<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tong-tong &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tong-tong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jul 2024 11:23:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tong-tong &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tong-Tong Night Market Kembali Digelar dengan Hadirkan 30 UMKM Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/tong-tong-night-market-kembali-digelar-dengan-hadirkan-30-umkm-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[market]]></category>
		<category><![CDATA[tong-tong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212317</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Event tahunan Tong-Tong Night Market, kembali dihelat oleh The Shalimar Boutique Hotel Malang, di Taman Tjerme, Kecamatan Klojen, Kota Malang, mulai Kamis (25/07/2024) hingga Minggu (28/07/2024) besok. Gelaran ini, dimeriahkan oleh 30 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berikut jajanan dan suasana pasar khas tempo dulu. “Tong Tong Night Market ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Event tahunan Tong-Tong Night Market, kembali dihelat oleh The Shalimar Boutique Hotel Malang, di Taman Tjerme, Kecamatan Klojen, Kota Malang, mulai Kamis (25/07/2024) hingga Minggu (28/07/2024) besok. Gelaran ini, dimeriahkan oleh 30 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berikut jajanan dan suasana pasar khas tempo dulu.</p>



<p>“Tong Tong Night Market ini merujuk seperti di Negara Belanda. Ini kita buka mulai pukul 15.00 WIB sampai 22.00 WIB. Selain ada UMKM dan hiburan, juga ada berbagai aktivitas seperti talk show bersama Bank Indonesia dan berbagai komunitas lain,” kata Managing Director The Shalimar Boutique Hotel Malang, Lily Jessica Tjokrosetio, Sabtu (27/07/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa Tong Tong Night Market tidak hanya bertujuan untuk melestarikan budaya dan sejarah. Akan tetapi, juga menjadi salah satu tujuan wisata tahunan yang paling dinanti oleh wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Komitmen kami untuk terus melestarikan budaya dan sejarah akan terus kami pegang, dengan selalu melakukan sinergi antar pelaku seni, bisnis dan komunitas serta UMKM yang tentunya dengan dukungan dari pemerintah Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Pelaksana Tong Tong Night Market 2024, Candy Vicha, mengatakan jika sistem transaksi yang dilakukan yakni dengan menggunakan gulden atau mata uang Belanda. Sebelum berbelanja, para pengunjung diwajibkan untuk dapat menukarkan uangnya terlebih dahulu di kasir-kasir yang sudah disediakan.</p>



<p>“Sistem transaksi di Tong Tong Night Market ini dengan menggunakan Gulden. Jadi mereka harus menukarkan uang rupiah menjadi gulden dahulu,” tambah Candy.</p>



<p>Diakhir, Candy juga menyampaikan bahwa setiap harinya Tong-Tong Night Market juga membagikan doorprize voucher menginap di The Cakra Hotel Bali dan The Shalimar Boutique Hotel Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212317</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Budayawan Sumenep Apresiasi Kepedulian Pemkab dalam Jembatani Transformasi Musik Tong-tong</title>
		<link>https://memontum.com/budayawan-sumenep-apresiasi-kepedulian-pemkab-dalam-jembatani-transformasi-musik-tong-tong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2023 14:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[jembatani]]></category>
		<category><![CDATA[kepedulian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[tong-tong]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200081</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam merawat tradisi, patut dihargai sebagai sebentuk apresiasi. Terlebih, berbagai event yang telah digelar, terus dikaji dan dievaluasi, guna tidak terkesan sekedar hura-hura. Merawat tradisi atau melestarikan kearifan lokal, itu jangan sampai mengenyampingkan tuntunan di dalam tradisi itu. Melalui musik Tong-tong, dimungkinkan akan mengalami transformasi budaya atau berevolusi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam merawat tradisi, patut dihargai sebagai sebentuk apresiasi. Terlebih, berbagai event yang telah digelar, terus dikaji dan dievaluasi, guna tidak terkesan sekedar hura-hura.</p>



<p>Merawat tradisi atau melestarikan kearifan lokal, itu jangan sampai mengenyampingkan tuntunan di dalam tradisi itu. Melalui musik Tong-tong, dimungkinkan akan mengalami transformasi budaya atau berevolusi. Kalau dahulu dikenal dengan Tong-tong musik patrol, tapi di Era 1990-an dikenal Tong-tong musik Ul-daul.</p>



<p>&#8220;Saya mengapresiasi, Pemkab Sumenep dalam merawat tradisi. Tetapi, tetap segala gelaran even harus juga dievaluasi. Tiap event itukan harus ada pesan moral yang mau disampaikan ke masyarakat (publik). Secara kuantitas sudah oke, tetapi secara kualitas perlu dievaluasi lagi,&#8221; kata Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar, Rabu (18/10/2023) tadi.</p>



<p>Menurut Ibnu, bukan hanya khusus festival musik Tong-tong. Namun, segala event harus dievaluasi. Misalnya terkait dampaknya, substansinya bagaimana penganggarannya. Termasuk, bagaimana mendatangkan wisatawan dari luar Sumenep. Sehingga, dapat menyumbang dari APBD Sumenep.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jadi, kata Ibnu, soal musik Tong-tong yang mengalami transformasi budaya itu menjadi ul-daul, memang mengikuti tuntutan jaman dan itu harus. Sebab kebudayaan itu adalah dinamis dan tidak stagnan. Ini memang menjadi karya seni yang luar biasa sehingga mampu berevolusi.</p>



<p>&#8220;Tapi perlu juga diperkenalkan pada generasi muda, bahwa musik Tong-tong sebelum mengalami transformasi dengan musik Tong-tong yang sudah bertransformasi menjadi musik ul-daul. Jadi ada maping atau pemetaan dimana ada seni musik tradisional, seni modern dan musik seni yang berevolusi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Bagi budayawan satu ini, menganggap tidak masalah seni musik Tong-tong bertransformasi, asal jangan menghilangkan substansi atau kearifan lokalnya (lokal wisdom). Tapi generasi muda juga harus tahu mana seni musik tradisional dan mana seni musik yang modern.</p>



<p>&#8220;La iyalah, ketika bicara karya seni budaya, itu tidak sekedar hiburan tapi memiliki pesan moral. Misalnya terkait kekompakan hingga harmonisasi hidup. Seperti musik Tong-tong, didalamnya ada tari-tarian, ada tembang atau kejungan. Saya tidak tahu yang dinilai itu soal harmonisasinya, unsur musikalnya, ada kidung-kidungnya yang mengandung pesan moral dan dari unsur gerakannya memunculkan filosofi seperti apa. Sebab produk kebudayaan itu kan komplek,&#8221; ujarnya. <strong>(edo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200081</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemeriahan Festival Musik Tong-Tong, Bupati Sumenep Tuai Apresiasi dalam Merawat Tradisi Rakyat</title>
		<link>https://memontum.com/kemeriahan-festival-musik-tong-tong-bupati-sumenep-tuai-apresiasi-dalam-merawat-tradisi-rakyat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Oct 2023 14:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kemeriahan]]></category>
		<category><![CDATA[merawat]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[tong-tong]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199912</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Even Festival Musik Tong-Tong yang diselenggarakan Bupati Sumenep, dalam rangkaian Hari Jadi Ke-754 Kabupaten Sumenep, berlangsung meriah, Sabtu (14/10/2023) malam. Buktinya, suguhan kesenian tradisional satu ini disambut luar biasa oleh masyarakat Madura dari empat kabupaten. Acara spektakuler yang dikemas dengan Festival Musik Tong-Tong, inipun sangat menyita perhatian masyarakat. Gegap gempita even ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Even Festival Musik Tong-Tong yang diselenggarakan Bupati Sumenep, dalam rangkaian Hari Jadi Ke-754 Kabupaten Sumenep, berlangsung meriah, Sabtu (14/10/2023) malam. Buktinya, suguhan kesenian tradisional satu ini disambut luar biasa oleh masyarakat Madura dari empat kabupaten.</p>



<p>Acara spektakuler yang dikemas dengan Festival Musik Tong-Tong, inipun sangat menyita perhatian masyarakat. Gegap gempita even ini, membuat masyarakat berdatangan dan tumpah ruah di arena even.</p>



<p>Ribuan pengunjung, merasa takjub dengan Festival Musik Tong-tong. Bahkan, banyak yang menilai even ini layak jadi tontonan masyarakat Madura, khususnya karena sangat kental nuansa tradisi lokalnya.</p>



<p>Salah satu pengunjung, Simon, warga Kecamatan Pesongsongan, mengapresiasi langkah Bupati Sumenep dalam menggelar Festival Musik Tong-Tong. Menurutnya, Bupati Fauzi jelas hebat dalam mempromosikan dan membumikan budaya lokal Madura.</p>



<p>Dirinya juga menyebutkan, Musik Tong-Tong adalah warisan turun temurun yang sangat diminati masyarakat. Apalagi dalam pengemasannya dipadu dengan berbagai seni tari, lagu-lagu, kendaraan penuh khiasan dan dipawai melintasi sejumlah jalan di jantung Kota Sumenep.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya salut dan bangga, karena jika pemerintah tidak melestarikan tradisi musik lokal ini, bisa-bisa seni budaya lokal ini bakal punah. Tentu ini sejalan dengan misi Pak Bupati Fauzi, yang gencar mempromosikan sektor pariwisata. Sumenep bisa jadi Bali dan Lombok, yang nantinya maju dari sektor pariwisatanya,&#8221; ujar Simon.</p>



<p>Sementara itu, Rizal warga Kota Sumenep juga sangat apresiatif dengan gelaran even Musik Tong-Tong ini. Dari beragam even spektakuler lainnya, Festival Musik Tong-Tong sangat kental nuansa budaya Maduranya. Itu karena, musik ini digemari dari berbagai kalangan baik tua maupun kalangan muda.</p>



<p>&#8220;Ini heboh. Puluhan group atau peserta Musik Tong-Tong ini berjejer di jantung kota. Lantaran pengunjung membludak membuat atraksi seni budaya Musik Tong-Tong terus menunjukkan kehebatannya sepanjang jalan. Bahkan dari saking antusiasnya, sejak dibuka pukul 19.00, even tersebut baru selesai hingga pagi menjelang matahari terbit,&#8221; kata Rizal.</p>



<p>Terpisah, Kadisbudporapar Sumenep, Moh Iksan, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan terus konsisten untuk merawat kesenian tradisional Sumenep dan akan membumikan seni budaya. &#8220;Itu agar generasi penerus tidak lupa sejarah dan tradisi itu bisa terus lestari,&#8221; ujarnya. <strong>(edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199912</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gebyar Festival Musik Tong-Tong di Taman Potre Koning Sumenep Sita Perhatian Ribuan Pengunjung</title>
		<link>https://memontum.com/gebyar-festival-musik-tong-tong-di-taman-potre-koning-sumenep-sita-perhatian-ribuan-pengunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Oct 2023 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gebyar]]></category>
		<category><![CDATA[koning]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[tong-tong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199796</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, secara kontinue terus menggelar berbagai even spektakuler. Kali ini, Pemkab Sumenep menggelar Festival Musik Tong-Tong sebagai rangkaian menyemarakkan Hari Jadi ke-754 Kabupaten Sumenep. Pantauan Memontum.com, puluhan group Musik Tong-Tong berjejer mulai dari Taman Potre Koning (Taman Bunga) hingga mengular sampai Labeng Mesem Pendopo Keraton Sumenep. Kegiatan itu, diikuti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, secara kontinue terus menggelar berbagai even spektakuler. Kali ini, Pemkab Sumenep menggelar Festival Musik Tong-Tong sebagai rangkaian menyemarakkan Hari Jadi ke-754 Kabupaten Sumenep.</p>



<p>Pantauan Memontum.com, puluhan group Musik Tong-Tong berjejer mulai dari Taman Potre Koning (Taman Bunga) hingga mengular sampai Labeng Mesem Pendopo Keraton Sumenep. Kegiatan itu, diikuti peserta dari berbagai kabupaten se-Madura.</p>



<p>Bahkan, ribuan pengunjung sudah mulai memadati lokasi even pelaksanaan yang berlangsung sejak Sabtu (14/10/2023) sore. Musik Tong-Tong sendiri, tampak eksotis lantaran dipenuhi gemerlap lampu yang menyala di setiap sudut kendaraan yang penuh ukiran seperti patung kuda terbang dan lain sebagainya.</p>



<p>Yang tidak kalah menarik, di sepanjang jalan atau rute yang bakal dilewati oleh peserta Musik Tong-Tong, berjejer pula puluhan PKL. Antusiasme PKL juga tidak ketinggalan untuk mengais rejeki dari efek gelaran even Festival Musik Tong-Tong tersebut.</p>



<p>Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan agar gelaran ini bisa dioptimalkan oleh masyarakat untuk menyaksikan Festival Musik Tong-Tong. Sebab, tradisi ini merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Parade Musik Tong-Tong termasuk even spesial. Karenanya, masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sumenep,&#8221; terang Bupati Fauzi.</p>



<p>Informasi terkini, masing-masing grup Tong-Tong tersebut akan membawakan lima lagu daerah pilihan serta satu dari dua lagu wajib. Yakni, Malate Pote dan Kembang Paseser. Sementara festival Musik Tong-Tong sendiri, akan dibuka pukul 19.00 di area sebelah Timur, Taman Potre Koning Sumenep dan finish di Simpang Empat Spektra.</p>



<p>Ditambahkannya, masyarakat harus berperan serta dalam melestarikan Musik Tong-Tong dan seni budaya lain. Sebab, seni budaya itu perlu dukungan semua elemen di Kabupaten Sumenep.</p>



<p>&#8220;Festival ini tidak hanya sebagai hiburan semata. Namun, juga membangun solidaritas, merekatkan kebersamaan dan keharmonisan sosial,” imbuhnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, pada Oktober 2023, pemerintah daerah dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep, telah mempersiapkan sederet event penting. Diantaranya, Drag Race pada 08 Oktober 2023, Festival Musik Tong-tong se-Madura pada 14 Oktober 2023, MTB Bumi Jokotole pada 15 Oktober 2023, Sumenep Tennis Tournament pada 20-23 Oktober 2023.</p>



<p>Selanjutnya, Motocross Championship pada 21 hingga 22 Oktober 2023, Prosesi dan Pawai Budaya Hari Jadi Kabupaten Sumenep di Kota Tua Kalianget pada 28 Oktober 2023, Old Community Gathering pada 28 Oktober 2023, Madura Nigh Vaganza 28 hingga 29 Oktober 2023 hingga Haul Raja-raja Sumenep pada 29 Oktober 2023. <strong>(edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199796</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Buka dan Apresiasi Gelaran Tong-Tong Night Market yang Libatkan UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-buka-dan-apresiasi-gelaran-tong-tong-night-market-yang-libatkan-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jul 2023 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[buka]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[market]]></category>
		<category><![CDATA[night]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tong-tong]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194471</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji, membuka gelaran Tong-Tong Night Market di Taman Tjerme The Shalimar Hotel Jalan Cerme, Kota Malang, Jumat (28/07/2023) sore. Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan bahwa pihaknya hadir untuk memberikan apresiasi kepada The Shalimar Hotel yang secara rutin dan konsisten telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji, membuka gelaran Tong-Tong Night Market di Taman Tjerme The Shalimar Hotel Jalan Cerme, Kota Malang, Jumat (28/07/2023) sore.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan bahwa pihaknya hadir untuk memberikan apresiasi kepada The Shalimar Hotel yang secara rutin dan konsisten telah menggelar Tong-Tong Night Market hingga sampai ke tujuh kali. Tentunya saja, hal itu menurutnya bukan sesuatu yang mudah untuk dipertahankan.</p>



<p>“Karena menggelar acara seperti ini bukanlah hal mudah. Artinya, mungkin di awal kurang dikenal, terus dengan bertahan sampai sekarang ini adalah suatu perjuangan yang tidak ringan. Nah, dengan adanya acara ke tujuh ini, berarti teruji dikehendaki oleh masyarakat,” kata Wali Kota Sutiaji, seusai membuka kegiatan.</p>



<p>Menurutnya, kegiatan tersebut juga telah menggandeng sejumlah UMKM yang ada di Kota Malang dan tentu ada pertumbuhan pengunjung yang terus meningkat dari tahun ke tahun. &#8220;Sehingga tahun ini, kami mengucapkan terima kasih karena jumlah UMKM juga semakin bertambah dan semakin banyak. Ini juga amat menarik, sehingga bisa menarik wisatawan yang ingin berkunjung ke Kota Malang di event ini,” lanjutnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Owner The Shalimar Hotel and founder, Lily Jessica Tjokrosetio, menyampaikan jika gelaran tersebut akan dilakukan selama tiga hari atau hingga Minggu (30/07/2023) mendatang. “Ternyata dari momen pembukaan sampai sekarang, itu sudah lumayan banyak pengunjungnya. Kalau saya lihat dari teman-teman yang jualan, itu semuanya bahagia dan ini tentunya pertanda baik,” ucap Lily.</p>



<p>Lebih lanjut Lily juga menyampaikan, bahwa dalam gelaran tersebut menyediakan sebanyak 40 stan UMKM. Jumlah itu, lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. Ke depan, pihaknya berharap bisa menggandeng para pelaku UMKM dengan lebih banyak lagi.</p>



<p>“Tahun lalu hanya 13 stan UMKM dan sekarang ini sudah 40 stan. Siapa tahu, tahun depan bisa 100 stan UMKM yang turut serta, apalagi juga didukung oleh Bapak Wali Kota Malang,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194471</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
