<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>terseret &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/terseret/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Oct 2025 06:32:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>terseret &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Malang bersama Wawali Takziah dan Salurkan Bantuan untuk Keluarga Korban Terseret Arus</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-bersama-wawali-takziah-dan-salurkan-bantuan-untuk-keluarga-korban-terseret-arus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 04:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<category><![CDATA[Takziah]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<category><![CDATA[Wawali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227265</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mendatangi rumah duka almarhumah Gutik, warga yang menjadi korban terseret arus di kawasan Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (31/10/2025) tadi. Dalam kunjungan takziah tersebut, Wali Kota Wahyu menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga korban yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mendatangi rumah duka almarhumah Gutik, warga yang menjadi korban terseret arus di kawasan Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (31/10/2025) tadi.</p>



<p>Dalam kunjungan takziah tersebut, Wali Kota Wahyu menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Sementara korban sendiri, meninggalkan cucu yang masih duduk dibangku SMP, sehingga akan mendapat perhatian dari Pemkot Malang.</p>



<p>“Hari ini saya bersama Mas Wakil Wali Kota takziah ke almarhumah Ibu Gutik. Kami bertemu dengan cucu dan saudaranya, karena ibunya (dari pihak cucu) berada di Kalimantan. Kami memberikan bantuan yang bisa dimanfaatkan. Untuk pendidikan cucunya, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Pendidikan agar dibebaskan biayanya sampai lulus. Tujuannya, agar beban keluarga bisa berkurang,” jelas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Selain itu, Wali Kota Wahyu juga menyoroti kondisi saluran air di kawasan tersebut yang merupakan bagian dari Jalan Nasional. Pihaknya telah memerintahkan DPUPRPKP Kota Malang, untuk segera bersurat kepada pihak terkait, agar dilakukan perbaikan dan antisipasi kejadian serupa.</p>



<p>“Jalan dan salurannya itu statusnya nasional. Karena sudah beberapa kali terjadi kejadian serupa dan bahkan menelan korban jiwa, saya minta agar segera dibuat surat resmi untuk koordinasi. Diharapkan ada langkah pengamanan agar ketika hujan deras dan air meluber, tidak menimbulkan bahaya lagi,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga mengimbau masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan di tengah intensitas hujan yang cukup tinggi, termasuk beberapa hari terakhir ini. “Kalau hujan deras dan tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tetap di rumah saja. Ikuti imbauan dan informasi dari BMKG, karena volume air di saluran kota saat ini cukup tinggi,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, tetangga korban, Slamet, menuturkan bahwa peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis sore (30/10/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, saat hujan deras mengguyur Kota Malang. “Sebelum kejadian, hujan deras sekali. Di area timur pertigaan Sulfat itu ada beberapa gorong-gorong yang terbuka, hanya sebagian kecil yang tertutup. Waktu itu katanya ada ambulans lewat, Bu Gutik minggir, tapi mungkin karena air menutup pandangan, beliau terperosok ke saluran,” ujar Slamet.</p>



<p>Menurut Slamet, korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif di kegiatan lingkungan. Almarhumah tinggal bersama cucunya, sementara menantunya yang laki-laki bekerja di luar kota dan hanya pulang setiap akhir pekan.</p>



<p>“Bu Gutik ini orangnya baik, sering ikut kegiatan kampung seperti tahlilan dan PKK. Suaminya sudah lama meninggal. Beliau tinggal dengan cucu perempuannya yang masih SMP,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, jenazah almarhumah ditemukan di salah satu bak kontrol saluran air, tidak jauh dari lokasi kejadian dan telah dimakamkan pada Jumat, pagi tadi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227265</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Kedua Pencarian, Balita Terseret Arus Sungai di Jombang Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-balita-terseret-arus-sungai-di-jombang-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[balita]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225285</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Setelah dua hari melakukan pencarian terhadap Balita berinisial Adz (5), yang dilaporkan hilang akibat terseret arus sungai di Dusun Murangagung, Kabupaten Jombang, akhirnya berhasil ditemukan Tim SAR gabungan, Jumat (22/08/2025) sekitar pukul 10.08. Saat ditemukan, Adz sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Setelah dua hari melakukan pencarian terhadap Balita berinisial Adz (5), yang dilaporkan hilang akibat terseret arus sungai di Dusun Murangagung, Kabupaten Jombang, akhirnya berhasil ditemukan Tim SAR gabungan, Jumat (22/08/2025) sekitar pukul 10.08. Saat ditemukan, Adz sudah dalam kondisi tidak bernyawa.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan bahwa Tim SAR gabungan menemukan korban di lokasi yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian. Selanjutnya, jenazah Adz dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.</p>



<p>Upaya pencarian terhadap Adz, ujarnya, ini dimulai sejak laporan awal diterima oleh Kantor SAR. SMC kemudian mengerahkan satu tim rescue untuk berkoordinasi dengan potensi SAR setempat, membentuk struktur organisasi operasi dan menyusun langkah-langkah pencarian korban.</p>



<p>Sebelumnya, dalam upaya pencarian korban, sebanyak 3 SRU air (Search and Rescue Unit) air telah dikerahkan untuk melakukan upaya pencarian di sungai, dimulai dari lokasi kejadian. &#8220;SRU air pertama melakukan pencarian dengan menggunakan perahu rafting, menempuh jarak sekitar 1 kilometer. SRU air kedua melanjutkan pencarian menggunakan perahu rafting, dengan jarak tempuh sekitar 1 kilometer. Sementara itu, SRU air ketiga melakukan pencarian dengan metode susur sungai, dengan jarak tempuh sekitar 1 kilometer,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain melakukan pencarian di sungai, beberapa orang personel juga dikerahkan untuk memantau dari darat. Tim SAR gabungan turut melibatkan warga yang beraktivitas di sekitar sungai, agar mereka melaporkan bila melihat tanda-tanda keberadaan korban.</p>



<p>“Selaku SMC, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh potensi SAR yang terlibat dalam operasi ini,” imbuh Nanang.</p>



<p>Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain, Kantor SAR Surabaya, Polsek Bareng, Koramil Bareng, BPBD Kabupaten Jombang, BPBD Jawa Timur, Pos Damkar Ngoro, perangkat desa, hingga berbagai relawan seperti Semar Jombang, RAPI Jombang, Bagana, Faji Jombang, FPRB Marcell, serta masyarakat setempat.</p>



<p>Diketahui, bahwa Adz (5), adalah warga Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Kejadian ini, bermula saat Adz bersama dua temannya, masing-masing berusia 7 dan 8 tahun, awalnya mereka bersepeda berkeliling dusun sebelum akhirnya memutuskan mandi di sungai. Saat asyik bermain air, korban tiba-tiba terseret arus deras dan hilang dari pandangan kedua temannya, Kamis (21/08/2025) siang. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225285</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terseret Aliran Sungai Brantas hingga 125 Kilometer, Jenazah Warga Kediri Ditemukan di Mojokerto</title>
		<link>https://memontum.com/terseret-aliran-sungai-brantas-hingga-125-kilometer-jenazah-warga-kediri-ditemukan-di-mojokerto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[aliran]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222253</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Jenazah Karmuji (55), warga Desa Pelas, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Brantas, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Selasa (20/05/2025) tadi. Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan penemuan korban ini berawal saat ada informasi dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Jenazah Karmuji (55), warga Desa Pelas, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Brantas, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Selasa (20/05/2025) tadi.</p>



<p>Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan penemuan korban ini berawal saat ada informasi dari potensi SAR di Kabupaten Mojokerto, menemukan satu jenazah di aliran Sungai Brantas, wilayah Kabupaten Mojokerto. Jenazah korban akhirnya berhasil dievakuasi ke darat dan selanjutnya Tim SAR gabungan membawa jenazah korban ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari guna mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh petugas yang berwenang.</p>



<p>&#8220;Hasil identifikasi dari petugas, terkonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan tersebut adalah korban yang dicari di Sungai Brantas, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Lokasi penemuan korban ini berjarak sekitar 125 kilometer dari lokasi awal korban di laporkan hanyut di sungai,&#8221; katanya.</p>



<p>Sebelumnya dalam upaya pencarian korban, sebanyak dua SRU air telah dikerahkan untuk melakukan pencarian di Sungai Brantas. Penyisiran dilakukan di sisi kanan dan sisi kiri sungai, dimulai dari lokasi kejadian menuju ke arah hilir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk mengoptimalkan upaya pencarian, Tim SAR gabungan menyebarluaskan informasi kejadian yang dialami korban ini kepada warga yang beraktivitas di sungai. Hal ini bertujuan jika ada yang melihat korban, maka diharapkan untuk melaporkannya.</p>



<p>Proses pencarian hingga evakuasi korban ini berhasil berkat keterlibatan sejumlah pihak, diantaranya Unit Siaga SAR Bojonegoro, BPBD Kabupaten Kediri, Satbrimob Kediri, Polsek Mojo, Koramil Mojo, Wana Rescue, Gusdurian, PBNU, Tagana, Satpol PP, PMI, SAR MTA, Pemdes Ngadi, SAKA SAR, Semar Mojokerto, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kabupaten Sidoarjo, Relawan Birunya Cinta, LPBI NU Mojokerto, warga sekitar dan potensi SAR lainnya.</p>



<p>Diketahui, kejadian nahas yang dialami korban ini berawal saat hendak menyeberangi sungai, Minggu (18/05/2025) tadi. Awalnya, Karmuji sedang duduk di atas sepeda motor dan bersandar pada tiang bambu yang ada di dermaga penyeberangan sambil menunggu perahu datang. Karena kondisi tiang tidak stabil, mengakibatkan korban terjatuh ke sungai beserta motornya.</p>



<p>Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR gabungan resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing. &#8220;Kami mengimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih lagi saat musim hujan, dimana debit air meningkat dan arusnya menjadi lebih deras,” terang Didit. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222253</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tubuh Tiga Santri Asal Mojokerto yang Terseret Ombak Pantai Balekambang Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/tubuh-tiga-santri-asal-mojokerto-yang-terseret-ombak-pantai-balekambang-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2025 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Balekambang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221014</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Proses pencarian tiga santri asal Mojokerto, masing-masing YA (15), MLM (15) dan MFS, (15), tiga santri asal Ponpes Amanatul Ummah, yang sebelumnya dilaporkan terseret ombak di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, akhirnya membuahkan hasil, Jumat (11/04/2025) tadi. Terhadap ketiganya, ditemukan dalam kondisi meninggal dan langsung dievakuasi ke RSSA Kota Malang. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Proses pencarian tiga santri asal Mojokerto, masing-masing YA (15), MLM (15) dan MFS, (15), tiga santri asal Ponpes Amanatul Ummah, yang sebelumnya dilaporkan terseret ombak di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, akhirnya membuahkan hasil, Jumat (11/04/2025) tadi. Terhadap ketiganya, ditemukan dalam kondisi meninggal dan langsung dievakuasi ke RSSA Kota Malang.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan bahwa saat ditemukan, ketiga korban tersebut sudah dalam kondisi meninggal. YA yang kali pertama dievakuasi, ditemukan petugas sekitar pukul 07.38 WIB. Menyusul kemudian, MLM pada pukul 08.47 WIB dan MFS ditemukan pada pukul 14.48 WIB.</p>



<p>Ditambahkannya, tubuh YA dan MLM ditemukan di lokasi yang berjarak sekitar 1 mil laut dari lokasi kejadian terseretnya para korban. Sedangkan tubuh MFS, ditemukan tim SAR gabungan di lokasi yang berjarak sekitar 2 mil laut.</p>



<p>&#8220;Proses evakuasi ketiga jenazah korban berjalan dengan lancar. Selanjutnya, ketiga jenazah dibawa ke RSSA Kota Malang, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh petugas yang berwenang,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebelumnya, ujar Nanang, dalam upaya pencarian ketiga korban ini, tim SAR gabungan telah mengerahkan sebanyak tiga SRU laut dan tiga SRU darat. SRU laut pertama, melakukan penyisiran di area satu dengan luas sekitar 1,91 mil laut. SRU laut kedua, melakukan penyisiran di area dua dengan luas sekitar 1,94 mil laut. SRU laut ketiga, melakukan penyisiran di area tiga dengan luas sekitar 3,61 mil laut.</p>



<p>&#8220;Pada saat yang bersamaan, ketiga SRU darat bergerak melakukan penyisiran dan pengamatan di sepanjang pesisir Pantai Wonogoro, Pantai Sugu dan Pantai Baruna,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Untuk mengoptimalkan pencarian, tambahnya, tim SAR gabungan berupaya dengan menyebarluaskan informasi kejadian yang dialami ketiga korban ini kepada nelayan sekitar. Hal ini dimaksudkan, jika ada diantara mereka yang menemukan korban, maka diharapkan untuk menginformasikannya kepada tim SAR.</p>



<p>Proses pencarian hingga evakuasi ketiga korban ini, berhasil berkat kerja sama yang baik antara sejumlah pihak. Diantaranya, tim Unit Siaga SAR Malang Raya, Satpolairud Sendang Biru, Pos TNI AL Sendang Biru, PSR, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Provinsi Jatim, RAPI, TAGANA, Pengelola Pantai, Polsek Bantur, Koramil Bantur, SAR MTA, SIR, SAR 87, Bela Negara, SAR Kanjuruhan, PMI, MSR, KSB, Rescue Bululawang, KTB, SAR Mahameru, Lintamal, nelayan sekitar dan sejumlah potensi SAR lain. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221014</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Santri Terseret Ombak di Pantai Balekambang, Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-santri-terseret-ombak-di-pantai-balekambang-tim-sar-gabungan-terus-lakukan-pencarian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2025 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Balekambang]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220983</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sebanyak tiga santri Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, terseret ombak saat berwisata di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (09/04/2025) kemarin. Tiga santri laki-laki itu, adalah MLM(15), YA (15) dan MFS (15). Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan bahwa puluhan orang personel gabungan dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sebanyak tiga santri Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, terseret ombak saat berwisata di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (09/04/2025) kemarin. Tiga santri laki-laki itu, adalah MLM(15), YA (15) dan MFS (15).</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan bahwa puluhan orang personel gabungan dari Basarnas, Pos TNI AL Sendangbiru, Satpolairud Sendangbiru, Polsek dan Koramil Bantur, Perhutani, PSR, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Provinsi Jatim, KRPH Sumbermanjing Kulon, Tagana RAPI, MTA, SIR, Bela Negara, SAR 87, SAR Kanjuruhan, PMI Kabupaten Malang, KSB, Rescue Bululawang, KTB, Sat Samapta, SAR Mahameru, MSR, Pengelola Pantai dan nelayan sekitar bekerjasama melakukan upaya pencarian. Hanya saja, hingga Kamis (10/04/2025) siang, upaya pencarian masih terus dilakukan karena masih belum membuahkan hasil.</p>



<p>&#8220;Pada hari kedua ini, pencarian dilakukan oleh 4 SRU (Search and Rescue Unit). SRU pertama melakukan pencarian di perairan laut dengan menggunakan perahu jukung oleh nelayan dan satu rubber boat. Area yang disisir oleh SRU laut ini seluas sekitar 3,35 mil laut,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, 3 SRU lainnya melakukan pencarian darat dengan melakukan penyisiran di pesisir pantai. SRU 2 melakukan penyisiran mulai dari lokasi kejadian terseretnya para korban menuju ke pantai Wonorogo, SRU 3 melakukan penyisiran dari lokasi kejadian ke Pantai Kondang Merak. Sedangkan untuk SRU 4, melanjutkan penyisiran dari Pantai Kondang Merak hingga ke Pantai Sugu.</p>



<p>&#8220;Untuk mengoptimalkan pencarian, Tim SAR gabungan berupaya dengan menyebar luaskan informasi kejadian yang dialami ketiga korban ini kepada nelayan sekitar. Hal ini dimaksudkan, jika ada diantara mereka yang menemukan korban, maka diharapkan untuk menginformasikannya kepada Tim SAR,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diperoleh informasi, ketiga korban terseret arus laut saat bermain air di area aliran atau palung laut di Pantai Balekambang, Rabu (09/04/ 2025) kemarin. Dalam kejadian itu, dua teman korban berhasil selamat setelah ditolong oleh seorang wisatawan. Sementara hingga berita ini ditulis, Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian ketiga korban tersebut. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220983</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Pelajar SMP Terseret Arus Sungai Bedadung Jember Ditemukan Meninggal Dunia</title>
		<link>https://memontum.com/dua-pelajar-smp-terseret-arus-sungai-bedadung-jember-ditemukan-meninggal-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[bedadung]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220688</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Dua pelajar yang hanyut di Sungai Bedadung, Kabupaten Jember, akhirnya berhasil ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia. Dua pelajar itu, maisng-masing berinisial Al (14), yang ditemukan di muara Pantai Pancer, Puger pada Kamis (27/03/2025) kemarin. Sedangkan satu korban lain, berinisial Qd (16), yang ditemukan dalam pencarian di hari ketiga oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Dua pelajar yang hanyut di Sungai Bedadung, Kabupaten Jember, akhirnya berhasil ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia. Dua pelajar itu, maisng-masing berinisial Al (14), yang ditemukan di muara Pantai Pancer, Puger pada Kamis (27/03/2025) kemarin. Sedangkan satu korban lain, berinisial Qd (16), yang ditemukan dalam pencarian di hari ketiga oleh Tim SAR gabungan, Jumat (28/03/2025) tadi.</p>



<p>“Korban kedua kami temukan kurang lebih 3 kilometer dari lokasi kejadian lalu dievakuasi dan diantarkan ke rumah duka” jelas Koordinator Pos SAR Jember, Andi Irawan, Jumat (28/03/2025) tadi.</p>



<p>Sebelumnya, Kantor SAR Surabaya menerima laporan dua pelajar yang hilang akibat terbawa arus saat mandi di Sungai Bedadung, Rabu (26/03/2025) pagi. Laporan ini, ditindaklanjuti dengan mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Jember beserta peralatan water rescue menuju lokasi kejadian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Proses pencarian selama tiga hari itu, melibatkan berbagai unsur yang saling bersinergi. Tidak hanya Tim Pos SAR Jember, unsur yang terlibat dalam upaya pencarian kedua korban antara lain BPBD Jember, Polsek dan Koramil Balung, Polair Polres Jember, Polsek Puger, Siluman Rescue, Relawan Barat Daya, Relawan Ben Sromben dan warga sekitar.</p>



<p>Upaya sendiri, dilakukan dengan membagi Tim SAR gabungan menjadi dua Search dan Rescue Unit (SRU). SRU pertama, menggunakan perahu rafting Basarnas melakukan pencarian menyusuri sungai sejauh 1.78 km dan SRU dua, menggunakan perahu LCR BPBD Jember melakukan penyisiran dengan area pencarian sepanjang 1.53 km.</p>



<p>“Kami turut berduka cita atas berpulangnya kedua siswa yang masih duduk dibangku SMP dan SMA ini. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkap Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR ini, Nanang Sigit. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220688</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terseret Ombak di Pantai Kondang Merak Malang, Seorang Pencari Ikan Ditemukan Tak Bernyawa</title>
		<link>https://memontum.com/terseret-ombak-di-pantai-kondang-merak-malang-seorang-pencari-ikan-ditemukan-tak-bernyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Feb 2025 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[kondang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pencari]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219507</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Edi Santoso (31) warga Dusun Sumberwates, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal, Jumat (21/02/2025) sekitar pukul 09.30. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat mencari ikan di Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang, Rabu (19/02/2025) sekitar pukul malam. Diperoleh keterangan, saat itu Edi bersama teman-temannya berangkat dari rumah mereka di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Edi Santoso (31) warga Dusun Sumberwates, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal, Jumat (21/02/2025) sekitar pukul 09.30. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat mencari ikan di Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang, Rabu (19/02/2025) sekitar pukul malam.</p>



<p>Diperoleh keterangan, saat itu Edi bersama teman-temannya berangkat dari rumah mereka di Dusun Banjarejo ke Pantai Kondang Merak. Terakhir kali, Edi terlihat berada di sekitar palung laut bersama seorang temannya. Namun sekitar pukul 19.30, salah seorang temannya berteriak meminta tolong karena Edi telah terseret ombak.</p>



<p>Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya mengerahkan satu Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang setelah menerima laporan terkait hilangnya Edi Santoso saat mencari ikan di Pantai Kondang Merak. “Informasi yang kami terima, korban terseret ombak saat mencari ikan bersama 20 orang rekannya di pinggir karang dengan menggunakan senter,” terang Komandan Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang, Yoni Fariza.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Upaya yang dilakukan tim SAR gabungan dalam proses pencarian korban yaitu dengan membagi Tim SAR gabungan menjadi 4 Search dan Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran di perairan sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan perahu jukung nelayan sedangkan SRU lainnya melakukan penyisiran darat di sepanjang pesisir Pantai Kondang Merak hingga Pantai Balekambang maupun dari Pantai Kondang Merak hingga Pantai Banthol.</p>



<p>Setelah proses pencarian, Edi Santoso akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal pada Jumat (21/02/2025). Jenazahnya ditemukan Tim SAR gabungan. “Jenazah korban ditemukan di koordinat 8°24&#8217;14&#8243;S 112°31&#8217;09&#8243;E sekitar pukul 09.30 tadi,” ujar Yoni, Jumat (21/02/2025) tadi.</p>



<p>Titik penemuan jenazah korban tersebut berjarak 0,5 NM dari lokasi kejadian awal. Setelah ditemukan, jenazah korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR gabungan ke darat dan dibawa ke rumah duka di Desa Sumberbening.</p>



<p>Adapun unsur yang terlibat dalam upaya pencarian ini antara lain Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang, Pol AL Sendang Biru, Polsek dan Koramil Bantur, Polair Sendang Biru, PSR, MSR, RAPI, RESOB, SAR Mahameru, TSA, SIR, JKJT, SAR Kanjuruhan, Tagana, SAR MTA, serta warga dan nelayan sekitar. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219507</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terseret Arus 2,3 Km, Bocah Hanyut di Sungai Brantas Kota Malang Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/terseret-arus-23-km-bocah-hanyut-di-sungai-brantas-kota-malang-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2024 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207744</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Upaya pencarian bocah yang terseret arus dan berinisial KC (4) warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, akhirnya membuahkan, Selasa (26/03/2024) sekitar pukul 16.30. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi meninggal di mengapung di pinggiran Sungai Brantas Jalan Sidosadar, Gang Cempaka, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang atau tepatnya 2,3 Km dari lokasi awal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Upaya pencarian bocah yang terseret arus dan berinisial KC (4) warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, akhirnya membuahkan, Selasa (26/03/2024) sekitar pukul 16.30. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi meninggal di mengapung di pinggiran Sungai Brantas Jalan Sidosadar, Gang Cempaka, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang atau tepatnya 2,3 Km dari lokasi awal hanyut.</p>



<p>Komandan Tim SAR Gabungan dari Basarnas Surabaya, Novix Heryadi, mengatakan bahwa setelah dilakukan pencarian, jenazah KC akhirnya ditemukan. &#8220;Tadi sekitar pukul 16.30, saya mendapat laporan dari warga bahwa ada penemuan jenazah. Setelah itu, kami langsung mendatangi lokasi penemuan,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelah dilakukan evakuasi, ternyata benar bahwa jenazah yang ditemukan adalah KC yang sudah dilakukan pencarian sejak beberapa hari ini. &#8220;Setelah dipastikan, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka. Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi pencarian resmi dinyatakan berakhir dan ditutup. Selanjutnya, anggota SAR gabungan kembali ke unsurnya masing-masing,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Balita berinisial KC, dilaporkan hanyut di aliran Sungai Brantas, atau tidak jauh dari rumahnya, Sabtu (23/03/2024) siang. Kejadian ini, sudah dilaporkan ke Polsek Blimbing hingga petugas dan tim relawan segera mendatangi lokasi kejadian melakukan pencarian. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207744</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Hilang Terseret Arus Banjir Kiriman Probolinggo Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/korban-hilang-terseret-arus-banjir-kiriman-probolinggo-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2024 03:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[kiriman]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207533</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang warga yang dilaporkan hilang akibat terseret banjir kiriman, Sudri (49) warga Dusun Pancor, Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, akhirnya ditemukan meninggal dunia, Minggu (10/03/2024) pagi. Tubuh korban berhasil ditemukan di lokasi yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang, yaitu di aliran Sungai Pancarglagas, Desa Gunggungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Seorang warga yang dilaporkan hilang akibat terseret banjir kiriman, Sudri (49) warga Dusun Pancor, Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, akhirnya ditemukan meninggal dunia, Minggu (10/03/2024) pagi. Tubuh korban berhasil ditemukan di lokasi yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang, yaitu di aliran Sungai Pancarglagas, Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran, sekitar pukul 06.00.</p>



<p>Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam kondisi meninggal dengan beberapa luka lebam yang diduga akibat terbentur bebatuan saat terserat arus banjir. &#8220;Luka lebam dan lecet di tubuh (korban, red) akibat benturan batu dan ranting,&#8221; kata Kapolsek Pakuniran, AKP Lukman Wahyudi.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, bahwa dalam kejadian itu, awalnya korban melintasi jembatan bambu di Sungai Pancarglagas bersama dengan Dur (46) dan cucunya, NA (15). Saat ketiganya melintasi jembatan bambu, ketika itu kondisinya hujan. Tetiba saja, jembatan putus dan membuat ketiganya hilang keseimbangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Yang dua ini (Dur dan NA, red), berhasil menyelamatkan diri dengan cara berpegangan ke akar pohon kopi. Sedangkan korban, tidak berhasil menyelamatkan diri dan terbawa arus. Sehingga, dilaporkan dan segera dilakukan pencarian. Hingga akhirnya, ditemukan tadi pagi saat dilakukan pencarian lanjutan,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara pihak keluarga korban sendiri, atas kejadian itu menerima hal tersebut sebagai musibah. Sehingga, begitu tubuh korban ditemukan meninggal, terhadap korban tidak dilakukan otopsi.</p>



<p>&#8220;Pihak keluarga sudah menerima (musibah, red). Sehingga, pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan membuat surat pernyataan,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, dalam musibah banjir kiriman itu, juga berdampak pada tiga desa yang terendam, Sabtu (09/03/2024) kemarin. Karenanya, dilakukan langkah evakuasi terhadap sejumlah warga, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207533</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
