<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>terjebak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/terjebak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2025 09:21:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>terjebak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Derita Korban Banjir Kota Malang, Warga Purwodadi Terjebak Banjir 2 Meter dan Nyaris Tergulung Arus</title>
		<link>https://memontum.com/derita-korban-banjir-kota-malang-warga-purwodadi-terjebak-banjir-2-meter-dan-nyaris-tergulung-arus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[derita]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nyaris]]></category>
		<category><![CDATA[purwodadi]]></category>
		<category><![CDATA[tergulung]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228433</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Musibah banjir yang menerjang kawasan Jalan Sidomulyo Gang III, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (04/12/2025) kemarin, menyisakan trauma bagi salah satu warga, Puspa Ena (57). Perempuan yang disapa Puspa, kini tidak hanya harus bergotong royong bersama keluarganya, membersihkan rumah yang rusak berat akibat hantaman air, Jumat (05/12/2025) kemarin. Namun, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Musibah banjir yang menerjang kawasan Jalan Sidomulyo Gang III, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (04/12/2025) kemarin, menyisakan trauma bagi salah satu warga, Puspa Ena (57). Perempuan yang disapa Puspa, kini tidak hanya harus bergotong royong bersama keluarganya, membersihkan rumah yang rusak berat akibat hantaman air, Jumat (05/12/2025) kemarin. Namun, ada serangkaian kejadian yang membuatnya halus mengelus dada.</p>



<p>Puspa bercerita, awalnya banjir datang seperti biasanya. Namun, tanpa diduga debit air tiba-tiba meningkat cepat hingga ketinggian dua meter dan merobohkan tembok kamar rumahnya yang memiliki ketebalan 40 sentimeter.</p>



<p>&#8220;Waktu itu saya mau menyelamatkan baju-baju cucu saya. Tiba-tiba kok terdengar gemuruh air. Terus tembok belakang, bagian kamar, itu ambruk. Saya sempat kegulung air yang masuk langsung tinggi. Kayak tsunami,&#8221; ujar Puspa, berkaca-kaca, Sabtu (05/12/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa air deras tersebut berasal dari arah Jalan Raya, tepatnya dari arah Jalan Kemirahan yang alirannya turun ke kawasan Jalan Sidomulyo. &#8220;Tadinya cuma banjir biasa, kok tiba-tiba makin tinggi. Terus ambruk itu, tiba-tiba langsung jebol,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Saat kejadian, Puspa berada di dalam rumah bersama tiga cucunya. Beruntung, para tetangga bergerak cepat membantu mengevakuasi anak-anak tersebut ke tempat aman.</p>



<p>“Saya sama tiga cucu saya. Untungnya cucu saya saya taruh di depan, ditolong tetangga. Seumpama saya ada di kamar saat menyelamatkan barang-barang, mungkin saya sudah meninggal karena temboknya ambruk,” ucapnya, dengan suara bergetar.</p>



<p>Puspa juga sempat tidak sadarkan diri akibat panik dan kelelahan. “Sadar-sadarnya kemarin saya sudah di rumah tetangga. Karena kan saya kaget, lemas sudah,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, banjir deras yang melanda kawasan tersebut berdampak pada sedikitnya 19 rumah. Ketinggian air naik dengan cepat, menghanyutkan barang-barang milik warga. Banyak di antara mereka yang masih takut untuk kembali beristirahat di rumah masing-masing.</p>



<p>“Semalam saya dan suami tidak tidur. Takut. Kami khawatir, jadi tidak bisa tidur,” imbuh Puspa.</p>



<p>Sebagai informasi, hujan dengan intensitas tinggi itu terjadi sejak 13.30 WIB hingga 15.00 WIB. Di Kota Malang sendiri, ada 39 titik yang terendam banjir dan satu pohon tumbang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228433</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Pendaki yang Terjebak di Ranu Kumbolo Paska APG Gunung Semeru Turun dengan Selamat</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-pendaki-yang-terjebak-di-ranu-kumbolo-paska-apg-gunung-semeru-turun-dengan-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 14:11:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kumbolo]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227944</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ratusan pendaki yang enam diantaranya adalah orang dari Kementerian Pariwisata dan sempat terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, saat terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, berhasil turun dengan selamat, Kamis (20/11/2025) tadi. Ratusan pendaki itu, secara bertahap turun melalui Pos Perijinan Pendakian di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Kepala Kantor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ratusan pendaki yang enam diantaranya adalah orang dari Kementerian Pariwisata dan sempat terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, saat terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, berhasil turun dengan selamat, Kamis (20/11/2025) tadi. Ratusan pendaki itu, secara bertahap turun melalui Pos Perijinan Pendakian di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P H, mengatakan bahwa proses evaluasi dan pemantauan dilakukan oleh tim Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama unsur SAR gabungan setelah aktivitas vulkanik gunung Semeru meningkat. “Setelah dilakukan pendataan ulang oleh petugas TNBTS, seluruh pendaki telah turun dari Ranu Kumbolo dalam kondisi sehat dan aman. Mereka tiba secara bertahap sejak pukul 12.14 WIB,” ujar Nanang, Kamis (20/11/2025) tadi.</p>



<p>Selain pemantauan di jalur pendakian, tambahnya, tim SAR gabungan juga bergerak ke wilayah yang terdampak erupsi gunung Semeru, khususnya di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Tim SAR gabungan juga memastikan, bahwa tidak ada korban jiwa di wilayah tersebut.</p>



<p>“Tidak ada korban jiwa di Desa Supiturang, sebab sebelumnya warga telah melakukan evakuasi mandiri ke beberapa lokasi pengungsian,” ujar Nanang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang melaporkan sedikitnya dua kecamatan terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Sementara itu, ada total 956 warga mengungsi dan pendataan masih berlangsung.</p>



<p>Pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman,</p>



<p>SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro. Sejumlah pihak terlibat dalam penanganan dampak erupsi ini, diantaranya PVMBG, PPGA Gunung Sawur, BB TNBTS, BPBD Lumajang, Kantor SAR Kelas A Surabaya, Pos SAR Jember, unsur TNI–Polri, Lumajang Rescue, Vapor Ambulance Rescue, Saver, pemerintah desa terdampak, serta relawan berbagai unsur.</p>



<p>PVMBG mengimbau masyarakat, agar tidak beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan sektor tenggara hingga radius 20 km dari puncak. Kemudian, tidak berada dalam radius 8 km dari kawah karena bahaya lontaran material pijar, serta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai berhulu di puncak Semeru. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227944</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Enam Orang dari Kementerian Pariwisata Terjebak bersama 172 Pendaki di Ranu Kumbolo</title>
		<link>https://memontum.com/enam-orang-dari-kementerian-pariwisata-terjebak-bersama-172-pendaki-di-ranu-kumbolo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 15:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian]]></category>
		<category><![CDATA[kumbolo]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227910</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sebanyak enam orang dari Kementerian Pariwisata dilaporkan terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, seiring terjadinya awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, Rabu (19/11/2025) tadi. Sejumlah rombongan tersebut, tidak sendiri namun bersama 172 orang lain, sehingga total ada sebanyak 178 orang. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sebanyak enam orang dari Kementerian Pariwisata dilaporkan terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, seiring terjadinya awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, Rabu (19/11/2025) tadi. Sejumlah rombongan tersebut, tidak sendiri namun bersama 172 orang lain, sehingga total ada sebanyak 178 orang.</p>



<p>Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Septi Eka Wardhani, memastikan bahwa semua pihak yang berada di Ranu Kumbolo, tetap dalam kondisi aman. “Jumlah orang yang berada di Ranu Kumbolo sebanyak 178 orang. Mereka terdiri dari 137 pendaki, 1 petugas, 2 saver, 7 PPGST, 15 porter dan 6 orang dari Kementerian Pariwisata,” jelasnya, Rabu (19/11/2025) malam.</p>



<p>Untuk alasan keselamatan, tambahnya, evakuasi malam tidak direkomendasikan karena kondisi jalur yang gelap, licin dan rawan longsor. Tim TNBTS memastikan, seluruh pendaki tetap bertahan di Ranu Kumbolo sambil siap siaga jika situasi mengharuskan turun.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski berada di area rawan, tim penyelamat dan petugas terlatih terus memantau kondisi secara real-time. Termasuk, memastikan setiap pendaki memperoleh arahan, pengawasan dan dukungan logistik yang memadai.</p>



<p>Pendaki juga dihimbau tetap tenang, mematuhi instruksi petugas dan menjaga jarak aman satu sama lain untuk mengurangi risiko. “Keputusan untuk tetap bertahan di Ranu Kumbolo adalah langkah paling aman saat ini. Kami prioritaskan keselamatan jiwa dan akan melakukan evakuasi segera ketika kondisi memungkinkan,” ujar Septi Eka Wardhani.</p>



<p>Koordinasi antara BB TNBTS, relawan, dan aparat terkait menjadi kunci dalam memastikan keselamatan pendaki. Langkah-langkah mitigasi bencana yang sistematis dan disiplin menunjukkan bahwa penanganan Semeru bukan hanya responsif, tetapi juga proaktif dan terencana, sehingga risiko dapat diminimalkan tanpa menimbulkan kepanikan.</p>



<p>Pendaki dan masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari BB TNBTS dan pemerintah daerah, serta tidak menyebarkan kabar yang belum diverifikasi. Kesadaran dan kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi bagian penting dari keselamatan bersama di tengah kondisi Gunung Semeru. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227910</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Serahkan SK 20 ASN, Bupati Lumajang Ingatkan Jangan Terjebak dalam Rutinitas Birokrasi</title>
		<link>https://memontum.com/serahkan-sk-20-asn-bupati-lumajang-ingatkan-jangan-terjebak-dalam-rutinitas-birokrasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[jangan]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>
		<category><![CDATA[serahkan]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225365</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 20 Aparatur Sipil Negara (ASN) baru, yang terdiri atas 1 orang PNS dan 19 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Formasi Tahun 2024, dalam Upacara Bendera di Halaman Kantor Bupati, Senin (25/08/2025) tadi. Dalam kesempatan beharga itu, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 20 Aparatur Sipil Negara (ASN) baru, yang terdiri atas 1 orang PNS dan 19 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Formasi Tahun 2024, dalam Upacara Bendera di Halaman Kantor Bupati, Senin (25/08/2025) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan beharga itu, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan bahwa penguatan kualitas aparatur merupakan langkah penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih amanah, manusiawi dan berkeadilan. Dirinya juga menambahkan bahwa kehadiran ASN baru bukan hanya menambah jumlah tenaga aparatur, tetapi juga menjadi energi baru dalam mempercepat pelayanan publik dan mendukung program strategis pembangunan daerah.</p>



<p>“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Lumajang, saya ucapkan selamat. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh integritas, karena masyarakat menaruh harapan besar pada kinerja ASN,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Formasi ASN tahun 2024 di Lumajang sendiri, ditetapkan sebanyak 653. Dari jumlah itu, 650 formasi berhasil terisi: 631 pada Tahap I dan 19 pada Tahap II, sementara 3 formasi masih kosong (1 teknis dan 2 kesehatan). Hal ini, mencerminkan tingginya kebutuhan akan tenaga aparatur profesional di berbagai sektor.</p>



<p>Bunda Indah juga menegaskan, ASN harus memiliki kompetensi, kedisiplinan, dan etos kerja tinggi agar mampu mendukung visi Lumajang. “ASN wajib memberikan pelayanan prima, profesional, jujur dan berpihak pada kepentingan rakyat. Kita ini abdi negara sekaligus abdi masyarakat, bukan sekadar status jabatan,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga berpesan, agar para ASN tidak terjebak pada rutinitas birokrasi, melainkan terus adaptif menghadapi tantangan, termasuk di era digital. ASN diharapkan bisa mengedepankan transparansi, kecepatan, dan inovasi dalam setiap pelayanan publik.</p>



<p>Selain itu, Bupati Indah juga mengingatkan agar ASN memiliki ketangguhan mental dalam menghadapi kritik, termasuk di media sosial. “Kalau aturan sudah dijalankan dengan benar namun masih ada yang keberatan, maka tugas kita adalah memberi penjelasan dengan bijaksana. Jangan emosional, jangan sakiti hati rakyat. Ingat, kita bekerja untuk rakyat, bukan untuk dipuji,” ungkapnya.</p>



<p>Dengan pesan ini, ASN dituntut tidak hanya menjadi pelaksana administrasi, tetapi juga garda depan dalam menjaga kepercayaan publik. Integritas, keikhlasan, dan tanggung jawab moral menjadi nilai utama yang harus dipegang teguh.</p>



<p>Melalui penyerahan SK ini, diharapkan memperkuat kualitas birokrasi Lumajang. ASN baru diharapkan segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami tugas dan fungsinya, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan layanan publik, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan teknis yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.</p>



<p>“Risiko menjadi abdi masyarakat memang berat, tapi itu adalah pilihan kita. Jalankan tugas dengan tulus, jangan menyakiti hati rakyat, dan Insya Allah Allah akan memudahkan jalan kita,” papar Bupati Indah.</p>



<p>Dengan tambahan tenaga baru ini, lanjutnya, Pemkab Lumajang optimistis mampu mempercepat transformasi birokrasi menuju tata kelola yang lebih produktif, transparan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225365</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Serahkan SK Pengangkatan CPNS dan PPPK secara Virtual, Bupati Kediri Ingat Agar Tak Terjebak Zona Nyaman</title>
		<link>https://memontum.com/serahkan-sk-pengangkatan-cpns-dan-pppk-secara-virtual-bupati-kediri-ingat-agar-tak-terjebak-zona-nyaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2025 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[nyaman]]></category>
		<category><![CDATA[pengangkatan]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<category><![CDATA[serahkan]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<category><![CDATA[Virtual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222346</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meminta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri dapat bekerja dengan hati dan integritas untuk melayani masyarakat. Pesan itu disampaikan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, ketika memberikan sambutan secara virtual di acara penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan CPNS [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meminta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri dapat bekerja dengan hati dan integritas untuk melayani masyarakat. Pesan itu disampaikan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, ketika memberikan sambutan secara virtual di acara penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan CPNS dan PPPK formasi tahun 2024 di Convention Hall, Simpang Lima Gumul, Jumat (23/05/2025) tadi.</p>



<p>Mas Dhito menyampaikan, bahwa CPNS maupun PPPK yang telah menerima SK pengangkatan, diharapkan tidak lama dalam beradaptasi dengan lingkungan kerjanya. Pasalnya, masih banyak pekerjaan yang telah menanti, seperti penuntasan angka kemiskinan ekstrem, stunting, maupun peningkatan pelayanan kesehatan.</p>



<p>&#8220;Jangan merasa nyaman, jangan merasa bermalas-malasan. Karena, begitu sudah diangkat dan mulai bekerja, pasti nanti akan terbentuk yang namanya zona nyaman dan terjebak di zona nyaman itu,&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p>Bupati Kediri juga menekankan, agar saat menjadi pegawai di Pemerintah Kabupaten Kediri, untuk bisa bekerja melayani masyarakat. Pihaknya tak menginginkan, ada pegawai yang bermalas-malasan karena sudah merasa tidak bekerja pun tetap mendapatkan gaji.</p>



<p>&#8220;Jangan sampai mindsetnya seperti itu, karena apa yang telah didapatkan itu adalah uang yang dibayarkan oleh masyarakat dan mereka berharap ada timbal baliknya,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mas Dhito dalam sambutannya juga meminta maaf, tidak bisa menghadiri acara tersebut secara langsung karena tengah cuti untuk menjalankan ibadah haji. Bupati muda ini berharap, 768 orang pegawai yang menerima SK pengangkatan dapat bekerja dengan nyaman dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.</p>



<p>Secara detail, 768 orang pegawai yang menerima SK pengangkatannya siang itu untuk formasi CPNS sebanyak 139 orang. Rinciannya tenaga kesehatan 28 orang dan tenaga teknis 111 orang. Sementara untuk formasi PPPK, ada 629 orang, dengan rincian guru 95 orang, tenaga kesehatan 21 orang dan tenaga teknis 513 orang.</p>



<p>Mereka akan mulai melaksanakan tugas terhitung 2 Juni 2025. Khusus bagi CPNS, mereka akan menjalani orientasi selama 4 hari di Balai Pengambangan Kompetensi ASN di Kecamatan Tarokan dan dilanjutkan kegiatan magang selama 2 minggu di kecamatan.</p>



<p>Tujuan kegiatan magang di kecamatan ini, supaya mereka mendapatkan pengetahuan yang luas mengenai isu-isu prioritas daerah dan tidak hanya terpaku pada tugas pokok. Setelah orientasi bagi CPNS selesai akan dilanjutkan PPPK.</p>



<p>Sejalan dengan Mas Dhito, Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, yang hadir langsung di lokasi berpesan kepada seluruh pegawai untuk tidak menjadi pribadi yang berbeda setelah menerima SK pengangkatan CPNS dan PPPK. &#8220;Jangan sampai panjenengan yang telah mendapatkan amanah dan dapat sedikit tambahan rezeki menjadi berbeda dari yang dulu dikenal baik keluarga maupun lingkungan,&#8221; pesan Mbak Dewi. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222346</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Evakuasi Kendaraan yang Terjebak Jembatan Putus dan Longsor, Pemkab Lumajang Turunkan Dua Alat Berat</title>
		<link>https://memontum.com/evakuasi-kendaraan-yang-terjebak-jembatan-putus-dan-longsor-pemkab-lumajang-turunkan-dua-alat-berat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 13:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alat]]></category>
		<category><![CDATA[berat]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[putus]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[terjebak]]></category>
		<category><![CDATA[turunkan]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192768</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Cuaca Ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang yang berbatasan dengan Kabupaten Malang, tidak hanya mengakibatkan lahar dingin Semeru. Namun, musibah tersebut juga mengakibatkan tanah longsor yang terjadi di KM 58 Jalur Piket Nol, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas pun mati sementara sejak Jumat (07/07/2023) kemarin. Bahkan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Cuaca Ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang yang berbatasan dengan Kabupaten Malang, tidak hanya mengakibatkan lahar dingin Semeru. Namun, musibah tersebut juga mengakibatkan tanah longsor yang terjadi di KM 58 Jalur Piket Nol, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.</p>



<p>Akibat kejadian itu, arus lalu lintas pun mati sementara sejak Jumat (07/07/2023) kemarin. Bahkan, banyak truk dan kendaraan pribadi, terjebak di wilayah Kecamatan Pronojiwo, lantaran tidak bisa putar balik ke arah Malang akibat jembatan di perbatasan Lumajang-Malang, juga terputus.</p>



<p>Merespon kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui BPBD Lumajang, pun menerjunkan dua alat berat untuk mengevakuasi material longsoran yang menutup seluruh badan jalan di KM 58 Piket Nol. Termasuk, satu mobil Damkar untuk membersihkan material lumpur yang ada di jalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini cuaca sedang lumayan baik. Makanya, kita lakukan percepatan untuk membuka akses jalan ke Lumajang. Ini banyak kendaraan yang sampai menginap dan kita prioritaskan itu dahulu untuk melintas,” kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, saat meninjau lokasi longsor, Sabtu (08/07/2023) tadi.</p>



<p>Untuk penanganan sejumlah infrastruktur yang rusak, tambah Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang, pemerintah akan melakukan upaya darurat sembari menunggu kebijakan yang bisa dilakukan. Termasuk, perbaikan secara permanen.</p>



<p>“Untuk beberapa jembatan yang rusak, kita upayakan untuk jembatan non permanen. Sementara seperti tanggul yang jebol, kita tangani dahulu supaya air yang masih mengalir tidak membahayakan warga,” paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192768</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
