<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tergulung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tergulung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2025 09:21:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tergulung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Derita Korban Banjir Kota Malang, Warga Purwodadi Terjebak Banjir 2 Meter dan Nyaris Tergulung Arus</title>
		<link>https://memontum.com/derita-korban-banjir-kota-malang-warga-purwodadi-terjebak-banjir-2-meter-dan-nyaris-tergulung-arus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[derita]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nyaris]]></category>
		<category><![CDATA[purwodadi]]></category>
		<category><![CDATA[tergulung]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228433</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Musibah banjir yang menerjang kawasan Jalan Sidomulyo Gang III, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (04/12/2025) kemarin, menyisakan trauma bagi salah satu warga, Puspa Ena (57). Perempuan yang disapa Puspa, kini tidak hanya harus bergotong royong bersama keluarganya, membersihkan rumah yang rusak berat akibat hantaman air, Jumat (05/12/2025) kemarin. Namun, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Musibah banjir yang menerjang kawasan Jalan Sidomulyo Gang III, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (04/12/2025) kemarin, menyisakan trauma bagi salah satu warga, Puspa Ena (57). Perempuan yang disapa Puspa, kini tidak hanya harus bergotong royong bersama keluarganya, membersihkan rumah yang rusak berat akibat hantaman air, Jumat (05/12/2025) kemarin. Namun, ada serangkaian kejadian yang membuatnya halus mengelus dada.</p>



<p>Puspa bercerita, awalnya banjir datang seperti biasanya. Namun, tanpa diduga debit air tiba-tiba meningkat cepat hingga ketinggian dua meter dan merobohkan tembok kamar rumahnya yang memiliki ketebalan 40 sentimeter.</p>



<p>&#8220;Waktu itu saya mau menyelamatkan baju-baju cucu saya. Tiba-tiba kok terdengar gemuruh air. Terus tembok belakang, bagian kamar, itu ambruk. Saya sempat kegulung air yang masuk langsung tinggi. Kayak tsunami,&#8221; ujar Puspa, berkaca-kaca, Sabtu (05/12/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa air deras tersebut berasal dari arah Jalan Raya, tepatnya dari arah Jalan Kemirahan yang alirannya turun ke kawasan Jalan Sidomulyo. &#8220;Tadinya cuma banjir biasa, kok tiba-tiba makin tinggi. Terus ambruk itu, tiba-tiba langsung jebol,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Saat kejadian, Puspa berada di dalam rumah bersama tiga cucunya. Beruntung, para tetangga bergerak cepat membantu mengevakuasi anak-anak tersebut ke tempat aman.</p>



<p>“Saya sama tiga cucu saya. Untungnya cucu saya saya taruh di depan, ditolong tetangga. Seumpama saya ada di kamar saat menyelamatkan barang-barang, mungkin saya sudah meninggal karena temboknya ambruk,” ucapnya, dengan suara bergetar.</p>



<p>Puspa juga sempat tidak sadarkan diri akibat panik dan kelelahan. “Sadar-sadarnya kemarin saya sudah di rumah tetangga. Karena kan saya kaget, lemas sudah,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, banjir deras yang melanda kawasan tersebut berdampak pada sedikitnya 19 rumah. Ketinggian air naik dengan cepat, menghanyutkan barang-barang milik warga. Banyak di antara mereka yang masih takut untuk kembali beristirahat di rumah masing-masing.</p>



<p>“Semalam saya dan suami tidak tidur. Takut. Kami khawatir, jadi tidak bisa tidur,” imbuh Puspa.</p>



<p>Sebagai informasi, hujan dengan intensitas tinggi itu terjadi sejak 13.30 WIB hingga 15.00 WIB. Di Kota Malang sendiri, ada 39 titik yang terendam banjir dan satu pohon tumbang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228433</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
