<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tertekan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tertekan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Mar 2026 12:37:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tertekan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Harga Cabai Tinggi, Petani Lesanpuro Tetap Tertekan Biaya Obat Akibat Hama dan Hujan</title>
		<link>https://memontum.com/harga-cabai-tinggi-petani-lesanpuro-tetap-tertekan-biaya-obat-akibat-hama-dan-hujan</link>
					<comments>https://memontum.com/harga-cabai-tinggi-petani-lesanpuro-tetap-tertekan-biaya-obat-akibat-hama-dan-hujan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[tertekan]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230704</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga cabai di pasaran Kota Malang, tengah meroket. Mirisnya, di balik angka Rp 100 ribu perkilogram yang sempat dikeluhkan pembeli, ada cerita menarik dari perjuangan petani yang harus berjibaku dengan hujan dan serangan hama. Anggota Kelompok Tani Sido Makmur, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Sunarto, mengatakan bahwa harga tinggi memang membawa keuntungan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga cabai di pasaran Kota Malang, tengah meroket. Mirisnya, di balik angka Rp 100 ribu perkilogram yang sempat dikeluhkan pembeli, ada cerita menarik dari perjuangan petani yang harus berjibaku dengan hujan dan serangan hama.</p>



<p>Anggota Kelompok Tani Sido Makmur, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Sunarto, mengatakan bahwa harga tinggi memang membawa keuntungan. Namun, keuntungan itu tidak datang tanpa risiko.</p>



<p>&#8220;Petani memang sangat diuntungkan dengan harga yang tinggi. Tetapi dengan adanya musim hujan yang terjadi saat ini, hama juga sangat banyak,&#8221; kata Sunarto, Rabu (04/03/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, hujan yang hampir turun setiap malam, mempercepat perkembangan hama thrips dan kutu kebul, yaitu musuh utama tanaman cabai. Sehingga, penyemprotan pestisida juga intens dilakukan. Jika pada musim kemarau cukup sekali dalam sepekan, kini harus menyemprot dua hingga tiga kali seminggu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau musim biasa seminggu sekali cukup. Sekarang bisa dua sampai tiga kali. Obatnya juga lebih banyak, hampir 100 persen lebih banyak dibanding musim tidak hujan. Sehingga, biaya produksi ikut melonjak. Keuntungan dari harga tinggi, sebagian terserap untuk membeli obat dan perawatan tambahan. Karena memang curah hujan lebat,” jelasnya.</p>



<p>Perjuangan itu, tambahnya, belum berhenti sampai di sana. Untuk mencapai panen puncak, petani harus bersabar. Dari lahan 2 ribu meter persegi tersebut, panen pertama hanya menghasilkan 19 kilogram. Panen kedua naik menjadi 80 kilogram. Produksi maksimal baru bisa dirasakan pada panen ke-9 hingga ke-11, dengan potensi mencapai 350 kilogram sekali petik.</p>



<p>“Kalau sudah puncak bisa sampai 350 kilo sekali panen. Tapi itu nanti di panen ke sembilan sampai sebelas,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/harga-cabai-tinggi-petani-lesanpuro-tetap-tertekan-biaya-obat-akibat-hama-dan-hujan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230704</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tertekan Masalah Perkuliahan dan Skripsi, Seorang Mahasiswa Bunuh Diri di Area Jembatan Soekarno Hatta</title>
		<link>https://memontum.com/tertekan-masalah-perkuliahan-dan-skripsi-seorang-mahasiswa-bunuh-diri-di-area-jembatan-soekarno-hatta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 03:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[skripsi,]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[tertekan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228196</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang pria yang teridentifikasi sebagai mahasiswa (25), ditemukan tidak bernyawa di area Jembatan Soekarno Hatta, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Jumat (28/11/2025) malam sekitar pukul 19.10 WIB. Peristiwa ini, kali pertama ditemukan seorang mahasiswa yang tengah melintas di lokasi. Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Bahkan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang pria yang teridentifikasi sebagai mahasiswa (25), ditemukan tidak bernyawa di area Jembatan Soekarno Hatta, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Jumat (28/11/2025) malam sekitar pukul 19.10 WIB. Peristiwa ini, kali pertama ditemukan seorang mahasiswa yang tengah melintas di lokasi.</p>



<p>Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Bahkan, petugas gabungan dari Samapta Polresta Malang Kota, Polsek Lowokwaru hingga Unit Inafis, telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pendataan saksi.</p>



<p>&#8220;Korban diketahui bernama Naufal Fadhiil Rafino, mahasiswa Universitas Brawijaya, yang berdomisili di kawasan Jatimulyo, Lowokwaru. Kejadian ini, pertama kali disaksikan oleh seorang pengendara motor yang saat itu sedang melintas bersama pacarnya dari arah Utara ke Selatan. Kemudian, saksi melihat korban sedang minum air putih dan sempat duduk di pagar jembatan,&#8221; jelas Ipda Yudi, Sabtu (29/11/2025) tadi.</p>



<p>Tidak berapa lama, tambah Yudi, korban menjatuhkan diri ke belakang dengan ekspresi tersenyum. Setelah melihat adanya insiden tersebut, saksi segera meminta bantuan petugas keamanan di sekitar lokasi untuk melapor ke pihak kepolisian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Samapta Polresta Malang Kota, piket Sabhara Polsek Lowokwaru, piket reskrim Polsek Lowokwaru, piket identifikasi Unit Inafis Polresta Malang Kota datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan dilakukan dokumentasi di sekitar TKP,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Tidak lama berselang, adik korban, Argya, datang ke lokasi karena sejak sore hari telah kehilangan kontak dengan korban. Menurut keterangan keluarga, korban sempat mengirimkan pesan terakhir kepada adiknya sekitar pukul 16.00 WIB.</p>



<p>&#8220;Isi pesannya permintaan maaf dan korban sengaja melakukan perbuatan tersebut karena tertekan masalah perkuliahan dan skripsi yang tidak kunjung selesai,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kemudian, petugas mengevakuasi korban dan membawanya ke RSU Saiful Anwar Malang untuk dilakukan visum dan pemeriksaan lanjutan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228196</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
