<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tengger &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tengger/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Dec 2024 16:52:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tengger &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Serah Terima Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru, Pj Bupati Pasuruan Optimis Jadi Magnet Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/serah-terima-gerbang-wisata-bromo-tengger-semeru-pj-bupati-pasuruan-optimis-jadi-magnet-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Dec 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gerbang]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[tengger]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217991</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, optimis bahwa keberadaan Tengger Culture Center (TTC) menjadi magnet tersendiri untuk memikat wisatawan. Tidak hanya pengunjung domestik, tetapi juga pelancong mancanegara. Hal itu, disampaikannya saat Penandatanganan Bersama Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) Sementara Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru Pasuruan, Senin (30/12/2024) tadi. Menurut Pj Bupati Nurkholis, bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, optimis bahwa keberadaan Tengger Culture Center (TTC) menjadi magnet tersendiri untuk memikat wisatawan. Tidak hanya pengunjung domestik, tetapi juga pelancong mancanegara. Hal itu, disampaikannya saat Penandatanganan Bersama Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) Sementara Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru Pasuruan, Senin (30/12/2024) tadi.</p>



<p>Menurut Pj Bupati Nurkholis, bahwa pembangunan gerbang wisata yang berlokasi di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, diharapkan tidak hanya sebagai rest area. Tetapi, sekaligus sebagai pusat budaya, tempat yang menyajikan informasi seputar kebudayaan Tengger secara utuh dan bisa dijadikan sebagai tempat belajar. Termasuk, media promosi untuk melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan Tengger.</p>



<p>&#8220;Saya meyakini, Tengger Culture Center menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang berkunjung di sini. Apalagi viewnya Teras Sunset yang jauh lebih menarik jika dibandingkan dari objek wisata pegunungan lainnya. Tinggal bagaimana kita mengeksplorasi semua potensi lokal warga Desa Ngadiwono dan lainnya,&#8221; katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, kehadiran Tengger Culture Center semakin melengkapi keindahan panorama yang berada dalam satu kawasan dengan Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru. Berwisata ke Desa Ngawidono semakin menyenangkan dengan mampir di bangunan kuliner dan cinderamata yang menjadi paket wisata bundling di satu area yang sama.</p>



<p>&#8220;Tengger Culture Center bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat Tosari. Tentunya dengan tanpa menghilangkan kearifan budaya dan adat istiadat warga setempat. Jadi monggo bisa dimanfaatkan betul,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya, Airyn Saputri Harahap, dalam sambutannya berharap, Tengger Culture Center segera dikelola dan dimanfaatkan untuk dijadikan lokasi bermacam kegiatan. Sehingga, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya warga setempat.</p>



<p>&#8220;Kami berharap sangat, setelah kegiatan hari ini, kepada camat, kepala desa, tokoh masyarakat, bisa segera diadakan event-event budaya misalnya. Digunakan juga untuk jualan di kios cinderamata. Di depan juga ada Panggung Budaya, ada Teras Sunset. Semua kami bangun memang dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Tosari,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga mengapresiasi, inisiatif Pj Bupati Nurkholis yang akan menggelar kegiatan Pemasangan Ribuan Udeng Tengger di akhir Januari 2025 nanti. Seraya berharap, apa yang telah dicanangkan ke depannya dapat berjalan lancar sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitar.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Selain dari sisi budaya, Kecamatan Tosari juga terkenal dengan ragam potensi agronya. Mulai dari kentang, kubis, brokoli, strawberry dan tanaman hortikultura lainnya. Beragam potensi hortikultura unggulan itu juga yang melengkapi stan kuliner dan display produk UMKM. Disediakan khusus di Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru sebagai buah tangan atau cinderamata khas Kabupaten Pasuruan.</p>



<p>Diketahui, Tengger Culture Center dan Teras Sunset bagian dari proyek pembangunan penataan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru. Kedua bangunan megah bernuansa ornamen etnik identitas Suku Tengger tersebut dilengkapi dengan bangunan cinderamata, bangunan kuliner, panggung budaya dan beberapa sarana prasarana pendukung lainnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217991</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pusat Oleh-Oleh Dekranasda Probolinggo Hadir di Kompleks Gerbang Wisata Sukapura Bromo Tengger Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/pusat-oleh-oleh-dekranasda-probolinggo-hadir-di-kompleks-gerbang-wisata-sukapura-bromo-tengger-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Dec 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[gerbang]]></category>
		<category><![CDATA[kompleks]]></category>
		<category><![CDATA[oleh-oleh]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[sukapura]]></category>
		<category><![CDATA[tengger]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217982</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Tepat sepekan setelah soft launching Pusat Oleh-Oleh Le Olena di Rest Area Tongas, kali ini kembali dibuka Pusat Oleh-Oleh GWS Cafe Dekranasda Kabupaten Probolinggo, Senin (30/12/2024) tadi. Soft launching tersebut, dihadiri Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, didampingi Pj Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, yang juga Pj Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo, Rita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Tepat sepekan setelah soft launching Pusat Oleh-Oleh Le Olena di Rest Area Tongas, kali ini kembali dibuka Pusat Oleh-Oleh GWS Cafe Dekranasda Kabupaten Probolinggo, Senin (30/12/2024) tadi. Soft launching tersebut, dihadiri Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, didampingi Pj Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, yang juga Pj Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo, Rita Erik Ugas Irwanto.</p>



<p>Selain itu, hadir pula Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto, seluruh Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Kemudian, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, perwakilan pimpinan Bank Jatim Cabang Kraksaan, perwakilan PT PLN Nusantara Power UP Paiton, PT POMI, pemerhati dan pegiat UMKM Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Pusat Oleh-Oleh GWS Cafe Dekranasda Kabupaten Probolinggo sendiri, berada di dalam kompleks Gerbang Wisata Sukapura (GWS) Bromo Tengger Semeru di Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura. Kehadiran pusat oleh-oleh itu, semakin melengkapi fasilitas di Gerbang Wisata Sukapura yang merupakan salah satu Paket Penataan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang telah diserahterimakan oleh pemerintah pusat kepada Pemkab Probolinggo. Beragam produk UMKM Kabupaten Probolinggo, dijual di tempat ini. Mulai dari makanan ringan, minuman, makanan olahan, kerajinan tangan hingga kain batik khas Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), Taufik Alami, mengungkapkan bahwa kehadiran pusat oleh-oleh tersebut merupakan jawaban atas keresahan UMKM Kabupaten Probolinggo yang selama ini kesulitan untuk memasarkan produknya. “Kehadiran pusat oleh-oleh ini, semakin membuka kesempatan kepada UMKM Kabupaten Probolinggo untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produknya,” kata Taufik Alami.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran pusat oleh-oleh GWS Cafe Dekranasda Kabupaten Probolinggo. Dijelaskannya, kehadiran pusat oleh-oleh tersebut merupakan salah satu langkah strategis dan komitmen pemerintah daerah dalam pembinaan dan pemberdayaan UMKM di Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>&#8220;Kegiatan hari ini bukanlah sekedar seremoni dan euforia semata. Namun, hendaknya bisa menjadi tonggak kebangkitan UMKM Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.</p>



<p>Pj Bupati Ugas juga menjelaskan tentang Gerakan Bela Beli Produk UMKM melalui instruksi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Terutama ASN untuk membeli produk UMKM setiap bulannya. “Belinya tidak menggunakan uang gaji, tapi dari TPP,” imbuhnya.</p>



<p>Sempat dijelaskan pula tentang rincian minimal belanja untuk ASN berdasarkan jenjang jabatan. Untuk staf, minimal Rp 50 ribu, Pejabat Eselon IV/Pejabat Fungsional minimal Rp 75 ribu, Pejabat Eselon III/Pejabat Administrator minimal Rp 100 ribu, Pejabat Eselon III Kepala OPD (Kabag dan Camat) minimal Rp 150 ribu dan Pejabat Eselon II/Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama minimal Rp 200 ribu.</p>



<p>“Gerakan Bela dan Beli Produk UMKM ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis sektor unggulan dan sebagai wujud nyata komitmen dan dukungan pemerintah daerah kepada UMKM,” jelasnya.</p>



<p>Dalam soft launching itu, juga ditandai dengan pemotongan pita di pintu masuk pusat oleh-oleh GWS Cafe Dekranasda oleh Pj Bupati Ugas didampingi Pj Sekda, Heri dan Pj Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo, Rita Erik Ugas Irwanto. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217982</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hormati Leluhur, Masyarakat Suku Tengger Gelar Tradisi Nyadran</title>
		<link>https://memontum.com/hormati-leluhur-masyarakat-suku-tengger-gelar-tradisi-nyadran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hormati]]></category>
		<category><![CDATA[leluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[tengger]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213906</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bertempat di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, masyarakat Suku Tengger menggelar tradisi Nyadran dengan penuh khidmat. Tradisi ini diadakan, digelar masyrakat setiap perayaan Hari Raya Karo, yang jatuh pada tanggal 15 bulan Karo dalam kalender Saka. Nyadran sendiri menjadi puncak dari rangkaian perayaan Hari Raya Karo, yang diselenggarakan pada tahun 2024 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bertempat di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, masyarakat Suku Tengger menggelar tradisi Nyadran dengan penuh khidmat. Tradisi ini diadakan, digelar masyrakat setiap perayaan Hari Raya Karo, yang jatuh pada tanggal 15 bulan Karo dalam kalender Saka.</p>



<p>Nyadran sendiri menjadi puncak dari rangkaian perayaan Hari Raya Karo, yang diselenggarakan pada tahun 2024 ini. Momen ini, menjadi ajang penting bagi warga masyarakat Tengger untuk mempererat hubungan spiritual dengan leluhur mereka.</p>



<p>Pj Kepala Desa Ranupani, Bambang Sugianto, mengatakan bahwa pelaksanaan tradisi Nyadran adalah bagian tidak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Karo. &#8220;Tradisi Nyadran ini digelar pada puncak atau penutupan Hari Raya Karo 2024,&#8221; katanya, Minggu (08/09/2024) tadi.</p>



<p>Masyarakat Desa Ranupani, tambahnya, berpartisipasi dengan penuh antusias dalam prosesi ini, dalam rangka menjaga semangat gotong royong dan kekompakan antar warga.</p>



<p>Sementara pelaksanaan Upacara Nyadran, dipimpin oleh dukun adat setempat, yaitu Romo Dukun Kariyoleh, Ngato dan Suwarno. Mereka adalah figur penting dalam masyarakat Suku Tengger, yang memegang peranan sebagai penjaga tradisi dan penghubung spiritual antara warga dan leluhur mereka.</p>



<p>Dalam prosesi ini, para dukun adat memanjatkan doa-doa khusus untuk memohon berkah dan keselamatan bagi seluruh anggota komunitas. Tradisi Nyadran sendiri, dimulai dengan warga berbondong-bondong menuju makam leluhur mereka, dengan membawa bunga dan sesajen. Mereka berjalan kaki ke area pemakaman, yang menjadi tempat peristirahatan para pendahulu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setibanya di makam, mereka melakukan tabur bunga sebagai simbol penghormatan terhadap para leluhur, sekaligus sebagai wujud syukur atas kehidupan yang mereka jalani. Prosesi tabur bunga ini bukan sekadar ritual biasa, melainkan manifestasi dari keyakinan kuat masyarakat Suku Tengger akan pentingnya menghormati leluhur. Mereka percaya, bahwa roh-roh leluhur berperan dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan keluarga dan desa.</p>



<p>Dengan memanjatkan doa di makam leluhur, mereka berharap mendapatkan restu dan perlindungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain aspek spiritual, Nyadran juga memiliki nilai sosial yang sangat penting bagi Suku Tengger. Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan antar warga, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat ikatan antar generasi.</p>



<p>Anak-anak dan remaja diajak untuk ikut serta dalam prosesi ini, belajar tentang pentingnya menghormati tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur.</p>



<p>Kegiatan Nyadran ini, juga menjadi sarana bagi Suku Tengger untuk menjaga keberlanjutan tradisi mereka. Meski zaman terus berkembang, masyarakat Tengger tetap teguh memelihara warisan budaya mereka. Nilai-nilai seperti rasa syukur, penghormatan kepada leluhur dan kebersamaan terus ditanamkan dalam setiap generasi, sehingga tradisi ini tetap lestari.</p>



<p>Bagi Suku Tengger, tradisi Nyadran bukan sekadar ritual tahunan, tetapi cerminan dari identitas mereka sebagai masyarakat yang menjaga keseimbangan antara kehidupan spiritual dan sosial. Dengan semaraknya acara Nyadran, mereka menunjukkan bahwa tradisi ini bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga bagian penting dari kehidupan mereka saat ini dan di masa depan.</p>



<p>Warisan leluhur yang terwujud dalam tradisi Nyadran di Desa Ranupani ini menjadi simbol keteguhan hati masyarakat Suku Tengger dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Di mana, mereka tetap kokoh mempertahankan identitas budaya mereka, mewariskan kearifan yang terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213906</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Eksotika Bromo Festival 2024, Menparekraf Sandiaga Bacakan Puisi Kidung Tengger</title>
		<link>https://memontum.com/buka-eksotika-bromo-festival-2024-menparekraf-sandiaga-bacakan-puisi-kidung-tengger</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bacakan]]></category>
		<category><![CDATA[eksotika]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kidung]]></category>
		<category><![CDATA[Menparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[tengger]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212332</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, membuka Eksotika Bromo Festival 2024 di Lautan Pasir Bromo, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (27/07/2024) tadi. Eksotika Bromo Festival ini, merupakan salah satu event terbaik dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf. Dalam momen pembukaan itu, Menparekraf Sandiaga sempat membacakan puisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, membuka Eksotika Bromo Festival 2024 di Lautan Pasir Bromo, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (27/07/2024) tadi. Eksotika Bromo Festival ini, merupakan salah satu event terbaik dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf.</p>



<p>Dalam momen pembukaan itu, Menparekraf Sandiaga sempat membacakan puisi &#8216;Kidung Tengger&#8217; yang merupakan salah satu kearifan lokal setempat. Kidung Tengger yang dibacakan menceritakan tentang latar belakang Peringatan Yadnya Kasada yang bertujuan memanjatkan syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa yang telah menciptakan pasangan Joko Seger dan Roro Anteng sebagai leluhur Bromo dan 25 keturunannya.</p>



<p>Menparekraf Sandiaga mengapresiasi pemerintah daerah dan seluruh pihak, karena telah berkolaborasi dalam event Eksotika Bromo Festival 2024. Event ini luar biasa dan berhasil terpilih menjadi salah satu event terbaik di Indonesia dalam 110 Karisma Event Nusantara. Gelaran ini, menyisihkan lebih dari 300 event lain.</p>



<p>“Saya mengapresiasi event ini, karena berkaitan dengan alam yang ada di sekitar kita. Dibalut dengan kearifan tradisi lokal dan atraksi budaya nusantara. Ini merupakan pengalaman unik, terima kasih telah berpartisipasi dalam meningkatkan pariwisata kita,” kata Menparekraf Sandiaga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Eksotika Bromo Festival 2024 sendiri merupakan sebuah perayaan budaya yang bertujuan mempromosikan kekayaan seni dan budaya masyarakat sekitar serta menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Eksotika Bromo mengangkat tiga elemen kehidupan manusia. Yaitu, Tengger dan budayanya, Bromo dan alamnya, Jawa Timur dan keseniannya. Sebagaimana Tengger menjadi budi luhur manusia sederhana yang dapat menghanyutkan segala nyaman yang tak ada di kota lainnya.</p>



<p>Menparekraf menyampaikan event yang berlangsung 27 hingga 28 Juli 2024 ini memberikan pengalaman spiritual melalui ekspresi budaya yang menyatu dengan keindahan alam. Dirinya mendorong agar pemerintah daerah bisa menggelar event sejenis Eksotika Bromo paling tidak sebulan dua kali di Kawasan Bromo.</p>



<p>Penyelenggaraan event ini akan mendorong peningkatan jumlah wisatawan sekitar 20 persen. “Saya lihat banyak wisatawan mancanegara tadi hadir dan ini juga menambah capaian dari pemulihan ekonomi kita terima kasih,” kata Menparekraf Sandiaga.</p>



<p>Turut mendampingi Menparekraf, Direktur Event Daerah Kemenparekraf/Baparekraf, Reza Fahlevi, Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi dan Isu-isu Strategis, Brigjen TNI Ario Prawiseso. Serta, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Hendro Widjanarko. <strong>(kom/raf/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212332</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KPU Kabupaten Probolinggo Peluncuran Pilbup 2024 dan Kenalkan Maskot Si Tengger</title>
		<link>https://memontum.com/kpu-kabupaten-probolinggo-peluncuran-pilbup-2024-dan-kenalkan-maskot-si-tengger</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jun 2024 14:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkan]]></category>
		<category><![CDATA[maskot]]></category>
		<category><![CDATA[peluncuran]]></category>
		<category><![CDATA[Pilbup]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tengger]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211258</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo mengadakan Peluncuran Pemilihan Bupati (Pilbup) tahun 2024 dan konser di Gelora Merdeka Kraksaan, Sabtu (29/06/2024) tadi. Pelaksanaan bertajuk Simfoni Demokrasi itu bertujuan untuk mensosialisasikan tahapan proses pemilihan Bupati Probolinggo. Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Ali Wafa, mengatakan bahwa acara tersebut merupakan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo mengadakan Peluncuran Pemilihan Bupati (Pilbup) tahun 2024 dan konser di Gelora Merdeka Kraksaan, Sabtu (29/06/2024) tadi. Pelaksanaan bertajuk Simfoni Demokrasi itu bertujuan untuk mensosialisasikan tahapan proses pemilihan Bupati Probolinggo.</p>



<p>Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Ali Wafa, mengatakan bahwa acara tersebut merupakan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Probolinggo, yang diselingi dengan hiburan. Selain itu, agar memotivasi partisipasi masyarakat saat Pilbup dan Pilgub pada 27 November mendatang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami percaya bahwa dengan acara ini dapat memberikan edukasi yang menyenangkan sekaligus informatif kepada masyarakat tentang pentingnya partisipasi dalam pemilihan. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, kami yakin pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo nanti akan sukses dan memberikan dampak positif yang signifikan,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain itu, dirinya menerangkan bahwa maskot si Tengger memiliki makna tersendiri yang di pilih oleh KPU Kabupaten Probolinggo. Si Tengger memiliki makna adem atau sejuk dengan tujuan Pilbup 2024 berjalan dengan aman tanpa adanya konflik.</p>



<p>&#8220;Si Tengger ini bermakna adem atau sejuk dan tentram. Yang mana kita berharap Pilbup yang akan datang berjalan aman lancar sukses tanpa ada perselisihan antar saudara dan gesekan yang menimbulkan ketidak nyamanan masyarakat,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211258</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upacara Yadnya Kasada Suku Tengger Berjalan Lancar dan Khidmat</title>
		<link>https://memontum.com/upacara-yadnya-kasada-suku-tengger-berjalan-lancar-dan-khidmat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2024 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[berjalan,]]></category>
		<category><![CDATA[kasada]]></category>
		<category><![CDATA[khidmat]]></category>
		<category><![CDATA[lancar]]></category>
		<category><![CDATA[tengger]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[yadnya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211026</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Peringatan Upacara Yadnya Kasada Suku Tengger Semeru, Kabupaten Probolinggo, di tahun 2024 ini tanpa prosesi pengukuhan Dukun Pandita, Sabtu (22/06/2024) tadi. Meski demikian, Upacara Yadnya Kasada tetap berjalan lancar dan khidmat. Ketua Parisada Hinda Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto, mengatakan bahwa dalam pelaksanaan kali ini semua prosesi saat Yadnya Kasada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Peringatan Upacara Yadnya Kasada Suku Tengger Semeru, Kabupaten Probolinggo, di tahun 2024 ini tanpa prosesi pengukuhan Dukun Pandita, Sabtu (22/06/2024) tadi. Meski demikian, Upacara Yadnya Kasada tetap berjalan lancar dan khidmat.</p>



<p>Ketua Parisada Hinda Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto, mengatakan bahwa dalam pelaksanaan kali ini semua prosesi saat Yadnya Kasada dilakukan, kecuali pengukuhan Dukun Pandita. &#8220;Pada Upacara Yadnya Kasada tahun ini, tidak ada prosesi pengukuhan Dukun Pandita. Namun, untuk prosesi lain tetap ada dan dilaksanakan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Prosesi Yadnya Kasada, tambahnya, dimulai dari kedatangan ongkek atau sesaji hasil bumi ke Pura Poten Luhur sekitar pukul 00.00. Kemudian pukul 03.00, dilakukan prosesi Upacara Yadnya Kasada yang dipimpin Dukun Pandita, Sutomo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Prosesi Upacara Yadnya Kasada, kemudian dilanjut dengan pembacaan sejarah Yadnya Kasada, pembacaan mantra mulunan, penutupan dan prosesi Labuh Ongkek atau labuh sesaji. Sekitar pukul 04.30, prosesi akhir dari Upacara Yadnya Kasada yakni Labuh Ongkek dilaksanakan. Dimana, ongkek yang sebelumnya didoakan di Pura Poten Luhur, dibawa ke bibir kawah Bromo, untuk selanjutnya dilabuh ke kawah Bromo.</p>



<p>Prosesi Labuh Ongkek ini, ujarnya, menandakan sesuai pesan leluhur atau Raden Kusuma. Dimana, setiap bulan purnama di Bulan Kasada, kiriman hasil bumi dengan melabuhkannya ke kawah Gunung Bromo.</p>



<p>&#8220;Harapan saya di Yadnya Kasada tahun ini, warga Hindu Suku Tengger lebih meningkatkan imannya, agar hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam lingkungan harmonis,&#8221; jelasnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211026</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
