<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tradisional &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tradisional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jan 2026 14:52:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tradisional &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sambut Puasa, Pemkab Pasuruan Mulai Gencarkan Monitoring Harga di Pasar Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-puasa-pemkab-pasuruan-mulai-gencarkan-monitoring-harga-di-pasar-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Monitoring]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[puasa,]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229884</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Menjelang Bulan Suci Ramadan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan menggelar monitoring harga daging sapi, daging ayam dan telur, di sejumlah pasar tradisional, Jumat (30/01/2026) tadi. Beberapa pasar yang jadi sasaran, seperti di wilayah Kecamatan Bangil, Pandaan hingga Purwosari. Kepala Bidang (Kabid) Peternakan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Mukhamad [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Menjelang Bulan Suci Ramadan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan menggelar monitoring harga daging sapi, daging ayam dan telur, di sejumlah pasar tradisional, Jumat (30/01/2026) tadi. Beberapa pasar yang jadi sasaran, seperti di wilayah Kecamatan Bangil, Pandaan hingga Purwosari.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Peternakan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Mukhamad Syaifi, mengatakan bahwa tujuan digelarnya monitoring tidak lain untuk melakukan cek dan ricek perkembangan harga produk-produk peternakan yang dijual di pasar tradisional. &#8220;Ini kegiatan rutin setiap seminggu sekali, yang bertujuan untuk melihat perkembangan harga produk peternakan di pasar-pasar,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari monitoring itu, Syaifi menegaskan bahwa seluruh harga daging ayam, daging sapi dan telur di Kabupaten Pasuruan, untuk perkilogramnya masih di bawah standart harga produk peternakan secara nasional. Untuk daging sapi murni, dijual seharga Rp 120 ribu perkg, kemudian telur ayam 27 ribu serta daging ayam 32 ribu.</p>



<p>&#8220;Setelah berkeliling, kami simpulkan bahwa seluruh produk peternakan yang dijual di banyak pasar tradisional Kabupaten Pasuruan masih di bawah harga standart nasional,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dengan masih stabilnya harga ketiga komoditas ini, Syaifi berharap transaksi pembelian di pasar tradisional di Kabupaten Pasuruan akan ikutan stabil, seiring stok yang masih cukup. &#8220;Mudah-mudahan semakin banyak warga yang datang ke pasar. Kita ramaikan pasar di wilayah kita masing-masing demi meningkatkan nilai perekonomian sekitar kita,&#8221; harapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229884</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Tiga Pasar Tradisional BerSNI di Tahun 2026</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-tiga-pasar-tradisional-bersni-di-tahun-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersni]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229129</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) berencana akan menambah tiga pasar tradisional berstatus Standar Nasional Indonesia (SNI) di tahun 2026. Tiga pasar itu, yakni Pasar Bunulrejo, Pasar Klojen dan Pasar Sawojajar. Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa ketiga pasar tersebut saat ini sedang berproses [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) berencana akan menambah tiga pasar tradisional berstatus Standar Nasional Indonesia (SNI) di tahun 2026. Tiga pasar itu, yakni Pasar Bunulrejo, Pasar Klojen dan Pasar Sawojajar.</p>



<p>Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa ketiga pasar tersebut saat ini sedang berproses untuk memenuhi persyaratan. Kriterianya pun menurutnya cukup ketat dan harus dipenuhi secara menyeluruh.</p>



<p>&#8220;Persyaratannya cukup banyak. Ada beberapa item, mulai dari struktur bangunan yang harus mendukung tata parkirnya, zonasi bedaknya, hingga Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Itu harus dipenuhi,&#8221; jelas Eko, Selasa (30/12/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa dari 26 pasar tradisional yang ada, saat ini baru dua pasar yang berstatus SNI, yakni Pasar Oro-oro Dowo dan Pasar Kasin. Khusus Pasar Kasin, status SNI kembali diraih setelah sebelumnya sempat dicabut.</p>



<p>“Setiap tahun dilakukan verifikasi. Kalau ada perubahan dan tidak sesuai standar, status SNI bisa dicabut. Pasar Kasin kemarin sudah terverifikasi kembali dan kini berstatus SNI lagi,” tambahnya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa pasar yang telah berstatus SNI akan mendapatkan perhatian khusus dalam hal perawatan. Sementara pasar yang belum SNI tetap dilakukan pemeliharaan untuk memastikan kelaikan operasional.</p>



<p>“Pasar yang kami usulkan SNI tentunya yang sudah direvitalisasi dan kebutuhan penunjangnya sudah lengkap. Tiga pasar ini kami targetkan diusulkan pada 2026 karena saat ini masih dalam proses pemenuhan standar,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229129</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Olah Raga Tradisional, Bupati Lamongan Apresiasi Gelaran Festival Dayung Tejoasri 2025</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-olah-raga-tradisional-bupati-lamongan-apresiasi-gelaran-festival-dayung-tejoasri-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dayung]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[tejoasri]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225977</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, melakukan opening ceremony pada Festival Dayung Tejoasri tahun 2025, di Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Minggu (14/09/2025) tadi. Opening ceremony ini, juga dilakukan bersama Kepala Dinas Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro dan Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar. Gelaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, melakukan opening ceremony pada Festival Dayung Tejoasri tahun 2025, di Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Minggu (14/09/2025) tadi. Opening ceremony ini, juga dilakukan bersama Kepala Dinas Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro dan Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar.</p>



<p>Gelaran festival antar desa se Provinsi Jawa Timur, ini tidak hanya ditujukan untuk melestarikan olah raga tradisional. Namun diharapkan juga mampu menjadi pemantik potensi sosial budaya pariwisata hingga ekonomi di Kota Soto Lamongan.</p>



<p>&#8220;Apresiasi sebesar-besarnya kepada Desa Tejoasri yang konsisten dan terus berkembang dalam menginisiasi Festival Dayung Tejoasri. Tahun ini adalah tahun ketiga dan tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada tahun pertama digelar dimulai tingkat Desa Tejoasri dan tahun kedua berkembang tingkat Kabupaten Lamongan. Tentunya melalui kegiatan ini, nantinya mampu menjadi pemantik potensi sosial budaya pariwisata hingga ekonomi masyarakat Lamongan,&#8221; kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>Dari segi sosial budaya pariwisata, tambahnya, melalui festival ini masyarakat bisa memberikan apresiasi, mengenang, hingga melestarikan kejayaan kabupaten dari era Kerajaan Majapahit, kolonial, hingga peradaban Islam. Salah satu pendukung kejayaan tersebut, adalah Bengawan Solo yang menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat Tejoasri dan sekitarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lalu pada peningkatan ekonomi masyarakat Desa Tejoasri, ujarnya, melibatkan seratus lebih UMKM lokal yang unjuk aneka ragam produksi khas Lamongan. Sehingga, meningkatkan daya beli dan mengenalkan Kabupaten Lamongan ke masyarakat luar.</p>



<p>Hal tersebut, juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bahwa Festival Dayung Tejoasri adalah event yang lengkap. Terdiri dari sosial budaya yang tidak melupakan kearifan lokal masyarakat setempat, gotong royong masyarakat, semangat sehat dengan olah raga tradisional dan keterlibatan UMKM untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, melaporkan bahwa sebanyak 64 tim antar desa se-Jawa Timur akan berlaga pada Festival Dayung Tejoasri. Dalam setiap tim beranggotakan 8 pendayung, 1 maskot, 1 ofisial dan 1 cadangan.</p>



<p>Peserta yang ikut tidak hanya dari Kabupaten Lamongan, melainkan juga dari berbagai kabupaten, mulai dari Bojonegoro, Tuban, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo dan masih banyak lagi. Seluruhnya merebutkan total hadiah sebesar Rp 20 juta.</p>



<p>Juara I dimenangkan oleh Desa Tebaloan, Kabupaten Gresik, Juara II diraih oleh Desa Kabalan Kabupaten Bojonegoro, Juara III diraih oleh Desa Tambaklekok, Kabupaten Pasuruan dan Juara Harapan I diraih oleh Desa Parengan, Kabupaten Lamongan. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225977</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Somasi Pengelolaan Retribusi Pasar Tradisional, Pemkot Malang Siap Buka Data</title>
		<link>https://memontum.com/respon-somasi-pengelolaan-retribusi-pasar-tradisional-pemkot-malang-siap-buka-data</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[Retribusi]]></category>
		<category><![CDATA[somasi]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225861</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang siap menghadapi somasi yang dilayangkan oleh Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (Hippama). Somasi tersebut, terkait dengan pengelolaan retribusi pasar tradisional se Kota Malang. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa Pemkot Malang akan terbuka dan siap menghadapi langkah hukum tersebut. “Kami akan hadapi dan kami akan berikan data [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang siap menghadapi somasi yang dilayangkan oleh Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (Hippama). Somasi tersebut, terkait dengan pengelolaan retribusi pasar tradisional se Kota Malang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa Pemkot Malang akan terbuka dan siap menghadapi langkah hukum tersebut. “Kami akan hadapi dan kami akan berikan data serta jelaskan pada mereka, karena itu hak mereka. Dan, itu bagian hukum yang nanti akan menindaklanjuti,” kata Wali Kota Wahyu, Rabu (10/09/2025) tadi.</p>



<p>Menanggapi desakan Komisi B DPRD Kota Malang untuk melakukan audit retribusi pasar, Wali Kota Wahyu menyebut tidak mempermasalahkan usulan itu. Namun menurutnya, pengelolaan retribusi sejauh ini sudah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).</p>



<p>&#8220;Tidak ada masalah, karena audit itukan untuk terbuka. Apalagi dari BPK sudah jelas, pengelolaan retribusi sudah sesuai ketentuan. Kalau audit lagi, tentu ada biaya tambahan,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Malang menilai ada dugaan potensi kebocoran pendapatan. Target retribusi pasar tahun 2025, ditetapkan sebesar Rp 8,5 miliar. Namun, dari hasil hitungan fraksi, potensi riil bisa mencapai Rp 16,5 miliar. Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menguraikan mengenai perhitungan tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Total pedagang pasar saat ini mencapai 11 ribu orang. Rata-rata, membayar retribusi Rp 5 ribu per hari. Jika dihitung setahun, seharusnya setoran bisa mencapai Rp 16,5 miliar. Dengan demikian, ada potensi kehilangan pendapatan hingga Rp 8 miliar,” paparnya.</p>



<p>Menurut Bayu, pola pemungutan manual menjadi salah satu penyebab kebocoran. Karena itu, DPRD mendorong agar sistem ditransformasi menjadi elektronik.</p>



<p>&#8220;Kalau elektronik, pasti langsung masuk kas daerah. Sedangkan manual harus pindah tangan, ini menimbulkan potensi kebocoran. Pedagang juga menginginkan transparansi,” tegasnya.</p>



<p>Ke depan, dalam hal ini DPRD berencana mendorong audit terhadap pemungutan retribusi pasar. Termasuk, dengan menggandeng paguyuban pedagang untuk memastikan perhitungan jumlah pedagang maupun setoran harian.</p>



<p>&#8220;Retribusi pasar ini penting untuk pembangunan Kota Malang. Masih banyak pasar tradisional yang butuh perbaikan. Jangan sampai dana sebesar itu hilang begitu saja,” imbuh Bayu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225861</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Semarakkan HUT RI, Pemkot Malang Gelar Lomba Olah Raga Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/semarakkan-hut-ri-pemkot-malang-gelar-lomba-olah-raga-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[semarakkan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225239</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Semarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar lomba olah raga tradisional, di depan Halaman Balai Kota Malang, Kamis (21/08/2025) tadi. Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menyampaikan bahwa lomba tersebut tidak hanya bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme saja. Namun, juga memberi ruang ekspresi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Semarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar lomba olah raga tradisional, di depan Halaman Balai Kota Malang, Kamis (21/08/2025) tadi.</p>



<p>Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menyampaikan bahwa lomba tersebut tidak hanya bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme saja. Namun, juga memberi ruang ekspresi sekaligus mempererat silaturahmi antar-pegawai lintas perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang.</p>



<p>&#8220;Harapannya kepada para ASN di lingkungan Pemkot Malang, melalui kegiatan ini dapat semakin akrab dan solid. Karena kalau hubungan semakin dekat, maka kerja sama dan kolaborasi juga akan lebih mudah terjalin karena ikatan antar lembaga sudah semakin erat,&#8221; kata Sekda Erik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa olah raga tradisional dipilih karena memiliki banyak manfaat. Yakni mulai dari melatih saraf motorik, membangun kekompakan, hingga mencegah masalah kesehatan.</p>



<p>&#8220;Apalagi sekarang ini eranya gadget, sering kali motorik hanya terlatih di jempol kanan dan kiri. Melalui permainan tradisional, seluruh tubuh bisa bergerak lebih maksimal, menyehatkan dan mencegah obesitas maupun penyakit seperti asam urat dan kolesterol,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lomba antar perangkat daerah itu sudah digelar beberapa hari yang lalu dan pada hari ini dilakukan babak final. Sementara Jumat (22/08/2025) besok, Pemkot Malang akan menggelar kegiatan Senam Tahes Mbois Jumat (STMJ), yang melibatkan komunitas senam, warga dari 58 kelurahan, hingga masyarakat umum.</p>



<p>&#8220;Kami berharap masyarakat bisa hadir ramai-ramai mengikuti STMJ edisi kemerdekaan ini. Ada hadiah istimewa yang disiapkan, sekaligus pesan dari Wali Kota agar masyarakat senantiasa menjaga pola hidup sehat,&#8221; imbuh Sekda Erik. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225239</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Harjakasi, Bupati Rio Bertekad Eksistensikan Permainan Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-harjakasi-bupati-rio-bertekad-eksistensikan-permainan-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bertekad]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[eksistensikan]]></category>
		<category><![CDATA[HARJAKASI]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225041</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-207, yang berlangsung di Alun-alun Kota Situbondo, Jumat (15/08/2025) tadi. Dalam pelaksanaan ini, turut hadir Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, Forkopimda Situbondo, mulai dari Ketua DPRD, Ketua Pengadilan, Kajari, Kapolres, Kepala Rutan, Dandim 0823, Kepala OPD hingga camat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-207, yang berlangsung di Alun-alun Kota Situbondo, Jumat (15/08/2025) tadi. Dalam pelaksanaan ini, turut hadir Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, Forkopimda Situbondo, mulai dari Ketua DPRD, Ketua Pengadilan, Kajari, Kapolres, Kepala Rutan, Dandim 0823, Kepala OPD hingga camat dan Kepala Desa.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Rio mengatakan bahwa pada momentum Peringatan Harjakasi ke-207 tahun 2025 ini, pihaknya mengajak masyarakat luar kabupaten untuk singgah dan bermain ke Situbondo, di setiap bulan Agustus. Itu karena, pada peringatan Harjakasi tahun ini banyak sekali permainan-permainan tradisional yang unik dan asyik untuk disaksikan.</p>



<p>“Mungkin saat ini, masih banyak orang yang belum tertarik untuk main ke Situbondo. Tetapi saya yakin, tahun-tahun berikutnya di bulan Agustus akan berdatangan orang-orang dari luar Kabupaten Situbondo dan bahkan orang-orang mancanegara bermain di Situbondo,” kata Mas Rio-sapaan akrab Bupati Situbondo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada Agustus tahun ini, sambung Mas Rio, sudah berdatangan beberapa orang pelancong dari Thailand, Afghanistan, Turki, Yaman, Mali, Afrika Selatan dan Timur Leste, yang berkunjung ke Situbondo untuk menyaksikan permainan tradisional sekaligus bermain. “Insyaallah pada peringatan Harjakasi tahun depan, pertunjukan permainan tradisional akan kita sajikan secara besar-besaran. Kenapa permainan tradisional ini harus kita besar-besarkan? Karena generasi muda kita sudah mulai melupakan permainan tradisional itu dan mereka lebih memilih bermain dalam dunia digitalisasi,” ujarnya.</p>



<p>Apabila hal ini tidak segera dimitigasi, ungkapnya, maka bisa berdampak negatif dalam kehidupan sehari-hari. “Kita akan ubah permainan mereka kembali ke pola permainan tradisional,” tambah Mas Rio.</p>



<p>Pola permainan tradisional, imbuh Mas Rio, mengajarkan mereka untuk kembali kepada karakter utama bangsa Indonesia, yakni kebersamaan dalam bermain. “Dalam permainan tradisional, selalu dilaksanakan bersama-sama atau berkelompok bukan perseorangan. Artinya, bermain dalam berkelompok menunjukan kebersamaan dan kekompakan,” jelasnya.</p>



<p>Untuk itu, Mas Rio mengajak masyarakat Kabupaten Situbondo kembali ke karakter asal, yakni budaya kebersamaan dalam bermain dan hal-hal lainnya. Sehingga, Situbondo cepat naik kelas. “Semoga apa yang saya sampaikan ini didengar dan diterima oleh masyarakat Kabupaten Situbondo. Agustus main ke Situbondo, salah satu tema yang kita angkat dalam peringatan Harjakasi ke-207 tahun ini,” paparnya. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225041</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Kemerdekaan RI, Pemkab Jombang Gelar Lomba Olah Raga Tradisional bersama Karang Taruna</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-kemerdekaan-ri-pemkab-jombang-gelar-lomba-olah-raga-tradisional-bersama-karang-taruna</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[karang]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[taruna]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224929</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) menggelar Lomba Olah Raga Tradisional (Oltrad) dengan menggandeng Karang Taruna se-Kabupaten Jombang. Kegiatan ini, dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Purwanto di Stadion Merdeka Jombang, Rabu (13/08/2025) tadi. Turut hadir, Staf Ahli Bidang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) menggelar Lomba Olah Raga Tradisional (Oltrad) dengan menggandeng Karang Taruna se-Kabupaten Jombang. Kegiatan ini, dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Purwanto di Stadion Merdeka Jombang, Rabu (13/08/2025) tadi. Turut hadir, Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Sudiro Setyono, Kepala Disporapar Jombang, Bambang Nurwijanto, Kepala Dinsos Jombang, Hari Purnomo, Kepala DPMD Sholahuddin Hadi Sucipto, Ketua Karang Taruna Kabupaten Jombang, Junita Erma Zakiyah, Camat se-Kabupaten Jombang, serta Karang Taruna se-Kabupaten Jombang.</p>



<p>Asisten Pemerintahan Purwanto, mengatakan bahwa lomba Oltrad ini adalah suatu bentuk uri-uri tradisi. Hal ini karena, olah raga tradisional merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan seiring dengan perkembangan zaman saat ini.</p>



<p>Dalam olah raga tradisional ini, ujarnya, mengandung beberapa nilai-nilai positif, seperti nilai sejarah, sosial, serta edukasi. Selain itu, melalui olah raga tradisional juga diharapkan dapat mempererat tali silaturrahmi, sportivitas, serta sebagai benteng NKRI agar tetap kuat di era perkembangan zaman.</p>



<p>“Olah raga tradisional juga merupakan upaya Pemkab Jombang bersama Karang Taruna untuk mengantisipasi generasi penerus bangsa agar tidak terpengaruh dengan penggunaan gadget yang dapat mempengaruhi karakter kader bangsa Indonesia,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Purwanto berharap, melalui lomba olah raga tradisional para kader-kader Karang Taruna bisa mengedukasi kepada masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya hingga dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045.</p>



<p>Di tempat sama, Kadisporpapar, Bambang Nurwijanto, menyampaikan tujuan lomba olah raga tradisional adalah untuk melestarikan warisan budaya kepada masyarakat di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. “Lomba olah raga tradisional juga untuk mempererat tali persaudaraan antara Karang Taruna di Kabupaten Jombang, selain itu untuk menggungah partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya bangsa,” ujarnya.</p>



<p>Bambang menjelaskan, peserta yang mengikuti lomba olah raga tradisional ini sebanyak 336 orang. Cabang olah raga yang di lombakan adalah Gobak Sodor dan Tarik Tambang. “Kami berharap Karang Taruna bisa menjadi mitra Pemkab Jombang yang dapat terus berperan aktif dalam kegiatan sosial dan budaya. Sehingga, olah raga tradisional bisa digemari oleh seluruh lapisan masyarakat,” paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Jombang, Junita Erma Zakiyah, mengatakan Karang Taruna merupakan ujung tombak dalam membangun karakter di kalangan masyarakat. “Dalam lomba olah raga tradisional, Karang Taruna turut mensupport dengan mengerahkan peserta, setiap kecamatan 1 Tim Gobak Sodor (putri) dan 1 Tim Tarik Tambang (putra),” ungkapnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224929</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Anak Berkarakter, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Memengan Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-anak-berkarakter-pemkab-banyuwangi-gelar-festival-memengan-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkarakter,]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[memengan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224350</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Memengan (Mainan) Tradisional di RTH Maron, Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (26/07/2025) tadi. Festival yang dilaksanakan dalam momen Hari Anak Nasional, ini sebagai bentuk kampanye agar anak banyak beraktivitas fisik dan menguatkan karakter anak. Festival sendiri, mengusung tema &#8216;7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat&#8217;, dari kebiasaan positif anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Memengan (Mainan) Tradisional di RTH Maron, Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (26/07/2025) tadi. Festival yang dilaksanakan dalam momen Hari Anak Nasional, ini sebagai bentuk kampanye agar anak banyak beraktivitas fisik dan menguatkan karakter anak.</p>



<p>Festival sendiri, mengusung tema &#8216;7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat&#8217;, dari kebiasaan positif anak mulai bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur tepat waktu. Di gelaran itu, ratusan anak-anak terlihat ceria memainkan permainan tradisional seperti Egrang Batok, Egrang Bambu dan Terompah (teklek panjang).</p>



<p>“Seru banget main terompah bareng teman-teman. Kuncinya harus kompak,” kata peserta dari SDN 1 Jambesari, Luna.</p>



<p>Suasana makin meriah, saat kelompok-kelompok peserta menampilkan atraksi budaya dalam sebuah defile. Masing-masing mengusung tema permainan khas anak tempo dulu. Mereka terlihat senang dan ceria, dalam membawakan aneka permainan. Mulai dari balap pelek, balap complong, lompat tali, bedil-bedilan, hula hoop, jaranan, gamelan, kapal-kapalan, terompet dan permainan tradisional lainnya.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa anak-anak saat ini cenderung kurang beraktivitas fisik. Sebaliknya, anak lebih banyak bermain gadget.</p>



<p>Bahkan Bupati Ipuk mengutip data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), bahwa lebih dari dua juta anak di Indonesia aktif bermain gim daring. Sementara, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga mencatat sekitar 30 persen anak mengalami kecanduan gim dan judi online.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Digitalisasi tak bisa dihindari, tapi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan budaya lokal. Jangan sampai anak kita hanya akrab dengan gim digital, tapi lupa dengan akar budayanya,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Oleh karena itu, dirinya menyebut Pemkab Banyuwangi terus berupaya mengurangi pemakaian gadget pada anak, salah satunya dengan menggelar Festival Memengan. Karena, permainan tradisional bisa menjadi media edukasi yang menyenangkan bagi anak.</p>



<p>“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya mengenal budaya digital, tapi juga cinta budaya lokal. Festival ini menjadi ruang mereka belajar sportivitas, jujur, berempati, hingga leadership. Dan yang penting mereka juga banyak bergerak, beraktivitas fisik. Ini sangat baik untuk kesehatan mereka,&#8221; ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya juga mendorong, permainan tradisional ini tidak hanya berhenti di festival saja. Tapi, dirinya meminta agar seluruh sekolah dan orang tua di rumah juga mengajak anak-anaknya untuk bermain permainan tradisional.</p>



<p>“Semua ini butuh dukungan terutama dari orang tua. Orang tua juga harus mengajarkan kepada anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari di rumah,” papar Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menambahkan bahwa Festival Memengan ini digelar dalam rangkaian memperingati Hari Anak Nasional. Permainan tradisional ini, juga diikuti serentak seluruh SD di Banyuwangi secara daring. Totalnya, ada 900 siswa dari 25 kecamatan.</p>



<p>“Di Jawa Timur hanya Banyuwangi yang memiliki permainan (Memengan) tradisional semacam ini. Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ungkapnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224350</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Temuan Beras Oplosan, Pemkot Malang Jadwalkan Inspeksi Mendadak ke Pasar Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/respon-temuan-beras-oplosan-pemkot-malang-jadwalkan-inspeksi-mendadak-ke-pasar-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[inspeksi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwalkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mendadak]]></category>
		<category><![CDATA[oplosan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[Temuan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224245</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan segera melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar tradisional. Hal itu dilakukan, sebagai tindak lanjut atas temuan dugaan peredaran beras oplosan yang menjadi perbincangan publik. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa persoalan beras oplosan menjadi perhatian serius. Dalam penanganannya telah dilakukan oleh Tim Satgas Pangan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan segera melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar tradisional. Hal itu dilakukan, sebagai tindak lanjut atas temuan dugaan peredaran beras oplosan yang menjadi perbincangan publik.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa persoalan beras oplosan menjadi perhatian serius. Dalam penanganannya telah dilakukan oleh Tim Satgas Pangan.</p>



<p>&#8220;Terkait beras oplosan, itu ada tim sendiri yang menangani. Satgas pangan sudah bergerak dan laporan awal sudah kami terima. Tapi untuk detail dan temuan lengkapnya, kami akan turun bersama ke pasar,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Rabu (23/07/2025) tadi.</p>



<p>Dikatakan Wali Kota Wahyu, Satgas Pangan yang terdiri dari unsur Polresta, Kejaksaan, Bulog dan instansi terkait lainnya telah melakukan pengecekan awal. Namun, pihaknya masih menunggu hasil menyeluruh untuk kemudian dirapatkan dan disampaikan secara resmi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Beberapa pasar memang ada indikasi, tapi kami akan pastikan lagi saat sidak gabungan. Jika ada yang terlaporkan secara resmi, tentu akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, Wali Kota Wahyu juga meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, untuk segera menyampaikan laporan resmi terkait perkembangan temuan di lapangan. Apalagi, isu beras oplosan menjadi sorotan pemerintah pusat.</p>



<p>&#8220;Pada saat peluncuran Koperasi Merah Putih kemarin, Presiden sudah memerintahkan langsung kepada Jaksa Agung untuk turun tangan. Kami di daerah harus siap, karena kami juga tergabung dalam Satgas Pangan dan diminta segera bertindak,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Senada dengan itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa akan melakukan sidak dalam waktu dekat ini. &#8220;Nanti dalam waktu dekat ini akan kita cek di pasar-pasar tradisional, untuk memastikan beras oplosan tersebut,&#8221; imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224245</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
