<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tomat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tomat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Jun 2023 09:19:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tomat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Petani Tomat Kota Batu Kelimpungan, Tanaman Rusak dan Harga Pupuk Tinggi</title>
		<link>https://memontum.com/petani-tomat-kota-batu-kelimpungan-tanaman-rusak-dan-harga-pupuk-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2023 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kelimpungan,]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Tomat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191212</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Petani tomat di Kota Batu, akhir-akhir ini banyak yang mengalami gagal panen setelah tanaman tomatnya banyak mengalami kerusakan. Selain karena kondisi cuaca, nyatanya masalah petani juga disebabkan karena mahalnya harga pupuk non subsidi. Salah satu petani tomat di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Suroso, mengakui sepanjang musim yang tidak menentu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Petani tomat di Kota Batu, akhir-akhir ini banyak yang mengalami gagal panen setelah tanaman tomatnya banyak mengalami kerusakan. Selain karena kondisi cuaca, nyatanya masalah petani juga disebabkan karena mahalnya harga pupuk non subsidi.</p>



<p>Salah satu petani tomat di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Suroso, mengakui sepanjang musim yang tidak menentu ini tanaman tomat sayur di lahan seluas 2 ribu meter persegi miliknya banyak yang rusak. &#8220;Karena cuaca sekarang kadang panas dan kadang langsung hujan, jadi membuat tanaman tomat banyak yang rusak bintik-bintik hitam,&#8221; terangnya di lahan pertanian Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (18/06/2023) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Rusaknya tanaman tomat tersebut, ujarnya, juga disebabkan karena harga pupuk. Sehingga, berdampak pada tanaman yang mudah diserang hama. Jadi, kian lengkap kondisi saat ini untuk petani tomat.</p>



<p>&#8220;Kalau dihitung betul-betul, kenaikan pupuk non subsidi sangat berpengaruh dengan rusaknya tanaman tomat. Intinya, ini sangat memberatkan petani seperti kami,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk harga pupuk non subsidi sendiri, tegasnya, sebelumnya Rp 10 ribu perkilogram. Namun, kini naik menjadi Rp 20 ribu perkilogramnya. Saat pandemi Covid-19, pupuk non subsidi harganya Rp 400 ribu per sak (50 kilogram). Tapi, sekarang sudah mencapai Rp 800 ribu per sak.</p>



<p>&#8220;Sebagai petani, saya berharap seperti harga pupuk juga terus dilakukan pengawasan. Karena, ini dampaknya langsung kepada petani,&#8221; ujarnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191212</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Tomat Anjlok Petani Menjerit</title>
		<link>https://memontum.com/harga-tomat-anjlok-petani-menjerit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2020 14:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Tomat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121293-harga-tomat-anjlok-petani-menjerit</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Harga tomat anjlok mengakibatkan kaum tani di Kota Probolinggo ikut merana. Sejak tiga minggu terakhir, harga tomat di tingkat petani hanya laku Rp 1.000 per Kg. Akibat harga tomat anjlok, sebagian petani sayur mayur ini enggan memanen lantaran hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya perawatan, membeli keranjang dan mengeluarkan biaya upah panen. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo </strong>&#8211; Harga tomat anjlok mengakibatkan kaum tani di Kota Probolinggo ikut merana. Sejak tiga minggu terakhir, harga tomat di tingkat petani hanya laku Rp 1.000 per Kg. Akibat harga tomat anjlok, sebagian petani sayur mayur ini enggan memanen lantaran hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya perawatan, membeli keranjang dan mengeluarkan biaya upah panen.</p>
<p>“Biasanya, petani menjual dengan kisaran harga Rp 4 ribu hingga Rp 6 ribu per kilo (kilogram). Sekarang cuma laku dijual di kisaran harga Rp 1.000 per kilo,” gerutu Rasyid, seorang petani tomat di Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan wonoasih Kota Probolinggo, Selasa (11/8/2020).</p>
<p>Masih kata Rasyid, harapan hanya ada pada tomat dengan kualitas super, sebab di tingkat petani masih dihargai sebesar Rp 1.500 per kg. Sementara, untuk tomat kualitas tanggung, harganya lebih murah lagi, yakni Rp 35 ribu per keranjang.</p>
<p>Ia menambahkan, harga tomat anjlok diakibatkan masa panen bersamaan dengan petani tomat di daerah lain. Sehingga stok tomat melimpah, termasuk di Pasar Baru.</p>
<p>“Akibat harga anjlok, para petani harus menanggung kerugiaan yang tidak sedikit. Sebab untuk merawat tomat, petani dibutuhkan perhatian ekstra dan tentu berimplikasi pada biaya yang tidak sedikit, seperti membeli pupuk dan obat-obatan untuk membasmi hama,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, agar petani bisa mendapatkan untung, maka harga tomat di tingkat petani idealnya Rp 4 ribu sampai Rp5 ribu per Kg.</p>
<p>“Harga keranjang saja Rp 18 ribuan. Ini belum lagi, biaya untuk tenaga pemetik harian. Jadi, banyak petani yang malas memanen,” ujarnya.<strong> (geo/mzm)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121293</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
