<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>terpantau &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/terpantau/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Dec 2025 16:27:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>terpantau &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Inflasi Kota Malang Jelang Nataru Terpantau Stabil, KPwBI Sebut Harga Masih Terkendali</title>
		<link>https://memontum.com/inflasi-kota-malang-jelang-nataru-terpantau-stabil-kpwbi-sebut-harga-masih-terkendali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[stabil,]]></category>
		<category><![CDATA[terkendali]]></category>
		<category><![CDATA[terpantau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228394</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), kondisi inflasi di Kota Malang tercatat masih stabil. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, bulan November 2025, inflasi 0,16 persen month to month (mtm) lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,31 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi tercatat 2,71 persen (yoy). Kepala Perwakilan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), kondisi inflasi di Kota Malang tercatat masih stabil. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, bulan November 2025, inflasi 0,16 persen month to month (mtm) lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,31 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi tercatat 2,71 persen (yoy).</p>



<p>Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Febrina, menyampaikan bahwa angka tersebut berada di bawah rata-rata Jawa Timur maupun nasional. Bahkan, angka tersebut juga lebih baik dari bulan sebelumnya.</p>



<p>&#8220;Kalau data dari BPS kemarin, inflasi November itu 0,16 persen. Kita masih di bawah Jawa Timur dan nasional,&#8221; ujar Febrina, Rabu (03/12/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa beberapa komoditas memang mengalami kenaikan. Salah satunya, emas perhiasan yang masih memberikan andil terbesar pada kelompok core inflation. Namun secara umum, harga bahan pokok pada awal Desember dinilai masih stabil.</p>



<p>&#8220;Harga-harga di awal Desember ini masih stabil. Pesan Pak Wali, kita di TPID harus menjaga sampai akhir bulan, supaya jelang Nataru tidak terjadi lonjakan tinggi. Kepala Bulog juga tadi sampaikan bahwa stok aman,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk kenaikan harga pada November terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,08 persen. Sejumlah komoditas penyumbang inflasi tertinggi antara lain, emas perhiasan sebesar 0,06 persen, tomat sebesar 0,03 persen, cabai merah sebesar 0,02 persen, bawang merah sebesar 0,02 persen dan kacang panjang sebesar 0,02 persen.</p>



<p>&#8220;Kenaikan komoditas pangan tersebut dipicu penurunan produksi akibat tingginya curah hujan serta meningkatnya permintaan masyarakat,&#8221; katanya.</p>



<p>Meski begitu, inflasi tertahan oleh komoditas yang mengalami deflasi, seperti beras, daging ayam ras dan telur ayam ras. Penurunan harga tersebut terjadi seiring terjaganya pasokan di wilayah Kota Malang.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa tekanan inflasi yang melandai tidak terlepas dari koordinasi aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Selama November, sejumlah langkah telah dilakukan, seperti Gelar Pangan Murah (GPM), pemantauan rutin harga kebutuhan pokok, penanaman cabai serentak, keikutsertaan HLM TPID Provinsi Jawa Timur dan rapat koordinasi mingguan TPID.</p>



<p>&#8220;Program pemerintah seperti GPM dan bantuan pangan sangat berpengaruh. Harapannya stabilitas harga bisa terjaga, apalagi menuju Nataru,&#8221; imbuh Febrina. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228394</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diskopindag Kota Malang Siapkan Digitalisasi di 26 Pasar Rakyat, Kios Ganda Akan Terpantau</title>
		<link>https://memontum.com/diskopindag-kota-malang-siapkan-digitalisasi-di-26-pasar-rakyat-kios-ganda-akan-terpantau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[terpantau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228340</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang mulai mematangkan persiapan digitalisasi manajemen pasar. Bahkan, ada sebanyak 26 pasar rakyat yang ada di Kota Malang, yang ditargetkan masuk dalam database berbasis aplikasi mulai 2025, sebagai langkah menuju penerapan E-retribusi. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang mulai mematangkan persiapan digitalisasi manajemen pasar. Bahkan, ada sebanyak 26 pasar rakyat yang ada di Kota Malang, yang ditargetkan masuk dalam database berbasis aplikasi mulai 2025, sebagai langkah menuju penerapan E-retribusi.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa digitalisasi akan mengatur ulang tata kelola pasar dari hulu ke hilir. Mulai dari pendataan pedagang, luasan kios, hingga komoditas jualan, semuanya akan tercatat dalam sistem.</p>



<p>&#8220;Digital mulai database pasar, by name, by address, by selling, sampai layout tiap pasar. Dengan begitu, potensi di setiap pasar bisa kita lihat secara sistematis,&#8221; ujar Eko, seusai mengikuti rapat kerja bersama Komisi B DPRD Kota Malang, Selasa (02/12/2025) tadi.</p>



<p>Disampaikan Eko, langkah menuju E-retribusi bukan sekadar pembaruan sistem, tetapi penataan ulang praktik di lapangan. Termasuk, menutup ruang bagi pembayaran retribusi yang tidak sesuai Perda.</p>



<p>Eko juga mencontohkan, masih ditemukan pedagang dengan kios 10 meter yang hanya membayar Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu. Padahal, kewajiban sesuai Perda adalah Rp 10 ribu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kalau E-retribusi sudah berjalan, semua by name, by address, by luasan akan dihitung otomatis. Tidak bisa lagi seperti sekarang,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Melalui digitalisasi, juga diyakini mampu mendeteksi fenomena pemilik kios ganda, bahkan puluhan unit, yang selama ini sulit dipantau. Sistem akan menunjukkan siapa pemilik asli, siapa penyewa, hingga riwayat kepemilikan kios.</p>



<p>&#8220;Nanti akan terdeteksi semua. Kalau A punya kios tetapi ditempati B, itu ketahuan. Selama ini tidak bisa terpantau. Dengan digitalisasi, semuanya transparan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Meski demikian, Eko mengakui, kondisi historis pasar, di mana banyak kios diwariskan turun-temurun perlu pendekatan khusus agar tidak menimbulkan konflik. &#8220;Yang penting rule-nya dibuat dulu. Bagaimana menyikapi kepemilikan lama akan dibicarakan bersama Ketua Komisi B,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam hal ini menurutnya, Diskopindag Kota Malang akan memastikan penerapan digitalisasi dimulai 2026, sementara pengumpulan database dilakukan sepanjang 2025. Untuk target retribusi pasar di tahun ini sebesar Rp 9,5 miliar dan diproyeksikan tercapai.</p>



<p>&#8220;Arah kita memang ke digital semuanya. Kita menuju smart city, jadi retribusi pasar harus ikut menyesuaikan,&#8221; imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228340</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arus Balik di Jalur Lumajang Terpantau Padat Lancar</title>
		<link>https://memontum.com/arus-balik-di-jalur-lumajang-terpantau-padat-lancar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[lancar]]></category>
		<category><![CDATA[terpantau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220850</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Perhubungan terus memantau perkembangan arus mudik hingga periode arus balik, guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam perjalanan mereka. Memasuki hari ke empat pasca Hari Raya Idul Fitri 1446 H, arus balik di Kabupaten Lumajang, terpantau padat namun masih dalam kondisi lancar. Hal ini, disampaikan Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Perhubungan terus memantau perkembangan arus mudik hingga periode arus balik, guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam perjalanan mereka.</p>



<p>Memasuki hari ke empat pasca Hari Raya Idul Fitri 1446 H, arus balik di Kabupaten Lumajang, terpantau padat namun masih dalam kondisi lancar. Hal ini, disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Rasmin, Jumat (04/04/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Rasmin, peningkatan volume kendaraan di beberapa titik utama Kabupaten Lumajang, terjadi sejak pagi. Namun, pihaknya bersama jajaran terkait telah menerapkan berbagai langkah antisipasi agar arus lalu lintas tetap terkendali.</p>



<p>“Kami memantau langsung kondisi lalu lintas, terutama di jalur utama seperti Jalan Raya Klakah, Jalan Nasional Lumajang-Jember, serta jalur alternatif lainnya. Meski mengalami kepadatan, arus lalu lintas masih terpantau lancar dan terkendali,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang bersama pihak kepolisian dan instansi terkait, terus melakukan koordinasi untuk memastikan kelancaran arus mudik. Petugas juga disiagakan di titik-titik rawan kemacetan, guna mengatur lalu lintas dan memberikan informasi kepada para pemudik.</p>



<p>Rasmin juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga kondisi kendaraan agar tetap prima. “Kami berharap, arus balik ini dapat berjalan dengan lancar hingga puncak kepadatan nanti. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tambahnya.</p>



<p>Puncak arus balik sendiri, diperkirakan akan terjadi pada Minggu (06/04/2025) malam hingga Senin (07/04/2025) siang. Sehingga, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik guna menghindari kepadatan lalu lintas. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220850</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Hari Raya Qurban, Harga Komoditas di Pasar Kota Kediri Terpantau Stabil</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-hari-raya-qurban-harga-komoditas-di-pasar-kota-kediri-terpantau-stabil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jun 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[qurban,]]></category>
		<category><![CDATA[stabil,]]></category>
		<category><![CDATA[terpantau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210608</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Menjelang perayaan Hari Raya Idhul Adha tahun 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri kembali melakukan pemantauan harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Setono Betek, Senin (10/06/2024) tadi. Kegiatan tersebut dilakukan, sebagai upaya dalam mengendalikan harga komoditas serta inflasi di Kota Kediri terlebih saat mendekati hari raya keagamaan. “Survei [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Menjelang perayaan Hari Raya Idhul Adha tahun 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri kembali melakukan pemantauan harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Setono Betek, Senin (10/06/2024) tadi. Kegiatan tersebut dilakukan, sebagai upaya dalam mengendalikan harga komoditas serta inflasi di Kota Kediri terlebih saat mendekati hari raya keagamaan.</p>



<p>“Survei harga saat ini relatif aman, ada beberapa komoditas yang naik tapi masih aman artinya, belum ada indikasi ke waspada,” kata Kepala DKPP Kota Kediri, Moh Ridwan.</p>



<p>Adapun hasil monitoring pada tanggal 10 Juni 2024, diketahui beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Seperti, daging ayam ras mengalami penurunan harga dari sebelumnya Rp 31.528 menjadi Rp 31.194 (HET Rp36.750), bawang merah dari sebelumnya Rp 36.889 menjadi Rp 36.722 (HET Rp 41.500), cabai rawit merah dari sebelumnya Rp 39.157 menjadi Rp 37.611 (HET Rp57.000), kentang dari sebelumnya Rp 19.333 menjadi Rp 19.000 serta tomat dari sebelumnya Rp12.667 menjadi Rp 12.500.</p>



<p>&#8220;Sedangkan untuk komoditas telur ayam ras harganya tetap di Rp 26.472, daging sapi juga masih sama Rp106.667,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti beras medium dari sebelumnya Rp 12.023 naik menjadi Rp 12.068 (HET Rp12.500), bawang putih bonggol sebelumnya Rp 38.000 menjadi Rp 38.500 (HET Rp 32.000), cabai merah besar sebelumnya Rp 47.500 menjadi Rp 52.167 (HET Rp 55.000) serta cabai merah keriting sebelumnya Rp 44.555 menjadi Rp 47.049 (HET Rp 55.000). “Menjelang Hari Raya Idul Adha, berdasarkan pemantauan DKPP ada beberapa komoditas yang naik akan tetapi relatif kecil. Untuk minyak goreng curah satu-satunya komoditas yang terpantau statusnya waspada karena sudah melebihi HET 10 persen,” terang Ridwan. Untuk itu, ujarnya, Pemkot Kediri segera mengambil langkah guna mengendalikan harga melalui Operasi Pasar (OP) dan Gerakan Pasar Murah (GPM). Selain melakukan pemantauan di pasar tradisional, Pemkot Kediri juga melakukan pemantauan pada lima swalayan di Kota Kediri. Adapun hasilnya, ketersediaan pangan komoditas beras dan gula mencukupi warga Kota Kediri untuk dua bulan ke depan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah stoknya melimpah untuk ketersediaan pangan beras dan gula bisa mencukupi kebutuhan warga Kota Kediri,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk itu, dirinya mengimbau kepada yg masyarakat Kota Kediri dalam rangka menyambut hari Raya Idhul Adha agar tidak melakukan panic buying karena ketersediaan pangan di Kota Kediri melimpah. “Dengan keberadaan pasar grosir dan pasar konsumen dapat membantu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Kota Kediri, sehingga tidak perlu khawatir,” terangnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210608</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Nataru, Harga Cabai di Kota Batu Terpantau Merangkak Naik</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-nataru-harga-cabai-di-kota-batu-terpantau-merangkak-naik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Dec 2023 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[merangkak]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[terpantau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203132</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Harga sejumlah cabai di Kota Batu, terpantau mengalami kenaikan menjelang Nataru. Dari data yang dihimpun, harga cabai rawit yang sebelumnya berada diangka Rp 55 ribu perkilogram, kini naik di angka Rp 85 ribu perkilogram. Kemudian cabai merah keriting yang sebelumnya berada di angka Rp 63 ribu perkilogram, naik menjadi Rp 73 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu </strong>&#8211; Harga sejumlah cabai di Kota Batu, terpantau mengalami kenaikan menjelang Nataru.</p>



<p>Dari data yang dihimpun, harga cabai rawit yang sebelumnya berada diangka Rp 55 ribu perkilogram, kini naik di angka Rp 85 ribu perkilogram. Kemudian cabai merah keriting yang sebelumnya berada di angka Rp 63 ribu perkilogram, naik menjadi Rp 73 ribu perkilogram. Sedangkan untuk harga cabai merah besar yang sebelumnya berada diangka Rp 69 ribu perkilogram, kini menjadi Rp 79 ribu perkilogram.</p>



<p>Salah satu pedagang Pasar Pagi Kota Batu, Sutiani, menyebutkan bahwa kenaikan harga cabai ini dimulai saat memasuki Desember 2023. &#8220;Kalau bulan lalu (November, red) memang sudah kenaikan, tetapi masih belum terasa. Itu karena, karena hanya beberapa cabai yang naik. Tetapi masuk bulan ini, rata-rata naik Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu,&#8221; terangnya, Minggu (10/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Imbas dari kenaikan harga cabai ini, ujarnya, hampir seluruh pedagang mengurangi stok jualan. Itu karena, akan berdampak pada stok permintaan konsumen.</p>



<p>&#8220;Yang cukup terasa memang di kenaikan harga cabai rawit, karena di atas Rp 10 ribu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Salah satu pembeli, Puji Astutik, mengaku karena kenaikan harga tersebut, dirinya terpaksa harus mengurangi pembelian cabai. Itu karena, kalau modalnya dipaksakan untuj membeli cabai, maka modalnya akan habis.</p>



<p>&#8220;Ya terpaksa harus dikurangi. Kalau dipaksa beli, modal saya ya akan habis. Karena cabai sendiri bagaian dari apa yang dijualnya,&#8221; kata perempuan penjual bakso ini.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203132</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
