<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tertabrak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tertabrak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 14:34:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tertabrak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diduga Lompat ke Rel Kereta Api, Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KA Pengangkut BBM</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-lompat-ke-rel-kereta-api-seorang-perempuan-tewas-tertabrak-ka-pengangkut-bbm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[lompat]]></category>
		<category><![CDATA[pengangkut]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[tertabrak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216056</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang perempuan tertabrak kereta api (KA) pengangkut BBM yang sedang melintas di lintasan rel kereta Jalan Batanghari, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (01/11/2024) sekitar pukul 08.45. Akibat dari kejadian itu, korban mengalami luka yang cukup parah dan meninggal di lokasi kejadian. Tidak ditemukan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang perempuan tertabrak kereta api (KA) pengangkut BBM yang sedang melintas di lintasan rel kereta Jalan Batanghari, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (01/11/2024) sekitar pukul 08.45. Akibat dari kejadian itu, korban mengalami luka yang cukup parah dan meninggal di lokasi kejadian.</p>



<p>Tidak ditemukan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) di tubuh korban. Namun, hanya buku catatan yang berisikan identitas nama Sriani (55), warga Jalan BS Riadi, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tubuh korban sendiri, kemudian dievakuasi dibawa ke Kamar Jenazah RSSA Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut keterangan Sugeng (45), warga sekitar, bahwa sebelum kejadian melihat korban sedang duduk di warung yang berada di sisi barat rel kereta api. &#8220;Saya tidak perhatian dengan korban. Namun saat melintas kereta api pengangkut BBM dari arah selatan, kondisi korban sudah tergeletak dengan luka parah dan meninggal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dari informasi yang diperoleh bahwa korban sengaja menabrakan dirinya ke kereta api. &#8220;Informasinya sesaat sebelum kereta melintas, korban langsung berlari dan duduk di tengah rel. Kejadiannya sangat cepat hingga tidak ada satu pun yang menyangka. Akibat tabrakan ini, korban terseret sejauh 3 meter. Kaki nya hancur, namun kepalanya masih utuh dan bisa dikenali,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kejadian ini membuat kaget warga sekitar hingga memadati lokasi dan melapor ke Polsek Klojen. Tak lama kemudian petugas kepolisian dan tim medis tiba di lokasi kejadian. Belum diketahui secara pasti penyebab korban melakukan aksi nekatnya. Petugas kepolisian sendiri masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216056</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Minum Kopi, Seorang Pria Tewas Tertabrak Kereta Api</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-minum-kopi-seorang-pria-tewas-tertabrak-kereta-api</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2024 11:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[sempat]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[tertabrak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214212</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang pria tewas seketika setelah tertabrak Kereta Api (KA) Penataran yang melintas di lintasan rel Jalan Mahakam, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (15/9/2024) sore. Tidak ditemukan kartu identitas KTP di tubuh korban, namun ditemukan secarik kertas yang bertuliskan sebuah nama yakni Suyono (65), warga Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang pria tewas seketika setelah tertabrak Kereta Api (KA) Penataran yang melintas di lintasan rel Jalan Mahakam, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (15/9/2024) sore. Tidak ditemukan kartu identitas KTP di tubuh korban, namun ditemukan secarik kertas yang bertuliskan sebuah nama yakni Suyono (65), warga Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa sebelum kejadian, korban terlihat berada di sekitar lokasi dan sempat meminum kopi di warung milik Mu&#8217;amun (59), saksi mata yang mengetahui peristiwa kecelakaan tersebut. &#8220;Sekira pukul 14.00, korban datang ke warung saya dengan berjalan kaki. Korban ini mengeluh sakit pada bagian dada, hingga akhirnya saya buatkan kopi,&#8221; ujar Mu&#8217;amun.</p>



<p>Sekitar pukul 15.00, korban keluar warung dan berjalan menuju ke tepian rel yang berada tepat di belakang warung. &#8220;Saya tidak seberapa perhatian, karena saat itu juga melayani konsumen. Namun sekitar pukul 16.00, saya melihat korban berjalan di tengah rel,&#8221; urainya.</p>



<p>Karena sangat berbahaya, Mu&#8217;amun sempat berteriak memperingatkan korban agar tidak berjalan di tengah rel. Apalagi saat itu ada KA Penataran melaju dari arah selatan. &#8220;Saya teriak, awas ada kereta api. Namun saat itu, korban sempat menoleh sambil mengatakan, iya bu. Tak lama kemudian, tubuh korban tertabrak kereta api,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diketahui, kereta api yang menabrak adalah KA Penataran jurusan Malang Surabaya yang baru saja berangkat dari Stasiun Malang. &#8220;Korban terseret hingga sekitar 10 meter hingga meninggal di lokasi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kondisi korban sangat mengenaskan. Sementara akibat kejadian ini, tentu saja sangat mengejutkan warga sekitar hingga langsung memadati lokasi kejadian. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke petugas kepolisian.</p>



<p>Bhabinkamtibmas Kelurahan Rampal Celaket, Aiptu Choirul Ichsan, menuturkan bahwa identitas korban diduga bernama Suyono, warga Kelurahan Bunulrejo. &#8220;Jadi, korban ini tidak membawa kartu identitas maupun barang-barang lainnya. Namun setelah kami cek di saku celananya, ditemukan kertas berisi pesan identitas korban,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Jenazah korban dievakuasi dibawa ke Kamar Jenazah RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Saat ini, masih belum diketahui apa yang menjadi motif hingga korban diduga memilih aksi tersebut. &#8220;Belum diketahui secara pasti apa motifnya. Namun dugaan sementara, karena korban tidak kuat menahan sakitnya hingga akhirnya melakukan hal tersebut. Saat ini, jenazah masih berada di Kamar Jenazah RSSA dan kami sudah memberitahu pihak keluarga korban,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214212</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lansia Asal Tongas Probolinggo Tewas Tertabrak KA</title>
		<link>https://memontum.com/lansia-asal-tongas-probolinggo-tewas-tertabrak-ka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 13:02:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[asal]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ka]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tertabrak]]></category>
		<category><![CDATA[tewas]]></category>
		<category><![CDATA[tongas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191503</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Nahas dialami Tinali (80), warga Dusun Krajan, Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Rabu (21/06/2023) sore. Pria lanjut usia (Lansia) tersebut, tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) 243 Sritanjung jurusan Jogja-Banyuwangi di perlintasan rel Desa Curah Tulis. Danton Polsuska Daop 9 Jember, Kapten Muhammad Halil, mengatakan bahwa peristiwa itu berawal saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Nahas dialami Tinali (80), warga Dusun Krajan, Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Rabu (21/06/2023) sore. Pria lanjut usia (Lansia) tersebut, tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) 243 Sritanjung jurusan Jogja-Banyuwangi di perlintasan rel Desa Curah Tulis.</p>



<p>Danton Polsuska Daop 9 Jember, Kapten Muhammad Halil, mengatakan bahwa peristiwa itu berawal saat korban sedang berjalan di atas rel KA. Karena melihat ada seseorang yang sedang berjalan di atas rel, masinis KA Sritanjung yang melaju dari arah Barat ke Timur, membunyikan klakson beberapa kali.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Mungkin karena panik, korban terus lari di atas rel bukan ke pinggir rel. Warga sekitar sempat berteriak ke korban. Tapi diduga karena panik, korban tidak mendengar. Alhasil, korban tertabrak kereta api,&#8221; terangnya.</p>



<p>Saat itu, lanjut Halil, korban baru saja membeli solar di toko sekitar lokasi kejadian untuk diisi ke mesin diesel miliknya ada di sawah. &#8220;Korban membeli solar dengan berjalan kaki dan menyeberangi rel kereta api. Selesai membeli solar, korban berjalan di atas rel menuju sawah,&#8221; katanya.</p>



<p>Warga sendiri, sebelumnya setempat mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan, karena mengalami luka parah di bagian kepala korban. Sekedar informasi, sawah milik korban terletak di sisi utara rel kereta api. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191503</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
