<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tetiba &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tetiba/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Jul 2024 14:23:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tetiba &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gunungan Sampah di TPA Kota Probolinggo Tetiba Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/gunungan-sampah-di-tpa-kota-probolinggo-tetiba-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211730</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Angrek, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tiba-tiba terbakar, Jumat (12/07/2024) tadi. Informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut tetiba muncul dari sisi sebelah Utara. Sementara kejadian, baru diketahui sekitar pukul 18.00 WIB dan saat itu petugas TPA sudah tidak bertugas atau sudah pulang. Tiupan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Angrek, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tiba-tiba terbakar, Jumat (12/07/2024) tadi.</p>



<p>Informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut tetiba muncul dari sisi sebelah Utara. Sementara kejadian, baru diketahui sekitar pukul 18.00 WIB dan saat itu petugas TPA sudah tidak bertugas atau sudah pulang.</p>



<p>Tiupan angin yang cukup kencang di lokasi, membuat bara pun dengan cepat menyebar. Sehingga, kobaran api menjadi mudah membesar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Dinas Satpol PP, Linmas dan Damkar Kota Probolinggo, Pujo Agung Satrio, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan kejadian melalui Call Center 112. &#8220;Jadi kami menerima laporan dari 112, bahwa di TPA terjadi kebakaran. Kami langsung menerjunkan empat unit mobil Damkar untuk melakukan pemadaman,&#8221; katanya.</p>



<p>Petugas Damkar kemudian menyebar ke sisi sebelah Barat dan Timur TPA, untuk memadamkan api dan pembasahan. Selain itu, mobil tangki dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo juga dilibatkan dalam peristiwa itu.</p>



<p>“Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Api tiba-tiba muncul dan langsung merembet serta membakar tumpukan sampah,” ujarnya.</p>



<p>Sampai saat ini, proses pemadaman dan pembasahan masih dilakukan petugas di lapangan. <strong>(nun/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211730</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Berbuka Puasa, Gudang di Probolinggo Tetiba Kobarkan Api</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-berbuka-puasa-gudang-di-probolinggo-tetiba-kobarkan-api</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kobarkan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[puasa,]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207892</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Kebakaran hebat terjadi di Jalur Lingkar Utara, atau Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jumat (29/03/2024) malam. Adalah gudang rongsokan, yang menjadi sasaran bara api. Informasi yang diperoleh, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, bara api awalnya tidak terlalu besar. Namun, tidak berselang lama atau karena angin di lokasi cukup kencang, membuat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Kebakaran hebat terjadi di Jalur Lingkar Utara, atau Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jumat (29/03/2024) malam. Adalah gudang rongsokan, yang menjadi sasaran bara api.</p>



<p>Informasi yang diperoleh, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, bara api awalnya tidak terlalu besar. Namun, tidak berselang lama atau karena angin di lokasi cukup kencang, membuat api makin cepat membesar dan meluas. Sementara di lokasi, banyak barang yang mudah terbakar.</p>



<p>Akibat kejadian itu, petugas pemadam kebakaran menerjunkan lima mobil pemadam. Selain itu, mobil bantuan penyuplai air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat juga dilibatkan.</p>



<p>&#8220;Di lokasi kebetulan banyak kardus hingga plastik. Sehingga, api dengan cepet membesar, ujar warga setempat, Ismail.</p>



<p>Lurah Mayangan, Iwan Arif Afandi, mengatakan jika gudang barang rongsokan itu milik Hasyim, warga setempat. Dalam kejadian itu, meski bara api hingga membesar, namun tidak sampai merembet ke pemukiman sekitar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kebetulan gudang barang rongsokannya berada di sebelah Utara jalan. Sementara di sekitar lokasi, jauh dari pemukiman,&#8221; kata Lurah Iwan, saat meninjau lokasi kejadian.</p>



<p>Untuk memadamkan api, lanjut Lurah Iwan, total ada enam kendaraan pemadam. Sementara arus lalu lintas, sempat ditutup untuk memudahkan pemadaman api.</p>



<p>&#8220;Untuk penyebab kebakarannya, masih belum diketahui,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kapolsek Mayangan, AKP Heri Sugianto, mengatakan untuk penyebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan anggota. Di lokasi, petugas juga membantu untuk proses pemadaman.</p>



<p>&#8220;Untuk penyebab terjadinya kebakaran, masih belum kita ketahui. Sementara ini kami masih melakukan penyelidikan,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/sit</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207892</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Overheat, Mobil di Jembatan Jalan Ranugrati Kota Malang Tetiba Kobarkan Api</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-overheat-mobil-di-jembatan-jalan-ranugrati-kota-malang-tetiba-kobarkan-api</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kobarkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[overheat,]]></category>
		<category><![CDATA[ranugrati]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200503</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mobil berjenis Mazda Astina berwarna kuning dengan Nomor Polisi N 1197 GR, mendadak terbakar di sekitar Jembatan Jalan Ranugrati, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (27/10/2023) sekitar pukul 12.40. Pengemudi mobil, Maria Ulfa, menyampaikan jika dirinya mengendarai mobil bersama dengan dua penumpang lainnya dari Jabung, Kabupaten Malang menuju salah satu Supermarket yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Mobil berjenis Mazda Astina berwarna kuning dengan Nomor Polisi N 1197 GR, mendadak terbakar di sekitar Jembatan Jalan Ranugrati, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (27/10/2023) sekitar pukul 12.40.</p>



<p>Pengemudi mobil, Maria Ulfa, menyampaikan jika dirinya mengendarai mobil bersama dengan dua penumpang lainnya dari Jabung, Kabupaten Malang menuju salah satu Supermarket yang berada di Kawasan Klojen, Kota Malang. Diceritakannya, jika pada awalnya mobil berjalan dengan normal. Namun ketika melintas di Jembatan Jalan Ranugrati, tercium bau bensin menyengat dari bagian mesin.</p>



<p>&#8220;Di dalam mobil ada tiga orang, yaitu saya, adik dan anak saya. Sesampainya di Jembatan Ranugrati, tercium seperti bau bensin. Sesaat kemudian, terdengar bunyi bluk-bluk (letupan) dan muncul kepulan asap,&#8221; kata Maria.</p>



<p>Kemudian, dengan adanya kepulan asap tersebut, membuatnya dan dua penumpang lainnya memutuskan langsung keluar dari mobil. Tidak lama kemudian, kepulan asap itu berubah menjadi kobaran api dan membakar mobil tersebut.</p>



<p>&#8220;Api muncul dari bagian bawah mesin dan langsung membesar. Saya kurang tahu penyebab kebakarannya, karena apa. Padahal, saya tidak menyalakan AC dan radio. Sedangkan, aki baru ganti dalam kondisi baru beberapa hari lalu,&#8221; ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Operasional Pemadam Kebakaran Kota Malang, Anang Yuwono, menyampaikan jika pihaknya menerima laporan kejadian mobil terbakar pada pukul 12.42. Kemudian, ditindaklanjuti dengan menurunkan sejumlah dua unit mobil pemadam beserta 12 personel.</p>



<p>“Saat kami tiba di lokasi, api sudah membesar. Kami kemudian segera bergerak melakukan pemadaman. Lama pemadaman sekitar 12 menit, atau selesai sekitar pukul 13.00. Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” terangnya.</p>



<p>Ditambahkannya, untuk dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari selang bensin yang bocor. Dimana itu membuat aliran bensin mengenai bagian mesin dan langsung terbakar atau terjadi overheat.</p>



<p>&#8220;Itu dugaan sementara terkait penyebab kebakaran. Kondisi mobil sendiri sekitar 80 persen hangus terbakar. Yang terlihat utuh, itu hanya bagian belakang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selanjutnya, mobil dievakuasi dan dibawa menggunakan kendaraan towing agar tidak mengganggu arus lalu lintas. &#8220;Selain itu, kami juga dibantu pihak kepolisian untuk menutup sementara lokasi jalan, mempermudah proses pemadaman,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200503</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tetiba Sekolah Disegel, Bupati Sumenep Pastikan Sengketa Lahan Bakal Tuntas</title>
		<link>https://memontum.com/tetiba-sekolah-disegel-bupati-sumenep-pastikan-sengketa-lahan-bakal-tuntas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Sep 2023 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Disegel]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sengketa]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<category><![CDATA[tuntas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198816</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, kembali diuji dengan konflik lahan yang ada di dunia pendidikan. Tetiba, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kalianget, disegel oleh orang yang mengaku sebagai pemilik lahan, Minggu (17/09/2023) lalu. Akibat penyegelan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut pun lumpuh total. Mendengar laporan ada sekolah disegel, Achmad [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, kembali diuji dengan konflik lahan yang ada di dunia pendidikan. Tetiba, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kalianget, disegel oleh orang yang mengaku sebagai pemilik lahan, Minggu (17/09/2023) lalu. Akibat penyegelan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut pun lumpuh total.</p>



<p>Mendengar laporan ada sekolah disegel, Achmad Fauzi Wongsojudo langsung gerak cepat untuk menyelesaikan polemik penyegelan sekolah. Dirinya langsung berkoordinasi dengan para stakeholder, untuk memastikan bahwa proses KBM di sekolah kembali aktif.</p>



<p>Ketegasan Bupati Fauzi, itu dibuktikan dengan membuka segel sekolah. Bahkan, dirinya memimpin langsung apel upacara di SMKN 1 Kalianget pasca penyegelan, Senin (25/09/2023) tadi. Disampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep komitmen menyelesaikan dugaan sengketa lahan dengan orang yang mengklaim sebagai pemilik lahan.</p>



<p>&#8220;Sudah jadi tanggung jawab kami (pemerintah), untuk menuntaskan polemik sengketa lahan ini. Hal itu, semata-mata agar kegiatan belajar mengajar ratusan pelajar ini bisa berlangsung lagi. Meskipun polemik, ini bagian dari persoalan masa lalu,&#8221; kata Bupati Sumenep.</p>



<p>Politisi PDI-Perjuangan Sumenep ini mengharapkan pada seluruh siswa-siswi SMKN 1 Kalianget, untuk tetap fokus belajar. Urusan penutupan sekolah, sudah dibuka. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku untuk menyelesaikan dugaan sengkata lahan ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, kami berterima kasih kepada seluruh jajaran SMKN 1 Kalianget, yang mendidik dan mengabdikan diri dalam upaya mencerdaskan generasi bangsa yang berkarakter dan mandiri. Kami tegaskan, SMKN 1 Kalianget harus tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM),” papar Bupati Fauzi.</p>



<p>Pihaknya juga meminta, agar seluruh guru dan para siswa untuk tidak terpengaruh dengan polemik dugaan sengketa lahan ini sehingga KBM harus tetap berjalan. &#8220;Kami sampaikan terima kasih pada semua pihak yang telah ikut membantu menyelesaikan polemik ini,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Pihaknya mengharapkan, polemik ini tidak sampai menutup atau menyegel sekolah. Sebab, KBM para pelajar bakal terganggu dan pelajar yang kena imbasnya (dirugikan). Padahal, pelajar tidak tahu apa-apa.</p>



<p>“Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap SMKN 1 Kalianget ini dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang dapat membawa nama harum daerahnya,” tambahnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, Kepala Sekolah (Kasek) SMKN I Kalianget, Ishak, pun sempat panik lantaran tetiba saja sekolahnya disegel. Akibatnya, ratusan pelajar jadi terlantar karena tidak bisa melangsungkan KBM.</p>



<p>&#8220;Memang benar sekolah disegel. Terpaksa ratusan pelajar, kami pulangkan. Sebab terduga pemilik lahan selaku ahli waris tak mau buka segel pintu utama sekolah sebelum urusan dugaan sengketa lahan selesai,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Bahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. <strong>(edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198816</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pekerja Proyek Pembangunan Pasar Kolpajung Pamekasan Tak Digaji, Mandor Tetiba Menghilang</title>
		<link>https://memontum.com/pekerja-proyek-pembangunan-pasar-kolpajung-pamekasan-tak-digaji-mandor-tetiba-menghilang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digaji,]]></category>
		<category><![CDATA[kolpajung]]></category>
		<category><![CDATA[mandor]]></category>
		<category><![CDATA[menghilang]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197980</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Nasib apes menimpa sejumlah pekerja proyek pembangunan pasar tradisional Kolpajung Pamekasan. Itu karena, mereka mengaku belum dibayar atas pekerjaan yang sudah dikerjakan, karena sang mandor secara tiba-tiba menghilang. Dari pengakuan pekerja, diketahui sudah 35 hari, pekerjaan yang sudah dilakukan itu belum juga dibayar. Padahal, biasa setelah awal bulan, mereka menerima bayaran bulanan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Nasib apes menimpa sejumlah pekerja proyek pembangunan pasar tradisional Kolpajung Pamekasan. Itu karena, mereka mengaku belum dibayar atas pekerjaan yang sudah dikerjakan, karena sang mandor secara tiba-tiba menghilang.</p>



<p>Dari pengakuan pekerja, diketahui sudah 35 hari, pekerjaan yang sudah dilakukan itu belum juga dibayar. Padahal, biasa setelah awal bulan, mereka menerima bayaran bulanan. Karenanya, untuk sementara mereka menghentikan pekerjaan.</p>



<p>Sementara itu, selama mereka bekerja, pun biasa diberi jatah makan dari PT, untuk Sabtu dan Minggu. Sementara di hari biasa atau Senin hingga Jumat, itu kasbon untuk keperluan makan.</p>



<p>&#8220;Karena mandornya tiba-tiba menghilang, selain tidak bayaran juga tidak bisa makan. Jadi seperti Senin hingga Jumat, saya akan makan kalau ada orang yang mengasih. Tetapi kalau tidak ada, ya saya puasa,&#8221; ungkap Suwarno (65), warga aasal Kelurahan Gentang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, mandor proyek sendiri tetiba hilang sejak 8 September. Karena di tanggal itu, sempat diminta menunggu. &#8220;Tanggal 8 itukan mau bayaran dan kita disuruh menunggu. Tapi ternyata, paginya itu dia (mandor, red) pergi. Nama mandornya Heri Dairin, katanya orang Purwokerto,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Suwarno juga menjelaskan, selama bekerja, dirinya dijanjikan gaji Rp 110 ribu perhari. Sementara, pekerja yang belum bayaran, ada 11 orang yang di bawah pimpinan mandor tersebut.</p>



<p>&#8220;Kami hampir setiap pagi, para pekerja berkumpul untuk meminta kejelasan di depan pintu masuk Proyek Pasar Kolpajung. Kami juga meminta tolong sama Lak Polisi, tadi pagi. Karena saya juga orang perantau,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Pemenang Proyek Pasar Kolpajung, PT Adhi Persada Gedung (APG), Arif Sulistiono, menyampaikan bahwa soal honor atau bayaran pekerja sudah di berikan. Hanya saja, dari pihak mandor sendiri yang sampai saat ini tidak kunjung memberikannya kepada pekerja.</p>



<p>&#8220;Kita akan coba bantu selesaikan. Karena dari pihak APG, itu sudah membayar (gaji, red) ke mandornya. Sampai sekarangpun, itu mandornya kita tidak bisa hubungi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kontrak dari PT dengan pihak mandor. Akan tetapi, sampai saat ini memang belum bisa dihubungi. Semoga saja, waktu dekat permasalahan tersebut akan teratasi.</p>



<p>&#8220;Kita masih mencari nomornya sebagai pertanggung jawaban dari kita. Kita konsentrasi pada bapak-bapak ini, supaya lekas pulang,&#8221; ungkapnya.<strong> (azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197980</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Tetiba Dipindah dari TPA Tlekung ke Pendem, Mesin Pirolisis Ganti Berada di Temas</title>
		<link>https://memontum.com/usai-tetiba-dipindah-dari-tpa-tlekung-ke-pendem-mesin-pirolisis-ganti-berada-di-temas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Sep 2023 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berada]]></category>
		<category><![CDATA[dipindah]]></category>
		<category><![CDATA[pendem]]></category>
		<category><![CDATA[pirolisis]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197768</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Mesin Pirolisis yang dahulunya digunakan untuk mengolah sampah di TPA Tlekung dengan kapasitas kecil 30 sampai 50 ton perhari, kini keberadaannya telah berpindah lagi di lahan samping TPS Temas di Kelurahan Temas, Kecamatan/Kota Batu. Di mana seperti yang telah diberitakan, paska penutupan (pembatasan menurut DLH, red) TPA Tlekung, mesin itu secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Mesin Pirolisis yang dahulunya digunakan untuk mengolah sampah di TPA Tlekung dengan kapasitas kecil 30 sampai 50 ton perhari, kini keberadaannya telah berpindah lagi di lahan samping TPS Temas di Kelurahan Temas, Kecamatan/Kota Batu. Di mana seperti yang telah diberitakan, paska penutupan (pembatasan menurut DLH, red) TPA Tlekung, mesin itu secara tetiba di Halaman Kantor Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.</p>



<p>Lurah Temas, Adi Santoso, membenarkan bahwa Mesin Pirolisis itu sekarang posisinya ada di wilayah desanya. Sementara status Mesin Pirolisis tersebut, masih dalam penitipan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Memang benar ada mesin pengolah sampah dan sepertinya milik swasta di Temas. Kalau tidak salah, Sabtu (02/09/2023) atau Minggu (03/09/2023) yang lalu waktu malam hari, dibawa ke Temas. Saat itu, DLH menghubungi saya dan mengatakan akan ditempatkan di lahan luas sebelah TPS Temas,&#8221; terangnya, saat dihubungi lewat ponsel, Jumat (08/09/2023) tadi.</p>



<p>Ditanya apakah Mesin Pirolisis itu akan digunakan di TPS3R Kelurahan Temas, dirinya mengatakan, jika sampai hari ini (Jumat, red), masih belum ada pembicaraan lebih lanjut dari DLH. &#8220;Saya tidak mengetahui, apakah mesin itu akan digunakan di Temas untuk mengolah sampah. Karena, berita acara yang menjelaskan penggunaannya juga belum ada,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Bahkan, tambah Adi, untuk saat ini Kelurahan Temas masih belum memiliki TPS3R. Dikarenakan, lahan dan bangunan yang rencana digunakan untuk TPS3R, masih dipakai DLH Kota Batu, yakni untuk parkir kendaraan pengangkut sampah.</p>



<p>&#8220;Kalau memang Mesin Pirolisis itu diperuntukkan TPS3R Kelurahan Temas, maka pastinya harus dibicarakan dahulu dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mengelola TPS3R. Karena, di sini menyangkut besaran biaya operasional,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terkait keberadaan mesin, dirinya menjelaskan, akan membicarakan dengan DLH. Sehingga, semuanya bisa clear. &#8220;Sekarang masih dibicarakan sama DLH. Karena, keberadaan mesin Pirolisis itu belum ada serah terima,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, menurut salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, membenarkan bahwa Mesin Pirolisis yang berada di daerah Kelurahan Temas, itu dibawa oleh DLH Kota Batu. Hanya saja, untuk peruntukannya masih belum jelas. Apakah dipinjam pakaikan atau bagaimana.</p>



<p>&#8220;Yang membawa Mesin Pirolisis dari Pendem (Balai Desa, red) ke Temas, itu DLH. Untuk statusnya, saya tidak tahu,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Mesin Pirolisis yang awalnya di TPA Tlekung, tetiba pindah di Pendem. Kades Pendem saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa keberadaan mesin hanya dititipkan seorang warganya, yang mengaku sebagai pihak ke tiga dari DLH. Warga yang teridentifikasi bernama Imron, pun mengaku kalau kontrak mesin sudah habis. Sehingga, dikeluarkan dari TPA Tlekung. Sementara DLH, mengaku kalau mesin akan dimanfaatkan di Temas. Hanya saja, status mesin tidak dijelaskan. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197768</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mesin Pirolisis Tetiba Pindah, DPRD Bakal Panggil DLH Kota Batu Guna Cecar Transparansi Pengolahan</title>
		<link>https://memontum.com/mesin-pirolisis-tetiba-pindah-dprd-bakal-panggil-dlh-kota-batu-guna-cecar-transparansi-pengolahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 07:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[panggil]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan]]></category>
		<category><![CDATA[pindah]]></category>
		<category><![CDATA[pirolisis]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<category><![CDATA[transparansi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197156</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Berpindahnya mesin pirolisis atau mesin pencacah untuk pemilah sampah dari TPA Tlekung ke Halaman Kantor Balai Desa Pendem, mematik reaksi. Bahkan, DPRD Kota Batu berencana akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terkait transparansi pengelolaan TPA Tlekung. Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi, mengatakan bahwa pengolahan sampah di TPA Tlekung, tidak terlepas dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Berpindahnya mesin pirolisis atau mesin pencacah untuk pemilah sampah dari TPA Tlekung ke Halaman Kantor Balai Desa Pendem, mematik reaksi. Bahkan, DPRD Kota Batu berencana akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terkait transparansi pengelolaan TPA Tlekung.</p>



<p>Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi, mengatakan bahwa pengolahan sampah di TPA Tlekung, tidak terlepas dari mesin. Salah satunya, yaitu pirolisis. Karenanya, ketika mesin itu tiba-tiba dikeluarkan dari TPA Tlekung, tentunya bagaimana pengolahan sampah yang menumpuk di lokasi.</p>



<p>&#8220;Lho, mesin pirolisis sudah dikeluarkan dari TPA Tlekung. Kapan itu? Kami tidak mengetahuinya,&#8221; terangnya, Kamis (31/08/2023) tadi.</p>



<p>Terkait langkah DLH, Asmadi pun menyampaikan, tentunya harus dikoordinasikan. Karena, DLH hingga tadi tidak memberikan informasi secara resmi terkait mesin yang digunakan untuk mengolah sampah.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Secepatnya, minggu depan awal September 2023, akan kita panggil DLH untuk klarifikasi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Asmadi menambahkan, DLH harusnya transparan dalam pengolahan. Ini dikarenakan, kondisi Kota Batu saat ini sedang konsentrasi mengurus sampah supaya terkelola dengan baik.</p>



<p>&#8220;Saya berharap, ada keterbukaan dalam permasalahan sampah di Kota Batu. Saya tidak mau, ujung-ujungnya terjerat masalah uang,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih dari itu, tambahnya, mengenai anggaran untuk TPS3R di setiap desa dan kelurahan, yang dianggarkan Rp 9 miliar. Sedangkan, anggaran penanganan percepatan permasalahan TPA Tlekung atau selama pelaksanaan kemarin, sudah muncul angka Rp 2,4 miliar.</p>



<p>&#8220;Seperti ini, yang jelas DLH harus memberikan klarifikasi,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, menjelang penutupan TPA Tlekung di Kecamatan Junrejo per 30 Agustus kemarin, mesin pirolisis kapasitas kecil atau 30 sampai 50 ton, diketahui telah berpindah di Halaman Kantor Balai Desa Pendem. Menurut pihak penerima kerja sama dengan DLH, disampaikan bahwa kerja sama sudah habis di Mei 2023. Sementara DLH, menyampaikan jika mesin itu akan digunakan untuk pengolahan. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197156</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mesin Pirolisis di TPA Tlekung Tetiba Dipindahkan, Pegawai Ngaku Kerja Sama Habis, DLH Bilang Digunakan TPS3R</title>
		<link>https://memontum.com/mesin-pirolisis-di-tpa-tlekung-tetiba-dipindahkan-pegawai-ngaku-kerja-sama-habis-dlh-bilang-digunakan-tps3r</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Aug 2023 12:41:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bilang]]></category>
		<category><![CDATA[digunakan]]></category>
		<category><![CDATA[Dipindahkan]]></category>
		<category><![CDATA[habis,]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[pirolisis]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197107</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Mesin pencacah sampah atau mesin pirolisis, yang sebelumnya berada di TPA Tlekung, diketahui telah berpindah tempat di Halaman Kantor Desa Pendem, seiring pelaksanaan penutupan TPA Tlekung, Rabu (30/08/2023) tadi. Mesin pirolisis itu, adalah mesin yang berkapasitas pengolahan kapasitas kecil yaitu 30 sampai 50 ton. Dari pantauan lapangan, di TPA Tlekung saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Mesin pencacah sampah atau mesin pirolisis, yang sebelumnya berada di TPA Tlekung, diketahui telah berpindah tempat di Halaman Kantor Desa Pendem, seiring pelaksanaan penutupan TPA Tlekung, Rabu (30/08/2023) tadi. Mesin pirolisis itu, adalah mesin yang berkapasitas pengolahan kapasitas kecil yaitu 30 sampai 50 ton.</p>



<p>Dari pantauan lapangan, di TPA Tlekung saat ini hanya terdapat satu insenerator ukuran besar yang dimanfaatkan untuk membakar sampah. Kemudian, di sisi tempat lain atau yang juga ada cerobong besar insenerator, masih belum terpakai. Sementara mesin pirolisis yang sebelumnya atau selama ini digunakan selama Juli 2023 di TPA Tlekung, diketahui sudah tidak ada dan diduga sudah pindah ke halaman balai desa.</p>



<p>Kepala Desa Pendem, Tri Wahyono Effendi, mengatakan bahwa mesin pengolah sampah yang berada di kantor desanya sifatnya hanya dititipkan. Di mana, bukan berarti mesin itu bakal digunakan di TPS3R milik desa.</p>



<p>&#8220;Mesin (pirolisis, red) yang ada di halaman kantor desa, itu adalah mesin pengolah sampah yang ada di TPA Tlekung. Tetapi, itu hanya dititipkan,&#8221; terangnya di Kantor Desa Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (30/08/2023) sore.</p>



<p>Berpindahnya mesin itu, ujarnya, karena pengurus (pegawai, red) dari mitra yang kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, merupakan warga Desa Pendem. Sementara, warga tersebut menghubunginya guna menitipkan mesin pada Selasa (29/08/2023) kemarin malam.</p>



<p>&#8220;Warga saya itu namanya Pak Imron dan merupakan pengurus dari PT Arta atau pihak yang kerja sama dengan DLH. Terus, yang bersangkutan menghubungi saya untuk titip sementara mesin pirolisis itu di halaman kantor desa. Katanya, mesin itu mau diservis,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, pengurus PT Arta, Imron, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa mesin yang berada di halaman kantor Desa Pendem, itu kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. &#8220;Memang mesin pirolisis yang ada di halaman kantor Desa Pendem, itu kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Tetapi, kerja sama itu sebenarnya sudah berakhir Mei 2023 lalu. Dan, dibawa ke halaman kantor Desa Pendem, baru pagi tadi,&#8221; singkatnya.</p>



<p>Disinggung mengenai mesin pirolisis kapasitas besar, Imron mengaku tidak paham. Karena setahunya, mesin itu adalah kapasitas kecil atau untuk pengolahan sampah antara 30 sampai 50 ton. &#8220;Mesin pirolisis hanya itu saja, yakni dengan kapasitas kecil 30 sampai 50 ton. Yang berkapasitas besar atau di atas itu, selama ini saya tidak mengetahui,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Mengenai keberadaan mesin, Imron mengatakan, karena di TPA Tlekung untuk mengolah sampah akan menggunakan insenerator milik Dinas Lingkungan Hidup. &#8220;Mesin itu sudah tidak dipakai di TPA Tlekung. Untuk mengolah sampah di sana (TPA Tlekung), itu menggunakan insenerator milik Dinas Lingkungan Hidup. Untuk selanjutnya, nanti bisa ngobrol saja dengan pimpinan saya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aries Setiawan, dikonfirmasi terpisah membenarkan mengenai keberadaan mesin pirolisis kapasitas kecil yang dikeluarkan dari TPA. &#8220;Memang mesin pirolisis yang di TPA Tlekung, itu sudah dikeluarkan dari area TPA. Itu dikeluarkan pagi tadi, Rabu (30/08/2023),&#8221; jelasnya.</p>



<p>Disinggung mengenai tujuan dikeluarkannya mesin, Aries mengaku, bahwa mesin akan digunakan di TPS3R Stadion Brantas Kota Batu untuk mengolah sampah dari pasar dan Alun-alun Kota Batu. Dan, selain itu untuk mengolah sampah di Kelurahan Temas.</p>



<p>Lantas, bagaimana kelanjutan kerja sama dengan PT Arta, atas pengelolaan TPA Tlekung atau habisnya kerja sama, Ares enggan memberikan jawaban. &#8220;Saya tidak mau menjawab,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197107</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
