<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tertangani &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tertangani/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jun 2025 10:10:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tertangani &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>41 Persen Anak Tidak Sekolah Tertangani, Pemkot Malang Targetkan Nol Kasus di Tahun 2025</title>
		<link>https://memontum.com/41-persen-anak-tidak-sekolah-tertangani-pemkot-malang-targetkan-nol-kasus-di-tahun-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2025 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[tertangani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222847</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, menggelar Diseminasi Hasil Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai dasar penyusunan dokumen perencanaan satuan pendidikan, Rabu (11/06/2025) tadi. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa diseminasi penting untuk dilakukan. Itu karena, untuk mengevaluasi kinerja dalam penanganan ATS, agar kebijakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, menggelar Diseminasi Hasil Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai dasar penyusunan dokumen perencanaan satuan pendidikan, Rabu (11/06/2025) tadi.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa diseminasi penting untuk dilakukan. Itu karena, untuk mengevaluasi kinerja dalam penanganan ATS, agar kebijakan pendidikan ke depan lebih tepat sasaran.</p>



<p>&#8220;Ini pertama kita evaluasi dahulu setahun ke belakang, apa yang sudah dilakukan. Kelemahannya dimana dan nanti dari situ akan kita susun langkah ke depan. Termasuk pembiayaan kegiatan dan keterkaitan dengan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta CSR,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dari 5.555 ATS, yang terbagi dari tiga kelompok yakni Drop Out (DO) 1.857 anak, Lulus Tidak Melanjutkan 1.271 anak dan Belum Pernah Bersekolah 2.509 anak, 41 persen diantaranya sudah berhasil ditangani. Nantinya, yang belum tertangani akan terus diupayakan.</p>



<p>&#8220;Di Kota Malang pada Juli 2025 akan dimulai Sekolah Rakyat dan nanti itu bisa menjadi salah satu strategi penekanan ATS ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa Pemkot Malang juga berupaya menargetkan zero ATS pada tahun 2025 ini. Berbagai strategi juga disiapkan, dengan melalui program seragam gratis, beasiswa, serta peningkatan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan program 1.000 event.</p>



<p>&#8220;Kalau perekonomian keluarga membaik, anak-anak punya kesempatan kembali bersekolah. Mari kita bangun ekosistem pendukungnya,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menambahkan bahwa data ATS dihimpun secara kolaboratif dengan melibatkan kecamatan, kelurahan, tim PKK, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). “Ada tantangan saat anak sudah bekerja atau menikah, sehingga tidak merasa perlu ijazah. Tapi kami tetap upayakan untuk mencapai zero ATS di tahun 2025,” ungkap Suwarjana.</p>



<p>Mengenai integrasi anak ATS ke sekolah reguler, Suwarjana menjelaskan bahwa pihaknya membuka opsi masuk ke Sekolah Rakyat bagi anak usia sekolah yang bersedia. “Kalau mereka tidak mau ke SR, kami arahkan ke sekolah reguler atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” imbuh Suwarjana. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222847</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sidak SDN Wonokerto, Bupati Pasuruan Pastikan Kerusakan Empat Ruang Kelas Tertangani</title>
		<link>https://memontum.com/sidak-sdn-wonokerto-bupati-pasuruan-pastikan-kerusakan-empat-ruang-kelas-tertangani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[tertangani]]></category>
		<category><![CDATA[wonokerto,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221371</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, terus blusukan ke sekolah-sekolah dasar di beberapa wilayah yang mengalami kerusakan. Salah satunya, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SDN Wonokerto yang berada di wilayah Kecamatan Sukorejo, Rabu (23/04/2025) tadi. Dalam sidaknya, Bupati Rusdi yang datang seorang diri itu, langsung menuju beberapa ruang kelas yang butuh perbaikan segera. Tepatnya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, terus blusukan ke sekolah-sekolah dasar di beberapa wilayah yang mengalami kerusakan. Salah satunya, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SDN Wonokerto yang berada di wilayah Kecamatan Sukorejo, Rabu (23/04/2025) tadi.</p>



<p>Dalam sidaknya, Bupati Rusdi yang datang seorang diri itu, langsung menuju beberapa ruang kelas yang butuh perbaikan segera. Tepatnya, ada empat ruang kelas yang mengalami kerusakan parah di bagian atap.</p>



<p>Dirinya berpendapat, kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan lama. Sebab, selain tidak layak untuk dipakai sebagai kegiatan belajar mengajar (KBM), juga dapat membahayakan keselamatan siswa maupun guru.</p>



<p>&#8220;Kita tidak boleh membiarkan anak-anak belajar dalam kondisi yang membahayakan. Jangan sampai tiba-tiba roboh dan mengenai siswa maupun guru,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagai real action, Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan, ini langsung meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pasuruan untuk segera memperbaiki kerusakan agar anak-anak sekolah bisa mengikuti KBM dengan aman dan tenang. “Karena pendidikan adalah prioritas utama. Maka harus menjadi prioritas untuk segera kita tangani,” tegasnya.</p>



<p>Seperti diketahui, Bupati Rusdi Sutejo menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan yang harus diperhatikan. Terlebih, anggaran sebesar Rp 40 miliar juga telah disiapkan untuk memperbaiki sekitar 300 sekolah rusak di Kabupaten Pasuruan.</p>



<p>Baginya, pendidikan itu adalah kebutuhan dasar yang menjadi hak setiap lapisan masyarakat. “Saya ingin, anak Pasuruan mendapatkan haknya yakni akses pendidikan yang layak dengan sarana prasarana yang memadai, nyaman dan aman,” tambahnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221371</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Miliki Masterplan Drainase, Persoalan Banjir di Kota Malang Bakal Tertangani</title>
		<link>https://memontum.com/miliki-masterplan-drainase-persoalan-banjir-di-kota-malang-bakal-tertangani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Mar 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masterplan]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[persoalan]]></category>
		<category><![CDATA[tertangani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207835</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Persoalan banjir di Kota Malang, beransur-ansur bakal segera ditaratasi. Itu karena, masterplan drainase Kota Malang, sudah ada. Disampaikan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, jika persoalan banjir akan mulai berkurang selama setahun terakhir. Karena, beberapa upaya strategis lainnya juga masih terus dilakukan. “Untuk persoalan banjir, kita sekarang sudah mempunyai masterplan drainase. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Persoalan banjir di Kota Malang, beransur-ansur bakal segera ditaratasi. Itu karena, masterplan drainase Kota Malang, sudah ada.</p>



<p>Disampaikan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, jika persoalan banjir akan mulai berkurang selama setahun terakhir. Karena, beberapa upaya strategis lainnya juga masih terus dilakukan.</p>



<p>“Untuk persoalan banjir, kita sekarang sudah mempunyai masterplan drainase. Namun, beberapa upaya ke depan juga akan terus kita lakukan,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Kamis (28/03/2024) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika salah satu upaya masterplan drainase tersebut yakni dengan adanya pembangunan bozem yang berada di Tunggulwulung. Itu menurutnya, memiliki peran penting dan menjadi solusi dalam meminimalisir banjir dan genangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Bozem itu total volume kapasitasnya 2871 meter kubik. Kalau dilihat dari tampungan atau kapasitasnya ini, apabila curah hujan tinggi, bagus sekali untuk meminimalisir genangan air di Soekarno Hatta. Termasuk juga air dari permukiman yang tidak dapat meresap langsung ke tanah juga dialirkan ke Bozem tersebut,” jelasnya.</p>



<p>Dalam hal ini, Wahyu berharap, agar di tahun 2024 ini seluruh persoalan terkait dengan banjir tersebut dapat terselesaikan sepenuhnya. Di tahun ini pula, menurutnya juga akan diprioritaskan terkait dengan saluran-saluran volume drainase dan lainnya.</p>



<p>“Harapannya di tahun 2024 ini persoaln banjir tuntas semua. Walaupun sekarang sudah tuntas,” imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207835</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
