<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>terkesima &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/terkesima/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Jul 2024 10:58:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>terkesima &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ribuan Pasang Mata Dibuat Terkesima Saksikan Keseruan Banyuwangi Etno Carnival</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-pasang-mata-dibuat-terkesima-saksikan-keseruan-banyuwangi-etno-carnival</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[keseruan]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[saksikan]]></category>
		<category><![CDATA[terkesima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211776</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Parade fesyen kontemporer Banyuwangi Etno Carnival (BEC) 2024, kembali digelar dengan spektakuler, Sabtu (13/07/2024) tadi. Ribuan pasang mata dibuat terkesima menyaksikan keseruan puluhan talent yang menampilkan aneka kostum di arena BEC. Seperti tidak ada habisnya untuk mengulik kekhasan yang ada di Banyuwangi, BEC kali ini menyajikan berbagai sisik melik potensi desa dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Parade fesyen kontemporer Banyuwangi Etno Carnival (BEC) 2024, kembali digelar dengan spektakuler, Sabtu (13/07/2024) tadi. Ribuan pasang mata dibuat terkesima menyaksikan keseruan puluhan talent yang menampilkan aneka kostum di arena BEC.</p>



<p>Seperti tidak ada habisnya untuk mengulik kekhasan yang ada di Banyuwangi, BEC kali ini menyajikan berbagai sisik melik potensi desa dalam tajuk &#8216;Ndaru Desa: Revival of Village&#8217;. Potensi yang tersebar di 189 desa dan 28 kelurahan di bumi Blambangan tersebut, tersaji apik dalam enam defile.</p>



<p>Defile pertama, menghadirkan warisan budaya yang masih lestari di berbagai desa di Banyuwangi. Seperti halnya, kostum dengan nuansa Seblang Olehsari. Dihiasi dengan omprog hijau dan seperangkat gamelan, tersaji atraktif melukiskan budaya agraris yang telah berusia ratusan tahun itu.</p>



<p>Disusul kemudian, dengan defile keindahan alam yang membentang di ujung Timur Jawa ini. Nuansa hijau mendominasi warna kostum yang ditampilkan. Menandakan keasrian dan kelestarian alam Banyuwangi yang baru saja ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark. Dipadu dengan kekayaan geologi dan keindahan lautnya.</p>



<p>“Tema ini sengaja kami angkat untuk menekankan pentingnya menghidupkan kembali potensi dan kegiatan lokal dari desa-desa di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Desa, tambah Bupati Ipuk, tidak semata harus memperkuat identitas lokalnya dengan beragam budaya dan potensi alam. Namun, juga tentang bagaimana desa beradaptasi dengan berbagai inovasi dan kemajuan teknologi.</p>



<p>“Smart Kampung yang dimulai dari desa, sejatinya adalah upaya bagaimana kita semua harus bergegas menyongsong berbagai kemajuan zaman. Mewujudkan kesejahteraan dengan berbagai inovasi,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Spirit inovasi dan penggunaan teknologi, lanjutnya, itu kemudian ditampilkan dalam defile berikutnya. Aneka kostum yang menyajikan beragam inovasi dan inklusifitas pemerintahan desa dalam penerapan teknologi digital terejawantah pada kostum-kostum yang futuristik.</p>



<p>Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, yang turut hadir dan menyaksikan langsung mengapresiasi pagelaran yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) tersebut. “Saya melihat event ini bisa jadi acuan bagi penyelenggaraan Kharisma Event Nusantara (KEN) di beberapa daerah lainnya,” ujarnya.</p>



<p>Selain Sandiaga Uno, pagelaran BEC kali ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri lainnya. Antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimuljo dan Menpan RB Abdullah Azwar Anas. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211776</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Sarana Prasarana dan Program Pembinaan Kerja Lapas Kelas 1 Malang, Kapusbangtin Dibuat Terkesima</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-sarana-prasarana-dan-program-pembinaan-kerja-lapas-kelas-1-malang-kapusbangtin-dibuat-terkesima</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jun 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[kapusbangtin]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[kerja,]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[Lapas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembinaan]]></category>
		<category><![CDATA[prasarana]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sarana]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[terkesima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192036</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepala Pusat Pengelolaan Data dan Informasi Penelitian Hukum dan HAM (Pusbangtin) Balitbang Kemenkumham RI, R Natanegara Kartika Purnama, mendatangi Lapas Kelas 1 Malang, Kanwil Kemenkumham Jatim, Selasa (27/06/2023) tadi. Dalam kunjungan kerjanya itu, untuk melihat langsung kondisi Lapas Kelas 1 Malang. Mengawali kunjungan, rombongan Pusbangtin disambut langsung oleh Kalapas Kelas I [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kepala Pusat Pengelolaan Data dan Informasi Penelitian Hukum dan HAM (Pusbangtin) Balitbang Kemenkumham RI, R Natanegara Kartika Purnama, mendatangi Lapas Kelas 1 Malang, Kanwil Kemenkumham Jatim, Selasa (27/06/2023) tadi. Dalam kunjungan kerjanya itu, untuk melihat langsung kondisi Lapas Kelas 1 Malang.</p>



<p>Mengawali kunjungan, rombongan Pusbangtin disambut langsung oleh Kalapas Kelas I Malang, Heri Azhari beserta pejabat struktural Lapas Kelas 1 Malang. Selanjutnya, peninjauan dilakukan dengan melihat secara langsung sarana prasarana dan program pembinaan kerja yang dilakukan di Lapas Kelas I Malang.</p>



<p>Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2023 tentang Kemenkumham, Pusat Pengelolaan Data dan Informasi Penelitian Hukum dan HAM (Pusbangtin) melakukan koordinasi dan sinkronisasi strategi kebijakan di bidang hukum dan HAM. Hal ini dilakukan, dengan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan analisis dan pemberian rekomendasi strategi kebijakan di bidang hukum dan HAM.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kapusbangtin ditemani Kalapas Kelas 1 Malang, selanjutnya melihat langsung semua sarana prasarana yang berada di dalam Lapas. Rombongan juga melihat langsung Program Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).</p>



<p>Dalam kunjungan itu, Kapusbangtin tampak antusias melihat langsung program pelatihan kerja. Dirinya melakukan peninjauan langsung ke berbagai kegiatan program pembinaan kemandirian mulai dari Sanggar Seni Lukis, Budidaya Jamur dan Anggrek, Tempat Pengolahan Limbah yang melakukan Produksi Pupuk Organik Cair &#8216;Prisma Solution&#8217;.</p>



<p>Setelah melihat secara langsung dan mengetahui lebih dekat, R Natanegara Kartika Purnama, memberikan apresiasi pada pengembangan Program Pembinaan Kemandirian di Lapas Kelas I Malang. Dirinya tidak menyangka, kalau Baglog Jamur dan Pakan Ayam di Lapas Kelas 1 Malang sudah sampai luar pulau.&nbsp; &#8220;Kami sangat mengapresiasi pada pengembangan Program Bimbingan Memandirian di Lapas Kelas 1 Malang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kalapas Kelas I Malang, Heri Azhari, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kapusbangtin Balitbang Kemenkumham RI. &#8220;Kami berharap dengan peninjauan langsung dapat membantu pemberian rekomendasi strategi kebijakan di bidang hukum dan HAM,&#8221; tegasnya.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192036</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
