<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tinggalkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tinggalkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Apr 2024 11:40:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tinggalkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Damkar Kota Malang Beri Tips Mudik Aman Tinggalkan Rumah</title>
		<link>https://memontum.com/damkar-kota-malang-beri-tips-mudik-aman-tinggalkan-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[damkar]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tinggalkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208317</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang, memberikan beberapa tips sebelum meninggalkan rumah saat mudik lebaran 2024. Hal tersebut dinilai sangat penting, karena keamanan rumah menjadi prioritas utama sebelum berpergian jauh. Kepala UPT PMK Kota Malang, Agus Subekti, menyampaikan jika beberapa tips yang diberikan tentunya akan memberikan rasa aman, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang, memberikan beberapa tips sebelum meninggalkan rumah saat mudik lebaran 2024. Hal tersebut dinilai sangat penting, karena keamanan rumah menjadi prioritas utama sebelum berpergian jauh.</p>



<p>Kepala UPT PMK Kota Malang, Agus Subekti, menyampaikan jika beberapa tips yang diberikan tentunya akan memberikan rasa aman, nyaman dan tanpa rasa khawatir. Diantaranya, dengan memeriksa kompor dan tabung gas yang ada di rumah.</p>



<p>“Pastikan telah mematikan kompor dan melepas regulator pada tabung gas. Hal-hal kecil seperti ini seringkali terlupakan, namun memiliki dampak besar dalam mencegah kejadian kebakaran,” kata Agus, saat dikonfirmasi, Selasa (09/04/2024) tadi.</p>



<p>Selain itu, Agus juga menekankan pentingnya untuk memastikan seluruh sambungan elektronik telah tercabut. Hal itu harus dilakukan, untuk menghindari korsleting listrik. Apalagi libur lebaran saat ini juga terbilang cukup lama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Sehingga pemeriksaan peralatan listrik dan elektronik itu harus dilakukan dengan teliti sebelum meninggalkan rumah. Kemudian juga untuk mematikan lampu yang tidak digunakan dan pastikan semua sumber listrik aman dari bahan yang mudah terbakar,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, maka alangkah baiknya untuk dititipkan pada penitipan hewan yang sudah terpercaya. Lalu, pastikan pintu dan jendela terkunci dengan rapat sebelum ditinggalkan.</p>



<p>&#8220;Jadi harus benar-benar diperiksa lagi sebelum meninggalkan rumah dan jangan lupa mengunci pintu atau jendela. Untuk hal ini, masyarakat sangat diimbau agar melaporkan atau izin ke Ketua RT/RW setempat bahwa akan melakukan mudik,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dengan demikian, Agus menyebut lingkungan sekitar dapat membantu memantau rumah yang ditinggalkan selama mudik, dan mencegah kemungkinan terjadinya kejadian yang tidak diinginkan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208317</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Tragis Guru SD di Kota Malang yang Meninggal bersama Istri dan Anak, Tinggalkan Wasiat di Cermin Kamar</title>
		<link>https://memontum.com/kisah-tragis-guru-sd-di-kota-malang-yang-meninggal-bersama-istri-dan-anak-tinggalkan-wasiat-di-cermin-kamar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2023 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[cermin]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[tinggalkan]]></category>
		<category><![CDATA[tragis]]></category>
		<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203239</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kisah tragis meninggalnya keluarga Wahaf Effendi atau Pak Guru Wahab (44) warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang sehari-harinya tinggal di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, masih menyisakan tanda tanya. Apalagi, beberapa temuan terkait meninggalnya tiga orang dalam satu keluarga itu, juga berhasil ditemukan petugas Satreskrim Polres Malang. Termasuk yang terbaru, tulisan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Kisah tragis meninggalnya keluarga Wahaf Effendi atau Pak Guru Wahab (44) warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang sehari-harinya tinggal di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, masih menyisakan tanda tanya. Apalagi, beberapa temuan terkait meninggalnya tiga orang dalam satu keluarga itu, juga berhasil ditemukan petugas Satreskrim Polres Malang.</p>



<p>Termasuk yang terbaru, tulisan atau wasiat yang ditulis di kaca rias dalam kamar. Tulisan itu, seolah ditujukan untuk satu putri mereka yang masih hidup, AKE (13). AKE merupakan saudara kembar RY, yang ikut meninggal bersama orang ibunya di kamar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Di TKP, kami menemukan di kaca meja rias pesan yang tulisannya identik dengan buku agenda miilik WE (Wahab),&#8221; ujar Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat, kepada wartawan.</p>



<p>Adapun informasi tulisan tersebut, berbunyi &#8216;Kakak Jaga Diri, Papa, Mama, Adik pergi dulu. Nurut Uti, Kung, Tante dan Om. Belajar yang Baik. Uang Papa Mama untuk pemakaman jadi satu love you kakak-Papa&#8217;.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga Wahaf Effendi atau Pak Guru Wahab, ditemukan dengan kondisi pergelangan tangan luka robek bersimbah darah, Selasa (12/12/2023) pagi. Sementara istri dan anaknya, Sulikhah (40) dan putrinya ARE (12), siswi kelas 7 SMP, sudah ditemukan meninggal dunia dengan mulut berbusa di atas tempat tidurnya. Wahab sendiri saat itu masih hidup dan sempat dilarikan ke RS Dr Munir. Namun karena sudah banyak kehilangan darah, Wahab akhirnya meninggal dunia. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203239</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
