<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>terisolir &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/terisolir/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jun 2025 22:20:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>terisolir &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sapa Warga Terisolir Akibat Jembatan Rusak, Bunda Indah Beri Motivasi dan Salurkan Bantuan</title>
		<link>https://memontum.com/sapa-warga-terisolir-akibat-jembatan-rusak-bunda-indah-beri-motivasi-dan-salurkan-bantuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<category><![CDATA[terisolir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222652</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Di tengah keterbatasan akses yang memisahkan warga dari pusat aktivitas dan layanan, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, hadir menyapa warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Senin (02/06/2025) tadi. Tidak hanya itu, Bupati juga menyerahkan 143 paket Sembako kepada 143 Kepala Keluarga (KK) sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang terdampak rusaknya jembatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Di tengah keterbatasan akses yang memisahkan warga dari pusat aktivitas dan layanan, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, hadir menyapa warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Senin (02/06/2025) tadi. Tidak hanya itu, Bupati juga menyerahkan 143 paket Sembako kepada 143 Kepala Keluarga (KK) sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang terdampak rusaknya jembatan limpas akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru.</p>



<p>Sungai Leprak yang membelah wilayah tersebut, selama ini menjadi penghalang utama. Jembatan yang dahulunya menghubungkan antar wilayah, kini tidak dapat digunakan. Sehingga, membuat warga harus menyeberangi sungai dengan resiko tinggi. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga memperpanjang jarak mereka dari layanan publik.</p>



<p>“Warga di sini beberapa kali mengalami kesulitan menyeberang terutama saat air sungai sedang deras. Saya hadir untuk memastikan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat dan memberikan bantuan dan perhatian nyata,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, kepada warga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kehadiran Bupati Indah sendiri bukan sekadar ritual pembagian bantuan. Lebih dari itu, kehadirannya sebagai simbol kepemimpinan yang hadir secara langsung di lapangan. Hal ini, menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan solusi konkret di tengah kesulitan warga.</p>



<p>Momen ini, pun menjadi pengingat bahwa meskipun terisolasi oleh kondisi alam dan infrastruktur yang rusak, warga Dusun Sumberlangsep tidak sendiri. Bantuan dan perhatian dari pemerintah menjadi sumber kekuatan dan harapan untuk bangkit.</p>



<p>Warga setempat menyampaikan rasa terima kasih dan optimisme, berharap dukungan ini menjadi langkah awal perbaikan akses dan peningkatan kualitas hidup mereka. Pemerintah pun berjanji akan terus berupaya menghadirkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222652</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bencana Banjir Hajar Desa Ngares Trenggalek, 11 KK Terisolir dan Berhasil Dievakuasi</title>
		<link>https://memontum.com/bencana-banjir-hajar-desa-ngares-trenggalek-11-kk-terisolir-dan-berhasil-dievakuasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 May 2025 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[Dievakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[ngares]]></category>
		<category><![CDATA[terisolir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222163</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 28 orang warga Desa Ngares, Kecamatan Patemon, Kabupaten Trenggalek, yang terdampak bencana banjir, akibat curah hujan tinggi, Minggu (18/05/2025) dini hari. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P H, selaku SMC (SAR Mission Coordinator) dalam operasi SAR kali ini mengatakan bahwa sebagian warga yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 28 orang warga Desa Ngares, Kecamatan Patemon, Kabupaten Trenggalek, yang terdampak bencana banjir, akibat curah hujan tinggi, Minggu (18/05/2025) dini hari.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P H, selaku SMC (SAR Mission Coordinator) dalam operasi SAR kali ini mengatakan bahwa sebagian warga yang terdampak banjir ini dievakuasi ke rumah tetangga yang lebih aman dan sebagian ke balai Desa Ngares, serta beberapa orang lainnya melakukan evakuasi mandiri.</p>



<p>&#8220;Diantara warga yang dievakuasi ini, terdapat satu orang yang menderita stroke,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Koordinator Pos SAR Trenggalek, Nanang Pujo, mengatakan bahwa selain minimnya penerangan, proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan sempat terkendala akses jalan yang tertutup arus air yang deras. Sehingga sebagai pengaman, tim SAR menggunakan tali pandu untuk melewati jalan tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Proses evakuasi para warga terdampak banjir ini selesai pada pukul 00.30 WIB. Selanjutnya, tim SAR gabungan siaga di posko pengungsian di Balai Desa Ngares dan melakukan pemantauan kondisi air di lokasi terdampak,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, bencana banjir ini terjadi akibat meluapnya air sungai Ngasinan, setelah hujan deras yang turun di wilayah Trenggalek sejak siang hari sebelumnya, Sabtu (17/05/2025) malam. Berdasarkan hasil assesment instansi terkait dan potensi SAR setempat, luapan air sungai yang mengalir ke rumah-rumah warga ini akibat ada tanggul sungai yang jebol.</p>



<p>Akibat bencana banjir ini, ada sebanyak 11 KK dari 7 rumah yang terisolir. Upaya evakuasi korban banjir ini dilakukan bersama-bersama sejumlah pihak, diantaranya Basarnas Pos SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Trenggalek, Kodim 0806 Trenggalek, Polres Trenggalek, Koramil Kota, Tagana, BP 1303, warga sekitar dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya.</p>



<p>Pada 07.15 WIB, tim SAR gabungan melaksanakan pengecekan kondisi pintu air dan beberapa titik rawan yang biasa terdampak banjir. Hasilnya, debit air mengalami penurunan yang cukup signifikan. Selain itu, daerah yang terdampak banjir kondisinya sudah kembali aman.</p>



<p>Nanang Sigit mengatakan, operasi SAR dinyatakan selesai pada pukul 09.30 WIB. Meskipun demikian, tim SAR gabungan menghimbau masyarakat untuk tetap waspada. <strong>(hms/bsr/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222163</post-id>	</item>
		<item>
		<title>38 KK Terisolir Akibat Jembatan Putus Lumajang, Bupati dan Sekda Jatim Pastikan Logistik Warga Aman</title>
		<link>https://memontum.com/38-kk-terisolir-akibat-jembatan-putus-lumajang-bupati-dan-sekda-jatim-pastikan-logistik-warga-aman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 14:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[Aman]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Logistik]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[putus]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[terisolir]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192773</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau kondisi Jembatan Kali Regoyo di wilayah Kabupaten Lumajang, yang putus akibat diterjang banjir lahar dingin, akibat cuaca ekstrem, Jumat (07/07/2023) kemarin. Selain melakukan peninjauan, pihaknya juga sekaligus memastikan kebutuhan logistik bagi warga yang terdampak. &#8220;Ini tadi sudah saya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau kondisi Jembatan Kali Regoyo di wilayah Kabupaten Lumajang, yang putus akibat diterjang banjir lahar dingin, akibat cuaca ekstrem, Jumat (07/07/2023) kemarin. Selain melakukan peninjauan, pihaknya juga sekaligus memastikan kebutuhan logistik bagi warga yang terdampak.</p>



<p>&#8220;Ini tadi sudah saya cek sama Pak Sekda Provinsi, bagaimana pondasinya. Termasuk, kita juga cek materialnya. Jadi, itu nanti bagaimana pertimbangan perbaikannya dan apa yang akan dilakukan. Harapan kami, Kementerian PUPR bisa segera melakukan asesmen dan bisa segera diperbaiki,” kata Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang, Sabtu (08/07/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Cak Thoriq, bahwa kerusakan Jembatan Kali Regoyo, hanya terjadi di satu sisi jembatan. Lalu, beberapa tali penyangga jembatan putus akibat derasnya aliran banjir lahar dingin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Akibat putusnya jembatan, hal itu menyebabkan 38 KK di Dusun Bondeli Selatan, menjadi terisolir sementara. Sehingga, kebutuhan logistik warga juga harus tercukupi.</p>



<p>Sementara itu, Sekda Provinsi Jatim, Adhy Karyono, mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan pasokan logistik warga yang terisolir tercukupi. Begitu juga, untuk kebutuhan saluran listrik.</p>



<p>“Tugas kita nanti memastikan warga ini kebutuhannya terpenuhi semua. Kami dan Pemkab Lumajang, akan menyiapkan logistik di sini. Termasuk, untuk kebutuhan listrik ini akan kita penuhi dan PLN juga sudah siap,” tegasnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192773</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terisolir, Warga Munjungan Penuhi Kebutuhan Lintasi Jalur Berbahaya</title>
		<link>https://memontum.com/terisolir-warga-munjungan-penuhi-kebutuhan-lintasi-jalur-berbahaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2018 02:42:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[terisolir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=24173</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek&#8211;-Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek beberapa waktu lalu hingga menutup total jalur utama Kampak &#8211; Munjungan mengakibatkan warga terisolir. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya, warga Munjungan harus melalui perjuangan yang tidak mudah. Untuk keluar dari wilayah Kecamatan Munjungan, warga harus melintasi jalur alternatif yang kondisinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek&#8211;</strong>-Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek beberapa waktu lalu hingga menutup total jalur utama Kampak &#8211; Munjungan mengakibatkan warga terisolir. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya, warga Munjungan harus melalui perjuangan yang tidak mudah.</p>
<p>Untuk keluar dari wilayah Kecamatan Munjungan, warga harus melintasi jalur alternatif yang kondisinya cukup memprihatinkan. Jalanan yang sempit, licin dan berkelok harus menjadi santapan warga jika harus berbelanja dan memenuhi kebutuhan ke luar daerah.</p>
<p><a href="https://memontum.com/24173-terisolir-warga-munjungan-penuhi-kebutuhan-lintasi-jalur-berbahaya/whatsapp-image-2018-02-04-at-07-58-26" rel="attachment wp-att-24178"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-24178" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/WhatsApp-Image-2018-02-04-at-07.58.26-e1517712106759.jpeg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="375" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/WhatsApp-Image-2018-02-04-at-07.58.26-e1517712106759.jpeg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/WhatsApp-Image-2018-02-04-at-07.58.26-e1517712106759.jpeg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/WhatsApp-Image-2018-02-04-at-07.58.26-e1517712106759.jpeg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><br />
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan Kabupaten Trenggalek mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah memasang rambu &#8211;  rambu di sepanjang rute jalur alternatif.</p>
<p>&#8220;Karena medan dan kondisi jalanan yang tidak prima, kami sudah memasang sejumlah rambu &#8211; rambu di beberapa titik di sepanjang jalur alternatif menuju Kecamatan Munjungan,&#8221; ucap Agus Dwi Karyanto, Sabtu (4/2/2018).</p>
<p>Ditambahkan Agus, selain memasang rambu &#8211; rambu, pihaknya juga memasang rambu larangan melintas bagi kendaraan jenis truk. Pasalnya kondisi jalur tersebut tidak memungkinkan jika dilintasi kendaraan roda 6 atau lebih.</p>
<p>Satu &#8211; satunya jalur alternatif yang saat ini digunakan warga Kecamatan Munjungan untuk keluar daerah adalah jalur Munjungan &#8211; Dongko. Sementara itu, berdasarkan kesepakatan warga, jalur alternatif akan dibagi menjadi 2 jalur yakni sebagai jalur keluar dan jalur masuk.</p>
<p>Jika warga memilih jalur keluar dari Kecamatan Munjungan menggunakan jalur Masaran &#8211; Pandean, untuk masuk ke Kecamatan Munjungan warga harus menggunakan jalur Besuki &#8211; Salamwates.</p>
<p>&#8220;Dari kedua jalur alternatif ini memang sama &#8211; sama parah kondisinya. Bahkan  untuk bisa keluar wilayah saja, warga harus estafet dan saling membantu, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Masih terang Agus, kondisi jalan yang licin dan menanjak mengakibatkan sejumlah kendaraan tidak kuat. Saat menurun pun, jalanan juga cukup licin. Maka tak sedikit warga maupun pengendara lain yang saling membantu dengan cara menarik kendaraan menggunakan tali.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejak (21/1/2018) lalu, jalur utama Kampak &#8211; Munjungan tertimbun material longsor sepanjang 500 meter. Akibat hujan deras yang terus menerus terjadi, sehingga tebing setinggi 100 meter ambrol dan membuat warga di Kecamatan Munjungan terisolir. (mil/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24173</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terisolir, Bupati Trenggalek Pastikan Warganya Kondusif</title>
		<link>https://memontum.com/terisolir-bupati-trenggalek-pastikan-warganya-kondusif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2018 05:35:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Trenggalek Pastikan Warganya Kondusif]]></category>
		<category><![CDATA[terisolir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=21587</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek&#8211;Pasca terjadinya bencana tanah longsor yang menutup jalur utama Kampak &#8211; Munjungan pada beberapa hari lalu, Bupati Trenggalek pastikan warganya masih kondusif meski dalam keadaan terisolir. Seperti yang diberitakan sebelumnya, hujan yang terjadi selama beberapa hari membuat tebing setinggi 100 meter yang ada di Dusun Jedeg Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek longsor dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek&#8211;</strong>Pasca terjadinya bencana tanah longsor yang menutup jalur utama Kampak &#8211; Munjungan pada beberapa hari lalu, Bupati Trenggalek pastikan warganya masih kondusif meski dalam keadaan terisolir. Seperti yang diberitakan sebelumnya, hujan yang terjadi selama beberapa hari membuat tebing setinggi 100 meter yang ada di Dusun Jedeg Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek longsor dan menutup total jalur utama.</p>
<p>Saat ditemui dikantornya, Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak mengatakan bahwa kegiatan masyarakat khususnya yang ada di Kecamatan Munjungan tetap berjalan lancar seperti biasa.</p>
<p><a href="https://memontum.com/21569-siapkan-pengamanan-pilkada-polres-situbondo-gelar-lomba-simulasi-pungut-hitung/img-20180123-wa0034-copy" rel="attachment wp-att-21579"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-21579" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180123-WA0034-copy.jpg?resize=500%2C281&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="281" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180123-WA0034-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180123-WA0034-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180123-WA0034-copy.jpg?resize=200%2C112&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><br />
&#8220;Kondisi jalan yang tertutup material longsor memang membuat warga yang ada di Kecamatan Munjungan terisolir. Akan tetapi ada beberapa jalur alternatif jika akan keluar atau beraktivitas keluar daerah. Berdasarkan pantauan saya ke Kecamatan Munjungan, alhamdulillah kegiatan masyarakat masih berlangsung lancar, &#8221; ucap Emil, Selasa (23/1/2018).</p>
<p>Diakui Emil, untuk persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ada di Kecamatan Munjungan masih ada sekitar 4000 liter atau kurang lebih bisa digunakan hingga 4 hari kedepan.</p>
<p>Selanjutnya untuk rute atau jalur alternatif sudah ditemukan 3 jalur diantaranya melalui Pandean &#8211; Masaran, Besuki &#8211; Salamwates dan Panggul &#8211; Munjungan. &#8220;Untuk jalur alternatif Panggul &#8211; Munjungan, ada catatan bahwa terdapat jembatan yang kondisinya kurang prima yang letaknya ada di Desa Sobo. Akan tetapi besok Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Dinas Perhubungan akan berkoordinasi untuk melakukan tindak lanjut, &#8221; tegasnya.</p>
<p>Masih terang Bupati Trenggalek, untuk pasokan BBM ke Kecamatan Munjungan, pihaknya akan mengawal Pertamina Kediri untuk pendistribusian selanjutnya. Apakah akan dilakukan dengan menggunakan armada truk yang kapasitasnya lebih kecil.</p>
<p>&#8220;Langkah &#8211; langkah yang dilakukan saat ini adalah memastikan kondisi warga yang ada di Kecamatan Munjungan kondusif. Dan memang sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke saya jika ada warga yang kehilangan sanak keluarga ataupun permasalahan lainnya, &#8221; kata Emil. (mil/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21587</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Putus Diterjang Banjir Bandang, Warga Satu Desa Terisolir</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-putus-diterjang-banjir-bandang-warga-satu-desa-terisolir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2018 14:56:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan putus]]></category>
		<category><![CDATA[terisolir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/18360-jembatan-putus-diterjang-banjir-bandang-warga-satu-desa-terisolir</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8212; Jembatan penghubung Desa Kalirejo dan Desa Sumber Argo, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo terputus. Jembatan ini dibangun pada tahun 2008 silam menggunakan bantuan dana PNPM. Terputusnya jembatan penghubung dua desa ini, menyebabkan warga di Desa Sumber Argo terisolir. Data yang dihimpun Memontum.com, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo menyebutkan. Tiga desa yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8212; Jembatan penghubung Desa Kalirejo dan Desa Sumber Argo, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo terputus. Jembatan ini dibangun pada tahun 2008 silam menggunakan bantuan dana PNPM. Terputusnya jembatan penghubung dua desa ini, menyebabkan warga di Desa Sumber Argo terisolir.</p>
<p>Data yang dihimpun Memontum.com, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo menyebutkan. Tiga desa yang terkena dampak bencana banjir di Kecamatan Sumbermalang, masing-masing Desa Kalirejo, Desa Sumber Argo dan Desa Taman Kursi.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180108-WA0180-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-18362" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180108-WA0180-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180108-WA0180-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180108-WA0180-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180108-WA0180-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Banjir bandang itu terjadi setelah terjadi hujan lebat sekitar tiga jam. Sungai glindung yang tak mampu lagi menampung debit air akhirnya meluap, hingga menggenangi areal persawahan dan membuat sejumlah lokasi mengalami tanah longsor. Debit sungai yang tinggi menyebabkan satu jembatan terputus.</p>
<p>&#8220;Jembatan ini menjadi akses alternatif menuju desa atau dusun lainnya. Akibat terputusnya jembatan tersebut, warga terutama yang bekerja di luar dan anak sekolah terhambat. Warga terpaksa harus memutar arah perjalanan dengan jarak kurang lebih 10 kilometer,&#8221; ujar Kepala Dusun Glindung Desa Kalirejo, Muhammad Fadal saat diwawancarai Memontum.com, Senin (8/1/2018) sore.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180108-WA0179-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-18361" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180108-WA0179-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180108-WA0179-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180108-WA0179-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180108-WA0179-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sebelumnya lanjut dia hujan sudah mengguyur daerahnya selama 3 jam. Derasnya aliran sungai kemudian menggerus pondasi jembatan. Ia berharap agar jembatan tersebut segera diperbaiki sehingga warga Desa Sumber Argo dan Desa Kalirejo bisa beraktivitas normal seperti biasa. <strong>(yud/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18360</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
