota Malang, ditemukan tenggelam di Sungai Brantas, Jalan Gilimanuk , Gang IX, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Minggu (20/10/2024) sekitar pukul 09.30. Saat ditemukan, kondisi YS sudah tidak bergerak dan saat di rumah sakit, korban dipastikan sudah dalam kondisi meninggal. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang bocah berinisial YS (9) pelajar Kelas 2 SD, warga Kecamatan Klojen, Kota Malang, ditemukan tenggelam di Sungai Brantas, Jalan Gilimanuk , Gang IX, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Minggu (20/10/2024) sekitar pukul 09.30. Saat ditemukan, kondisi YS sudah tidak bergerak dan saat di rumah sakit, korban dipastikan sudah dalam kondisi meninggal.</p>



<p>Kapolsek Klojen, Kompol Syabain Rahmad Kusriyanto, melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, mengatakan bahwa sebelum kejadian, korban YS bersama temannya berinisial SW, mandi di Sungai Brantas, yang tidak jauh dari rumahnya. &#8220;Korban YS bersama seorang temannya sedang mandi di Sungai Brantas. Kemudian, korban ini mengarah ke bagian tengah sungai, yang diduga dikiranya sungai itu dangkal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Namun di luar perkiraan, tambahnya, ternyata saat berjalan ke tengah sungai, korban langsung tenggelam. Tahu tubuh YS sudah tidak terlihat, temannya berteriak meminta tolong. SW pun menjelaskan kepada warga bahwa YS hanyut di sungai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mendapat informasi ini, warga sekitar kemudian langsung melakukan pencarian. &#8220;Warga sekitar pun langsung melakukan pencarian di sekitar sungai. Tidak lama kemudian, warga menemukan korban berada di dasar sungai dan hanyut beberapa meter saja dari lokasi awal korban tenggelam,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Setelah itu, warga segera menarik tubuh korban dan membawanya ke pinggir sungai. Dan saat ditemukan itu, kondisi korban sudah terkulai lemas. &#8220;Warga bersama pihak orang tuanya, langsung membawa korban ke RS Brimedika Malang, yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun saat dicek, ternyata korban sudah meninggal dunia,&#8221; terangnya.</p>



<p>Jenazah YS kemudian langsung dibawa ke rumah duka atas permintaan pihak keluarga. &#8220;Pihak keluarga tidak berkenan dilakukan visum dan meminta agar jenazahnya dibawa ke rumah duka, untuk selanjutnya dimakamkan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dijelaskan Ipda Yudi Risdiyanto, bahwa aliran Sungai Brantas di lokasi kejadian dikenal memiliki pusaran air dan arusnya kencang. &#8220;Warga sekitar mengatakan bahwa arus Sungai Brantas di lokasi sangat kencang karena ada pusaran airnya,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215642</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berlibur di Pantai Mayangan Probolinggo, Dua Anak Tenggelam dan Satu Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/berlibur-di-pantai-mayangan-probolinggo-dua-anak-tenggelam-dan-satu-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Nov 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[berlibur]]></category>
		<category><![CDATA[Mayangan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201024</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Dua bocah asal Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, mengalami nasib naas yakni tenggelam saat berenang di wisata Pantai Perikanan Mayangan (PPM), Minggu (05/11/2023) tadi. Akibat kejadian itu, satu dari dua bocah yang tenggelam saat berenang tersebut, dilaporkan meninggal dunia. Informasi yang dihimpun, dua bocah tersebut berinisial AJ (8) dan AV (8), keduanya merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Dua bocah asal Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, mengalami nasib naas yakni tenggelam saat berenang di wisata Pantai Perikanan Mayangan (PPM), Minggu (05/11/2023) tadi. Akibat kejadian itu, satu dari dua bocah yang tenggelam saat berenang tersebut, dilaporkan meninggal dunia.</p>



<p>Informasi yang dihimpun, dua bocah tersebut berinisial AJ (8) dan AV (8), keduanya merupakan warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Awalnya, kedua bocah tersebut pergi berlibur bersama kedua orang tuanya ke PPM. Namun tidak berselang lama, kedua bocah tersebut berenang di tengah pantai. Kemudian beberapa menit kemudian, tetiba keduanya tenggelam dan sempat meminta pertolongan kepada warga yang berada di sekitar lokasi.</p>



<p>Akibat kejadian itu, warga dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo, seketika mencoba memberikan pertolongan. &#8220;Jadi saat itu, saya melihat ada anak berteriak meminta pertolongan. Dari situ, kemudian dilakukan pertolongan dan berhasil. Kemudian setelah dievakuasi, sang anak tersebut mengaku bahwa masih ada temannya yang juga tenggelam dan berada di lokasi,&#8221; kata seorang saksi mata, asal Gempol, Supriadi, saat menceritakan kejadian.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Dari kejadian itu, petugas beserta warga langsung mengevakuasi bocah berinisial AV (8), untuk diberikan pertolongan. Sementara satu bocah lainnya yakni AJ, masih dalam pencarian petugas beserta warga setempat.</p>



<p>Hingga akhirnya, bocah berinisial AJ (8) berhasil ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, yang kemudian dievakuasi ke Rumah sakit dr Moh saleh.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo, saat dikonfirmasi membenarkan mengenai kejadian itu. Dirinya mengatakan bahwa setelah mendapat informasi, petugas BPBD yang dibantu atlet Podsi binaan BPBD yang sedang berlatih, kemudian menyisir lokasi dan berhasil mengevakuasi satu korban yang berhasil selamat. Korban kedua, pun berhasil dievakuasi meskipun tidak bisa ditemukan secara bersamaan.</p>



<p>&#8220;Dua anak ini ditemukan dengan jarak, 400 hingga 500 meter ke arah selatan dari tempat atlet Podsi latihan. Setelah dievakuasi, keduanya sempat mendapat pertolongan dari petugas BPBD, kemudian kedua anak ini dievakuasi ke RSUD dr Moh Saleh. Namun, satu korban terakhir nyawanya tidak berhasil diselamatkan,&#8221; ujarnya.<strong> (nun/pix)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201024</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Temukan Warga Yosowilangun yang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bondoyudo Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-temukan-warga-yosowilangun-yang-dilaporkan-tenggelam-di-sungai-bondoyudo-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Aug 2023 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[bondoyudo]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[yosowilangun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196983</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Sutrisno (67), warga Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (29/08/2023) siang. Sutrisno ditemukan sekitar 1 km dari lokasi tenggelam di Sungai Bondoyudo. Perlu diketahui, bahwa Sutrisno sebelumnya dilaporkan terpeleset di Sungai Bondoyudo, saat membuang air tahu, Senin (28/08/2023) kemarin. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Sutrisno (67), warga Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (29/08/2023) siang. Sutrisno ditemukan sekitar 1 km dari lokasi tenggelam di Sungai Bondoyudo. Perlu diketahui, bahwa Sutrisno sebelumnya dilaporkan terpeleset di Sungai Bondoyudo, saat membuang air tahu, Senin (28/08/2023) kemarin.</p>



<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya, Muhamad Hariyadi, mengatakan bahwa setelah mendapat laporan, pihaknya segera mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian. &#8220;Kami mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Jember menuju lokasi tenggelamnya korban, untuk lakukan upaya pencarian bersama dengan tim SAR gabungan” jelas Hariyadi selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini.</p>



<p>Pencarian hari ke dua tim SAR gabungan, pun akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak 1 km dari lokasi kejadian. “Korban dievakuasi kemudian dibawa menuju RSUD Haryoto Lumajang” imbuh Hariyadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebelumnya, upaya pencarian dilakukan dengan membagi tim SAR gabungan menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 dan SRU 2 melakukan pencarian dengan menyisir sisi kanan dan kiri Sungai Bondoyudho dengan menggunakan perahu LCR Basarnas dan perahu Politelyn BPBD Lumajang.</p>



<p>Di saat yang sama, SRU 3 malakukan pemantauan darat dari Jembatan Keting. Pemantauan darat ini dilakukan tidak hanya sebagai upaya pencarian korban melainkan juga menyebarkan berita hilangnya korban dengan harapan masyarakat dapat melapor pada Tim SAR gabungan apabila melihat keberadaan korban.</p>



<p>Dengan ditemukannya korban, operasi SAR terhadap Sutrisno dihentikan. Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian ini antara lain Pos Basarnas Jember, BPBD Lumajang, Polsek dan Koramil Yosowilangun, Bankom 737 Yosowilangun, Puskesmas Yosowilangun, Banser Yosowilangun, Tagana Dinsos Lumajang, FAJI Lumajang, Destana Yosowilangun, Perangkat Desa Yosowilangun Kidul, Biting Rescue, Siluman Rescue, serta masyarakat sekitar. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196983</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Korban Perahu Sampan yang Tenggelam di Bengawan Solo Lamongan Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-korban-perahu-sampan-yang-tenggelam-di-bengawan-solo-lamongan-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jul 2023 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[sampan]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194572</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tiga korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Minggu (30/07/2023) pagi. Saat ditemukan ketiga korban yakni Zd (17), Rl (17) dan Marco (18), sudah dalam kondisi meninggal. &#8220;Korban Zd ditemukan sekitar pukul 08.05, Rl ditemukan satu jam kemudian dan sedangkan Marco [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tiga korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Minggu (30/07/2023) pagi. Saat ditemukan ketiga korban yakni Zd (17), Rl (17) dan Marco (18), sudah dalam kondisi meninggal.</p>



<p>&#8220;Korban Zd ditemukan sekitar pukul 08.05, Rl ditemukan satu jam kemudian dan sedangkan Marco ditemukan pukul 09.45. Saat ditemukan oleh Tim SAR gabungan, ketiganya sudah dalam konfisi meninggal dunia. Ketiga korban dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke RSUD Karang Kembang Lamongan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya, Muhamad Hariyadi, yang sekaligus menjadi SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR ini.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Perlu diketahui, bahwa musibah kejadian ini bermula ketika empat remaja asal Kecamatan Babat, mengoperasikan perahu sampan yang sedang sandar di pinggir Sungai Bungawan Solo, Sabtu (29/07/2023). Namun, beberapa saat kemudian, perahu yang dipakai itu mengalami kebocoran dan akhirnya tenggelam.</p>



<p>Satu korban yakni Nn (17), berhasil selamat setelah berhasil berenang ke tepian. Sedangkan ketiga temannya tenggelam. &#8220;Korban yang selamat meminta tolong pada warga setempat, karena tidak melihat keberadaan ketiga temannya,” tambah Hariyadi.</p>



<p>Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian setempat hingga diteruskan ke pihak SAR. Sebanyak 1 tim rescue Basarnas Surabaya dikerahkan untuk melakukan upaya pencarian bersama tim SAR gabungan setelah mendapatkan laporan tentang tenggelamnya perahu sampan di Sungai Bengawan Solo Lamongan.</p>



<p>Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR terhadap tiga korban tenggelam yang merupakan warga Kecamatan Babat Lamongan, ini ditutup. Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian ini antara lain Basarnas Surabaya, BPBD Lamongan, BPBD Bojonegoro, BPBD Tuban, Koramil Babat, Polsek Babat, Polairud Lamongan, Polres Lamongan, Damkar Bojonegoro, SAR Surabaya, SAR MTA, SAR Senkom, PMI, MDMC serta masyarakat sekitar. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194572</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Pantau Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Jembatan Panjang</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-pantau-pencarian-korban-tenggelam-di-pantai-jembatan-panjang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192879</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, meninjau proses pencarian korban kejadian kecelakaan (Laka) Laut di Pantai Jembatan Panjang, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur. Peninjauan itu, dilakukan Bupati Sanusi bersama Dandim 0818 Kabupaten Malang dan sejumlah Kepala OPD. Dalam peninjauan, rombongan langsung bergerak ke dua titik lokasi pencarian tiga korban yang belum ditemukan. Mulai dari bibir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, meninjau proses pencarian korban kejadian kecelakaan (Laka) Laut di Pantai Jembatan Panjang, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur. Peninjauan itu, dilakukan Bupati Sanusi bersama Dandim 0818 Kabupaten Malang dan sejumlah Kepala OPD.</p>



<p>Dalam peninjauan, rombongan langsung bergerak ke dua titik lokasi pencarian tiga korban yang belum ditemukan. Mulai dari bibir Pantai Kondang Merak dan Posko SAR yang ada di lokasi kejadian hingga Pantai Pantai Jembatan Panjang.</p>



<p>Dalam kesempatan ini, Bupati Malang secara intens berkomunikasi dengan tim gabungan pencarian korban dan pihak pengelola pantai sembari menyemangati petugas. &#8221;Hari ini pencarian masih terus dilakukan dan sekarang juga menggunakan drone,&#8221; kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa tim juga masih standby melakukan pencairan dan pengamatan. Bahkan, terus berkoordinasi dengan semua pihak.</p>



<p>&#8220;Sampai hari ini seluruh tim terus koordinasi melakukan pencarian,&#8221; imbuhnya di Pantai Jembatan Panjang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagaimana diberitakan, Laka Laut menimpa dua orang WNA berstatus mahasiswa FKUB dan tiga orang WNI, yang terdiri dari Anna (23), warga Spanyol, Jana (23) asal Swiss Made serta Pendik, Made dan Bayu, Sabtu (08/07/2023) pagi di Pantai Jembatan Panjang. Hingga saat ini, dua korban yaitu Pendik dan Ana, sudah ditemukan dengan kondisi selamat. Sedangkan, tiga orang korban lainnya masih dalam upaya pencarian.</p>



<p>&#8221;Peringatan dini memang harus ada. Bahwa, ketika ombak sudah berbahaya, maka orang atau pengunjung harus dilarang masuk ke laut,&#8221; tambah Bupati Sanusi.</p>



<p>Ditambahkannya, sebagai bentuk evaluasi, Pemerintah Kabupaten Malang akan melakukan pembinaan kepada keberadaan tour guide. Selain itu, dirinya menilai pengelolaan tempat wisata Pantai Jembatan Panjang, ini sepertinya masih belum memenuhi standart tentang pengelolaan tempat wisata.</p>



<p>&#8221;Idealnya, memang harus ada safety guard. Jadi, ada petugas yang terus melakukan pengawasan bagi pengunjung. Karena, ini memang daerah berbahaya dan ketika ada orang atau pengunjung ingin mandi, maka jangan dibiarkan. Perihal evaluasi atas kejadian ini, kita akan rapatkan di jajaran Forkompinda,&#8221; terangnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192879</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perahu Terbalik, Dua Orang Tenggelam di Bendungan Karangkates Malang</title>
		<link>https://memontum.com/perahu-terbalik-dua-orang-tenggelam-di-bendungan-karangkates-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jul 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Karangkates]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[terbalik,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192811</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Tiga orang pencari biawak, masing-masing Hartono (35), warga Dusun Mbodo, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Sugimun (32), warga Desa Ngerjo, Kecamatan Kromengan dan Yudi (29), warga Dusun Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, mengalami kecelakaan (Laka) air di Bendungan Sutami, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Minggu (09/07/2023) sekitar pukul 12.00. Perahu yang mereka tumpangi, mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tiga orang pencari biawak, masing-masing Hartono (35), warga Dusun Mbodo, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Sugimun (32), warga Desa Ngerjo, Kecamatan Kromengan dan Yudi (29), warga Dusun Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, mengalami kecelakaan (Laka) air di Bendungan Sutami, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Minggu (09/07/2023) sekitar pukul 12.00. Perahu yang mereka tumpangi, mengalami kejadian terbalik setelah diterjang angin kencang.</p>



<p>Dari ketiganya, Yudi berhasil selamat setelah ditolong oleh seorang pencari ikan, Supriono. Namun, naas menimpa kedua temannya yang tenggelam dan masih dalam pencarian.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa ketiganya mencari biawak di pinggiran aliran Sungai Brantas sejak pukul 09.00. Sekitar pukul 12.00, mereka tiba di Bendungan Sutami Karangkates. Kemudian, mereka menyeberang bendungan ke arah Kalipare dengan menaiki perahu kayu bermesin (perahu motor tempel) milik Wadri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Awalnya, Yudi sempat menolak. Namun, karena kedua temannya tetap mengajaknya menyebrang, maka mereka pun menyebrang. Saat itu, awalnya perahu yang dinaiki baik-baik saja. Sesampainya di tengah atau berjarak sekitar 100 meter, tiba-tiba angin kencang menerjang sehingga perahu pun terbalik.</p>



<p>Kejadian itu, sontak membuat ketiganya berteriak minta tolong. Seorang pencari ikan yang kebetulan melihat, langsung mencari pelampung dari pohon kelapa untuk berenang dan menolong. Saat itu, Yudi berhasil diselamatkan dan dibawa ke tepian. Sedangkan dua korban lainnya, dilaporkan belum ditemukan. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sumberpucung.</p>



<p>Kapolsek Sumberpucung, AKP Lukman Hudi, saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya sekitar pukul 15.03, membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya juga masih berkonsentrasi dan fokus dalam pencarian para korban.  &#8220;Betul. Saat ini masih dalam proses pencarian,&#8221; ungkap AKP Lukman Hudi. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192811</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
