<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>timbulan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/timbulan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Apr 2026 09:36:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>timbulan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jalin Kerja Sama dengan PT RWM, Bupati Rusdi Targetkan Tak Ada Timbulan Sampah di TPA Pasuruan</title>
		<link>https://memontum.com/jalin-kerja-sama-dengan-pt-rwm-bupati-rusdi-targetkan-tak-ada-timbulan-sampah-di-tpa-pasuruan</link>
					<comments>https://memontum.com/jalin-kerja-sama-dengan-pt-rwm-bupati-rusdi-targetkan-tak-ada-timbulan-sampah-di-tpa-pasuruan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[timbulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231731</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menargetkan bahwa 2 hingga 3 tahun mendatang, tidak ada lagi timbulan sampah, khususnya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kabupaten Pasuruan. Target itu diuraikannya, seusai Bupati Rusdi menandatangani perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan PT Republik Waste Management (RWM), Kamis (16/04/2026) tadi. Diungkapkan Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menargetkan bahwa 2 hingga 3 tahun mendatang, tidak ada lagi timbulan sampah, khususnya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kabupaten Pasuruan. Target itu diuraikannya, seusai Bupati Rusdi menandatangani perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan PT Republik Waste Management (RWM), Kamis (16/04/2026) tadi.</p>



<p>Diungkapkan Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan, bahwa permasalahan gunungan sampah yang ada di TPA Pasuruan, masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dicarikan solusinya. Oleh sebab itu, dengan MoU yang sudah dilakukan, ada banyak rencana yang akan diambil demi dapat mengurangi volume sampah di TPA, setiap harinya.</p>



<p>&#8220;MoU ini adalah salah satu usaha Pemkab Pasuruan, dengan dibantu PT Republik Waste Management untuk mengurai permasalahan sampah di Kabupaten Pasuruan. Sebab, sampah ini menjadi perhatian dari semua level pemerintah mulai pusat, provinsi sampai daerah,&#8221; kata Bupati Pasuruan.</p>



<p>Dijelaskan Mas Rusdi, volume sampah yang keluar masuk TPA Wonokerto, di setiap harinya mencapai 200 hingga 300 ton perhari. Jumlah tersebut cukup banyak, mengingat seluruh sampah yang ada di TPS, secara otomatis dibuang ke TPA.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Belum lagi sampah di TPA yang lama di Desa Kenep maupun sampah dari rumah tangga dan industri, juga masih banyak dan harus segera diselesaikan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Utama PT RWM, Ekananta Niky Indragiri, menjelaskan ada tiga project scope yang telah disiapkan. Diantaranya, yaitu landfill minning facility, yakni membangun dan mengoperasionalkan Fasilitas Landfill Minning dan TPST RDF, serta mengoptimalkan kapasitas RDF Plant yang saat ini telah beroperasi di Kecamatan Kejayan untuk menampung seluruh SSRT Industri di seluruh Kabupaten Pasuruan.</p>



<p>Sedangkan pola kerja sama, ujarnya, meliputi penyiapan lahan, alat berat, tenaga kerja dan operasionalnya. Termasuk, pemanfaatan tanah hasil landfill minning, penyiapan investasi teknologi, pembuatan feasibility supply sampai kontrubusi pada PAD, juga selalu diingatkan.</p>



<p>&#8220;Kita ada project planning, karena tahapan ini merupakan perencanaan yang optimis, finalisasi project sangat ditentukan waktu proses kerja sama antara swasta dan pemerintah,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dengan MoU ini, tambahnya, pengolahan sampah di Kabupaten Pasuruan bisa dilakukan dalam waktu dekat dan dapat tertangani dengan baik. &#8220;Karena kalau melihat di daerah lain, banyak yang cukup memprihatikan dalam pengolahan sampah. Mumpung belum terlambat, maka kami akan bekerja keras,&#8221; terangnya. <strong>(kom/puj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jalin-kerja-sama-dengan-pt-rwm-bupati-rusdi-targetkan-tak-ada-timbulan-sampah-di-tpa-pasuruan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231731</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Kota Malang Ungkap Timbulan Sampah Turun saat Ramadan dan Lebaran 2026</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-ungkap-timbulan-sampah-turun-saat-ramadan-dan-lebaran-2026</link>
					<comments>https://memontum.com/dlh-kota-malang-ungkap-timbulan-sampah-turun-saat-ramadan-dan-lebaran-2026#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[timbulan]]></category>
		<category><![CDATA[ungkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231283</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat bahwa timbulan sampah di Kota Malang selama Ramadan hingga libur Idul Fitri tahun 2026, mengalami penurunan dibandingkan hari normal. Kondisi tersebut, dipengaruhi berkurangnya aktivitas masyarakat, terutama mahasiswa yang pulang kampung. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa jumlah sampah yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat bahwa timbulan sampah di Kota Malang selama Ramadan hingga libur Idul Fitri tahun 2026, mengalami penurunan dibandingkan hari normal. Kondisi tersebut, dipengaruhi berkurangnya aktivitas masyarakat, terutama mahasiswa yang pulang kampung.</p>



<p>Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, tidak mengalami lonjakan selama periode Lebaran. “Tidak ada peningkatan, malah cenderung sedikit berkurang. Karena lebih dari 50 persen mahasiswa mudik, sehingga aktivitas kota menurun,” ujar Raymond, Jumat (27/03/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa biasanya volume sampah yang masuk ke TPA Supit Urang mencapai 550 hingga 600 ton perhari. Namun, selama Ramadan dan Lebaran, rata-rata hanya berada di kisaran 500 ton perhari.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Karena memang kondisi di Kota Malang ini jumlah mahasiswanya hampir sama dengan jumlah penduduk asli. Ketika mereka mudik, otomatis produksi sampah ikut berkurang,” jelasnya.</p>



<p>Meski secara umum mengalami penurunan, namun untuk peningkatan sampah juga tetap terjadi di beberapa titik keramaian. Seperti, kawasan Kayutangan Heritage serta lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri.</p>



<p>DLH Kota Malang sendiri, lanjutnya, telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyiagakan personel kebersihan sejak pagi hari. &#8220;Di kawasan Masjid Jami’ Kota Malang pada saat itu disiapkan 30 petugas kebersihan lengkap dengan dua unit dump truck. Kemudian, di Masjid Sabilillah, tambahan 20 personel diterjunkan untuk mempercepat penanganan sampah. Hasilnya sebelum pukul 10.00 WIB seluruh area sudah bersih,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk di Kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang yang menjadi pusat kunjungan masyarakat selama libur Lebaran juga dipadati pengunjung. Namun, volume sampah tetap terkendali. &#8220;Pengunjung memang banyak, tetapi karena kami sudah menempatkan 15 petugas kebersihan yang terbagi tiga shift jadi jumlah sampah tetap normal,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dlh-kota-malang-ungkap-timbulan-sampah-turun-saat-ramadan-dan-lebaran-2026/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231283</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
