<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tertimbun &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tertimbun/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 May 2025 16:59:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tertimbun &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Enam Korban Longsor Trenggalek Belum Ditemukan, Diduga Tertimbun Material hingga 10 Meter</title>
		<link>https://memontum.com/enam-korban-longsor-trenggalek-belum-ditemukan-diduga-tertimbun-material-hingga-10-meter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[material]]></category>
		<category><![CDATA[tertimbun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222281</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap enam korban tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Rabu (21/05/2025) tadi. Hanya saja, hingga hari ketiga pencarian tadi, sejumlah korban yang diduga tertimbun material longsor sedalam 10 meter ini, masih belum bisa terjangkau oleh petugas. Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap enam korban tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Rabu (21/05/2025) tadi. Hanya saja, hingga hari ketiga pencarian tadi, sejumlah korban yang diduga tertimbun material longsor sedalam 10 meter ini, masih belum bisa terjangkau oleh petugas.</p>



<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, mengatakan bahwa dihari ketiga ini proses pencarian masih terus dilakukan. Bahkan, pihak kepolisian juga sudah mendatangkan anjing pelacak.</p>



<p>&#8220;Anjing pelacak yang kita turunkan, sebanyak empat unit sudah mendeteksi tiga titik yang diduga di tempat tersebut ada korban di dalamnya. Menjadi kendala, di titik tersebut kedalamannya mencapai 10 meter,&#8221; ujarnya, Rabu (21/05/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>AKBP Ridwan Maliki menjelaskan, bahwa alat berat hari ini dipastikan sudah bisa menembus lokasi utama tanah longsor. Semula pencarian yang menggunakan peralatan manual, untuk selanjutnya bisa menggunakan alat berat berupa ekskavator dan alkon atau pompa air.</p>



<p>&#8220;Jadi yang tadi pagi masih menggunakan peralatan manual, besok InsyaAllah sudah bisa kita gunakan alat berat di tirik lokasi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa tantangan terbesar yang dihadapi oleh petugas gabungan adalah adanya pergerakan tanah di sekitar lokasi longsor. Hal tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi petugas gabungan terutama saat hujan turun.</p>



<p>Seperti diberikan sebelumnya, longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Trenggalek dan sekitarnya pada Senin (19/05/2025) sore. Tanah longsor berskala besar menimpa 10 rumah di Dusun Kebonagung. Selain menimpa rumah, enam warga dilaporkan hilang. Diantaranya Mesinem (90), Nitin (36), Tulus (65), Yatini (50), Yatiem (70) dan Torik yang masih berumur 2 tahun .<strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222281</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalur Pacet &#8211; Cangar Tertimbun Longsor, Satu dari Dua Unit Mobil Masuk Jurang</title>
		<link>https://memontum.com/jalur-pacet-cangar-tertimbun-longsor-satu-dari-dua-unit-mobil-masuk-jurang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Cangar]]></category>
		<category><![CDATA[jurang]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[tertimbun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220813</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Jalur Pacet (Kabupaten Mojokerto) &#8211; Cangar (Kota Batu), tertimbun longsor, Kamis (03/04/2025) tadi. Akibat kejadian itu, jalur alternatif menuju Kota Batu, pun menjadi lumpuh. Bahkan, dua unit kendaraan mobil dikabarkan tertimbun matrial longsoran. Hingga berita ditulis, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh sejumlah relawan, Tahura, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kabupaten Batu dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Jalur Pacet (Kabupaten Mojokerto) &#8211; Cangar (Kota Batu), tertimbun longsor, Kamis (03/04/2025) tadi. Akibat kejadian itu, jalur alternatif menuju Kota Batu, pun menjadi lumpuh. Bahkan, dua unit kendaraan mobil dikabarkan tertimbun matrial longsoran.</p>



<p>Hingga berita ditulis, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh sejumlah relawan, Tahura, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kabupaten Batu dan TNI-Polri. Sementara peristiwa sendiri, diperoleh informasi berlangsung sekitar pukul 11.15. Bahkan, terkait musibah ini juga terekam dalam beberapa video yang beredar.</p>



<p>&#8220;Jalur tutup total. Informasinya ada dua mobil yang terlihat tadi terjebak dalam lumpur,&#8221; ujar relawan Welirang Community, Jaka.</p>



<p>Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan evakuasi satu kendaraan roda empat yang tertimpa longsoran sejauh 30 meter ke jurang. &#8220;Teridentifikasi ada satu pick up, yang saat ini sedang evakuasi. Pick up tersebut sering melintas, karena pick up itu digunakan untuk angkutan sayur yang diambil dari Batu dan dijual ke Mojokerto. Proses evakuasi masih terus dilakukan,&#8221; jelas AKBP Ihram.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, dari arah Kota Batu, Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Polres) Batu, mengalihkan arus kendaraan bermotor yang menuju Kabupaten Mojokerto. &#8220;Pengalihan arus melalui Pandanrejo ke Karangploso,&#8221; kata Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim.</p>



<p>Ditegaskannya, bahwa saat ini jalur akses ke Kabupaten Mojokerto dari Kota Batu melalui Pacet-Cangar ditutup. &#8220;Betul ditutup, karena masih ada penanganan di jalan yang tertutup material tanah longsor berupa tanah dan pohon,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa untuk kendaraan yang sudah telanjur berada di jalur tersebut, dihimbau untuk putar balik dan kemudian diarahkan menuju Simpang Tiga Bendo. &#8220;Sudah kami imbau dan mengarahkan kendaraan yang sudah di sana diputar balik,&#8221; ucap AKP Kevin.</p>



<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BPBD Kota Batu, bahwa ada titik longsor di jalur Pacet-Cangar, yang masuk wilayah Kabupaten Mojokerto. Kendati demikian, BPBD setempat bersama sejumlah instansi di Kota Batu telah menerjunkan tim untuk membantu menangani kejadian tersebut. Total ada sekitar 15 tim gabungan yang diberangkatkan ke lokasi kejadian tanah longsor. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220813</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tertimbun Sedalam 10 Meter, Korban Kedua Longsor di Sungai Kaliputih Blitar Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/tertimbun-sedalam-10-meter-korban-kedua-longsor-di-sungai-kaliputih-blitar-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2025 10:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[kaliputih]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[meter]]></category>
		<category><![CDATA[sedalam]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tertimbun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219396</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Penambang pasir yang hilang tertimbun longsor runtuhnya tebing Sungai Kaliputih di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, kembali ditemukan, Selasa (18/02/2025) sekitar pukul 13.00. Korban kedua ini, diketahui bernama Nur Kholis (45), warga Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Saat ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Nur Kholis dalam kondisi meninggal tertimbun longsor sedalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Penambang pasir yang hilang tertimbun longsor runtuhnya tebing Sungai Kaliputih di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, kembali ditemukan, Selasa (18/02/2025) sekitar pukul 13.00. Korban kedua ini, diketahui bernama Nur Kholis (45), warga Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.</p>



<p>Saat ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Nur Kholis dalam kondisi meninggal tertimbun longsor sedalam 10 meter dan terjepit diantara batu serta batang pohon. &#8220;Bagian tangan korban terlihat saat kami menyemprotkan air ke lokasi pencarian dengan Alkon,&#8221; terang komandan Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang, Yoni Fariza.</p>



<p>Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Setelah berhasil dievakuasi dan memastikan identitas korban, jenazah kemudian dibawa menuju rumah duka. &#8220;Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebelumnya dua penambang pasir dilaporkan tertimbun longsor pasir di Sungai Kaliputih, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Minggu (16/02/2025). Korban pertama atas nama Nur Rohman (31) ditemukan dalam kondisi meninggal, Senin (17/02/2025). Setelah itu proses pencarian sempat dihentikan karena curah hujan tinggi.</p>



<p>Pencarian kedua dilanjutkan Tim SAR gabungan hari ini dengan menggunakan alat berat. &#8220;Pencarian dengan alat berat cukup sulit awalnya karena akses menuju lokasi pencarian kecil dan medan pencarian rawan banjir dan longsor di area sungai,&#8221; lanjut Yoni.</p>



<p>Dengan telah ditemukannya dua korban, operasi SAR bencana alam longsor di Desa Karangrejo, kemudian ditutup. Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian ini kembali ke satuan masing-masing.</p>



<p>Adapun unsur yang terlibat antara lain satu Tim Rescue Unit Siaga SAR Malang, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Blitar, Polsek dan Koramil Gandusari, RAPI, Tagana Kabupaten Blitar, PMI Kabupaten Blitar, Bolone ODGJ Malang, Rescue 020 Kndjh, RSI Kabupaten Blitar, LMI Kabupaten Blitar, RESOB, TSA dan warga sekitar. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219396</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem, Jalur Piket Nol Lumajang-Malang Kembali Tertimbun Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-jalur-piket-nol-lumajang-malang-kembali-tertimbun-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jan 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[lumajang-malang]]></category>
		<category><![CDATA[tertimbun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218098</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Cuaca Ekstrem di wilayah Kabupaten Lumajang, mengakibatkan terjadinya longsor yang berlangsung di Jalan Nasional Lumajang-Malang atau Piket Nol KM 55, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jumat (03/01/2025) tadi. Beruntung, kejadian itu cepat dilaporkan sehingga langsung direspon penanganan di lokasi. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, menjelaskan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Cuaca Ekstrem di wilayah Kabupaten Lumajang, mengakibatkan terjadinya longsor yang berlangsung di Jalan Nasional Lumajang-Malang atau Piket Nol KM 55, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jumat (03/01/2025) tadi. Beruntung, kejadian itu cepat dilaporkan sehingga langsung direspon penanganan di lokasi.</p>



<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, menjelaskan bahwa longsor di Jalur Piket Nol KM 55 terjadi sekitar pukul 05.00. Dari kejadian itu, selanjutnya langsung dilakukan langkah-langkah koordinasi.</p>



<p>&#8220;Pukul 05.00 tadi, itu kami menerima laporan via grub WA telah terjadi tanah longsor di Jalur Piket Nol KM 55. Dengan adanya kejadian tersebut, melakukan koordinasi dengan petugas Proyek BBPJN Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur &#8211; Bali dan menugaskan TRC PB Kabupaten Lumajang untuk menuju ke lokasi kejadian untuk membantu penanganan,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Yudi menambahkan, bahwa penanganan tanah longsor yang dilakukan oleh dua unit Loder milik petugas Proyek BBPJN Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur &#8211; Bali, telah selesai dan dilanjutkan pembersihan sisa material menggunakan truk tangki semprot air oleh tim dari BPBD Kabupaten Lumajang. &#8220;Namun longsoran kembali terjadi. Tim yang masih bersiaga di KM 55 segera memindaklanjuti informasi dengan meninjau lokasi. Alhamdulillah jam 12 siang penanganan longsoran batu di KM 55.50 berhasil dibersihkan dibantu menggunakan alat berat jenis loader milik pekerja proyek dan jalur kembali lancar,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Yudi juga mengungkapkan, bahwa di KM 55 terdapat tebing yang berpotensi akan terjadi longsor susulan. Karenanya, pihaknya menghimbau masyarakat untuk ekstra hati-hati.</p>



<p>&#8220;Oleh karenanya, saya mengimbau kepada pengendara atau pengguna jalan sepanjang Jalur Piket Nol untuk selalu waspada di saat terjadi hujan. Hal itu karena, Jalur Piket Nol banyak titik yang berpotensi terjadi longsor akibat pengeprasan tebing untuk pelebaran jalan,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218098</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musibah Tanah Longsor Pronojiwo Lumajang Akibatkan 4 Warga Tertimbun</title>
		<link>https://memontum.com/musibah-tanah-longsor-pronojiwo-lumajang-akibatkan-4-warga-tertimbun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 14:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[akibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[pronojiwo]]></category>
		<category><![CDATA[tertimbun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210256</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Musibah tanah longsor yang terjadi di Dusun Supit, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, dikabarkan menyebabkan empat warga menjadi korban alias tertimbun. Terhadap sejumlah korban, kini masih dalam pencarian. Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, yang turun langsung ke Desa Pronojiwo menyampaikan rasa turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut. &#8220;Saya turut prihatin dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Musibah tanah longsor yang terjadi di Dusun Supit, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, dikabarkan menyebabkan empat warga menjadi korban alias tertimbun. Terhadap sejumlah korban, kini masih dalam pencarian.</p>



<p>Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, yang turun langsung ke Desa Pronojiwo menyampaikan rasa turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut. &#8220;Saya turut prihatin dan berbela sungkawa atas musibah ini,&#8221; ungkapnya ketika dimintai keterangan di Kantor Kecamatan Pronojiwo, Selasa (04/06/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, berdasarkan keterangan saksi dan BPBD, longsor terjadi sekitar pukul 11.30 di petak 4 kawasan hutan milik Perhutani. Ketinggian timbunan kurang lebih 15 meter sampai 20 meter berbentuk tanah liat dan pohon-pohon pinus.</p>



<p>Diperkirakan, empat identitas korban yang tertimbun longsor itu, antara lain Junaidi warga Dusun Karangsuko, Desa Tamansatrian, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang bekerja sebagai sopir truk. Dwi, warga Dusun Supit RT36 RW13, Desa/Kecamatan Pronojiwo dan Rohim, warga Dusun Besuk Cukit, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, keduanya diketahui merupakan penambang pasir manual. Sementara 1 orang yang sudah berhasil dievakuasi atas nama Kusnadi, warga Dusun Tulungagungan RT11 RW5, Desa/Kecamatan Pronojiwo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ada empat orang korban, tadi jam 16.00 sebanyak satu orang bernama Kusnadi sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dan sudah dimakamkan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Proses evakuasi dan pencarian korban, kata Pj Bupati Yuyun-panggilan akrab Pj Bupati, tetap dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan jiwa tim. &#8220;Insyaallah besok akan dilakukan pencarian dan evakuasi dimulai pukul 07.00. Saat ini sudah malam dan evakuasi dihentikan. Termasuk memperhatikan cuaca, kalau hujan kita hentikan yang terpenting adalah keselamatan jiwa,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Ketua Paguyuban Penambang Pasir Pronojiwo, Muhammad Rizal, mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan BPBD, TNI dan Polri serta relawan dan warga, masih melakukan pencarian dan evakuasi pasca bencana longsor yang terjadi. Termasuk, mengerahkan lima unit eksavator.</p>



<p>&#8220;Ada penambang manual dan sopir truk yang menjadi korban, karena longsor terlalu tebal. Sebanyak lima ekskavator juga sudah kita kerahkan untuk melakukan evakuasi,&#8221; jelasnya. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210256</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Semalaman, Tembok Rumah Warga Trenggalek Jebol dan JLS Tertimbun Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-semalaman-tembok-rumah-warga-trenggalek-jebol-dan-jls-tertimbun-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[jebol]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[semalaman,]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<category><![CDATA[tertimbun]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192764</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek akhir-akhir ini, menyebabkan tanah longsor di sejumlah tempat. Bahkan, sedikitnya satu rumah dan ruas jalan di Jalur Lintas Selatan (JLS) Trenggalek terdampak longsor. Kasihumas Polres Trenggalek, Iptu Suswanto, mengatakan tembok rumah warga tepatnya di Desa Masaran Kecamatan Munjungan jebol tertimpa meterial tanah akibat tebing setinggi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek akhir-akhir ini, menyebabkan tanah longsor di sejumlah tempat. Bahkan, sedikitnya satu rumah dan ruas jalan di Jalur Lintas Selatan (JLS) Trenggalek terdampak longsor.</p>



<p>Kasihumas Polres Trenggalek, Iptu Suswanto, mengatakan tembok rumah warga tepatnya di Desa Masaran Kecamatan Munjungan jebol tertimpa meterial tanah akibat tebing setinggi 7 meter dan lebar 5 meter runtuh akibat hujan deras. &#8220;Iya betul, sejak sore wilayah Munjungan (kecamatan, red) memang diguyur hujan cukup deras. Kemudian sekira pukul 05.30 WIB, tebing yang berada di samping rumah warga longsor dan mengenai tembok dapur. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa,&#8221; ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (07/07/2023) siang.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, di wilayah Kecamatan Watulimo dilaporkan tebing di JLS Tulungagung-Trenggalek masuk Desa Tasikmadu pagi ini sekira pukul 07.00 WIB mengalami longsor dan material tanah memenuhi hampir separo badan jalan. Kondisi ini, tentu sangat riskan menyebabkan kecelakaan bagi para pengguna jalan dimana JLS saat ini masih dibuka hingga tanggal 16 Juli 2023.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Suswanto menegaskan, saat ini petugas Polri, TNI dan stakeholder lainnya sudah ada di lokasi untuk melakukan penjagaan dan evakuasi serta membantu membersihkan material longsor. &#8220;Saat ini, petugas gabungan tengah melakukan penjagaan dan evakuasi material longsor di lokasi. Petugas juga memasang rambu peringatan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Mengingat, saat ini hujan masih kerap turun, pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan hati-hati. Terutama, bagi warga yang berdomisili di wilayah perbukitan atau pegunungan. Demikian pula, bagi para pengguna jalan khususnya yang melintas di jalan yang memang rawan terjadi tanah longsor.</p>



<p>“Jika mengetahui bencana alam sekecil apapun, mohon segera melaporkan ke kantor polisi terdekat agar bisa dilakukan penanganan secepatnya,&#8221; pesan Suswanto. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192764</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
