<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Terdampar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/terdampar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:18:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Terdampar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hiu Tutul Terdampar di Jember, Warga Ramai-ramai Cincang Dagingnya</title>
		<link>https://memontum.com/hiu-tutul-terdampar-di-jember-warga-ramai-ramai-cincang-dagingnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2020 10:10:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Tanjungsari]]></category>
		<category><![CDATA[Terdampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118503-hiu-tutul-terdampar-di-jember-warga-ramai-ramai-cincang-dagingnya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Ikan Hiu Tutul yang diperkirakan berbobot 1 ton lebih, dengan panjang sekitar 6 m, ditemukan terdampar dan tersangkut jaring nelayan di pinggiran pantai Dusun Jeni Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, tepatnya di sebelah barat pantai wisata Tanjungsari, Minggu (5/7/2020) pagi. Ironisnya, karena kurangnya pengetahuan, para nelayan tidak melaporkan kejadian ini pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8211; Ikan Hiu Tutul yang diperkirakan berbobot 1 ton lebih, dengan panjang sekitar 6 m, ditemukan terdampar dan tersangkut jaring nelayan di pinggiran pantai Dusun Jeni Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, tepatnya di sebelah barat pantai wisata Tanjungsari, Minggu (5/7/2020) pagi.</p>
<p>Ironisnya, karena kurangnya pengetahuan, para nelayan tidak melaporkan kejadian ini pada yang berwajib. Usai dievakuasi ke darat, satwa langka dan dilindungi ini pun dicincang beramai-ramai oleh nelayan untuk dikonsumsi dagingnya tanpa memikirkan resiko jikalau daging hiu ini tidak menutup kemungkinan mengandung racun sehingga berbahaya bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi manusia.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-118504" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200705-WA0047-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Imam Muklas, salah satu anggota BPD Desa Kepanjen mengatakan, Hiu Tutul atau masyarakat setempat menyebutnya Mungsing Tahu, sebelum masuk jaring nelayan sebenarnya kondisinya masih hidup, namun usai tersangkut dan dievakuasi ke daratan dalam keadaan sudah mati.</p>
<p>&#8220;Menurut nelayan mulai tadi malam, nyangkut di jaring nelayan yang sedang melaut mencari ikan. Namun baru diangkat tadi pagi, &#8221; ujar Muklas.</p>
<p>Sebenarnya, sambung Muklas, Hiu Tutul ini tersangkut jaring nelayan diketahui sejak malam tadi, karena ukuran yang terlalu besar sehingga nelayan membutuhkan banyak orang untuk mengangkat sampai ke darat.</p>
<p>Memang ikan itu terlihat oleh nelayan muncul ke permukaan sejak sore kemarin dan berkeliaran hingga ke pinggir sekitar ombak pantai.</p>
<p>&#8220;Akhirnya nyangkut di jaring tadi malam karena posisi jaring nelayan di pinggir,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Muklas menuturkan, bisa jadi karena kekurangtahuan warga nelayan, terkait ikan Hiu Tutul dilindungi sehingga temuan ini tidak dilaporkan ke pihak aparat.</p>
<p>&#8220;Mereka tidak tahu dilindungi atau tidak yang langsung dimanfaatkan begitu saja, bahkan sekarang sama warga di potong-potong untuk diambil dagingnya untuk di konsumsi, &#8221; kata Muklas.</p>
<p>Sementara Petugas Teknis Perikanan Kecamatan Gumukmas Imam Syafi&#8217;i, dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku kaget, sebab dirinya merasa tidak mendapatkan laporan terkait penemuan ikan Hiu Tutul di Pantai Tanjungsari pada pagi ini.</p>
<p>Terlebih lagi, kata Dia, dikabarkan ikan tersebut ditemukan mati tidak kubur, justru malah dicincang untuk di konsumsi dagingnya.</p>
<p>&#8220;Terlepas ikan itu kena jaring atau terdampar, itu tidak boleh dikonsumsi. Dikhawatirkan ikan itu terjangkit penyakit sehingga menular, &#8221; kata Imam.</p>
<p>Dia menengarai penyebab Hiu Tutul muncul hingga ke pinggir pantai, sebenarnya ikan sifatnya bergerombol, mungkin karena mengejar makanan sampai ke pinggir pantai.</p>
<p>&#8220;Atau mungkin karena terjangkit penyakit, sehingga Ikan itu ke pinggir, &#8221; terangnya.</p>
<p>Bisa jadi kalau kena jaring berarti ikan itu kondisi sehat, namun terlepas sehat atau sakit, tidak boleh dikonsumsi karena ikan hiu tutul memang dilindungi.</p>
<p>Kata Imam, kedepan kalau ada ikan seperti itu terlepas kena jaring atau sakit sehingga terdampar dipinggir, kalau sudah mati harus cepat dikubur, bekerjasama dengan pengawas dan pokmas.</p>
<p>&#8220;Perkiraan kami ikan itu sudah terjangkit penyakit, karena jika ikan kena hempasan ombak akan melawan, jika dikonsumsi bisa berbahaya, &#8221; tegasnya.</p>
<p>Imam berharap, seandainya nanti terjadi peristiwa seperti ini, diusahakan kalau memang sudah mati cepat dikubur, jika masih sehat dilepas lagi.</p>
<p>&#8220;Karena Hiu Tutul hewan dilindungi, &#8221; pungkasnya. <strong>(bud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118503</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangkai Hiu Tutul Penyu, Terdampar di Pantai Tanjungsari Jember</title>
		<link>https://memontum.com/bangkai-hiu-tutul-penyu-terdampar-di-pantai-tanjungsari-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2019 11:33:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Tanjungsari]]></category>
		<category><![CDATA[Terdampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=92743</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Seekor hiu tutul dan Penyu ukuran jumbo di temukan nelayan, terdampar di bibir pantai Tanjungsari Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten, Sabtu (14/9/19) sekitar pukul 06.00. Kedua hewan langka itu ditemukan dalam kondisi sudah mati. Meski sudah dalam mati namun kondisi ikan Hiu Tutul terlihat masih segar, sebaliknya bangkai penyu dalam dalam kondisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Seekor hiu tutul dan Penyu ukuran jumbo di temukan nelayan, terdampar di bibir pantai Tanjungsari Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten, Sabtu (14/9/19) sekitar pukul 06.00. Kedua hewan langka itu ditemukan dalam kondisi sudah mati.</p>
<p>Meski sudah dalam mati namun kondisi ikan Hiu Tutul terlihat masih segar, sebaliknya bangkai penyu dalam dalam kondisi sudah membusuk, adapun jarak lokasi penemuan bangkai hiu tutul dengan bangkai penyu sekitar 500 m ke barat.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-92746" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?resize=650%2C365&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="365" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?resize=300%2C168&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?resize=600%2C337&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190915-WA0033-copy.jpg?resize=200%2C112&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Beredarnya kabar penemuan kedua bangkai binatang langka ini,sontak membuat heboh warga sekitar pantai Tanjungsari, mereka berbondong-bondong mendatangi Pantai Tanjungsari, untuk menyaksikan langsung di lokasi penemuan kedua hewan langka itu.</p>
<p>Informasi yang berhasil dihimpun memontum.com menyebutkan, sebelum peristiwa ini terjadi, sekitar satu minggu lalu ada beberapa nelayan mengaku telah melihat ikan hiu muncul ke permukaan laut dan berkeliaran di pinggiran pantai Tanjungsari, padahal selama ini nelayan di situ tidak pernah melihat ikan hiu tutul yang berkeliaran kesana-kemari apalagi hingga ke pinggir pantai.</p>
<p>&#8220;Saya menduga mungkin ikan hiu yang kemarin berkeliaran adalah ikan hiu yang sama dengan bangkai hiu yang di temukan sekarang ini,&#8221; ujar Ashari seorang nelayan asal Desa Kepanjen.</p>
<p>Terkait penemuan dua binatang langka ini, Pj Kepala Desa Kepanjen H Imam Suroso menjelaskan, bahwa dirinya mengetahui hal ini atas laporan dari warga nelayan.</p>
<p>&#8220;Penemuan ikan hiu dan penyu sudah saya laporkan ke Pihak Kecamatan Gumukmas kemudian akan di tindak lanjuti melalui Dinas Perikanan yang ada di Kecamatan,&#8221; kata Imam.</p>
<p><strong>Baca : </strong><a href="https://memontum.com/92371-ikan-paus-terdampar-mati-di-pantai-eks-tambang-pasir-besi-lumajang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ikan Paus Terdampar Mati di Pantai Eks Tambang Pasir Besi Lumajang</a></p>
<p>Sementara itu petugas Lapangan Dinas Perikanan Kecamatan Gumukmas Imam Syafi&#8217;i mengatakan jika ikan Hiu tutul warna hitam yang baru saja di temukan nelayan, sebenarnya habitatnya berada di laut utara.</p>
<p>&#8220;Hiu tutul ini biasanya hidup di perairan dalam, kemungkinan suasana dingin sehingga ikan itu naik ke permukaan untuk mencari kehangatan,&#8221; terang Syafi’i.</p>
<p>Imam mewanti-wanti kepada masyarakat, agar jangan mengkonsumsi ikan tersebut,karena di khawatirkan akan menyebabkan Penyakit yang berbahaya.</p>
<p>&#8220;Rencananya sore ini akan di kubur tadi sudah di lakukan pengecekan ukuran dan berat badan ikan, panjang kurang lebih 5 m, lebar 1 m dan berat 1,5 ton,&#8221; pungkasnya.<strong> (rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ikan Paus Terdampar Mati di Pantai Eks Tambang Pasir Besi Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/ikan-paus-terdampar-mati-di-pantai-eks-tambang-pasir-besi-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2019 06:31:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Hiu Tutul]]></category>
		<category><![CDATA[Terdampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=92371</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Warga dusun Kajaran Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Senin malam (9/9/2019) kemarin, mendapai Ikan Hiu Paus terdampar dipesisir pantai selatan tepatnya disekitaran Dusun Dampar Desa Bades. Ikan Hiu Paus tutul tersebut berukuran lebar 1 meter dan panjang 6 meter, awalnya saat pertama ditemukan oleh warga hiu paus tersebut sempat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Warga dusun Kajaran Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Senin malam (9/9/2019) kemarin, mendapai Ikan Hiu Paus terdampar dipesisir pantai selatan tepatnya disekitaran Dusun Dampar Desa Bades. Ikan Hiu Paus tutul tersebut berukuran lebar 1 meter dan panjang 6 meter, awalnya saat pertama ditemukan oleh warga hiu paus tersebut sempat bergerak dalam kondisi hidup.</p>
<p>Namun saat petugas Polsek dan Koramil Pasirian datang ke TKP, hiu paus sudah dalam kondisi mati masih segar dan utuh.</p>
<p>Kapolres Lumajang AKBP DR M Arsal Sahban, pada media ini mengatakan, selama pihaknya bertugas di Lumajang, sudah dua kali menjumpai ikan paus terdampar dipantai selatan, Kapolres juga mengindikasikan bahwa hiu paus tutul yang terdampar kali ini dimungkinkan terseret gelombang air pasang.</p>
<p>“Ini kali kedua saya mendengar adanya paus terdampar di Lumajang. Kali ini ukurannya lebih kecil dari sebelumnya, dan indikasi sementara Paus ini terseret gelombang air pasang sehingga terdampar dipesisir pantai lalu mati akibat dehidrasi. Kami akan mengawasi bangkai paus ini agar tidak dieksploitasi oleh warga dan tetap utuh hingga pihak instansi terkait datang guna evakuasi bangkai ikan Hiu Paus ini&#8221;,Kata Kapolres, Rabu (11/9/2019).</p>
<p>Ikan hiu paus tutul biasanya saat menjelang musim penghujan kerap bermigrasi mencari tempat yang hangat, dan pergerakan ikan tersebut biasanya juga berkelompok, antara 20-30 ekor, hal tersebut disampaikan oleh staf pelaksana Wilayah Kerja Jawa Timur, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Laut (BPSPL) Denpasar, Regina Rossa Beryllinda.</p>
<p>Menurutnya, migrasi sekelompok ikan hiu paus tutul ini, Biasanya berasal dari wilayah perairan Australia menuju Filipina, melewati perairan NTB, Bali, Situbondo, Pasuruan, lalu melintasi selat Madura, dan terus bergerak ke utara.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-92374" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190911-WA0054-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Tempat yang lebih hangat tersebut, banyak dicari hiu paus tutul karena biasanya akan banyak terdapat plankton yang menjadi makanan utama ikan tersebut,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pada masa migrasi itu, lanjut Regina, bisa jadi ikan hiu paus tutul tersebut mengalami disorientasi akibat sakit, gangguan alam, atau adanya aktivitas manusia, sehingga terpisah dari rombongannya.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa faktor ikan hiu paus tutul terpisah dari kelompoknya, terlebih sampai terdampar dipantai&#8221;,terang Regina.</p>
<p>Pesisir pantai selatan sepanjang Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun sampai pesisir pantai selatan Desa Tegal rejo Kecamatan Tempursari dulunya adalah eks tambang pasir besi, yang paling besar ekploitasi penambangan pasir besi atau pasir laut yang dilakukan mulai pantai Bambang Desa Bago Kecamatan Pasirian hingga Dusun Dampar Desa Bades Kecamatan Pasirian, dan apakah terdamparnya hiu paus tutul tersebut berhubungan dengan lokasi pantai eks tambang atau memang kebetulan saja, tentu hingga saat ini belum ada yang bisa memprediksikan. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92371</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ikan Paus Terdampar di Pantai Tongas Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/ikan-paus-terdampar-di-pantai-tongas-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 08:01:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[Terdampar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/2714-ikan-paus-terdampar-di-pantai-tongas-probolinggo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8212; Warga pesisir Pantai Tongas Kabupaten Probolinggo menemukan seekor Ikan Paus yang terdampar di pesisir Pantai Tongas, Kabupaten Probolinggo (30/10/2017). Paus berukuran besar tersebut, ditemukan oleh nelayan setempat sudah dalam kondisi mati dilepas pantai. Dan sampai saat ini, belum ada satupun petugas yang datang ke lokasi ditemukannya ikan raksasa tersebut. Entah dari mana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8212; Warga pesisir Pantai Tongas Kabupaten Probolinggo menemukan seekor Ikan Paus yang terdampar di pesisir Pantai Tongas, Kabupaten Probolinggo (30/10/2017).</p>
<p>Paus berukuran besar tersebut, ditemukan oleh nelayan setempat sudah dalam kondisi mati dilepas pantai. Dan sampai saat ini, belum ada satupun petugas yang datang ke lokasi ditemukannya ikan raksasa tersebut.</p>
<p>Entah dari mana datangnya ikan berukuran kurang lebih lima meter tersebut. Dengan kondisi sudadak kaku dan mengenaskan dan sudah mati, tepatnya di Pantai Mendoan Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo.</p>
 <em>Warga saat memeriksa ikan paus yang terdampar <strong>(pix)</strong></em>
<p>Menurut salah satu warga nelayan setempat, Muji (55) mengatakan bahwa ikan paus dengan ukuran sekitar 5 meter tersebut, ditemukan mengambang sekitar tiga kilometer dari pantai mendoan.</p>
<p>&#8220;Sudah sekutar Lima hari lalau ikan paus itu ada di darah sini,&#8221; ungkap Muji.</p>
<p>&#8220;Tapi memang si biarkan sama para nelayan. Tapi hari ini sudah ditemukan mati,&#8221; tambah Muji yang juga sebagai nelayan.</p>
<p>Ikan raksasa tersebut akirnya dibawa ke pinggir pantai dengan cara ditarik dengan dua kapal nelayan untuk sekalian dikuburkan.</p>
<p>&#8220;Ya kami gunakan dua perahu untuk menyeretnya, rencananya paus itu akan dikubur oleh nelayan,&#8221; ujar pria paruh baya ini.</p>
<p>Tapi penguburan paus tersebut terkendala karena cuaca yang sangat panas. Akirnya penguburan paus itu ditunda. Hingga saat ini, belum ada petugas dari Dinas Perikanan setempat, yang datang untuk melakukan tindakan lebih lanjut. <strong>(pix/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2714</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
