<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tingkatkan Kualitas Pendidikan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tingkatkan-kualitas-pendidikan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Jan 2019 04:44:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tingkatkan Kualitas Pendidikan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tingkatkan Kualitas Pendidikan,Dindik Kabupaten Malang Siapkan EPS</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-kualitas-pendidikandindik-kabupaten-malang-siapkan-eps</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2019 04:44:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tingkatkan Kualitas Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=72306</guid>

					<description><![CDATA[Memontum-Malang&#8211;Guna meningkatkan kualitas pendidikan terbaru tahun 2019, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang segera menggunakan Education Public Service (EPS) yang berisi semua sistem keadministrasian berbasis IT. &#8220;Nanti akan langsung terhubung dengan server Dinas Pendidikan,&#8221; ujar Kepala Dindik Kabupaten Malang, M. Hidayat. Dikatakan, seluruh sekolah dan lembaga pendidikan di Kabupaten Malang nantinya  bisa menggunakan EPS. Sebagai percobaan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id=":nl" class="ii gt">
<div id=":nk" class="a3s aXjCH ">
<div dir="auto">
<p dir="auto"><strong>Memontum-Malang&#8211;</strong>Guna meningkatkan kualitas pendidikan terbaru tahun 2019, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang segera menggunakan Education Public Service (EPS) yang berisi semua sistem keadministrasian berbasis IT.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Nanti akan langsung terhubung dengan server Dinas Pendidikan,&#8221; ujar Kepala Dindik Kabupaten Malang, M. Hidayat.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Dikatakan, seluruh sekolah dan lembaga pendidikan di Kabupaten Malang nantinya  bisa menggunakan EPS. Sebagai percobaan, Hidayat menyebut, saat ini EPS telah digunakan di beberapa sekolah dan lembaga pendidikan.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Sudah ada beberapa yang diterapkan, nanti dalam kurun waktu 2 minggu hingga 1 bulan akan kami adakan evaluasi,&#8221; tambahnya.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Hal ini sangat penting, disamping luasnya  wilayah Kabupaten Malang. Dengan kondisi geografis yang beragam, pihaknya tidak menampik jika dalam menerapkan EPS membutuhkan waktu dan proses yang sedikit lebih lama.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Wilayah kita (Kabupaten Malang) kan luas sekali, jadi ya harap maklum kalau prosesnya lama. Apalagi untuk persiapan akses internet beserta perangkatnya untuk di beberapa daerah kan juga ada yang masih susah untuk dijangkau,&#8221; ulas Hidayat.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Menurutnya, penerapan EPS juga sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan jaman dimana saat ini industrialisasi di era digital dan berbasis IT sudah berkembang dengan sangat pesat.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Ini sebuah keniscayaan, perkembangan industrialisasi di era digital, segala sesuatunya berbasis IT. Dan kita harus bisa mengikutinya,&#8221; tambahnya.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Juga dijelaskan, untuk anggaran yang digunakan dalam mempersiapkan EPS adalah kontribusi dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ia meyebut, sebesar 20 persen dana BOS yang diperbolehkan untuk menyiapkan EPS.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;2018 sudah kami sosialisasikan melalui koordinator wilayah (Korwil) di 33 kecamatan. 2019 rencananya sudah bisa digunakan oleh 1.165 lembaga. Berhubung akses dan perangkatnya masih belum bisa dijangkau oleh seluruh wilayah, beberapa ada yang offline. Tapi tetep harus ada pelaporannya, &#8221; urainya.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Nantinya, masih kata Hidayat, dalam EPS itu seluruh sistem keadministrasian ada di dalamnya, termasuk pelaporan dana BOS dan sistem pembelajaran. (sur/oso)</p>
</div>
<p class="yj6qo">
<p class="adL">
</div>
</div>
<div id=":oc" class="hq gt a10">
<p class="hp">
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">72306</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mendikbud Buka Semarak Hardiknas, Sinergikan UPT Kemdikbud, Tingkatkan Kualitas Pendidikan</title>
		<link>https://memontum.com/mendikbud-buka-semarak-hardiknas-sinergikan-upt-kemdikbud-tingkatkan-kualitas-pendidikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2018 10:53:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mendikbud Buka Semarak Hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergikan UPT Kemdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Tingkatkan Kualitas Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=38522</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang&#8212;&#8211;Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Semarak Hardiknas 2018, yang dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Otomotif dan Elektronik (BOE) VEDC, Jl. Teluk Mandar, Kota Malang, Minggu (22/4/2018). Semarak Hardiknas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang&#8212;&#8211;</strong>Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Semarak Hardiknas 2018, yang dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Otomotif dan Elektronik (BOE) VEDC, Jl. Teluk Mandar, Kota Malang, Minggu (22/4/2018).</p>
<p>Semarak Hardiknas 2018 ini merupakan kerja bareng 7 UPT Kemdikbud, didukung Dinas Pendidikan Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, serta berbagai komunitas pegiat pendidikan dan kebudayaan, serta perwakilan dunia usaha dan industri yang dipusatkan P4TK BOE-VEDC, mulai Minggu-Jumat (22-27/4/2018). Ketujuh UPT tersebut diantaranya P4TK BOE, P4TK PKn dan IPS, BPMTPK, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim, Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (BP Paud Dikmas) Jatim, Balai Bahasa Jatim, dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jatim.</p>
<div id="attachment_38512" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/38502-sopir-diberi-tumpangan-tidur-malah-nyuri/img_20180422_155231-copy" rel="attachment wp-att-38512"><img aria-describedby="caption-attachment-38512" decoding="async" class="size-full wp-image-38512" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180422_155231-copy.jpg?resize=500%2C371&#038;ssl=1" alt="Mendikbud menyapa dan berfoto bersama siswa PAUD. (rhd)" width="500" height="371" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180422_155231-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180422_155231-copy.jpg?resize=300%2C223&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180422_155231-copy.jpg?resize=200%2C148&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-38512" class="wp-caption-text">Mendikbud menyapa dan berfoto bersama siswa PAUD. (rhd)</p></div>
<p>Sebelum memulai seminar, Mendikbud menyapa peserta mewarnai dan membuat sketsa bersama murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Mendikbud Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, juga memberikan semangat kepada para guru. &#8220;Meskipun kita sudah tertinggal, tapi anak-anak kita ini tidak boleh tertinggal dengan bangsa lain. Yang menentukan masa depan bangsa ini adalah para guru,&#8221; tegas Muhadjir.</p>
<p>Dalam sesi seminar nasional, Mendikbud Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, didapuk menjadi keynote speaker membawakan materi bertemakan &#8216;Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan&#8217;. Sinergi antar UPT Kemendikbud mutlak dilakukan. Mendikbud mengingatkan agar para kepala UPT dapat proaktif berkoordinasi dan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah. &#8220;Ini pertama kalinya UPT Kemendikbud di 34 provinsi, di seluruh Indonesia bersinergi menyelenggarakan kegiatan bersama-sama untuk menguatkan pendidikan. Ke depan sudah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri memajukan kebudayaan. Nantinya, tak hanya dilakukan 7 UPT, namun bisa berkembang ke UPT yang lainnya. Selain itu, tahun depan tak hanya sepekan, namun bisa sebulan,&#8221; terang Mendikbud Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy.</p>
<div id="attachment_38511" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/38502-sopir-diberi-tumpangan-tidur-malah-nyuri/img_20180422_155134-copy" rel="attachment wp-att-38511"><img aria-describedby="caption-attachment-38511" decoding="async" class="size-full wp-image-38511" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180422_155134-copy.jpg?resize=500%2C752&#038;ssl=1" alt="Mendikbud Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, saat menyampaikan materi. (rhd)" width="500" height="752" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180422_155134-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180422_155134-copy.jpg?resize=199%2C300&amp;ssl=1 199w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180422_155134-copy.jpg?resize=200%2C301&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-38511" class="wp-caption-text">Mendikbud Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, saat menyampaikan materi. (rhd)</p></div>
<p>Sementara itu, menurut Muhadjir, konsekuensi pengalihan kewenangan bidang pendidikan sesuai otonomi daerah adalah berbagi anggaran fungsi pendidikan. Pemerintah pusat telah mengalokasikan 20 persen Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi. Anggaran fungsi pendidikan dari pemerintah pusat yang telah mencapai 444 triliun, sebanyak 63 persennya ditransfer ke pemerintah daerah. Dan sisanya dibagi ke 20 Kementerian/Lembaga selain Kemendikbud.</p>
<p>&#8220;Anggaran pendidikan yang 20 persen itu seharusnya bukan hanya dari APBN saja. APBD juga sebetulnya wajib 20 persen. Indonesia mengalokasikan anggaran fungsi pendidikan di APBN sebesar 3,09 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB). &#8220;Kita bukan yang terkecil, namun juga tidak banyak amat. Kalau ditanya apakah kurang? Saya jawab sebenarnya kurang,&#8221; papar Muhadjir.</p>
<p>Selain Muhadjir, juga menghadirkan Drs. Moh. Ihsan dan Dr. Ari Pudjiastuti, MPd, dengan mengangkat tema &#8216;Membumikan Literasi&#8217;. Tak hanya itu, talkshow bertemakan &#8216;Proses Kreatif Menulis Buku&#8221; juga menghadirkan narasumber Susanto Yunus Alfian (guru SMAN l Sumberpucung), Khoirun Nisak (guru SD TPI Gedangan-Sidoarjo), Lilik Fatkhu Diniyah, S.Pd.I (guru MI Al Iman Tuguran Potrobangsan, Magelang), Bimbi Aurelia Yetta Abigail (siswa SMAN 1 Turen), Afnan Nasywa (siswa SD Muhammadiyah 9 Malang),<br />
Prayogo Kusumaryoko, S.Pd, M.Hum (Widyaiswara P4TK PKn dan IPS), dan Drs. Djoko Winarjanto, M.M. (Kepala Bidang P4TK PKn dan IPS).</p>
<p>Selain seminar nasional yang diikuti 310 guru yang diinisiasi P4TK, juga diadakan lomba mewarnai, lomba film android, job fair, pameran, bedah buku, bursa usaha, bioskop keliling, serta diskusi pendidikan dan kebudayaan yang terbuka untuk umum selama sepekan. (rhd/yan)</p>
<p class="yj6qo">
<p class="adL">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38522</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
