<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>terparah, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/terparah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Jan 2025 22:57:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>terparah, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Empat Kecamatan di Pasuruan Masih Dikepung Banjir, Dua Kecamatan Jadi Lokasi Terparah</title>
		<link>https://memontum.com/empat-kecamatan-di-pasuruan-masih-dikepung-banjir-dua-kecamatan-jadi-lokasi-terparah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2025 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[dikepung]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[terparah,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218814</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Sebanyak empat kecamatan di wilayah Kabupaten Pasuruan, masih dikepung banjir hingga Kamis (30/01/2025) tadi. Bahkan dari catatan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pasuruan, banjir itu masih menggenangi wilayah seperti Kecamatan Beji, Rejoso, Winongan dan Kecamatan Grati. Dari empat kecamatan tersebut, banjir terparah terjadi di wilayah Kecamatan Grati dan Rejoso. Untuk Kecamatan Rejoso, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Sebanyak empat kecamatan di wilayah Kabupaten Pasuruan, masih dikepung banjir hingga Kamis (30/01/2025) tadi. Bahkan dari catatan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pasuruan, banjir itu masih menggenangi wilayah seperti Kecamatan Beji, Rejoso, Winongan dan Kecamatan Grati.</p>



<p>Dari empat kecamatan tersebut, banjir terparah terjadi di wilayah Kecamatan Grati dan Rejoso. Untuk Kecamatan Rejoso, sembilan desa masih berjibaku dengan banjir. Diantaranya, Desa Kawisrejo, Sadengrejo, Arjosari, Toyaning, Rejoso Lor, Jarangan, Patuguran, Pandanrejo dan Kedungbako.</p>



<p>Bahkan, dua desa harus berhadapan dengan volume banjir yang begitu besar. Di mana, tinggi air banjir sampai 150 sentimeter, tepatnya di Dusun Bandaran, Desa Jarangan serta di Dusun Kasuran, Desa Rejoso Lor dengan ketinggian air banjir hingga 120 sentimeter. Sedangkan di wilayah Kecamatan Grati, wilayah terparah ada di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, dimana ketinggian air banjir sempat mencapai 2 meter, meski sekarang sudah berangsur surut.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa banjir yang terjadi hingga 2 hingga 3 hari terakhir dan belum surut disebabkan oleh limpahan air yang terus turun dari wilayah hulu. Selain itu, kondisi air laut masih dalam kondisi pasang sehingga sungai-sungai di beberapa wilayah tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Karena hujannya setiap hari, limpahan air dari wilayah hulu terus turun. Ditambah air laut dalam kondisi pasang sehingga kembali ke sungai, sementara sungai tidak mampu menampung air sehingga meluap dan masuk ke permukiman warga,&#8221; kata Kalaksa BPBD Sugeng, di sela meninjau banjir di Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kamis (30/01/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Sugeng, banjir yang terjadi hingga hari ketiga ini membuat sejumlah warga terpaksa mengungsi. Seperti yang dilakukan ratusan warga Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso yang mengungsi di Masjid Bandaran. Total ada 115 KK yang mengungsi di sana, ditambah 45 KK mengungsi di salah satu rumah warga</p>



<p>&#8220;Ada yang mengungsi di Masjid Bandaran, karena rumah mereka kebanjiran sampai lebih dari satu meter,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Atas kejadian ini, BPBD bersama stake holder yang lain seperti Dinas Sosial dan PMI telah menyalurkan bantuan kedaruratan. Seperti makanan siap saji, selimut, matras, family kit dan bantuan lainnya.</p>



<p>Sugeng berharap kepada warga agar menjaga kesehatan dalam menghadapi bencana hidromoterologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lainnya. &#8220;Tetap waspada, jaga kesehatan karena ini puncak musim penghujan, potensi ancaman penyakit tetap ada,&#8221; ungkapnya. <strong>(kom/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218814</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Dampak Banjir Terparah, Pj Bupati Pasuruan Sambangi Rumah Duka Korban Meninggal </title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-dampak-banjir-terparah-pj-bupati-pasuruan-sambangi-rumah-duka-korban-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[sambangi]]></category>
		<category><![CDATA[terparah,]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208348</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Anwar Musaddad (40), warga Dusun Duyo, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, yang meninggal akibat terdampak banjir, Selasa (09/04/2024) tadi. Bahkan, Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto, selesai monitoring malam takbiran ke sejumlah titik di Kabupaten Pasuruan, langsung menyempatkan diri untuk melihat kondisi terkini warga terdampak banjir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Anwar Musaddad (40), warga Dusun Duyo, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, yang meninggal akibat terdampak banjir, Selasa (09/04/2024) tadi. Bahkan, Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto, selesai monitoring malam takbiran ke sejumlah titik di Kabupaten Pasuruan, langsung menyempatkan diri untuk melihat kondisi terkini warga terdampak banjir di Dusun Duyo, sekaligus ke rumah duka.</p>



<p>Begitu turun dari mobil dinas, Pj Bupati Andriyanto langsung menuju Balai Dusun Tidu dengan berjalan kaki. Di sana, dirinya disambut Kades Sukorejo, Kasun Duyo dan warga yang tengah menunggu.</p>



<p>Tidak butuh waktu lama, Pj Bupati Andriyanto meminta salah seorang keluarga korban untuk menceritakan kronologi kejadian hingga korban meninggal dunia. Dirinya pun ikut merasakan duka yang mendalam. Terlebih, diketahui jika korban ternyata baru menikah dua bulan lalu. Dan ketika kejadian, korban sempat menolong ibunda tercintanya untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Insyaallah Husnul Khotimah. Meninggal dunia di bulan yang sangat baik, meski siapapun juga tidak mau seperti ini. Tapi mudah-mudahan segala amal ibadah almarhum diterima Allah SWT,&#8221; kata Pj Bupati Pasuruan.</p>



<p>Selesai berbincang dengan Yakin (43) selaku Kasun Duyo, Pj Bupati Andriyanto lantas menyerahkan santunan dari Pj Gubernur Jatim, untuk keluarga korban. Dirinya berharap, santunan tersebut dapat dipergunakan untuk hal-hal yang dibutuhkan keluarga almarhum.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan bermanfaat untuk kebutuhan keluarga korban ataupun untuk tahlilan mengenang almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan dari Allah SWT ini,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208348</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
