<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tersulit &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tersulit/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jun 2025 11:37:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tersulit &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Masuki Hari Terakhir, Atlet Balap Sepeda Kejurnas 2025 Banyuwangi Hadapi Salah Satu Tanjakan Tersulit Asia</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-hari-terakhir-atlet-balap-sepeda-kejurnas-2025-banyuwangi-hadapi-salah-satu-tanjakan-tersulit-asia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[Kejurnas]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[tanjakan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[tersulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223495</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melepas keberangkatan para atlet balap sepeda yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2025, yang digelar di Banyuwangi, Senin (30/06/2025) tadi. Gelaran yang memasuki hari terakhir itu, memperlombakan men elite dan women elite nomor Individual Road Race (IRR). Dalam perlombaan terakhir ini, para pembalap adu cepat di track salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melepas keberangkatan para atlet balap sepeda yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2025, yang digelar di Banyuwangi, Senin (30/06/2025) tadi. Gelaran yang memasuki hari terakhir itu, memperlombakan men elite dan women elite nomor Individual Road Race (IRR).</p>



<p>Dalam perlombaan terakhir ini, para pembalap adu cepat di track salah satu tersulit di Asia yakni Pegunungan Ijen.</p>



<p>Di laga pamungkas ini, para pembalap start di depan Kantor Bupati Banyuwangi dengan garis akhir di Paltuding, atau kaki Gunung Ijen, yang menempuh jarak 175 kilometer. Lintasan kali ini, disebut sebagai salah satu yang paling berat.</p>



<p>Bahkan, tidak hanya karena panjangnya rute. Namun, para cyclist juga harus menghadapi medan ekstrem menuju Paltuding yang dijuluki jalur neraka King of Mountain (KOM).</p>



<p>Tanjakan menuju Paltuding sendiri, beberapa titiknya memiliki gradien kemiringan hingga 23 persen. Para rider memerlukan kekuatan ekstra untuk menaklukkan tanjakan yang dikenal salah satu tersulit di Asia tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wakil Ketua Harian PB ISSI, Jadi Rajagukguk, mengatakan Banyuwangi dipilih karena sudah berpengalaman menggelar kejuaraan. Lebih lagi, pemerintah dan masyarakatnya sangat mendukung.</p>



<p>Ajang ini, tambahnya, merupakan rangkaian seleksi para atlet balap sepeda potensial Indonesia untuk disiapkan menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olympic. “Banyuwangi kami pilih karena infrastrukturnya lengkap, jalurnya berkualitas dan masyarakatnya sudah terbiasa dengan event olahraga skala besar,” ungkapnya saat hadir di Banyuwangi.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PB ISSI karena memilih Banyuwangi sebagai tuan rumah. Menurutnya, event ini membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Banyuwangi.</p>



<p>“Event ini meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Banyuwangi. Hotel dan penginapan kami penuh, UMKM hidup dan masyarakat ikut merasakan dampaknya,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Selain itu, dirinya juga menyebut bahwa Ijen sudah menjadi ikon nasional. Dirinya juga berharap, event kejuaraan semacam ini bisa terus berkelanjutan dan melengkapi serangkaian agenda balap sepeda yang digelar tahun ini di Banyuwangi.</p>



<p>“Mudah-mudahan event ini terus berkelanjutan dan melengkapi yang sudah ada. Seperti Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) yang masuk dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI) Asia,” ujarnya.</p>



<p>Kejurnas 2025 di Banyuwangi sendiri, digelar selama empat hari, atau sejak Jumat hingga Senin (30/06/2025) tadi. Ajang ini, merupakan agenda rutin PB ISSI tiap tahun dan masuk agenda UCI. Kejurnas tahun ini diikuti sekitar 251 pembalap dari 23 provinsi. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223495</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Etape Terakhir Tour de Banyuwangi Ijen, Pembalap Dihadapkan Track Tersulit Seasia &#8216;Tanjakan Neraka&#8217;</title>
		<link>https://memontum.com/etape-terakhir-tour-de-banyuwangi-ijen-pembalap-dihadapkan-track-tersulit-seasia-tanjakan-neraka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dihadapkan]]></category>
		<category><![CDATA[neraka’]]></category>
		<category><![CDATA[Pembalap]]></category>
		<category><![CDATA[seasia]]></category>
		<category><![CDATA[tanjakan]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[tersulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212242</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen memasuki etape terakhir, Kamis (25/07/2024) tadi. Kali ini, pembalap harus bisa menaklukan jalur neraka King of Mountain (KoM) yang merupakan tersulit di Asia, yakni Gunung Ijen. &#8220;Track ke Gunung Ijen menjadi salah satu yang paling menantang dan paling sulit di Asia. Bahkan, banyak pembalap dari berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen memasuki etape terakhir, Kamis (25/07/2024) tadi. Kali ini, pembalap harus bisa menaklukan jalur neraka King of Mountain (KoM) yang merupakan tersulit di Asia, yakni Gunung Ijen.</p>



<p>&#8220;Track ke Gunung Ijen menjadi salah satu yang paling menantang dan paling sulit di Asia. Bahkan, banyak pembalap dari berbagai negara datang untuk menaklukkan Ijen,&#8221; kata Race Director ITdBI, Jamaludin Mahmud.</p>



<p>Berdasarkan pengalaman dari delapan gelaran Tour de Banyuwangi Ijen, banyak pembalap yang rontok saat melalui lintasan Gunung Ijen. Karena itu, pembalap yang berhasil menjadi yang tercepat di etape ini, hampir pasti keluar sebagai juara Tour de Banyuwangi Ijen.</p>



<p>Etape 4 ini memiliki jarak lintasan 167,8 kilometer (km) dengan mengambil titik start di Pantai Marina Boom dan finish di Paltuding Gunung Ijen. Rute ini didominasi dengan tanjakan naik-turun. Jalur flat relatif minim jika dibandingkan tiga etape sebelumnya.</p>



<p>Usai lepas dari titik start, para rider bakal melewati jalur mendatar di kilometer awal. Setelahnya, mereka bakal diuji dengan tanjakan awal di KoM 13 Pesucen di Kecamatan Giri.</p>



<p>Berikutnya, pembalap kembali melintasi jalur datar dengan tiga titik sprint, yakni di KM 61,4 RTH Maron Genteng, KM 87,5 Jajag, dan KM 128,1 Pakis. Para pembalap sprinter harus memanfaatkan momentum di rute-rute ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelahnya, para rider harus mulai menyiapkan diri di jalur tanjakan. Sebab masih ada dua titik KoM yang ekstrem di sisa jalur menuju finish. KoM kedua berada di KM 144,9 Kalibendo. Sementara KOM terakhir di KM 162 Gunung Rante, Ijen.</p>



<p>KoM terakhir ini merupakan &#8216;Tanjakan neraka&#8217; bagi para pembalap. Tanjakan ini memiliki tipe hors cateforie (HC). Ini merupakan tanjakan terberat se-Asia dalam ajang balap sepeda dunia dengan kondisi jalur curam dan menantang.</p>



<p>&#8220;Etape ini merupakan pembuktian raja tanjakan karena rutenya didominasi tanjakan yang cukup berat, sehingga membutuhkan tanjakan ekstra untuk menaklukkan etape ini,&#8221; kata Chairman TdBI, Guntur Priambodo.</p>



<p>Rute ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi para climber yang ikut serta dalam Tour de Banyuwangi Ijen seperti Mehrawi Kudus (Terengganu Cycling Team Malaysia), Thomas Lebas (Kinan Cycling Team), dan Adne van Engelen (Roojai Insurance Cycling Thailand).</p>



<p>Tidak kalah juga, climber Indonesia seperti Muh Imam Arifin (Nusantara), Abdul Sholeh (BRCC) dan Jamalidin Novardianto (Dr J).</p>



<p>Bagi Imam Arifin, etape ini sekaligus kesempatan untuk mempertahankan posisi di klasemen tertinggi. Tapi, pembalap-pembalap lain punya kans besar untuk mendaki rute di kaki Gunung Ijen dengan lebih cepat.</p>



<p>Pemenang etape tiga Tour de Banyuwangi Ijen Oskar Ferei Nisu dari Quick Panda Podium Mongolia Team bahkan menganggap tanjakan di etape terakhir sebagai sesuatu yang bakal sulit ditaklukan. &#8220;Sepertinya akan berat. Saya sudah mendapat informasi dari beberapa pembalap, bahwa etape ini merupakan yang terberat dengan tanjakan-tanjakan ekstrem,&#8221; katanya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212242</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
