<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Terminal Mulyorejo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/terminal-mulyorejo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Oct 2019 11:23:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Terminal Mulyorejo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Soal Terminal Mulyorejo Perlu Soroti Sejarah</title>
		<link>https://memontum.com/soal-terminal-mulyorejo-perlu-soroti-sejarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2019 12:56:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[protes pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal Mulyorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=90127</guid>

					<description><![CDATA[Gejolak di kawasan Terminal Mulyorejo ini tidak lepas dari sejarah perpindahan kios pasar yang dulu berada di dekat kantor balai desa. Tahun 1990-an, ada pasar rakyat dan disebut pasar Mulyorejo Wagir&#8211;karena dulu disebut-sebut masuk Kecamatan Wagir. &#8220;Dulu pasar rakyat Mulyorejo, sekarang jadi kantor LPMK, dulu ngemper dhisik, istilahe. Pada akhirnya, tidak ada lahan buat kantor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gejolak di kawasan Terminal Mulyorejo ini tidak lepas dari sejarah perpindahan kios pasar yang dulu berada di dekat kantor balai desa. Tahun 1990-an, ada pasar rakyat dan disebut pasar Mulyorejo Wagir&#8211;karena dulu disebut-sebut masuk Kecamatan Wagir.</p>
<p>&#8220;Dulu pasar rakyat Mulyorejo, sekarang jadi kantor LPMK, dulu ngemper dhisik, istilahe. Pada akhirnya, tidak ada lahan buat kantor itu trus direncanakan, urunan buat beli tanah di pojok,&#8221; cerita seorang warga.</p>
<div id="attachment_90130" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_11_55_21-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-90130" decoding="async" class="size-full wp-image-90130" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_11_55_21-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="SEJARAH : Dulu berasal dari pasar Mulyorejo. (sos)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_11_55_21-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_11_55_21-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_11_55_21-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_11_55_21-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_11_55_21-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-90130" class="wp-caption-text"><strong>SEJARAH : Dulu berasal dari pasar Mulyorejo. (sos)</strong></p></div>
<p>Sekitar tahun 1996-an, pihak kelurahan menawari pindah ke terminal. Pertimbangannya, karena masih ada lahan kosong. Tawaran itu juga direncanakan akan dibangunkan sekolahan.</p>
<p>Sayangnya, rencana itu (bangun sekolah&#8211;red) batal. Suasana di terminal tidak membantu perjuangan jual beli para pemilik kios. Pemilik kios beberapa silih berganti dengan sistem jual beli kios.</p>
<p>Diceritakan Jai, ketua Paguyuban, pada masanya, puluhan pedagang pasar mau pindah agar lahan terminal menjadi ramai. Dari Pemkot sempat memberi dana dalam pemindahannya dan pemilik kios diminta mencicil.</p>
<p>Di pertengahan jalan, cicilan kemudian dibebaskan sesuai kesepakatan sejumlah pihak. Seorang pemilik kios kemudian menunjukkkan surat bukti berhak menempati kiosnya. Surat itu berupa perjanjian jual beli dan penempatan kios. Surat ditandatangani Lurah waktu itu, Pak Mulyono.</p>
<p>Belasan pemilik kios tersebut, tercatat sebagai warga RT 05/RW03 Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Mereka memiliki Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga setempat.</p>
<p>Lalu bagaimana situasi jual beli di kawasan itu? Setiap hari, kawasan teminal tidak selalu ramai. Malah lebih sering sepi. Bertahun-tahun, tidak ada penarikan dari pihak terminal.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="http://Pemilik Kios Mulyorejo Terancam “Diusir”" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Pemilik Kios Mulyorejo Terancam “Diusir”</a></p>
<p>&#8220;Belum tentu punya pendapatan klo di sini. Kadang seminggu, ya bisa jual satu cincin akik. Itupun teman,&#8221; ujar pemilik kios bernomor B6, Moh Yusuf. Selama 8 tahun ia menempati kios ukuran 4&#215;3 m2 sebagai penjual akik.</p>
<p>Begitu juga nasib Sirman. Pemilik kios terlama di kawasan itu. Ia berjualan es campur. Dengan tarikan sewa kontrak pihak Terminal, ia sangat keberatan. Penghasilannya tidak sanggup memenuhi aturan tarikan terminal.</p>
<p>Menurutnya, lebih baik dipindah ke pasar lama atau tempat asal muasal dahulu. &#8220;Ya kalau ditarik, saya mau pindah (dipindahkan&#8211;red) ke tempat lama,&#8221; keluh pemilik kios sepuh ini kepada Memontum.com. <strong>(sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">90127</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemilik Kios Mulyorejo Terancam &#8220;Diusir&#8221;</title>
		<link>https://memontum.com/pemilik-kios-mulyorejo-terancam-diusir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2019 12:53:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[protes pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal Mulyorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/90120-pemilik-kios-mulyorejo-terancam-diusir</guid>

					<description><![CDATA[Protes Penarikan Kontrak Kepala Terminal &#160; Memontum Malang &#8211; Puluhan pemilik kios di lingkungan Terminal Mulyorejo, Senin (12/8/2019) siang mendatangi balai desa untuk menemui Lurah Mulyorejo. Kedatangan puluhan warga ini terkait undangan pihak Terminal soal penarikan kontrak penempatan kios. &#8220;Denger- denger disuruh sediakan uang Rp 1-2 juta untuk kontrak pihak Terminal. Yang gak jualan,&#8221;disuruh keluar&#8221;. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Protes Penarikan Kontrak Kepala Terminal</strong></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Puluhan pemilik kios di lingkungan Terminal Mulyorejo, Senin (12/8/2019) siang mendatangi balai desa untuk menemui Lurah Mulyorejo. Kedatangan puluhan warga ini terkait undangan pihak Terminal soal penarikan kontrak penempatan kios.</p>
<p>&#8220;Denger- denger disuruh sediakan uang Rp 1-2 juta untuk kontrak pihak Terminal. Yang gak jualan,&#8221;disuruh keluar&#8221;. Sudah ada satu pemilik kios yang &#8220;dikeluarkan&#8221;, dibawa ke panti jompo,&#8221; ungkap seorang pemilik kios.</p>
<div id="attachment_90122" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-90122" decoding="async" class="size-full wp-image-90122" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_10_04_00-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="PROTES : Pemilik kios di balai desa Mulyorejo. (sos) " width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_10_04_00-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_10_04_00-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_10_04_00-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_10_04_00-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_10_04_00-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-90122" class="wp-caption-text"><strong>PROTES : Pemilik kios di balai desa Mulyorejo. (sos) </strong></p></div>
<p>&#8220;Kami ditarik iuran Rp 10 ribu per bulan ke terminal selama ada kepala baru. Alasannya buat kebersihan. Nyatanya kita bersihkan sendiri-sendiri,&#8221; ungkap pemilik kios lainnya.</p>
<p>Selain penarikan sewa kontrak itu, beberapa warga juga menyayangkan &#8220;sikap keras&#8221; Linda selaku Kepala Terminal. Linda sendiri, baru dilantik sejak 2 Februari 2019 lalu. Ia mendapat tugas soal pengelolaan 3 terminal, termasuk Mulyorejo.</p>
<p>Siang hari, diceritakan pemilik kios, sang kepala terminal mendatangi satu per satu kios. Ia menyebut pemilik kios tidak berhak menempati kawasan terminal. Pihaknya saat itu melakukan pendataan para pemilik kios.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-90121" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_10_29_06-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_10_29_06-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_10_29_06-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_10_29_06-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_10_29_06-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/Pic_2019_08_12_10_29_06-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Selain warga parkir ditarik, ada juga yang ditarik bulanan Rp 300 ribu. KTP KK dianggap gak sah,&#8221; ungkap seorang warga.</p>
<p>Di kawasan terminal, berdiri 25-an kios lapak pedagang. Ukurannya berbeda-beda. Ada yang 3&#215;9 m2, ada pula 4&#215;3 m2. Sebagian pemilik kios tercatat sebagai warga RT setempat dan puluhan tahun (23 tahun terlama&#8211;red) menempatinya dengan kondisi sepi pembeli.</p>
<p>&#8220;Iya benar 23 an kios. Belasan memiliki KTP sini. Saya tidak tahu jelas sejarahnya perpindahan yang paham ketua paguyubannya,&#8221; cerita ketua RT 05,.</p>
<p>Senin (12/8/2019) pagi hingga tengah siang, pemilik kios masih menunggu kedatangan Lurah Mulyorejo. Sang lurah pun tak kunjung datang. Belakangan, Lurah Mulyorejo datang di terminal saat berlangsung pertemuan antara pemilik kios dan pihak terminal.</p>
<p>Menurut warga, sudah ada komunikasi atau pertemuan dengan pihak terminal. Namun sayangnya, menurut warga, dalam pertemuan pertama, sudah ada &#8220;tekanan&#8221;. Tekanan bernada ancaman itu menyebut &#8220;pengusiran&#8221; pemilik kios jika tidak menuruti aturan terminal.</p>
<p>Diceritakan pemilik kios, 4 bulan lalu para pemilik kios bertemu dengan pihak terminal.&#8221;Setelah kian lama tidak ada masalah. Kemudian mau diambilalih dishub. Tidak mengakui KK/KTP meski beralamat di alamat terminal dalam,&#8221; ucap pemilik kios.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak bisa (sepakat&#8211;red), balik aja ke yang dulu (tempat pasar lama&#8211;red). Elek-elek ritek (jelek-jelek),&#8221; bu Susana, pemilik kios terlama. Susana dan pemilik kios lainnya kemudian membicarakan soal surat undangan tanpa stempel dan &#8220;coretan kata Arjosari&#8221; dari pihak terminal.<strong> (sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">90120</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
