<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>timbun &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/timbun/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jul 2024 12:07:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>timbun &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jelang Tabut, Pemkot Bengkulu Minta Masyarakat Jangan Panic Buying dan Timbun Gas LPG</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-tabut-pemkot-bengkulu-minta-masyarakat-jangan-panic-buying-dan-timbun-gas-lpg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jul 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[buying]]></category>
		<category><![CDATA[jangan]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[tabut]]></category>
		<category><![CDATA[timbun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211341</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Bengkulu &#8211; Menjelang Festival Tabut 2024, permintaan tabung gas LPG 3 kg di Kota Bengkulu, mengalami peningkatan. Itu dikarenakan, banyaknya pelaku usaha kecil yang ingin berjualan makanan di sekitar lokasi Tabut, yang rencananya berlangsung 6 hingga 16 Juli mendatang. Merespon kondisi itu, Disperindag Kota Bengkulu meminta agar masyarakat tidak membeli secara berlebihan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Bengkulu</strong> &#8211; Menjelang Festival Tabut 2024, permintaan tabung gas LPG 3 kg di Kota Bengkulu, mengalami peningkatan. Itu dikarenakan, banyaknya pelaku usaha kecil yang ingin berjualan makanan di sekitar lokasi Tabut, yang rencananya berlangsung 6 hingga 16 Juli mendatang.</p>



<p>Merespon kondisi itu, Disperindag Kota Bengkulu meminta agar masyarakat tidak membeli secara berlebihan dan menyesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, juga meminta kepada pihak agen dan pangkalan LPG untuk memastikan kelancaran distribusi dan tidak melakukan penimbunan.</p>



<p>Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, Erika Ariesanti, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, ketersediaan LPG di pangkalan aman dan tidak ada pengurangan distribusi gas dari agen ke pangkalan. Masing-masing pangkalan di Kota Bengkulu, menerima distribusi sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami akan terus memantau ketersediaan LPG di Kota Bengkulu. Jika ditemukan adanya penimbunan, kami akan memberikan sanksi tegas kepada agen dan pangkalan yang bersangkutan,&#8221; kata Erika, Selasa (02/07/2024) tadi.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk kategori yang diperbolehkan menggunakan gas LPG tersebut yaitu masyarakat miskin yang telah terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos), nelayan, petani dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). &#8220;Jika pihak pangkalan menjual ke pihak di luar empat kategori yang telah ditentukan, maka pangkalan akan dilaporkan untuk selanjutnya menerima sanksi oleh pihak Pertamina,&#8221; terang Erika.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa hingga saat ini Disperindag memastikan penyaluran LPG subsidi 3 kg di Kota Bengkulu, aman dan tepat sasaran. Hal tersebut diketahui, berdasarkan hasil&nbsp; inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan di sejumlah pangkalan yang menyalurkan LPG subsidi kepada masyarakat. <strong>(mc/bkl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211341</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Timbun 15 Karung Pupuk Bersubsidi, Pemilik Gudang di Situbondo Diamankan</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-timbun-15-karung-pupuk-bersubsidi-pemilik-gudang-di-situbondo-diamankan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bersubsidi]]></category>
		<category><![CDATA[diamankan]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[karung]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[timbun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204816</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Satreskrim Polsek Kapongan, Polres Situbondo, berhasil mengamankan pria berinisial M alias HA (47), terduga pelaku penimbun pupuk bersubsidi di wilayah Kampung Timur, Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo. Dari lokasi itu, petugas berhasil mengamankan 15 karung atau 7,5 kuintal pupuk bersubsidi jenis Urea yang ditaruh di sebuah gudang. Langkah cepat ini sendiri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Satreskrim Polsek Kapongan, Polres Situbondo, berhasil mengamankan pria berinisial M alias HA (47), terduga pelaku penimbun pupuk bersubsidi di wilayah Kampung Timur, Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo. Dari lokasi itu, petugas berhasil mengamankan 15 karung atau 7,5 kuintal pupuk bersubsidi jenis Urea yang ditaruh di sebuah gudang.</p>



<p>Langkah cepat ini sendiri, berawal saat petugas mendapat informasi dari masyarakat adanya dugaan penimbunan pupuk bersubsidi. &#8220;Saat patroli wilayah, anggota kami mendapat informasi dari masyarakat Desa Kandang, Kecamatan Kapongan. Informasi itu, bahwa ada puluhan warga sedang berkumpul di sebuah gudang milik warga berinisial M alias HA. Warga menduga, gudang tersebut dijadikan tempat penimbunan pupuk bersubsidi, &#8220;kata Kapolsek Kapongan, Iptu Teguh Santoso, Senin (22/01/2024) tadi.</p>



<p>Iptu Teguh Santoso menambahkan, dari informasi awal itu, kemudian anggota koordinasi dengan Satreskrim Polres Situbondo juga Kepala Desa Kandang, Nur Syamlati. Kemudian, dengan cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Pemilik gudang dan barang bukti berupa pupuk Urea bersubsidi sebanyak 15 karung atau 7,5 kuintal, langsung diamankan dan dilimpahkan ke Mapolres Situbondo untuk dimintai keterangan lebih lanjut,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Momon Prawito, saat dikonfirmasi melalui Kasi Humas Iptu Achmad Soetrisno, menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti. &#8220;Diamankan karena diduga menimbun pupuk bersubsidi jenis Urea,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, langkah ini dilakukan, karena masyarakat saat ini tengah mengalami kesulitan mendapatkan pupuk. &#8220;Sangat tidak dibenarkan, apabila ada oknum warga di Kabupaten Situbondo, mengambil kesempatan meraup untung dengan menimbun pupuk bersubsidi tanpa izin dan menjualnya dua kali lipat dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah,&#8221; tegasnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204816</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
