<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Transisi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/transisi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Jul 2023 13:12:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Transisi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Monev Transisi PAUD ke SD, Novita Hardini Berharap Pendidikan Bisa Lebih Fun</title>
		<link>https://memontum.com/monev-transisi-paud-ke-sd-novita-hardini-berharap-pendidikan-bisa-lebih-fun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jul 2023 13:11:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[hardini]]></category>
		<category><![CDATA[lebih]]></category>
		<category><![CDATA[Monev]]></category>
		<category><![CDATA[novita]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[Transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194324</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ketua Tim TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, lakukan monitoring dan evaluasi (Monev) transisi sekolah dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD). Perempuan yang sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Trenggalek, ini mengaku mempunyai kewajiban untuk mendampingi dan mengawal kemajuan pendidikan di Bumi Minak Sopal. &#8220;Jadi, anak yang sebelumnya bermain sambil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Ketua Tim TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, lakukan monitoring dan evaluasi (Monev) transisi sekolah dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD). Perempuan yang sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Trenggalek, ini mengaku mempunyai kewajiban untuk mendampingi dan mengawal kemajuan pendidikan di Bumi Minak Sopal.</p>



<p>&#8220;Jadi, anak yang sebelumnya bermain sambil belajar di bangku pendidikan usia dini, diharapkan tidak serta merta dipaksakan dengan pengetahuan baca, tulis dan hitung (Calistung) di bangku sekolah dasar. Namun, saya menghimbau lembaga SD untuk bisa mematuhi peraturan dari Kementrian Pendidikan,&#8221; kata Novita, Rabu (26/07/2023) siang.</p>



<p>Dijelaskan istri Bupati Trenggalek ini, awal masuk SD, anak-anak diminta lebih menekankan pada penanaman karakter, ketrampilan sehari hari maupun kemandirian. Dengan begitu, harapannya pendidikan kedepan bisa lebih menyenangkan.</p>



<p>&#8220;Makanya, hari ini saya melakukan monev evaluasi transisi PAUD ke SD. Rencananya ke beberapa sekolah sampai seminggu kedepan untuk benar-benar memastikan setiap sekolah SD mematuhi atau menerapkan peraturan dari Kementerian Pendidikan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Intinya, lanjut Novita, anak-anak bisa happy (senang, red). Jangan terlalu ditekankan Calistung dan lebih menekankan kepada penanaman karakter, keterampilan sehari-hari, kemandirian, enam pondasi penting bagi tumbuh kembang anak yang harus ditekankan.</p>



<p>&#8220;Salah satunya adalah kemandirian character building sehingga anak-anak bertumbuh dengan bahagia,&#8221; kata ibu tiga anak ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Novita melakukan monitoring tiga sekolah sekaligus. Bahkan, dirinya merasa tidak canggung berinteraksi dengan anak-anak dan juga tidak canggung untuk menggali kehidupan keseharian mereka, sekaligus menitipkan pesan pesan baik kepada mereka. Naluri keibuan dan kasih sayangnya dicurahkan kepada generasi penerus bangsa.</p>



<p>Dengan dilakukan monitoring dan evaluasi transisi Pendidikan PAUD ke Sekolah Dasar, dirinya berharap pendidikan ke depan menjadi lebih fun (menyenangkan, red). &#8220;Anak-anak tidak menjadi tertekan. Bisa tumbuh, mencintai dan haus akan pelajaran tanpa dipaksa oleh pihak sekolah maupun orang tua,&#8221; pesannya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Trenggalek, Agus Setiyono, menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Bunda PAUD Trenggalek itu. Merasa punya tanggung jawab sebagai Perangkat Daerah pengampu, Agus sepakat dengan petuah yang disampaikan oleh Bunda PAUD Trenggalek. Masa transisi atau awal pembelajaran diharapkannya murid tidak dipaksa untuk lebih kepada pelajaran Calistung.</p>



<p>&#8220;Untuk mengisi masa transisi ini, upaya untuk pengenalan suasana baru, lingkungan baru, teman baru dan guru baru dapat berjalan baik. Supaya keadaan yang baru itu tidak membuat siswa jenuh, enggan atau takut. Tetapi justru terasa nyaman dan menyenangkan sehingga membuat semangat belajarnya tinggi,&#8221; tutur Agus.</p>



<p>Masih terang mantan Kadis Komindag ini, terkait konsep fun learning pada dasarnya hal itu memang bertujuan untuk melatih agar anak mencintai belajar. Oleh karena itu, konsep ini memang perlu dikenalkan sejak dini. Di usia TK sampai SD itu belajar memang mesti bermain, jadi anak lebih atentif dan mau terlibat dalam proses belajar.</p>



<p>&#8220;Ketika anak-anak sudah belajar sesuatu, lama kelamaan akan berkembang kebutuhan untuk belajar. Karena fun learning itu tujuannya agar anak mencintai belajar dan belajar itu hal yang menyenangkan,&#8221; papsrnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194324</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri MPLS serentak di Lamongan, Bupati Yuhronur Sebut Transisi PAUD ke SD adalah Masa Menyenangkan</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-mpls-serentak-di-lamongan-bupati-yuhronur-sebut-transisi-paud-ke-sd-adalah-masa-menyenangkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2023 13:22:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[masa]]></category>
		<category><![CDATA[menyenangkan]]></category>
		<category><![CDATA[MPLS]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[sebut]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<category><![CDATA[Transisi]]></category>
		<category><![CDATA[yuhronur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193606</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SD sederajat tahun ajaran 2023/2024 diselenggarakan serentak di Kabupaten Lamongan, Selasa (18/07/2023) tadi. Bahkan, sejumlah pejabat setempat turun langsung memberikan motivasi kepada anak-anak di seluruh sekolah dasar di wilayah kerjanya masing-masing. Hal ini dilakukan, sebagai wujud transisi PAUD ke SD yang menyenangkan bagi peserta didik di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SD sederajat tahun ajaran 2023/2024 diselenggarakan serentak di Kabupaten Lamongan, Selasa (18/07/2023) tadi. Bahkan, sejumlah pejabat setempat turun langsung memberikan motivasi kepada anak-anak di seluruh sekolah dasar di wilayah kerjanya masing-masing. Hal ini dilakukan, sebagai wujud transisi PAUD ke SD yang menyenangkan bagi peserta didik di Lamongan.</p>



<p>Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama Bunda PAUD Lamongan, Anis Kartika Yuhronur serta Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif, tampak nengunjungi MPLS di SD Negeri 1 Baturono, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongam. Mereka, mendapat sambutan meriah dari peserta didik yang mengikuti MPLS.</p>



<p>Di hadapan peserta MPLS, Bunda Anis memotivasi anak-anak untuk tidak takut masuk SD. Karena di lingkungan SD, juga akan diajari berbagai ilmu dengan cara yang menyenangkan. Selain memberi motivasi kepada peserta MPLS, Bunda juga berinteraksi langsung dengan anak-anak.</p>



<p><strong>Baca juga </strong>:</p>





<p>&#8220;Pada pagi ini, Bapak Bupati Lamongan dan Ibu ingin memberikan semangat kepada anak-anak yang mulai masuk SD. Anak-anak tidak usah takut, karena di SD juga akan diajari berbagai ilmu dengan cara yang menyenangkan,&#8221; ujar Bunda PAUD.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa melalui MPLS ini, siswa menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman sebagai taman pembelajaran yang menyenangkan. Lebih-lebih, kegiatan ini dalam rangka tindak lanjut mendukung penguatan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, kehadiran saya di sini bisa mendukung dan mensukseskan program penguatan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan di Lamongan. Melalui MPLS ini, harus menyenangkan secara fisik dan emosional untuk tahapan kejiwaan anak-anak ke depannya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Bupati Yuhronur juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Forum PAUD SD. &#8220;Ini forum yang luar biasa, karena terjadi interaksi antara guru PAUD dan SD. Sehingga dari forum ini tumbuh ide-ide dan gagasan dalam mendidik anak-anak. Ini akan menciptakan generasi berkualitas bagi anak-anak agar tumbuh dengan optimal,&#8221; ujarnya. <strong>(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193606</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satgas Covid Kabupaten Malang Giatkan Penyemprotan Disinfektan, Transisi New Normal</title>
		<link>https://memontum.com/satgas-covid-kabupaten-malang-giatkan-penyemprotan-disinfektan-transisi-new-normal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2020 09:16:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<category><![CDATA[Penyemprotan Disinfektan]]></category>
		<category><![CDATA[Transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118712-satgas-covid-kabupaten-malang-giatkan-penyemprotan-disinfektan-transisi-new-normal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kabupaten Malang telah memasuki masa transisi New Normal sejak beberapa waktu lalu. Untuk itu, kewaspadaan terhadap Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) juga tetap menjadi perhatian. Hal itu pula yang terus dilakukan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Malang. Di dalam masa transisi new normal ini, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Malang tetap rutin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kabupaten Malang telah memasuki masa transisi New Normal sejak beberapa waktu lalu. Untuk itu, kewaspadaan terhadap Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) juga tetap menjadi perhatian. Hal itu pula yang terus dilakukan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Malang. Di dalam masa transisi new normal ini, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Malang tetap rutin melakukan penyemprotan disinfektan.</p>
<p>Setidaknya saat ini telah ada 181 desa yang sudah menjadi sasaran penyemprotan disinfektan selama masa masa transisi new normal ini. Bahkan, juga ada beberapa desa yang termasuk dalam zona merah, telah dilakukan penyemprotan disinfektan beberapa kali.</p>
<p>Kepala Sub Satgas Disinfeksi, Penyuluhan dan Informasi Transisi New Normal Covid-19 Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan bahwa penyemprotan ini memang dilakukan secara rutin. Ia menuturkan, hal itu dilakukan sebagai langkah antisipatif, mengingat pandemi Covid-19 yang masih belum bisa diketahui kapan akan berakhir.</p>
<p>&#8220;Penyemprotan di Kabupaten Malang terutama kita pilih di daerah-daerah yang ada positifnya. Karena kita tidak tahu virus ini ada dimana,&#8221; ujar Bambang, Rabu (8/7/2020).</p>
<p>Pria yang juga menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Malang itu menambahkan, selama ini masyarakat juga masih rutin melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri. Bambang pun berharap, kegiatan itu terus dilakukan.</p>
<p>&#8220;Harapannya masyarakat juga tidak berhenti untuk melakukan penyemprotan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Hari ini, Tim Satgas Covid-19 melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Kecamatan Kepanjen. Beberapa desa dan kelurahan yang dilakukan penyemprotan meliputi, Cepokomulyo, Kepanjen, Penarukan, Sengguruh, Curungrejo, Jatirejoyoso, Mojosari, Mangunrejo, serta Kemiri.</p>
<p>&#8220;Semoga Corona ini segera pergi dari bumi Indonesia, harus sama-sama kita tanggulangi,&#8221; ucap Kepala Desa Mangunrejo, Suntoro. <strong>(kik/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118712</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menuju Transisi New Normal, Pemkab Gresik Siapkan Peraturan Bupati</title>
		<link>https://memontum.com/menuju-transisi-new-normal-pemkab-gresik-siapkan-peraturan-bupati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2020 02:23:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[Perbup]]></category>
		<category><![CDATA[Transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=116059</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8211; Setelah tiga kali rapat pembahasan kelanjutan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tingkat Propinsi Jawa Timur, akhirnya diputuskan bahwa kelanjutan dalam masa transisi ini diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Kota masing-masig. Hal ini disampaikan Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto saat pers converence dengan para awak media yang berlangsung di Ruang Puteri Cempo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik </strong>&#8211; Setelah tiga kali rapat pembahasan kelanjutan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tingkat Propinsi Jawa Timur, akhirnya diputuskan bahwa kelanjutan dalam masa transisi ini diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Kota masing-masig.</p>
<p>Hal ini disampaikan Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto saat pers converence dengan para awak media yang berlangsung di Ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Selasa (9/6/2020).</p>
<p>Bupati yang saat itu didampingi oleh Pejabat Sekda Gresik yang juga ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Gresik Nadlif, Kepala Dinas Kesehatan Gresik Syaifudin Ghozali, Asisten III Gresik, Tusilowanto Hariogi.</p>
<p>“Tindak lanjut tentang COVID-19 ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya minta bantuan kepada semuanya agar hal ini bisa disampaikan ke masyarakat dan masyarakat bisa meningkatkan disiplin. Kami tengah Menyusun Peraturan Bupati tentang menuju transisi new normal dengan peningkatan penegakan disiplin protokol kesehatan” tandas Bupati Sambari.</p>
<p>Ditambahkan oleh Bupati, bahwa pasca PSBB ini pihaknya tengah melaksanakan tugas yang amat berat dan dirasakan lebih berat dari saat PSBB dulu.</p>
<p>“Meski kita sudah memberikan keleluasaan untuk membuka Perusahaan, pertokoan, tempat ibadah, pariwisata, warung-warung, perkantoran dan lain-lain, tapi kita tidak boleh seenaknya. Yang penting perekonomian tetap berjalan lancar. Pemantauan harus dilakukan terus menerus dengan tetap penegakan pelaksanaan protocol kesehatan” tandasnya.</p>
<p>Ketika ditanya tentang keberlanjutan chek point, Bupati menyatakan bahwa pada saat ini masih dalam tarap pembahasan dan akan dievaluasi.</p>
<p>“Sore ini kami akan membahas lebih dalam tentang keberlanjutan chek point. Apakah akan diperbantukan pada chek point pedesaan atau atau bagaimana nanti akan dituangkan dalam Perbup yang akan kami keluarkan. Tapi intinya, kami akan memperkuat chek point ditingkat desa” tegasnya.</p>
<p>Tentang kebijakan untuk memulai masuk sekolah, Bupati akan menunggu keputusan Menteri Pendidikan dan Keputusan Menteri Agama. <strong>(sgg/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116059</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PSBB Tak Diperpanjang, Sidoarjo Usulkan Transisi Menuju New Normal</title>
		<link>https://memontum.com/psbb-tak-diperpanjang-sidoarjo-usulkan-transisi-menuju-new-normal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2020 12:08:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<category><![CDATA[PSBB]]></category>
		<category><![CDATA[Transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115893-psbb-tak-diperpanjang-sidoarjo-usulkan-transisi-menuju-new-normal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga berakhir Senin (8/6/2020). Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin berkeinginan PSBB tidak diperpanjang (dilanjutkan). Usulan ini disampaikan Cak Nur saat rapat evaluasi pelaksanaan perpanjangan PSBB Surabaya Raya di Gedung Grahadi Minggu (7/6/2020) malam. Cak Nur mengutaran alasan tidak memperpanjang PSBB itu kepada Sekdaprov Jatim Heru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga berakhir Senin (8/6/2020). Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin berkeinginan PSBB tidak diperpanjang (dilanjutkan). Usulan ini disampaikan Cak Nur saat rapat evaluasi pelaksanaan perpanjangan PSBB Surabaya Raya di Gedung Grahadi Minggu (7/6/2020) malam.</p>
<p>Cak Nur mengutaran alasan tidak memperpanjang PSBB itu kepada Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono yang memimpin rapat. Begitu pula dengan Kota Surabaya dan Gresik yang juga tidak inginmemperpanjang PSBB itu.</p>
<p>&#8220;Transisi new normal akan menggantikan PSBB yang selama ini diterapkan. Tapi tidak mengendorkan semangat pencegahan penyebaran Covid-19. Desa maupun Kelurahan menjadi fokus pencegahan penyebaran pandemi Covid-19,&#8221; kata Cak Nur, Minggu (7/6/2020) malam.</p>
<p>Bagi Cak Nur, sejumlah langkah penguatan di tingkat desa dan kelurahan dengan membentuk kampung tangguh. Upaya itu akan lebih ditingkatkan.</p>
<p>&#8220;Dengan begitu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 akan cepat terselesaikan. Kalau masyarakat sudah teredukasi di desa maka masyarakat muncul kesadaran dan mendukung pencegahan Covid-19 ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara dengan dukungan masyarakat ini, bagi Cak Nur angka penularan kasus virus Corona akan segera menurun. Saat itu, kehidupan new normal akan dijalani masyarakat.</p>
<p>&#8220;Masyarakat dapat beraktifitas secara leluasa, tapi tetap menjaga Standar Operasional Prosedur (SOP) kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19,&#8221; tandasnya.<strong> Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115893</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jember Tinjau Transisi New Normal Pasar Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-tinjau-transisi-new-normal-pasar-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2020 11:24:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Jember]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<category><![CDATA[pasar tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115816-bupati-jember-tinjau-transisi-new-normal-pasar-tradisional</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember dr Hj Faida MMR mengunjungi lokasi Pasar Tanjung untuk meninjau Transisi Pasar Aman yang direncanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sabtu (6/6/2020) malam. Ia ingin memastikan, bahwa penataan kembali pasar tradisional Transisi Pasar Aman sudah sesuai protokol kesehatan Covid-19. &#8220;Kita akan mencoba menyiapkan pasar tradisional ini bisa tetap operasi tetapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8211; Bupati Jember dr Hj Faida MMR mengunjungi lokasi Pasar Tanjung untuk meninjau Transisi Pasar Aman yang direncanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sabtu (6/6/2020) malam.</p>
<p>Ia ingin memastikan, bahwa penataan kembali pasar tradisional Transisi Pasar Aman sudah sesuai protokol kesehatan Covid-19.</p>
<p>&#8220;Kita akan mencoba menyiapkan pasar tradisional ini bisa tetap operasi tetapi ditata lebih baik, &#8221; kata Faida.</p>
<p>Untuk para pedagang yang berada diluar area pasar, terang Dia, kini pemerintah telah menyediakan tenda agar para pedagang bisa lebih rapi dalam menata barang dagangannya. Selain itu mereka juga harus mengatur jarak sesuai dengan protokol kesehatan pada masa pendemi wabah virus.</p>
<p>&#8220;Supaya rapi dan jaga jaraknya teratur kita bikin ada tenda-tenda seperti ini dan ini semua pedagang lama, sudah ada nomornya, &#8221; lanjutnya.</p>
<p>Kata Faida jika biasanya area pejalan kaki berebut dengan kendaraan motor dan mobil, kali ini di khususkan supaya waktunya jam belanja khusus area orang belanja, lalulintasnya dialihkan.</p>
<p>&#8220;Ada jam-jam tertentu untuk loading barang, setelah itu jalanya dikhususkan untuk belanja, &#8221; ujar Faida.</p>
<p>Selain itu, pedagang harus menggunakan alat pelindung diri (APD) saat berjualan. Mereka juga harus menggunakan pin sebagai tanda sudah menjalani pemeriksaan kesehatan.</p>
<p>Sementara itu, bagi pedagang dengan hasil rapid test positif, maka tidak diizinkan untuk bekerja.Bagi mereka, pemeriksaan kesehatan lanjutan berupa swab. Pemeriksaan itu juga berlaku bagi keluarga pedagang yang hasil tes positif</p>
<p>&#8220;Semua pedagang disini sudah dirapid tes semua, yang hasilnya negatif boleh berjualan dan kasih pin dan kartu, selain itu kita lengkapi APD dan masker untuk pedagang pasar tradisional dan mengajari mereka bagaimana cuci tangan yang baik dengan menyiapkan sarana cuci tangan.</p>
<p>Sehingga ekonominya berjalan, kembali beroperasi tetapi dengan tatanan baru.&#8221;New normal itu bukan persis seperti sedia kala, bukan sekedar dibuka, tetapi ditata yang baik dengan perlindungan diri yang baik, agar tujuan mencari nafkah tetapi tidak tertular covid-19, &#8221;</p>
<p>Oleh karenanya saya juga berterima kasih kepada seluruh tim gugus covid-19 dan masyarakat yang bekerja sama dengan baik, sehingga pasar yang semula lorongnya sangat kotor dan kumuh, kini banyak kemajuan dan jauh lebih rapi. <strong>(bud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115816</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Transisi New Normal, Wisata Malang Selatan Belum Dibuka</title>
		<link>https://memontum.com/transisi-new-normal-wisata-malang-selatan-belum-dibuka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2020 10:42:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani KPH Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Transisi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115800-transisi-new-normal-wisata-malang-selatan-belum-dibuka</guid>

					<description><![CDATA[Perhutani Tunggu Surat Resmi Disparbud Memontum Malang &#8211; Memasuki masa transisi New Normal saat ini, Perum Perhutani KPH Malang selaku pengelola sejumlah wisata pantai Malang Selatan hingga saat ini belum membuka akses wisata tersebut. Toh itu sudah tertuang dalam Perbub nomor 20 tahun 2020, namun Perhutani sendiri masih menunggu surat resmi dari Disparbud. &#8220;Kami masih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Perhutani Tunggu Surat Resmi Disparbud</h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Memasuki masa transisi New Normal saat ini, Perum Perhutani KPH Malang selaku pengelola sejumlah wisata pantai Malang Selatan hingga saat ini belum membuka akses wisata tersebut. Toh itu sudah tertuang dalam Perbub nomor 20 tahun 2020, namun Perhutani sendiri masih menunggu surat resmi dari Disparbud.</p>
<p>&#8220;Kami masih dalam persiapan,seperti piranti-piranti new normal untuk pembukaannya nanti.Kami juga membutuhkan surat resminya dari Disparbud Kabupaten Malang, &#8221; terang Sukirno Asper/KBKPH Sumbermanjing Minggu (7/6/2020) siang.</p>
<p>Tambah Sukirno, selain itu petugas dilapangan juga sedang melakukan persiapan,seperti kerjabakti dengan membersihkan areal wisata yang selama ini lockdown.</p>
<p>&#8220;Selain itu kami juga sedang berkordinasi dengan pimpinan KPH Malang dalam hal ini ADM untuk SOP new normal pengelolaan kembali wisata, &#8221; ulasnya.</p>
<p>Sebelumnya, Sukirno juga menjelaskan,akibat merebaknya Virus Covid-19 ini berdampak pada jumlah kunjungan tempat wisata khususnya di wilayah Malang Selatan.Selang beberapa hari kemudian, sejumlah kawasan wisata itupun ditutup.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga telah menyediakan cairan antiseptic di loket-loket tempat wisata yang ada. Hal itu dimaksudkan untuk membudidayakan cuci tangan menggunakan sabun, dimana hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi dalam memutus rantai penyebaran virus Covid-19.</p>
<p>Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara menerangkan, masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke New Normal atau Normal Baru pada kondisi pandemi Covid-19 kendati tengah berlangsung saat ini, akan tetapi, dengan pelaksanaan tatanan normal baru tersebut tidak membuat tempat wisata di Kabupaten Malang langsung beroperasi, sebab masih membutuhkan waktu untuk sosialisasi.</p>
<p>&#8220;Tidak bisa langsung buka begitu saja,tetapi perlu sosialisasi dulu. Jangan tergesa-gesa. Takutnya tempat wisata jadi kluster baru, &#8221; terang Made beberapa waktu lalu.</p>
<p>Lanjut Made, dengan memasuki masa transisi new normal life ini, para pelaku wisata yang tergabung Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) masih merumuskan protokol kesehatan dan akan disosialisasikan secara mandiri.</p>
<p>&#8220;Jadi bisanya 14 hari ke depan untuk total sosilasi Protkol Kesehatan ini. Sebelum itu, dicek dulu sama Gugus tugas Covid-19,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ditambahkannya, jika protokol Kesehatan di New Normal sudah di jalankan, maka tempat wisata tersebut bisa beroperasi, namun tidak semua tempat pariwisata di Kabupaten Malang juga bisa beroperasi.</p>
<p>&#8220;Yang nentukan tim satgas Covid-19. Dalam waktu dua minggu tim itu akan mengecek apakah layak apa enggak. Dari persiapan handsanitizer di sekitiar tempat pariwisata. Pemakaian masker dan lain-lain,&#8221; urainya.<strong> (sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115800</post-id>	</item>
		<item>
		<title>116 Pengunjung Nakoa Kafe Rapid Tes Gratis, 12 Reaktif, Wajib Isolasi 14 Hari</title>
		<link>https://memontum.com/116-pengunjung-nakoa-kafe-rapid-tes-gratis-12-reaktif-wajib-isolasi-14-hari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2020 04:17:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<category><![CDATA[opsgab]]></category>
		<category><![CDATA[Rapid Tes]]></category>
		<category><![CDATA[Transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115791-116-pengunjung-nakoa-kafe-rapid-tes-gratis-12-reaktif-wajib-isolasi-14-hari</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas gabungan Pemerintah Kota Malang, Polresta Malang Kota, Kodim 0833/Kota Malang, Dinas Kesehatan dan Satpol PP melakukan sidak di Nakoa Kafe Jl Bondowoso, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (6/6/2020) pukul 20.00. Pengunjung Kafe Nakoa cukup padat hingga dianggap tidak memperhatikan protokol kesehatan di masa transisi new normal. Operasi gabungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Petugas gabungan Pemerintah Kota Malang, Polresta Malang Kota, Kodim 0833/Kota Malang, Dinas Kesehatan dan Satpol PP melakukan sidak di Nakoa Kafe Jl Bondowoso, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (6/6/2020) pukul 20.00.</p>
<p>Pengunjung Kafe Nakoa cukup padat hingga dianggap tidak memperhatikan protokol kesehatan di masa transisi new normal. Operasi gabungan ini sempat membuat panik para pengunjung. Sebab semua karyawan dan pengunjung semuanya tidak boleh meninggalkan lokasi untuk mendapatkan hadiah rapid test gratis.</p>
<p><div id="attachment_115793" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-115793" decoding="async" class="size-full wp-image-115793" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200607-WA0003-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Pengunjung Kafe Nakao dapat hadih Rapid Test gratis. (ist)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200607-WA0003-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200607-WA0003-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200607-WA0003-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200607-WA0003-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-115793" class="wp-caption-text">Pengunjung Kafe Nakao dapat hadih Rapid Test gratis. (ist)</p></div></p>
<p>Tentunya mereka harusnya bersyukur karena jika rapid tes mandiri harganya paling murah Rp 350 ribu, namun ini diberikan secara cuma-cuma. Sebanyak 116 pengunjung semuanya di rapid test. Tentunya ada perasaan yang bercampur aduk.</p>
<p>Sebab konsekuensinya jika ditemukan pengunjung yang reaktif harus melakukan isolasi selama 14 hari. Boleh memilih di rumah isolasi yang disediakan pemerintah atau isolasi mandiri di rumah tanpa boleh keluar rumah.</p>
<p>Dari 116 karyawan dan pengunjung yang di repid test hasilnya sebanyak 12 orang hasilnya reaktif. Tentunya 14 orang tersebut sepulang dari kafe harus langsung mengisolasi diri selama 14 hari. Tidak hanya itu, untuk mengetahui apakah mereka positif Covid-19 atau tidak, akan segera dilakukan tes swab.</p>
<p>Wakil Walikota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko mengatakan bahwa ke 12 orang yang reaktif sudah diberikan penjelasan dan arahan untuk isolasi mandiri di runah.</p>
<p><video controls="controls" width="750" height="400"><source src="https://kotamalang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/43/2020/06/VID-20200607-WA0026.mp4" type="video/mp4" /></video></p>
<p>&#8220;Mereka harus ada di rumah tidak boleh melakukan kegiatan di luar rumah. Di dalam rumah, masih bisa interaksi dengan keluarga namun harus gunakan protokol kesehatan, pakai masker dan menjaga jarak,&#8221; ujar Sofyan Edi.</p>
<p>Tindakan selanjutnya untuk ke 12 orang ini akan dilakukan swab. &#8221; Swab akan dilakukan Senin atau Selasa depan. Bagi kafe yang ada di Jl Bondowoso ini harus nengikuti aturan dalam Perwal. Dalam 14 hari kedepan harus mempersiapkan protokol kesehatan. Karena ini hari terakhir masa transisi 7 hari pertama, mulai besok akan dilakukan masa transisi ke 2. Semua tempat usaha harus memenuhi protokol kesehatan sehingga Kota Malang benar-benar siap dengan new normal,&#8221; ujar Sofyan Edi.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-115792" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200607-WA0019-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200607-WA0019-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200607-WA0019-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200607-WA0019-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200607-WA0019-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara Jubir Satgas COVID-19 Kota Malang dr Husnul Muarif bahwa dari 12 orang yang reaktif sebanyak 4 orang warga Kabupaten Malang. Oleh karena itu pihaknya akan koordinasi dengan Satgas Covid Kabupaten Malang untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>&#8221; Semuanya harus isolasi mandiri. Meskipun di rumah wajib pakai masker dan tidak keluar rumah,&#8221; ujar dr Husnul.</p>
<p>Tentunya bagi yang reaktif akan akan mendapatan pengawasan ketat supaya mereka tidak melakukan aktifitas diluar rumah.<strong> (gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://kotamalang.memontum.com/wp-content/uploads/sites/43/2020/06/VID-20200607-WA0026.mp4" length="1755524" type="video/mp4" />

		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115791</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Positif Baru Masih Nambah, Transisi Malang Raya Ditambah 7 Hari</title>
		<link>https://memontum.com/positif-baru-masih-nambah-transisi-malang-raya-ditambah-7-hari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2020 04:42:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Malang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<category><![CDATA[Transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115771-positif-baru-masih-nambah-transisi-malang-raya-ditambah-7-hari</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rapat evaluasi masa transisi Malang Raya antara Gubernur Jatim bersama Forpimda Jatim dengan Kepala Daerah Malang Raya, Danrem 083/BJ dan Forpimda Malang Raya, memutuskan masa transisi diperpanjang untuk 7 hari ke depan terhitung per 7 Juni 2020. Keputusan dan persepakatan diambil dalam gelar rapat koordinasi video conference (Jumat malam, 5/6/2020) yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Rapat evaluasi masa transisi Malang Raya antara Gubernur Jatim bersama Forpimda Jatim dengan Kepala Daerah Malang Raya, Danrem 083/BJ dan Forpimda Malang Raya, memutuskan masa transisi diperpanjang untuk 7 hari ke depan terhitung per 7 Juni 2020.</p>
<p>Keputusan dan persepakatan diambil dalam gelar rapat koordinasi video conference (Jumat malam, 5/6/2020) yang menghubungkan gedung Graha Gubernur Jawa Timur, Ngalam Command Centre Balaikota Malang, Pendopo Kabupaten Malang, Balai Among Tani kota Batu dan Pusat Kendali Komando Pangdiv Kostrad Malang.</p>
<p>&#8220;Jadi yang dibuat acuan serta untuk jadi perhatian bersama adalah pedoman dari WHO. Dimana dinyatakan untuk memasuki new normal dipersyaratkan angka Rate of Transmition harus di bawah 1. Sementara untuk Malang Raya ini, RT-nya masih pada angka 1,23. Ini karena masih muncul kasus baru konfirm positif, meskipun juga diikuti dengan adanya penambahan yang sembuh,&#8221; demikian ditegaskan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.</p>
<p>Salah satu yang jadi perhatian Tim Pemprov adalah kasus Giripurno kota Batu, yang itu juga sudah diperkirakan oleh Walikota Batu, Dewanti Rumpoko. Menurut mantan Menteri Sosial RI tersebut, masih diperlukan proses waktu untuk mengubah culture dan kebiasaan masyarakat. Ini terpotret dan mensarikan atas laporan dari 3 (tiga) daerah Malang Raya, yang menyebutkan masih banyak masyarakat yang abai dalam penggunaan masker dan physical distancing.</p>
<p>Sementara itu, Sutiaji Walikota Malang, menyampaikan untuk kota Malang yang jadi perhatian adalah klaster isolasi mandiri. &#8220;Penambahan terakhir banyak muncul dari lingkar keluarga inti. Bisa jadi lingkungan rumah tidak memadai untuk dilakukan isolasi mandiri, karenanya ini akan ditarik ke RSUD. Kami siapkan segera, &#8221; disampaikan Sutiaji kepada Gubernur Khofifah.</p>
<p>Hal lain yang jadi perhatian adalah gerakan operasi rapid masif ke titik himpun massa. Fakra di lapangan komunitas millenial yang harusnya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik akan covid 19, justru abai. Itu yang akan terus disasar tim Covid 19 Kota Malang melalui operasi gabungan Pemkot, TNI dan Polri.</p>
<p>&#8220;Di tengah masyarakat muncul persepsi masa transisi sudah new normal, bahkan dipahami normal seperti tidak ada covid 19. Ini yang akan terus ditekan dan diluruskan, &#8221; imbuh Pak Aji, demikian alumni IAIN Malang akrab disapa. Secara khusus Walikota Sutiaji juga mengharap dukungan Gubernur Jatim untuk dapat mengkoordinasikan dengan Kemendukbud berkaitan dengan tahapan penerimaan mahasiswa baru.</p>
<p>&#8220;Untuk masa masuknya ada informasi bulan desember, yang diantisipasi, tahapan pendaftaran mahasiswa baru. Karena proses test masih perlu kehadiran secara fisik, sehingga ada potensi pergerakan pelajar ke kota Malang,&#8221; info Sutiaji penuh gamang.</p>
<p>Evaluasi masa transisi Malang Raya juga memberikan catatan dan rekomendasi agar gerakan RW (kampung) Tangguh terus dikuatkan karena telah jadi role model nasional, dan 7 hari ke depan penambahan masa transisi berfokus menekan angka kasus.<strong> (*/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115771</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
