<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>TKW &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tkw/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Jun 2021 13:52:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>TKW &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Polisi Bakal Usut Tuntas Penyebab Lima Calon TKW Kabur dari BLKLN PT CKS</title>
		<link>https://memontum.com/polisi-bakal-usut-tuntas-penyebab-lima-calon-tkw-kabur-dari-blkln-pt-cks</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2021 13:52:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[BLKLN]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=144920</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas Polresta Malang Kota akan terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa kaburnya lima calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) dari Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) PT Central Karya Semesta (CKS), di Jl Rajasa, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Saat ini, tiga calon TKW yang mengalami luka parah akibat terjatuh saat mencoba kabur dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Polresta Malang Kota akan terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa kaburnya lima calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) dari Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) PT Central Karya Semesta (CKS), di Jl Rajasa, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>



<p>Saat ini, tiga calon TKW yang mengalami luka parah akibat terjatuh saat mencoba kabur dari lantai empat gedung, masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di kawasan Kepanjen, Kabupaten Malang.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/berkah-ramadan-opak-gambir-maharis-kota-malang-kewalahan-layani-orderan-premium">Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-jadi-momen-berkah-usaha-umkm-cempaka-cookies-kota-malang">Ramadan Jadi Momen Berkah Usaha UMKM Cempaka Cookies Kota Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dasilva-batik-rilis-gamis-bordir-silk-motif-khas-malang-untuk-ramadan-2026">Dasilva Batik Rilis Gamis Bordir Silk Motif Khas Malang untuk Ramadan 2026</a></li>
</ul>


<p>Mereka adalah BI (24) warga Jl Otak Pancor Utara , Kecamatan Musbagik, Lombok Timur, F (24) warga Dusun Enjak, Keluarahan Labulia, Kecamatan Jonggat, Lomnok Tengah dan M (32) warga Ambawa, Sumbawa. Dua diantaranya luka patah pada kami dan seorang luka pada bagian kepala.</p>



<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo SIK mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.</p>



<p>&#8220;Sudah ada 7 saksi yang sudah kami periksa. Termasuk dari pihak menejemen PT dan warga sekitar. Sementara itu para korban belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit. ,&#8221; ujar Kompol Tinton, Jumat (11/06).</p>



<p>Secepatnya petugas akan meminta keterangan tiga calon TKW kenapa sampai kabur dari PT CKS. &#8220;Karena masih dalam perawatan, harua ijin dari dokter. Kalau kondisinya sudah membaik, kami akan mintai keterangan kenapa sampai mencoba kabur. Saat ini fokus menangani perkara yang sudah terjadi sekarang. Nantinya kita akan mencari informasi apa yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya. Apakah ada tindak pidana atau tidak. Apakah ada tindak pidana terkait penyebab kaburnya mereka. Nanti kita lihat hasil penyelidikan,&#8221; ujar Kompol Tinton.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak lima calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) mencoba kabir dari Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) PT Central Karya Semesta (CKS), di Jl Rajasa, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Rabu (09/06) sekitar pukul 19.00. Ke lima TKW ini nekat keluar kabir dari jendela lantai empat dengan menggunakan beberapa selimut yang diikat. Diperkirakan lantai empat tersebut memiliki ketinggian sekitar 12 meter.</p>



<p>Mereka bergegas turun agar tidak ketahuan pihak keamanan PT CKS. Namun saat itu, ikatan selimut terputus hingga membuat para calon TKW ini terjatuh di atas paving di sebelah kiri gedung. Informasinya tiga orang alami luka-luka dan dua orang selamat.</p>



<p>Tiga orang terluka berinisial BI (24) warga Jl Otak Pancor Utara , Kecamatan Musbagik, Lombok Timur, F (24) warga Dusun Enjak, Keluarahan Labulia, Kecamatan Jonggat, Lomnok Tengah dan M (32) warga Ambawa, Sumbawa. Dua diantaranya luka patah pada kami dan seorang luka pada bagian kepala. Ketiganya kemudian dibawa ke RSUD Kota Malang yang lokasinya tak jauh dari TKP.</p>



<p>Menurut keterangan Halimah (25) warga sekitar bahwa dia mengetahui peristiwa ini setelah salah satu korban berteriak meminta tolong. &#8221; Ada dua perempuan mengaku dari PT CKS meminta tolong warga. Mereka meminta tolong karena teman-temannya terluka parah. Mereka juga meminta tolong agar teman-temannya yang terluka untuk disembunyikan,&#8221; ujar Halimah.</p>



<p>Mereka meminta teman-temannya yang terluka untuk disembunyikan agar tidak diketahui oleh pihak PT CKS. &#8221; Saat warga berdatangan, ternyaga ada tiga wanita yang sedang terluka parah. Katanya mereka kabur dari lantai empat dan terjatuh setelah ikatan selimutnya putus. Korban luka dua patah tulang dan satu alami luka berdarah pada bagian kepala,&#8221; ujar Halimah.</p>



<p>Para korban luka kemudian ditolong dibawa ke rumah warga. &#8221; Mereka kemudian dibawa ke RSUD Kota Malang. Satu orang selamat ikut mengantar ke rumah sakit dan satu orang lagi keberadanya tidak diketahui entah kemana sekarang,&#8221; ujar Halimah. Kepada warga mereka mengaku tertekan berada di tempat pelatihan kerja PT CKS.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144920</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Coba Kabur dari BLKLN PT CKS, Tiga Calon TKW Luka Parah Jatuh dari Lantai Empat</title>
		<link>https://memontum.com/coba-kabur-dari-blkln-pt-cks-tiga-calon-tkw-luka-parah-jatuh-dari-lantai-empat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2021 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[BLKLN]]></category>
		<category><![CDATA[Kabur 2 Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Lantai Empat]]></category>
		<category><![CDATA[PT CKS]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=144830</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak lima calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) mencoba kabur dari&#160; Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) PT Central Karya Semesta (CKS),&#160; di Jl Rajasa, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Rabu (09/06) sekitar pukul 19.00 WIB. Ke lima TKW ini nekat keluar kabur dari jendela lantai empat dengan menggunakan beberapa selimut yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak lima calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) mencoba kabur dari&nbsp; Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) PT Central Karya Semesta (CKS),&nbsp; di Jl Rajasa, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Rabu (09/06) sekitar pukul 19.00 WIB. Ke lima TKW ini nekat keluar kabur dari jendela lantai empat dengan menggunakan beberapa selimut yang diikat. Diperkirakan lantai empat tersebut memiliki ketinggian sekitar 12 meter.</p>



<p>Mereka bergegas turun agar tidak ketahuan pihak keamanan PT CKS. Namun saat itu, ikatan selimut terputus hingga membuat para calon TKW ini terjatuh di atas paving di sebelah kiri gedung. Informasinya tiga orang alami luka-luka dan dua orang selamat.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Tiga orang terluka berinisial BI (24) warga Jl Otak Pancor Utara , Kecamatan Musbagik, Lombok Timur, F&nbsp; (24) warga Dusun Enjak, Keluarahan Labulia, Kecamatan Jonggat, Lomnok Tengah dan M&nbsp; (32) warga Ambawa, Sumbawa. Dua diantaranya luka patah pada kaki dan seorang luka pada bagian kepala. Ketiganya kemudian dibawa ke RSUD Kota Malang yang lokasinya tak jauh dari TKP.</p>



<p>Menurut keterangan salah satu warga sekitar, Halimah (25) &nbsp;bahwa dia mengetahui peristiwa ini setelah salah satu korban berteriak meminta tolong. &#8220;Ada dua perempuan mengaku dari PT CKS&nbsp; meminta tolong warga. Mereka meminta tolong karena teman-temannya terluka parah. Mereka juga meminta tolong agar teman-temannya yang terluka untuk disembunyikan,&#8221; ujar Halimah.</p>



<p>Mereka meminta teman-temannya yang terluka untuk disembunyikan agar tidak diketahui oleh pihak PT CKS. &#8220;Saat warga berdatangan, ternyaga ada tiga wanita yang sedang terluka parah. Katanya mereka kabur dari lantai empat dan terjatuh setelah ikatan selimutnya putus. Korban luka dua patah tulang dan satu alami luka berdarah pada bagian kepala,&#8221; ujar Halimah.</p>



<p>Para korban luka kemudian ditolong dibawa ke rumah warga. &#8221; Mereka kemudian dibawa ke RSUD Kota Malang. Satu orang selamat ikut mengantar ke rumah sakit dan satu orang lagi keberadanya tidak diketahui entah kemana sampai sekarang,&#8221; ujar Halimah.</p>



<p>Kepada warga mereka mengaku tertekan berada di tempat pelatihan kerja PT CKS&nbsp; &#8220;Korban yang kami tolong, mengatakan bahwa&nbsp; mereka kabur karena tertekan dengan sistem pelatihan PT CKS. Selain itu korban juga mengaku, jam istirahatnya sedikit dan tidak diperbolehkan memegang HP sama sekali. Bahwa mereka semua ingin keluar. Katanya juga pas malam lebaran ada yang meninggal, namun mereka disuruh diam ,&#8221; ujar Halimah.</p>



<p>Petugas Polsek Kedungkandang dan Polresta Malang Kota, malam itu juga mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Pada Kamis (10/06) tadi, beberapa wanita perwakilan dari PT CKS datangi Polresta Malang Kota. Informasinya mereka diperiksa terkait kasus ini &#8221; Kami fokus pemeriksaan, tidak bisa memberikan komentar saat ini,&#8221; ujar salah satu wanita dari PT CKS saat di Polresta Malang Kota. Sementara itu Kasat Reskrim Kompol Tinton Y Riambodo SIK mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. &#8220;Kami masih terus melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Ketiga korban masih menjalani perawatan dan belum bisa untuk dimintai keterangan. Saat ini kami masih melakukan pendalaman,&#8221; ujar Kompol Tinton. <strong>(gie/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144830</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua TKW dari Hongkong ke Blitar, Lolos dari Beberapa Check Point, Ketahuan di Posko Graha Kencana</title>
		<link>https://memontum.com/dua-tkw-dari-hongkong-ke-blitar-lolos-dari-beberapa-check-point-ketahuan-di-posko-graha-kencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2020 08:10:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Check Point]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113114-dua-tkw-dari-hongkong-ke-blitar-lolos-dari-beberapa-check-point-ketahuan-di-posko-graha-kencana</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kesiagaan petugas Check Point Kota Malang, terbukti handal. Pasalnya, dua TKW yang dalam perjalanan pulang dari Hongkong ke Biltar, sukses lolos dari check point daerah lain. Bahkan check point sekelas daerah yang sudah ditetapkan PSBB pun bisa lolos. Padahal dua TKW ini naik mobil travel. Hingga kemarin, petugas Lantas di Pos [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kesiagaan petugas Check Point Kota Malang, terbukti handal. Pasalnya, dua TKW yang dalam perjalanan pulang dari Hongkong ke Biltar, sukses lolos dari check point daerah lain.</p>
<p>Bahkan check point sekelas daerah yang sudah ditetapkan PSBB pun bisa lolos. Padahal dua TKW ini naik mobil travel. Hingga kemarin, petugas Lantas di Pos Check Point Graha Kencana, mendapati 2 TKW yang berencana ke Blitar ini.</p>
<p>Kedua TKW ini menaiki mobil Travel. Saat dilakukan pengecekan suhu tubuh mereka 38,6 dan 38,2. Meskipun Kota Malang hanya sebagai lintasan saja, namun petugas tetap menghentikan perjalanan kedua TKW ini.</p>
<p>&#8220;Setelah satu jam suhu tubuh salah satunya turun menjadi 36,5 derajat. Sedangkan satunya kami rujuk ke rumah sakit,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>
<p>Petugas pun koordinasi dengan Dinkes Kota Malang, membawa keduanya ke Puskesmas Polowijen. Karena tidak ada gejala sesak nafas, batuk, pilek mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Blitar. Namun mereka diminta tetap melakukan isolasi mandiri karena baru saja pulang dari Hongkong.<strong> (gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113114</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Negatif Covid -19, TKW Asal Ambulu Bersedia Isolasi di JSG, Patut Jadi Contoh</title>
		<link>https://memontum.com/negatif-covid-19-tkw-asal-ambulu-bersedia-isolasi-di-jsg-patut-jadi-contoh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2020 10:15:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[isolasi]]></category>
		<category><![CDATA[Negatif Covid -19]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/111879-negatif-covid-19-tkw-asal-ambulu-bersedia-isolasi-di-jsg-patut-jadi-contoh</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Tindakan Siti Romla seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Kucing &#8211; Malaysia, warga Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu yang pulang, patut menjadi contoh. Pasalnya, meski hasil pemeriksaan petugas kesehatan di tingkat kecamatan, telah menyatakan negatif dari Covid &#8211; 19, ia bersedia untuk menjalani isolasi di Jember Sport Garden (JSG), selama 14 hari. &#8220;Sesuai dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Tindakan Siti Romla seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Kucing &#8211; Malaysia, warga Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu yang pulang, patut menjadi contoh. Pasalnya, meski hasil pemeriksaan petugas kesehatan di tingkat kecamatan, telah menyatakan negatif dari Covid &#8211; 19, ia bersedia untuk menjalani isolasi di Jember Sport Garden (JSG), selama 14 hari.</p>
<p>&#8220;Sesuai dengan arahan dari pemerintah kabupaten Jember, warga yang dari luar negeri ataupun bekerja menjadi TKI atau TKW, di himbau untuk menjalani Isolasi yang telah disediakan pemerintah dan TKW ini bersedia di isolasi tanpa ada paksaan,&#8221; ujar camat Ambulu Sutarman saat dihubungi Memontum.com melalui telepon, Senin (13/4/2020) siang.</p>
<p><div id="attachment_111880" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-111880" decoding="async" class="size-full wp-image-111880" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Negatif-Covid-19-TKW-Asal-Ambulu-Bersedia-Isolasi-di-JSG-Patut-Jadi-Contoh.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Muspika Ambulu dan Tim kesehatan waktu di rumah Siti Romla. (Ist)" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Negatif-Covid-19-TKW-Asal-Ambulu-Bersedia-Isolasi-di-JSG-Patut-Jadi-Contoh.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Negatif-Covid-19-TKW-Asal-Ambulu-Bersedia-Isolasi-di-JSG-Patut-Jadi-Contoh.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Negatif-Covid-19-TKW-Asal-Ambulu-Bersedia-Isolasi-di-JSG-Patut-Jadi-Contoh.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Negatif-Covid-19-TKW-Asal-Ambulu-Bersedia-Isolasi-di-JSG-Patut-Jadi-Contoh.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/Negatif-Covid-19-TKW-Asal-Ambulu-Bersedia-Isolasi-di-JSG-Patut-Jadi-Contoh.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-111880" class="wp-caption-text">Muspika Ambulu dan Tim kesehatan waktu di rumah Siti Romla. (Ist)</p></div></p>
<p>Sutarman mengatakan, perempuan kelahiran tahun 1977 yang sudah 2,5 tahun mencari nafkah (bekerja) di negeri Malaysia ini, tiba di Desa Tegalsari pada hari Sabtu 11 april 2020, karena dideportasi oleh pemerintah Malaysia dikarenakan masa aktif paspor sudah habis.</p>
<p>&#8220;Memang RS, bekerja di Malaysia dan masa aktif Paspornya sudah habis jadi di Deportasi, awalnya RS di Kalimantan, setelah itu ke Jakarta setelah itu ke Surabaya dan pulang ke Ambulu, ke desanya yaitu tegalsari, &#8221; kata Sutarman.</p>
<p>Ketaatan Perempuan berumur 43 tahun ini lanjut Sutarman, patut menjadi contoh, sebab setelah sampai di rumahnya RS melapor ke Ketua RT, yang selanjutnya ketua RT melanjutkan ke pemerintah setempat yakni ke kecamatan.</p>
<p>&#8220;Mendapat laporan itu, kami dari pihak kecamatan bersama Babinsa, Babinkamtibmas serta petugas kesehatan mendatanginya dan melakukan pemeriksaan antara lain Suhu tubuh, tekanan darah dan lain lainnya dan tidak bergejala Covid -19, &#8221; terang Sutarman.</p>
<p>Setelah itu Sambung Sutarman, pihaknya memberikan penjelasan serta himbauhan agar mengikuti Isolasi, hasilnya dengan ikhlas dan kesadaran diri, perempuan TKW itu mengikuti arahan Muspika.</p>
<p>&#8220;Setelah sampai di JSG kemarin dan hasil Rapit tes, ternyata dia negatif, tapi dia bersedia mengikuti Isolasi,&#8221; terang Sutarman.</p>
<p>Sutarman menghimbau agar penduduk yang datang dari luar kabupaten Jember atau dari Luar Negeri dalam hal ini kecamatan Ambulu, segera melapor ke RT/RW dan ke tingkat Desa, atau kepada masyarakat yang mengetahui kedatangan atau kepulangan orang dari luar daerah (Kabupaten) atau Luar negeri agar melaporkan ke desa atau ke tim kecamatan.<strong>(tog/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111879</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Jember Pulangkan Jenazah TKW dari Negeri Jiran</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-jember-pulangkan-jenazah-tkw-dari-negeri-jiran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Feb 2020 11:08:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jember]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106073-pemkab-jember-pulangkan-jenazah-tkw-dari-negeri-jiran</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Nima (49) asal Dusun Loncatan, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, yang meninggal karena penyakit Stroke di Kuala Lumpur, Malaysia, Pemerintah kabupaten (pemkab) Jember lakukan pemulangan terhadap jenazah wanita itu. Nima sendiri bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKW) diperkirakan sudah tujuh tahun lamanya, bekerja sebagai pembantu rumah tangga, perempuan ini diketahui bekerja di negeri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Nima (49) asal Dusun Loncatan, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, yang meninggal karena penyakit Stroke di Kuala Lumpur, Malaysia, Pemerintah kabupaten (pemkab) Jember lakukan pemulangan terhadap jenazah wanita itu.</p>
<p>Nima sendiri bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKW) diperkirakan sudah tujuh tahun lamanya, bekerja sebagai pembantu rumah tangga, perempuan ini diketahui bekerja di negeri jiran Malaysia, ikut saudaranya yang bekerja disana.</p>
<p>Karena pihak keluarga kesulitan biaya untuk proses pemulangan, memohon bantuan Pemkab Jember, melalui jajarannya mengurus pemulangan jenazah (Nima), alhasil setelah melakukan koordinasi dengan Konjen Malaysia Jenasah dapat di pulangkan.</p>
<p>&#8220;Pada hari ini, kami sedang upayakan pemulangan jenazah,setelah berkoordinasi dengan konjen setempat alhamdulillah jenasah dapat di pulangkan, untuk keperluan pengurusan jenazah, di urus oleh family yang ada di Kuala lumpur,&#8221; kata Camat Ajung Slamet Wijoko ketika dikonfirmasi, Selasa (11/2/2020) siang.</p>
<p>Menurut Slamet TKW ini meninggal dunia kemarin pada hari Jumat 7 Februari 2020) sekitar pukul 18.00 waktu setempat, meninggalnya perempuan tersebut, karena diduga sakit stroke dan meninggal.</p>
<p>“Berdasarkan nota pengantar konjen Johor bahru Malaysia, jenazah akan tiba di bandara Juanda diperkirakan hari ini sekitar pukul 14.50 dengan pesawat Malaysia Air, nomor penerbangan MH 873, &#8221; terang Slamet.</p>
<p>Sedangkan, untuk ambulan pengantar jenazah dari bandara Juanda ke Jember, sudah disiapkan sendiri dari pihak keluarga duka, namun Keluarga, memohon kepada Pemkab Jember melalui Camat Ajung ikut mendampingi di terminal kargo bandara Juanda.</p>
<p>“Kami akan berangkat bersama utusan dari Dinas Tenaga Kerja Jember (Disnaker) pagi ini sekitar pukul 09.00 dan diperkirakan, jenazah akan tiba di rumah duka sekitar pukul 24.00, mudah-mudahan, perjalan penjemputan tidak ada kendala dan berjalan lancar,&#8221; ucap Slamet. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106073</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunuh Bayi Baru Lahir, TKW Trenggalek Terancam Hukuman Mati</title>
		<link>https://memontum.com/bunuh-bayi-baru-lahir-tkw-trenggalek-terancam-hukuman-mati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2020 14:01:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[disnaker trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103603-bunuh-bayi-baru-lahir-tkw-trenggalek-terancam-hukuman-mati</guid>

					<description><![CDATA[Trenggalek, Memontum &#8211; Terancam hukuman mati, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kota Keripik Tempe diduga terlibat kasus pembunuhan di Johor Malaysia. Diketahui, sampai saat ini kasus tersebut masih terus berjalan dan mendapat pendampingan hukum yang difasilitasi Konsulat Jenderal Malaysia di Johor Baru. Dari informasi yang diterima, TKW tersebut adalah LS (24) pekerja migran wanita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Trenggalek, Memontum</strong> &#8211; Terancam hukuman mati, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kota Keripik Tempe diduga terlibat kasus pembunuhan di Johor Malaysia. Diketahui, sampai saat ini kasus tersebut masih terus berjalan dan mendapat pendampingan hukum yang difasilitasi Konsulat Jenderal Malaysia di Johor Baru.</p>
<p>Dari informasi yang diterima, TKW tersebut adalah LS (24) pekerja migran wanita asal Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, Nanang Budiharto membenarkan hal tersebut.</p>
<p>&#8220;Kabar tersebut memang benar adanya. Namun saat ini kasusnya masih dalam penanganan aparat penegak hukum setempat, &#8221; ucap Nanang saat dikonfirmasi Memontum.com, Selasa (07/01/2020) sore.</p>
<p>Nanang mengatakan bahwa LS dikabarkan terjerat kasus hukum di Johor Baru Malaysia, lantaran membunuh bayinya sendiri yang baru saja dilahirkan.</p>
<p>Belum diketahui secara pasti motif yang dilakukan LS, sehingga dirinya tega membunuh darah dagingnya sendiri.</p>
<p>&#8220;Terkait motif yang dilakukan, kami juga masih belum tau secara pasti. Kami juga menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib disana, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Mengetahui ada warganya yang terlibat kasus di Negeri Jiran Malaysia, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek sudah mengirimkan surat ke Konsulat Jenderal Malaysia.</p>
<p>Ini dilakukan agar LS mendapatkan pendampingan hukum dan mendapat keringanan hukuman atas kasus yang menjeratnya.</p>
<p>&#8220;Meski yang bersangkutan terancam hukuman mati, namun kuasa hukum yang disediakan oleh Konsulat Jenderal Malaysia akan terus berupaya membantunya agar hukuman ya diringan, &#8221; tegas Nanang.</p>
<p>Perlu diketahui, LS bekerja di Malaysia selama 3 tahun sebagai caddy. Menurut keterangan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek LS merupakan pekerja legal dan berangkat melalui PJTKI.<strong> (mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103603</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tragis, Ada TKW Disekap dan Terjebak di Allepo (1)</title>
		<link>https://memontum.com/tragis-ada-tkw-disekap-dan-terjebak-di-allepo-1</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2019 08:32:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh Migran]]></category>
		<category><![CDATA[Disekap]]></category>
		<category><![CDATA[Suriah]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/76466-tragis-ada-tkw-disekap-dan-terjebak-di-allepo-1</guid>

					<description><![CDATA[Saya Bersyukur Bisa Pulang Ketemu Anak dan Suami &#160; Ada buruh yang sangat ingin pulang dan kemungkinan ada yang betah karena mendapat majikan. Kepulangan Yanti seolah menjadi secercah harapan bagi yang ingin pulang. Yanti kembali ke tanah air, membawa amanat dan permintaan tolong rekannya. Hujan tangis dan pelukan erat langsung dibentangkan Yanti (45) kepada anak, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Saya Bersyukur Bisa Pulang Ketemu Anak dan Suami</strong></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada buruh yang sangat ingin pulang dan kemungkinan ada yang betah karena mendapat majikan. Kepulangan Yanti seolah menjadi secercah harapan bagi yang ingin pulang. Yanti kembali ke tanah air, membawa amanat dan permintaan tolong rekannya.</p>
<p>Hujan tangis dan pelukan erat langsung dibentangkan Yanti (45) kepada anak, suami dan ibunya saat turun dari pesawat di bandara, akhir Desember 2018. Yanti, adalah satu dari sejumlah TKW yang berhasil pulang dari Allepo, Suriah. Negara di Timur Tengah yang sedang konflik atau terjadi peperangan.</p>
<p>Yanti, warga Dusun Gumuk Mas, Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, bersyukur setelah berada di Timur Tengah selama 4 bulanan. Ia mengakui, melalui jalur tidak resmi alias ilegal lewar sponsor. Ia berniat menuju Abudabi, Saudi Arabia.</p>
<p><div id="attachment_76467" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-14.34-1.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-76467" decoding="async" class="size-full wp-image-76467" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-14.34-1.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="PELUK : Bersyukur kembali ke rumah keluarga dan bertemu anaknya. (sos) " width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-14.34-1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-14.34-1.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-14.34-1.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-14.34-1.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-14.34-1.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-76467" class="wp-caption-text"><strong>PELUK : Bersyukur kembali ke rumah keluarga dan bertemu anaknya. (sos) </strong></p></div></p>
<p>Benar ia sempat berada di Abudabi, tapi justru kemudian diboyong pindah ke Damaskus Turki hingga kemudian berada di Allepo, Suriah. Tekanan mulai tampak, kejanggalan dan sikap kasar mulai dideritanya. Kondisi serupa dialami TKW lainnya.</p>
<p>Yanti bercerita, ia menginap di rumah penampungan. Tidak sendirian, ia bersama 9 wanita yang juga menjadi buruh migran. Pada waktu itu, sebanyak 7 orang merupakan WNI, sedangkan 2 lain adalah warga asing.</p>
<p><strong>Baca : </strong><a href="https://hukrim.memontum.com/24371-waduh-ada-tkw-disekap-dan-terjebak-di-allepo-suriah-ada-pengakuan-yang-selamat" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Waduh, Ada TKW Disekap dan Terjebak di Allepo Suriah! Ada Pengakuan yang Selamat!</a></p>
<p>Di penampungan itu, para TKW tidak diperkenankan pergi ke luar kantor. Pintu tertutup rapat dan terkunci. Begitu teriris kesabaran Yanti. Ia tak dapat menghubungi keluarganya, anak satu-satunya. Ponsel milik TKW dikumpulkan agen, dan disita.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76466</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Waduh, Ada TKW Disekap dan Terjebak di Allepo Suriah! Ada Pengakuan yang Selamat!</title>
		<link>https://memontum.com/waduh-ada-tkw-disekap-dan-terjebak-di-allepo-suriah-ada-pengakuan-yang-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2019 07:21:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh Migran]]></category>
		<category><![CDATA[Disekap]]></category>
		<category><![CDATA[Suriah]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/76451-waduh-ada-tkw-disekap-dan-terjebak-di-allepo-suriah-ada-pengakuan-yang-selamat</guid>

					<description><![CDATA[Satu dari 6 lebih buruh migran asal Indonesia kini berada di Allepo, Suriah, negara konflik yang kini dalam perang. Kondisi dan cerita memilukan terkuak dari seorang buruh migran yang berhasil pulang setelah diperjuangkan sang suami dan kerabatnya. Sempat tersiar pula postingan pengguna fesbuk (FB) awal Januari 2019 terkait permohonan tolong soal keberadaan para TKW. Anehnya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Satu dari 6 lebih buruh migran asal Indonesia kini berada di Allepo, Suriah, negara konflik yang kini dalam perang. Kondisi dan cerita memilukan terkuak dari seorang buruh migran yang berhasil pulang setelah diperjuangkan sang suami dan kerabatnya.</p>
<p>Sempat tersiar pula postingan pengguna fesbuk (FB) awal Januari 2019 terkait permohonan tolong soal keberadaan para TKW. Anehnya, tengah Januari atau akhir Januari, postingan tersebut mendadak menghilang dari mesin pencarian.</p>
<p><div id="attachment_76462" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Waduh-Ada-TKW-Disekap-dan-Terjebak-di-Allepo-Suriah-Ada-Pengakuan-yang-Selamat.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-76462" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Waduh-Ada-TKW-Disekap-dan-Terjebak-di-Allepo-Suriah-Ada-Pengakuan-yang-Selamat.jpg?resize=650%2C650&#038;ssl=1" alt="INGIN : AR Ingin HMD dipulangkan, foto kanan,. HMD bersama STN. (ist/repro)" width="650" height="650" class="size-full wp-image-76462" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Waduh-Ada-TKW-Disekap-dan-Terjebak-di-Allepo-Suriah-Ada-Pengakuan-yang-Selamat.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Waduh-Ada-TKW-Disekap-dan-Terjebak-di-Allepo-Suriah-Ada-Pengakuan-yang-Selamat.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Waduh-Ada-TKW-Disekap-dan-Terjebak-di-Allepo-Suriah-Ada-Pengakuan-yang-Selamat.jpg?resize=300%2C300&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Waduh-Ada-TKW-Disekap-dan-Terjebak-di-Allepo-Suriah-Ada-Pengakuan-yang-Selamat.jpg?resize=600%2C600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Waduh-Ada-TKW-Disekap-dan-Terjebak-di-Allepo-Suriah-Ada-Pengakuan-yang-Selamat.jpg?resize=200%2C200&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Waduh-Ada-TKW-Disekap-dan-Terjebak-di-Allepo-Suriah-Ada-Pengakuan-yang-Selamat.jpg?resize=60%2C60&amp;ssl=1 60w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/Waduh-Ada-TKW-Disekap-dan-Terjebak-di-Allepo-Suriah-Ada-Pengakuan-yang-Selamat.jpg?resize=180%2C180&amp;ssl=1 180w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-76462" class="wp-caption-text"><strong>INGIN : AR Ingin HMD dipulangkan, foto kanan,. HMD bersama STN. (ist/repro)</strong></p></div></p>
<p>Usaha para buruh ini tidak mudah untuk menghubungi keluarga. Pasalnya, ponsel disita agen di kantor penampungan. Ada cara, buruh mendapat seorang majikan yang baik hati dan iba untuk peminjaman ponsel. Satu bisa memakai ponsel lantaran diduga &#8220;hamil&#8221;.</p>
<p>Satu dua buruh migran pernah menjadi korban kekerasan. Pipinya ditampar jika tidak sesuai harapan karyawan kantor penampungan. Bentakan dan kemarahan kadang terjadi.</p>
<p><div id="attachment_76453" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-13.59.35b.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-76453" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-13.59.35b.jpg?resize=650%2C650&#038;ssl=1" alt="PULANGKAN IBUKU : AF dan istrinya, berharap STN dipulangkan karena kondisi sakit di Suriah. (ist/repro)" width="650" height="650" class="size-full wp-image-76453" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-13.59.35b.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-13.59.35b.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-13.59.35b.jpg?resize=300%2C300&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-13.59.35b.jpg?resize=600%2C600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-13.59.35b.jpg?resize=200%2C200&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-13.59.35b.jpg?resize=60%2C60&amp;ssl=1 60w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/WhatsApp-Image-2019-02-02-at-13.59.35b.jpg?resize=180%2C180&amp;ssl=1 180w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-76453" class="wp-caption-text"><strong>PULANGKAN IBUKU : AF dan istrinya, berharap STN dipulangkan karena kondisi sakit di Suriah. (ist/repro)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Ada yang ingin pulang. Kalau ada video mereka baik-baik saja, itu bukan yang sebenarnya. Mereka dalam tekanan, disuruh cerita seperti itu. Saya bisa pulang karena ada gejala kondisi hamil,&#8221; ujar Yanti, buruh yang kini bersyukur bertemu keluarganya.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/24382-tragis-ada-tkw-disekap-dan-terjebak-di-allepo-1" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Tragis, Ada TKW Disekap dan Terjebak di Allepo (1)</a></p>
<p>&#8220;Ponsel disimpan agen di penampungan. Saya pernah dimasukkan kamar mandi, karena menolak diberi obat waktu sedang hamil. Sakitnya gak tahan, saya terus berdoa, usaha tetap hidup, pulang,&#8221; cerita Yanti menggebu.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76451</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Almarhum Sampaikan Terimakasih Ke Bupati Faida</title>
		<link>https://memontum.com/keluarga-almarhum-sampaikan-terimakasih-ke-bupati-faida</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2018 14:17:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Jember]]></category>
		<category><![CDATA[TKI]]></category>
		<category><![CDATA[TKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/44574-keluarga-almarhum-sampaikan-terimakasih-ke-bupati-faida</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Keluarga Amintyas Wahyudi, TKI asal Jember yang meninggal di Malaysia, sampaikan terimakasihnya kepada Bupati Faida. Betapa tidak, di saat kondisi perekonomian keluarga yang tidak bergitu baik, salah satu tulang punggung keluarga dikabarkan meninggal, dan tidak ada angan-angan soal bagaimana memulangkan jenazah. Belum lagi biaya rumah sakit selama almarhum dirawat selama 15 hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Keluarga Amintyas Wahyudi, TKI asal Jember yang meninggal di Malaysia, sampaikan terimakasihnya kepada Bupati Faida. Betapa tidak, di saat kondisi perekonomian keluarga yang tidak bergitu baik, salah satu tulang punggung keluarga dikabarkan meninggal, dan tidak ada angan-angan soal bagaimana memulangkan jenazah. </p>
<p>Belum lagi biaya rumah sakit selama almarhum dirawat selama 15 hari yang memang tidak ditanggung perusahaan dimana ia bekerja, karena jenazah sebelumnya berangkat menjadi TKI dengan status ilegal. </p>
<p>Jenazah Amintyas Wahyudi akhirnya tiba di rumah duka di daerah Gang Vanili Talangsari Kecamatan Kaliwates, Selasa (13/6/2018) sore menjelang buka puasa.</p>
<p>Tangis haru keluarga pecah setelah sirine ambulance pengangkut jenazah Amintyas tiba. Suasana makin isak ketika peti jenazah diusung ke dalam rumah duka yang sore itu penuh dengan sanak keluarga, sahabat, tetangga dan handai taulan almarhum.</p>
<p>(<strong>Baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/16222-bupati-faida-sempatkan-jenguk-tki-yang-sakit-di-malaysia" rel="noopener" target="_blank">Bupati Faida Sempatkan Jenguk TKI yang Sakit di Malaysia</a> )</p>
<p>Istri almarhum dan kedua anaknya, serta  ibu kandungnya, juga nampak tak kuasa menahan kesedihan akibat kepergian almarhum, dengan memeluk peti jenazah. “Alhamdulillah, berkat perjuangan dan doa. Ya Allah, saya terimakasih anak saya ada yang menolong. Terimakasih, semoga kebaikan dibalas oleh Allah,” ucap Misti, ibu kandung almarhum Amintyas.</p>
<p>Dia juga menuturkan, dari dalam lubuk hati yang paling dalam sebenarnya tidak rela anak pertamanya itu merantau ke Malaysia sejak berangkat sekitar 4 bulan lalu. “Saya sebenarnya tidak rela dia ke Malaysia, karena disini sudah ada pekerjaan tinggal duduk dan menunggu pembeli. Bulan lalu sempat video call, dia baik-baik saja, namun kemudian temannya mengabari kalau anak saya kritis dan harus dirawat di rumah sakit,” tuturnya. Almarhmum di Malaysia bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah kantor perusahaan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44574</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
