<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tertarik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tertarik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 May 2025 11:23:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tertarik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tertarik Pengembangan Tebu Cening, Bupati Banyuwangi Terima Kunjungan Bupati Malang</title>
		<link>https://memontum.com/tertarik-pengembangan-tebu-cening-bupati-banyuwangi-terima-kunjungan-bupati-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[cening,]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<category><![CDATA[tertarik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221891</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi miliki potensi pertanian yang sangat potensial hingga menarik sejumlah pihak. Salah satunya, adalah Bupati Malang, HM Sanusi, yang tertarik mengembangkan Tebu Cening yang banyak ditanam di Kecamatan Glenmore dan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Kedatangan Bupati Malang bersama Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi dan rombongan, diterima langsung Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi miliki potensi pertanian yang sangat potensial hingga menarik sejumlah pihak. Salah satunya, adalah Bupati Malang, HM Sanusi, yang tertarik mengembangkan Tebu Cening yang banyak ditanam di Kecamatan Glenmore dan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>Kedatangan Bupati Malang bersama Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi dan rombongan, diterima langsung Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis (05/08/2025) tadi. Dalam kesempatan itu, Bupati Sanusi menjelaskan bahwa salah satu fokus utama kunjungannya adalah mempelajari keunggulan Tebu Cening. Tebu varietas Cening ini, mampu tumbuh hingga 5 meter dan memiliki produktivitas gula tinggi.</p>



<p>Varietas ini, banyak diminati petani karena kualitasnya yang unggul. Memiliki rendemen sekitar 10,96 persen dan hablur gula 71,14 persen, yang berarti menghasilkan lebih banyak gula dari setiap ton tebu yang diolah.</p>



<p>&#8220;Kami melihat, di Banyuwangi ada varietas tebu yang tingginya bisa mencapai 5 meter. Kami dapat saran dari akademisi pertanian di Malang untuk mempelajari ini. Apalagi dengan potensi produksi hingga 180 ton per hektar, sementara varietas tebu di kami hanya bisa 80 ton. Jadi kami ingin belajar dengan Banyuwangi untuk dikembangkan di Malang,&#8221; kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Selain sektor pertanian, Pemkab Malang juga mengatakan ketertarikannya terhadap kemajuan Desa Digital dan industri pariwisata Banyuwangi. Bahkan, Bupati Sanusi mengakui jika kedua kemajuan itu masih perlu dikembangkan di Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Setiap kali ke Banyuwangi, saya selalu kaget ada hotel baru, ada destinasi wisata baru dan belum lagi pelayanan publik di desa yang sudah digital. Ke depan, kami ingin mengirim perwakilan kami untuk belajar banyak dari Banyuwangi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menyatakan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan ini membuka ruang kolaborasi untuk pengembangan daerah.</p>



<p>&#8220;Kami merasa terhormat dengan Kabupaten Malang, yang terkenal dengan potensi pertaniannya mau belajar ke Banyuwangi. Apalagi, kami juga masih baru merintis untuk tanaman tebu. Dari kunjungan ini, kami juga mengajak para OPD untuk juga belajar dari kehebatan Malang mengenai inovasi pertaniannya,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, dirinya juga menjelaskan bahwa varietas Tebu Cening adalah hasil budidaya petani rakyat, yakni PT Tirta Harapan di Perkebunan Bayu Kidul, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. &#8220;Tapi memang sebagian besar produksi tebu kami disokong oleh PT PTPN dan di tahun 2024 Pabrik Gula (PG) Glenmore menggiling sebanyak 946.967 ton tebu, naik 129 persen dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 733.856 ton,&#8221; jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin daerah itu juga sepakat memperkuat sinergi untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan potensi daerah. Studi banding ini, dinilai sebagai langkah awal penting untuk berbagi pengetahuan serta teknologi, baik dalam inovasi pertanian, digitalisasi desa, maupun pengelolaan pariwisata. &#8220;Melalui pertukaran informasi ini, kami yakin Malang dan Banyuwangi bisa bersama-sama maju,&#8221; papar Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221891</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tertarik Adopsi Penerapan MPP Milik Kabupaten The Sunrise of Java, Pemkab Kaimana Kunjungi Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/tertarik-adopsi-penerapan-mpp-milik-kabupaten-the-sunrise-of-java-pemkab-kaimana-kunjungi-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Mar 2024 13:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Adopsi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kaimana]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penerapan]]></category>
		<category><![CDATA[sunrise]]></category>
		<category><![CDATA[tertarik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206987</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menerima kunjungan kerja dari Bupati Kaimana, Provinsi Papua Barat, Freddy Thie, Senin (18/03/2024) tadi. Kunjungan Bupati Kaimana bersama jajaran ini dilakukan, karena untuk studi tiru penerapan Mal Pelayanan Publik (MPP) digital milik kabupaten yang berjuluk &#8216;The Sunrise of Java&#8217;. &#8220;Kami ingin studi tiru penerapan MPP Digital di Banyuwangi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menerima kunjungan kerja dari Bupati Kaimana, Provinsi Papua Barat, Freddy Thie, Senin (18/03/2024) tadi. Kunjungan Bupati Kaimana bersama jajaran ini dilakukan, karena untuk studi tiru penerapan Mal Pelayanan Publik (MPP) digital milik kabupaten yang berjuluk &#8216;The Sunrise of Java&#8217;.</p>



<p>&#8220;Kami ingin studi tiru penerapan MPP Digital di Banyuwangi. Bagaimana proses-proses transformasi digitalnya dijalankan oleh Banyuwangi, kami semua ingin tahu lebih lanjut,” kata Bupati Freedy, saat bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani di Lounge Pelayanan Publik.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, bahwa Pemkab Banyuwangi menerapkan MPP sejak 2017. Ini merupakan MPP pertama di Indonesia, yang dikelola oleh pemerintah kabupaten yang kini telah mengintegrasikan 300 jenis layanan dalam satu tempat.</p>



<p>Untuk meningkatkan kualitas layanan, Pemkab Banyuwangi telah mengembangkan MPP Digital pada akhir 2022. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan kependudukan dan perizinan kesehatan cukup dari HP. Bahkan, MPP Digital kini telah diadopsi pemerintah pusat dan dikembangkan lebih lanjut.</p>



<p>“Semoga kunjungan ke Banyuwangi ini, itu bisa menjadi spirit kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kaimana,” ujar Bupati Kaimana.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain MPP Digital, Bupati Freddy juga mengaku tertarik untuk belajar banyak hal dari Banyuwangi. Diantaranya, seperti terkait pengelolaan pariwisata, pertanian dan perikanan.</p>



<p>“Dalam tiga hal tersebut, daerah kami punya kemiripan kondisi geografisnya dengan Banyuwangi. Makanya, kami tertarik untuk belajar bagaimana mengelola potensi tersebut. Sehingga, kami bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) kami,” kata Freddy.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Ipuk mengaku sangat senang dengan kunjungan Bupati Kaimana. Mengingat, setiap wilayah memiliki ciri khas dan potensi berbeda.</p>



<p>&#8220;Setiap daerah memiliki kelebihan dan kekurangan. Kunjungan Pemkab Kaimana kali ini, menjadi kesempatan kita untuk saling sharing pengembangan daerah,&#8221; terang Bupati Ipuk.</p>



<p>Bupati juga menerangkan, bahwa pelaksanaan MPP Digital di Banyuwangi, diintegrasikan dengan Aplikasi Smart Kampung. Warga bisa mengakses layanan MPP Digital dari Smart Kampung. &#8220;Kita punya Smart Kampung yang terintegrasi dengan seluruh desa di Banyuwangi. Saat ini sudah ada 42 pelayanan lewat MPP Digital untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan publik dan akan terus kita tambah lagi,&#8221; terang Bupati Ipuk.</p>



<p>Selain MPP, urai Bupati Ipuk, Pemkab Banyuwangi juga miliki Pasar Pelayanan Publik, di dua kecamatan untuk memfasilitasi warga yang domisilinya jauh dari pusat kota. &#8220;Lokasinya ada di Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Genteng. Pasar Pelayanan Publik ini dibuat agar warga tidak perlu mengurus pelayanan jauh ke pusat kota,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206987</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
