<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>terendam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/terendam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Oct 2025 12:08:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>terendam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Anak Sungai Bondoyudo Meluap, 1.225 Rumah Warga di Lumajang Terendam Air</title>
		<link>https://memontum.com/anak-sungai-bondoyudo-meluap-1-225-rumah-warga-di-lumajang-terendam-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bondoyudo]]></category>
		<category><![CDATA[meluap]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227301</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Intensitas hujan yang cukup tinggi di berapa wilayah Kabupaten Lumajang, mengakibatkan sedikitnya 1.225 rumah warga di Desa Rojopolo dan Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, terendam banjir, Jumat (31/10/2025) tadi. Pantauan Memontum.com, air memasuki rumah warga dengan ketinggian berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Intensitas hujan yang cukup tinggi di berapa wilayah Kabupaten Lumajang, mengakibatkan sedikitnya 1.225 rumah warga di Desa Rojopolo dan Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, terendam banjir, Jumat (31/10/2025) tadi. Pantauan Memontum.com, air memasuki rumah warga dengan ketinggian berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyampaikan jika di Desa Rojopolo rumah yang terdampak mencapai 1.185 unit. Sementara di Desa Kaliboto Kidul, sedikitnya ada sebanyak 40 unit rumah.</p>



<p>“Yang terdampak ada tiga dusun. Dusun Persil dan Dusun Kokapan di Desa Rojopolo, serta Dusun Petung di Desa Kaliboto Kidul,” ujarnya.</p>



<p>Dijelaskan Isnugroho, banjir terjadi akibat meluapnya anak Sungai Bondoyudo-Avour Dimo, yang melintas di Dusun Kokapan, Desa Rojopolo. Luapan tersebut, disebabkan oleh curah hujan tinggi yang berlangsung sejak tengah malam hingga pagi hari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan gerak cepat, BPBD Kabupaten Lumajang turun langsung menyalurkan bantuan darurat berupa air bersih dan makanan kaleng kepada warga terdampak. “Kami masih siaga di lokasi untuk memantau perkembangan air dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi,” ujarnya.</p>



<p>Menurut keterangan warga Dusun Persil, Katimi, bahwa banjir mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 05.00, setelah hujan deras mengguyur sejak tengah malam. “Air masuk ke rumah sampai setinggi lutut orang dewasa. Semua perabotan di dalam rumah terendam,” ujarnya.</p>



<p>Katimi menambahkan, warga saat ini sangat membutuhkan kebutuhan pokok seperti makanan siap saji dan pasokan air bersih, karena tidak bisa memasak sejak pagi. “Sejak pagi belum bisa masak dan belum makan. Kami harap ada bantuan makanan segera,” harapnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227301</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras Guyur Kota Malang, 22 Titik Terendam Banjir dan Dua Rumah Terdampak Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-deras-guyur-kota-malang-22-titik-terendam-banjir-dan-dua-rumah-terdampak-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227016</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Malang dan menyebabkan 22 titik terendam banjir, Rabu (22/10/2025) tadi. Akibat peristiwa itu, selain mengakibatkan genangan air dan banjir, dua rumah di Jalan Janti Barat, juga dilaporkan terdampak longsor akibat dinding penahan sungai yang ambrol. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa hujan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Malang dan menyebabkan 22 titik terendam banjir, Rabu (22/10/2025) tadi. Akibat peristiwa itu, selain mengakibatkan genangan air dan banjir, dua rumah di Jalan Janti Barat, juga dilaporkan terdampak longsor akibat dinding penahan sungai yang ambrol.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa hujan terjadi siang hingga sore hari, sehingga debit air drainase dan sungai meningkat. Bahkan, berdasarkan laporan terpantau ketinggian air mencapai 20 hingga 135 sentimeter.</p>



<p>“Berdasarkan laporan dari tim Pusdalops, setiap kecamatan ada beberapa titik banjir. Sore tadi hujannya sangat deras, sehingga debit air meningkat. Tetapi, sekitar pukul 14.20 WIB, banjir mulai surut di beberapa wilayah,” kata Prayit.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa di Kecamatan Blimbing menjadi area dengan dampak paling luas. Titik banjir tercatat di sekitar Jalan Sulfat dekat Superindo, Jalan Ciliwung Purwantoro, Perumahan D Cluster Nirwana Pandanwangi, Jalan Kedawung Purwantoro, Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Raden Panji Suroso.</p>



<p>“Wilayah Blimbing ini paling banyak rumah terdampak karena banyak kawasan permukiman,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, di Kecamatan Klojen, genangan terjadi di Jalan Bukit Barisan (perbatasan Sukun), Jalan Surabaya, Jalan Galunggung, Jalan Bandung, serta terpantau melalui Early Warning System (EWS) di Bareng, Kayutangan dan Jalan Bogor. Untuk di Kecamatan Sukun, titik banjir muncul di Jalan I.R. Rais Gang 9 dan Jalan Terusan Dieng sekitar Pasar Kasin.</p>



<p>&#8220;Di Kecamatan Lowokwaru, air meluap di Jalan Bunga Coklat, Betek Gang 11, Jalan Cengger Ayam dan terekam melalui EWS Sudimoro. Sedangkan, wilayah Kecamatan Kedungkandang, hanya mencatat genangan ringan di Jalan Danau Toba, Sawojajar, tanpa merendam rumah warga,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Ditambahkannya, sebagian besar titik banjir merupakan kawasan rawan genangan akibat kondisi drainase yang belum mampu menampung curah hujan ekstrem. “Wilayah itu memang kontur dan drainasenya tidak menampung curah hujan tinggi. Dari data BMKG, curah hujan naik hingga 40 persen,” tambahnya.</p>



<p>Selain banjir, BPBD juga menerima laporan adanya longsor di Jalan Janti Barat RT 4 RW 8, yang mengakibatkan dinding penahan sungai ambrol dan menimpa dua rumah warga. “Tim sudah turun untuk melakukan asesmen dan penanganan awal di lokasi,” imbuh Prayit. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227016</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Rumah di Tiga Kecamatan Kabupaten Pasuruan Terendam Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-rumah-di-tiga-kecamatan-kabupaten-pasuruan-terendam-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2025 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222008</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Ribuan rumah di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Pasuruan, terendam banjir sejak Senin (12/05/2025) malam. Ketiga wilayah terdampak itu, diantaranya Kecamatan Wonorejo, Pohjentrek dan Kecamatan Kraton. Dari catatan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, untuk wilayah Kecamatan Wonorejo, banjir terjadi di Dusun Krajan dan Karang Nongko, Desa Karangmenggah serta Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Ribuan rumah di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Pasuruan, terendam banjir sejak Senin (12/05/2025) malam. Ketiga wilayah terdampak itu, diantaranya Kecamatan Wonorejo, Pohjentrek dan Kecamatan Kraton.</p>



<p>Dari catatan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, untuk wilayah Kecamatan Wonorejo, banjir terjadi di Dusun Krajan dan Karang Nongko, Desa Karangmenggah serta Desa Karangjati Anyar. Sementara hingga berita ini ditulis, kondisi banjir sudah mulai surut. Akan tetapi, jembatan penghubung menuju Desa Karangjati Anyar ambles akibat luapan sungai. Sehingga, tidak dapat dilewati warga.</p>



<p>Sementara di Kecamatan Pohjentrek, genangan air setinggi 20 hingga 50 centimeter membuat aktivitas warga di Dusun Duyo dan Rujaksente, Desa Sukorejo, menjadi terganggu. Begitu pula di Dusun Klampis Utara dan Klampis Selatan, Desa Klampisrejo, Kecamatan Kraton, banjir menggenangi rumah warga dengan ketinggian antara 30 hingga 60 centimeter. Ada pula di Desa Jeruk, Sidogiri dan Tambakrejo, yang menjadi langganan banjir, dengan rata-rata ketinggian air antara 30 hingga 60 centimeter.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa pasca kejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung melakukan kajian cepat ke lokasi kejadian bencana. Tidak hanya itu saja, pihaknya juga menyalurkan bantuan logistik kedaruratan berupa biskuit dan tambahan gizi kepada warga terdampak banjir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami juga berkoordinasi dengan perangkat desa maupun kecamatan terdampak banjir. Kami juga salurkan bantuan untuk warga sembari kita evaluasi,&#8221; katanya.</p>



<p>Dalam peristiwa banjir kali ini, Tembok Penahan Tanah (TPT) Jembatan di Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, tergerus banjir. Bahkan, pos kamling di Dusun Keputean, juga ikut hanyut terseret arus sungai yang begitu deras. Menurutnya, kondisi banjir berangsur surut dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa alam ini.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan genangan berangsur surut,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dengan kejadian banjir di beberapa wilayah, Sugeng mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati dengan perubahan cuaca yang cukup ekstrim seperti saat ini.</p>



<p>&#8220;Sekarang tiba-tiba hujan deras. Kemudian panas terik beberapa hari, lalu hujan lagi dengan intensitas tinggi. Jadi jaga kesehatan dan tetap waspada,&#8221; harapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222008</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu Desa dan Lima Kelurahan di Pamekasan Terendam Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/satu-desa-dan-lima-kelurahan-di-pamekasan-terendam-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221968</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Kabupaten Pamekasan, mengakibatkan banjir yang terjadi di enam titik, Senin (12/05/2025) tadi. Enam titik ini, terdiri dari satu desa, yaitu Desa Laden serta lima kelurahan, yaitu Kelurahan Juncangcang, Parteker, Patemon, Barkot dan Kelurahan Barurambat Timur. Pelaksana tugas (Plt) Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Kabupaten Pamekasan, mengakibatkan banjir yang terjadi di enam titik, Senin (12/05/2025) tadi. Enam titik ini, terdiri dari satu desa, yaitu Desa Laden serta lima kelurahan, yaitu Kelurahan Juncangcang, Parteker, Patemon, Barkot dan Kelurahan Barurambat Timur.</p>



<p>Pelaksana tugas (Plt) Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan bahwa air mulai masuk ke rumah warga mulai Subuh, atau sekitar pukul 04.00 WIB. &#8220;Ketinggian airnya bervariatif, mulai setinggi lutut, paha dan ada yang setinggi perut orang dewasa,&#8221; kata Dhofir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dhofir juga mengatakan, bahwa hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa. Namun, sudah ada beberapa warga yang pihaknya evakuasi karena debit air cukup tinggi.</p>



<p>&#8220;Kami mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan dan menyalurkan nasi bungkus untuk pemenuhan makan warga,&#8221; tambah Dhofir.</p>



<p>Sementara itu, salah satu korban di Kelurahan Patemon, Romlah, berharap agar ada tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan penanganan usai banjir melanda sejumlah titik di Pamekasan. &#8220;Semoga nanti ada solusi dari Pemkab Pamekasan, karena banjir terjadi setiap tahun,&#8221; tambahnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221968</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kecamatan Mlandingan Situbondo Dihajar Banjir, Jalur Pantura Lumpuh dan Rumah Warga Terendam</title>
		<link>https://memontum.com/kecamatan-mlandingan-situbondo-dihajar-banjir-jalur-pantura-lumpuh-dan-rumah-warga-terendam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[lumpuh]]></category>
		<category><![CDATA[mlandingan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantura]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218952</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bencana banjir menghajar wilayah Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Senin (03/02/2025) malam. Akibat kejadian itu, Jalan Pantura di Kecamatan Mlandingan, pun sempat dibuat lumpuh. Itu karena, ketinggian banjir hingga mencapai 1 meter. Bahkan, beberapa kendaraan yang berusaha nekad menerobos banjir, dibuat macet karena tingginya air yang masuk ke Jalur Pantura. Dampak kejadian itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bencana banjir menghajar wilayah Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Senin (03/02/2025) malam. Akibat kejadian itu, Jalan Pantura di Kecamatan Mlandingan, pun sempat dibuat lumpuh. Itu karena, ketinggian banjir hingga mencapai 1 meter.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Kecamatan Mlandingan Situbondo Dihajar Banjir, Jalur Pantura Lumpuh dan Rumah Warga Terendam" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/2z_csJBYxYs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bahkan, beberapa kendaraan yang berusaha nekad menerobos banjir, dibuat macet karena tingginya air yang masuk ke Jalur Pantura. Dampak kejadian itu, juga merendam sejumlah rumah warga, seperti di kawasan Desa Mlandingan Kulon dan Desa Sumberpinang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Sebab bencana banjir karena intensitas hujan deras sejak (Senin, red) sore. Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tapi juga jalan raya dan menghanyutkan ternak warga seperti sapi, kambing dan ayam,” kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Sruwi Hartanto.</p>



<p>Dari informasi yang diterima, dampak banjir juga membuat ternak warga turut terdampak. Bahkan, mobil juga diinformasikan turut terseret. <strong>(pjt/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218952</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras Akibatkan Puluhan Rumah di Lesanpuro Terendam Banjir dan Lumpur Tebal</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-deras-akibatkan-puluhan-rumah-di-lesanpuro-terendam-banjir-dan-lumpur-tebal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Dec 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[lumpur,]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217887</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan deras yang terjadi pada Selasa (24/12/2024) sore hingga malam kemarin, mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Kelurahan Lesanpuro, Jalan Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang Gang 12. Akibatnya, masih banyak sisa lumpur yang tertinggal di rumah warga hingga hari ini, Rabu (25/12/2024) tadi. Ketua RW 04 Kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan deras yang terjadi pada Selasa (24/12/2024) sore hingga malam kemarin, mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Kelurahan Lesanpuro, Jalan Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang Gang 12. Akibatnya, masih banyak sisa lumpur yang tertinggal di rumah warga hingga hari ini, Rabu (25/12/2024) tadi.</p>



<p>Ketua RW 04 Kelurahan Lesanpuro, Guntor, menyampaikan bahwa banjir itu berasal dari luapan Sungai Amprong ditambah dengan kiriman air dari daerah Tumpang. Sementara di RW 04, itu menjadi lokasi terdampak banjir paling parah.</p>



<p>&#8220;Banjir mulai terlihat sejak sore hari dan air baru surut pada malam hari. Ada sebanyak 80 rumah di RW 4 tergenang, sementara warga diungsikan ke mushola dan rumah tetangga yang aman. Tempat-tempat untuk jagongan di depan rumah juga terdampak,” kata Guntoro, saat ditemui tadi.</p>



<p>Guntoro juga mengeluhkan, karena kondisi sungai saat ini lebih dangkal dan ada pohon bambu yang masih tersangkut di aliran sungai. Sehingga, itu menurutnya dapat menghambat arus air. Pihaknya meminta agar Pemkot Malang dapat segera turun tangan.</p>



<p>&#8220;Karena untuk membersihkan bambu yang jatuh di sungai ini butuh alat berat. Kami khawatir apabila tidak segera ditangani, apalagi ini masih musim hujan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Camat Kedungkandang, Fahmi Fauzan, menyebut bahwa ada tiga titik utama yang terdampak banjir. Pertama, di Gang Mirej, Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, kedua, di Gang 12 Kelurahan Lesanpuro dan yang ketiga, di RW 3 Kelurahan Kedungkandang.</p>



<p>“Untuk di tiga lokasi itu, saat ini sedang dilakukan pembersihan. Beberapa warga sudah bisa menangani sendiri, hanya saja tinggal dilakukan pembersihan di jalan perumahan itu karena masih ada sisa-sisa lumpur,&#8221; ucap Fahmi.</p>



<p>Untuk saat ini, menurutnya di Gang Mirej dan Gang 12 sudah didirikan posko penampungan, dapur umum, serta distribusi makanan siap saji. Warga pun diperbolehkan untuk menyesuaikan kondisi masing-masing. Apabila rumah bisa ditempati maka itu diperbolehkan.</p>



<p>&#8220;Karena beberapa warga ada yang tidak mau dievakuasi dari rumah, karena banyak barang di rumahnya. Tapi secara umum untuk tempat penampungan sudah tersedia,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Diakhir, dalam penanganan pasca terjadi banjir menurutnya dibutuhkan alat berat dan telah dilakukan koordinasi bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). “Dalam penanganan pasca banjir ini tidak bisa manual. Alat berat sudah dikerahkan untuk membantu pembersihan,” imbuh Fahmi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217887</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Kabupaten Pasuruan Terendam Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-rumah-di-lima-kecamatan-kabupaten-pasuruan-terendam-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2024 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208323</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Intensitas hujan tinggi yang berlangsung selama dua hari terakhir membuat sejumlah titik di wilayah Kabupaten Pasuruan, terendam banjir, Selasa (09/04/2024) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, merilis bahwa sedikitnya ada lima wilayah kecamatan di Kabupaten Pasuruan, yang terdampak banjir. Lima kecamatan itu, yakni Kecamatan Bangil, Kraton, Pohjentrek, Rembang dan Gondangwetan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Intensitas hujan tinggi yang berlangsung selama dua hari terakhir membuat sejumlah titik di wilayah Kabupaten Pasuruan, terendam banjir, Selasa (09/04/2024) pagi.</p>



<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, merilis bahwa sedikitnya ada lima wilayah kecamatan di Kabupaten Pasuruan, yang terdampak banjir. Lima kecamatan itu, yakni Kecamatan Bangil, Kraton, Pohjentrek, Rembang dan Gondangwetan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Kabupaten Pasuruan Terendam Banjir" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/3HV4iQuKVf8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Untuk Kecamatan Bangil, banjir menggenangi pemukiman warga di Desa Kalianyar, Tambakan serta Kelurahan Kiduldalem dan Kalirejo. Di Kecamatan Kraton, ratusan rumah warga Tambakrejo, juga terendam.</p>



<p>Sementara itu, genangan air juga memasuki rumah warga Desa Pekoren Kecamatan Rembang serta Desa Sekarputih di Kecamatan Gondangwetan. Khusus di Kecamatan Pohjentrek, menjadi wilayah paling parah, tepatnya di Dusun Duyo, Desa Sukorejo.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa curah hujan dalam dua hari terakhir sangat tinggi, baik di wilayah hilir maupun hulu. Bahkan pada Minggu (07/04/2024) kemarin, hujan turun selama seharian di wilayah atas seperti Purwodadi, Pandaan sampai di wilayah Tosari, Puspo dan lainnya secara merata.</p>



<p>Kondisi itu, ujarnya, masih diperparah dengan air laut dalam kondisi pasang, sejak Senin (08/04/2024) kemarin. Sehingga, membuat sejumlah daerah aliran sungai (DAS) tidak dapat menampung debit air seperti Sungai Welang, Sungai Petung dan Sungai Kedunglarangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Hujan merata selama seharian kemarin malam, ditambah air laut dalam kondisi pasang. Sehingga, sungai-sungai di Kabupaten Pasuruan meluap dan masuk ke permukiman warga. Jumlahnya ya ribuan rumah,&#8221; kata Sugeng, di sela monitoring banjir di Desa Sukorejo, Selasa (09/04/2024) tadi.</p>



<p>Dari semua wilayah terdampak, banjir paling parah terjadi di Dusun Duyo, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek. Ketinggian air mencapai hampir dua meter, sedangkan di wilayah lain rata-rata antara 30 hingga 50 sentimeter.</p>



<p>&#8220;Di Dusun Duyo paling parah sampai tinggi banjir mencapai 170 sentimeter,&#8221; singkatnya.</p>



<p>Dijelaskan Sugeng, banjir mulai terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari dan sampai sekarang masih belum surut. Kecuali, seperti di Desa Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan.</p>



<p>Pihaknya menghimbau, kepada masyarakat untuk waspada. Sebab, potensi banjir masih ada mengingat sejak pagi ini hujan kembali turun secara merata di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan.</p>



<p>&#8220;Kalau di Desa Sekarputih, sudah surut. Tetapi yang lainnya, masih berlangsung. Kami himbau untuk tetap waspada, apalagi sekarang hujan juga masih turun,&#8221; paparnya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208323</post-id>	</item>
		<item>
		<title>40 Rumah Warga di Pujiharjo Malang Terendam Banjir Akibat Luapan Dua Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/40-rumah-warga-di-pujiharjo-malang-terendam-banjir-akibat-luapan-dua-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[luapan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pujiharjo]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192752</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wilayah Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, dikepung banjir. Akibatnya, sedikitnya 40 rumah warga di desa yang berdekatan dengan pantai itu, terendam hingga setinggi 1 meter, hingga Jumat (07/07/2023) malam. Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso, mengatakan bahwa banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Tundo dan Sungai Purwo. &#8220;Banjir terjadi akibat Sungai Tundo dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wilayah Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, dikepung banjir. Akibatnya, sedikitnya 40 rumah warga di desa yang berdekatan dengan pantai itu, terendam hingga setinggi 1 meter, hingga Jumat (07/07/2023) malam.</p>



<p>Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso, mengatakan bahwa banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Tundo dan Sungai Purwo. &#8220;Banjir terjadi akibat Sungai Tundo dan Sungai Purwo, meluap. Akibatnya, banyak rumah warga yang terendam dan hancur akibat banjir. Bahkan, satu atap rumah warga kami juga hanyut terbawa banjir,&#8221; kata Hendik Arso.</p>



<p>Ditambahkan Hendik, secara keseluruhan ada sekitar 40 rumah yang terendam. Bahkan, ada dua rumah warga di RT17 dan RT18 Desa Pujiharjo, juga ada yang hancur total akibat banjir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ada dua rumah yang rusak, yaitu milik Pak Suwono di RT17 dan Paidi di RT18. Bahkan, juga ada rumah di RT06, yang dilaporkan hanyut. Termasuk, sampai ada yang terkena longsor atau pohon, yaitu rumah milik Pak Aris dan Pak Tumino,&#8221; terang Kades Pujiharjo.</p>



<p>Masih menurut Hendik, musibah banjir ini terjadi akibat intensitas hujan tinggi, yang berlangsung selama beberapa hari. Yakni, sejak Kamis Hinga Jumat siang tadi.</p>



<p>&#8220;Kamis malam hujan dan sampai siang ini (Jumat, red) hujan. Akibatnya, air sungai tiba-tiba meluap dan membanjiri rumah warga,&#8221; paparnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192752</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
