<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>teridentifikasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/teridentifikasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jan 2025 16:49:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>teridentifikasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bus Wisata Maut Asal Bali yang Regut 4 Nyawa di Kota Batu Teridentifikasi Tak Layak Jalan</title>
		<link>https://memontum.com/bus-wisata-maut-asal-bali-yang-regut-4-nyawa-di-kota-batu-teridentifikasi-tak-layak-jalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[teridentifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218245</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Ditlantas Polda Jatim bersama petugas Polres Batu melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakaan maut bus pariwisata Sakhindra Trans Nopol DK 7942 GB yang mengangkut rombongan studi tour SMK TI Bali Global Badung. Petugas mendatangi lokasi kecelakaan tersebut mulai dari Jalan Imam Bonjol, Jalan Patimura dan di Jalan Ir Soekarno, Kota Batu, Kamis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Ditlantas Polda Jatim bersama petugas Polres Batu melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakaan maut bus pariwisata Sakhindra Trans Nopol DK 7942 GB yang mengangkut rombongan studi tour SMK TI Bali Global Badung. Petugas mendatangi lokasi kecelakaan tersebut mulai dari Jalan Imam Bonjol, Jalan Patimura dan di Jalan Ir Soekarno, Kota Batu, Kamis (09/01/2024) tadi.</p>



<p>Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan pemeriksaan terhadap sopir bus. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa Bus Sakhindra Trans mengalami rem blong saat memasuki Jalan Imam Bonjol.</p>



<p>&#8220;Menurut keterangan dari sopir, yaitu tidak mampu memfungsikan rem bus saat memasuki Jalan Imam Bonjol. Sopir sempat banting stir ke bahu jalan hingga naik ke trotoar. Namun, laju bus tidak berhenti dan tetap meluncur,&#8221; kata Kombes Pol Komarudin, dalam konferensi pers digelar di Pos Polisi Jalan Patimura Kota Batu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan sudut elevasi atau kemiringan di Jalan Imam Bonjol yang mencapai 5 hingga 7 derajat, bus tetap melaju hingga menabrak kendaraan yang ada di depannya. &#8220;Di Jalan Imam Bonjol, bus menabrak mobil lalu sepeda motor atau titik tabrakan pertama dan kedua. Setelah itu, bus berbelok ke kanan mengarah ke Jalan Patimura dan terjadi titik tabrakan ketiga yaitu menabrak sepeda motor. Kemudian bus menabrak beberapa kendaraan atau terjadi titik tabrakan empat hingga tujuh. Kemudian, bus baru berhenti usai menabrak pohon di Jalan Ir Soekarno,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Diketahui, bahwa dari titik awal Jalan Imam Bonjol hingga titik akhir di Jalan Ir Soekarno, bus melaju sejauh 2,3 kilometer. Selain menyebabkan korban luka dan meninggal, juga mengakibatkan enam mobil dan beberapa sepeda motor rusak berat.</p>



<p>&#8220;Untuk tabrakan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia, yaitu di titik satu dan dua Jalan Imam Bonjol dan titik tujuh Jalan Patimura,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain itu, berbagai fakta baru ditemukan dalam penyelidikan Laka maut bus pariwisata tersebut. Dari hasil penyelidikan, terungkap bus tersebut ternyata tidak layak jalan. Karena, baik izin angkut serta uji berkala atau KIR-nya sudah lama kadaluarsa alias mati. &#8220;Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, ternyata izin angkutnya mati dan ujir KIR-nya juga mati. Untuk izin angkutnya, kadaluarsa sejak 26 April 2020. Lalu untuk uji KIR-nya, sudah mati sejak 15 Desember 2023,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218245</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Begal di TKP Jalan Nasional SMP 1 Klakah Lumajang Teridentifikasi sebagai Anggota Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/korban-begal-di-tkp-jalan-nasional-smp-1-klakah-lumajang-teridentifikasi-sebagai-anggota-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jul 2024 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[Klakah]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[teridentifikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211824</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Korban kawanan aksi begal yang terjadi di Jalan Nasional tepatnya di tanjakan SMP 1 Klakah Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, teridentifikasi sebagai anggota polisi. Informasi ini diperoleh, saat memontum.com melakukan penelusuran terhadap identitas korban dan keterangan warga di Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono-Lumajang, Minggu (14/07/2024) tadi. Berdasarkan ciri korban yang harus merelakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Korban kawanan aksi begal yang terjadi di Jalan Nasional tepatnya di tanjakan SMP 1 Klakah Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, teridentifikasi sebagai anggota polisi. Informasi ini diperoleh, saat memontum.com melakukan penelusuran terhadap identitas korban dan keterangan warga di Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono-Lumajang, Minggu (14/07/2024) tadi.</p>



<p>Berdasarkan ciri korban yang harus merelakan motor Honda CRF dan TKP kejadian pembegalan di Jalan Nasional, beberapa warga menjelaskan bahwa di Desa Selobesuki hanya ada dua warga yang memiliki motor tersebut. Dari dua warga itu, yang menjadi korban pembegalan adalah anggota polisi yang berdinas di Probolinggo dan berinisial Rb.</p>



<p>&#8220;Yang jadi korban (begal, red) itu anggota Sabhara Polres Probolinggo. Untuk rumahnya, di belakang rumah praktek bidan itu, mas,&#8221; ujar warga Selobesuki.</p>



<p>Terkait kejadian, warga yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, bahwa saat itu korban hendak bepergian ke Bromo. Saat tengah perjalanan itulah, korban dipepet kawanan pelaku.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Yang saya dengar, katanya pagi itu korban berboncengan hendak ke bromo. Setelah sampai di Klakah (TKP, red), korban dipepet komplotan begal,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Achmad Rochim, ketika dikonfirmasi via WhatApps (WA) apakah benar yang menjadi korban begal adalah seorang polisi, dengan singkat hanya menjawab jika pihaknya tengah lidik. &#8220;Masih Lidik,&#8221; tulisnya singkat.</p>



<p>Sementara itu, seorang warga Klakah, Indra Hosy Efendi, menanggapi kejadian aksi begal tersebut berharap agar pemerintah daerah juga memikirkan atau memberikan solusi atas beberapa kejadian. Salah satunya, memikirkan sarana dan prasarana untuk memudahkan atau mengantisipasi aksi kejahatan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Salah satu contoh, seperti di titik-titik rawan kejahatan dibuatkan pos-pos polisi atau diberi penerangan jalan hingga CCTV. Sehingga, akan membantu petugas dalam mengantisipasi atau melacak jejak pelaku,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi pembegalan kembali terjadi di Jalan Nasional SMP 1 Klakah, Sabtu (13/07/2024) pagi. Dalam kejadian itu, korban harus merelakan motor CRF. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211824</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelaku Curanmor yang Dihajar Massa di Probolinggo Teridentifikasi sebagai Perangkat Desa</title>
		<link>https://memontum.com/pelaku-curanmor-yang-dihajar-massa-di-probolinggo-teridentifikasi-sebagai-perangkat-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[perangkat]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[teridentifikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204835</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang menjadi sasaran amuk massa di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (21/01/2024) dini hari, diketahui ternyata berstatus perangkat desa. Hal itu diketahui, dari pengembangan penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Probolinggo. Kasatreskrim Polres Probolinggo, Iptu Fajar Putra Adi Winarsa, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa tersangka Zaini (55), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang menjadi sasaran amuk massa di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (21/01/2024) dini hari, diketahui ternyata berstatus perangkat desa. Hal itu diketahui, dari pengembangan penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Probolinggo.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Probolinggo, Iptu Fajar Putra Adi Winarsa, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa tersangka Zaini (55), merupakan seorang perangkat desa. Tersangka, menjadi perangkat desa di Desa Seneng, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>&#8220;Tersangka benar seorang perangkat desa,&#8221; ujarnya, Senin (22/01/2024) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, dalam pengembangan penyidikan, diketahui bahwa aksi tersangka bukan seorang diri. Namun, bersama dua orang lainnya, yang kini ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Selain tersangka juga ada dua rekan pelaku. Karenanya, sekarang masuk DPO,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dua DPO tersebut, lanjutnya, merupakan warga Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. &#8220;Dari hasil pengembangan, setelah ada salah satu pelaku (Zaini, red) yang tertangkap warga, dua orang lainnya berhasil kabur. Dua orang itu, teridentifikasi warga Kecamatan Gading,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kepala Desa (Kades) Seneng, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Supaidi, saat dikonfirmasi mengenai kabar itu, pun tidak mengelak mengenai status Zaini. &#8220;Benar, dia (Zaini, red) perangkat Desa Seneng. Dan, sekarang masih dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan,&#8221; katanya, saat dikonfirmasi terpisah.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Zaini (55) warga Desa Seneng, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, menjadi bulan-bulanan aksi massa setelah kepergok saat hendak membawa kabur sepeda motor di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204835</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perempuan Tewas di Lantai 4 Gedung Filkom UB Teridentifikasi, Sengaja Jatuh dan Tercatat Mahasiswi Angkatan 2018</title>
		<link>https://memontum.com/perempuan-tewas-di-lantai-4-gedung-filkom-ub-teridentifikasi-sengaja-jatuh-dan-tercatat-mahasiswi-angkatan-2018</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2023 15:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[angkatan]]></category>
		<category><![CDATA[filkom]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[sengaja]]></category>
		<category><![CDATA[tercatat]]></category>
		<category><![CDATA[teridentifikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203356</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sosok perempuan yang jatuh dan meninggal di Lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu Komputer (Filkom), pada Kamis (14/12/2023) sekitar pukul 10.45, akhirnya mulai terkuak. Salah satunya, diduga korban sengaja menjatuhkan diri dari Lantai 12 Gedung Filkom, yang dikuatkan petugas kepolisian dengan ditemukannya barang-barang milik korban yang tertinggal di Lantai 12. Diantaranya, seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Sosok perempuan yang jatuh dan meninggal di Lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu Komputer (Filkom), pada Kamis (14/12/2023) sekitar pukul 10.45, akhirnya mulai terkuak. Salah satunya, diduga korban sengaja menjatuhkan diri dari Lantai 12 Gedung Filkom, yang dikuatkan petugas kepolisian dengan ditemukannya barang-barang milik korban yang tertinggal di Lantai 12. Diantaranya, seperti berupa kaca mata dan sandal.</p>



<p>&#8220;Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Inafis dan Unit Reskrim Polsek Lowokwaru, korban diduga dengan sengaja mengakhiri hidupnya. Ini diperkuat dengan adanya bukti pendukung barang-barang korban yang tertinggal di Lantai 12,&#8221; kata Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, Kamis (14/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, tambahnya, pergelangan tangan kiri perempuan yang diketahui berinisial LS (24), warga Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, ini terdapat bekas sayatan yang dilakukannya beberapa hari lalu. &#8220;Dari hasil pengumpulan data, diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Matematika &amp; IPA UB tahun angkatan 2018. Namun, korban telah mengundurkan diri tahun 2019. Itu karena, mempunyai penyakit yang mengganggu kehidupannya sehingga tidak lagi kuliah di UB,&#8221; tambah Kapolsek Lowokwaru.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya, dikabarkan jatuh dan meninggal di Lantai 4 Gedung Filkom UB. Akibat kejadian itu, kontan menjadi perhatian mahasiswa. Mengingat, korban dikabarkan jatuh dari lantai 12. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203356</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Pesawat Super Tucano Dilaporkan Jatuh di Kawasan Bromo, Satu Teridentifikasi Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/dua-pesawat-super-tucano-dilaporkan-jatuh-di-kawasan-bromo-satu-teridentifikasi-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[bromo]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[teridentifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[tucano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201668</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dua pesawat tempur taktis jenis Super Tucano dari Skadron 21 Lanud Abdul Rachman Saleh-Malang, diinformasikan lost contact dan jatuh di Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS), tepatnya di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo dan perbatasan antara Desa Bulukandang dan Desa Panditan di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/11/2023) tadi. Bahkan, dari video yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dua pesawat tempur taktis jenis Super Tucano dari Skadron 21 Lanud Abdul Rachman Saleh-Malang, diinformasikan lost contact dan jatuh di Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS), tepatnya di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo dan perbatasan antara Desa Bulukandang dan Desa Panditan di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/11/2023) tadi. Bahkan, dari video yang beredar, kedua pesawat itu sudah ditemukan dalam kondisi hancur di dua lokasi berbeda.</p>



<p>Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, membenarkan insiden jatuhnya dua pesawat TNI AU tersebut. &#8220;Betul dan ada dua (pesawat tempur),&#8221; kata Marsekal Fadjar.</p>



<p>Dari video yang beredar, masyarakat juga menginformasi lokasi ditemukan pesawat yang jatuh. Bahkan, meminta petugas untuk segera melakukan evakuasi.</p>



<p>&#8220;Tolong, ini kondisinya di masyarakat Puspo-Pasuruan tidak berani menyentuh sedikitpun,&#8221; ujar seorang warga dalam video.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Dua Pesawat Super Tucano Dilaporkan Jatuh di Kawasan Bromo, Satu Teridentifikasi Meninggal" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/TSzCIRl30-0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dua pesawat TNI AU yang jatuh itu, diketahui masing-masing unit dengan nomor registrasi TT-3111 dan TT-3103. Kedua pesawat itu, masing-masing membawa dua awak. Yaitu, Letkol Pnb Sandhra Gunawan (Frontseater) (TT-3111), Kolonel Adm Widiono (Backseater) (TT-3111), Mayor Pnb Yuda A. Seta (Frontseater) (TT-3103) dan Kolonel Pnb Subhan (Backseater) (TT-3103).</p>



<p>Belum diketahui nasib empat orang personel yang mengawaki kedua pesawat naas tersebut. Hanya saja, dari laporan warga berhasil terekam dalam evakuasi satu orang korban yang telah meninggal dunia, yaitu Kolonel Adm Widiono yang mengawaki pesawat dengan nomor registrasi&nbsp;TT&nbsp;3111.&nbsp;<strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201668</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Calon Pengantin dan Tiga Saksi Kasus Kebakaran Bukit Teletubis Bromo Teridentifikasi Warga Surabaya</title>
		<link>https://memontum.com/calon-pengantin-dan-tiga-saksi-kasus-kebakaran-bukit-teletubis-bromo-teridentifikasi-warga-surabaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Sep 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[pengantin]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[teletubis]]></category>
		<category><![CDATA[teridentifikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197783</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sepasang calon pengantin yang melakukan sesi foto prewedding di Bukit Teletubis di kawasan Wisata Gunung Bromo, teridentifikasi ternyata merupakan warga Surabaya. Hal tersebut, seperti diungkapkan Kasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Zainal Arifin. Disampaikan, bahwa identitas pasangan yang melakukan sesi foto prewedding beserta crew Wedding Organizer (WO), adalah warga Kota Surabaya. Yakni, untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Sepasang calon pengantin yang melakukan sesi foto prewedding di Bukit Teletubis di kawasan Wisata Gunung Bromo, teridentifikasi ternyata merupakan warga Surabaya. Hal tersebut, seperti diungkapkan Kasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Zainal Arifin.</p>



<p>Disampaikan, bahwa identitas pasangan yang melakukan sesi foto prewedding beserta crew Wedding Organizer (WO), adalah warga Kota Surabaya. Yakni, untuk calon pengantin pria berinisial HP (39) warga Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya dan untuk pengantin wanita berinisial PMP (26) warga Kecamatan Ilir Barat, Kota Surabaya.</p>



<p>&#8220;Kemudian untuk tiga crew WO, pun juga diketahui sama. Masing-masing berinisial MGG (38) warga Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, ET (27) warga Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya dan terakhir ARVD (34) warga Kecamatan Tandes, Kota Surabaya,&#8221; kata Humas Polres Probolinggo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari hasil pemeriksaan, ujarnya, diketahui bahwa ARDV merupakan juru rias atau make up kedua calon pengantin yang melakukan sesi foto prewedding di Bukit Teletubis Wisata Gunung Bromo. &#8220;Untuk informasi lebih lanjut, nanti kami konfirmasi lagi. Sementara, hanya itu yang bisa saya sampaikan,&#8221; ungkap Zainal Arifin.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran Bukit Teletubis yang berada di kawasan Wisata Gunung Bromo Labupaten Probolinggo, terjadi Rabu (06/09/2023) lalu. Kebakaran tersebut, diduga dipicu oleh flare yang dinyalakan pengantin saat melakukan sesi foto prewedding di bukit Teletubis Gunung Bromo. Akibat kejadian itu, Awew (41) warga Lumajang, yang merupakan manager atau penanggung jawab WO ditetapkan sebagai tersangka. Awew dikenakan Pasal 50 Ayat 3 huruf D Juncto Pasal 78 Ayat 4 UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197783</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
