<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ternak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ternak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Feb 2026 12:07:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ternak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cegah PMK Hewan Ternak, Dispangtan Kota Malang Lakukan Vaksinasi 1.000 Dosis</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-pmk-hewan-ternak-dispangtan-kota-malang-lakukan-vaksinasi-1-000-dosis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229936</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ditemukannya dua kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Kecamatan Lowokwaru pada Januari 2026 lalu, membuat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan langsung bergerak melakukan langkah pencegahan. Salah satunya, seperti yang dilakukan, Selasa (03/02/2026) tadi. Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ditemukannya dua kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Kecamatan Lowokwaru pada Januari 2026 lalu, membuat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan langsung bergerak melakukan langkah pencegahan. Salah satunya, seperti yang dilakukan, Selasa (03/02/2026) tadi.</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa dua kasus PMK yang sempat ditemukan tersebut telah tertangani dan dinyatakan sembuh. Meski begitu, upaya pencegahan tetap dilakukan melalui vaksinasi massal terhadap ternak sapi.</p>



<p>“Di Januari, itu ada dua kasus PMK di Lowokwaru dan alhamdulillah sudah sembuh. Untuk pencegahan, kami melaksanakan vaksinasi 1.000 dosis untuk populasi sekitar 2.500 sapi yang ada di Kota Malang,” ujar Slamet.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa vaksinasi tahap pertama ini menyasar sejumlah wilayah, dimulai dari Kecamatan Kedungkandang, kemudian dilanjutkan ke Lowokwaru dan Sukun. Setelah seluruh dosis tahap pertama tersalurkan, Dispangtan akan kembali mengajukan tambahan vaksin ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.</p>



<p>“Setelah 1.000 dosis ini habis, kami akan mengajukan vaksinasi tahap kedua ke provinsi,” katanya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa dengan adanya dua sapi yang sempat terdeteksi, penanganan dilakukan langsung di kandang dengan pengobatan intensif. “Ciri PMK itu ada luka di mulut dan kuku kaki sapi. Penanganannya berupa pengobatan, pemberian vitamin, serta penyemprotan disinfektan di kandang,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hingga saat ini, Dispangtan memastikan tidak ditemukan kasus PMK baru di Kota Malang. Selain vaksinasi, upaya pencegahan juga dilakukan melalui pembagian vitamin serta disinfektan untuk kandang ternak. Slamet juga mengimbau para peternak agar segera melapor jika menemukan gejala PMK pada ternaknya.</p>



<p>“Jika ada sapi dengan luka di mulut atau kaki, keluar lendir berlebihan, dan jalannya pincang, mohon segera melapor ke Dispangtan Kota Malang, khususnya Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan,” tegasnya.</p>



<p>Terkait lalu lintas hewan ternak, Slamet menegaskan bahwa setiap pergerakan sapi antarwilayah wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Koordinasi dengan pemerintah provinsi juga terus dilakukan untuk memantau daerah-daerah dengan tingkat kasus PMK tinggi.</p>



<p>Sementara itu, Peternak Sapi di RW 06 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Paito, menyambut baik program vaksinasi tersebut. Dirinya mengaku penyuluhan dan vaksinasi membuat peternak lebih tenang.</p>



<p>“Alhamdulillah sapi saya sudah divaksin. Sekarang jarang yang kena PMK. Dulu sebelum divaksin, banyak yang sakit bahkan ada yang mati,” ujarnya.</p>



<p>Menurut Paito, vaksinasi membuat peternak tidak lagi diliputi kekhawatiran berlebihan terhadap PMK. “Kalau dulu belum divaksin, kena PMK itu susah diobati, sapi tidak mau makan dan harganya jatuh. Sekarang alhamdulillah lebih tenang,” imbuh Paito. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229936</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasar Hewan Lumajang Kembali Dibuka, Pemkab Imbau Agar Ternak yang Dijual Bebas dari PMK</title>
		<link>https://memontum.com/pasar-hewan-lumajang-kembali-dibuka-pemkab-imbau-agar-ternak-yang-dijual-bebas-dari-pmk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[dijual]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218868</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Setelah sempat ditutup selama 10 hari akibat status keadaan darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pasar hewan di Kabupaten Lumajang kembali dibuka, Sabtu (01/02/2025) tadi. Pembukaan ini, tentunya menjadi angin segar bagi para peternak dan pedagang. Meskipun, tetap disertai dengan kewaspadaan tinggi terhadap potensi penyebaran PMK. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Setelah sempat ditutup selama 10 hari akibat status keadaan darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pasar hewan di Kabupaten Lumajang kembali dibuka, Sabtu (01/02/2025) tadi. Pembukaan ini, tentunya menjadi angin segar bagi para peternak dan pedagang. Meskipun, tetap disertai dengan kewaspadaan tinggi terhadap potensi penyebaran PMK.</p>



<p>Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Endra Novianto, mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dan peternak dalam mengendalikan penyebaran PMK di pasar hewan. &#8220;Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi dalam pencegahan PMK. Salah satunya, seperti ternak yang akan dijual dalam kondisi sehat dan bebas dari gejala PMK. Jika ditemukan ternak yang menunjukkan tanda-tanda PMK, sebaiknya tidak dijual,&#8221; katanya, Sabtu (01/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk memastikan keamanan ternak, lanjutnya, pemerintah daerah terus menggalakkan berbagai langkah strategis. Termasuk, vaksinasi massal guna meningkatkan daya tahan ternak terhadap PMK. Selain itu, pengawasan di pasar hewan juga diperketat dengan penerapan prosedur kesehatan hewan yang lebih ketat.</p>



<p>“Kami sudah melakukan berbagai upaya, termasuk vaksinasi untuk meningkatkan imun ternak. Masyarakat juga diimbau untuk melakukan deteksi mandiri dan segera melaporkan jika menemukan ternak yang bergejala,” tambahnya.</p>



<p>Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, ungkapnya, diharapkan aktivitas jual beli di pasar hewan dapat kembali berjalan normal tanpa meningkatkan risiko penyebaran PMK. Pemkab Lumajang berkomitmen untuk terus mendukung kesejahteraan peternak sekaligus menjaga kesehatan ternak di Lumajang. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218868</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Banyuwangi Lakukan Langkah Strategis Tekan Penyebaran PMK ke Hewan Ternak</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-banyuwangi-lakukan-langkah-strategis-tekan-penyebaran-pmk-ke-hewan-ternak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2025 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[strategis]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218187</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi terus melakukan langkah antisipatif untuk menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Selain vaksinasi rutin, Pemkab Banyuwangi juga gencar melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah pasar hewan dan peternakan. Hal ini, seperti yang disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Selasa (07/01/2025) tadi. &#8220;Upaya penanganan PMK terus kami lakukan. Bahkan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi terus melakukan langkah antisipatif untuk menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Selain vaksinasi rutin, Pemkab Banyuwangi juga gencar melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah pasar hewan dan peternakan.</p>



<p>Hal ini, seperti yang disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Selasa (07/01/2025) tadi.</p>



<p>&#8220;Upaya penanganan PMK terus kami lakukan. Bahkan, berbagai langkah antisipatif kami lakukan dalam upaya menekan penyebaran PMK pada hewan ternak,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, menyebutkan bahwa sejumlah kasus PMK telah ditemukan di Banyuwangi. Yakni, terdapat 17 kasus PMK pada Desember 2024 dan 5 kasus pada Januari 2025.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Arief Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran PMK. Diantaranya, menggencarkan vaksinasi pada hewan ternak seperti sapi, domba, kambing dan babi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Sebanyak 65 persen dari total populasi ternak di Banyuwangi sudah divaksin,” kata Arief.</p>



<p>Arief juga menjelaskan, bahwa seminggu sekali ada tim khusus yang melakukan penyemprotan disinfektan, pemeriksaan kondisi kesehatan hewan ternak di pasar hewan hingga sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi (KIE) kepada para para peternak. Sementara untuk menekan penyebaran PMK, peternak juga diimbau memperkuat biosekuriti di kandang ternak, dengan membatasi lalu lintas orang di dalam kandang, kecuali tenaga kesehatan hewan.</p>



<p>“Kami juga melarang peternak untuk mendatangkan ternak baru dari kabupaten lain. Apalagi yang kondisi kesehatannya belum jelas,” tambah Arief.</p>



<p>Ditambahkan Ketua Persatuan Kesehatan Hewan dan Kedokteran Hewan, drh Nanang Sugiarto, agar masyarakat tidak terlalu khawatir namun tetap waspada terhadap penyebaran virus PMK. “Jangan terlalu khawatir. Jika ada gejala PMK, segera pisahkan dari kandang dan laporkan ke petugas untuk mendapatkan pengobatan,” jelas Nanang.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa PMK bukanlah penyakit zoonosis sehingga tidak menular ke manusia. “Dengan demikian, nyatanya daging ternak yang terinfeksi PMK tetap aman dikonsumsi manusia,” imbuhnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218187</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, Dispangtan Kota Malang Imbau Peternak Tak Beli Ternak Baru</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-penyebaran-penyakit-mulut-dan-kuku-dispangtan-kota-malang-imbau-peternak-tak-beli-ternak-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218101</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mengimbau para peternak untuk sementara waktu tidak membeli ternak baru. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak yang menjadi salah satu penyebab utama penyebaran penyakit. Sementara himbauan itu disampaikan, menyusul Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mengimbau para peternak untuk sementara waktu tidak membeli ternak baru. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak yang menjadi salah satu penyebab utama penyebaran penyakit.</p>



<p>Sementara himbauan itu disampaikan, menyusul Kota Malang yang sudah ada 25 kasus PMK dan terjadi di Desember 2024. Karena itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap lalu lintas ternak.</p>



<p>&#8220;Kami meminta peternak untuk tidak membeli ternak baru dulu, kecuali ternak yang benar-benar sehat, sudah divaksin dan memiliki sertifikat kesehatan. Penyakit bisa muncul akibat lalu lintas hewan yang tidak terkontrol, termasuk melalui kendaraan atau orang yang membawa virus,” jelas Anton, Sabtu (04/01/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam hal ini Dispangtan Kota Malang juga mengoptimalkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada para peternak. Tentunya, sosialisasi yang diberikan juga meliputi informasi tentang bahaya PMK, pentingnya desinfeksi kandang, serta pemberian obat cacing.</p>



<p>“Kami juga melakukan pengobatan jika ditemukan ternak dengan gejala PMK. Harapannya, langkah ini dapat mencegah penyebaran lebih luas,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dari 25 kasus yang telah dilaporkan, 19 ekor sapi telah dinyatakan sembuh, dua ekor dipotong paksa dan empat lainnya masih dalam proses pengobatan. Untuk saat ini Dispangtan Kota Malang juga sedang menunggu petunjuk lebih lanjut terkait dengan vaksinasi hewan ternak.</p>



<p>&#8220;Kami juga menganjurkan peternak yang mampu untuk membeli vaksin secara mandiri melalui distributor. Sehingga harapannya ketersediaan vaksin di Kota Malang segera terpenuhi agar pencegahan dapat dilakulan lebih optimal,” imbuh Anton. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218101</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lihat UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak, Plt Bupati Malang Beri Masukan Penting untuk Disnak</title>
		<link>https://memontum.com/lihat-upt-pembibitan-dan-pengolahan-hasil-ternak-plt-bupati-malang-beri-masukan-penting-untuk-disnak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[disnak]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masukan]]></category>
		<category><![CDATA[pembibitan]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216174</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menggelar kunjungan kerja ke UPT (unit pelaksana teknis) Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak Malang, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Malang, yang berlokasi di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Selasa (05/11/2024) tadi. Dalam kunjungannya itu, Plt Bupati juga menyempatkan diri untuk meninjau ruang produksi pembuatan keju Gouda. Termasuk, melihat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menggelar kunjungan kerja ke UPT (unit pelaksana teknis) Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak Malang, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Malang, yang berlokasi di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Selasa (05/11/2024) tadi.</p>



<p>Dalam kunjungannya itu, Plt Bupati juga menyempatkan diri untuk meninjau ruang produksi pembuatan keju Gouda. Termasuk, melihat secara langsung keberadaan 38 ekor sapi yang dikelola di kandang milik UPT di bawah pengawasan Dinas Peternakan Kabupaten Malang.</p>



<p>Plt Bupati Didik pun berharap, agar UPT ini ke depan akan semakin produktif. Kemudian, untuk jumlah produksinya juga semakin meningkat, terutama dalam produksi keju murni jenis Gouda yang dibandrol Rp 180 ribu perkilogram.</p>



<p>&#8221;Kunjungan yang saya lakukan ini untuk melihat UPT secara dekat. Termasuk, untuk memastikan bahwa produksi keju milik kita ini bisa terus berproduksi. Karena ini yang pertama dan juga berproduksi cukup lama. Hanya saja, karena jumlah produksinya naik turun dikarenakan keberadaan bahan bakunya dari sapi yang kita kelola di UPT ini, itu diketahui makin hari makin menyusut jumlahnya,&#8221; ujar Plt Bupati Didik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="426" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/11/Lihat-UPT-Pembibitan-dan-Pengolahan-Hasil-Ternak-Plt-Bupati-Malang-Beri-Masukan-Penting-untuk-Disnak-2.jpg?resize=600%2C426&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-216176" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/11/Lihat-UPT-Pembibitan-dan-Pengolahan-Hasil-Ternak-Plt-Bupati-Malang-Beri-Masukan-Penting-untuk-Disnak-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/11/Lihat-UPT-Pembibitan-dan-Pengolahan-Hasil-Ternak-Plt-Bupati-Malang-Beri-Masukan-Penting-untuk-Disnak-2.jpg?resize=300%2C213&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>


<p></p>



<p>Melalui kunjungan ini, ujarnya, tentu hal ini harus di evaluasi. Apa yang menjadi kendala dan perlu langkah-langkah apa, akan diberikan masukan. &#8220;Sehingga, langkah-langkah ke depan yang harus diselesaikan bagaimana, ini supaya Dinas Peternakan ini tercatat menjadi dinas penghasil. Makanya, perlu dilakukan evaluasi dan masukan, agar unit ini setiap tahunnya tidak boleh selalu merugi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dengan adanya kunjungan itu, Plt Bupati Didik berharap agar jajaran UPT dan Dinas Peternakan bisa meningkatkan inovasinya. Termasuk, menggairahkan kerja, kinerja serta mencari jalan keluar.</p>



<p>Dalam kunjungan itu, dirinya juga menegaskan bahwa untuk kapasitas kandang UPT sebenarnya layak. Hanya saja, isinya yang kosong dan keberadaan sapinya tercatat tidak semuanya bisa diperah. Dari laporan, produksi susu perah dapat menghasilkan 8 sampai 10 liter perhari untuk perekornya.</p>



<p>&#8221;Hal ini perlu dievaluasi juga apa penyebabnya? Apakah memang sapinya sudah tua atau hal lainnya. Saya berharap ada solusi yang harus diselesaikan. Apakah perlu penambahan jumlah sapi yang ada di dalam, atau dimungkinkan untuk dikerjasamakan. Sehingga, unit pengelola dan produksi keju ini bisa dimaksimalkan karena produknya sudah bagus,&#8221; tegas Plt Bupati Didik. <strong>(kom/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216174</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Laporan Warga Soal Harimau Makan Ternak, BKSDA Bengkulu Pasang Tiga Perangkap</title>
		<link>https://memontum.com/respon-laporan-warga-soal-harimau-makan-ternak-bksda-bengkulu-pasang-tiga-perangkap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Sep 2024 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[harimau]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[perangkap]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214765</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bengkulu &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu kembali memasang tiga perangkap harimau di dua kecamatan di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara. Perangkap tersebut, disertai dengan kamera pemantau atau trap. &#8220;Ada tiga perangkap, yakni satu di Kecamatan Pinang Raya dan dua di Kecamatan Napal Putih. Pada perangkap tersebut, ada yang dipasang kamera pemantau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bengkulu</strong> &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu kembali memasang tiga perangkap harimau di dua kecamatan di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara. Perangkap tersebut, disertai dengan kamera pemantau atau trap.</p>



<p>&#8220;Ada tiga perangkap, yakni satu di Kecamatan Pinang Raya dan dua di Kecamatan Napal Putih. Pada perangkap tersebut, ada yang dipasang kamera pemantau dan ada yang tidak dipasang,&#8221; kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Provinsi Bengkulu, Said Jauhari, Minggu (29/09/2024) tadi.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, bahwa pemasangan alat perangkap harimau tersebut dilakukan guna menindaklanjuti laporan masyarakat bahwa harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), telah masuk ke kawasan permukiman masyarakat. Bahkan, telah memangsa hewan ternak milik warga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Umpan yang dipasang pada alat perangkap tersebut berupa kambing dan sisa sapi, yang telah dimakan oleh harimau sumatera di Desa Gembung Raya dan Kinal Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menurut Said, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, terpantau dua ekor harimau yang berada di Kecamatan Napal Putih dan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara. Sementara terkait pemasangan, pihaknya meminta agar masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri, jika bertemu atau melihat harimau. Sehingga, dapat membahayakan diri mereka dan satwa liar.</p>



<p>Sebelumnya, pada Sabtu (21/09/2024) lalu, Kepolisian Sektor (Polsek) Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, menerima laporan bahwa terdapat hewan ternak milik warga Desa Kinal, Kecamatan Napal Putih, dimangsa oleh harimau pada pukul 02.30 WIB. Selain memangsa hewan ternak jenis sapi, harimau juga memangsa dua ekor anjing pada Jumat (20/09/2024) dan satu ekor anjing pada Sabtu (21/09/2024) lalu.</p>



<p>Sementara BKSDA Provinsi Bengkulu sendiri, beberapa waktu lalu melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Gembung Raya, Kecamatan Napal Putih, terkait penanganan terhadap harimau sumatera. <strong>(ant/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214765</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mudahkan Cari Bibit Berkualitas dan Rangsang Peternak, Pemkab Situbondo Gelar Kontes Ternak</title>
		<link>https://memontum.com/mudahkan-cari-bibit-berkualitas-dan-rangsang-peternak-pemkab-situbondo-gelar-kontes-ternak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 May 2024 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[mudahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak]]></category>
		<category><![CDATA[rangsang]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209955</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) menyelenggarakan event Kontes Ternak Situbondo. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Batalyon 514 Kotakan, berlangsung selama tiga hari atau terakhir, Rabu (29/05/2024) tadi. Kepala Disnakan Kabupaten Situbondo, Achmad Djunaidi, mengatakan bahwa dalam event ini ada 143 ekor sapi dan 26 domba Sapudi. Sehingga, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) menyelenggarakan event Kontes Ternak Situbondo. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Batalyon 514 Kotakan, berlangsung selama tiga hari atau terakhir, Rabu (29/05/2024) tadi.</p>



<p>Kepala Disnakan Kabupaten Situbondo, Achmad Djunaidi, mengatakan bahwa dalam event ini ada 143 ekor sapi dan 26 domba Sapudi. Sehingga, total keseluruhan ada 169 ekor.</p>



<p>“Sapi dan domba Sapudi peserta kontes ternak ini berasal dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Situbondo. Ternak-ternak ini sebelum ikut kontes, sudah divaksin,” katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, tim juri event Kontes Ternak Situbondo ada lima orang, yang terdiri dari satu orang dari BBIB Singosari, dua orang dari akademisi, satu orang ekspert sapi potong dan satu orang dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. “Mereka adalah para juri profesional yang sudah malang melintang dalam penjurian di beberapa kontes ternak. Dan yang pasti, mereka memiliki kecakapan dalam penyeleksian ternak kontes,” imbuh Kepala Disnakan Kabupaten Situbondo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Situbondo ini mengatakan, ada delapan kategori untuk sapi dalam event Kontes Ternak Situbondo ini. Yakni, kategori ekstrem, calon kereman hasil IB, induk hasil IB, induk PO Brahman, calon induk hasil IB. Kemudian, calon induk hasil PO Brahman, pedet betina hasil IB dan pedet betina hasil PO.</p>



<p>Sementara itu, lanjutnya, untuk domba Sapudi ada dua kategori. Yaitu, domba Sapudi jantan serta domba betina. “Total hadiah Kontes Ternak Situbondo 2024 ini sebesar Rp116 juta,” tegas Djunaidi.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengungkapkan bahwa tema event Kontes Ternak Situbondo Tahun 2024 ini adalah &#8216;Kebangkitan sektor peternakan sebagai ujung tombak ketahanan pangan menuju Situbondo berjaya&#8217;. &#8220;Harapannya, para peternak mendapatkan bibit ternak yang berkualitas dalam rangka peremajaan, motivasi dan merangsang peternak untuk memproduksi bibit ternak yang berkualitas, memberi penghargaan kepada peternak yang berprestasi, melakukan promosi calon bibit ternak yang berkualitas dan meningkatkan nilai jual bibit ternak,” ujar Bupati Karna. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209955</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Stok Aman Jelang Puasa, Pj Wali Kota Malang Tinjau Ternak Ayam Broiler</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-stok-aman-jelang-puasa-pj-wali-kota-malang-tinjau-ternak-ayam-broiler</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 11:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[broiler]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa,]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206446</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pastikan stok daging ayam di Kota Malang tetap terjaga hingg menjelang puasa Ramadan, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau salah satu peternak ayam broiler di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Senin (26/02/2024) tadi. Dalam pelaksanaan itu, dirinya juga menyampaikan bahwa pasokan daging ayam tersebut memang bukan hanya untuk warga Kota Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pastikan stok daging ayam di Kota Malang tetap terjaga hingg menjelang puasa Ramadan, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau salah satu peternak ayam broiler di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Senin (26/02/2024) tadi. Dalam pelaksanaan itu, dirinya juga menyampaikan bahwa pasokan daging ayam tersebut memang bukan hanya untuk warga Kota Malang. Sehingga, perlu dilakukan tinjauan agar dapat mengetahui stok dan kebutuhan daging ayam di Kota Malang.</p>



<p>“Walaupun ini tidak hanya untuk sekitar warga Kota Malang, tetapikan bertempat di Kota Malang. Karenanya, perlu juga dipantau untuk mengetahui stok dan kebutuhan daging ayam,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkan Pj Wali Kota, bahwa ternak ayam broiler tersebut menjadi salah satu peternakan modern yang ada di Kota Malang. Bahkan, itu juga memiliki perbedaan yang signifikan dengan peternakan tradisional. Sebab, mampu menampung 40 ribu ekor ayam broiler.</p>



<p>“Ini ada 40 ribu ekor dan ada empat tingkat. Jadi seperti Rusunawa. Untuk pergerakannya, ini memang hanya menerima dari yang kecil sampai besar sampai dengan waktu 32 hari. Setelah 32 hari, itu dikirim lalu lima hari berikutnya dilakukan proses pembersihan dan disinfektan. Setelah itu, menerima ternak yang baru lagi,” terangnya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya jika kelebihan dari peternakan modern itu, yakni mulai dari pemberian makanan, air hingga kelembapan suhu itu semua diatur. Sehingga sangat terkontrol dan secara efisien ruangan lebih kecil. Namun, pastinya menghasilkan daging yang berkualitas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kemudian juga terkait dengan kotoran dan luasannya, kalau peternakan tradisional itu lebih luas. Kha kalau ini, lebih kecil dan hasilnya juga baik. Dari 40 ribu ini, sangat bagus pengelolaannya,” ujarnya.&nbsp;</p>



<p>Sebagai informasi, untuk jumlah peternakan di Kota Malang sendiri, saat ini ada sekitar 28. Satu dengan peternakan modern dan 27 lainnya peternakan tradisional. Dengan masing-masing memiliki luas dan kapasitas yang berbeda.</p>



<p>Sementara itu, pemilik dan pengelola ternak ayam broiler, Hudan Suryo, menyampaikan bahwa cuaca menjadi salah satu kendala untuk peternakan modern tersebut. Itu mempengaruhi pada berat badan ayam broiler.</p>



<p>“Seperti hari ini tadi awalnya kan panas kemudian hujan, lha itu berpengaruh ke pembesaran daging. Beratnya itu bisa turun tidak sesuai dengan grafik,” ucap Hudan.</p>



<p>Lebih lanjut, Hudan menyampaikan jika waktu panen daging ayam tersebut yakni pada usia 28 sampai 35 hari. Untuk per bulannya rata-rata hasil ternak ayam broiler tersebut yakni 82 hingga 87 ton. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206446</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkot Malang Beri Vaksinasi Ratusan Hewan Ternak</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-penyakit-mulut-dan-kuku-pemkot-malang-beri-vaksinasi-ratusan-hewan-ternak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206443</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, mulai mewabah kembali. Mengantisipasi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) melakukan antisipasi. Yakni, dengan melakukan vaksinasi PMK. Seperti yang telah dilakukan di salah satu sapi milik peternak Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (26/02/2024) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, mulai mewabah kembali. Mengantisipasi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) melakukan antisipasi. Yakni, dengan melakukan vaksinasi PMK.</p>



<p>Seperti yang telah dilakukan di salah satu sapi milik peternak Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (26/02/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan vaksin secara langsung dan menyampaikan bahwa pemberian vaksin tersebut sebagai bentuk antisipasi. Meskipun, PMK di Kota Malang sendiri saat ini masih belum ditemukan.</p>



<p>“Di Kota Malang tidak ada temuan PMK. Memang rata-rata PMK sudah menyebar, tetapi kita mengantisipasi supaya tidak terjadi penyebaran di Kota Malang. Sehingga, kita antisipasi secara rutin. Dimana tiap tiga bulan sekali kita akan suntik dari Dispangtan,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika selain mendapatkan vaksin, hewan ternak yang ada di Kota Malang, juga mendapatkan vitamin serta makanan ternak. Apalagi dalam hal ini diberikan secara gratis melalui Dispangtan Kota Malang.</p>



<p>“Selain vaksin, nanti ada pemberian vitamin dan makanan ternak juga. Jadi itu memang diberikan gratis dari Dispangtan,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pj Wali Kota Wahyu juga menyampaikan, bahwa untuk mencegah terjadinya penyebaran PMK, setiap sapi yang masuk ke wilayah Kota Malang harus memiliki surat keterangan sehat. Untuk di Kota Malang sendiri, menurutnya juga tidak ada penyekatan.</p>



<p>&#8220;Sehingga, saya mengimbau pada para peternak sapi agar tetap rutin melakukan konsultasi apabila hewan ternak terjadi gejala. Kemudian juga tetap melakukan suntik vaksinasi dan pemberian vitamin secara rutin. Jadi mencegah penyebaran,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa di Kota Malang sendiri saat ini ada sekitar 1.500 hewan ternak. Untuk di triwulan pertama ditargetkan 800 hewan ternak mendapatkan suntikan vaksinasi.</p>



<p>“Tetapi sampai dengan saat ini sudah ada 700 hewan ternak yang sudah divaksin. Itu sudah kita lakukan sejak Januari, untuk target di triwulan pertama kurang 100 hewan ternak,” kata Slamet.</p>



<p>Untuk kasus PMK di tahun 2024 ini, menurutnya nihil atau tidak ada di Kota Malang. Sementara di tahun 2023 lalu, ada tiga hewan ternak yang mati. Tentu itu mendapatkan ganti rugi dari Pemerintah Kota Malang sebesar Rp 10 juta, perekornya.</p>



<p>“Sehingga kita lakukan antisipasi dengan pemberian vaksin ini. Kalau hewan ternaknya mau di vaksin, nanti tinggal datang ke Dispangtan bidang pertanian dan peternakan. Tidak dipungut biaya, alias gratis,” imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206443</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
