<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>terjun &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/terjun/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Mar 2026 15:38:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>terjun &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dukung Swasembada Pangan, Bupati Banyuwangi Dorong Anak Muda Terjun di Dunia Pertanian</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-swasembada-pangan-bupati-banyuwangi-dorong-anak-muda-terjun-di-dunia-pertanian</link>
					<comments>https://memontum.com/dukung-swasembada-pangan-bupati-banyuwangi-dorong-anak-muda-terjun-di-dunia-pertanian#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230626</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus mendorong anak muda di Kabupaten Banyuwangi untuk terjun di dunia pertanian. Langkah ini, salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung Program Swasembada Pangan yang dicanangkan pemerintah pusat. “Salah satu program prioritas pemerintah adalah swasembada pangan. Karena itu, keterlibatan anak muda sangat penting utamanya dalam penerapan teknologi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus mendorong anak muda di Kabupaten Banyuwangi untuk terjun di dunia pertanian. Langkah ini, salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung Program Swasembada Pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.</p>



<p>“Salah satu program prioritas pemerintah adalah swasembada pangan. Karena itu, keterlibatan anak muda sangat penting utamanya dalam penerapan teknologi pertanian (smart farming),” kata Bupati Ipuk, saat berdialog bersama para petani Gapoktan Surangganti dan petani milenial di Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Minggu (01/03/2026) tadi.</p>



<p>Gapoktan Surangganti sendiri, memiliki usaha pelayanan jasa Alsintan (Upja) Tani Makmur di Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi. Upja ini, menawarkan layanan jasa Alsintan untuk mendukung kegiatan budidaya, mulai dari hulu hingga hilir dengan memberdayakan anak-anak muda sebagai operatornya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Seperti traktor untuk pengolahan tanah, grain seeder untuk persemaian, transplanter untuk penanaman benih, drone sprayer untuk menyemprotkan berbagai jenis pupuk cair, serta combine harvester untuk memanen. &#8220;Kami ingin mendorong pemuda tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi agen perubahan yang membawa ide-ide baru, teknologi dan praktik pertanian modern ke lapangan,” ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara itu, Manajer Upja Tani Makmur, Heru, menjelaskan bahwa penerapan sistem budidaya modern memberikan banyak keuntungan bagi petani. Baik dari sisi produktivitas, biaya dan waktu.</p>



<p>Dari sisi biaya, lanjutnya, proses budidaya menggunakan Alsintan menjadi lebih efisien.</p>



<p>“Untuk 1 hektare lahan, menanam padi secara manual butuh 12 orang per hari. Dengan transplanter, cukup 4 orang per hari sehingga lebih hemat ongkos pekerja. Dari sisi waktu, petani juga diuntungkan. Semakin cepat proses tanam, luasan tanam yang dihasilkan juga semakin besar. Tentu akan berimbas pada peningkatan produksi petani,” jelasnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dukung-swasembada-pangan-bupati-banyuwangi-dorong-anak-muda-terjun-di-dunia-pertanian/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230626</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Fawait Terjun Langsung Sosialisasi Cegah Pernikahan Dini di SMP Negeri Panti</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-fawait-terjun-langsung-sosialisasi-cegah-pernikahan-dini-di-smp-negeri-panti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 12:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[langsung]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227166</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, turun langsung melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini. Pemandangan beda itu terlihat, saat Bupati Fawait melaksanakan Program Bunga Desaku di Kecamatan Panti, Senin (27/10/2025) tadi. Dalam kesempatan itu, Bupati Fawait memberikan motivasi dan sosialisasi secara langsung kepada ratusan siswa di SMP Negeri 1 Panti. Perlu diketahui, bahwa Pemerintah Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, turun langsung melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini. Pemandangan beda itu terlihat, saat Bupati Fawait melaksanakan Program Bunga Desaku di Kecamatan Panti, Senin (27/10/2025) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Fawait memberikan motivasi dan sosialisasi secara langsung kepada ratusan siswa di SMP Negeri 1 Panti. Perlu diketahui, bahwa Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong generasi muda untuk menunda pernikahan dini dan fokus menempuh pendidikan, agar menjadi sumber daya manusia yang unggul, sehat dan berdaya saing.</p>



<p>Sementara itu, berdasarkan data angka pernikahan dini di Jember, menunjukkan masih tinggi. Meskipun demikian, ada penurunan signifikan per Juni 2024, dengan sekitar 483 pengajuan dispensasi kawin, turun 40 persen dari 1.362 kasus pada 2023.</p>



<p>Untuk tahun 2025, data spesifik masih terbatas, namun berdasarkan tren dan upaya pencegahan seperti pengetatan pengajuan dispensasi kawin, diharapkan angkanya terus turun. Karenanya, Bupati Fawait menekankan bahwa keberhasilan ditentukan oleh semangat belajar dan bukan oleh asal-usul atau tempat tinggal. Dirinya menyampaikan, Pemkab Jember telah menyiapkan program beasiswa bagi siswa berprestasi agar tidak terkendala biaya pendidikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya sampaikan kepada anak-anak di SMP 1 Panti ini untuk jangan keburu menikah. Sekolah setinggi-tingginya, bahkan saya sampaikan Pemkab Jember telah menyiapkan 20 ribu beasiswa untuk anak-anak Jember,&#8221; katanya.</p>



<p>Pernikahan dini, disebutnya menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember. &#8220;Kami telah berkonsultasi dengan banyak pihak termasuk dengan ahli kebidanan bahwa tingginya angka stunting disebabkan pernikahan dini. Maka harapan kami agar mereka tidak keburu menikah. Membangun kesadaran diri pentingnya ilmu,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Tidak hanya pemerintah, Gus Fawait mengingatkan guru, terutama guru BK, memiliki peran strategis dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada siswa terkait risiko pernikahan dini. &#8220;Semua guru punya peran penting, untuk menanamkan bahwa pernikahan dini banyak resikonya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kegiatan Bunga Desaku juga berfungsi sebagai wadah edukatif untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia sekolah. Pemerintah berharap, kegiatan sosialisasi dapat memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan mental sebelum menikah. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227166</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang dan Malang Sepakat Tak Ada Tiket Tambahan di Dasar Air Terjun Tumpak Sewu</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-dan-malang-sepakat-tak-ada-tiket-tambahan-di-dasar-air-terjun-tumpak-sewu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 10:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sepakat]]></category>
		<category><![CDATA[tambahan]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222349</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang sepakat tidak adanya pungutan tiket di area dasar Air Terjun Tumpak Sewu. Kesepakatan ini tercapai, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Objek Wisata Tumpak Sewu, yang digelar antara Bupati Lumajang dan Forkopimda Lumajang bersama Bupati Malang dan Forkopimda, di Ruang Anusopati Kantor Pemkab Malang, Kamis (22/05/2025) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang sepakat tidak adanya pungutan tiket di area dasar Air Terjun Tumpak Sewu. Kesepakatan ini tercapai, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Objek Wisata Tumpak Sewu, yang digelar antara Bupati Lumajang dan Forkopimda Lumajang bersama Bupati Malang dan Forkopimda, di Ruang Anusopati Kantor Pemkab Malang, Kamis (22/05/2025) tadi.</p>



<p>Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang didampingi Wakil Bupati Lumajang, menegaskan akan pentingnya keselarasan pengelolaan wisata yang menjunjung aturan dan kenyamanan pengunjung. “Penarikan tiket di dasar Tumpak Sewu tidak dibenarkan, karena wilayah tersebut berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Sumber Daya Air,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p>Kesepakatan ini, disambut positif oleh berbagai pihak. Termasuk, wisatawan yang selama ini menyuarakan aspirasi atas adanya pungutan ganda. Dengan keputusan ini, diharapkan pengalaman wisata di Tumpak Sewu akan semakin nyaman dan membahagiakan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jika tidak dikelola bersama secara bijak, maka potensi wisata ini justru tidak akan optimal. Padahal, Tumpak Sewu telah dikenal luas, bahkan hingga mancanegara. Kita perlu menjaga citra baiknya,” tambahnya.</p>



<p>Senada dengan kesepakatan itu, Bupati Malang, Sanusi, menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mengeluarkan izin pengelolaan kawasan wisata yang bersinggungan dengan wilayah antar kabupaten. “Kami mendorong Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk melakukan kajian mendalam, terutama terhadap lokasi-lokasi seperti Kali Glidik dan sempadannya, yang bukan termasuk wilayah administratif Kabupaten Malang,” ujarnya.</p>



<p>Langkah sinergis ini, merupakan contoh nyata semangat empowering dan enlightening, di mana pemerintah daerah hadir untuk memberdayakan masyarakat serta menciptakan ekosistem wisata yang adil, tertib dan berkelanjutan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222349</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyesuaian Tarif, Tiket Masuk Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Rp 20 Ribu</title>
		<link>https://memontum.com/penyesuaian-tarif-tiket-masuk-wisata-air-terjun-tumpak-sewu-rp-20-ribu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[penyesuaian]]></category>
		<category><![CDATA[Tarif]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220318</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan wisata, termasuk penyelarasan tarif Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Langkah ini diambil, sebagai solusi terbaik demi memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan tertata bagi pengunjung. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyampaikan bahwa tarif masuk bagi wisatawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan wisata, termasuk penyelarasan tarif Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Langkah ini diambil, sebagai solusi terbaik demi memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan tertata bagi pengunjung.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyampaikan bahwa tarif masuk bagi wisatawan domestik kini telah disesuaikan menjadi Rp 20 ribu perorang. &#8220;Dari hasil rapat, kami memutuskan adanya penyesuaian tarif menjadi Rp 20 ribu untuk wisatawan lokal,&#8221; kata Yuli, Senin (17/03/2025) tadi.</p>



<p>Keputusan ini, ujarnya, merupakan tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya yang menetapkan tarif seragam sebesar Rp 100 ribu bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan revisi tarif ini, Pemkab Lumajang berharap masyarakat dapat menikmati keindahan Tumpak Sewu dengan harga yang lebih terjangkau. Sementara untuk wisatawan asing, tetap dikenakan tarif sesuai standar wisata internasional.</p>



<p>Selain itu, Pemkab Lumajang juga memastikan penyatuan nama destinasi wisata di kawasan aliran Sungai Glidik. Kini, baik wisata Air Terjun Tumpak Sewu maupun Grojogan Sewu, dilebur dalam satu nomenklatur, yaitu Wisata Tumpak Sewu. Hal ini, bertujuan untuk menghilangkan potensi kebingungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas wisata unggulan Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari segi operasional, Yuli menjelaskan bahwa wisatawan dapat masuk melalui dua gerbang utama yang tersedia dan tiket yang dibeli tetap berlaku di kedua akses tersebut. &#8220;Sekarang sudah tidak ada perbedaan nama. Semuanya satu menjadi Tumpak Sewu. Tiket yang dibeli bisa digunakan dari pintu masuk mana saja, tanpa ada penarikan tiket tambahan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Wisata Tumpak Sewu sendiri, lanjutnya, telah dibuka kembali sejak Jumat (14/03/2025) lalu, setelah sempat ditutup sementara akibat adanya insiden cek-cok antara pengelola dua destinasi sebelumnya. Dengan adanya penataan baru ini, Pemkab Lumajang berharap suasana wisata menjadi lebih kondusif, nyaman dan semakin menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.</p>



<p>Kehadiran wisatawan di Tumpak Sewu, tidak hanya memberikan manfaat bagi industri pariwisata, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Pemkab Lumajang berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan, termasuk peningkatan fasilitas, layanan, serta promosi wisata agar Lumajang semakin dikenal sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur.</p>



<p>Dengan tarif yang lebih jelas dan sistem pengelolaan yang lebih baik, kini wisatawan dapat menikmati pesona Tumpak Sewu dengan pengalaman yang lebih menyenangkan dan tertata. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220318</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Arifin Terjun Langsung Pimpin Penanganan Bencana Banjir di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-arifin-terjun-langsung-pimpin-penanganan-bencana-banjir-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2024 07:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[arifin]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[langsung]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217606</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur Kota Keripik Tempe sejak Minggu (15/12/2024) sore hingga Senin (16/12/2024) tadi. Tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Trenggalek, Pogalan dan Kecamatan Karangan, terendam banjir. Banjir juga merendam sejumlah titik mulai dari pemukiman warga, hingga ruas akses jalan nasional yang mengakibatkan tidak bisa dilalui kendaraan. Tercatat, 4.314 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur Kota Keripik Tempe sejak Minggu (15/12/2024) sore hingga Senin (16/12/2024) tadi. Tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Trenggalek, Pogalan dan Kecamatan Karangan, terendam banjir.</p>



<p>Banjir juga merendam sejumlah titik mulai dari pemukiman warga, hingga ruas akses jalan nasional yang mengakibatkan tidak bisa dilalui kendaraan. Tercatat, 4.314 KK yang tersebar pada 9 desa atau kelurahan di Kecamatan Trenggalek terdampak bencana banjir tersebut.</p>



<p>Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, merespon kejadian itu terjun langsung untuk meninjau dan melakukan penanganan bencana banjir. Dirinya mengecek langsung kondisi warganya di lapangan, dengan didampingi jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Dinsos PPPA dan Baznas Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Curah hujan tinggi menyebabkan volume air Sungai Ngasinan meluap ke pemukiman warga. Ditambah tanggul yang ada di sampingnya jebol, jadi air semakin deras dan cepat masuk ke dalam rumah-rumah,&#8221; katanya, saat dikonfirmasi, Senin (16/12/2024) tadi. Seperti yang terlihat di lokasi, aliran Sungai Ngasinan yang berada di Dusun Pucung, Kelurahan Tamanan, perlahan-lahan surut. Selain melihat langsung kondisi banjir, Bupati Arifin juga menyapa dan memastikan kondisi warga terdampak dalam kondisi aman dan sehat. Pihaknya menginstruksikan BPBD Kabupaten Trenggalek, untuk tetap siaga apabila kawasan terdampak banjir meluas.</p>



<p>&#8220;Saya ingin melihat langsung dan memastikan warga yang terdampak baik-baik saja. Jika memang perlu dievakuasi mohon segera hubungi petugas yang ada,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dirinya menambahkan, banjir yang melanda wilayah Kecamatan Trenggalek, memang selalu terjadi setiap musim hujan. Namun, pihaknya terus membantu mengerahkan segala upaya yang bisa dilakukan untuk menangani banjir tahunan ini, termasuk bantuan makanan dan obat-obat serta kebutuhan lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Setiap musim hujan beberapa wilayah di Trenggalek, salah satunya Kelurahan Kelutan ini memang menjadi daerah langganan banjir. Karena lokasinya dekat dengan aliran Sungai Ngasinan. Tentu ke depannya kita upayakan solusi segera,&#8221; tambah Bupati Arifin.</p>



<p>Mas Ipin-sapaan akrabnya menegaskan, pihaknya akan mendukung penuh upaya untuk menanggulangi bencana banjir di Kecamatan Trenggalek ini. Terkait banjir yang terjadi setiap tahun, dirinya memastikan pemerintah daerah akan melakukan segala upaya yang perlu dilakukan untuk menanggulangi banjir.</p>



<p>Selain itu, suami Novita Hardiny ini juga meninjau kesiapan dapur umum yang terpusat di Dinsos PPPA Trenggalek. Di tahap awal, dapur umum menyiapkan 3000 nasi bungkus untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak dan masih akan bertambah menyusul permintaan lanjutan di lapangan. Kemudian, juga ada makanan lain berupa roti dan biskuit.</p>



<p>Selanjutnya, Bupati Arifin juga memimpin langsung proses pembersihan material luapan banjir berupa kayu dan rumpun bambu yang tersangkut pada pilar Jembatan Punjung Kelutan arah Salamrejo menggunakan alat berat ekskavator. Langkah cepat pembersihan ini diambil, agar fisik jembatan tidak rusak akibat material yang tersangkut.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Mas Ipin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu mengatasi dampak bencana banjir. “Saya berharap, masyarakat, pemerintah daerah dan semua pihak dapat bersinergi untuk membersihkan lingkungan dari lumpur dan puing-puing banjir,&#8221; imbuhnya. Di sisi lain, masyarakat juga terpantau mulai bergotong royong membersihkan rumah dan jalan sisa lumpur dari banjir. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217606</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengelolaan Air Terjun Tumpak Sewu, Komisi B DPRD Lumajang Ingatkan Penyelesaian Bersama</title>
		<link>https://memontum.com/pengelolaan-air-terjun-tumpak-sewu-komisi-b-dprd-lumajang-ingatkan-penyelesaian-bersama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[penyelesaian]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216671</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang, Deddy Firmansyah, berharap agar keluhan wisatawan terkait persoalan pemanfaatan wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo, bisa terselesaikan dengan kerja sama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Malang. Persoalan yang dimaksud, yaitu mengenai pembayaran retribusi yang harus dilakukan sebanyak dua kali oleh wisatawan. &#8220;Tumpak Sewu yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang, Deddy Firmansyah, berharap agar keluhan wisatawan terkait persoalan pemanfaatan wisata Air Terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo, bisa terselesaikan dengan kerja sama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Malang. Persoalan yang dimaksud, yaitu mengenai pembayaran retribusi yang harus dilakukan sebanyak dua kali oleh wisatawan.</p>



<p>&#8220;Tumpak Sewu yang dikeluhkan adalah terkait adanya dua penarikan karcis (retribusi, red). Saat di atas (sebelum masuk), itu ditarik oleh Lumajang dan di bawah ditarik lagi dari Kabupaten Malang. Hal inilah, yang nanti akan diselesaikan bersama,&#8221; katanya, Jumat (15/11/2024) tadi.</p>



<p>Dirinya mencontohkan, bahwa bentuk penyelesaian nantinya bisa dilakukan dengan mengadopsi pengelolaan seperti tempat Wisata Ijen. Karena Wisata Ijen, itu juga dikelola oleh tiga kabupaten.</p>



<p>&#8220;Ini yang harus kita pikirkan. Karena seperti kabupaten lain atau Ijen (wisata, red) itu bisa. Apalagi, kita pernah belajar ke sana dan Ijen secara pengelolaan melibatkan tiga kabupaten. Yakni, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi serta hanya memakai satu retribusi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Deddy juga menambahkan, bahwa di Lumajang memang masih ada beberapa persoalan terkait pengembangan pariwisata. Di mana, beberapa tahun sebelumnya stagnan dan pihaknya akan terus berupaya agar persoalan yang ada bisa terselesaikan.</p>



<p>&#8220;Kita akan melaksanakan sesuai Tupoksi. Salah satunya, seperti hari ini isu yang sangat strategis adalah terkait pariwisata. Di mana masih ada beberapa problem wisata yang ada di Lumajang dan ke depan harusnya sudah bisa selesai dan berjalan maksimal,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Politisi Partai Gerindra itu juga berkeinginan, agar nanti ketika ada kegiatan-kegiatan dengan mitra, pun bisa dilakukan di tempat-tempat wisata. &#8220;Jadi tidak hanya di ruang-ruang rapat saja, tetapi kita rapatnya outdoor seperti di tempat wisata,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan semangat dan koordinasi yang tepat, Deddy optimis wisata Lumajang akan terus berkembang walaupun progresnya tidak bisa cepat. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216671</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jember Luncurkan Exotic in Sumberjambe di Wisata Air Terjun Tujuh Bidadari</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-luncurkan-exotic-in-sumberjambe-di-wisata-air-terjun-tujuh-bidadari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2024 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bidadari]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[exotic]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[sumberjambe]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208924</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, meluncurkan Exotic in Sumberjambe (Exis) di Wisata Air Terjun Tujuh Bidadari di Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jumat (26/04/2024) tadi. &#8220;Exis ini bertujuan untuk meningkatkan wisata yang ada di Sumberjambe. Dengan adanya Exis ini, diharapkan Sumberjambe akan menjadi salah satu tempat wisata di Jember, yang memiliki keindahan alam yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, meluncurkan Exotic in Sumberjambe (Exis) di Wisata Air Terjun Tujuh Bidadari di Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jumat (26/04/2024) tadi.</p>



<p>&#8220;Exis ini bertujuan untuk meningkatkan wisata yang ada di Sumberjambe. Dengan adanya Exis ini, diharapkan Sumberjambe akan menjadi salah satu tempat wisata di Jember, yang memiliki keindahan alam yang sangat bagus,&#8221; kata Bupati Hendy Siswanto.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, Exis ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang akan mengunjungi Jember. Sementara dalam peluncuran itu, juga dikemas dengan rapat koordinasi (Sinergi dan Kolaborasi Mingguan Setiap Rabo) Si-Rambo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Hendy Siswanto juga mengatakan, Si-Rambo ini adalah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat. Di mana, setiap minggunya rutin diadakan.</p>



<p>&#8220;Si-Rambo ini manfaatnya banyak. Karena, seluruh instansi terkait semuanya ikut. Sehingga, bisa membahas semuanya hingga membahas tentang kebutuhan kehidupan,&#8221; tambah Bupati Hendy.</p>



<p>Sementara itu, Camat Sumberjambe, Umar Faroek, juga mengatakan bahwa potensi pariwisata yang ada di Sumberjambe ini harus terus dikembangkan dan dipromosikan. &#8220;Maka dari itu, kami berkoordinasi dengan Pemkab Jember, agar Si-Rambo ini dilaksanakan di sini. Tentunya ini juga akan memblow up objek-objek wisata di Sumberjambe ini,&#8221; ungkap Faroek.</p>



<p>Faroek juga berharap, Pemkab Jember terus mensupport wisata yang ada di Sumberjambe. &#8220;Harapannya, agar Pemkab terutama Dinas Pariwisata bisa menggali potensi yang ada di sini dan menjualnya kepada investor,&#8221; paparnya. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208924</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kepastian Teritorial Air Terjun Tumpak Sewu, Wabup Malang Usulkan Dua Pemda Duduk Bersama</title>
		<link>https://memontum.com/kepastian-teritorial-air-terjun-tumpak-sewu-wabup-malang-usulkan-dua-pemda-duduk-bersama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[teritorial]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[usulkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204401</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pengelolaan Wisata Alam Air Terjun Tumpak Sewu yang berada di perbatasan antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, terus menjadi perhatian publik. Sebab, dua Pemerintah Daerah (Pemda) saling mengakui batas kepemilikan itu. Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menyampaikan jika batas teritorial wilayah itu menjadi kewenangan dari Kementerian Lingkungan Hidup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Pengelolaan Wisata Alam Air Terjun Tumpak Sewu yang berada di perbatasan antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, terus menjadi perhatian publik. Sebab, dua Pemerintah Daerah (Pemda) saling mengakui batas kepemilikan itu.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menyampaikan jika batas teritorial wilayah itu menjadi kewenangan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Namun, dua Pemda menurutnya juga harus duduk bersama untuk mencari jalan keluar.</p>



<p>“Itu masuk di wilayah KLHK. Namun, kita juga sedang berupaya duduk bareng bersama-sama kita tingglkan ego sektoral, syukur kalau nanti ke depan ada kesepahaman. Sehingga tempat yang berbatasan itu menghasilkan dikelola secara bersama, itu tentu lebih bagus,” kata Didik, Jumat (12/01/2024) tadi.</p>



<p>Selama ini, untuk pendapatan dari Air Terjun Tumpak Sewu sendiri masuk dalam KLHK. Sementara, Pemkab Malang hanya mendapatkan bagian retribusi saja. Untuk kunjungan wisatawan pada destinasi, juga sangat signifikan sehingga menambah potensi ekonomi Kabupaten Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Iya, sejauh ini potensi ekonomi tinggi. Karena Air Terjun Tumpak Sewu itukan suatu destinasi yang luar biasa, apalagi kalau diviralkan di media sosial maka menjadi sasaran pengunjung,” katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, jika permasalahan ini juga sudah dibicarakan bersama dengan Bakorwil 3 Malang. Namun, masih alot karena ego sektoral. Sehingga, hal itu menurutnya harus dicarikan solusi yang terbaik.</p>



<p>“Jadi kemarin, itu alotnya di pengelolaan. Karena saat ini, masih melibatkan Pokdarwis. Tetapi kalau ada kerja sama antar daerah itu lebih bagus, tinggal kesanggupan dari masing-masing daerah untuk saling berinvestasi. Namun, Provinsi Jawa Timur nanti yang membuat keputusan,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk keinginan dari Pemkab Malang sendiri yaitu masuknya jalur wisatawan di satu pintu yang berada di wilayah Kabupaten Malang. Namun, dalam hal ini juga masih duduk bersama untuk mencari jalan tengahnya.</p>



<p>“Nanti Bakorwil yang berkewajiban untuk memberikan jalan tengah, bagaimana diantara kedua Pemda ini duduk bersama. Karena masyarakat ini kan dalam kesatuan NKRI juga,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204401</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berkah Tahun Baru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Jadi Magnet Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/berkah-tahun-baru-wisata-air-terjun-tumpak-sewu-lumajang-jadi-magnet-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2024 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[tumpak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204087</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Panorama keindahan alam Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang, selalu menyimpan pesona magis yang tidak terbantahkan. Pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, keindahan alam spektakuler tersebut bukan hanya menjadi magnet bagi para wisatawan domestik, tetapi juga menarik perhatian para pelancong mancanegara. Setiap harinya, kawasan wisata tersebut dipenuhi oleh kerumunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Panorama keindahan alam Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang, selalu menyimpan pesona magis yang tidak terbantahkan.</p>



<p>Pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, keindahan alam spektakuler tersebut bukan hanya menjadi magnet bagi para wisatawan domestik, tetapi juga menarik perhatian para pelancong mancanegara. Setiap harinya, kawasan wisata tersebut dipenuhi oleh kerumunan wisatawan yang terpesona oleh kecantikan alam yang luar biasa.</p>



<p>Seorang Tour Guide, Dedy Kristanto, yang mengabdi di Mahameru Outbound, berseru gembira tentang lonjakan pengunjung yang signifikan sejak awal liburan Natal. &#8220;Alhamdulillah, liburan ini tiap hari selalu ada tamu. Yang paling banyak, saya bawa dari wisman Asia, terutama China,&#8221; ungkapnya, Rabu (03/01/2023) tadi.</p>



<p>Wisatawan mancanegara tidak hanya membawa berkah bagi para Tour Guide seperti Dedy, tetapi juga memberikan angin segar bagi para pemilik usaha UMKM dan homestay di sekitar kawasan Tumpak Sewu. Kunjungan yang padat dari para pelancong tersebut, memberikan dampak positif pada perekonomian lokal dan menciptakan gelombang keberlanjutan bagi para pelaku usaha di daerah itu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bukan hanya itu, Mahameru Outbound juga merasakan keuntungan dari permintaan berlebihan oleh instansi pemerintahan yang memilih Kecamatan Pronojiwo sebagai destinasi Outbound Capacity Building. &#8220;Banyak dari kantor-kantor yang memilih kami untuk outbound. Kami menyediakan paket wisata Lava Tour dan Outbound, berkeliling di aliran lahar Gunung Semeru, menikmati spot alam yang indah, juga ada outbound untuk meningkatkan kekompakan pegawai. Dan tentunya, kami selalu mengakhiri perjalanan di Tumpak Sewu,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dedy juga memberikan rekomendasi beberapa spot wisata di Kecamatan Pronojiwo, seperti Air Terjun Goa Tetes, Wisata Sarkawi, Air Terjun Kapas Biru, dan Coban Sriti. Di samping itu, ada juga kawasan hutan pinus yang asri dan keindahan alam Simbar Semeru yang dapat dinikmati oleh para wisatawan yang mencari petualangan dan kedamaian alam yang tak terlupakan.</p>



<p>Dengan gemuruh kunjungan yang terus meningkat, Tumpak Sewu tetap menjadi destinasi unggulan yang mampu menghidupkan roda perekonomian lokal, memberikan kebahagiaan bagi wisatawan, dan merajut kenangan tak terlupakan di setiap sudutnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204087</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
