<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>topeng &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/topeng/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Aug 2025 12:08:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>topeng &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>50 Tahun Lebih Menghilang, Topeng Menak di Kota Malang Kembali Dipentaskan</title>
		<link>https://memontum.com/50-tahun-lebih-menghilang-topeng-menak-di-kota-malang-kembali-dipentaskan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dipentaskan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menghilang]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224819</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Topeng Menak, yang pernah menjadi primadona pertunjukan wayang topeng di Malang pada era 1960-an, kembali dipentaskan setelah setengah abad menghilang. Upaya kebangkitan ini, digagas Lesbumi PCNU Kota Malang, bersama lintas sanggar Malang Raya, melalui pertunjukan Burak Buwana Menak, di Pesantren Budaya Karanggenting, Sabtu (09/08/2025) malam. Kementerian Kebudayaan RI di momen itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Topeng Menak, yang pernah menjadi primadona pertunjukan wayang topeng di Malang pada era 1960-an, kembali dipentaskan setelah setengah abad menghilang. Upaya kebangkitan ini, digagas Lesbumi PCNU Kota Malang, bersama lintas sanggar Malang Raya, melalui pertunjukan Burak Buwana Menak, di Pesantren Budaya Karanggenting, Sabtu (09/08/2025) malam.</p>



<p>Kementerian Kebudayaan RI di momen itu memberikan apresiasi terhadap upaya tersebut. Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, pun hadir secara langsung bersama Balai Pelestarian Kebudayaan, untuk menyaksikan pertunjukan yang terakhir kali dipentaskan lebih dari 50 tahun lalu.</p>



<p>“Revitalisasi Topeng Menak ini sejalan dengan program pelestarian budaya nasional. Lesbumi selama ini menjadi mitra penting dalam membangun kebudayaan Indonesia, dengan gagasan-gagasan segar yang dekat dengan nilai-nilai bangsa,” kata Restu.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa Unesco telah mengakui Indonesia sebagai superpower kebudayaan dunia. Sehingga, pelestarian seni tradisi perlu terus dilakukan dan diupayakan berdampak pada ekonomi masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, yang turut hadir juga menyebut bahwa Topeng Menak sebagai warisan leluhur pertopengan Malang dari maestro Ki Condro Suwono atau Mbah Reni. &#8220;Ini sangat perlu kita lestarikan bersama. Saya mengapresiasi riset teman-teman Lesbumi yang mencari sisa-sisa Topeng Menak agar tidak punah. Pemerintah daerah siap bersinergi mengembangkan kebudayaan di Kota Malang,” ujar Mia, sapaannya.</p>



<p>Lebih lanjut Ketua Lesbumi PBNU, KH M Jadul Maula, menyebut bahwa momen tersebut sebagai peristiwa penting dalam sejarah kebudayaan Malang. Menurutnya, Topeng Menak memiliki akar sejarah panjang, berasal dari Persia pada era Harun Arrasyid, diterjemahkan ke bahasa Melayu menjadi hikayat Amir Hamzah di Kesultanan Malaka. Lalu, diadaptasi para ulama Wali Songo sebagai media dakwah dan strategi peradaban.</p>



<p>&#8220;Sunan Giri adalah salah satu tokoh yang merancang dakwah Islam dengan wawasan peradaban luas, mempopulerkan kisah Panji menjadi Wayang Gedep,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Di akhir, Sejarawan dan budayawan Malang, Dwi Cahyono, yang menjadi penasihat tim revitalisasi, menyebut pementasan ini masih menjadi tahap embrio. “Pertunjukan terakhir Wayang Topeng Menak di Malang berlangsung sekitar akhir 1960-an atau awal 1970-an. Banyak yang belum pernah melihatnya secara langsung. Ini langkah awal yang penting,” imbuh Dwi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224819</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peragaan Batik Lumajang di Event Festival Segoro Topeng Kaliwungu Seolah Ingin Keluar dari Sangkar</title>
		<link>https://memontum.com/peragaan-batik-lumajang-di-event-festival-segoro-topeng-kaliwungu-seolah-ingin-keluar-dari-sangkar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kaliwungu]]></category>
		<category><![CDATA[keluar]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan]]></category>
		<category><![CDATA[sangkar]]></category>
		<category><![CDATA[segoro]]></category>
		<category><![CDATA[seolah]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223465</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Menjadi salah satu bagian Festival Segoro Topeng Kaliwungu, puluhan model memperagakan batik khas Lumajang diantara desir angin dan debur ombak Pantai Watu Pecak, Minggu (29/06/2025) tadi. Kain-kain batik Lumajang tersebut, seakan menari di atas pasir hitam yang menjadi saksi bisu kedekatan manusia dengan alam. Batik Lumajang keluar dari ruang kaca dan memasuki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Menjadi salah satu bagian Festival Segoro Topeng Kaliwungu, puluhan model memperagakan batik khas Lumajang diantara desir angin dan debur ombak Pantai Watu Pecak, Minggu (29/06/2025) tadi. Kain-kain batik Lumajang tersebut, seakan menari di atas pasir hitam yang menjadi saksi bisu kedekatan manusia dengan alam.</p>



<p>Batik Lumajang keluar dari ruang kaca dan memasuki ruang semesta, bersanding dengan langit biru dan laut lepas dalam pertunjukan busana yang tak biasa. Namun lebih dari sekadar pertunjukan, peristiwa ini adalah pernyataan budaya yang kuat.</p>



<p>“Kami ingin membawa batik keluar dari sangkarnya. Batik Lumajang terinspirasi dari alam dan kehidupan masyarakat. Maka sudah selayaknya tampil kembali ke pangkuan alam, bukan sekadar terpajang di ruang formal,&#8221; kata Bupati Lumajang, Indah Amperawati.</p>



<p>Itulah esensi yang ingin disampaikan Pemerintah Kabupaten Lumajang, bahwa budaya lokal tidak boleh hanya jadi ornamen simbolik. Tetapi harus dihidupkan, diberi panggung dan menjadi bagian dari strategi besar pariwisata dan ekonomi kreatif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Batik khas Lumajang yang diperagakan diantaranya, Batik Pisang Agung yang merupakan simbol hasil bumi unggulan, Batik Pasir yang terinspirasi dari butiran pantai selatan dan Batik Jaran Kencak, mencerminkan tarian tradisional yang gagah dan energik. &#8220;Kain-kain itu mengepak seperti layar perahu diterpa angin laut, seolah-olah mereka berbisik. Kami bukan hanya motif, kami adalah cerita,” terang Bunda Indah.</p>



<p>Salah seorang wisatawan asal Malang, Naura, tampak antusias melihat pertunjukan yang menjadi bagian dari Festival Segoro Topeng Kaliwungu ini. Dimana pertunjukan batik ini memang bertujuan memadukan kekuatan budaya dan alam Lumajang sebagai destinasi wisata unggulan.</p>



<p>“Kalau biasanya lihat batik di ruang pamer, ini beda banget. Rasanya seperti batiknya hidup, bercerita sesuatu,” kata Naura.</p>



<p>Bagi Lumajang, ini bukan akhir, tapi titik mula dari cara baru mempromosikan budaya tidak lagi hanya lewat brosur atau pameran tertutup, tetapi melalui pengalaman langsung yang menggugah rasa. Batik Lumajang telah menemukan tempatnya kembali di alam yang melahirkannya, di hati orang-orang yang menyaksikannya dan dinarasi masa depan Lumajang sebagai kabupaten yang tidak hanya kaya akan motif, tetapi juga visi. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223465</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Segoro Topeng Kaliwungu Lumajang Masuk 110 KEN, Wamenparekraf Dorong Perbanyak Event dan Konsisten</title>
		<link>https://memontum.com/segoro-topeng-kaliwungu-lumajang-masuk-110-ken-wamenparekraf-dorong-perbanyak-event-dan-konsisten</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kaliwungu]]></category>
		<category><![CDATA[konsisten]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[perbanyak]]></category>
		<category><![CDATA[segoro]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<category><![CDATA[wamenparekraf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223462</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Ni Luh Puspa, memberikan sinyal kuat kepada Kabupaten Lumajang untuk terus menciptakan event-event berkualitas sebagai strategi memperkuat branding daerah dan memperluas jangkauan promosi wisata ke tingkat nasional. Dorongan ini disampaikannya, saat menghadiri Festival Segoro Topeng Kaliwungu, di Pantai Watu Pecak, Minggu (29/06/2025) tadi. Sekedar diketahui, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Ni Luh Puspa, memberikan sinyal kuat kepada Kabupaten Lumajang untuk terus menciptakan event-event berkualitas sebagai strategi memperkuat branding daerah dan memperluas jangkauan promosi wisata ke tingkat nasional. Dorongan ini disampaikannya, saat menghadiri Festival Segoro Topeng Kaliwungu, di Pantai Watu Pecak, Minggu (29/06/2025) tadi.</p>



<p>Sekedar diketahui, bahwa festival ini secara resmi telah ditetapkan sebagai salah satu dari 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025. “Kami mendorong agar Kabupaten Lumajang tidak berhenti di Festival Segoro Topeng. Ke depan, harus lahir lebih banyak event yang siap masuk tidak hanya KEN, tetapi juga calendar of event nasional. Sehingga, promosi pariwisata daerah bisa makin luas dan berkesinambungan,” kata Wamen Ni Luh.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa sebuah event yang ingin masuk dalam ekosistem promosi nasional, harus memiliki konsistensi. Termasuk, kekuatan narasi budaya dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Bukan soal skala besar semata. Tetapi konsistensinya, daya tarik budayanya dan bagaimana event itu menjadi penggerak ekonomi lokal. Ini yang membuat event-event daerah bisa naik kelas ke nasional bahkan internasional,” tambahnya.</p>



<p>Festival Segoro Topeng sendiri dinilai memiliki potensi kuat, karena menyatukan warisan budaya tak benda Tari Topeng Kaliwungu, potensi alam Pantai Watu Pecak dan partisipasi aktif masyarakat. Kombinasi ini, menjadikan festival tersebut sebagai wajah pariwisata khas Lumajang yang layak ditampilkan dalam peta besar pariwisata Indonesia.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyambut positif arahan Wamenparekraf dan menyatakan bahwa pemerintah daerah siap mengembangkan ekosistem kreatif dan event-event lokal lainnya. “Kami punya banyak potensi seni, budaya dan alam. Dorongan dari Wamenpar ini menjadi motivasi besar untuk melahirkan lebih banyak event yang tak hanya menghibur, tapi juga memperkuat ekonomi masyarakat,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p>Lebih dari sekadar pengakuan nasional, ujarnya, masuknya Festival Segoro Topeng ke KEN 2025 menjadi pemantik kebangkitan ekonomi kreatif lokal dan penanda kesiapan Lumajang menatap pariwisata masa depan. Tentunya, inklusif, berbasis budaya dan terhubung dengan panggung promosi nasional. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223462</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Event Segoro Topeng Kaliwungu, Pemkab Lumajang Ajak Lestarikan Pantai dengan Tanam 200 Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/event-segoro-topeng-kaliwungu-pemkab-lumajang-ajak-lestarikan-pantai-dengan-tanam-200-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kaliwungu]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[segoro]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223450</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian inti dari pembangunan daerah. Dalam rangkaian event nasional Segoro Topeng Kaliwungu, sebanyak 200 pohon Cemara Laut dan Sukun, ditanam di Kawasan Hutan Kesambi Pantai Watu Pecak, Sabtu (28/06/2025) tadi. Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono, menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya soal penghijauan, tapi langkah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian inti dari pembangunan daerah. Dalam rangkaian event nasional Segoro Topeng Kaliwungu, sebanyak 200 pohon Cemara Laut dan Sukun, ditanam di Kawasan Hutan Kesambi Pantai Watu Pecak, Sabtu (28/06/2025) tadi.</p>



<p>Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono, menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya soal penghijauan, tapi langkah strategis menyatukan ekowisata, budaya lokal dan ketahanan pesisir. “Kami tidak hanya membangun jalan dan gedung, tapi juga menanam masa depan. Alam dan budaya harus dijaga bersama,” kata Sekda Agus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melalui program bertajuk &#8216;Pantai Lestari, Cemara Menyapa&#8217;, Pemkab Lumajang ingin menunjukkan bahwa pembangunan bisa sejalan dengan pelestarian lingkungan dan penguatan identitas lokal. Penanaman pohon sendiri, dilakukan di sepanjang 100 meter jalur masuk Pantai Watu Pecak untuk membentuk koridor hijau alami. Area ini, dirancang sebagai jalur wisata yang lebih asri, edukatif, sekaligus menjadi benteng alami terhadap abrasi dan perubahan iklim.</p>



<p>Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang, Gunawan Eko, menjelaskan, kedua jenis pohon yang dipilih memiliki manfaat ekologis dan ekonomi. “Cemara Laut untuk perlindungan pantai, Sukun memberi keteduhan dan bisa dimanfaatkan buahnya. Ini langkah kecil, tapi dampaknya besar,” ungkapnya.</p>



<p>Kegiatan sendiri, melibatkan pelajar, komunitas, perusahaan hingga masyarakat pesisir. Semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan tumbuh di tengah budaya lokal yang terus dilestarikan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Segoro Topeng Kaliwungu, antara Akselerasi Literasi Digital, Budaya dan Promosi Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/segoro-topeng-kaliwungu-antara-akselerasi-literasi-digital-budaya-dan-promosi-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akselerasi]]></category>
		<category><![CDATA[antara]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[kaliwungu]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[promosi]]></category>
		<category><![CDATA[segoro]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223441</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menjadikan momen budaya Segoro Topeng Kaliwungu sebagai ruang akselerasi literasi digital masyarakat, dengan menghadirkan enam titik Wifi publik gratis di lokasi acara di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Minggu (29/06/2025) besok. Langkah yang dilakukan ini, bukan semata penyediaan akses internet, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar Pemkab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menjadikan momen budaya Segoro Topeng Kaliwungu sebagai ruang akselerasi literasi digital masyarakat, dengan menghadirkan enam titik Wifi publik gratis di lokasi acara di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Minggu (29/06/2025) besok. Langkah yang dilakukan ini, bukan semata penyediaan akses internet, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar Pemkab dalam membangun ekosistem digital inklusif sekaligus memperkuat peran warga sebagai penyampai pesan budaya dan promosi daerah.</p>



<p>“Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari penyiar budaya. Dengan Wifi publik ini, masyarakat bisa langsung membagikan momen, menyebarkan semangat budaya Lumajang ke ruang digital yang lebih luas,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lumajang, Mustaqim, Sabtu (28/06/2025) tadi.</p>



<p>Masing-masing titik Wifi yang disediakan, tambahnya, mampu menampung 250 hingga 300 pengguna, dengan kapasitas total hingga 2 ribu orang secara bersamaan. Fasilitas ini, disiapkan guna mengantisipasi gangguan sinyal akibat tingginya konsentrasi pengunjung di area pantai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Disampaikan Mustaqim, tim teknis juga disiagakan untuk memastikan stabilitas jaringan selama kegiatan berlangsung. Inisiatif ini, sekaligus mendukung transformasi digital daerah dan selaras dengan upaya Pemkab memperluas akses teknologi hingga ke wilayah pesisir.</p>



<p>“Ini bukan sekadar jaringan internet, tapi bagian dari upaya membangun ruang publik digital yang produktif dan kolaboratif,” tambahnya.</p>



<p>Event budaya Segoro Topeng Kaliwungu sendiri, merupakan ajang kolaborasi antara pelestarian budaya, pariwisata, dan lingkungan. Dengan dukungan infrastruktur digital, kegiatan ini diharapkan tak hanya berdampak lokal, tetapi juga memiliki resonansi nasional melalui peran serta masyarakat dalam menyebarkan narasi kebaikan dari Lumajang. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223441</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Segoro Topeng Kaliwungu, Tarian Sakral Lumajang yang Dikemas dalam Pagelaran Budaya Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/segoro-topeng-kaliwungu-tarian-sakral-lumajang-yang-dikemas-dalam-pagelaran-budaya-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dikemas]]></category>
		<category><![CDATA[kaliwungu]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[sakral]]></category>
		<category><![CDATA[segoro]]></category>
		<category><![CDATA[tarian]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223390</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Di balik desir angin Pantai Watu Pecak, ratusan penari bertopeng bersiap. Langit mulai membara keemasan, ombak bersahut-sahutan dan satu persatu gerakan mistis mulai mengisi bibir pantai. Pemandangan Inilah yang dihadirkan dalam Segoro Topeng Kaliwungu, sebuah pagelaran budaya yang telah menjelma menjadi panggung pertemuan antara warisan leluhur dan wajah baru pariwisata Indonesia. Bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Di balik desir angin Pantai Watu Pecak, ratusan penari bertopeng bersiap. Langit mulai membara keemasan, ombak bersahut-sahutan dan satu persatu gerakan mistis mulai mengisi bibir pantai.</p>



<p>Pemandangan Inilah yang dihadirkan dalam Segoro Topeng Kaliwungu, sebuah pagelaran budaya yang telah menjelma menjadi panggung pertemuan antara warisan leluhur dan wajah baru pariwisata Indonesia. Bukan sembarang pertunjukan, Segoro Topeng adalah bentuk kolosal dari Tari Topeng Kaliwungu tarian sakral asal Desa Kaliwungu, Lumajang.</p>



<p>Sejak pertama kali digelar secara besar-besaran pada 2022, event ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga wajah baru promosi pariwisata berbasis budaya. Nama &#8216;Segoro Topeng&#8217; sendiri lahir dari perpaduan dua kekuatan utama. &#8216;Segoro&#8217; (Samudera Hindia) yang menggambarkan keelokan pantai selatan dan ‘Topeng’ yang merepresentasikan kekayaan nilai-nilai budaya lokal. Gabungan ini, menciptakan pengalaman tidak terlupakan, di mana seni tradisi berdialog langsung dengan alam.</p>



<p>Setiap tahun, tema yang diusung berbeda dan selalu mengangkat cerita yang menggugah. Tahun 2023, bertema &#8216;Kidung Katresnan&#8217;, menyoroti cinta dan pengorbanan. Tahun 2024 dengan tema &#8216;Legenda Argasonya&#8217;, yang mengangkat mitologi lokal. Tahun ini, tema &#8216;Mystical of Kaliwungu&#8217;, yang menelusuri sisi magis dan spiritual dari desa yang menjadi asal mula tarian ini.</p>



<p>Lebih dari sekadar panggung hiburan, Segoro Topeng hadir sebagai strategi destinasi branding Kabupaten Lumajang. Tujuannya jelas, yaitu menjadikan budaya sebagai daya tarik wisata yang menyatu dengan keindahan alam, menciptakan pengalaman wisata yang sarat makna.</p>



<p>&#8220;Acara ini mampu menggugah tidak hanya wisatawan, tetapi juga hati masyarakat lokal, terutama generasi muda. Mereka diajak mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur melalui ekspresi yang megah, modern, dan membanggakan,&#8221; kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, dalam siaran persnya, Jumat (27/06/2025) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, event ini menjadi ruang ekspresi bagi seniman tari, penata musik, pembuat kostum hingga UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Semua bersinergi menyajikan sajian budaya yang tak lekang oleh waktu dan tak kalah dengan festival internasional.</p>



<p>Dengan ratusan penari yang terlibat, setiap helai gerakan, warna topeng dan hentakan musik adalah hasil kolaborasi ratusan tangan kreatif. Mereka tidak hanya tampil di atas panggung, tapi juga menenun kisah Lumajang yang inklusif dan membanggakan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tahun 2025 menjadi tahun istimewa. Untuk pertama kalinya, Segoro Topeng Kaliwungu ditetapkan sebagai salah satu dari 110 Karisma Event Nusantara oleh Kementerian Pariwisata RI. Penetapan ini, memperkuat posisi Lumajang dalam peta pariwisata nasional, bahkan internasional.</p>



<p>Event yang berlangsung selama dua hari ini dikemas dengan berbagai rangkaian kegiatan. Hari pertama, 28 Juni, diawali dengan aksi penanaman cemara laut bertajuk &#8216;Pantai Lestari, Cemara Menyapa&#8217;. Aksi ekologis ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan bisa bersatu dengan pelestarian budaya.</p>



<p>Di hari yang sama, suasana dihangatkan oleh Reggae Senja, yang menghadirkan musik sebagai bahasa universal yang menyatukan semua kalangan. Sementara, Pameran UMKM juga menampilkan produk lokal dari tangan-tangan kreatif warga Lumajang yang siap bersaing di pasar global.</p>



<p>Hari kedua, atau 29 Juni, menjadi puncak kemeriahan. Mahameru Fishing Festival meriahkan pagi hari dengan semangat kebersamaan nelayan dan wisatawan. Fashion Show Batik Lumajang menunjukkan bahwa kearifan lokal bisa tampil elegan dan modern.</p>



<p>Sore menjelang malam, tibalah saat yang ditunggu, Sendratari kolosal &#8216;Segoro Topeng Kaliwungu&#8217; digelar. Di hadapan ribuan penonton, panggung raksasa di pesisir pantai menjelma menjadi dunia mistis nan memukau. Cahaya, musik, dan gerakan penari menyatu dalam satu harmoni yang mengguncang hati.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang menaruh harapan besar pada event ini. Mereka melihat Segoro Topeng bukan hanya sebagai acara tahunan, tapi sebagai simbol transformasi budaya menjadi motor ekonomi dan pariwisata berkelanjutan.</p>



<p>Seiring semakin dikenalnya Lumajang sebagai tujuan wisata, Segoro Topeng akan dikembangkan dalam format yang lebih luas. Sehingga, menjadi paket wisata budaya yang terintegrasi, sehingga tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman hidup yang mendalam bagi para wisatawan.</p>



<p>Bukan hal mustahil, jika dalam beberapa tahun ke depan, Segoro Topeng bisa setara dengan festival budaya kelas dunia. Apalagi Lumajang telah mencatat kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2024 sebuah prestasi luar biasa.</p>



<p>Namun di balik gemerlap event, satu hal yang tidak boleh dilupakan. Segoro Topeng adalah suara dari masyarakat, warisan dari masa lalu dan cahaya untuk masa depan. Di setiap topeng yang menari, terselip harapan akan negeri yang lebih mencintai budayanya.</p>



<p>Dan pada akhirnya, siapa pun yang menyaksikan Segoro Topeng akan membawa pulang lebih dari sekadar gambar. Mereka akan membawa cerita, emosi, dan rasa bangga bahwa Indonesia, melalui Lumajang, punya cara istimewa untuk menyapa dunia. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223390</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Segoro Topeng Kaliwungu 2025 Jadi Ajang Promosi Lumajang Tingkat Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/segoro-topeng-kaliwungu-2025-jadi-ajang-promosi-lumajang-tingkat-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2025 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kaliwungu]]></category>
		<category><![CDATA[promosi]]></category>
		<category><![CDATA[segoro]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222964</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menargetkan event tahunan Segoro Topeng Kaliwungu 2025, bukan sekadar pertunjukan budaya. Namun melainkan, sebagai strategi besar untuk mempromosikan identitas budaya lokal, menggerakkan ekonomi kreatif dan mendorong pariwisata Lumajang ke tingkat nasional dan internasional. Komitmen tersebut, ditegaskan dalam rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor yang digelar di Alka Cafe, Kecamatan Sukodono, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang menargetkan event tahunan Segoro Topeng Kaliwungu 2025, bukan sekadar pertunjukan budaya. Namun melainkan, sebagai strategi besar untuk mempromosikan identitas budaya lokal, menggerakkan ekonomi kreatif dan mendorong pariwisata Lumajang ke tingkat nasional dan internasional.</p>



<p>Komitmen tersebut, ditegaskan dalam rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor yang digelar di Alka Cafe, Kecamatan Sukodono, Sabtu (14/06/2025) tadi. Dalam momen itu, Pemerintah Daerah, Dinas Pariwisata, pelaku media, konten kreator, hingga komunitas seni hadir menyatukan visi demi suksesnya acara yang akan menjadi wajah baru Lumajang di mata dunia.</p>



<p>“Segoro Topeng adalah etalase budaya Lumajang yang memiliki kekuatan besar untuk dikenalkan ke dunia. Ini bukan hanya pertunjukan, melainkan gerakan bersama membangun budaya, ekonomi dan lingkungan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Lumajang, Yuli Harismawati, Sabtu (14/06/2025) tadi.</p>



<p>Pementasan seni Topeng Kaliwungu sendiri, akan digarap secara profesional. Para penari lokal akan menjalani latihan intensif guna menghadirkan pertunjukan yang tak hanya indah, tetapi juga otentik dan edukatif, membawa nilai-nilai tradisi pesisir Lumajang dalam bentuk visual yang kuat dan komunikatif.</p>



<p>Sementara itu, tim promosi tengah menyiapkan strategi branding terpadu, mulai dari produksi konten kreatif berupa video, fotografi hingga storytelling digital yang akan disebarluaskan di berbagai platform media sosial dan media massa. Hal ini, dirancang agar pesan budaya Lumajang menjangkau audiens nasional dan internasional secara konsisten.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Showdirektor Segoro Topeng Kaliwungu, Setiawan Azi, menegaskan bahwa selain budaya, event ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif. “Kami akan menghadirkan produk-produk lokal seperti kerajinan, makanan khas dan souvenir sebagai bagian penting dari event. Tujuannya jelas, memperkuat ekonomi warga,” ujarnya.</p>



<p>Tidak berhenti di budaya dan ekonomi, acara ini juga membawa pesan kuat pelestarian lingkungan. Pada 28 Juni 2025 mendatang, akan dilakukan penanaman Cemara Laut di kawasan pesisir, sebagai bentuk nyata komitmen terhadap wisata yang berkelanjutan dan ramah alam.</p>



<p>Sebagai pelengkap hiburan, panggung musik juga akan dihadirkan dengan penampilan dari Rege Senja Band dan Geranium yang siap menciptakan suasana hangat dan energik bagi pengunjung.</p>



<p>Melalui sinergi lintas sektor dan visi yang terukur, Segoro Topeng Kaliwungu 2025 diharapkan mampu mendorong peningkatan kunjungan wisata, memperkuat branding Lumajang sebagai pusat budaya, serta memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.</p>



<p>“Ini momentum kita. Melalui Segoro Topeng, Lumajang harus tampil percaya diri di panggung dunia. Dengan kekuatan lokal, kita bisa membangun masa depan yang berakar pada budaya sendiri,” imbuh Yuli. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222964</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Event South Beach Festival Segoro Topeng Kaliwungu 2024 Lumajang Berlangsung Meriah</title>
		<link>https://memontum.com/event-south-beach-festival-segoro-topeng-kaliwungu-2024-lumajang-berlangsung-meriah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2024 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berlangsung]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kaliwungu]]></category>
		<category><![CDATA[Meriah]]></category>
		<category><![CDATA[segoro]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213414</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sebanyak 70 Penari Topeng Kaliwungu dari kalangan pelajar berhasil memberikan suguhan pertunjukan yang memukau di acara South Beach Festival Segoro Topeng Kaliwungu 2024, yang digelar di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Minggu (25/08/2024) tadi. South Beach Festival yang digelar sejak tahun 2023, berlangsung meriah. Event tersebut, selalu sukses membuat decak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sebanyak 70 Penari Topeng Kaliwungu dari kalangan pelajar berhasil memberikan suguhan pertunjukan yang memukau di acara South Beach Festival Segoro Topeng Kaliwungu 2024, yang digelar di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Minggu (25/08/2024) tadi. South Beach Festival yang digelar sejak tahun 2023, berlangsung meriah. Event tersebut, selalu sukses membuat decak kagum masyarakat yang hadir untuk menonton.</p>



<p>Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, yang hadir menyaksikan pertunjukan tersebut mengaku sangat bangga. Bahkan, dirinya mengapresiasi atas terselenggaranya event Segoro Topeng Kaliwungu dan Jaran Kencak.</p>



<p>Disampaikan Pj Bupati Lumajang, bahwa sebuah event yang dilaksanakan pada destinasi wisata alam, akan berdampak terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan, serta meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar wisata. &#8220;Semoga melalui event ini nantinya Kabupaten Lumajang akan lebih dikenal dan banyak wisatawan yang hadir ke Lumajang, sehingga nantinya perekonomian masyarakat disekitar wisata akan lebih meningkat,&#8221; kata Pj Bupati Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya berharap, event South Beach Festival Segoro Topeng Kaliwungu yang akan direncanakan setiap tahun dapat digelar dengan kualitas yang lebih meningkat. Sehingga, nantinya event tersebut bisa masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Haris, menjelaskan bahwa tujuan dari event tersebut yakni untuk meningkatkan promosi dan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Serta, mengangkat potensi budaya dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Kabupaten Lumajang sehingga dapat dikenal internasional.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini juga sebagai apresiasi dan wadah bagi seniman dan pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkarya secara berkelanjutan,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213414</post-id>	</item>
		<item>
		<title>International Maks Festival 2023, Pj Wali Kota Malang hingga Forkopimda Melukis Topeng</title>
		<link>https://memontum.com/international-maks-festival-2023-pj-wali-kota-malang-hingga-forkopimda-melukis-topeng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2023 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melukis]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201492</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangkaian International Maks Festival 2023, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, melakukan kegiatan lukis topeng di Gazebo Balai Kota Malang, Senin (13/11/2023) tadi. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangkaian International Maks Festival 2023, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, melakukan kegiatan lukis topeng di Gazebo Balai Kota Malang, Senin (13/11/2023) tadi.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian dan apresiasi terkait dengan produksi topeng yang ada di Kota Malang. “Selama inikan topeng ini di lihat sebagai bentuk untuk menutupi wajah asli dan dengan topeng ini, kita beri warna seperti ini juga sebagai bentuk apresiasi terkait dengan topeng-topeng yang ada di Kota Malang,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, dalam melukis topeng tersebut juga tidak mudah dan butuh keahlian tersendiri. Di mana, dengan melukis langsung juga menyadari betapa arti pentingnya membuat kreasi dari sebuah topeng.</p>



<p>“Melalui kegiatan ini, itu tidak melihat dari hasil akhirnya. Tetapi, dari perhatian kita semua para pejabat terkait dengan topeng. Bukan melihat dari hasil, tetapi bagaimana kita mendalami, bagaimana kita membuat kreasi topeng itu,” tambahnya.</p>



<p>Ditambahkannya, jika Kota Malang menjadi salah satu tuan rumah yang terpilih dalam gelaran International Maks Festival 2023. Di mana puncak acara akan digelar pada 20 November 2023 mendatang di Taman Krida Budaya. Untuk hasil lukisan yang telah dikerjakan tersebut, nantinya akan dipamerkan di Halaman Balai Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Semua masyarakat Kota Malang sudah tau bahwa kita punya suatu budaya suatu perhatian terkait seni di Kota Malang. Untuk itu melalui International Maks Festival 2023 ini bisa memberikan tumbuh kesadaran masyarakat untuk menghargai budaya kita sendiri,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu koordinator kegiatan, Dwi Cahyono, menyampaikan jika gelaran tersebut merupakan rangkaian acara dari kegiatan besar yang tiap tahunnya, di seluruh dunia dan tiap negara menyelenggarakan festival internasional topeng. Hanya saja di Indonesia sendiri, ada dua kota yang ikut dalam helatan tersebut.</p>



<p>“Total ada delapan negara dan ada 30 orang yang terlibat di dalamnya. Itu total keseluruhan. Jadi ada Negara Amerika, Thailand, Korea, dan sebagainya. Di Indonesia waktu itu ada 4 kota tapi akhirnya yang lain mundur, tinggal Kota Malang sama Solo saja,” tutur Dwi.</p>



<p>Menurutnya, dengan keseriusan pemerintah dalam mengelola budaya daerah, maka di situ ada nilai pelestariannya. Sehingga, diharapkan Kota Malang ke depan melalui gelaran tersebut dapat mendongkrak kegiatan fesyen hingga perekonomian.</p>



<p>“Sudah saatnya Kota Malang tidak bermain lokal. Ini saatnya Kota Malang sudah mengikuti event Internasional. Kalau betul-betul jadi nilai, Kota Malang akan ditunjuk sebagai Kota Internasional yang mewakili Indonesia,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk jenis topeng yang dilukis dalam kegiatan tersebut ada tiga, yakni Panji, Sekartaji dan Bapang. Itu dipilih karena mewakili satu cerita panji yang muncul dari Jawa Timur khususnya Malanh sampai ke seluruh negara di Asean. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201492</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
