<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>terakhir &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/terakhir/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Nov 2025 12:18:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>terakhir &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Malang Antar Kepergian Istri Tercinta Hj Hanik Andriani ke Peristirahatan Terakhir</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-antar-kepergian-istri-tercinta-hj-hanik-andriani-ke-peristirahatan-terakhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[andriani]]></category>
		<category><![CDATA[kepergian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peristirahatan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[tercinta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227969</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi sang putri serta kerabat mengantarkan jenazah istrinya, Hj Hanik Andriani Wahyu Hidayat, ke tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kasin, Kota Malang, Jumat (21/11/2025) tadi. Kepergian Ketua TP PKK Kota Malang untuk selamanya itu, meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi sang putri serta kerabat mengantarkan jenazah istrinya, Hj Hanik Andriani Wahyu Hidayat, ke tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kasin, Kota Malang, Jumat (21/11/2025) tadi. Kepergian Ketua TP PKK Kota Malang untuk selamanya itu, meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Kota Malang.</p>



<p>Ratusan masyarakat tampak memadati TPU Kasin, untuk memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah tokoh dan pejabat, pun turut hadir. Tidak terkecuali, seperti Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, serta jajaran perangkat daerah.</p>



<p>Sebelum dimakamkan, jenazah almarhumah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Quba, yang berlokasi tidak jauh dari rumah dinas (Rumdin). Dalam momen itu, Wali Kota Wahyu bersama kerabat dan kepala OPD, turut menyertai.</p>



<p>Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, saat ditanya mengenai kondisi kesehatan almarhumah sebelum meninggal, mengatakan kalau kondisi kesehatannya mendadak menurun pada Kamis (20/11/2025) malam. “Dari ajudan, sekitar pukul 10.30 malam, sudah ada gejala. Pak Wali saat itu berada di Grand Mercure, kemudian dipanggil tim kesehatan dari Hermina dan Husada. Dibantu alat kejut jantung. Sekitar pukul 23.00 WIB dibawa ke Saiful Anwar atas permintaan Pak Wali. Lalu pukul 23.33 WIB kami menerima kabar resmi bahwa beliau sudah menghadap Allah,” jelas Wawali Ali.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Terkait penyebab pasti wafatnya, Wawali Ali mengatakan belum menanyakan secara langsung kepada Wali Kota. “Sampai hari ini saya belum berani tanya ke Pak Wali. Yang beliau sampaikan, kondisinya mendadak. Saat berangkat malam sebelumnya, almarhumah masih tertawa dan bercanda. Baru sekitar jam 22.00 WIB, kami diberi kabar kondisinya drop,” tambahnya.</p>



<p>Wawali Ali menyebut, almarhumah tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Bahkan, Jumat (21/11/2025) pagi, dijadwalkan akan menghadiri sebuah kegiatan.</p>



<p>“Atas nama pribadi dan masyarakat, saya menyampaikan belasungkawa sebesar-besarnya. Semoga Bu Wali mendapatkan tempat terbaik, dilapangkan kuburnya dan mendapat surga,” tuturnya.</p>



<p>Wawali Ali juga mengenang sosok Ketua TP PKK Kota Malang, sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi dan kerap mengabaikan kondisi kesehatannya demi mendampingi masyarakat maupun suaminya. “Beliau kadang-kadang melupakan kesehatan demi turun ke masyarakat, mendampingi Pak Wali. Itu menjadi kesan terbaik kami, bahwa beliau mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk masyarakat,” imbuh Wawali Ali. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227969</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Gabungan Temukan Korban Terakhir Pantai Modangan</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-gabungan-temukan-korban-terakhir-pantai-modangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[modangan,]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226744</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua wisatawan asal Surabaya, yang sebelumnya dilaporkan terseret ombak di Pantai Modangan, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Keduanya ditemukan, dalam kondisi meninggal dunia. Diketahui, bahwa korban Rafi Naoufal (26), telah berhasil ditemukan pada Senin (13/10/2025) sekitar pukul 08.00. Jenazahnya, ditemukan mengambang dengan jarak kurang lebih 1 km dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua wisatawan asal Surabaya, yang sebelumnya dilaporkan terseret ombak di Pantai Modangan, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Keduanya ditemukan, dalam kondisi meninggal dunia.</p>



<p>Diketahui, bahwa korban Rafi Naoufal (26), telah berhasil ditemukan pada Senin (13/10/2025) sekitar pukul 08.00. Jenazahnya, ditemukan mengambang dengan jarak kurang lebih 1 km dari lokasi kejadian yakni di perairan Tugurejo Blitar.</p>



<p>Selanjutnya, pada hari ketiga pencarian, Tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan korban terakhir, yakni Muhammad Mahin (18), warga Jalan Botoh Putih, Gang II, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, pada Selasa (14/10/2025) sekitar pukul 08.15. Jenazah korban, ditemukan mengambang sekitar 0,87 NM dari lokasi kejadian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tim SAR gabungan, kemudian membawa korban ke Puskesmas Donomulyo untuk penanganan selanjutnya. “Dengan ditemukannya dua korban oleh Tim SAR gabungan ini, maka seluruh korban terseret arus di Pantai Modangan telah ditemukan,&#8221; kata Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam pencarian ini, Nanang Sigit.</p>



<p>Sebelumnya, korban tenggelam adalah rombongan Karang Taruna RW 8 Simolawang, Surabaya. Mereka berwisata untuk merayakan pembubaran panitia HUT ke-80 RI. Namun, empat orang terseret ombak besar saat berenang di Pantai Modangan, Minggu (12/10/2025).</p>



<p>Korban atas nama M Zulfikar (23), berhasil diselamatkan nelayan dan warga setempat, sesaat setelah kejadian. Tidak lama kemudian, korban atas nama Rinaldy (23), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Proses pencarian korban dilakukan secara kolaboratif oleh beberapa unsur terlibat seperti Tim Rescue Basarnas dari Unit Siaga SAR Malang, Polairud Sendang Biru, Polsek Donomulyo, Polsek Wates, Koramil Donomulyo, Pos AL Sendang Biru, Perhutani, PSR, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Blitar, BPBD Kab. Malang, SAR MTA, Tagana, RAPI, Puskesmas Donomulyo, PMI, SAR Kanjuruhan, Satria Rescue dan nelayan serta warga setempat. <strong>(hms/sar/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226744</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Fawait Berhasil Tekan Angka Kemiskinan hingga Titik Terendah selama 10 Tahun Terakhir</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-fawait-berhasil-tekan-angka-kemiskinan-hingga-titik-terendah-selama-10-tahun-terakhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[terendah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226081</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, berhasil menunjukkan hasil signifikan dalam menekan angka kemiskinan. Bahkan, berdasarkan data selama 7 bulan masa pemerintahan mantan anggota DPRD Jawa Timur, angka kemiskinan Jember semakin turun dan kini mencapai titik terendah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, Regar Jeane [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, berhasil menunjukkan hasil signifikan dalam menekan angka kemiskinan. Bahkan, berdasarkan data selama 7 bulan masa pemerintahan mantan anggota DPRD Jawa Timur, angka kemiskinan Jember semakin turun dan kini mencapai titik terendah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.</p>



<p>Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, mengatakan bahwa penurunan angka kemiskinan secara absolut dari 224.077 jiwa menjadi 216.076 jiwa. “Selama 10 tahun terakhir ini terendah. Tingkat kemiskinan turun secara konsisten dari 9,01 persen di tahun 2024 menjadi 8,67 persen di tahun 2025. Artinya ada penurunan sebesar 0,34 persen,” katanya, Rabu (17/09/2025) tadi.</p>



<p>Di sisi lain, kondisi inflasi di Kabupaten Jember juga terkendali dengan cukup baik. Bahkan Regar menjelaskan, inflasi daerah pada Agustus 2025, tercatat sebesar 2,06 persen, atau lebih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Timur maupun nasional.</p>



<p>Data inflasi dari bulan ke bulan, tambahnya, terjadi tren deflasi sebesar 0,04 persen Agustus 2025 dibandingkan dengan Juli 2025 yang mencapai 0,34 persen. Situasi ini, dinilai memberi ruang gerak lebih luas bagi masyarakat untuk menjaga daya beli.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut Regar, capaian tersebut tidak lepas dari strategi pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah, mulai dari penguatan sektor ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga dukungan investasi. “Pencapaian ini didukung oleh berbagai upaya, diantaranya pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan investasi. Kemudian dukungan pemerintah melalui program-program yang menciptakan lapangan kerja seperti program padat karya, pemberdayaan usaha mikro kecil, pemberdayaan sektor pertanian, perkebunan, kopi, tembakau dan kakao, kemudian pemulihan pasar tradisional,” jelasnya.</p>



<p>Ke depan, pemerintah daerah berfokus pada kebijakan pembangunan yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, penguatan kelembagaan di desa, penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur pedesaan, serta penguatan sektor pertanian. Regar juga menyebutkan, salah satu program yang berdampak langsung bagi masyarakat adalah program beasiswa.</p>



<p>“Hal ini cukup disyukuri karena dalam waktu 7 bulan Gus Bupati dan jajaran telah berhasil menurunkan kemiskinan dan mengendalikan tingkat inflasi Kabupaten Jember,” jelasnya.</p>



<p>Meski begitu, Regar mengingatkan masih ada tantangan besar yang harus dihadapi di masa depan. “Tantangan utama kita ke depan adalah menjaga keberlanjutan penurunan ini, mengurangi kesenjangan pendapatan. Oleh karena itu, kami akan terus fokus pada peningkatan produktivitas pertanian dan memberikan akses bagi pelaku usaha kecil,” ungkapnya.</p>



<p>Dirinya memastikan seluruh data yang dipaparkan telah dihitung secara cermat oleh BPS menggunakan instrumen statistik resmi sehingga akurasinya terjamin. “Meneruskan pesan dari Gus Bupati, mohon doa pada masyarakat Jember. Kami akan terus berjuang untuk menuju Jember Baru, Jember maju yang masyarakatnya sejahtera dan kemiskinannya berkurang,” imbuhnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226081</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Etape Terakhir Tour de Banyuwangi Ijen, Menteri Zulhas Sampaikan Kebanggaan untuk Banyuwangi dan Jatim</title>
		<link>https://memontum.com/etape-terakhir-tour-de-banyuwangi-ijen-menteri-zulhas-sampaikan-kebanggaan-untuk-banyuwangi-dan-jatim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 13:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[kebanggaan]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas, menyaksikan secara langsung etape terakhir Tour De Banyuwangi Ijen (TdBI) yang akan finish di area Gunung Ijen, Kamis (31/07/2025) tadi. Dalam momen itu, Menko Zulhas menyebut bahwa TdBI merupakan event kebanggaan tidak hanya bagi Banyuwangi, namun juga Indonesia. &#8220;Event ini tidak hanya kebanggaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas, menyaksikan secara langsung etape terakhir Tour De Banyuwangi Ijen (TdBI) yang akan finish di area Gunung Ijen, Kamis (31/07/2025) tadi. Dalam momen itu, Menko Zulhas menyebut bahwa TdBI merupakan event kebanggaan tidak hanya bagi Banyuwangi, namun juga Indonesia.</p>



<p>&#8220;Event ini tidak hanya kebanggaan bagi Banyuwangi dan Jawa Timur, tapi juga bagi Indonesia,&#8221; kata Menteri Zulhas.</p>



<p>Ditambahkannya, Banyuwangi bisa menciptakan kebanggaan bagi Indonesia, meski dari daerah yang jauh dari ibu kota. Hal ini, tidak lepas dari kepemimpinan di daerah yang memang ingin maju.</p>



<p>&#8220;Ternyata kebanggaan itu bisa datang dari desa, bisa datang dari kecamatan, bisa datang dari kabupaten. Namun syaratnya, punya pemerintah yang leadershipnya bagus,&#8221; tambah Zulhas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengatakan, Banyuwangi menjadi contoh daerah yang mampu maju secara mandiri. Yakni dengan menciptakan berbagai event kreatif untuk mempromosikan daerahnya. Salah satunya dengan memanfaatkan potensi alam yang dimilikinya tanpa mengubah kondisi alaminya dengan menggelar event seperti TdBI.</p>



<p>&#8220;Banyak daerah yang juga punya alam yang indah dan asri, tapi rusak oleh kepentingan jangka pendek, tidak bisa dikelola dengan baik. Namun, Banyuwangi bisa memanfaatkan alamnya dengan baik. Buat saya, Banyuwangi kabupaten terbaik dan harus menjadi contoh bagi daerah daerah lainnya,&#8221; imbuh Zulhas.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menko Zulhas dan dukungan yang diberikan pemerintah pusat kepada Banyuwangi. Event Tour de Banyuwangi Ijen sendiri, telah digelar untuk kesepuluh kalinya oleh daerah sebagai komitmen untuk mempromosikan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.</p>



<p>&#8220;Banyuwangi akan terus bergerak demi kemajuan bersama,&#8221; paparnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuki Hari Terakhir, Atlet Balap Sepeda Kejurnas 2025 Banyuwangi Hadapi Salah Satu Tanjakan Tersulit Asia</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-hari-terakhir-atlet-balap-sepeda-kejurnas-2025-banyuwangi-hadapi-salah-satu-tanjakan-tersulit-asia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[Kejurnas]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[tanjakan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[tersulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223495</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melepas keberangkatan para atlet balap sepeda yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2025, yang digelar di Banyuwangi, Senin (30/06/2025) tadi. Gelaran yang memasuki hari terakhir itu, memperlombakan men elite dan women elite nomor Individual Road Race (IRR). Dalam perlombaan terakhir ini, para pembalap adu cepat di track salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melepas keberangkatan para atlet balap sepeda yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2025, yang digelar di Banyuwangi, Senin (30/06/2025) tadi. Gelaran yang memasuki hari terakhir itu, memperlombakan men elite dan women elite nomor Individual Road Race (IRR).</p>



<p>Dalam perlombaan terakhir ini, para pembalap adu cepat di track salah satu tersulit di Asia yakni Pegunungan Ijen.</p>



<p>Di laga pamungkas ini, para pembalap start di depan Kantor Bupati Banyuwangi dengan garis akhir di Paltuding, atau kaki Gunung Ijen, yang menempuh jarak 175 kilometer. Lintasan kali ini, disebut sebagai salah satu yang paling berat.</p>



<p>Bahkan, tidak hanya karena panjangnya rute. Namun, para cyclist juga harus menghadapi medan ekstrem menuju Paltuding yang dijuluki jalur neraka King of Mountain (KOM).</p>



<p>Tanjakan menuju Paltuding sendiri, beberapa titiknya memiliki gradien kemiringan hingga 23 persen. Para rider memerlukan kekuatan ekstra untuk menaklukkan tanjakan yang dikenal salah satu tersulit di Asia tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wakil Ketua Harian PB ISSI, Jadi Rajagukguk, mengatakan Banyuwangi dipilih karena sudah berpengalaman menggelar kejuaraan. Lebih lagi, pemerintah dan masyarakatnya sangat mendukung.</p>



<p>Ajang ini, tambahnya, merupakan rangkaian seleksi para atlet balap sepeda potensial Indonesia untuk disiapkan menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olympic. “Banyuwangi kami pilih karena infrastrukturnya lengkap, jalurnya berkualitas dan masyarakatnya sudah terbiasa dengan event olahraga skala besar,” ungkapnya saat hadir di Banyuwangi.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PB ISSI karena memilih Banyuwangi sebagai tuan rumah. Menurutnya, event ini membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Banyuwangi.</p>



<p>“Event ini meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Banyuwangi. Hotel dan penginapan kami penuh, UMKM hidup dan masyarakat ikut merasakan dampaknya,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Selain itu, dirinya juga menyebut bahwa Ijen sudah menjadi ikon nasional. Dirinya juga berharap, event kejuaraan semacam ini bisa terus berkelanjutan dan melengkapi serangkaian agenda balap sepeda yang digelar tahun ini di Banyuwangi.</p>



<p>“Mudah-mudahan event ini terus berkelanjutan dan melengkapi yang sudah ada. Seperti Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) yang masuk dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI) Asia,” ujarnya.</p>



<p>Kejurnas 2025 di Banyuwangi sendiri, digelar selama empat hari, atau sejak Jumat hingga Senin (30/06/2025) tadi. Ajang ini, merupakan agenda rutin PB ISSI tiap tahun dan masuk agenda UCI. Kejurnas tahun ini diikuti sekitar 251 pembalap dari 23 provinsi. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223495</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selama Kurun Waktu Setahun Terakhir, Mas Dhito Selamatkan 6 Ribu Lebih Anak Tidak Sekolah di Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/selama-kurun-waktu-setahun-terakhir-mas-dhito-selamatkan-6-ribu-lebih-anak-tidak-sekolah-di-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[selamatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Setahun]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223064</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berhasil mengembalikan 6 ribu lebih anak tidak sekolah untuk mendapatkan akses pendidikan. Capaian ini, diperoleh dengan berbagai langkah taktis yang dilakukan. Menurut bupati yang akrab disapa Mas Dhito, melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mochamad Muhsin, menyampaikan bahwa penurunan angka anak tidak sekolah ini berkat kerja keras [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berhasil mengembalikan 6 ribu lebih anak tidak sekolah untuk mendapatkan akses pendidikan. Capaian ini, diperoleh dengan berbagai langkah taktis yang dilakukan.</p>



<p>Menurut bupati yang akrab disapa Mas Dhito, melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mochamad Muhsin, menyampaikan bahwa penurunan angka anak tidak sekolah ini berkat kerja keras berbagai sektor. Dalam Catatan Dapodik, menunjukkan dari angka hampir 12 ribu anak tidak sekolah di tahun 2024, dapat ditekan hingga 5027 pada awal Mei 2025 lalu. Dimana, kondisi tersebut menjadi salah satu konsern utama yang kerap disampaikan Mas Dhito.</p>



<p>Berbagai program intervensi yang dilakukan, ujarnya, adalah pemberian beasiswa, home visit teacher award hingga kerja sama dengan pelaku seni seperti jaranan dan karawitan. Bahkan di beberapa kegiatan kesenian, dikhususkan untuk mensosialisasikan agar anak tidak sekolah bisa kembali mengenyam pendidikan.</p>



<p>Hingga jika ditemukan anak-anak tidak sekolah pada pentas seni ini, petugas dari Dinas Pendidikan langsung mendaftarkan kembali ke bangku sekolah. “Atas perintah Mas Bup (Mas Dhito), agar ada percepatan dan kita minta guru-guru agar bergerak ke lapangan, ke tetangga yang terdeteksi tidak sekolah, putus sekolah, supaya diminta kembali bersekolah,” jelas Muhsin, Sabtu (14/06/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih detail, Muhsin menjelaskan, 5027 anak tidak sekolah ini berasal dari difabel hingga anak mondok yang tidak terdaftar di sekolah formal. Bagi difabel, Mas Dhito memberikan kebijakan agar seluruh satuan pendidikan dapat memberikan akses kepada difabel.</p>



<p>Saat ini, di Kabupaten Kediri sendiri sudah ada lebih dari 270 sekolah membuka akses tersebut. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kediri juga telah memberikan pelatihan kepada 300 guru sebagai pendamping anak berkebutuhan khusus. Rencananya, tahun ini akan ada penambahan 300 guru pendamping untuk mendapatkan pelatihan tersebut.</p>



<p>Menjelang tahun ajaran baru 2025-2026 ini, Mas Dhito juga mewajibkan seluruh sekolah untuk memberikan ruang kepada anak-anak difabel. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan akses pendidikan yang setara.</p>



<p>“Saat SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru), sekolah wajib menerima anak-anak berkebutuhan khusus,” tambah Muhsin.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Kediri berharap, dengan kembalinya anak-anak sekolah ini, bisa kembali melanjutkan mimpi anak-anak muda yang kemudian bisa berdampak kepada kesejahteraan keluarga. Sebagaimana disampaikan Mas Dhito, kemiskinan ekstrem ditargetkan bisa hilang di Kabupaten Kediri dalam 5 tahun ke depan. Dimana salah satu indikator penyumbangnya, adalah angka anak putus sekolah. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223064</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Yudha Lepas Keberangkatan CJH Kloter Terakhir dari Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-yudha-lepas-keberangkatan-cjh-kloter-terakhir-dari-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 May 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[keberangkatan]]></category>
		<category><![CDATA[kloter]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222410</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, melepas keberangkatan 106 calon jamaah haji (CJH) kelompok terbang (Kloter) terakhir, ke Tanah Suci, Minggu (25/05/2025) tadi. Rombongan yang tergabung dalam Kloter 38 ini, diberangkatkan dari Halaman Kantor Bupati Lumajang. Mas Yudha-sapaan Wabup Lumajang, berpesan agar jamaah haji harus benar-benar mempersiapkan fisik dan spiritual selama berada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, melepas keberangkatan 106 calon jamaah haji (CJH) kelompok terbang (Kloter) terakhir, ke Tanah Suci, Minggu (25/05/2025) tadi. Rombongan yang tergabung dalam Kloter 38 ini, diberangkatkan dari Halaman Kantor Bupati Lumajang.</p>



<p>Mas Yudha-sapaan Wabup Lumajang, berpesan agar jamaah haji harus benar-benar mempersiapkan fisik dan spiritual selama berada di Tanah Suci. Dirinya juga menyerukan pentingnya menjadikan ibadah haji sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keumatan.</p>



<p>Dalam kesempatan sama, Mas Yudha menggarisbawahi peran jamaah sebagai duta bangsa di kancah internasional. Mengingat, ibadah haji mempertemukan umat Islam dari berbagai penjuru dunia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga simbol kedewasaan umat dalam membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Kami berharap sepulangnya nanti, para jamaah dapat menjadi teladan di masyarakat dalam hal kejujuran, kepedulian dan persatuan,&#8221; kata Wabup Yudha.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjut Yudha, telah menyiapkan seluruh tahapan pemberangkatan dengan pelayanan prima, sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam memuliakan ibadah rakyatnya. Kloter 38 ini, merupakan akhir dari rangkaian pemberangkatan jamaah haji dari Lumajang. Sekaligus, menandai puncak kerja sama antara pemerintah daerah, Kementerian Agama dan masyarakat dalam mengawal proses ibadah suci ini.</p>



<p>Masih menurutnya, bagi masyarakat yang hadir mengantar, suasana haru dan doa menjadi penanda bahwa haji bukan hanya perjalanan individu. Namun, juga menjadi pengingat kolektif tentang pentingnya memperkuat iman, memperdalam ilmu, serta menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222410</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Jenazah Terakhir Korban Longsor Wonosalam Jombang</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-gabungan-berhasil-temukan-jenazah-terakhir-korban-longsor-wonosalam-jombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218660</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Tim SAR gabungan terus berupaya mencari Ducha Ismail (55), korban bencana tanah longsor di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jumat (24/01/2025) tadi. Alhasil, Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban Ducha Ismail, sekitar pukul 16.42. Saat ditemukan, Ducha sudah dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan jenazah korban berjarak sekitar 13 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Tim SAR gabungan terus berupaya mencari Ducha Ismail (55), korban bencana tanah longsor di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jumat (24/01/2025) tadi. Alhasil, Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban Ducha Ismail, sekitar pukul 16.42.</p>



<p>Saat ditemukan, Ducha sudah dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan jenazah korban berjarak sekitar 13 meter dari lokasi kejadian. Jenazah korban, pun dibawa ke Puskesmas Wonosalam guna proses lebih lanjut.</p>



<p>Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR kali ini, mengatakan bahwa ada dua metode yang diterapkan dalam pencarian korban di hari kedua. Yaitu penggalian dengan menggunakan alat berat dan penggalian secara manual.</p>



<p>&#8220;Pencarian dengan menggunakan excavator dilakukan di area seluas sekitar 365 meter persegi. Ada dua unit excavator yang melakukan pencarian, yaitu milik BPBD dan Dinas PUPR kabupaten Jombang. Sementara itu, pencarian dengan menggunakan peralatan gali manual (seperti cangkul dan sekop) dilakukan oleh puluhan personel tim SAR gabungan di sisi lainnya, dengan luas sekitar 316 meter persegi,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Yoni Fariza selaku OSC (On Scene Commander), mengatakan kendala yang dihadapi Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian, yaitu kondisi tanah di sekitar area longsor yang masih labil dan kondisi hujan saat siang hari. &#8220;Selama proses pencarian dilakukan, ada sebanyak dua tim safety officer yang bertugas melakukan pengawasan keamanan di dua lokasi berbeda. Safety officer ini akan memberikan peringatan jika ada tanda-tanda bahaya yang dapat mengancam keselamatan seluruh personel yang sedang melakukan pencarian,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam upaya pencarian korban ini, sejumlah unsur SAR terlibat. Diantara tim dari Kantor SAR Surabaya, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD kabupaten Jombang, Polres Jombang, Polsek Wonosalam, Koramil Wonosalam, PMI, BAGANA, Destana, RAPI, Senkom, RESOB, TSA, IOF, Gerpik, SAR MTA, Pemuda Pancasila, TAGANA dan unsur SAR lainnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, sebelumnya terjadi bencana tanah longsor di wilayah Desa Sambirejo, Kamis (23/01/2025) pagi. Longsor ini terjadi, setelah hujan deras pada Rabu (22/01/2025) malam. Tanah longsor ini mengakibatkan beberapa rumah tertimbun material longsoran.</p>



<p>Kejadian ini, juga mengakibatkan empat orang warga menjadi korban. Dari empat korban ini, sebanyak dua orang korban berhasil selamat, yaitu atas nama Widyawati (42) dan Mk (13). Keduanya, kemudian dibawa ke RSK Mojowarno Jombang untuk mendapatkan perawatan medis.</p>



<p>Sementara satu orang, ditemukan dalam kondisi meninggal, yaitu atas inisial DA (11). Dalam pencarian tadi, satu orang lagi yakni Ducha Ismail, baru berhasil ditemukan. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218660</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif 2024 Masuki Hari Terakhir, Ini Sasarannya</title>
		<link>https://memontum.com/program-interkoneksi-wisata-religi-edukatif-2024-masuki-hari-terakhir-ini-sasarannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2024 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[interkoneksi]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>
		<category><![CDATA[sasarannya]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217600</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif 2024, yang diinisiasi Disporapar Kabupaten Jombang, telah menginjak hari terakhir, Senin (16/12/2024) tadi. Di hari terakhir ini, pelaksanaan kegiatan diikuti Muspika, OPD terkait hingga akademisi serta Koordinator BPD, Tokoh Agama, Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua Bhayangkari Ranting dan Ketua Persit Chandra Kirana Ranting Jogoroto. Kepala Disporapar Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif 2024, yang diinisiasi Disporapar Kabupaten Jombang, telah menginjak hari terakhir, Senin (16/12/2024) tadi. Di hari terakhir ini, pelaksanaan kegiatan diikuti Muspika, OPD terkait hingga akademisi serta Koordinator BPD, Tokoh Agama, Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua Bhayangkari Ranting dan Ketua Persit Chandra Kirana Ranting Jogoroto.</p>



<p>Kepala Disporapar Kabupaten Jombang, Bambang Nurwijanto, menyampaikan bahwa program interkoneksi ini salah satunya mengajak wisatawan untuk mengunjungi Destinasi Wisata Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang dan Pondok Pesantren Tebuireng di desa Cukir Kecamatan Diwek. &#8220;Perjalanan menggunakan kendaraan bus menuju Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif. Selain berziarah ke makam Mbah Bisri Syansuri, wisatawan juga diajak untuk melihat asrama putri yang lokasinya tidak jauh dari masjid induk,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kegiatan kali ini, ujarnya, ada satu nasihat bijak yang diberikan oleh Pengasuh Ponpes, Nyai Hj Noor Khodijah Khasbullah, tentang tirakat seorang istri yakni ‘Tirakatmu menentukan masa depan suamimu’. &#8220;Nasihat bijak tersebut yang menjadi salah satu motivasi pembelajaran bagi santri Ponpes Mamba’ul Ma’arif, untuk mempersiapkan tirakat sejak dini, khususnya bagi para santri putri,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, untuk di destinasi kedua yakni Ponpes Tebuireng, wisatawan diajak untuk mengunjungi beberapa obyek seperti pada paket hari sebelumnya. Diantaranya asrama awal, masjid induk, berziarah di makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), berbelanja di lorong UMKM dan berakhir dengan foto bersama di Monumen Tauhid KWRG.</p>



<p>&#8220;Ke depan di tahun 2025, Program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif akan dikembangkan menjadi paket wisata yang bisa dikelola bersama dengan pihak swasta guna memajukan pariwisata di Kabupaten Jombang,&#8221; imbuhnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217600</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
