<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>tridharma &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tridharma/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Jan 2025 13:32:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>tridharma &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ribuan Umat Tridharma Lakukan Ibadah Perayaan Imlek dengan Khidmat di Klenteng Eng An Kiong</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-umat-tridharma-lakukan-ibadah-perayaan-imlek-dengan-khidmat-di-klenteng-eng-an-kiong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[khidmat]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[tridharma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218766</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ribuan Umat Tridharma menjalani ibadah dengan khidmat dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2576 di Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Rabu (29/01/2025) tadi. Ketua Bidang Agama dan Pengawas Klenteng Eng An Kiong, Herman Subianto, menyampaikan bahwa ibadah tersebut telah berlangsung sejak pagi pukul 05.00 WIB hingga sore hari nanti. Namun, puncaknya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ribuan Umat Tridharma menjalani ibadah dengan khidmat dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2576 di Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Rabu (29/01/2025) tadi.</p>



<p>Ketua Bidang Agama dan Pengawas Klenteng Eng An Kiong, Herman Subianto, menyampaikan bahwa ibadah tersebut telah berlangsung sejak pagi pukul 05.00 WIB hingga sore hari nanti. Namun, puncaknya pada sembahyang bersama pukul 11.00 WIB. Itu diikuti oleh beragam umat, mulai Taoisme, Konghucu dan Buddha.</p>



<p>&#8220;Sebagian umat memilih sembahyang sendiri sejak pagi, sementara yang tidak memiliki kesibukan keluarga atau tamu di rumah mengikuti sembahyang bersama pada pukul 11.00 WIB,” ujar Herman.</p>



<p>Dalam sembahyang bersama diawali dengan penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dilanjutkan dengan penghormatan kepada dewa utama dan diakhiri dengan doa kepada dewa-dewa lainnya. Tradisi ini mencerminkan keyakinan bahwa meskipun terdapat berbagai dewa dalam kepercayaan Tridharma, semuanya tetap berpusat pada satu kekuatan tertinggi.</p>



<p><strong>Baca juga L</strong></p>





<p>&#8220;Jadi memang waktu yang tepat untuk sembahyang bersama pada pukul 11.00 WIB karena dianggap yang paling cerah dalam sehari. Semua klenteng juga serentak melakulan sembahyang bersama di pukul 11.00 WIB itu,&#8221; katanya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa imlek sendiri sudah dirayakan sejak sekitar 4600 tahun lalu, ditetapkan oleh Raja Huang Ti pada tanggal 1 bulan pertama sebagai perayaan awal tahun. Untuk umat yang datang ke Klenteng Eng An Kiong sebagian besar berasal dari Kota Malang, meskipun ada juga yang berasal dari daerah lain.</p>



<p>&#8220;Mereka melakukan sembahyang di berbagai altar yang ada di klenteng, yang menampung hingga 24 dewa dari berbagai kepercayaan. Setiap klenteng memiliki jumlah dewa yang berbeda, tergantung sejarah dan asal-usul umatnya. Di sini, banyak umat dari provinsi Hokkien dan Guangdong, sehingga dewa-dewa yang dihormati pun berasal dari daerah tersebut,” imbuh Herman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218766</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
